MAHSEER: Vol 5 No 1 Januari 2023 32 Ae 42 e-ISSN: 2809-8234. p-ISSN : 2809-8374 Received 18 November 2023 / Revised 12 Januari 2023 / Accepted 30 Januari 2023 Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan https://jurnal. id/index. php/mahseer Perbandingan Keunggulan Pendapatan dari Sistem Budidaya Tambak Intensif dan Semi Intensif pada Budidaya Udang Vannamei di Kecamatan Baitussalam [Comparison of the Adventages of Income from Intensive and Semi-Intensive Aquaculture System in Vannamei Shrimp Cultivation in Baitussalam Distric. Uswatun Husna1A. Sri Fitri 2. Suraiya Nazlia3. Budidaya Perairan Fakultas Perikanan. Universitas Abulyatama. Aceh Besar, 23372. Indonesia Agribisnis Fakultas Pertanian. Universitas Abulyatama. Aceh Besar, 23372. Indonesia Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan. Universitas Abulyatama. Aceh Besar, 23372. Indonesia Email Korespondensi: uswatunhusna0101@gmail. ABSTRAK Udang Vannamei (Litopenaeus vanname. merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan di Indonesia. udang vannamei memiliki nilai ekonomis yang tinggi . igh economic valu. serta memiliki permintaan pasar yang terus meningkat . igh demand produc. baik secara nasional maupun internasional. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan keunggulan pendapatan dari sistem budidaya tambak intensif dan semi intensif pada budidaya udang vannamei di Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar Metode yang digunakan adalah metode wawancara. Teknik pengambilan data adalah teknik non random sampling dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan menggunakan analisis uji independent sampel T test. Hasil analisis uji Independent Samples T test pada equal varinces not assumed beda rata-rata pendapatan pada usaha budidaya tambak udang semi intensif dan tambak intensif diketahui bahwa nilai Sig. 2 Tailed adalah 0,062 terdapat perbedaan yang signifikan antara system intensif dan semi intensif yaitu sebesar Rp. 172,301,231 A 58,276,607/ siklus, tambak Semi intensif rata-rata sebesar Rp. 49,773,018 A 12,314,005/siklus. Kata Penting: Udang vannamei, sistem budidaya, dan pendapatan. ABSTRACT Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei, boone 1. is one of the leading fishery commodities in Indonesia. This is because vannamei shrimp has a high economic value and has a high demand product both nationally and internationally. The objective of this research is to compare the income advantages of intensive and semi-intensive aquaculture systems in vannamei shrimp cultivation in Baitussalam District. The data collection technique is a nonrandom sampling technique with purposive sampling using an indepedent sample t test at equal variances not assumed. From the result of the independent sample t test analysis, the difference in the average income in semi-intensive and intensive shrimp pond cultivation, it is known that sig. 2 tailed is 0. 062<0,10, it can be concluded that HO is rejected, and i Ha s Uswatun Husna, et al. Perbandingan Keunggulan Pendapatan dari Sistem Budidaya Tambak Intensif dan Semi Intensif pada Budidaya Udang Vannamei di Kecamatan Baitussalam accepted, thus there is a significant difference between intensive and semi-intensive systems at 10% alpla. The highest income from the intensive system of shrimp pond cultivation is Rp. 172,301,231 A 58,276,607/ cycle, while the average semi-intensive pond is Rp. 49,773,018 A 12,314,005/ cycle. Keywords: Income. Production level. Vannamei shrimp. System intensive. PENDAHULUAN Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei, boone 1. merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan di Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena pertumbuhan yang relatif cepat, serta memiliki kebiasaan untuk hidup di kolom perairan sehingga dapat ditebar dengan kepadatan yang lebih tinggi (Effendi, 2. Aceh merupakan salah satu provinsi yang mempunyai potensi dalam pengembangan sektor perikanan lebih kurang 55% penduduk Aceh bergantung pada sector ini baik secara langsung maupun tidak Provinsi Aceh memiliki peluang yang besar untuk pengembangan kawasan perikanan di beberapa kabupaten/kota yaitu kabupaten Aceh Jaya. Kabupaten Aceh Besar. Kabupaten Aceh Timur, dan Kabupaten Bireuen (Yusuf, 2. Budidaya udang secara intensif memiliki dampak negatif yaitu akumulasi jumlah pakan yang diberikan pada budidaya udang intensif berpotensi menurunkan kualitas air pada tambak budidaya yang berakibat pada jumlah konsumsi pakan yang Input limbah sisa hasil budidaya tidak dianjurkan menimbulkan peningkatan pengkayaan nutrient, hal ini akan menyebabkan blooming fitoplankton dan merubah komposisi spesies ekologis yang berdampak pada kelanjutan usaha budidaya (Agus, 2. Selain itu, resiko produksi yang terjadi dapat diakibatkan karena serangan hama dan penyakit baik secara mendadak maupun bersifat meluas dan juga lingkungan yang tidak mendukung sehingga dapat mengakibatkan penurunan hasil hingga 65% bahkan dapat menyebabkan gagal panen (Mahfud et al. Tambak merupakan salah satu wadah membudidayakan ikan air payau atau laut. Letak tambak biasanya berada disepanjang pantai mempunyai luas antara 0,2 sampai 2 Ha. Luas petak tambak sangat bergantung pada sistem budidaya yang diterapkan, pembangunan tambak pada umumnya dipilih sekitar pantai, khususnya yang mempunyai atau dipengaruhi oleh sungai besar, sebab banyak petani tambak beranggapan bahwa dengan adanya air payau akan memberikan pertumbuhan ikan atau udang yang lebih baik ketimbang air laut murni (Anijar,2. Berdasarkan letak, biaya, dan operasi pelaksanaannya, tipe budidaya dibedakan Tambak Intensif, lokasi didaerah yang khusus usaha tambak dalam wilayah yang luas, ukuran petakan dibuat kecil pengelolaan air dan pengawasan udang, padat penebaran tinggi, sudah menggunakan kincir air, serta program pakan yang baik. Tambak Semi Intensif, lokasi tambak sudah pada daerah terbuka, bentuk petakan teratur, tetapi masih berupa petakan yang luas, padat menggunakan pakan buatan masih METODOLOGI Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini di lakukan di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh Besar. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan September 2020. Pemilihan desa ini dilakukan dengan sengaja . urposive samplin. , alasannya menggunakan teknik purposive sampling ini karena sesuai untuk Jurnal MAHSEER. Vol 5 No 1 Januari 2023 hal 32-42 peneliian kuantitatif atau penelitian yang tidak melakukan generalisasi. Menuru Sugiono . Metode dan Pengambilan Sampel Metode penelitian ini adalah metode wawancara. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah teknik non random sampling dengan pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan metode diskusi dan wawancara menggunakan kuisioner untuk menjawab permasalahan yang terjadi di daerah penelitian. Jenis dan Metode Pengumpulan Data Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pemilik usaha budidaya udang vannamei dengan sistem intensif dan semi intensif dan pengamatan langsung diarea tambak udang di Desa Kajhu Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Data sekunder diperoleh dari berbagai literatur seperti buku, jurnal, skripsi dan sumber literature yang mendukung penelitian ini. data dianggap mewakili persoalan yang sama, sehingga hasilnya dapat menjelaskan kejadian