JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 TRITUNGGAL: KONTROVERSI TEOLOGIS DAN IMPLIKASINYA BAGI IMAN KRISTEN Samuel Tampubolon Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam samuel@st3b. Abstract The doctrine of the Trinity is one of the theological issues that is full of controversy until today, starting from the era of the church fathers to the contemporary era. It must be recognized that is impossible for the Trinity to be discussed and understood completely by limited human thought. This study aims to revitalize the doctrine of the Trinity in the midst of the rampant debate on social media, especially on the Youtube platform, which certainly creates an uncomfortable atmosphere. There are certain groups that vigorously reject the doctrine of the Trinity but claim to be Christians and their churches are legally The author will review the early history of the doctrine of the Trinity and examine its theological foundation to confront groups that oppose the doctrine of the Trinity. Althought the Bible literally does not write the term Trinity, the church and tradition contain it. A misunderstanding of GodAos existences will also indirectly relate to and have an impact on other doctrines. The rejection pf the doctrine of the Trinity harms Christianity. Keywords: Trinity. Doctrine. Christianity. Father. Jesus. Holy Spirirt Abstrak Doktrin Tritunggal merupakan salah satu isu teologis yang penuh dengan kontroversi sampai saat ini, dimulai era bapa-bapa gereja sampai era kontemporer. Memang harus diakui bahwa tidak mungkin Tritunggal dibahas dan dimengerti secara tuntas oleh pemikiran manusia yang terbatas. Kajian ini hendak merevitalisasi doktrin Tritunggal ditengah-tengah maraknya debat kusir di media sosial khususnya di platform Youtube yang tentu menciptakan suasana tidak nyaman. Adanya golongangolongan tertentu yang dengan gencar menolak ajaran Tritunggal namun mengaku sebagai orang Kristen dan gerejanya diakui secara legal. Penulis akan mengulas awal mula munculnya doktrin Tritunggal dan mengkaji landasan teologisnya untuk mengkonfrontir kelompok-kelompok yang menentang ajaran Tritunggal. Kendatipun secara harafiah Alkitab tidak menuliskan istilah Tritunggal namun gereja dan tradisi memuat akan hal tersebut. Pemahaman yang keliru terhadap keberadaan Allah secara tidak langsung juga akan berkaitan dan memiliki dampak dengan doktrin-doktrin yang Penolakan terhadap doktrin Tritunggal menciderai kekritenan. Kata Kunci: Tritunggal. Doktrin. Kristen. Allah. Yesus. Roh Kudus PENDAHULUAN Doktrin dalam teologi kristen selalu menjadi perbincangan yang hangat dalam akademisi kristen, bahkan menjadi pokok bahasan yang terus menerus Dalam kekristenan doktrin dapat dipahami sebagai sebuah rumusan terhadap kayakinan dan kepercayaan kepada Allah yang mewahyukan diri-Nya dalam wahyu umum dan khusus. Dalam bukunya Timo mengutip defenisi doktrin Alister E. McGrath bahwa doktrin menunjuk pada penafsiran atau penjelasan lebih rinci terhadap dogma yang berlaku dalam dikembangkan oleh seorang teolog (Timo Dengan demikian doktrin lebih bersifat defenisi dan penguraian yang jauh lebih luas, spesifik dan sistematis ditetapkan oleh gereja. Sebagaimana Alkitab dan gereja memiliki sejarah yang panjang demikian dengan doktrin. Oleh karena itu tidak berlebihan jika penulis berpendapat bahwa doktrin dalam kekristenan merupakan salah satu aspek yang sangat sentral selain Alkitab. Kendatipun demikian tetap secara hirarki doktrin harus berada dibawah dan tunduk kepada otoritas Alkitab, ini merupakan hal yang fundamental. Salah menimbulkan pergolakan yang sangat kentara adalah Tritunggal atau lebih dikenal dengan istilah