SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 287-291 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 EFEKTIVITAS PERMAINAN TEKA TEKI SILANG MODIFIKASI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA Tri Nola Mulfiani1. Syahrul Ismet2 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang Email: trinola. mulfiani97@gmail. com, syahrul_unp@yahoo. Abstrak Kemampuan membaca sangat penting dikuasai oleh anak, karena melalui kegiatan membaca anak akan memiliki pengetahuan dan wawasan yang semakin baik. Kegiatan membaca yang dikenalkan pada anak harus disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak yang berpusat pada kegiatan bermain. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan teka-teki silang modifikasi terhadap kemampuan membaca di Taman Kanak- kanak Budi Mulia. Kota Padang. Penelitian ini berjenis Quashi Eksperimen ( Eksperimen Sem. Teknik pengumpulan data berdasarkan instrumen yang menggunakan format checklist, untuk menguji kualitas intrumen digunakan untuk uji validasi ahli dan uji validasi kelompok kecil, serta melakukan reliabilitas mengunakan aplikasi SPSS 16. Pengujian hipotesis melalui teknik statistic Ttest, taraf signifikansi sebesar 0,000 sehingga permainan teka-teki silang modifikasi efektif terhadap peningkatan kemampuan membaca anak di Taman Kanak-kanak Budi Mulia. Kata Kunci : Teka-teki silang modifikasi. Kemampuan membaca. Anak Abstract Reading skill is very important to be mastered by children, because through reading activities children will have high knowledge and insight. Reading activities that are introduced to children must be adjusted to the characteristics of child development centered on play activities. This article aims to determine the effectiveness of the modified crossword puzzle game on reading skills in Taman Kanak-kanak Budi Mulia. Padang City. This type of research is Quashi Experiment (Quasi Experimen. Data collection techniques based on instruments using the checklist format, to test the quality of instruments used expert validation test and small group validation test and perform reliability with the help of the application of SPSS 16. Hypothesis testing through a statistical T-test technique, a significant level of 0,000 so that the modified crossword game is effective against improving children's reading skills in Taman Kanak-kanak Budi Mulia. Keywords: Modified Crossword Puzzle. Reading Skils. Children PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini ialah sebuah upaya tindakan yang diberikan pada anak yang dimulai dari anak sejak lahir hingga kemudian anak sudah berusia 6 tahun dengan memberikan berbagai stimulasi untuk perkembangan anak kedepannya sehingga dapat mempersiapkan diri anak dalam menghadapi dunia penuh tantangan. Masa usia dini ialah suatu masa terpenting, hal ini dikarenakan pada emas inilah tahap awal perkembangan pada anak. Taman Kanak-kanak menjadi perlu untuk mendapatkan diperhatikan lebih dari pemerintah, hal ini dikarenakan bentuk pendidikannya menitikberatkan pada perkembangan dan pertumbuhan anak. Taman kanak-kanak menjadi salah satu alternatif pilihan yang melakukan aktivitas pendidikan bagi anak yang berusia 4-6 tahun. Diusia inilah menjadi masa-masa penting bagi anak untuk memperoleh pendidikan. Oleh karenanya dibutuhkan upaya tindakan yang bisa memfasilitasi perkembangan anak bisa sejalan dengan tahap karakterisitk dan kebutuhan anak. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 287-291 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Aktivitas pembelajaran yang diselenggarakan di Taman kanak-Kanak haruslah berupa kegiatan yang menyenangkan untuk anak-anak. Lingkungan yang menyenangkan bagi anak tidak terfokus kepada pembelajaran yang bersikap akademik. Hal ini sejalan dengan prinsip pelaksanaan pada pembelajaran anak usia dini yang menyatakan bahwasanya belajar seraya bermain atau berlajar sembari bermain. Melalui bermain sambil belajar ini dapat mengembangkan kemampuan anak yaitu aspek perkembangan fisik motorik, kognitif, seni, bahasa, moral, nilai agama dan sosial emosional. Salah satu yang harus dikembangkan bagi anak adalah aspek perkembangan Bahasa ialah alat untuk berfikir dan berkomunikasi, dengan berfikir anak bisa menyelesaikan masalah dalam kehidupannya sehingga anak dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri. Anak yang memiliki pekembangan bahasa optimal dapat berkomunikasi baik dengan orang-orang sekitarnya serta dapat mengekspresikan diri. Keterampilan bahasa juga diperlukan dalam pembentukan konsep pengetahuan anak. Kemampuan bahasa anak usia empat hingga enam tahun dapat berkembang dengan cepat. Diusia ini kosa kata yang dimiliki anak berkisaran dari 900 hingga 1000 kosa kata berbeda. Perkembangan bahasa secara khusus terdiri dari empat bagian yaitu kemampuan menerima bahasa, kemampuan berbicara, kemampuan menulis dan kemampuan membaca yang akan dijelaskan lebih rinci: Perkembangan menerima bahasa . , kemampuan mendengar merupakan kemampuan berbahasa pertama yang harus dikembangkan pada anak. Karena melalui mendengar anak akan mudah mengerti apa yang disampaikan orang lain. Selanjutnya kemampuan berbicara,dengan berbicara anak mampu mengungkapkan apa yang dirasakannya. Selain itu kemampuan keaksaraan anak adalah menulis, dengan menulis anak juga dapat menyampaikan gagasan, ide serta perasaannya. Terakhir, kemampuan keaksaraan anak yang harus dikembangkan adalah kemampuan membaca. Suryana . menjelaskan kemampuan membaca memiliki kaitan dengan beberapa kegiatan dalam mengenal kata-kata, huruf abjad, menghubungkan kata dengan bunyi, serta menarik kesimpulan dari bacaan yang telah dipahami. Berbeda dengan apa yang dikemukakan Nuriadi dalam Kurnia . mengatakan membaca merupakan kegiatan yang melibatkan mental dimana anak merasa siap untuk melakukan kegiatan membaca sehingga akan mendapatkan hasil yang maksimal dari bacaannya. Selain itu kegiatan membaca juga melibatkan fisik, dimana adanya koordinasi antara mata dan bacaan sehingga dapat memahami tulisan demi tulisan. Kemampun membaca anak 4-5 tahun merupakan kemampuan membaca permulaan, sejalan dengan pendapat Steinberg dalam Amelia . yaitu membaca merupakan aktivitas rutin secara terencana yang dilakukan setiap hari di sekolah melalui kegiatan yang menyenangkan dalam proses kegiatan membaca. Berdasarkan pendapat beberapa ahli diatas bahwasannya kemampuan membaca adalah merupakan suatu cara untuk mengenal kata , huruf, makna yang melibatkan fisik dan mental anak dalam membangun arti dari sebuah bacaan melalui program yang terencana dengan memberikan kegiatan yang menyenangkan. Membaca sangat penting dikenalkan pada anak sesuai dengan pendapat Leonhardt dalam Ismaniar . Anak yang suka membaca akan memanfaatkan waktu luang untuk membaca sehingga anak memliki keterampilan membaca . Anak yang suka akan mempunyai rasa bahagia, dikarenakan anak sangat mudah untuk melakukan interaksi dengan orang lain sehingga mempunyai kemampuan bicara yang baik . Anak yang gemar membaca mempunyai ilmu pengetahuan dan pola pikir yang sangat luas sehingga memudahkan dalam proses pembelajaran . Membaca bisa membuat anak mempunyai rasa kasih sayang dengan lingkungannya . Anak yang senang membaca memiliki cara berfikir yang sangat terbuka dan kreatif . Anak yang suka membaca dapat memikirkan penyelesaian dalam setiap permasalahan yang Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 287-291 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Berdasarkan hasil pengamatan di Taman Kanak-kanak Budi Mulia. Padang ditemukan persoalan anak kemampuan membaca yang belum optimal ditandai dengan anak masih banyak yang belum mengetahui huruf-huruf abjad