pada usaha budidaya tambak udang Vannamei di Desa Cot Paya Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar, sedangkan data sekunder yang dikumpulkan adalah data yang diperoleh dari berbagai laporan berhubungan dengan penelitian ini. Tabel 1. Jenis dan sumber data Jenis Data Primer Sekunder Sumber Data Pemilik Metode Pengumpulan Data Pengamatan dan A Wawancara DKP Provinsi Pengumpulan dokumen-dokumen BPS Provinsi Pengumpulan dokumen- dokumen Metode Analisis Data Penerimaan dan Pendapatan Penerimaan Guna mencapai tujuan pertama dan sekaligus menguji hipotesis pertama Menurut Soekartawi . penerimaan usaha tambak adalah perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Pernyataan ini dapat di tuliskan sebagai TR = Y x Py Data yang Didapat Biayan intestasi Biaya Penyusutan Biaya Produksi . Penerimaan . Pendapatan . Biaya-biaya lainnya . emuan dilapanga. Jumlah luas tambak Jumlah produksi pertahun Data lainnya yang diperlukan Data pimilik tambak Produktivitas budidaya udang vannamei Keterangan: TR = Total Penerimaan. = Produksi yang diperoleh dalam suatu Py= Harga Y Pendapatan Menurut (Supartama, 2. penerimaan usaha tambak adalah selisih antara penerimaan dan semua biaya. Pernyataan ini dapat di tuliskan sebagai berikut: Oa= TR Ae TC Keterangan: Oa = Pendapatan bersih usaha tambak semi intensif dan intensif (R. TR = Total pendapatan usaha Uswatun Husna, et al. Perbandingan Keunggulan Pendapatan dari Sistem Budidaya Tambak Intensif dan Semi Intensif pada Budidaya Udang Vannamei di Kecamatan Baitussalam budidaya tambak intensif dan intensif (R. TC = Total biaya usaha budidaya tambak semi intensif dan intensif. Untuk menganalisis uji beda pendapatan menggunakan Uji Beda Rata-rata (Compare Mean. Jenis uji beda rata-rata yang digunakan adalah Independent Sample Ttest, dimana digunakan untuk menguji dua Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan rata-rata dua sampel tambak semi intensif dengan sistem intensif. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil dan Karakteristik (Budiday. Perbedaan Luas Intensif 0,2 Ha . 000 m. Semi Intensif 0,4 Ha . 000 m. Padat tebar Pemberian Pekerja Kincir 100 ekor 4 kali 50 ekor/ m2 4 kali 2 (Oran. 6 unit 2 . Oran. 2 unit Obatobatan Intensif Profil lokasi penelitian usaha budidaya tambak udang Vannamei (Litopenaeus vanname. di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh Besarberdiri pada 2018 sampai saat ini masih aktif dibidang pembesaran dan produksi yang diperjual belikan ke luar daerah. Tipe tambak udang di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh Besar dengan sistem intensif. Budidaya intensif yaitu menggunakan pagar jaring, kincir air, kualitas air, menggunakan plastik 0,03 mm seluruh tambak, penggunaan pakan komersil dengan kandungan protein yang tinggi, penggunaan probiotik, luas lahan 4. 000 m2 luas petakan tambak 0,2 Ha . 000 m. dengan padat tebar mencapai 50 ekor/ m2 dan alat-alat pendukung lainnya. Biaya Produksi Usaha Udang Vannamei Sistem Semi intensif tambak udang semi intensif yaitu: memiliki luasan tambak dalam satu petak antara 0,4 ha/petak dengan bentuk persegi Pada petakan dilengkapi dengan saluran inlet dan outlet. Dilakukan persiapan kolam sebelum penebaran benih saat Terdapat caren diagonal yang mengarah dari inlet dan bermuara di saluran outlet pada setiap petakan. Caren ini memiliki lebar 5-10 m serta memiliki kedalaman air di pelataran hanya 40-50 cm. caren juga bisa dibuat disekeliling pelataran. Semi Intensif Tambak udang Vannamei (Litopenaeus vanname. ini terletak di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh Besar berdiri pada tahun 2016 hingga saat ini masih aktif dibidang pembesaran. Budidaya udang sistem semi intensif yaitu menggunakan kincir air, pagar, pemasangan biosecurity, pengelolaan kualitas air, penggunaan pakan komersil dengan Biaya Tetap Semi Intensif kandungan protein yang tinggi, serta Biaya tetap tambak udang semi penggunaan probiotik. Luas lokasi tambak pada usaha budidaya tambak Udang 500 m2 dengan luas tambak 0,4 Ha . Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam, m. padat tebar mencapai 100 ekor/ m2 dan Kabupaten Aceh dapat dilihat pada Tabel 2. alat-alat pendukung lainnya. Tabel 2. Biaya tetap semi intensif SIKLUS (Rp/H. Penyusutan Sewa Lahan Gaji Teknisi Jumlah Sumber: Data primer olahan . Uraian i Jumlah/ tahun (R. Rata-rata/ siklus (R. Jurnal MAHSEER. Vol 5 No 1 Januari 2023 hal 32-42 Berdasarkan Tabel 2. biaya tetap yang harus dikeluarkan semi intensif sebesar Rp 000/ tahun dan Rp. 333/ siklus. Hal ini disebabkan oleh waktu produksi yang digunakan pada masing-masing musim adalah sama, dimana perhitungan biaya penyusutan dihitung tiap bulannya dan untuk kegiatan budidaya hingga panen berlangsung selama 4 Sebagian kecil responden yang status lahannya adalah sewa, sehingga ini dikenakan biaya tambahan yaitu biaya sewa lahan yang dihitung pertahun dan berdasarkan luas lahan yang di sewa. Biaya penyusutan yang harus dikeluarkan semi intensif sebesar Rp 000/ tahun dan Rp. 667/ siklus. Biaya sewa lahan yang harus dikeluarkan petambak udang penyewa adalah sebesar Rp 000/ tahun dan persiklus Rp. siklus dan gaji teknisi sebesar Rp. tahun dan Rp 7. 000/ siklus. Biaya Tidak Tetap Semi Intensif Biaya Tidak Tetap semi intensif pada usaha budidaya tambak Udang di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten biaya variabel tersebut dapat dilihat pada Tabel 3 Tabel 3. Biaya tidak tetap sistem semi intensif Uraian Benur Pakan Cupri Nuvaq Saponin Dedak Mauripan Super NB Dolomit Molase Bi Cline Natural Vitamin C Omega Biosolution Biaya Sumber Energi Biaya Panen Jumlah/ siklus Sumber: Data primer olahan . Siklus (R. Berdasarkan Tabel 3. biaya tidak tetap semi intensif ini adalah biaya yang dikeluarkan setiap periode 3 bulan dan Biaya tidak tetap yang dikeluarkan setiap periode musim tebar adalah sama, dimana satu tahun ada 3 kali siklus tebar adalah sebesar Rp 172. Pada biaya tidak tetap ini, biaya yang paling besar digunakan adalah pada biaya i Total/ tahun Rata-rata pakan, dimana jumlah biaya pakan yang harus dikeluarkan 3 siklus adalah sebesar Rp 000/ tahun dan biaya benur Rp. 000/ tahun. Total Biaya Total Biaya tambak udang semi intensif pada usaha budidaya tambak Udang di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh dapat dilihat pada Tabel 4. Uswatun Husna, et al. Perbandingan Keunggulan Pendapatan dari Sistem Budidaya Tambak Intensif dan Semi Intensif pada Budidaya Udang Vannamei di Kecamatan Baitussalam Tabel 4. Total biaya semi intensif SIKLUS (Rp/H. Uraian Biaya tetap Biaya tidak tetap Jumlah Sumber: Data primer olahan . Berdasarkan Tabel 4 Total Biaya tambak udang semi intensif pada usaha budidaya tambak Udang di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten yang harus dikeluarkan tambak semi intensif sebesar Rp 226. 