266 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENERAPAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P. Khoirul Muthoharoh1. Amirotun Nahdliyah2. Moh. Harun Al Rosid3 e-mail: khoirmuthoharoh375@gmail. com1, amirohnahdliyah@gmail. harun@iaida. Prodi Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas KH. Mukhtar Syafaat Blokagung Banyuwangi ABSTRAK Implementasi projek penguatan profil pelajar pencasila (P. yang merupakan program dari Kurikulum Merdeka yang diharapkan dapat meningkatkan pengembangan proyek pembelajaran Pancasila untuk menghasilkan siswa yang berkarakter dan berbakat juga peserta didik dapat mengeksplorasi kegiatan pembelajaran agar tidak monoton dan membuat jenuh siswa. Penelitian ini bertujuan: . mendeskripsikan penerapan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P. di SMA Roudlatussalam. mendeskripsikan peran kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. di SMA Roudlatussalam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pendekatan kualitatif deskriptif, pengumpulan data peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dengan mengkonfirmasi kepada kepala sekolah terkait kesesuaian hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa . Kepala Sekolah berperan penting dalam penerapan P5 kepala sekolah sebagai pembentuk tim pelaksanaan proyek, dan menjadi pengawas dalam pelaksanaan P5, . Penerapan P5 di SMA Roudlatussalam Glenmore dalam pelaksanaannya mengacu pada proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan P5. Kegiatan meliputi penentuan tema, modul dan alokasi waktu yang akan digunakan. Kata Kunci: Kepemimpinan. Kepala Sekolah. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. ABSTRACT Implementationasi projek penguatan profil pelajar pencasila (P. yang merupakan program dari Kurikulum Merdeka yang diharapkan dapat meningkatkan pengembangan yek pembelajaran Pancasila untuk menghasilkan siswa yang berkarakter dan berbakat juga peserta didik dapat mengeksplorasi kegiatan pembelajaran Tidak monoton and membuat jenuh siswa. Penelitian ini Bertujuan: . Mendeskripsikan penerapan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P. di SMA Roudlatussalam. Mendeskripsikan peran kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan Projek Penguatan Profile Pelajar Pancasila (P. di SMA Roudlatussalam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pendekatan kualitatif deskriptif, pengumpulan data peneliti menggunakan mode observasi, wawancara, dan Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Analyzes have different data, more data, and more information. This data is very useful and can be used for more information. Hasil penelitian ini menun jukkan bahwa Please feel free to check it out P5. If you have more money than that, you will be able to use it when you want it. Keywords: Leadership. Principal. Pancasila Student Profile Strengthening Project (P. Pendahuluan Pendidikan memegang peranan penting dalam mencetaksumber daya manusia berkualitas, khususnya dalam menumbuhkanjiwa kreatif dan inovatif. Kemampuan ini menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman dan menghasilkan ide-ide cemerlang. Kurikulum Merdeka hadir sebagaijawaban atas kebutuhan tersebut. Berbeda dengan Kurikulum 2013 (K. Kurikulum Merdeka memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas bagi peserta didik. Hal ini memungkinkan mereka untuk belajar dengan cara yang lebih bervariasi dan tidak monoton, sehingga terhindar dari rasa jenuh. Melalui Kurikulum Merdeka, pengembangan proyek pembelajaran Pancasila menjadi salah satu fokus utama. Pendekatanini diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan kreatif, tetapi juga berkarakter mulia dan berbakat. Pendidikan, khususnya dengan penerapan Kurikulum Merdeka, menjadi kunci dalam mempersiapkan generasi muda yangadaptif, inovatif, dan berkarakter. Dengan membekali mereka dengan semangat kreatif dan eksploratif, diharapkan mereka mampu menjadi pemimpin masa depan yang mampu membawa bangsa menuju kemajuan. Kepala sekolah memegang peran penting dalam organisasi Kepemimpinannya menjadi kunci dalam menentukan arah dan kemajuan Wahjosumidjho . menekankan bahwa seorang pemimpin yang efektif harus memiliki kemampuan