KONSEP PENCIPTAAN FILM WAYANG HOROR BEKASAKAN Muhammad Naufal Fawwaz fawwazdalangsemarang@gmail. Program Studi Seni. Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta ARTIKEL Diterima: 9 Juli 2022 Direvisi: 10 Agutus 2022 Disetujui: 12 Agutus 2022 ABSTRACT Bekasakan is a horror movie that uses shadow puppets as the object of its character. This work aims to create a new genre in the shadow puppets of Java, especially in packaging horror themes as special performance Based on puppet performances which were later adapted into a movie perspective, this work is one of the most attractive offers for teh shadow puppets. The novelty of this work is the formation of the demonic figure of Mahakali, which is realized by depicting a strange anatomy of the body and at the same time giving the audience a scary impression. In addition to the formation of the devil Mahakali figure, the application of rules in film is also worked out in such a way as to produce a film work that can give the impression of horror to the It is hoped that the works of secondhand horror puppet films will become an offer or a new style in the world of puppet creativity as well as being a useful contribution to the development of arts and sciences. Keywords: Bekasakan. Puppets. Horror. ABSTRAK Bekasakan merupakan sebuah karya film horor dengan menggunakan media wayang kulit sebagai objek pemerannya. Karya ini bertujuan untuk menciptakan sebuah genre baru dalam dunia pewayangan terutama dalam mengemas tema-tema horor sebagai lakon pertunjukan secara khusus. Berpijak dari pertunjukan wayang yang kemudian diangkat ke dalam perspektif film menjadikan karya ini sebagai salah satu tawaran menarik bagi dunia Kebaruan dari karya ini adalah pembentukan sosok setan Mahakali yang direalisasikan dengan penggambaran anatomi tubuh yang aneh sekaligus memberi kesan seram bagi penonton. Selain terbentuknya sosok setan Mahakali juga penerapan kaidahkaidah dalam perfilman digarap sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu garap karya film yang dapat memberi kesan horor bagi pernonton. Karya film wayang horor bekasakan diharapkan dapat menjadi tawaran atau gaya baru dalam dunia kreativitas LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 pewayangan sekaligus dapat menjadi sumbangan berguna bagi perkembangan ilmu seni dan ilmu pengetahuan. Kata Kunci: Bekasakan. Wayang. Horor. menandakan bahwa kesenian wayang PENDAHULUAN Kesenian wayang kulit merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang berkembang secara meluas khususnya di aspek perubahan-perubahannya. Dengan pulau Jawa. 1 Kesenian ini dibangun oleh kalimat lain, dapat dikatakan kesenian beberapa unsur seni meliputi: seni teater, wayang kulit mampu beradapatasi dengan karawitan, tari, seni rupa, dan sastra. Selu- berbagai fenomena kehidupan yang terjadi ruh unsur tersebut satu sama lain menjadi di berbagai lapisan masyarakat. bagian yang tidak terpisahkan dalam Berbicara mengenai kesenian wa- sajian pertunjukannya. Kedalaman makna yang, frase yang sering kali didengar dari sebuah karya sastra . akon wayan. ketika berdiskusi ataupun selentingan yang kemudian divisualisasikan melalui obrolan ringan tidak asing dengan kalimat gerak boneka wayang, menjadi tontonan bahwa Auwayang bukan hanya sekedar yang menarik dan penuh makna bagi tontonan, tetapi juga tuntunanAy. Artinya, masyarakat penikmatnya. Tidak meng- wayang dipandang bukan semata-mata herankan apabila dalam sebuah kesem- sebagai hiburan, namun lebih jauh kaya patan pergelaran wayang kulit masyarakat akan nilai kehidupan luhur yang memberi rela berbondong-bondong, bahkan hingga suri tauladan. Wayang dianggap menun- berdesak-desakan demi dapat menyaksi- jukkan gambaran tentang watak jiwa kan pertunjukan. Setiap tokoh wayang memiliki