AuTrinitasAy. Ajaran tentang Allah tritunggal merupakan keunikan sekaligus pembeda dengan JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 ajaran-ajaran iman yang tidak dimiliki agama lain. Perdebatan yang terjadi bukan saja dikalangan orang Kristen tetapi agama-agama lain juga terlibat dalam perdebatan ini. Penulis mencoba mengulas perdebatan tersebut dalam tiga Pertama, perdebatan yang dilontarkan dari luar kristen misalnya penulis mencatut agama Islam, yang gagal paham memahami Allah orang Kristen seperti hitungan matematika sehingga bagi mereka Allah orang Kristen ada tiga. Hemat penulis secara apologetis tentu perdebatan ini tidak akan menemukan titik temu karena tidak bisa keyakinan agama Islam digunakan untuk mahami keyakinan agama Kristen demikian sebaliknya seperti yang sering diungkapkan Bambang Noorsena dalam kanal Yotubenya (Noorsena 2. Kedua, perdebatan dari sekte yang berbeda dari kekristenan seperti Saksi Yehova. Sekte ini menolak ajaran tentang Tritunggal, pemahaman Tritunggal yang diajarkan dan diimani gereja sepanjang abad merupakan penghianatan dan pelecehan terhadap Alkitab. Selanjutnya Yesus Kristus Allah mahkluk ciptaan dengan demikian Yesus Kristus lebih rendah hakikatnya dari Allah. Secara historis pemahaman sekte ini mewarisi apa yang pernah diajarkan oleh Arius (Tony Lane 2. Melihat sosok tokoh dibalik sekte ini sangatlah tepat sekte ini dikategorikan sebagi sekte bidat karena Arius sendiri dalam Konsili Nicea . mendapatkan kutukan dari Ketiga, perdebatan di dalam kekristenan sendiri. Hemat penulis perdebatan dalam kalangan ini yang cukup menarik karena perdebatan dimunculkan oleh anggota tubuh Kristus keberadaanya secara legal. Dari sekian banyak doktrin yang sama-sama percaya dan mengimani namun tentang Tritunggal beberapa dari gereja tersebut justru Dalam tulisannya Amtiran mengungkapkan bahwa penolakan atas tritunggal dilakukan oleh Tewuh dan Erastus Sabdono. Baik sabdono dan Tewuh mempersoalkan rumusan iman mengenai Ketritunggalan Allah yang P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 menurut mereka tidak didasarkan pada Alkitab tetapi hanya sebatas warisan dari bapa gereja yang dimuat di Channel Yotube bernama Albert Rumampuk (Amtiran 2. Selanjutnya Sabdono Yohanes menyimpulkan bahwa Yesus tidak menjelma menjadi logos, dan juruselamat itu sebenarnya Allah atau Yahweh bukan Yesus. Gembala yang baik itu Allah bukan Yesus, dan terang itu Allah bukan Yesus melainkan berdiam di dalam diri Yesus. Secara sederhana pernyataan ini mendistorsi iman kekristenan karena jika pemahaman tersebut diterima maka itu sama halnya menolak Yesus Kristus yang sehakikat dengan Allah Bapa. Tentu ini sangat berbahaya karena bisa dikatakan sebagai ajaran sesat yang tidak disengaja yang memandang bahwa Anak dan Roh Kudus adalah mahkluk yang lebih rendah daripada Bapa, pandangan ini dikenal dengan istilah Pemahaman yang keliru terhadap keberadaan Allah secara tidak langsung juga akan berkaitan dan memiliki dampak dengan doktrin-doktrin yang lainnya. Memang harus diakui doktrin tentang Tritunggal merupakan doktrin yang sulit dimengerti dan jika dimengerti, tidak mungkin dapat dipahami dengan tuntas (Matalu 2. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengerti Tritunggal adalah dengan menggunakan analogianologi dan ilustrasi. Harus dipahami bahwa semirip apapun analogi dan ilustrasi yang digunakan tidak mungkin mejelaskan dengan tuntas tentang Allah Sang Pencipta yang tidak terbatas. Ada sebuah pernyataan yang cukup menarik kepercayaan kepada Trinitas, kekristen identitasnya (Farkasfalvy et al. Keterbatasan pikiran manusia harus diakui, tetapi ajaran Alkitab yang tidak bisa diterima secara rasional tetap harus diterima dan diakui. Hemat penulis ajaran tentang Tritunggal pasti memiliki implikasi bagi orang kristen untuk memahami Allah yang diyakininya. METODE PENELITIAN Berdasarkan uraian diatas penulis JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 akan mengulas sejarah doktrin Tritunggal dan mengkaji landasan teologis yang dapat dipertanggungjawabkan untuk menemukan kebenaran yang objektif dan Pendekatan digunakan dalam tulisan ini pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan analisis literatur, serta mengumpulkan data-data primer dan sekunder baik melalui buku, artikel ilmiah . yang Pendekatan berbeda dengan penelitian lainnya karena dimulai dari pendekatan kepada kenyataan fakta yang ada dilapangan selanjutnya baru dicari rujukan teorinya (Jaffray 2. Misalnya pada konteks gereja, tahap awal adalah upaya untuk memahami sebuah proses yang terjadi di dalam gereja. Dengan kata lain menemukan makna. Selanjutnya penulis berupaya untuk menarik benang merah dari awal munculnya istilah Tritunggal dan dinamika yang terjadi serta landansan-landasan Dalam tulisan ini berfokus pada tulisan Yohanes di pasal yang pertama tentang konsep Tritunggal. Dengan demikian penulis bisa menarik kesimpulan dan apakah topik yang dibawah ini penting dan memiliki implikasi dalam dunia kekristenan saat P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 dan Allah Roh Kudus. Allah Bapa bukan Allah Anak (Kristu. Allah Anak bukan Roh Kudus, dan Roh Kudus bukanlah Allah Bapa. Penganut ajaran Tritunggal percaya bahwa Satu Allah dalam Tiga Pribadi dan Tiga Pribadi dalam Satu Allah (Junimen 2. Dimana kedudukan masing-masing tersebut sederajat . , ada dengan sendirinya . , sama-sama berkuasa . , dan kekal . o-eterna. Istilah Tritunggal pertama kali dicetuskan oleh Tertullianus . , dikenal sebagai Bapa teologi Latin Barat karena orang kristen pertama yang menulis dalam bahasa Latin. Bersama dengan Origenes ia merupakan penulis Kristen terbesar abad ke-2 dan ke-3 (Tony Lane 2. Adapun yang Tritunggal dari Tertullianus adalah untuk AumonarkiAy pemerintahan tunggal dari Allah yang dipelintir dengan cara cerdik dimana Sang Bapa adalah Anak adalah Roh Kudus dengan kata lain padangan ini hendak mengatakan bahwa Bapa. Anak dan Roh Kudus merupakan tokoh yang sama dengan tiga nama. Salah satu tokoh yang menonjol dari golongan tersebut adalah Praxeas. Tertullianus tentang Tritunggal dan menjelaskan posisi ortodoks yang saat ini diwariskan dan dipegang oleh gereja secara umum bahwa Allah adalah satu hakikat yang terdiri dari tiga pribadi. Yesus tidak lebih Bapa diperanakkan oleh perawan Maria tetapi dipahami seperti istilah biologis dengan kosep keluarga manusia jasmaniah karena Yesus bukanlah hasil hubungan biologis antara laki-laki dan perempuan tetapi Dia dikandung dari Roh Kudus dan disebut Anak Allah. Pada tahun 325 diadakanlah konsili Nicea . i Asia kecil dekat Constatinope. , konsili ini diadakan sebagai reaksi terhadap ajaran Arius. Konsili ini dihadiri kira-kira 250-350 Arius presbiter dari Aleksandria dan timbullah perselisihan dengan uskupnya Alexander HASIL DAN PEMBAHASAN Doktrin Tritunggal & Ajaran Bidat Salah satu pemicu yang menjadi sumber perdebatan tentang ajaran Tritunggal adalah karena secara harafiah istilah tersebut tidak ada tersurat di dalam Alkitab baik di Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Lebih lanjut doktrin Tritunggal hampir selalu menjadi objek kontroversi karena dianggap sebagai produk ciptaan gereja oleh teolog-teolog atau disebut bapa-bapa gereja (Djone Georges Nicolas 2. Namun demikian sumber-sumber kuno, abad pertengahan, serta buku-buku pegangan teologi klasik, dan dokumen-dokumen