Jurnal AGRINIKA. September-2020. : 197-211 Peranan Penyuluh Pertanian Terhadap Keberhasilan Penerepan Sistem Tanam Padi Jajar Legowo di Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Satriya Bayu Aji1*. Tutut Dwi Sutiknjo1. Elma Dinawati1 Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Kadiri. Kediri. Indonesia *Korespondensi : satriyabayuaji488@unik-kediri. Diterima 09 September 2020/Direvisi 15 September 2020/Disetujui 26 September 2020 ABSTRAK Percepatan swasembada pangan, khususnya padi dapat dilakukan dengan menyediakan sarana produksi secara optimal, mekanisasi, teknologi, dan pendampingan petani secara Supaya kegiatan tersebut berhasil sesuai dengan harapan, pemerintah secara intensif telah melibatkan berbagai pihak untuk melakukan pengawalan dan pendampinga. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pengawalan dan pendampingan petani adalah dengan melibatkan penyuluh pertanian. Karena kecepatan penerapan inovasi teknologi maupun cara kerja di bidang pertanian bisa tersalurkan dengan baik melaui aktifitas penyuluhan. Sistem tanam padi jajar legowo merupakan salah satu inovasi dalam model penanaman padi. Sistem ini mulai dilakukan secara intensif di Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Keberhasilan penerapan sistem tanam jajar legowo menjadi obyek dalam penelitian. Terutama dalam hal keterlibatan penyuluh pertanian dalam mendampingi petani di desa ini. Penggunaan metode penelitian yaitu secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif melalui teknik survei. Selain itu juga menggunakan analisa deskriptif dan skoring melalui pendekatan skala Likert dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peran penyuluh pertanian cukup berhasil dalam mendorong petani dan kelompoknya untuk menerapkan sistem tanam padi jajar legowo. Kata kunci : Komunikasi. Penyuluh Pertanian. Sistem Tanam Padi Jajar Legowo ABSTRACT Acceleration of food self-sufficiency, especially rice, can be performed by providing optimal means of production, mechanization, technology, and intensive assistance to In order for these activities to be successful as expected, the government has intensively involved various parties to provide escort and assistance. One of the factors that determine the success of escorting and mentoring farmers is the involvement of agricultural extension agents. The speed of application of technological innovations and the way of working in agriculture can be channeled properly through extension activities. AuJajar LegowoAy rice planting system is one of the innovations in the rice planting model. This system has been being implemented intensively in Pagung Village. Semen District. Kediri Regency. The successful application of AuJajar LegowoAy planting system was the object of the study, especially in terms of the involvement of agricultural extension agents in assisting farmers in this village. This research employed descriptive quantitative and qualitative methods through survey. In addition, the research also utilized descriptive analysis and scoring through a Likert scale approach and simple linear regression. The results revealed that the role of agricultural extension agents was quite successful in encouraging farmers and their groups to apply the AuJajar LegowoAy rice planting system. Keywords: Agricultural Extension. Communication. Jajar Legowo Rice Planting System Satriya Bayu Aji. Peranan Penyuluh PertanianA PENDAHULUAN Sektor sektor yang berperan penting pada perekonomian nasional dalam menyerap tenaga kerja, sumber pertumbuhan ekonomi, dan penyumbang devisa (Sutas. Namun, semakin lama kondisi tanah pertanian di Indonesia semakin rendah tingkat produktifitas dan kesuburannya, yang menurunnya tingkat produksi pertanian (Sujai. Pemerintah mengupayakan peningkatan produksi tanaman padi nasional untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan yang bertambahnya jumlah penduduk yang ada di Indonesia dari tahun ke tahun (Siti Maesaroh, 2. Salah satu strategi yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan produktivitas padi yaitu dengan melalui penerapan inovasi teknologi maupun cara kerja di bidang pertanian (Dewan Ketahanan Pangan. Usaha produksi padi yaitu dengan membuat peningkatan produksi padi. Pada tahun 2015 dengan menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 03 tentang pedoman Upsus (Upaya Khusu. peningkatan produksi padi melalui program perbaikan jaringan irigasi dan Percepatan swasembada pangan, khususnya padi dapat dilakukan dengan menyediakan pendampingan petani secara intensif. Produksi dilakukan dengan Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPPTT). Supaya GP-PTT berhasil sesuai dengan harapan, pemerintah secara intensif telah melibatkan berbagai pihak untuk melakukan pengawalan dan pendampingan (Adawiyah et al. , 2. Salah menentukan keberhasilan pengawalan dan pendampingan petani adalah dengan melibatkan penyuluh pertanian. Karena kecepatan penerapan inovasi teknologi maupun cara kerja di bidang pertanian bisa tersalurkan dengan baik melalui aktifitas penyuluhan (A Musyafak dan TM Ibrahim, 2. Hal ini sesuai dengan penjelasan (Harinta et al. , 2. Aubahwa komunikasi yang efektif antara penyuluh pertanian dengan petani menawarkan inovasi teknologi atau cara kerja dalam kegiatan pertanian, maka proses adopsi dari kegitan tersebut akan semakin cepatAy. Salah satu cara yang harus dilakukan seorang penyuluh yaitu mengubah pola pikir petani, sikap dan keterampilan petani dalam bercocok tanam terlebih dahulu (Nirzalin dan Maliati, 2. Metode yang disarankan penyuluh untuk petani agar dapat meningkatkan produksi padi dan kualitas padi petani binaannya adalah melakukan sistem tanam jajar legowo (Donggulo et al. Desa Pagung Kecamatan Semen kabupaten Kediri merupakan desa yang sudah menggalakan sistem tanam jajar legowo dengan melalui penyuluhan pertanian yang diadakan oleh Dinas Petanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri. Namun penyuluhan pertanian tentang sistem jajar legowo yang disampaikan oleh penyuluh kepada petani tidak selalu berjalan dengan baik, masih saja terdapat beberapa hambatan Hal berhubungan dengan status lahan, luas Page 198 of 211 Satriya Bayu Aji. Peranan Penyuluh PertanianA lahan, motivasi, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan petani dengan preferensi petani di desa tersebut terhadap sistem tanam padi jajar legowo (Laila et al. , 2. Selain itu peranan penyuluh pertanian sebagai inovator, komunikator, fasilitator dan organisator dalam melakukan penyuluhan juga menjadi salah satu faktor dalam keberhasilan inovasi dalam pertanian (Anwarudin & Satria, 2. Oleh karena antara petani dan penyuluh terhadap keberhasilan penanaman padi dengan sistem jajar legowo. BAHAN DAN METODE Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dengan metode seperti ini merupakan penelitian untuk menjelaskan suatu fenomena yang ada dengan menggunakan angka untuk mengetahui karakteristik individu atau suatu kelompok (Wardani & Anwarudin, 2. Metode penelitian kuantitatif ini diartikan sebagai metode peneltian yang berlandaskan pada filsafat positivisme yang tidak lain metode yang digunakan untuk meneliti pada populasi tertentu (D. Sugiyono. Pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisa data yang bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditentukan sebelumnya. Dimana metode ini juga digunakan untuk mengetahui nilai variable. mandiri, baik satu variable atau lebih . tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variable lain (Sugiyono, 2. Penentuan dilakukan secara sengaja di desa pagung kecamatan semen kabupaten Kediri. Dengan alasan bahwa lokasi tersebut yang ada di desa pagung kecamatan semen kabupaten Kediri sedang disuluh oleh penyuluh tentang sistem tanam jajar legowo. Pengambilan sampel petani yang hendak akan diteliti yaitu dengan menentukan gapoktan dengan tujuan (Hasibuan. Setelah terpilihnya gapoktan dilakukan pengambilan sampling dengan Simple Random Sampling (SRS) dengan tujuan untuk memilih 30 respoden dari 120 anggota Dasar dari pengambilan sampling dengan menggunakan SRS yaitu semua responden yang terpilih menjadi anggota gapoktan yang ada di kabupaten Kediri sehigga sample yang terpilih nantinya dapat mewakili atau menjawab kuisioner (Arnab, 2. Teknik untuk memperoleh data dilakukan dengan cara wawancara dan Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan analisis Chi Square. Uji statistic Chi Square (XA) untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara masing-masing variable (Herdiansyah, 2. Uji Chi Square bantuan perangkat lunak berbentuk computer dengan tingkat signifikan p>0,05 ( taraf kepercayaan 95% ). Dasar pengambilan keputusan dengan tingkat kepercayaan 95% yaitu : Jika nilai sig p> 0,05 maka hipotesis penelitian ditolak. Jika nilai sig pO 0,05 maka hipotesis peneltian diterima. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2020. Penelitian yang akan di lakukan yaitu untuk Page 199 of 211 Satriya Bayu Aji. Peranan Penyuluh PertanianA kepada petani di Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa pagung adalah salah satu dari 12 desa yang ada di Kecamatan Kabupaten Kediri mempunyai populasi 5. 813 jiwa. Luas wilayah Desa Pagung adalah 2. 928 Ha. Desa pagung merupakan dataran tinggi pegunungan pinggiran timur Kecamatan Semen. Jarak desa pagung dengan ibu kota kecamatan semen kurang lebih 8 km serta jarak kecamatan semen ke kota Kediri kurang lebih 15 km. Tabel 1. Penggunaan lahan di Desa Pagung. Jenis Penggunaan Luas (H. Tanah Tanah sawah Tanah kering Jumlah Tanah perkebunan Fasilitas umum Hutan Persentase (%) Sumber : Data Primer. Diolah . Luas wilayah Desa Pagung yaitu 928 Ha yang terdiri dari luas tanah sawah, tanah kering, tanah perkebunan, fasilitas umum dan hutan. besar tanah di Desa Pagung merupakan tanah hutan 1. 817 atau 62%. Di Desa Pagung juga terdapat tanah untuk sawah yang diperuntukan pertanian seluas 408 Ha atau seluas 14%yang di pergunakan sebagian besar untuk ditanami padi dan jagung dan terdiri dari tanah bengkok seluas 15 Ha. Tanah untuk fasilitas umum yang seluas 19 Ha atau 1% yang di peruntukkan untuk perkantoran pemerintah, tanah kas desa, tempat pemakaman, bangunan sekolah, pasar dan juga jalan. Keadaan iklim desa pagung kecamatan semen yaitu dengan curah hujan 702-9480 mm/thn, jumlah bulan hujan 6 bulan, dengan kelembaban 32,00, suhu rata-rata harian yang dimiliki 30AC dan tinggi tempat dari permukaan laut 775 meter diatas permukaan laut (Monografi Desa Pagung, 2. Tersedianya sarana dan prasarana perekonomian yang ada di suatu wilayah sangat penting untuk menunjang kegiatan perekonomian penduduk di suatu wilayah tersebut. Adapun sarana prasaran yang dimiliki oleh Desa Pagung Kecamatan Semen yaitu 1 unit pasar, prasarana komunikasi dan informasi yang meliputi telepon, kantor pos, radio/TV dan koran/majalah/ Untuk sarana prasarana peridabadatan yaitu berupa masjid 11 P rasarana olahraga yang berupa lapangan sepak bola 1 buah dan lapangan voli 2 buah, prasarana layanan kesehatan yaitu puskesmas 1 unit, prasarana pendidik yaitu berupa gedung TK 3 bangunan, lembaga pendidikan 1 bangunan, dan sarana pendidikan Prasarana penerangan listrik PLN, diesel umum, dan genset umum. Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri merupakan desa yang subur di lereng timur gunung wilis yang terletak di sebelah barat Kabupaten Page 200 of 211 Satriya Bayu Aji. Peranan Penyuluh PertanianA Tabel 2. Kelompok umur dan jenis kelamin masyarakat di Desa Pagung. Golongan umur Jenis kelamin Laki-laki Perempuan 0Ae4 5Ae9 20 Ae 24 25 Ae 29 30 Ae 34 35 Ae 39 40 Ae 44 45 Ae 49 50 Ae 54 55 Ae 59 60 Ae 64 65 Ae 69 70 Ae 74 75 xA tabel yaitu 987 > 3,841 yang artinya H0 ditolak dan terima Ha. Sehingga hasil dari uji Chi Square penyuluh pertanian mempunyai peranan di dalam organisasi petani dalam penerapan system tanam jajar legowo di Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Dalam penyelenggaraan penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh, seorang penyuluh tidak mungkin untuk mendatangi rumah petani satu persatu Sehingga kelompok-kelompok tani yang akan mempermudah pekerjaan penyuluh dalam melakukan penyuluhan mengenai program-program disampaikan oleh penyuluh. Pada saat di lapangan sebetulnya penyuluh sudah cukup berperan sebagai organisator, karena penyuluh sudah mendirikan kelompok tani di Desa Pagung hingga saat ini pun kelompok tani tersebut masih aktif untuk kumpulan para petani Page 206 of 211 Satriya Bayu Aji. Peranan Penyuluh PertanianA Tabel 10. Penilaian petani terhadap peran penyuluh sebagai organisator. Chi-Square Tests Asymptotic Significance . Value Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by-Linear Association N of Valid Cases Tabel 11. Penilaian petani terhadap peran penyuluh sebagai fasilitator. Chi-Square Tests Asymptotic Significance . Exact Sig. Exact Sig. Value df . -side. Pearson Chi-Square 2. Continuity Correctionb Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases Nilai xA hitung pada tabel peranan penyuluh pertanian sebagai fasilitator dengan derajat bebas 1 = 3,841 dengan demikian nilai xAhitung > xAtabel yaitu 143 > 3,841 maka perbedan yang signifikansi yang artinya H0 ditolak dan terima Ha. Sehingga hasil dari uji Chi Square terhadap variable fasilitator menyatakan bahwa penyuluh pertanian mempunyai peranan dalam memberikan fasilitas kepada petani dalam penerapan system tanam jajar legowo di Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Penyuluh sudah menjalankan tugasnya sebagai fasilitator memfasilitasi petani dalam menerapkan system tanam jajar legowo. Namun pada kenyataan di lapangan petani menilai bahwa penyuluh kurang berperan sebagai fasilitator, seperti penyuluh pertanian kurang memberikan informasi pasar yang digunakan untuk menjual hasil panen petani serta penyuluh memberikan inovasi teknologi baru hanya kepada orang-orang tertentu seperti hanya kepada ketua kelompok tani dan nantinya ketua kelompok tani Sedangkan yang diinginkan petani yaitu tergabung dalam kelompok tani tersbut diberikan alat satu persatu sehingga petani mau untuk menerapkan sistem tanam jajar legowo yang diberikan oleh penyuluh tersebut. Serta fasilitas yang diinginkan petani meliputi membantu petani dalam penyediaan sarana produksi dan peralatan pertanian, memberikan contoh kepada petani dalam menggunakan sarana produksi petani dalam mengakses informasi dari kebijakan baru, harga pasar serta usaha untuk memajukan petani. Hal tersebut Page 207 of 211 Satriya Bayu Aji. Peranan Penyuluh PertanianA sesuai dengan pendapat (Dinar, 2. penyuluh sebagai fasilitator adalah senantiasa memberikan jalan keluar atau kemudahan baik dalam menyuluh, proses belajar mengajar, maupun fasilitas dalam memajukan usaha Dalam hal menyuluh penyuluh memfasilitasi dalam hal kemitraan usaha, akses pasar, permodalan dan masih banyak lagi. Tabel. 