berpartisipasi dalam berbagai aspek, seperti keteladanan, dorongan,bantuan, bimbingan, perlindungan, dan pembinaan. Peran kepala sekolah sangat luas dan beragam, melampaui tugas administratif dan memastikan operasional sekolah berjalan lancar. Ia bertanggung jawab atas berbagai aspek, baik akademis maupun non-akademis, untuk menciptakan lingkungan belajar yangkondusif dan mendukung perkembangan siswa secara Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif sangatlahpenting bagi kemajuan dan kesuksesan sekolah. Dengan kemampuan memimpin yang baik, kepala sekolah dapat menginspirasi, memotivasi, dan membimbing seluruh pemangku kepentingan untuk mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan kepala mempengaruhi bawahan dalam mencapai tujuan sekolah (Al Rosid. Hidayati, , & Anwar. Rosid. , & Alfaruq. Menurut Torang . , peran individu dalam organisasi dapat diartikan sebagai dua hal. Pertama, sebagai kegiatan yang dilakukan oleh setiap anggota organisasi. Kedua, sebagai inisiatif seseorang untuk bergabung dan berkontribusi dalam organisasi. Menurut Gary Yulk dalam (Rohmat, 2010:. , kepemimpinan diartikan sebagai perilaku asal seorang individu untuk memotivasi sekelompok orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Pentingnya kepemimpinan kepala sekolah untuk membentuk Profil Pelajar Pancasila melalui program-program yangdiintegrasikan ke dalam berbagai nilai-nilai pancasila. Sebab, peran kepala sekolah sangat penting dalam mengorganisir dan menggerakkan sumber daya yang ada. Kepala sekolah harus mampumelaksanakan visi, misi, dan tujuan Lembaga. Profil Pelajar Pancasila adalah contoh sempurna dari seorang siswa yang terus belajar, memiliki pengetahuan di seluruh dunia, dan berperilaku sesuai dengan hukum Pancasila. Pendidikan memegang peranan penting dalam kehidupan, gerbang menuju berbagai manfaat. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. Pasal 3 menggaris bawahi fungsi pendidikan nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia beriman, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Pendidikan merupakan proses sadar dan terencana dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mendorong peserta didik aktif mengembangkan potensi diri, menumbuhkan kepribadian luhur, berakhlak mulia, memperkuat spiritualitas, disiplin, kecerdasan. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. dan berbagai kemampuan lain yang bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara (Al Faruq & Supriyanto, 2. Pendidikan nasional diarahkan untuk mengasah kompetensidan potensi peserta didik. Upaya ini secara langsung berkontribusi pada pembentukan karakter bangsa yang tangguh. Pendidikan tak bisa dipisahkan dari pengembangan karakter dan kemampuan belajar peserta didik. Kunci kesuksesan di masa depan tidak hanya terletak pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi . ard skil. , tetapi juga kemampuan interpersonal . oft skil. Oleh karena itu, pendidikan karakter siswa menjadi aspek penting yang perlu mendapat perhatian serius (Suwartini, 2. Berdasarkan Kemendikbud Ristek No. 56/M/2022. P5 merupakan aktivitas pada projek Standar Kompetensi Lulusan yang dibuat untuk memperkuat karakter peserta didik agar sesuai dengan dimensi pada profil pelajar Pancasila. dibuat berbeda Rancangan dari pembelajaran intrakurikuler, pembelajaran berbasis projek tetap bisa dilaksanakan pada kegiatan belajar di kelas . Tujuan kegiatan pembelajaran berbasis projek pada intrakurikuler yaitu untuk mencapai capaian pembelajaran (CP), sedangkan P5 bertujuan untuk mencapai kompetensi dari profil pelajar Pancasila. Pendidikan karakter (PPK) dalam P5 menekankan pada pengembangan disiplin, yang berarti membantu peserta didik untuk mencapai kesuksesan dalam hidup. Disiplin ini tertanam dalam cara mereka bersikap, berpikir, dan Guru berperan dalam membantu siswauntuk berperilaku positif dengan menumbuhkan sifat-sifat seperti empati, rasa hormat, dan pengendalian diri. Disiplin yang efektif dalam P5 harus berlandaskan pada pengembangan karakter, yang berarti mengembangkan dan memperkuat karakter siswa. Guru tidak hanya memantau kemajuan siswa, tetapi juga melakukan koreksi dan perbaikan. Koreksi yang efektif dapat muncul selama pembelajaran (Lickona, 2. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Proyek pengembangan profil pembelajaran Pancasila digagas dengan tujuan untuk menanamkan dan memperkuat karakteristik profil tersebut pada diri para pelajar di Indonesia. Profil pembelajaran Pancasila menggambarkan sosok pelajar ideal yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Sesuai dengan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024, visi kementerian ini sejalan dengan visi dan misi presiden, yaitu mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan Visi penciptaan generasi muda Indonesia yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bergotong royong, dan menjunjung tinggi keberagaman global. Kepala sekolah memiliki peran penting dalam menyukseskan proyek P5, yang dapat memengaruhi visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah melalui program yang terencana dan terlaksana dengan baik. Tugas utama kepala sekolah adalah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi guru untuk mengajar dan siswa untuk belajar secara efektif. Asiati & Hasanah,. menjelaskan beberapa peran kepala sekolah dalam proyek P5, yaitu: Membentuk tim fasilitator: Kepala sekolah bertanggung jawab untuk menyusun dan melatih tim fasilitator yang akan membantu pelaksanaan proyek P5. Mengawasi proyek P5: Kepala sekolah bertugas untuk mengawasi dan mengelola keseluruhan proyek P5, dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan dan evaluasi. Melakukan observasi: Kepala sekolah berperan sebagai pengamat selama proyek berlangsung untuk memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan. Meningkatkan partisipasi: Kepala sekolah diharapkan dapat memotivasi dan mendorong siswa serta guru untuk aktif terlibat dalam proyek P5. Sekolah Menengah Atas (SMA) Roudlatussalam Gunungsari yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Roudlatussalam, merupakan satu lembaga resmi milik yayasan tersebut. Sekolah ini memiliki dua jurusan, yaitu IPA dan IPS. SMA Roudlatussalam Gunungsari sudah menerapakan kurikulum merdeka yang mana didalamnya terdapat program pembelajaran projek penguatan profil pelajar pancasila (P. yang sudah berjalan dengan baik dan menunjukkan Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. komitmennya terhadap peran kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapannya. Kurikulum yang digunakan di sekolah ini terdiri dari dua jenis, yaitu Kurikulum Merdeka, yang mencakup program pembelajaran P5 (Merdeka Belajar Kurikulum Merdeka/MBKM), dan Kurikulum 2013 (K. Berdasarkan penelitian di SMA Roudlatussalam Gunungsari sekolah tersebut menerapkan P5 dengan tema pertama demokrasi yang sudah panen karyanya pada bulan November 2023, tema kedua kearifan lokal dan tema ketiga gaya hidup Februari Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah menghadapi beberapa kendala, seperti kurang optimalnya tenaga pendidik dalam menjalankan P5 dan fasilitas yang kurang Namun, guru-guru terus belajardan meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti workshop atau seminar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh peran kepala sekolah dalam menjalankan program P5 di SMA Roudlatussalam. P5 adalah program di Kurikulum Merdeka yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas siswa, serta mempersiapkan mereka untuk berpartisipasi dalam pembangunan global. Dalam program ini, siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan profil mereka sebagai pembelajar Pancasila. Kepala sekolah memiliki peran penting dalammensukseskan program P5. Mereka berperan sebagai relawan yangmelatih siswa dan guru, serta memberikan dukungan dan arahan yang diperlukan. Oleh karena itu, peneliti ingin melakukan penelitian di SMA Roudlatussalam Glenmore Banyuwangi dengan judul "Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMA Roudlatussalam". Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang peran kepala sekolah dalam penerapan P5, serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalampelaksanaan program tersebut. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dalam metode menggambarkan realitas yang ada. Peneliti mengamati, mendengarkan, dan Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. merasakan apa yang terjadi di lapangan, dan kemudian mengartikulasikannya dengan jelas untuk menghasilkan data yang valid dan akurat. Pendekatan ini sesuai dengan pendapat Sugiyono . tentang gambar terorganisir. Sugiyono menjelaskan bahwa penelitian kualitatif bertujuan untuk menghasilkan gambaran yang terorganisir tentang fenomena sosial yang diteliti. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Roudlatussalam Glenmore. Banyuwangi. Yaitu lembaga di bawah naungan yayasan Pondok Pesantren Raudltussalam. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data primer dan data Sumber data primer yakni, kepala sekolah. Wks. Kurikulum dan guru. Sebagai narasumber dan observasi langsung di lembaga untuk mendapatkan data dan informasi mengenai fokus masalah dalam penelitian. Sedangkan data sekundernya yaitu di dapat dari berkas, arsip dokumen dan data pendukung Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara. Observasi. Dan Dokumentasi. Subjek penelitian: kepala sekolah. Wks. Kurikulum, dan guru. Teknik pemeriksaan data menggunakan triangulasi. Analisis Data Menggunakan Reduksi Data. Penyajian Data. Dan Verifikasi Data. Hasil dan Pembahasan Peran kepemimpinan kepala sekolah Hasil temuan yang didapat peneliti di lapangan mengenai peran kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. adalah kepala sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka yang di dalamnya berisi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. peran kepala sekolah sangat penting karena kepala sekolah berperan sebagai pembentuk tim pelaksanaan proyek, menjadi pengawas dalam pelaksanaan P5, melakukan komunikasi dengan guru-guru, dan memberikan pelatihan kepada guru secara berkala. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh (Asiati & Hasanah, 2. Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam pelaksanaan P5 yaitu membentuk tim fasilitator, merencanakan projekP5, dan menjadi pengawas dalam pelaksanaannya. Peran -peran kepalasekolah ini diharapkan dapat Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. menggerakkan pendidik dan peserta didikuntuk berperan aktif dalam pelaksanaan projek P5. Kepala sekolah Juga mengarahkan warga sekolah agar memiliki persepsi yang sama tentang pentingnya Implementasi kurikulum merdeka. Dalam pelaksanaan kurikulum merdeka di SMA Roudlatussalam masih ditemukan ada ketidaksamaan persepsi dalam memahami kurikulum merdeka belajar dari para pengajar terutama berkaitan dengan perencanaan pembelajaran yaitu dalam menentukan tujuan pembelajaran, pembelajaran, capaian pembelajaran, serta pembuatan modul pembelajaran. Sehubungan dengan hal ini kepala sekolah mengikutkan pelatihan-pelatihan kepada guru . (Menguatkan ,a. bahwasannya kurikulum merdeka jauh lebihsederhana dibandingkan kurikulum sebelumnya, baik itu kurikulum 2006, 2013 dan kurikulum lainnya. Dalam praktek dan penerapannya, kurikulum merdeka lebih membebaskan peserta didik untuk kreatif dalam proses belajar. Peran kepemimpinan kepala sekolah SMA Roudlatussalam dalam penerapan P5 adalah: Mengikuti kegiatan lokakarya pembelajaran dan asesmen PSP (Program Sekolah Penggera. Mengikuti kegiatan Refleksi satuan pendidikan bersama pengawasahli dan guru yang pernah ikut bimtek. Tujuan utama melaksanakan refleksi ini adalah untuk memahami kekurangan dan kelemahan guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Mengikuti kegiatan percepatan pemanfaatan platform merdeka mengajar. Tujuannya untuk membangun dan menunjang penerapan kurikulum pemahaman tentang kurikulum merdeka. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Memberikan motivasi dan membantu sepenuhnya tantang pelaksanaan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasil. tujuannaya untuk memberikan penguatan kepada guru untuk bisa optimal dalam pelaksanaan projek. Mengikutkan pelatihan kepada guru untuk memberikan wawasan tentang kurikulum merdeka kepada guru yang bersangkutan. Peran kepala sekolah sebagai manajer dalam mewujudkan profil pelajar pancasila yaitu mengarahkan dan menggerakan guru untuk menanamkan nilainilai yang termuat dalam profil pelajar pancasila. Hal ini juga dapat berupa program-program yang dirancang bersama para guru untuk menginternalisasikan nilai-nilai tersebut. kemudian sebagai administrator atau yang mengurusi pengadministrasian yang berhubungan dengan penanaman pendidikan karakter sepertihalnya dalam profil pelajar pancasila. (Wahyudi, 2. Kepala sekolah merupakan seorang pemimpin yang memiliki peran sangat penting dalam mewujudkan visi dan misi serta tujuan suatu sekolah. Kepala sekolah yang dikatan sebagai penggerak memiliki beberapa peran untuk mengupayakan terwujudnya visi dan misi tujuan sekolah tersebut. Adapun perannya sebagai manajerial, motivator, fasilitator administrator, pendidikan, serta kewirausahaan (Cahyani 2. Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Kurikulum Merdeka memperkenalkan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P. sebagai elemen baru yang bertujuan untuk melahirkan generasi muda yang cakap dalam menghadapi era modern. P5 berfokus pada pengembangan kompetensi dan karakter peserta didikmelalui pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, bukan semata-mata mengejar hasil akhir. Fleksibelitasmenjadi ciri khas P5, di mana isi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi sekolah. Hal ini memungkinkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara optimal. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Fokus utama P5 terletak pada proses pembelajaran yang mampu mengasah kompetensi dan karakter peserta didik, memupuk mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, terungkap bahwa Perencanaan waktu dilakukan untuk penentuan agenda yang tepat supaya projek dilaksanakan sesuai tujuan yang diagendakan berkaitan dengan waktu (Wahidaty, 2. Perencanaan waktu inidiperlukan karena projek memiliki karakteristik yang khas sehingga diperlukan gambaran yang matang P5 akan dilaksanakan dalam kegiatan intrakurikuler serta ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler merupakan kegiatan pembelajaran ada dalam mata pelajaran (Dahlan. Mahyuddin, & Muslim, 2. pelaksanaan P5 di sekolah juga mengintegrasikan kegiatan ekstrakurikuler. Ekstrakurikuler, sebagaimana dijelaskan oleh Ubaidah . , merupakan kegiatan di luar jam pelajaran yang dirancang untuk mengembangkan potensi peserta didik dan mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh. Perencanaan P5 di SMA Roudlatussalam dirancang untuk memberikan kesempatan belajar yang informal, fleksibel, dan interaktif kepada siswa. Tujuannya adalah untuk membantu siswa meningkatkan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan di era modern. P5 memberi kesempatan yang sama bagi setiap siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya tanpa batasan, serta mendorong mereka untuk terlibat langsung dengan lingkungan sekitarnya. Beberapa prinsip utama P5 di SMA Roudlatussalam meliputi: prinsip Holistic yaitu P5 mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dan pengetahuan untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh kepadasiswa. Kontekstual yaitu P5 menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata dan kebutuhan siswa. Berpusat pada siswa yaitu P5 memberi siswa kesempatan untuk memimpin dan bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri. Dan Eksploratif merupakan P5 mendorong siswa untuk meneliti, menemukan solusi kreatif. Meskipun P5 merupakan program baru dalam pendidikan Indonesia. SMA Roudlatussalam telah mengambil langkah proaktif dengan menerapkannya secara efektif. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Pembagian waktu yangterpisah memungkinkan pendidik untuk berinovasi, merancang, dan merencanakan proyek yang sesuai dengan minat dan karakteristik siswa. Modul P5 di sekolah ini merupakan hasil modifikasi dari modulkurikulum merdeka, disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan lokal. Pelaksanaan P5 di SMA Roudlatussalam dilakukan pada akhir semestersetelah siswa menyelesaikan seluruh pembelajaran intrakurikuler. Sistem blok digunakan untuk memastikan fokus dan dedikasi penuh siswa selama P5 Hal ini penting untuk menghindari tumpang tindih dengan kegiatan belajar lain dan memastikan P5 berjalan dengan optimal. Untuk tema yang digunakan dalam penerapan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. SMA Roudlatussalam. Kemendikbudristek Tahun Ajaran 2021/2023. membuat tuju tema