gereja memuat konsep Tritunggal dan dapat ditelusuri serta dipertanggujawabkan kebenaran dan keotentikannya. Ajaran Tritunggal meyakini keberadaan Allah Yang Esa yang terdiri dari Allah Bapa. Allah Anak JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 pada tahun 318. Ajarannya memiliki kesamaan dengan Origenes yang percaya bahwa Allah Bapa lebih besar daripada Anak Allah, yang pada gilirannya lebih besar dari Roh Kudus. Namun sedikit berbeda dengan Origenes. Arius tidak percaya akan keberadaan hirarki pribadi-pribadi ilahi. Baginya hanya Allah Bapa adalah Allah dan Putra yaknik Anak adalah ciptaan dan bukan Allah. Yesus diciptakan dari tidak ada, dan terdapat satu waktu diamana Dia belum ada (Matalu 2. Dalam Konsili yang diputuskan oleh Kaisar Arius dan pengikutnya disalahkan atas ajarannya lalu dipecat dan dibuang. Tentu ajaran Arius mengorbankan keilahian Kristus dan secara hirarki Yesus lebih rendah dari Bapa. Dengan demikian rumus dari Konsili Nicea adalah bahwa Logos atau Anak. Auhomo-usiosAy dengan Bapa. Dengan pengertian yang sama berarti AusezatAy atau AusehakikatAy (Berkhof 2. Kendatipun rumusan tentang Tritunggal telah diputuskan dalam Konsili Nicea tetapi perdebatan terus menerus Golongan-golongan yang tidak menerima keputusan tersebut terus melakukan perlawanan bukan saja membenarkan ajarannya tetapi juga bersaing untuk merebut kuasa di dalam Perlu dipahami bahwa di era tersebut gereja telah diintervensi oleh politik dan kekuasaan. Terbukti dengan Athanasius Tritunggal melawan sahabat karib dari Arius yaitu Eusebius. Eusebius dan kelompoknya banyak yang berkuasa. Sekitar tahun 356-361 golongan Athanasius sendiri mengalami kesulitan karena saat itu pemerintahan Constantinus kaisar adalah seorang Arian dan mendesak gereja untuk menerima ajaran bahwa Anak AumenyerupaiAy . Bapa. Athanasius tetap pada pemahannya yang ortodoks yaitu istilah Auhomo-usiosAy yang telah diterima di Nicea dan makna sejatinya Athanasius merumuskan bahwa Logos sama sekali sehakikat dengn Allah Bapa, sungguhpun Logos dan Allah harus dibedakan, tetapi pada hakikatnya Pertikaian Tritunggal ini baru berakhir sesudah Theodosius Agung, yang anti Arian P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Dan diadakanlah Konsili Oikumenis yang Constantinopel merumuskan pengertian yang lebih terang dan dalam, bukan saja Anak homo-usios dengan Bapa tetapi Roh Kudus juga sezat dengan Bapa seperti Athanasius Berdasarkan tentang Tritunggal yang penulis uraikan diatas, penulis berpendapat bahwa hanya dipertontonkan yaitu golongan yang Tritunggal Apabila perdebatan itupun terus berlangsung hingga pada era sekarang. Hanya ada dua pilihan, menerima atau menolak dan Penulis sendiri dalam tulisan ini sepakat dan menerima ajaran Tritunggal yang telah diajarkan dan diperjuangan oleh gereja dalam konsilikonsili. Tertullianus. Athanasius dan generasi-generasi Sekalipun mungkin ajaran Arius bisa diterima namun pada akhirnya ajarannya menjadikan Kristus sebagai setengah Allah . bukan sebagai manusia dan bukan sebagai Allah. Dalam rumusannya tentang Allah Arius telah dipengaruhi oleh dalil-dalil filosofis Harus diakui gereja Kristen tidak dapat mengabaikan dan meninggalkan konsep-kosnep filosofis tetapi janganlah konsep filsafat dipaksakan dalam dalam konsep teologi. Seperti yang pernah dicetuskan oleh Luther, jikalau konsepkonsep filsafat mau dipergunakan dalam teologi, maka mestilah konsep-konsep tersebut dipabtiskan. Dengan pengertian lain konsep-konsep yang dilahirkan mewakilkan apa yang dimuat dalam Alkitab. Disinilah perbedaan pengakuan Iman Nicea dengan ajaran Arius. Dalam Konsili Nicea gereja tidak berupaya masuk dalam misteri Allah atau