12 Hasil analisis chi square test Pearson ChiSquare Continuity Correctionb Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Casesb Value Chi-Square Tests Asymp. Exact Sig. Sig. df Exact Sig. -side. Berdasarkan uji statistic no Chi Square penyuluh pertanian dalam menerapkan system tanam jajar legowo di desa pagung Chi Square Test diketahui bahwa nilai XA hitung yaitu 9. sedangkan XA tabel pada df 1 memiliki signifikansi 5% atau 0,050 pada distribusi nilai Chi Square tabel statistic. Maka akan nilai Chi Square tabel nya yaitu 3,841. Karena nilai XAhitung > XAtabel maka sebagaimana dasar pengambilan keputusan yaitu dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha Sehingga dapat diartikan bahwa penyuluh pertanian mempunyai peranan dalam penerapan system tanam jajar legowo di Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri. Pada penelitian yang dilakukan dengan jumlah 30 responden petani yang ada di Desa Pagung sebanyak 16 orang dengan persentase 53% petani sudah menerapkan sistem tanam jajar legowo. Banyak petani yang menilai bahwa penyuluh mempunyai peranan dalam memberikan informasi inovasi yang baru terkait dengan usahatani melalui sistem tanam jajar legowo. Petani juga menilai dalam menggunakan system tanam jajar legowo ini petani lebih mudah dalam memberantas hama dan penyakit serta memudahkan petani dalam permodalan menanam padi. Dengan mengunakan system tersebut petani menjadi lebih hemat benih dan pupuk. Uji F dikenal dengan Uji serentak atau uji model / uji Aanova, bagaimanakah pengaruh semua variable bersama-sama terhadap variable terikatnya. Diketahui dari hasil analisis uji F nya yaitu nilai sig. Dengan 1 , maka dengan demikian Page 208 of 211 Satriya Bayu Aji. Peranan Penyuluh PertanianA Tabel. 13 Hasil analisis uji f pada peranan penyuluh pertanian sebagai inovator, komunikator, organisator dan fasiliator. ANOVAa Model Regression Residual Total Sum of Squares nilai sig 0. 056 < 0. 1 sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji F dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima atau dengan kata lain penyuluh mempunyai peranan sebagi innovator, komunikator, organisator dan fasilitator dalam menerapkan sistem tanam jajar KESIMPULAN Dari penyuluh pertanian dalam penerapan system tanam jajar legowo sudah sangat berperan dalam menjalakan tugasnya sebagai penyuluh. Terbukti sudah banyak petani atau responden yang ada di Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri yang menerapakan system tanam jajar legowo tersebut. Dari hasil analisis chi square faktor-faktor yang mempengaruhi peranan penyuluh terdapat empat variable yaitu innovator, komunikator, organisator dan fasilitator. Dari ke empat variable tersebut yang paling berpengaruh peranan penyuluh dalam penerapan system tanam jajar legowo tersebut yaitu peranan penyuluh pertanian sebagai komunikator. Karena bagi petani komunikasi yang baik mempengaruhi petani dalam melakukan Berdasarkan dilakukan dapat disimpulkan bahwa Karakteristik petani berdasarkan tingkat pendidikan dan usia mempengaruhi dalam menerapkan system tanam jajar Mean Square Sig. legowo, yang mayoritas pendidikan di Sekolah Dasar (SD) akan sulit menerima inovasi atau teknologi baru pertanian yang diberikan oleh penyuluh. Petani di Desa Pagung yang terpilih sebagai responden mengatakan bahwa peranan penyuluh pertanian yang mempunyai peranan dalam menerapkan system tanam jajar yaitu peranan penyuluh sebagai organisator. Karena dari hasil analisis uji chi square xAhitung > xAtabel yaitu 5. 987 > 3,841 yang artinya H0 ditolak dan terima Ha. Bila tidak ada organisasi gapoktan yang dibentuk akan menyulitkan penyuluh dalam menyampaikan inovasi teknologi yang baru dan akan menyulitkan petani untuk menuju perubahan usahatani yang lebih maju sesuai dengan pekembangan zaman dan teknologi. DAFTAR PUSTAKA