Di era saat ini, perkembangan ilmu karakter yang khas mencerminkan gam- pengetahuan dan teknologi begitu pesat. baran diri seseorang dalam kehidupan Dalam dimensi tertentu teknologi semakin sehari-hari. Jika mengamati pergelaran mutakhir dan mampu memengaruhi pola wayang senantiasa mengandung nilai-nilai luhur kehidupan. Sebagai contoh missal- kesenian wayang kulit tetap mampu nya, di setiap akhir lakon dari pewayangan bertahan dan tidak lantas tersingkirkan selalu memenangkan kebaikan dan me- ngalahkan kejahatan. Hal itu mengandung Meskipun Tidak menyurutkan pula tingkat fanatisme para penikmat kesenian tersebut. Hal ini 1 Wilayah persebaran kesenian wayang kulit lebih spefisik berkembang di pulau Jawa bagian tengah dan timur, sedangkan kesenian wayang yang berkembang di wilayah pulau Jawa bagian barat memiliki corak tersendiri yang disebut dengan istilah wayang golek. Naufal Ae Konsep Penciptaan Film. sedangkan perbuatan buruk akan selalu pergelaran wayang mengacu pada lakon terkalahkan (Purwanto 2018, . atau jenis cerita yang dipertunjukkan. Ada berbagai macam jenis lakon Lebih jauh, pada situasi adegan tertentu wayang salah satunya lakon wayang yang dengan mempertimbangkan muatan nilai bersifat baku. Jenis lakon tersebut lebih banyak menceritakan tentang mitos-mitos. Terkadang ada dhalang yang dalam legenda-legenda, dan cerita-cerita dari pementasannya justru keluar dari pattern, kisah Ramayana/Mahabharata. Meskipun namun pada titik tertentu dhalang akan lakon-lakon membingkai kembali cerita tersebut se- terbatas, tetapi dapat digubah sehingga hingga tetap pada keselarasan alur cerita manghasikan lakon-lakon baru. Dalam yang sudah terkonsep sebelumnya. lakon-lakon wayang menampilkan tokoh- Alur cerita dalam sebuah lakon tokoh yang jumlahnya sangat banyak pertunjukan wayang memuat beberapa dengan karakteristik khas yang tersemat tema sekaligus seperti berkaitan dengan pada setiap jenis wayang. Dalam dunia pewayangan tidak hanya mengenal pe- hingga mengandung unsur komedi. Pada laku-pelaku yang berjenis manusia, kecuali adegan tertentu ada pula nuansa horor beberapa drama klasik timur yang juga yang dimunculkan seperti pada lakon bersumber dari Ramayana dan Maha- Sudhamala, kisah peruwatan dalam kon- bharata, namun wayang memunculkan teks kepercayaan agama hindu yang pelaku-pelaku dari tiga dunia, yaitu dunia memunculkan cerita yang agak sedikit atas (Tuhan, dewa-dewa, para bidadar. Akan tetapi dalam per- dunia tengah . anusia, binatang, ala. , tunjukan wayang tema horor masih sangat dan dunia bawah . aksasa, makhluk- terbatas bahkan jarang ditemukan. Pa- makhluk halu. (Amir 1991, . dahal tema semacam ini memiliki daya Tidak seperti bentuk seni teater pada umumnya yang cenderung mem- dikembangkan sebagai bentuk inovasi. bedakan jenis penokohan berdasarkan dua Bertolak pada hal tersebut, pengkarya pengelompokan yaitu tokoh-tokoh yang dalam hal ini ingin menggali lebih dalam baik dan mengenai konsep wayang yang ber- sepenuhnya memiliki sifat jahat. Dalam temakan alur cerita yang berkaitan dengan cerita wayang para tokoh tidak selamanya horor serta menginterpretasikannya ke mewarisi sifat baik ataupun dipandang dalam visualisasi karya film. selamanya jahat. Wayang berpandangan Untuk membingkai tema horor realistis tentang kompleksitas kehidupan dalam sebuah karya film, pengkarya Manusia dipandang sebagai mengambil salah satu diksi dari bahasa makhluk Tuhan, sehingga tidak ada yang Jawa yaitu bekasakan yang digunakan Kemunculan setiap tokoh pada sebagai judul karya. Bekasakan adalah LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 sebutan makhluk halus penghuni hutan. dalam latar belakang bahwa objek yang Hampir di setiap kepercayaan mem- menjadi fokus penciptaan karya adalah percayai adanya kehadiran makhluk