Volume 20 Nomor 02 . E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI RUANG PINTAR BERBASIS ANDROID SENSOR PIR DAN PENGELOLAAN DATA PADA MIKROKONTROLER ARDUINO Supriyanto. Munji Hanafi. Siska Ayu Widiana. Durand Fernandito Freddy Setlight. Sry Dhina Pohan. Jurusan Perbankan dan Keuangan Digital. Akademi Bisnis dan Keuangan Primaniyarta . Jurusan Sistem dan Teknologi Informasi. Institut Teknologi dan Bisnis Semarang . Jurusan Sistem Informasi. Fakultas MIPA. Universitas Sam Ratulangi, . Jurusan Bisnis Digital. Akademi Bisnis dan Keuangan Primaniyarta, . Jurusan Sistem Informasi. Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia E-mail : supriyanto@abkprimaniyarta. id, . munjihanafi@itbsmg. siskaginting@unsrat. id, . fernanditodurand@abkprimaniyarta. dhinapohaninfosys@unusia. ABSTRAK Tingginya kasus pencurian, khususnya di Kota Semarang dan insiden di laboratorium komputer SMK Askhabul Kahfi, menunjukkan kelemahan signifikan pada sistem keamanan manual, yang juga gagal membatasi akses oleh pihak yang tidak berkepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan "Sistem Keamanan Pada Ruangan Menggunakan Android Dan Sensor PIR Dengan Database User Berbasis Arduino" untuk menciptakan sistem keamanan yang otomatis, mampu membatasi hak akses, dan menyimpan database aktivitas pengguna. Sistem ini menggunakan Arduino Uno R3 sebagai controller utama, yang terintegrasi dengan Solenoid Door Lock . unci elektri. yang dikendalikan melalui aplikasi Android ("SKP Security Room") via Bluetooth setelah pengguna memindai QR Code pada kartu karyawan. Selain itu, sistem dilengkapi Sensor PIR untuk mendeteksi penyusup dan mengaktifkan alarm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem keseluruhan bekerja dengan tingkat keberhasilan mencapai 83,33% Database sistem juga berhasil merekam, menyimpan, membatasi, dan mengelola user secara multiuser, membuktikan bahwa sistem keamanan berbasis Arduino ini dapat berfungsi dengan baik untuk menggantikan keamanan manual di ruang laboratorium komputer tersebut. Kata kunci : Sistem Keamanan. Arduino. Android. Sensor PIR. QR Code ABSTRACT The high incidence of theft, particularly in Semarang City and incidents at the Askhabul Kahfi Vocational School computer laboratory, indicates significant weaknesses in the manual security system, which also fails to restrict access by unauthorized parties. This study aims to design and implement a "Room Security System Using Android and PIR Sensor with Arduino-Based User Database" to create an automated security system capable of restricting access rights and storing user activity databases. This system utilizes the Arduino Uno R3 as the main controller, integrated with a Solenoid Door Lock . lectric loc. controlled via an Android application ("SKP Security Room") through Bluetooth after the user scans a QR Code on an employee card. Additionally, the system is equipped with a PIR Sensor to detect intruders and trigger an alarm. Testing results show that the overall system operates with a 100% success rate in 10 consecutive tests, while PIR Sensor Diterima Redaksi : 1 Desember 2. Selesai Revisi : 15 Desember 2. Diterbitkan Online : 16 Desember 2025 Volume 20 Nomor 02 . 57-62 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika testing achieved an 83. 33% success rate. The system database also successfully records, stores, restricts, and manages users in a multiuser capacity, proving that this Arduino-based security system functions well to replace manual security in the computer laboratory. Keywords: Security System. Arduino. Android. PIR Sensor. QR Code. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang maju dengan pesat sangat mempengaruhi pola pikir manusia. Manusia sangat menginginkan suasana yang nyaman dan aman dalam melakukan berbagai kegiatannya . Pada kenyataannya, di era teknologi canggih ini, keamanan suatu tempat atau ruangan dapat ditembus dengan berbagai cara, mulai dari merusak pintu, masuk melalui jendela, hingga menerobos atap ruangan. Keterbatasan tenaga manusia untuk memonitor suatu ruangan secara terus-menerus seringkali menjadi celah yang dimanfaatkan untuk melakukan tindak kriminal, misalnya saja pencurian barang yang ada di dalam ruangan tersebut . Tingkat kewaspadaan manusia yang tinggi sekalipun belum mampu menjaga keamanan 100%. Tabel 1. Kasus Pencurian di Semarang Tahun Pencurian Pengamanan manual yang diterapkan terbukti gagal dalam membatasi dan mencatat user yang masuk, sehingga sulit untuk melakukan otorisasi dan audit aktivitas penggunaan ruangan. Oleh karena itu, diperlukan sebuah solusi sistem keamanan yang terotomasi dan cerdas, mampu membatasi hak akses berdasarkan otorisasi, serta menyediakan pencatatan data pengguna secara akurat dan real-time . Pemanfaatan teknologi mikrokontroler seperti Arduino yang dikombinasikan dengan perangkat mobile (Androi. dan sensor deteksi (Passive Infrared - PIR) diharapkan dapat menciptakan sebuah sistem keamanan ruangan yang efektif dan terintegrasi, yaitu Sistem Keamanan Pada Ruangan Menggunakan Android dan Sensor PIR dengan Database User Berbasis Arduino. Sistem ini dirancang untuk memecahkan masalah keamanan dan otorisasi akses di lingkungan yang memerlukan perlindungan aset yang tinggi. METODE PENELITIAN Pencurian Lainnya Demikian halnya di Kota Semarang. Tindak kejahatan pencurian sering terjadi di kota Semarang, sebagaimana ditunjukkan pada data tahunan Tabel 1 . Tingginya kasus ini mengindikasikan bahwa sistem keamanan konvensional yang mengandalkan pengawasan manual tidak lagi efektif untuk menjamin keamanan aset. Situasi ini terefleksi pada kasus yang terjadi di ruang laboratorium komputer SMK Askhabul Kahfi, di mana sistem keamanan yang ada masih lemah dan rentan diakses oleh pihak yang tidak memiliki kepentingan. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Laboratorium Komputer SMK Askhabul Kahfi. Semarang. Waktu pelaksanaan penelitian . ulai dari perencanaan, perancangan, implementasi, hingga pengujian siste. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Eksperimental dan Pengembangan (Research and Development / R&D). Penelitian ini berfokus pada perancangan, pembangunan . , fungsionalitas sistem. Penelitian R&D sering digunakan untuk menghasilkan produk baru, dalam hal ini berupa sistem keamanan terintegrasi berbasis mikrokontroler . 1 Metode Pengembangan Sistem Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Waterfall (Air Terju. Model Waterfall adalah pendekatan sekuensial linier, yang berarti setiap Diterima Redaksi : 1 Desember 2. Selesai Revisi : 15 Desember 2. Diterbitkan Online : 16 Desember 2025 Volume 20 Nomor 02 . 57-62 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika tahapan harus diselesaikan secara menyeluruh sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya . Model ini cocok digunakan karena spesifikasi kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak telah didefinisikan dengan jelas di awal proyek. pemrograman firmware Arduino, dan pembangunan Aplikasi Android. Pengujian (Testin. : Melakukan uji fungsionalitas dan kinerja sistem untuk memverifikasi apakah sistem yang dibangun telah memenuhi kebutuhan yang 2 Perancangan Sistem Gambar 1. Model Waterfall Tahapan-tahapan dalam Model Waterfall yang diterapkan meliputi: Gambar 2. Perancangan sistem Analisis Kebutuhan (Requirement Analysi. Mengidentifikasi Perancangan ini mencakup diagram blok kebutuhan perangkat keras . , perangkat lunak . , dan kebutuhan sistem dan skema rangkaian. Komponen utama user database yang diperlukan untuk sistem. yang digunakan adalah: C Mikrokontroler: Arduino Uno R3. Perancangan (Desig. : Membuat skema C Modul Komunikasi: Modul Bluetooth rangkaian, desain antarmuka Aplikasi HC-05 . tau HC-. untuk komunikasi Android, dan rancangan struktur basis data nirkabel dengan Android. C Aktor Kunci: Solenoid Door Lock 12V Tabel 2. Rancangan Tabel User yang dihubungkan melalui Relay sebagai Field Type Keterangan id_user varchar Primary Key C Sensor: Sensor PIR (Passive Infrare. nama_user untuk mendeteksi penyusup dalam C Sumber Daya: Adaptor 12V dan power supply 5V. Tabel 3. Rancangan Tabel Aktifitas Field Type id_ruang nama_ruang varchar Implementasi Melakukan Keterangan Primary Key (Implementatio. Gambar 3. Flowchart kerja sistem keseluruhan Perancangan perangkat lunak meliputi dua bagian utama: Diterima Redaksi : 1 Desember 2. Selesai Revisi : 15 Desember 2. Diterbitkan Online : 16 Desember 2025 Volume 20 Nomor 02 . 57-62 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Pemrograman Arduino: Program ditulis komputer SMK Askhabul Kahfi dan menggunakan bahasa C/C pada Arduino dikendalikan oleh Relay yang terhubung ke IDE. Logika Arduino. menerima data string dari Android via Modul Komunikasi (Bluetooth HC-. Bluetooth, membandingkan data QR Code Digunakan untuk komunikasi data nirkabel dengan data user yang tersimpan, antara Arduino dan perangkat smartphone mengendalikan Relay untuk Solenoid Door Android. Lock, serta memproses input dari Sensor Modul Deteksi (Sensor PIR): Dipasang di PIR. Perancangan Aplikasi Android: Aplikasi pergerakan atau penyusup saat sistem "SKP Security Room" berada dalam mode penguncian/keamanan. menggunakan [Sebutkan Bahasa dan IDE, contoh: Java dengan Android Studi. Implementasi perangkat lunak terdiri dari dua Aplikasi ini berfungsi sebagai: bagian utama: program Arduino dan Aplikasi Android. C Antarmuka pemindai QR Code. Program Arduino: Kode program C Pengirim command kontrol kunci dimuat ke Arduino Uno R3 untuk ke Arduino. Bluetooth. C Antarmuka untuk database user. Code Perancangan Database: Dirancang untuk diterima dengan database yang disimpan, menyimpan data otorisasi (User ID. NIP. Relay Nam. dan data audit (Log Waktu Masuk. Waktu Keluar. Status Kunc. Sensor PIR mendeteksi gerakan saat pintu HASIL DAN PENGUJIAN Aplikasi Android (SKP Security Roo. Aplikasi ini dikembangkan untuk 1 Implementasi menyediakan antarmuka bagi pengguna. Implementasi perangkat keras meliputi perakitan Fungsi utamanya adalah memindai QR komponen utama sesuai dengan desain rangkaian Code pada kartu karyawan, mengirim yang telah dibuat. command otorisasi, dan mengendalikan status kunci. 2 Pengujian Sistem Pengujian memverifikasi apakah sistem yang telah diimplementasikan dapat bekerja sesuai dengan tujuan penelitian. Pengujian dilakukan pada setiap komponen terpisah sebelum Semua Gambar 4. Implementasi Sensor PIR komponen, termasuk Solenoid Door Lock dan Perangkat keras yang diimplementasikan terdiri modul Bluetooth, dipastikan berfungsi normal sebelum masuk ke pengujian sistem secara Unit Kontrol (Arduino Uno R. : keseluruhan. Berfungsi sebagai otak sistem yang Pengujian kinerja Sensor PIR (Passive memproses input dari aplikasi Android Infrare. dilakukan untuk mengetahui tingkat . elalui Bluetoot. dan input dari Sensor akurasi sensor dalam mendeteksi gerakan dalam PIR. kondisi normal. Pengujian ini penting karena Modul Kunci (Solenoid Door Loc. : Sensor PIR berfungsi sebagai alarm penyusup. Dipasang pada bingkai pintu laboratorium Diterima Redaksi : 1 Desember 2. Selesai Revisi : 15 Desember 2. Diterbitkan Online : 16 Desember 2025 Volume 20 Nomor 02 . 