secara acak, belum bisa membaca namanya sendiri. Seharusnya ini menjadi perhatian bagi guru, permasalahan ini di sebabkan kurang menariknya metode pembelajaran yang dipakai guru dalam meningkatkan kemampuan membaca anak. Guru masih ditemukan menggunakan metode konvensional dengan buku latihan membaca. Jika cara ini dilakukan secara terus menerus bisa membuat anak merasa bosan. Berdasarkan jabaran di atas, untuk mengurangi kebosanan anak dalam proses pembelajaran, peneliti melakukan sebuah permainan yang menarik dalam mengembangkan kemampuan membaca anak yaitu tekateki silang modifikasi. Teka-teki silang ialah jenis permaina yang memiliki nilai edukasi. Teka-teki silang atau yang dikatakan dengan TTS dikemukakan Ariwibowo dalam Syofiani. Zaim. Syahrul . ialah bentuk permainan yang cara memainkannya yaitu mengisi bagian ruang kosong membentuk kotak putih mengunakan huruf sehingga kemudian akan membentuk sebuah kata yang didasarkan atas petunjuk yang digunakan. Petunjuk pada permaianan teka-teki silang modifikasi ini adalah menggunakan gambar rahasia, dimana anak menebak kata berdasarkan ciri-ciri gambar rahasia. Teka-teki silang selain mengembangkan keterampilan membaca anak juga memliki manfaat sebagaimana yang dikemukakan Mirzandani dalam Saripudin . 8:35-. bahwasanya permainan teka-teki silang akan mempunyai manfaat yaitu untuk meningkatkan kegiatan dan hasil belajar anak, hal ini dikarenakan selama mengisi teka-teki ini, anak diminta untuk mengkondisikan pikirannya supaya tenang, rileks dan jernih yang akan menjadikan memori otak anak menjadi kuat, dan menjadikan daya ingat anak menjadi meningkat. Didasarkan pada pendapat tersebut, bisa diperoleh kesimpulan bahwasanya Teka-teki silang modifikasi ialah kegiatan yang mengisi potongan huruf pada kotak-kotak yang berbentuk persegi dengan warna hitam putih berdasarkan petunjuk dari gambar yang ditebak anak yang dapat mengasah kemampuan membaca dan daya ingat anak. Setiap permainan pasti memiliki kelebihan dan kelemahan. Menurut Haryono dalam Rantika . Kelebihan teka-teki silang diantaranya meliputi: . Dapat memotivasi anak untuk belajar dalam memahami kosa kata yang mudah . Terdapat unsur permainan yang akan membuat anak merasa senang sehingga kegiatan pembelajaran tidak terasa monoton . Yang menjadikannya menarik dari permainan ini ialah menjadikan anak bisa memahami banyak kosa kata dikarenakan terdapat tantangan yang menyebabkan anak manjadi penasaran untuk mengerjakannya. Sedangkan kekurangan Media ini meliputi :. Sulit dilaksanakan dalam materi pembelajaran yang bersifat angka karena sulit untuk membuatnya . memerlukan waktu yang panjang karena harus menyesuaiakan jumlah kolom dan keterkaitan huruf-huruf dalam menguhubungkan satu kata dengan kata lainnya . Materi pembelajaran yang memiliki penjelasan lebih rinci tidak dapat memanfaatkan media teka-teki silang . TTS hanya bisa mempelajari kata-kata singkat. METODE Berdasarkan permasalahan yang diteliti yaitu AuEfektivitas permainan teka-teki silang modifikasi terhadap kemampuan membaca di Taman Kanak-kanak Budi Mulia, maka penelitian ini ialah kuantitatif dengan metode eksperimen dalam bentuk quashi experimental, mengunakan desain penelitian Nonrandomized Pretest-Posttest Control Group Design. Dengan populasinya yaitu seluruh anak di taman kanak-kana Budi Mulia. Kota Padang. Sampel penelitian ialah kelompok B4 dan B6, yang mana kelompok B4 dijadikan kelas eksperimen dan kelompok B6 di jadikan kelas kontrol yang masingmasing kelas dengan jumlah anak 10 orang. Data yang didapatkan diolah menggunakan aplikasi SPSS 16. Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 287-291 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis perbedaan untuk mengetahui distribusi data, maka dilakukan pengujian normalitas guna mengetahui data yang diolah apakah merupakan data yang berdistribusi normal, pengujian menggunakan uji Liliefors dengan tahapan seperti berikut: Sebelum diolah data, supaya didapatkan informasi mengenai suatu data berdistribusi normal atau tidaknya maka terlebih dahulu dilakukanlah uji normalitas, dengan uji Liliefors. Tabel 1. Uji Normalitas Lilliefors Significance Correction Kolmogorov-Smirnov Kelas Hasil_Belajar Statistic Shapiro-Wilk Sig. Statistic Sig. Ekperimen Kontrol Berdasarkan Tabel didapatkan Nilai Sig Kolmogorof-Smirnov dari kelas eksperimen ialah 0,155 dan kelas kontrol ialah 0,067. Kemudian berdasarkan dari perhitungan tersebut, disimpulkan bahwasanya rata-rata data berdistribusi normal dikarenakan mempunyai lebih dari alpha 0,05. Hasil dari kelas eksperimen mempunyai sebanyak 0,155 dan kelas kontrol mempunyai sig. sebanyak 0,067. Dengan demikian bisa didapatkan kesimpulan bahwasanya data yang diperoleh berdistribusi normal. Setelah dilakukan uji normalitas maka dilakukan uji homogenitas yang bertujuan untuk melihat apakah data kelas sampel tersebut bersifat homogen atau tidaknya. Uji homogenitas dengan ketetapan uji homogenitas varians yang menyatakan bahwa, apabila F hitung lebih besar dibanding F tabel (Fh > F. sesuai dengan taraf signifikansi a=0,05 kedua data kelompok berasal dari varians yang homogen atau data bersifat homogen jika nilai sig lebih besar dari 0,05. Tabel 2. Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Hasil_Belajar Levene Statistic Sig. Berdasarkan pada tabel pengujian tersebut, bisa diperoleh kesimpulan bahwasanya nillai signifikanya ialah 0,180 dikarenakan nilai signifikanya lebih daripada 0,05, yaitu 0,180 > 0,05 sehingga dikatakan data homogen. Jadi ke dua kelas yang akan dijadikannya objek penelitian ini ialah kelas homogen. Dikarenakan kelas ini homogen maka penelitian bisa dilakukan. Setelah uji normalitas dan homogenitas, dilanjutkan dengan analisis data. Uji menggunakan t- test dengan uji independent sample t-test yaitu uji dengan membandingkan rata-rata dari 2 kelompok sampel. Terlebih dahulu melakukan uji hipotesis sebelum uji independent sample t-test, maka perlu dicari N gain score pada masing-masing kelas sampel. Kemudian pada hasil tabel atau output SPSS yang dihasilkan bisa dilihat nilai Sig-2 tailed untuk mengetahui apakah adanya perbedaan yang Jurnal Pendidikan Tambusai SSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 287-291 Volume 4 Nomor 1 Tahun 2020 Tabel 3. Independent Sample Test Levene's Test for Equality of Variances Sig. Equal variances hasil assumed Equal variances not assumed t-test for Equality of Means Sig. - Mean taile. Differe Std. Error Differe 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Berdasarkan hasil uji t-test diperoleh hasil dengan t= 5,062 dengan taraf signifikansinya 0,000. Hal ini menunjukkan adannya perbedaan kemampuan membaca di kelompok eksperimen dan kontrol. Sedangkan untuk mengetahui seberapa efektif tekateki silang modifikasi terhadap kemampuan membaca digunakan effect size dengan teknik cohenAos d. CohenAos d ialah teknik y effect size merupakan ukuran mengenal besarnya pengaruh perbedaan ataupun hubungan efek suatu variabel pada variabel Berdasarkan rumus cohenAos didapatkan nilai effect size 2,26 sehingga permainan teka-teki silang modifikasi efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca anak di taman kanak-kanak Budi Mulia. SIMPULAN Berdasarkan pada hasil analisis data dapat disimpulkan: . Data berdistribusi normal dan homogen. Uji efektivitas dengan uji t menunjukkan perbedaan anatara kelas eksperimen dengan kelas kontrol ,berdasarkan nilai signifikansi sebesar 0,180 > 0,05 dan nilai sig . -taile. adalah sejumlah 0,00<0,05. Uji signifikansi dengan uji effect size dihasilkan 2,26 yang bermakna bahwa teka-teki silang modifikasi efektif signifikan terhadap kemampuan membaca anak. DAFTAR PUSTAKA