sebagai berikut: Gaya Hidup Berkelanjutan . Kearifan lokal . Bhineka tunggal ika . Bangunkan jiwa dan raganya . Suara demokrasi . Berekayasa dan berteknologi untuk membangun NKRI . Kewirausahaan Kesimpulan mengandalkan makna hasil dan diskusi penelitian yang lebih komprehensif. Saran yang ditujukan untuk tindakan praktis . embaga yang ditelit. , untuk pengembangan teori baru, dan untuk penelitian lebih lanjut. Perilaku siswa setelah melakukan projek ini siswa menjadi lebih baik dan kreativitasnya Siswa juga mampu memenuhi target karakter dalam P5. Hal ini sejalan dengan (Menguatkan, mengatakan bahwa Sekolah Menengah Kejuruan Roudlatussalammenerapkan tiga tema yang diantaranya kearifan lokal, suara demokrasi dan gaya hidup berkelanjutan dari tujuh tema yang sudah ditetapkan oleh pemerintah adalah sebagai berikut: Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Pertama, berdasarkan hasil kesepakatan yang dilakukan pada awal pertemuandalam memilih dan menentukan tema, dari tuju tema yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. SMA Roudlatussalam mengambil tema kearifan lokal dengan topik makanan khas Banyuwangi. Penjelasan mengenai pemilihan tema ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh . ahfi, 2. yang menunjukkan bahwa berdasarkan hasil kesepakatan yang dibuat di awal pemilihan tema, penyusunan modul proyek, serta elaborasi terkait pelaksanaan tindakan yang akan dilakukan telah siap maka kegiatan siap dilaksanakan. Waktu pelaksanaan P5 ini SMA Roudlatussalam melaksanakan P5 dengan tema Kearifan lokal. Siswa kelas X pada semester pertama dengan topik pembuatan makanan khas Banyuwangi. pelaksanaan P5 menggunakan sistem blok yaitu pada hari jumat. Pelaksanaan proyek ini melalui beberapa tahap (Ali tahapan tersebut diawali dengan mensosialisasikan kegiatan proyek pada peserta didik, kemudian menyampaikan assesmen. Assesment tersebut digunakan untuk tahap diagnostik awal, dilakukan dengan cara presen, ceklist ataupun kuisioner dan observasi kelas. Pada tahap kontekstualisasai guru menyampaikan materi terkait tema yang dipilih yaitu kearifan lokal dengan mengangkat topik masakan khas Banyuwangi. Kemudian siswa diminta untuk mencari tahu berbagai macam makanan khas Banyuwangi yang ada di sekitar sekolah. Setelah menentukan makanana yang akan dipraktikkan guru menampilkan video atau slide materi masakan tersebut dan meminta siswa untuk mencatat resep masakan. Siswa juga diberi informasi mengenai bahan-bahan yang harus dibawa kesekolah sebagai bahan praktik. mulai pelaksanaan praktiknya, siswa menyiapkan bahan-bahan untuk dibuat msakan khas Banyuwangi kemudian siswa membuat masakan tersebut dengan komponen bahan yang sudah disiapkan. Langkah selanjutnya yaitu menyajikan hasil masakan yang dibuat oleh siswa. Pelaksanaan Proyek penguatan profil pelajar pancasila tema kearifan lokal siswa kelas X di SMA Roudlatussalam terfokus dalam 4 dimensi yaitu . berkebhinekaan global, . bergotong royong, . ( Irawati. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Pada kegiatan tema kearifan lokal dalam penguatan pendidikan karakter harus dikembangkan berdasarkan dimensi profil pelajar pancasila ( Ulandari & Rapita,2. Hasil dari kegiatan proyek ini membawa dampak positif terkaitperkembangan sikap yang dimiliki oleh siswa SMA Roudlatussalam. Besar kecilnya pengaruh yang ada pada diri siswa tergantung dari siswanya masing-masing (Maulida, 2. Kepala sekolah mengungkapkan bahwa harapan dari kegiatan P5 dengan tema kearifanlokal membawa perubahan baik sikap maupun perilaku yang ada pada diri siswa. Dengan adanya kegiatan Proyek P5 ini, ibu dan bapak gurumerasakan bahwa anak-anak dapat bekerjasama dengan temannya dalam menentukan siapa yang membawa bahanbahan, kemudian anak-anak bisa bertanggung jawab atas kegiatan yang Dalam pelaksanaan Proyek P5 pada tema kearifan lokal siswa kelasX di SMA Roudlatussalam tentu saja perlu adanya evaluasi dengan tujuan untuk mengidentifikasi selama kegiatan proyek yang tentunya tidak lepas dari kekurangan, mengamati setiap perkembangan dan kemampuan peserta didik dan menemukan solusi pada kegiatan proyek yang akan dilaksanakan selanjutnya (Ulandari & Rupita, 2. SMA Roudlatussalam dalam pelaksanaanya menggunakan