017/ tahun dan Rp. 672/ siklus. i Total/ Tahun (R. Rata-Rata/ Siklus (R. Padat penebaran udang vannamei 100 ekor/ m2. Pemberian pakan dilakukan 4 Ae 6 kali sehari. Hasil panen yang diharapkan adalah 4 Ae 8 ton/ha/musim untuk udang vaname dan 6 Ae 10 ton/ha/musim untuk udang Vannamei (Kordi, 2. Budidaya tambak udang sistem intensif memerlukan biaya yang lebih besar dibandingkan dengan budidaya sistem ekstensif. Budidaya sistem intensif lebih banyak menggunakan input Salah satu ciri dari sistem budidaya intensif adalah padat tebar yang tinggi (Diatin et al. , 2. Sistem Intensif Dari lokasi penelitian usaha budidaya tambak Udang di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh Besar tambak sistem intensif terbuat dari tanah kemudian seluruh petakan tambak dipasang terpal hitam ketebalan 0,03 mm. Luas Biaya Tetap Intensif ambak intensif dilokasi penelitian dengan Biaya tetap tambak udang intensif pada ukuran antara 0,2 ha per petakan tambak usaha budidaya tambak Udang di Desa dengan kepadatan 50 ekor/m2 dan tambak Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten intensif memudahkan pengelolaan air dan Aceh dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Biaya tetap tambak udang intensif Jumlah/ tahun (R. i Rata- rata/ Siklus (R. Penyusutan SIKLUS (Rp/H. Sewa Lahan Gaji Teknisi Jumlah Uraian Sumber: Data primer olahan . Berdasarkan Tabel 5 Biaya tetap yang harus dikeluarkan Sistem intensif sebesar Rp 400/ tahun dan Rp. Hal ini disebabkan oleh waktu produksi yang digunakan pada masingmasing musim adalah sama, dimana perhitungan biaya penyusutan dihitung tiap bulannya dan untuk kegiatan budidaya hingga panen berlangsung selama 4 bulan. Sebagian kecil responden yang status lahannya adalah sewa, sehingga ini dikenakan biaya tambahan yaitu biaya sewa lahan yang dihitung pertahun dan berdasarkan luas lahan yang di sewa. Biaya penyusutan yang harus dikeluarkan Sistem intensif sebesar Rp 22. 400/ tahun dan Rp. 800/ siklus. Biaya sewa lahan yang harus dikeluarkan petambak udang penyewa adalah sebesar Rp 6. tahun dan persiklus Rp. 667/ siklus dan gaji teknisi sebesar Rp. Rp 18. 000/ tahun. Jurnal MAHSEER. Vol 5 No 1 Januari 2023 hal 32-42 Biaya Tidak Tetap Intensif Biaya variabel intensif pada usaha budidaya tambak Udang di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh Besar biaya variabel tersebut dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6. Biaya tidak tetap sistem intensif Uraian Benur Pakan Cupri Nuvaq Saponin Dedak Mauripan Super NB Dolomit Molase Bi Cline Natural Vitamin C Omega Biosolution Kaporit Biaya Energi Biaya Panen Jumlah/ siklus Sumber: Data primer olahan . Siklus (R. Berdasarkan Tabel 6. Biaya Tidak Tetap intensif ini adalah biaya yang dikeluarkan setiap periode 3 bulan dan Biaya Tidak Tetap yang dikeluarkan setiap siklus adalah sama, dimana satu tahun ada 3 kali siklus adalah sebesar Rp 370. 310/ tahun. Pada biaya tidak tetap intensif ini, biaya yang paling besar digunakan adalah pada biaya pakan, i Total/ tahun Rata-rata dimana jumlah biaya pakan yang harus dikeluarkan 3 siklus adalah sebesar Rp 000/ tahun dan Rp. Total Biaya Total Biaya tambak udang sistem intensif pada usaha budidaya tambak Udang di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 7. Total biaya intensif SIKLUS (Rp/H. i Biaya Tetap Biaya Tidak Tetap Jumlah Sumber: Data primer olahan . Uraian Total/ Tahun (R. Rata-Rata/ Siklus (R. Uswatun Husna, et al. Perbandingan Keunggulan Pendapatan dari Sistem Budidaya Tambak Intensif dan Semi Intensif pada Budidaya Udang Vannamei di Kecamatan Baitussalam Berdasarkan Tabel 7 total biaya tambak udang sistem intensif pada budidaya Udang di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh Besar yang harus dikeluarkan tambak intensif sebesar Rp. Siklus. intensif dan semi intensif memiliki perbandingn yang berbeda yaitu untuk biaya tambak intensif perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp. 710/ tahun dan Rp. 237/Siklus , sedangkan semi intensif sebesar Rp 226. 017/ tahun dan Rp. 672/ siklus. Dan terdapat perbedaan jumlah biaya yang berbeda antara tambak Produksi dan Penerimaan Produksi usaha tambak udang semi intensif dan intensif di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Produksi dan penerimaan usaha tambak Jenis Tambak Semi Intensif . 