halus kesenian wayang kulit. Berangkat dari atau roh-roh yang hidup di dalam dimensi kesenian tersebut mengambil salah satu lain di luar dari alam kehidupan manusia. bagian pada adegan bernuansa horor yang Penggambaran bentuk makhluk ini ber- akan dieksplorasi lebih jauh sehingga macam-macam ada yang menyerupai menjadi sebuah karya film. Dalam bahasa bentuk fisik manusia dan menyerupai yang sederhana karya ini dapat dikatakan hewan dengan bentuk yang tidak biasa. sebagai karya yang terinspirasi dari ide Ketidakbiasaan ini membuat makhluk itu gagasan yang tersemat pada kesenian ditakuti sebagai sosok yang menyeramkan wayang kulit yang kemudian dilakukan yang dapat menimbulkan ketakutan. proses pengambilan gambar pada setiap Ide ini muncul berangkat dari . erekaman audio-visua. pengalaman pengkarya yang menekuni sehingga menjadi sebuah film . ayang dunia pewayangan di samping sebagai yang difilmka. penikmat juga sekaligus sebagai pelaku. Sejauh ini pengemasan wayang Dari akumulasi pengalaman yang di- bernuansa horor secara lebih fokus hampir peroleh ketertarikan pengkarya terfokus tidak ditemukan. Kalaupun ada itu hanya pada tema wayang horor. Ketika selama ini tersemat pada bagian kecil di dalam tema horor hanya menjadi bagian kecil Sementara, dalam peren- dari rentetan peristiwa cerita di dalam canaan proses penciptaan karya Bekasakan pertunjukan wayang, pengkarya mencoba justru hal itulah yang menjadi ide pokok berimajinasi memetakan ide gagasan ber- kaitan dengan wayang horor yang akan Pembuatan karya Bekasakan tentu dikemas menjadi sebuah tema tersendiri tidak serta-merta dibuat tanpa adanya aspek dan lebih khusus. Pemikiran ini muncul tujuan dan manfaat. Adapun tujuan dan manfaat penciptaan karya ini sebagai berikut. diilhami pula oleh banyaknya referensi Tujuan Penciptaan film horor yang kerap menjadi bahan Menciptakan sebuah genre baru apresiasi, sehingga muncul sebuah ke- dalam dunia pewayangan terutama tertarikan ingin memadukan bidang seni dalam mengemas tema-tema horor pewayangan yang ditekuni dalam sebuah sebagai lakon pertunjukan secara dimensi kekaryaan dalam film yang fokus pada tema horor dengan judul AuBekasakan: Sebagai Interpretasi Garap Wayang Kulit dalam tentang cara menikmati kesenian Bentuk Karya Film HororAy. wayang yang tidak hanya terbatas Seperti yang sudah dipaparkan di 2 http://w. com/jawa-indonesia/bekasakan diakses pada 25 Februari 2022 pukul 19. 23 WIB. Naufal Ae Konsep Penciptaan Film. ditampilkan dalam bentuk gambar dan vensional saja, namun disajikan suara yang dikemas sedemikian rupa dalam skenario film. dengan permainan kamera, teknik editing. Membuktikan bahwa wayang dapat dan skenario. Film bergerak dengan cepat beradaptasi dengan kondisi per- dan bergantian sehingga memberikan kembangan zaman terlebih dalam visual yang kontinyu. Kemampuan film hal penggunaan kecanggihan tek- melukiskan gambar hidup dan suara memberinya daya tarik tersendiri. Film Membangun dapat menyajikan informasi, memaparkan pecinta wayang, tidak terbatas pada proses, menjelaskan konsep-konsep yang lokus tertentu namun dapat di- rumit, mengajarkan keterampilan, me- nikmati secara universal oleh ber- nyingkatkan atau memperpanjang waktu, bagai latar belakang budaya. dan memengaruhi sikap (Arsyad 2005, . Sumarno menambahkan . Manfaat Penciptaan secara umum film dibagi menjadi beberapa Menjadi bahan pemantik untuk jenis yaitu film fiksi, non fiksi, film terus mengembangkan inovasi di eksperimental, dan film animasi. Film fiksi bidang pewayangan terlebih dalam adalah film yang diproduksi berdasarkan menginspirasi generasi muda. cerita yang dikarang. Untuk kelompok Menumbuhkan film fiksi dalam dunia perfilman meliputi apresiator terhadap seni wayang drama, suspence atau action, science fiction, horor, dan film