evaluasi awal, evaluasi ini dimulai dari awal pertemuan ketika pelaksanaan P5 kemudian dilaksanakan pada saat proses diskusi dan presentasi. Refleksi akhir pelaksanaannya di akhir yaitu setelah implementasi P5 selesai berupa pembuatan video dan di upload di akun ( belajar. ) pelaksanaan. Kedua, dalam rangka penerapan P5 SMA Roudlatussalam pada tahun ajaran 2022/2023 melaksanakan kegiatan dengan tema suara demokrasi. merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk mendorong upaya pengembangan kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila yang disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan. Pelaksanaan P5 dilakukan secara fleksibel dari segi muatan, kegiatan dan waktu Kegiatan P5 suara demokrasi menggunakan sub tema pemilihan ketua dan wakil ketua Osis, yang dilaksanakan untuk kelas X yang bersifat Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. simulasi dan implementasi langsung pada ajang pemilihan ketua dan Wakil Ketua OSIS. Rangkaian kegiatannya dimulai dengan seleksi di satu ruangan kelas mulai dari kelas X-1 sampai dengan kelas X-2. Selanjutnya perwakilan dari pasangan dari setiap kelas melakukan kampanya dengan memaparkan visi dan misi serta program bersama tim suksesnya. Setelah masa kampanye usai, selang beberapa hari tepatnya pada hari senin 15 Oktober 2024 dilakukan pemungutan suara langsung yangdiikuti oleh seluruh siswa kelas X dan guru yang akan melakukan pencoblosan mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disediakan oleh panitia di sekolah, tepatnya di halaman sekolah. Perhitungan hasil pemungutan suara calon ketua Osis dilakukan oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) SMA Roudlatussalam. Harapannya kepala sekolah semoga Kegiatan P5 suara demokrasi dengan sub tema pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Osis, dapat membekali siswa berupa karakter profil pelajar pancasila untuk menjadi warga negara Indonesiayang baik dan apapun hasilnya semoga memberikan pendidikan yang terbaik bagi pembelajaran berdemokrasi siswa siswi SMA Roudlatussalam Glenmore. Ketiga. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. SMA Roudlatussalam mengambil tema Gaya Hidup Berkelanjutan untuk mengajak siswa dan siswi memahami pentingnya hidup berkelanjutan dan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan manusia dankelestarian lingkungan. Sekolah SMA Roudlatussalam Glenmore menerapkan tema Gaya Hidup Berkelanjutan memberikan manfaat yang positif bagi lingkungan dan kualitas hidup manusia. Dengan mendaur ulang sampah yang bisa di daur ulang untuk dijadikan bahan memilih tema Gaya Hidup Berkelanjutan karena kondisi terkait kebersihan dan pengelolaan sampah. Evaluasi kegiatan P5 SMA Roudlatussalam dilakukan dengan evaluasi di awal, tengah dan akhir. Hal ini sejalan dengan (Menguatkan, 2. yang mengatakan bahwa SMA Roudlatussalam melakukan evaluasi berupa refleksi awal, tengah dan akhir refleksi. Refleksi awal dilakukan setelah pelaksanaan P5 Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. Khoirul Muthoharoh. Amirotun Nahdliyah. Moh. Harun Al Rosid Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 266-265. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. di awal pertemuan. Refleksi berkala dilakukan setelah selesai pembelajaran P5. Refleksi akhir dilakukan setelah serangkaian implementasi P5 selesai. Kesimpulan Peran kepemimpinan kepala sekolah di SMA Roudlatussalam memiliki peran yang sangat penting dalam penerapan P5 karenakepala sekolah bertanggung jawab atas keberlangsungan pelaksanaan kegiatan P5 tersebut. peran kepemimpinan kepala sekolah dalam penerapan P5 yaitu membentuk tim fasilitator, merencanakan projek dan menjadi pengawas dalam kegiatan pelaksanaan P5. Juga memberikan pelatihan P5 kepadapendidik secara berkala. Penerapan projek penguatan profil pelajar pancasila (P. sebagai salah satu wujud pembelajaran dalam kurikulum P5 bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta didik melalui proyek- proyek yang bertemakan Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini meneliti P5, pelaksanaan dan pengelolaan kegiatan, hingga evaluasi dan rencana tindak lanjut untuk memastikan kelancaran dan efektivitas program. Daftar Pustaka