Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 1 No 4 April 2022 ISSN: 2827-8542 (Prin. ISSN: 2827-7988 (Electroni. Open Access: https://jurnal. id/index. php/educenter/index Pengaruh model pembelajaran problem based learning dengan menggunakan powerpoint terhadap hasil dan minat belajar siswa pada materi laju reaksi di kelas XI SMA Lisken Saragi1. Makharany Dalimunthe2 1,2Universitas Negeri Medan liskensaragi2@gmail. Info Artikel : Diterima : 18 April 2022 Disetujui : 21 April 2022 Dipublikasikan : 25 April 2022 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran problem based learning menggunakan powerpoint lebih tinggi dari hasil belajar siswa yang diajarkan secara konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala. Aceh Tenggara pada bulan Desember 2021. Dari hasil penelitian diperoleh hasil belajar dikelas eksperimen dengan nilai rata-rata pretest yaitu 25,29 dan untuk posttest dikelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata yaitu 80,88. Sedangkan dikelas kontrol diperoleh nilai rata-rata yaitu 24,41 dan untuk posttest dikelas kontrol diperoleh nilai rata-rata yaitu 74,12. Minat belajar siswa sebelum diberikan perlakuan pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata adalah 69,59, untuk kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata adalah 65,00. setelah diberi perlakuan pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata adalah 80,00 dan dikelas kontrol diperoleh nilai rata-rata adalah 70,76. Nilai N-Gain ternormalisasi untuk siswa dikelas eksperimen lebih tinggi dari pada nilai dikelas kontrol yaitu 0,6842>0,6315 atau persentase N-Gain dikelas eksperimen 68% dan dikelas kontrol 63%. Dan untuk nilai N-Gain minat belajar siswa dikelas eksperimen lebih tinggi dari nilai dikelas kontrol yaitu 11,111>0,0625 atau persentase N-Gain dikelas eksperimen 11% dan dikelas kontrol 6,25%. Kata kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning. Media Powerpoint. Peningkatan Hasil Dan Minat Belajar. Laju Reaksi. ABSTRACT This study aims to determine the learning outcomes of students who are taught using a problem based learning model using powerpoint are higher than the learning outcomes of students who are taught This research was carried out at SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala. Aceh Tenggara in December 2021. From the results of the study, the results of the study in the experimental class were obtained with an average pretest score of 25. 29 and for the posttest in the experimental class, the average score was 80, 88. While the control class obtained an average value of 24. 41 and for the posttest control class obtained an average value of 74. Students' learning interest before being given treatment in the experimental class obtained an average value of 69. 59, for the control class the average value was 65. After being treated in the experimental class, the average value was 00 and in the control class, the average value was 70. The normalized N-Gain value for students in the experimental class is higher than the value in the control class, namely 0. 6842> 0. 6315 or the percentage of N-Gain in the experimental class is 68% and the control class is 63%. And for the NGain value of student interest in the experimental class is higher than the value in the control class, 111> 0. 0625 or the percentage of N-Gain in the experimental class is 11% and the control class is 6. Keywords: Problem Based Learning Learning Model. Powerpoint Media. Improving Learning Outcomes and Interests. Reaction Rate. A2022 Penulis. Diterbitkan oleh Arka Institute. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi Creative Commons Attribution NonCommercial 4. 0 International License. ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 1 No 4 April 2022 PENDAHULUAN Pendidikan di Indonesia masih termasuk dalam kualitas rendah dibandingkan dengan negara lain yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu. Indonesia melakukan beberapa usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu usaha yang dilakukan Indonesia adalah terus melakukan pembaharuan sistem pendidikan, yaitu dengan cara perombakan dan pembaharuan kurikulum yang Saat ini kurikulum yang berlaku pada pendidikan di Indonesia adalah kurikulum 2013 ( Muliawati, dkk. 2016 ). Dalam Undang-Undang NO. 20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan diartikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara (Purnamasari,2. Sangat diharapkan ketika proses mengajar berlangsung, para pendidik dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan jelas dan memberikan fasilitas belajar yang memadai, sehingga siswa dapat memahami materi yang diajarkan oleh pendidik dengan baik. Materi pembelajaran kimia sering dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dikarenakan materi kimia itu sendiri bersifat abstrak, hafalan dan perhitungan. Sesungguhnya materi kimia itu sendiri ditemukan dari penelitian di laboratorium (Chang,2. Berdasarkan observasi yang dilakukan Rositawati . permasalahan yang muncul seperti rendahnya hasil belajar siswa yang mengakibatkan banyaknya siswa yang tidak mencapai nilai KKM . dikarenakan metode ceramah masih dominan dalam pembelajaran, kurangnya interaksi sosial siswa dalam mengikuti pelajaran kimia, banyak siswa yang masih sulit memahami dan menguasai konsep materi kimia. Salah satu materi yang dipelajari di kelas XI SMA adalah materi laju reaksi. Laju reaksi merupakan salah satu mata pelajaran kimia yang sangat kompleks karena karakteristik dari materi laju reaksi mencakup konsep abstrak, hitungan matematis, grafik dan melibatkan representatif makroskopik, mikroskopik dan simbolik ( MusyaAoidah, 2016 ). Dikarenakan materi laju reaksi bersifar abstrak, maka dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibutuhkan visualisasi yang dapat menggambarkan kejadian dan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi secara lebih real. Sejauh ini sumber belajar yang digunakan hanya berupa buku paket. Buku paket yang digunakan selama ini belum mampu mengoptimalkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber belajar dalam bentuk yang lebih nyata (Putri dan Muhtadi, 2. Menurut Fach . telah banyak ahli yang mengajukan solusi dan saran dalam mengatasi masalah pada materi laju reaksi akan tetapi pada pelaksanaannya tidak dapat dilakukan, hal tersebut dikarenakan kurangnya model pembelajaran yang sesuai dan masih di dominasi dengan model pembelajaran yang bersifat teacher center. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi laju reaksi dan juga menekankan pemberian pengalaman belajar secara langsung melalui penggunaan keterampilan proses adalah model pembelajaran Problem Based Learning. Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa berpikir kritis terhadap masalah yang muncul dalam proses pembelajaran dan mampu menyelesaikan masalah tersebut secara kelompok atau individu. Masalah yang muncul dalam model pembelajaran ini adalah masalah dikehidupan sehari-hari. Menurut penelitian sebelumnya Al-Fikry,dkk . menyatakan bahwa model PBL secara signifikan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis peserta didik dibandingkan model konversional. Menurut Batdi . bahwa pembelajaran PBL lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional. Selain peran dari model pembelajaran yang tepat, seorang guru juga harus memiliki media pembelajaran bervariasi yang inovatif, interaktif, menarik, menyenangkan dan sesuai dengan keadaan Menurut Atapukang . Media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dalam pembelajaran, sehingga bentuknya bisa berupa perangkat keras . omputer, televisi, proyekto. Maka dapat dikatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses terjadinya belajar secara efesien dan efektif. Journal Homepage : https://jurnal. id/index. php/educenter/index Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 1 No 4 April 2022 Penggunaan media sangat berperan