musikal. Dalam film fiksi Tersampaikannya bebas dalam membuat script atau skenario kepada apresiator sehingga menjadi sebuah renungan yang harapannya khayalan imajinasi, berbeda dengan film bisa diterapkan dalam kehidupan dokumenter yang harus berdasarkan fakta dan realita yang ada (Ardianto dan Erdinaya 2004, . METODE PENCIPTAAN Karya Bekasakan Hadirnya sebuah metode dalam tergolong ke dalam film fiksi, sebab dalam proses penciptaan karya seni menjadi hal konsep pembuatannya mengandung un- yang esensial, di mana metode menjadi pijakan pengkarya dalam mengeksekusi Adapun tahapan yang dilakukan peng- setiap tahapan-tahapan proses kreatif. karya untuk mewujudkan karya tersebut Karya Bekasakan mengetengahkan objek meliputi: menentukan ide cerita, pe- kesenian wayang kulit dengan mene- nyusunan naskah, penentuan pemain, rapkan pendekatan proses pembuatan Menurut Arsyad menjelaskan bahwa pengambilan gambar . , proses editing, dan screening. alat-alat LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 Menentukan Ide Cerita memiliki sikap dan karakter yang khas. Pengkarya menentukan ide dasar sehingga terjalin sebuah kesatuan yang terlebih dahulu bahwa film yang akan utuh dari permainan peran dan dialog dibuat adalah film horor. Kemudian yang dihadirkan. pencarian referensi istilah untuk merepresentasikan sebuah mahkluk yang Penentuan Pemain menyeramkan yang disebut Bekasakan. Setelah istilah tersebut dirasa Berdasarkan kebutuhan yang me- kemudian masuk kepada pembentukan penabuh gamelan . , dalang, karakter sosok mahkluk Bekasakan. Be- boneka wayang, sosok hantu perempuan atau kuntilanak (Nyai Dhanyan. , dan mahkluk halus yang bertubuh besar sosok hantu genderuwo (Kyai Dhanyan. dengan posisi badan seperti sikap kayang Tim pengrawit berasal dari Sanggar Atma dan di area kepalanya dipenuhi oleh darah Budaya pimpinan Qohhar Dwi Hatmono, serta berbau busuk yang menyengat. Sosok Sn. Pertimbangan melibatkan kelompok tersebut, karena lokasi pengambilan gam- seakan-akan mampu memberikan apapun bar dan perekaman video dilakukan di yang diinginkan manusia, namun manusia daerah Johunut, kabupaten Wonogiri yang itu harus patuh dan mau menuruti segala merupakan wilayah kelompok gamelan ini perintahnya terlebih menyediakan tumbal- melakukan aktivitas berkesenian dan se- tumbal nyawa manusia. Mahkluk yang kaligus sebagai putra asli daerah Wo- meresahkan ini kemudian harus bisa Selain pertimbangan hal tersebut. Salah satu cara untuk me- musnahkan mahkluk Bekasakan yaitu me- mampuan cepat beradapasi dalam proses lalui ritual ruwatan. Ruwatan menjadi perekaman gending. mewakili dari konsep yang direncanakan, tema besar yang diolah dan dieksplorasi Kemudian dalam menentukan da- kembali, sehingga menghasilkan sebuah lang, pengkarya memilih dalang berasal proses alur cerita yang menarik dan dari kalangan sepuh yang secara visual mampu menimbulkan nuansa horor yang menggambarkan kematangan pengalaman dalam melakukan ritual ruwatan yang sekaligus untuk membangun ekspresi Penyusunan Naskah (Skenari. dalam adegan. Ada kontradiksi sebetulnya Penyusunan skenario merupakan apabila dicermati ketika di dalam scene tahapan yang penting setelah penentuan sosok dalang yang merupakan sepuh, ide cerita. Pada bagian ini, pengkarya terus namun ketika memainkan wayang suara berimajinasi membayangkan dialog yang akan dimunculkan pada situasi-situasi dari dasarnya hal tersebut sengaja dimun- setiap adegannya. Setiap tokoh wayang culkan untuk mengomunikasikan ada dua Pada Naufal Ae Konsep Penciptaan Film. dimensi yang berbeda. Ketika dalam Pringis. Ponirah. Pradap. seperangkat transisi kemunculan kelalawar dan ke- Gamelan mudian masuk pada adegan wayang itu dhangkara pimpinan Ki Cahyo Kuntadi, seakan-akan dalang dibawa pada dimensi SnAo Jaten. Karanganyar. kehidupan yang berbeda atau dengan kamera merk Sony A7 mirrorless 24. 