melukiskannya seperti yang dilakukan Arius dengan menggunakan pandangan konsep filsafat terhadap transedensi Allah. Rumusan Tritunggal sebagai tiga JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 disimbolkan seperti gambar dibawah ini. Tritunggal bergantung pada kapasitasnya untuk menghasilkan makna teologis dalam konteks yang relevan. Dengan demikian, tugas teologisnya adalah bagaimana Trinitas eksperiensial bagi orang kristen, baik sebagai objek doa, pengakuan dosa, maupun pujian. Hal ini juga menuntut para teolog untuk menggunakan alat-alat memahami, menjelaskan, mengklarifikasi, dan menetapkan makna dan referensi dari frasa-frasa Trinitas, seperti misalnya istilah Tritunggal yang populer pada Abad Pertengahan, bahwa tiga hal adalah satu hal . res res sunt una re. Istilah ini merujuk kepada persamaan sifat Allah Tritunggal, dimana masing-masing pribadi mempunyai substansi yang sama dan Doktrin Tritunggal merupakan pusat dari iman kekristenan, dimana Allah sendiri mewahyukan dirinya . eus revelatu. Allah Tritunggal berada dan penuh dalam diri-Nya sehingga Dia tidak membutuhkan objek. Tritunggal tinggal secara komunio dengan penuh kasih dan dalam kepenuhan kasih-Nya Allah Tritunggal hendak menyalurkan, diri-Nya manusia dan ciptaan-Nya (Adolph 2. Itu sebabnya bila iman Kiristen dilepaskan dari Tritunggal maka doktrin tersebut tidak utuh dan kehilangan maknanya. Tentu inilah corak khas dari iman kristen yang iman-iman agama yang lain. Inilah ladandasan berpijak bagi ortopraksi bagi orang-orang ANAK BAPA P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 ALLAH ROH KUDUS Harus diakui bahwa Tritunggal adalah opus magnum atau karya agung dari Bapa-bapa gereja yang memberikan dampak teologis bagi kekristenan hingga saat ini yakni tentang keberadaan Allah . Istilah Tritunggal telah menjadi gagasan iman. namun bukan berarti dapat dipahami bahwa istilah ini hanya merupakan gagasan manusia semata. Sebuah ayat tradisional seperti I Yohanes 5:7 memerikan kesaksian Bapa. Firman dan Roh Kudus. Landasan Teologis Doktrin Tritunggal Tidak Tritunggal secara literal dalam Alkitab harus diterima, tetapi jangan diabaikan bahwa konsep Tritunggal banyak dimuat dalam Alkitab baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Ajaran Trtiunggal mencakup pemahaman dari kesatuan ketiga pribadi Allah (Bapa. Anak dan Roh Kudu. Ajaran ini harus dipahami sebagai Allah adalah satu berkaitan dengan esensi dan tiga pribadi adalah setara dengan Trinitas sebagai doktrin kristen harus diakui sebagai isi dari wahyu, meskipun rumusan tradisional normatifnya ditemukan dalam Pengakuan Iman Nicea dan bukan dalam artikulasi kitab suci secara harafiah. Oleh karena itu doktrin Konsepsi Tritunggal dalam Perjanjian Lama Tuduhan bahwa tidak ada konsep Tritunggal dalam Perjanjian Lama merupakah sebuah Nee Perjanjian Lama penuh dengan Allah Tritunggal bagi pengalam kita, hanya saja Dia masih sedikit tersembunyi dan disajikan dalam lambang-lambang (Nee. Lee, and Indonesia 2. Teka teki terselubung dari wahyu Tritunggal dalam JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 Perjanjian Lama pada akhirnya lebih jelas didemonstrasikan dalam Perjanjian Baru tentang inkarnasi Kristus dan pencurahan Roh Kudus. Seringkali Perjanjian Baru menarik garis yang lebih defenitif dalam potret Perjanjian Lama . Kej. 1:1-3 Yoh. 1:1-. identitas para tokoh dalam percakapanpercakapan Perjanjian Lama yang masih rancu . Mzm. 2 dengan Ibrani 1, dan Mzm. 110 dengan Mrk. 12-35-. bagaimana mengenali hikmat lebih dari sekedar personifikasi sastra, dengan mengidentifikasinnya sebagai Anak Allah yang dikasihi, gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulu dari