0 m2 ) Size Produksi Penerimaan i Jumlah Sumber: Data primer olahan . Siklus Berdasarkan Tabel 8 Penerimaan ratarata usaha tambak udang vannamei semi Intensif dan intensif dalam persiklus di Kecamatan Baitusalam adalah hasil perkalian dari jumlah produksi dengan harga udang vannamei yang berlaku sesuai dengan size udang vanamei itu sendiri. Size udang vannamei yang dihasilkan dari tambak udang semi intensif, mulai dari size 62 dan Sedangkan udang vannamei yang dihasilkan dari tambak udang intensif, mulai dari size 62, size 71 dan size 58. Namun berdasarkan penelitian dilapangan, size yang sering diminati oleh para konsumen adalah size 62, size 71 dan size 58 yang dimaksud dalam usaha tambak udang vannamei semi intensif maupun intersif adalah setiap satu kilogram terdapat jumlah udang vannamei sebanyak size yang diinginkan. Contohnya size 70, arti size ini setiap satu kilo gram maka terdapat 70 ekor jumlah udang vannamei tersebut dan begitu pula dengan size yanglainnya. Berdasarkan Tabel 8 jumlah produksi selama 3 siklus terbanyak ditemukan pada Size Intensif . 0 m2 ) Produksi Penerimaan sistem tambak intensif yaitu 13. 726kg/ tahun dibandingkan sistem tambak semi intensif 489kg/ tahun. Tinggi produksi pada sistem intensif dikarena Manajemen sudah mengikuti acuan SOP sedangkan semi intensif belum menerapkan acuan SOP. Pengelolaan menerapkan sistem cara budidaya yang baik (CBIB) dan Intensif sudah terdapat beberapa kincir/blower sedangkan semi hanya memakai kincir sekitar 2 atau 4. Dengan kepadatan penebaran yang jauh lebih lebih tinggi dibanding semi intensif dan cara budidaya yg terarah mengikuti protokol SOP sehingga persentase kehidupan udang Vannamei lebih besar dan biomas yg dihasilkan sesuai estimasi target dan Berdasarkan Tabel 8 penerimaan terbanyak ditemukan pada sistem tambak intensif selama 3 siklus sebesar Rp. 404/ tahun dibandingkan sistem tambak semi intensif penerimaan sebesar Rp. 071/ tahun. Tinggi produksi dan penerimaan pada sistem intensif Jurnal MAHSEER. Vol 5 No 1 Januari 2023 hal 32-42 disebabkan karena sistem intensif mudah terkontrol kualitas airnya kemudian pada saat pemberian pakan juga mudah karena lahannya tidak luas dibandingkan semi intensif sehingga memudahkan pengawasan. Lahan semi intensif berukuran 4000 m2 sedangkan tambak intensif berukuran 2000 Perbedaan harga dan perbedaan jumlah produksi sangat mempengaruhi penerimaan masing-masing usaha tambak udang. Semakin tinggi harga dan jumlah produksi, maka semakin besar pula penerimaan petambak udang. Analisa Pendapatan Berdasarkan biaya modal tetap semi intensif dan intensif lebih banyak membutuhkan modal intensif yaitu sebesar Rp. 000 di bandingkan semi intensif sebesar Rp. Penyebabnya jumlah alat dan bahan yang digunakan Sistem intensif lebih banyak dibandingkan semi intensif. Total Biaya usaha tambak udang vannamei selama 3 siklus lebih tinggi biaya produksi pada sistem intensif sebesar Rp 454. 710/ tahun dibandingkan dengan usaha tambak udang vannamei semi intensif sebesar Rp 226. 017/ tahun. Hal ini dikarenakan luas sistem intensif lahan 0,2 ha/ petak sedangkan semi intensif 0,4 ha/ membutuhkan obat-obatan lebih banyak. Usaha tambak udang vannamei dengan sistem intensif jumlah padat tebar tidak sama dengan semi intensif dan juga luas lahan berbeda sehingga sistem intensif meggunakan obat-obatan dan pakan lebih Pendapatan usaha tambak udang semi intensif dan intensif di Desa Kajhu. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 9. Total biaya intensif SIKLUS (R. Total/ tahun (R. i Sistem Semi intensif Penerimaan Total biaya Pendapatan Sistem intensif Penerimaan Total biaya Pendapatan Sumber: Data primer olahan . Uraian Rerata (R. Berdasarkan Tabel 9. pendapatan hasil dari pengurangan penerimaan dengan biaya pendapatannya sebesar Rp. produksi sehingga menghasil pendapatan tahun dan Rp 49. 018/ siklus. Analisis udang Vannamei selama 3 siklus paling Pendapatan usaha tambak udang semi tinggi pada tambak sistem intensif sebesar intensif dan intensif di Desa Kajhu. Rp. Kecamatan Baitussalam. Kabupaten Aceh 231/ siklus sedangkan tambak dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10. Analisa group statistik pendapatan usaha tambak Tambak Pendapatan usaha Intensif Semi Tambak Intensif Sumber: Data Primer Diolah, 2020 Mean Std. Deviation Std. Error Mean 231,3333 58. 607,55512 33. 015,05941 018,3333 005,01163 7. 494,10826 Uswatun Husna, et al. Perbandingan Keunggulan Pendapatan dari Sistem Budidaya Tambak Intensif dan Semi Intensif pada Budidaya Udang Vannamei di Kecamatan Baitussalam Rp. 018A 12. 005/ siklus. Tinggi pendapatan pada perlakuan tambak intensif karena ukurannya tidak luas, kestabilan air terkontrol dan pemberian pakan mudah sehingga menghasilkan produksi lebih banyak dibandingkan semi intensif. Berdasarkan Tabel pendapatan pertambak udang Vannamei di Kecamatan Baitusalam pendapatan paling tinggi pada tambak intensif yaitu rata- rata sebesar Rp172. 231A 58. 607/ siklus dan tambak semi intensif rata-rata sebesar Tabel 11. Analisa independent samples test usaha tambak Levene's Test for Equality of Variances Pendapatan usaha Equal variances t-test for Equality of Means Sig. Sig. 9,165 ,039 3,563 ,024 3,563 2,178 ,062 Assumed Equal variances not Sumber: Data Primer Diolah, 2020 Berdasarkan Tabel 11 analisis uji independent sample t test pendapatan pada usaha budidaya tambak udang vannamei dengan sistem intensif dan semi intensif adalah pada sig. levenAos test for equality of varians adalah 0,039<0,10 maka dapat di artikan bahwa varians data tidak homogeny independent samples t test diatas berpedoman pada nilai yang terdapat dalam tabel Auequal variances not assumedAy. Berdasarkan tabel output Auindependent samples T testAy equal variances not assumed di ketahui nilai sig. -taile. sebesar 0,062<0,10, maka sebagaimana dasar independent samples t test dapat disimpulkn bahwa HO di tolak dan Ha Di terima dengan demikian terdapat perbedaan yang signifikan antara sistem intensif dan semi intensif pada alfa 10%. nilai Sig. 2 Tailed adalah 0,020 lebih kecil 05, maka menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pendapatan Usaha tambak udang Vannamei semi intensif dengan sistem intensif. Pendapatan pada usaha budidaya tambak udang paling tinggi sistem intensif yaitu sebesar Rp 172. 231 A 58. siklus sedangkan tambak semi intensif ratarata sebesar Rp. 018 A 12. Adapun perbedaan sistem intensif manajemen pakan mengikuti acuan SOP sedangkan semi intensif belum menerapkan acuan SOP. Tambak semi intensif berukuran 4000 m2 sedangakan tambak intensif berukuran 2000 m2. Pengelolaa limbah intensif sudah menerapkan sistem cara budidaya yg baik (CBIB) dan sudah menggunakan banyak kincir atau blower sedangkan semi intensif hanya memakai kincir sekitar 2 atau 4. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Hasil analisis uji T Independent Samples Test beda rata-rata pendapatan pada usaha budidaya tambak udang semi intensif dan tambak intensif diketahui bahwa Saran Adapun saran peneliti berharap untuk penelitian selanjutnya di teliti tentang resiko produksi tambak intensif dan semi intensif untuk pembesaran udang Vannamei. Jurnal MAHSEER. Vol 5 No 1 Januari 2023 hal 32-42 DAFTAR PUSTAKA