2 MP. kalimat lain terhanyut dalam sajian per- . story board. alat perekam tunjukan secara mendalam. Di samping suara merk Zoom H4n. tata cahaya itu, penentuan suara dalang dipilih karena . setting property. make up. memiliki warna teknik penyiaran dalang . komputer merk Dell. software yang mumpuni dan berpengalaman se- editing film Filmora. Ageng AoStudio Ma- kaligus mampu beradapasi secara cepat dengan berbagai situasi secara fleksibel. Proses Pengambilan Gambar Selain mempertimbangkan pengra- (Shootin. wit dan sosok dalang, pengkarya juga Pada membutuhkan sosok hantu pengganggu sutradara, juru kamera, penata cahaya, ketika para penabuh gamelan ini me- penata make up, penata audio, penata lakukan pertunjukan. Ada dua sosok yang artistik, penata kostum, dan beberapa crew. dimunculkan yaitu sosok hantu kuntilanak Seluruhnya (Nyai Dhanyan. dan sosok hantu gen- bekerjasama di lokasi shooting di daerah deruwo (Kyai Dhanyan. Pada karya ini Johunut kabupaten Wonogiri, sebagai- dibutuhkan ekspresi wajah yang me- mana suasana latar yang tertuang pada nyeramkan dari dua sosok tersebut sebagai pengganggu para pengrawit. Pertimba- gambar menyesuaikan dengan arahan ngan yang menjadi sosok hantu gen- sutradara hingga memperoleh hasil gam- deruwo adalah memiliki postur tubuh bar yang sesuai dengan konsep. Proses yang besar. Oleh karena karya ini lebih pengambilan gambar ini akan dilakukan dalam dua tahap yakni tahap Sandosa dan wayang, maka wayang akan lebih do- tahap Wayangan. Tahap Sandosa dila- minan muncul pada setiap adegannya. kukan untuk mengambil seluruh adegan Menyiapkan Alat-alat Teknis Proses Tahap Wayangan dilakukan untuk mengambil Alat-alat teknis yang digunakan gambar pagelaran wayang dari depan meliputi: . boneka wayang koleksi Ki Soenarno Dutodiprodjo. Pd. Sanggar Proses Editing Pawiyatan Pedalangan Surakarta (PPS) Setelah proses shooting dilakukan Semanggi. Pasar Kliwon. Surakarta yang Soka, dan memperoleh hasil gambar yang Tambrapeta. Taruna. Saraya. Mursita. Resi dianggap layak pada setiap adegannya. Mahakali. Handaka. Sumiyem. Gludhung kemudian berlanjut pada proses editing. (Sadewa. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 Proses ini dilakukan oleh seorang editor Penayangan (Screenin. untuk mengsinkronkan seluruh tangkapan Ketika gambar dari setiap adegan menjadi alur dilakukan dengan baik, tahapan beri- yang tidak terputus. Editor juga mengatur kutnya adalah penayangan (Screenin. dan ketepatan pencahayaan dan mereview karya Bekasakan sudah bisa dinikmati oleh para apresiator. komposisi yang seimbang. Penentuan Pemain Menentukan Ide Cerita Penyusunan Naskah Proses Shooting Menyiapkan Alat Teknis Penayangan (Screenin. Proses Editing Gambar 1. Alur proses penciptaan karya film horor Bekasakan PEMBAHASAN Konsep Umum Karya tempat tinggalnya yang tengah kehilangan Kompleksitas permasalahan yang kepercayaan terhadap Tuhan akibat krisis muncul pada karya film Bekasakan sarat ekonomi dan kondisi negara yang tidak akan makna yang ingin disampaikan. Jika stabil akibat perang. Pertentangan ini diresapi secara mendalam ada beberapa kemudian diperparah dengan datangnya konflik yang terjadi mulai dari konflik rombongan misionaris yang membawa dalam lingkup keluarga hingga dalam nilai-nilai dan kepercayaan yang baru. konteks sosial masyarakat. Benturan nilai terjadi dan menjadikan nilai-nilai Dari situ suasana masyarakat yang renggang dan sekaligus dijadikan sebagai pembelajaran kehilangan rasa saling percaya. dalam kehidupan nyata. Konflik yang Dalam karya ini dikisahkan ketika terjadi berawal dari akar yang sederhana Soka dan Tambrapeta berdebat tentang dan bersifat personal. Luka yang timbul sebuah keyakinan baru yang kemudian akibat duka