segala ciptaan (Kol. 1:13-. Dalam Perjanjian Lama menunjukkan keuanikan Alkitab dalam menggunakan nama diri Allah yaitu YHWH yang sering disebut sebagai AutentragrammatonAy karena terdiri dari empat huruf Ibrani. Makna dibalik penggunaan nama terebut adalah untuk membedakan Allah Yang Esa dengan allah-allah lain yang bukan Allah. YHWH hanya digunakan untuk menyebut Allah Yang Esa nama yang kudus (Mzm. kemuliaan yang tidak akan dibagikan-Nya (Yes. Orang Yahudi menganut pemahaman iman yang monoteisme . atu Allah yang bena. , dan Perjanjian Lama menjadi petunjuk yang sangat fundamental tentang Allah yang Esa itu. Dalam pentateukh ada sebuatan yang dinamai dengan AuShema IsraelAy yang merupakan teks Ulangan 6:4. Ayat ini menjadi landasan yang kuat sebagai pengakuan dan penekenan terhadap Allah yang Esa. Inilah yang menjadi ketaatan umat Israel kepada satu Tuhan . (Eagle Oseven, n. Eksklusivitas yang sama juga terdapat dalam Sepuluh Perintah dimana Allah menegaskan bahwa Dia adalah Tuhan yang benar yang telah membawa umat Israel keluar dari tanah perbudakan Mesir dengan kesimpulan selain penyembahan kepada Yahweh adalah penyembahan berhala. Shema Israel kepercayaan yang jelas bagi umat Israel Israel P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 berkembang di tengah dunia politeisme Asia Barat Dayak kuno. Konsepsi Tritunggal dalam Perjanjian Baru Ajaran tentang keesaan Tuhan tidak terbatas pada Perjanjian Lama saja. Dalam Yakobus 2:19 memperlihatkan kepercayaan kepada satu Tuhan. Dalam tulisan lain bisa ditemukan dalam tulisan Paulus kepada Timotius . Tim. 2:5-. digambarkan bahwa Allah itu Esa dan hanya ada satu Allah. Doktrin Trinitas sepenuhnya dibuktikan oleh perintah Yesus kepada murid-murid-Nya dalam Amanat Agung. Jejak Tritunggal bukanlah hal yang asing dalam Perjanjian Baru. Bisa dilihat dalam injil Yohanes Firman Tuhan dipersonifikasikan sebagai Yesus dan Roh Tuhan sebagai Roh Kudus. Matius dan Yohanes adalah dua kitab yang lebih banyak mewahyukan Trinitas. Dalam tulisannya Matius memeprlihatkan realitas dari Trinitas melalui penunjukan adanya satu nama untuk Ke-Tiganya. Terlihat dalam pembukaan kitab Matius. Roh Kudus . Putra yaknik Kristus . 1, dan Allah Bapa . Berbeda dengan Injil Markus yang dimulai dengan kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus (Markus 1:1-. atau Injil Matius dan Lukas yang dimulai dengan narasi tentang keadaan di sekitar kelahiran Yesus (Mat. 1:18-24. Luk. 1:4-2:. , dalam prolog Yohanes dimulai dengan situasi sebelum dunia dijadikan, ketika Logos ada di hadirat Allah (Yoh. 1:1-. Logos . aitu keberadaan yang kekal, hubungan yang intim dengan Allah, dan keikutsertaan partisipasi di dalam keilahia. dengan pengertian lain Logos sehakekat dengan Allah. (Murray J. Harris. Andreas J. Kystenberger 2. Logos digambarkan sebagai pribadi, kata o AANN dengan jelas berarti Ausebelum ada waktuAy dan Ausebelum Ia (Tuha. menjadikan bumiAy. Dengan sendirinya ayat satu . a hanya berbicara supratemporalitas dari Logos, namun melalui kata penghubung a AANN dan . ukan aAE) Yohanes mengisyaratkan JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 Tritunggal. Perlu dicatat bahawa dalam Perjanjian Baru mengidentitaskan Yesus sebagai AuTuhanAy padahal penamaan atau sapaan AuKuriosAy monoteisme yang keras di lingkungan Yahudi pada waktu itu. Reaksi mereka tentu tidak akan mentolerir sapaan seperti Yesus yang datang dalam daging dengan kewibawaan yang jauh berbeda dari manusia pada umumnya. Dia mengajar jauh lebih berkuasa dari ahli-ahli Taurat (Mrk. Dia menempatkan diriNya di atas Perjanjian Lama dengan Dia menggenapi nubuat dan menyatakan kehendak Bapa. Pada realitasnya sejak gereja kuno