penting untuk menciptakan kondisi yang membuat siswa Alasan pokok pemilihan media dalam pembelajaran karena didasari dengan konsep pembelajaran sebagai sebuah sistem yang didalamnya terdapat totalitas yang terdiri atas beberapa komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan (Riana,2. Media yang dapat digunakan untuk memudahkan siswa mengingat banyak informasi adalah Powerpoint. Media Powerpoint ini sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk memahami konsep kimia. Media powerpoint juga dapat memudahkan siswa untuk memahami materi dalam pembelajaran karena dapat menampilkan gambar, tabel, bacaan, dan video yang dapat memudahkan siswa dalam belajar (Diana. Sukardjo, dan Martini, 2. Pada penelitian ini media powerpoint yang akan digunakan adalah powerpoint yang menampilkan gambar, bacaan dan video, sehingga siswa tidak hanya melihat dan membaca teks pada powerpoint melainkan melihat, membaca dan mendengarkan. SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala merupakan salah satu satuan pendidikan menengah atas yang ada di kabupaten Aceh Tenggarah. Berdasarkan hasil wawancara awal yang dilakukan di SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala, didapatkan bahwa pembelajaran kimia masih dominan menggunakan model pembelajaran konvensional serta penggunakan media pembelajaran masih belum digunakan secara Peneliti juga menemukan media pembelajaran seperti proyektor yang ada disekolah tidak selalu digunakan pada saat proses pembelajaran berlangsung, sehingga kondisi pembelajaran menyebabkan siswa tidak aktif pada saat proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan uraian-uraian diatas, dalam proses pembelajaran memerlukan bantuan media, agar lebih efektif dan efisien dalam menyampaikan materi dan informasi pengetahuan, serta memiliki daya tarik para siswa untuk memiliki keinginan memperhatikan proses belajar sehingga dapat meningkatkan hasil dan minat belajar siswa. Oleh karena itu, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Au Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Menggunakan Powerpoint Terhadap Hasil Dan Minat Belajar Siswa Pada Materi Laju Reaksi Di Kelas XI SMA AoAo. METODE PENELITIAN Pengembilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling, yaitu pengambilan dua kelas secara acak dari keseluruan populasi. Teknik random sampling digunakan dikarenakan semua populasi dianggap homogen berdasarkan tingkat kognitifnya, yaitu tidak ada kelas unggulan dalam populasi tersebut. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest Ae Prostest Control Group Design. Ilustrasi desain penelitian tersebut diberikan sebagai berikut : Kelas Tabel 1 Penelitian Pretest-Posttest Control Group Design Tes Awal Perlakuan Tes Akhir Eksperimen MCA MCC Kontrol MCA MCC Keterangan: = Tes awal (Pre-tes. pada kelas eksperimen dan kontrol = Tes akhir (Post-tes. pada kelas eksperimen dan kontrol MCA = Angket minat awal pada kelas eksperimen dan kontrol MCC = Angket minat akhir pada kelas eksperimen dan kontrol = Perlakuan pada kelas eksperimen dengan model PBL menggunakan PPT = Perlakuan pada kelas kontrol dengan model konvensional Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri Lawe Sigala-gala. Aceh Tenggara pada semester ganjil T. A 2021/2022 dengan kurikulum 2013 sebanyak 4 kelas. Journal Homepage : https://jurnal. id/index. php/educenter/index Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 1 No 4 April 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Data Hasil Belajar Dan Minat Belajar Data Hasil Belajar Siswa Sebelum kedua sampel diberikan perlakuan yang berbeda, maka terlebih dahulu diberikan tes awal yaitu pretest dengan tujuan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa di kedua kelas mengenai materi laju reaksi. Kemudian dilakukan pembelajaran dengan perlakuan yang berbeda di kedua kelas yaitu pada kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran PBL dengan media powerpoint sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional dengan media yang sama yaitu powerpoint. Pada akhir pembelajaran diberikan tes akhir berupa posttest di kedua kelas dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan Maka hasil nilai yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest di kelas eksperimen dan kelas kontrol terangkum dalam tabel berikut : Tabel 2 Hasil Perolehan Nilai Rata-Rata Pretest dan Posttest Jenis Data Kelas Hasil Pretest Hasil Posttest Eksperimen 25,29 80,88 8,93 80,88 28,86 5,37 Kontrol 24,41 87,13 9,33 74,12 41,36 6,43 Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa nilai rata-rata siswa di kelas eksperimen adalah 25,29 dan di kelas kontrol adalah 24,41. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang ada di kedua kelas memiliki kemampuan yang rendah pada materi Laju Reaksi, dikarenakan tidak ada satupun siswa yang mencapai nilai KKM yaitu 75. Kemudian setelah dilakukan posttest maka nilai rata-rata siswa di kelas eksperimen adalah 80,88 dan di kelas kontrol adalah 74,12. Hal ini menunjukkan bahwa sudah ada perubahan hasil belajar di kedua kelas. Dari tabel 2. diatas, maka dapat digambarkan nilai rata-rata pretest dan posttest siwa dalam bentuk diagram sebagai berikut : Hasil Belajar Siswa Pretest Posttest Eksperimen Kontrol Gambar 1 Diagram Pretest dan Posttest dikelas Eksperimen dan Kontrol Data Minat Belajar Siswa Pada penelitian ini instrumen non tes yang digunakan adalah kuesioner. Sebelum instrumen ini digunakan maka terlebih dahulu instrumen ini divalidasi oleh validator ahli untuk mengetahui kelayakan isi dari instrumen ini. Setelah instrumen non tes ini dinyatakan layak oleh validator ahli, maka instrumen non tes berupa kuesioner minat belajar siswa telah dapat digunakan untuk penelitian Pengumpulan data untuk minat belajar siswa dilakukan dengan menggunakan angket minat belajar yang berjumlah 30 pernyataan yang diisi langsung oleh siswa. Berdasarkan hasil yang diperoleh nilai rata-rata minat belajar siswa terangkum dalam tabel dibawah ini : Journal Homepage : https://jurnal. id/index. php/educenter/index Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 1 No 4 April 2022 Tabel 3 Hasil Perolehan Nilai Rata-Rata Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen Kontrol Jenis Data Minat Sebelum Perlakuan Minat Sesudah Perlakuan SA 69,59 64,63 8,04 80,00 41,75 6,46 65,00 65,75 8,10 70,76 64,06 8,04 Berdasarkan tabel perolehan nilai rata-rata minat belajar siswa diatas diketahui bahwa minat belajar siswa sebelum diberi perlakuan pada kelas eksperimen sebesar 69,59 dan dikelas kontrol sebesar 65,00. Kemudian setelah diberi perlakuan maka dapat diketahu bahwa minat belajar siswa dikelas eksperimen sebesar 80,00 dan minat belajar siswa dikelas kontrol sebesar 70,76. Hal ini menunjukkan bahwa minat belajar siswa dikedua kelas sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan Berdasarkan tabel minat belajar siswa diatas dapat digambarkan berbedaannya pada gambar diagram dibawah ini : Minat Belajar Siswa Sebelum Sesudah Eksperimen Kontrol Gambar 2 Diagram Minat Belajar Siswa Uji N-Gain Uji gain dilakukan mengetahui selisih nilai dari hasil pretest dan posttest, maka dari hasil perhitungan diketahui jika : Tabel 4 Peningkatan Hasil Belajar Dan Minat Belajar Kelas Data N-Gain Kriteria Keterangan Hasil Belajar g < 0,3 = Rendah Tinggi Eksperiman 0,3 O g O 0,7 = Minat Belajar Sedang Sedang Hasil Belajar Sedang g > 0,7 = Tinggi Kontrol Minat Belajar Rendah Uji Normalitas Data Hasil Belajar Siswa Uji normalitas data dilakukan dengan menggunakan Uji Chi Kuadrat pada taraf signifikan Oy = 0,05 dengan kriteria jika XAhitung < XAtabel maka data disebut berdistribusi normal, maka dari itu dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 5 Uji Normalitas Hasil Belajar Kelas Data XAhitung XAtabel Pretest 11,07 0,05 Posttest 4,32 11,07 0,05 Eksperimen Keterangan Normal Normal Normal Pretest 11,07 0,05 Posttest 3,16 11,07 0,05 Kontrol Normal Journal