di masa lalu, dibenturkan dengan kasih sayang dan kekeluargaan percaya begitu saja. Telusuri lebih dalam yang tengah memudar. hingga sampai pada esensi kebenaran serta-merta Tokoh Soka menggambarkan kaum keyakinan itu. Ketika keduanya berdebat konservatif yang mempertahankan nilai- mempertahankan kebenaran sebagaimana nilai tradisional dengan teguh. Trauma di yang diyakininya, maka akan memicu masa lalu akibat kehilangan adiknya konflik perpecahan. Namun, ketika ke- membuatnya merasa semakin bergantung duanya menyikapi dengan penuh ke- pada kepercayaanya. Kondisi ini tidak bijaksanaan dan toleransi, maka akan Naufal Ae Konsep Penciptaan Film. berbuah kedamaian, ketentraman, dan kekuatan cinta dan kasih sayang berada di atas segalanya. Dalam konteks permasalahan sosial Konsep Penyusunan Karya Karya film Bekasakan dalam proses masyarakat begitu mudah percaya pada penyusunannya telah melalui serangkaian Ketika akal sehat sudah tahapan yang cukup panjang. Mulai dari tidak bisa bekerja, maka amarahlah yang penelusuran sumber hingga eksplorasi berdiri di atas logika. Ketika seseorang bentuk karya. Sampai pada muara me- meminta untuk membunuh manusia lain, nemukan suatu karakter setan yang diberi tanpa berpikir panjang permintaan itu nama setan Mahakali. Setan Mahakali kemudian dilakukan. Padahal, sikap ini memiliki wujud yang menyeramkan. Tu- buhnya besar memiliki taring dengan jurang permusuhan bahkan kehancuran mulut yang penuh darah serta memiliki hubungan manusia satu sama lain. Men- rambut yang panjang mengembang. Jika cerna permasalahan dengan tenang men- diperhatikan, posisi tubuh setan Mahakali jadi kunci terselesaikannya suatu per- berbentuk kayang dengan posisi kepala soalan, apalagi diimbangi dengan pe- yang hampir menyentuh tanah. Pada mikiran yang bijak yang mampu me- mulanya makhluk ini dijadikan sebagai metakan persoalan tanpa harus melukai sentral media ritual keagamaan yang perasan antarmanusia. padahal justru menjadi media pemujaan sekaligus peminta tumbal nyawa ma- Percaya kepada sesuatu hal yang syarakat desa Prangalas. gaib adalah bagian dari konsep hidup sebagai pengingat kebesaran sang maha Bentuk tubuhnya yang tidak lazim Namun, tidak lantas mem- sesungguhnya memiliki makna bahwa butakan pikiran dan hati. Percaya pada makhluk ini melambangkan keserakahan. sesuatu harus diimbangi pula oleh akal Serakah kepada segala sesuatu yang sehat agar tidak tersesat pada jurang dipersembahkan oleh masyarakat Prang- Setan merupakan lambang alas . Tidak sampai di situ, sifat keserakahan itu hingga membabibuta seakan-akan abadi dan tidak akan bisa memangsa nyawa manusia. Banyaknya terkalahkan oleh kekuatan apapun. Me- lalui karya Bekasakan sebetulnya ingin makhluk ini memperkuat aura negatif mengomunikasikan sebuah pesan inti yang tidak terkendali. Setan Mahakali bahwa sekuat apapun kekuatan jahat, menjadi makhluk yang paling ditakuti tidak akan mampu mengalahkan kekuatan atau dalam kalimat lain dapat dikatakan kebaikan dan ketulusan perasaan yang sebagai pemimpin besar di antara setan- setan yang berada di hutan. Semua setan Kekuatan Hingga LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 patuh pada setan Mahakali, apapun yang belum ada sebelumnya. Bentuk anatomi diinginkannya tidak bisa ditolak dan harus tubuh wayang yang janggal tersebut Karakter setan Mahakali ter- diharapkan mampu menghadirkan pe- bentuk dari hasil imajinasi. Dalam benak rasaan tidak nyaman atau memberi efek pengkarya menginginkan sebuah wujud menakutkan bagi yang menyaksikan. anatomi wayang yang tidak biasa, bahkan Gambar 2. Anatomi tubuh setan Mahakali (Foto: Muhammad Naufal Fawwaz, 2. Bentuk wayang setan Mahakali Cirebonan yang berwajah menghadap ke samping/penonton . entuk tubuh wayan. Tu- Setelah desain wayang mencapai