gereja berdoa kepada-Nya (Kristu. , hal ini sebagai komfirmasi bahwa para penulis Perjanjian Baru sejak awal telah percaya dan menerima Auhakikat ilahiAy dari Yesus Kristus yang sekalipun dalam wujud manusia tetapi tetap sehakikat dengan Allah Bapa. Untuk melihat ajaran Tritunggal dalam Perjanjian Baru tidak bisa dilepaskan dari sudut pandang Kristologinya. Misalnya afirmasi dalam tulisan Yohanes yang menujuk ke arah perkembangan Kristologis Diskusi Allah Tritunggal bukan saja untuk pemahaman terhadap doktrin teologi sistematis, tetapi merupakan pendispensian diri Allah dalam Trinitas-Nya ke dalam umat pilihan-Nya yang ditebus-Nya. pra-eksistensi kekal dari Logos. Oleh karena itu, menandakan keberadaan yang abadi . ada Firma. sudah ada secara kekal atau . ada mulanya Firma. Pada permulaan penciptaan dan waktu. Logos adalah ekspresi sempurna dari Allah Bapa sudah selalu ada, dan Logos ini berada dalam persekutuan yang aktif dengan Allah, dan Firman ini secara inheren memiliki sifat yang sama dengan Allah. EC AuDia,Ay yang menunjuk kepada Logos menandakan Aukeberadaan yang tidak pernah berakhir. Ay Firman atau Logos yang adalah AUC itu pada mulanya bersama-sama dengan Allah Bapa. Dengan demikian. Yohanes hendak meskipun Logos telah ada pada permulaan pada mulanya, ia tidak bersama-sama dengan Allah atau identik dengan Allah secara kodrati. Dengan demikian ajaran dari Arius dan Saksi Yehova mengatakan bahwa Yesus pernah tidak ada dalam keberadaanya dan Dia merupakan mahkluk ciptaan terbantahkan. Pengakuan Firman (Kristu. itu harus di damaikan dengan Allah sebagaimana yang diwarisi dari tradisi Yahudi. Selanjutnya dalam Yohanes 15:26 berbicara tentang Roh Kudus yang merupakan pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Roh Kudus diakui sebagai pribadi yang memiliki hakekat yang sama dengan Allah Bapa dan Anak. Konsep Tritunggal yang dimuat dalam injil Yohanes ini hendak menegaskan adanya satu Allah yang eksis dalam Tiga Pribadi, dan ketiga pribadi tersebut membentuk satu kesatuan dalam esensi keilahian yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain (Pabisa. Eunike, and Valentina 2. Dalam karyanya AuOn the holy SpiritAy. Gregory mingidentifikasi Roh bukanlah Anak karena Ia juga berasal dari Allah Bapa. Dengan demikian pemahaman yang menolak Roh Kudus sebagai bagian dari Allah tidaklah tepat. Kendatipun Roh . tersebut bersaksi tentang Kristus dan berpusat kepada Kristus bukan berarti Dia terpisah dari Allah dan merupakan pribadi yang berbeda dari Implikasi Doktrin Tritunggal Walaupun ajaran tentang kodrat Allah yang adalah Tritunggal menjadi topik yang sering menimbulkan kontroversi bukan saja dikalangan orang-orang yang bukan kristen tetapi juga dikalangan kristen itu sendiri. Tetapi ajaran tersebut harus tetap dipercaya karena merupakan ajaran yang bersumber dalam Alkitab walaupun terkesan bersifat konsepsional. Pemahaman yang beranggapan bahwa Tritunggal semata-mata merupakan ciptaan orang kristen (Bapabapa gerej. adalah keliru. Tidak ditemukannya istilah Tritunggal dalam Alkitab secara literal namun konsep ini JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 manusia tidak mentaati perintah-Nya dan Allah meninggalkannya dalam kuasa maut serta memutus hubunganya tetapi sebaliknya Dia mengutus Anak-Nya. Pekerjaan yang luar biasa ini dilakukan oleh Anak dengan Roh. Walaupun manusia tidak mengerti misteri ke-Tritunggalan Allah bukan berarti tidak dapat menikmati Allah yang misterius tersebut. Allah Tritunggal bukan saja hanya untuk dipahami tetapi untuk dinikmati secara hakiki. Walaupun tidak sepenuhnya Dia dapat dipahami tetapi kita harus meneriman-Nya sesui dengan segala apa yang diwahyuhkan