Homepage : https://jurnal. id/index. php/educenter/index Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 1 No 4 April 2022 Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa XAhitung pada data pretest dan posttest yang ada dikelas eksperimen dan dikelas kontrol lebih kecil dari XAtabel sehingga data disebut terdistribusi normal. Minat Belajar Siswa Pada uji normalitas data untuk minat belajar siswa dilakukan dengan menggunakan Uji Chi Kuadrat pada taraf signifikan Oy = 0,05 dengan kriteria jika XAhitung < XAtabel maka data disebut berdistribusi normal, maka dari itu dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 6 Uji Normalitas Minat Belajar Kelas Data XAhitung XAtabel Oy Keterangan Sebelum 7,50 11,07 0,05 Normal Sesudah Sebelum 8,17 10,00 11,07 11,07 0,05 0,05 Normal Normal Sesudah 6,17 11,07 0,05 Normal Eksperimen Kontrol Berdasarkan tabel diatas XAhitung data pretes dan posstest di kelas eksperimen dan di kelas kontrol lebih kecil dari XAtabel sehingga data disebut terdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas dilakukan adalah untuk mengetahui apakah data homogen atau tidak dengan melihat nilai varians. Pada penelitian ini analisis homogenitas dilakukan dengan kriteria : jika Fhitung < Ftabel dengan taraf signifikan Oy = 0,05, maka data disebut homogen. Hasil uji homogenitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 7 Uji Homogenitas Hasil Belajar Kelas Data Fhitung Eksperimen Kontrol Pretest 1,07 Ftabel Keterangan Homogen 2,33 Eksperimen Kontrol Posttest 1,43 Homogen Dari data tabel diatas F. = 2,33 karena Fhitung < Ftabel maka Ho diterima atau terdistribusi normal karena tidak ada perbedaan varian data di kelas eksperimen dan di kelas kontrol. Tabel 8 Uji Homogenitas Minat Belajar Kelas Data Fhitung Ftabel Keterangan Eksperimen Kontrol Sebelum 1,01 2,33 Homogen Eksperimen Kontrol Sesudah 1,53 2,33 Homogen Journal Homepage : https://jurnal. id/index. php/educenter/index Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 1 No 4 April 2022 Dari data tabel uji homogenitas minat belajar diatas Ftabel. = 2,33 maka Fhitung < Ftabel sehingga data diatas diterima atau terdistribusi normal karena tidak ada perbedaan varians data antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji Hipotesis Uji Hipotesis I Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis pada penelitian ini diterima atau Setelah diketahui data posttest terdistribusi normal dan homogen maka selanjutnya data akan di uji hipotesisnya yaitu dengan uji statistik t-pihak kanan dengan kriteria thitung > ttabel maka hipotesis diterima (H. dan hipotesis nol ditolak (H. Tabel 9 Hasil Uji Hipotesis Hasil Belajar Kelas Eksperimen Kontrol 80,88 74,12 28,86 41,36 3,331 1,743 Keterangan Ha diterima dan Ho ditolak Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa thitung untuk hasil belajar adalah 3,331 > ttabel . sehingga Ha diterima dan penolakan untuk Ho. Uji Hipotesis II Uji hipotesis II ini juga dilakukan dengan menggunakan uji statistik t-pihak kanan gunanya untuk mengetahui apakah hipotesis pada penelitian ini diterima atau ditolak. Kriteria uji hipotesis ini adalah thitung > ttabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kelas Eksperimen Kontrol Tabel 10 Hasil Uji Hipotesis Minat Belajar SA 80,00 70,76 41,75 64,06 3,834 1,743 Keterangan Ha diterima dan Ho ditolak Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa thitung minat belajar adalalah 3,814 > ttabel . sehingga Ha diterima dan penolakan untuk Ho. Uji Hipotesis i Pada uji hipotesis i ( uji korelas. digunakan uji Product Moment. Kriteria pada uji ini adalah thitung > ttabel gunanya untuk mengetahui apakah hipotesis pada penelitian ini diterima atau Tabel 11 Hasil Uji Korelasi Hasil Belajar Dan Minat Belajar Data Keterangan Hasil Belajar dan Minat Belajar 9,331 1,743 87,1% Ha diterima,Ho Berdasarkan hasil yang ada pada tabel diatas dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif antara hasil belajar dan minat belajar dikarenakan hasil thitung > ttabel ( 87,1 > 1,. Pembahasan Penelitian ini telah dilaksanakan di SMA Negeri 1 Lawe Sigala-gala di kelas XI IPA T/A 2021/2022. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling artinya setiap kelas memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel pada penelitian ini. Sampel yang digunakan ada 2 kelas yaitu kelas eksperimen yang diajarkan dengan model pembelajaran Problem Journal Homepage : https://jurnal. id/index. php/educenter/index Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 1 No 4 April 2022 Based Learning menggunakan media Powerpoint dan kelas kontrol diajarkan secara konvensional dan menggunakan media Powerpoint. Pada uji hipotesis I bahwa thitung > ttabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Untuk thitung 3,331 lebih besar dibandingkan dengan ttabel 1,743. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran problem based learning menggunakan media powerpoint lebih tinggi daripada hasil belajar siswa yang diajarkan tanpa menggunakan model pembelajaran . dengan menggunakan media powerpoint. Menurut peneliti sebelumnya Batri . mengatakan bahwa model pembelajaran problem based learning lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa daripada pembelajaran tanpa model . Menurut Diana,dkk . jika media powerpoint dapat mempermudah siswa dalam memahami materi Serta menurut Riana . penggunaan media dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Pada hipotesis II untuk melihat minat belajar siswa sebelum dan sesudah pembelajaran maka dilakukan penyebaran angket kemudian diisi langsung oleh siswa. Kriteria uji hipotesis II ini adalah thitung > ttabel sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Dari hasil yang diperoleh dapat dilihat jika adanya perubahan yakni sebelum pembelajaran dimulai . ebelum diberi perlakua. pada kelas eksperimen 69,59 dan dikelas kontrol 65,00. Setelah diberi perlakuan maka diperoleh minat belajar siswa meningkat, pada kelas eksperimen sebesar 80,00 dan untuk kelas kontrol sebesar 70,76. Maka dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran problem based learning menggunakan media powerpoint lebih tinggi daripada minat belajar siswa yang diajarkan tanpa menggunakan model pembelajaran . menggunakan media powerpoint. Hal ini didukung oleh peneliti sebelumnya yaitu menurut Riana . penggunaan media dalam pembelajaran dapat meningkatkan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran dan menurut Batri . mengatakan bahwa model pembelajaran problem based learning lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa daripada pembelajaran tanpa model . Pada uji hipotesis i untuk mengetahui adanya korelasi antara minat belajar siswa dengan hasil belajar siswa maka digunakaan kriteria uji korelasi Product Moment yaitu thitung > ttabel sehingga Ha diterima yang artinya adanya hubungan antara kedua variabel tersebut dan Ho ditolak. Pada penelitian untuk N= 17 didapat thitung 9,331 > ttabel 1,743 dan KD sebesar 87,1 % dan untuk 12,9% disebabkan oleh faktor lain, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan jika terdapat hubungan sejalan yang positif antara minat dan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran problem based learning menggunakan media power pada materi laju reaksi dikelas XI IPA. Hal ini didukung oleh peneliti sebelumnya yaitu menurut Karina,dkk . mengatakan bahwa minat belajar terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa hasil belajar yang diajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan media Powerpoint lebih tinggi dari hasil belajar yang diajarkan secara konvensional. Minat belajar yang diajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan media Powerpoint lebih tinggi dari minat belajar yang diajarkan secara konvensional. Adanya korelasi yang signifikan antara hasil belajar siswa dan minat belajar siswa dengan model pembelajaran Problem Based Learning menggunakan media Powerpoint. DAFTAR PUSTAKA