final, dilanjutkan proses pembuatan mulai dari bentuk tubuh anomali sehingga men- penatahan hingga penggapitan . ema- ciptakan kesan menyeramkan seperti pada sang gapit/tuding wayan. Dari hasil beberapa hantu dari film-film horor yang proses pembuatan wayang Setan Mahakali sudah ada. Proses pembuatan desain setan ini banyak perubahan yang dilakukan dari Mahakali berawal dari pembuatan stilasi standar wayang setanan gaya Surakarta. wayang dari posisi tubuh kayang. Proses Perubahan yang dilakukan di antaranya adalah merubah posisi wayang dari berdiri . wayang yang sesuai diambil . , menjadi kayang . dari variasi tokoh wayang Yamadipati Dimensi wayang jadi memanjang. Karena . ewa kematia. gaya Surakarta. Gan- bentuk tubuh yang aneh ini, ada potongan darwa Raja Trinetra . okoh dalam wayang . untuk memudahkan manuver madya gaya Surakart. , hingga Bathara gerak wayang, yaitu di bagian bawah Kala dada, dan kepala. ewa Naufal Ae Konsep Penciptaan Film. Gambar 3. Bagian kepala wayang setan Mahakali (Foto: Muhammad Naufal Fawwaz, 2. Teknik menggerakkan wayang ini juga mengalami eksplorasi, dimana tuding nemukan titik kenyamanan dalam meng- . ungkai penggerak wayan. dipasang gerakan wayang setan Mahakali. pada kepala dan kaki saja. Sedangkan tangan dan dada dibiarkan bergerak menurut gerak kedua bagian lainya . epala dan perut kak. Kepala diberi ruang gerak untuk memudahkan pemain wayang membuat ekspresi dari karakter setan Mahakali yang menyerupai monster buas. Tuding bagian kepala juga dipakai sebagai tumpuan ketika wayang bergerak maju. Sedangkan tuding di bagian kaki berfungsi untuk mengatur posisi tubuh bagian bawah agar sesuai dengan gerak kepalanya. Baik desainer wayang maupun Gambar 4. Bagian kaki wayang setan Mahakali pengkarya sendiri pada awalnya belum (Foto: Muhammad Naufal Fawwaz, 2. menemukan formulasi tentang bagaimana Penggambaran karakter pada masing- Tetapi pemain wayang dalam tim masing tokoh juga merupakan simbol-simbol dapat mengatasinya dengan melakukan tertentu yang merujuk pada sumber cerita LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 Soka tudung yang digunakan Sadewa adalah usaha mengalami pengucilan dan kemudian pe- untuk membuat karakternya tidak dikenal dan Suaranya Sudamala. Tokoh Tokoh setan Glundhung Pringis dan Tokoh Pradapa menjadi jahat karena setan Rai Mengengeh merupakan wujud hantu Segala Jawa tindakanya melawan nilai-nilai yang dianut penggambaran era pada cerita wayang di Kedua tokoh ini digambarkan karya film ini. Tokoh setan Kuntilanak dan merujuk pada sumber aslinya yang diceritakan setan Genderuwo merupakan penggambaran hantu di era Jawa baru. Sesuai dengan gangguan jiwa. Penggambaran tokoh Pradapa pemilihan latar waktu dalam karya ini. juga merujuk pada karakter antagonis pada Penggambaran pohon kelapa adalah rujukan cerita dan film-film horror yang berupa dari relief kisah Sudamala di candi Cetho. dukun/penyihir wanita. Karakter semacam ini Dalam relief tersebut, pohon kelapa muncul di terasa lebih mengancam dan merupakan lawan kata dari stereotip dukun laki-laki yang Penggambaran pohon pisang merujuk pada ditampikan media kebanyakan. mitos yang beredar di masyarakat tentang tempat tinggal hantu-hantu Jawa. Tokoh Tambrapeta yang ditampilkan Penggambaran dalam karya ini adalah sosok pemimpin yang kurang kuat pendirianya dan mudah terbawa yang di tengah hutan dan hanya diterangi lampu api merupakan sebuah usaha untuk jadikanya lalai dalam kewaspadaan. Tam- menutup ruang dalam karya film. Penutupan brapeta tidak melihat bahaya yang mengintai ini disebabkan karena keterbatasan pandangan dan ketidaktahuan merupakan unsur dasar Posisinya pendapat anaknya. Tokoh ini kemudian mendapatkan hukumanya dengan cara di- menonjolkan elemen kejut. Karakter dalang dan para pengrawit ditampilkan