57-62 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Tabel 2. Pengujian Pendeteksi Objek Jarak . Hasil Deteksi Terdeteksi Terdeteksi Terdeteksi Terdeteksi Terdeteksi Tidak Terdeteksi Keterangan Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Tabel 3. Pengujian Keseluruhan Skenario Pengujian Scan QR Code Valid Scan QR Code Valid Scan QR Code Valid Scan QR Code Valid Scan QR Code Valid Tidak Scan QR Code Valid Respon Pintu Terbuka (Solenoid Akti. Pintu Terbuka (Solenoid Akti. Pintu Terbuka (Solenoid Akti. Pintu Terbuka (Solenoid Akti. Pintu Terbuka (Solenoid Akti. Pintu Terbuka (Solenoid Akti. Scan QR Code Valid Scan QR Code Valid Scan QR Code Valid Gagal Hasil Pengujian Sensor PIR: "Pengujian kinerja Sensor PIR dilakukan dengan menempatkan objek pada variasi jarak mulai dari minimum 0 meter hingga maksimum 6 meter. Berdasarkan analisis data, sensor mampu beroperasi secara optimal dengan persentase keberhasilan mendeteksi gerakan mencapai 83,33%. Kegagalan deteksi teridentifikasi terjadi ketika objek berada pada batas maksimum jarak uji yaitu 6 meter, yang telah melampaui jangkauan sensitivitas efektif sensor, serta ketika objek berada pada posisi sudut mati . lind spo. Percobaan Scan QR Code Valid Keterangan Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Pintu Terbuka (Solenoid Akti. Pintu Terbuka (Solenoid Akti. Pintu Terbuka (Solenoid Akti. Pintu Terbuka (Solenoid Akti. Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Pengujian ini memverifikasi alur kerja sistem, mulai dari otentikasi hingga pembukaan Hasil Pengujian Sistem Keseluruhan: Pengujian keseluruhan yang dilakukan sebanyak 10 kali berturut-turut menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja dengan baik dengan persentase keberhasilan mencapai 83,33%. Hal ini membuktikan bahwa integrasi antara Arduino. Bluetooth. Aplikasi Android, dan Solenoid Door Lock berjalan optimal. Sistem keamanan ini juga berhasil memenuhi tujuan untuk pengelolaan data pengguna Berdasarkan pengujian, diperoleh hasil: Perekaman Aktivitas: Database berhasil merekam setiap aktivitas penggunaan ruangan, mencatat waktu masuk dan keluar secara otomatis saat otentikasi QR Code berhasil. Pembatasan Hak Akses: Sistem dapat membatasi akses. Hanya QR Code yang datanya sudah tersimpan dalam database yang diizinkan untuk membuka kunci. Multiuser Support: Database dirancang untuk menyimpan, membatasi, dan menambahkan user sistem, sehingga sistem dapat digunakan secara multiuser oleh seluruh karyawan yang terdaftar. Secara umum, hasil pengujian menunjukkan bahwa Sistem Keamanan Pada Ruangan Menggunakan Android Dan Sensor PIR Dengan Database User Berbasis Arduino telah Diterima Redaksi : 1 Desember 2. Selesai Revisi : 15 Desember 2. Diterbitkan Online : 16 Desember 2025 Volume 20 Nomor 02 . 57-62 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika berhasil diimplementasikan dan berfungsi secara efektif untuk memenuhi kebutuhan sistem keamanan, otorisasi, dan pencatatan aktivitas di laboratorium komputer SMK Askhabul Kahfi. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pengujian fungsionalitas, sistem keamanan ruangan berbasis Arduino Uno R3 ini berhasil diimplementasikan dengan tingkat keberhasilan 83,33%. untuk fungsi otentikasi QR Code dan kontrol kunci elektrik (Solenoid Door Loc. , menunjukkan integrasi yang optimal antara perangkat keras, aplikasi Android ("SKP Security Room"), dan modul Bluetooth. Selain itu, database sistem juga berhasil mencatat, menyimpan, dan membatasi hak akses pengguna ruangan secara multiuser, meskipun pengujian Sensor PIR menunjukkan tingkat keberhasilan 83,33% dalam mendeteksi penyusup. Sebagai saran pengembangan lebih lanjut, disarankan untuk mengembangkan database agar dapat real-time . isalnya menggunakan modul Wi-Fi untuk koneksi serve. dan memperluas jangkauan sistem agar dapat diaplikasikan pada lebih dari satu ruangan, sehingga meningkatkan efisiensi dan pengawasan sistem keamanan di SMK Askhabul Kahfi. DAFTAR PUSTAKA