dengan Dalam sangat sederhana dan khas pedesaan Jawa untuk menggambarkan keterbatasan mereka dalam menghadapi masalah. Musik karawitan sebagai seorang penderita kebutaan. Tokoh Sadewa dalam karya ini adalah dan Bahasa Jawa yang digunakan dalam film tokoh yang digambarkan paling sesuai dengan merupakan cara untuk mendekatkan karya ini sumber orisinal. Perbedaan yang nampak kepada realitas panggung wayang di dunia adalah pendirian Sadewa untuk meninggalkan penduduk desa dan menyelamatkan Soka Penggambaran-penggambaran seorang diri, berbanding terbalik dengan but adalah usaha untuk meramu karya agar karakter di sumber aslinya yang bersifat kesatria dan tidak mementingkan diri sendiri. menonton wayang kulit tradisi dan nuansa Tokoh Sadewa dititik ini sudah berpisah menonton film. Wayang kulit tradisi dengan dengan Sadewa di versi aslinya. Perbedaan ini segala unsur di dalamnya terbingkai tempo menandakan keluarnya karya film ini dari yang lambat dan mendayu-dayu, namun sumber-sumber cerita wayang kulit. Jubah dan memuat kenangan istimewa tentang dunia Naufal Ae Konsep Penciptaan Film. Jawa. Teknik DAFTAR REFERENSI bingkainya menjadi lebih cepat dan dinamis. Amir. Hazim. Nilai-nilai Etis dalam Perlu adanya usaha untuk menjaga roh Wayang. Jakarta: Pustaka Sinar wayang kulit tradisinya agar lebih membumi Harapan. dan bisa dipahami penonton dengan mudah. Aristo. Salman. Kelas Skenario: Mewujudkan Ide menjadi Naskah SIMPULAN Terwujudnya karya film Bekasakan merupakan hasil dari proses perenungan yang cukup panjang. Dalam proses tersebut ada sebuah penyaringan ide-ide yang muncul dengan berpijak pada keselarasan konsep bekasakan sebagai bentuk film wayang horor. Proses penciptaan karya ini meliputi beberapa tahapan: . penetapan materi penciptaan. cara pengumpulan materi penciptaan. strategi pengolahan materi. teknik pengolahan materi. cara melakukan pengemasan karya. proses dan teknik pergelaran/screening. Dari serangkaian proses penciptaan tersebut menghasilkan kreativitas penciptaan berupa sosok wayang setan Mahakali yang merupakan pimpinan dari setan-setan yang berada di hutan dengan anatomi tubuh yang tidak Selain itu bentuk kreativitas lain yang dihasilkan pada karya ini adalah dengan memunculkan efek-efek visual dan efek suara yang membangun nuansa Sehingga film wayang bekasakan mampu menghadirkan capaian kesan psikologis pada penonton. Dengan adanya karya film wayang horor bekasakan diharapkan dapat menjadi tawaran atau gaya baru dalam dunia kreativitas Semoga dengan hadirnya karya ini dapat menjadi sumbangan berguna bagi perkembangan ilmu seni dan ilmu pengetahuan. Film. Jakarta: Esensi-Erlangga Group. Budi Utama. I Wayan. AuPerempuan dan TantrayanaAy. VIDYA WERTTA Vol. 2 Nomor 1 April. Damono. Supardi Djoko. Alih Wahana. Jakarta: Editium Harpawati. Tatik. AuKeterpaduan Struktur Dramatik Pertunjukan Wayang Kulit Lakon SudhamalaAy. GELAR Jurnal Seni Budaya Volume 12 Nomor 1 Juli. http://w. com/jawa-indonesia/ Februari 2022 pukul 19. 23 WIB. Mariani. Lies. Upacara Ruwatan Tradisi Surakarta. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Marsaid. AuIslam dan Kebudayaan: Wayang Sebagai Media Pendidikan Islam di NusantaraAy. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin 4, no. https://doi. org/10. 21274/kontem. Marsudi. AuBangkitnya Tradisi NeoMegalithik di Gunung ArjunoAy. SEJARAH DAN BUDAYA. Tahun Kesembilan. Nomor 1 Juni. Mursid Alfathoni. Muhammad Ali dan Dani Manesah. Pengantar Teori Film. Yogyakarta: Deepublish. LayaR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam. Vol. 9 No. 2 Desember 2022 Pamungkas. Ragil. Tradisi Ruwatan: Misteri Balik dalam Pertunjukan Wayang KulitAy. Ruwatan. TAAoALLUM: Yogyakarta: Narasi. Jurnal Pendidikan Islam Volume 06. Nomor 01. Juni Purwanto. Sigit. AuPendidikan Nilai