dalam Alkitab. SIMPULAN Doktrin tentang Tritunggal selalu hangat untuk didiskusikan dan tetap Selama berabad-abad tiga aliran utama dari ajaran mengenai Tritunggal telah muncul triteisme, dan wahyu murni dalam Alkitab. Ini telah menjadi kontroversial bahkan di antara agama kristen sendiri. Semua teolog tentu sepakat untuk mengatakan bahwa sulit menjelaskan Tritunggal ini secara tuntas. Situmorang megutip Lee dalam bukunya yang berkata bahwa Tritunggal sebuah misteri, bahkan misterinya (Johar Situmorang Sekalipun menggunakan pedekatan filosofis, ajaran Tritunggal tetap menjadi suatu rahasia yang besar. Rasio tidak mampu untuk memecahkan misteri ini, karena tidak mungkin sesuatu itu dipahami tiga sekaligus satu, atau satu sekaligus tiga. Kebenaran-kebenaran Alkitab memiliki dua sisi sama halnya dengan Tritunggal, aspek satu di dalam tiga . ne-in-thre. dan aspek tiga di dalam satu . hree-inon. Kesulitan dalam mempelajari doktrin Tritunggal bukan berarti harus menolak dan menghidarinya karena Trtiunggal sendiri diajarkan Alkitab dan harus dipahami dalam lingkup yang komprehensif dan holistik. Harus diingat bahwa dasar iman Kristen adalah Allah yang Esa seperti yang tertulis dalam Ulangan 6:4. AuDengarlah, hai Israel: dapat ditelusuri di seluruh Alkitab. Dengan menerima ajaran Tritunggal itu berarti menyembah Allah yang Esa (Montang Sebagaimana diuraikan diatas bahwa doktrin Tritunggal merupakan dasar iman kristen maka implikasinya juga tentu akan berdampak langsung bukan saja kepada doktrindoktrin mempengaruhi kehidupan orang kristen secara langsung baik dalam lingkup ibadahnya maupun hubungan relasi sosialnya di masyarakat. Doktrin Trinitas merupakan landasan konseptual yang sangat tepat bagi keharmonisan hidup masyarakat yang berbeda (Uling 2. Orang kristen yang memahami konsep ini dengan baik tidak akan membuka peluang untuk melakukan perdebatan kusir yang dapat memicu kericuhan sosial seperti yang sering terjadi di media sosial hari-hari ini. Justru sebaliknya akan tetap menjaga hubungan relasionalnya di tengah-tengah Konsep Tritunggal yang mencerminkan hubungan Bapa. Anak, dan Roh Kudus bisa menjadi refleksi terhadap perbedaan individual yang dapat bersatu padu dalam mencapai tujuan yang lebih besar seperti yang dikatakan oleh Pabisa dkk dalam artikelnya yang berjudul AuAnalisis Konsep Tritunggal Allah Implikasinya berdasarkan Injil YohanesAy (Pabisa. Eunike, and Valentina 2. Hal ini memberikan implikasi praktis untuk umat kristiani untuk memandang perbedaan bukan sebagai halangan justru sebagai sebuah kekuatan untuk bertumbuh dan berkembang bersama. Tanpa Tritunggal Tuhan Konsep Tritunggal meskipun Putra dan Roh Kudus berasal dari Bapa namun Dia tidak berpegang pada Kuasa-Nya sendiri namun Dia berbagi segalanya dengan Putra dan Roh Kudus seperti yang terlihat dalam awal penciptaan semesta. Bapa mencipta di dalam Anak, oleh Anak dengan Anak. Tritunggal menunjukkan kepada kita kasih Alah yang tidak terduga, karena kasih-Nya lah Tuhan menciptakan alam semesta dan manusia. Bahkan ketika JURNAL TABGHA Volume 5 No. 2 Oktober 2024 P-ISSN 2722-6190 E-ISSN 2830-5299 AuAnalisis Perkembangan Teologi Dan Polarisasi Dalam Kekristenan Di Indonesia: Doktrin Tritunggal. Ay Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents 3 . : 6. Eagle Oseven. Memahami Trinitas Tiga Pertanyaan Krusial. Pinang. https://books. id/books?id= H7KpEaQBAJ&hl=id&source=gbs _navlinks_s. Farkasfalvy. Denis. Thomas Esposito. Pablo T Gadenz. Gregory Y Glazov, and Jeffrey L Morrow. AuA Biblical Path to the Triune God: Jesus. Paul, and the Revelation of the Trinity. Ay Verbum Domini. Washington. C: Catholic University of America Press. Jaffray. Tim Dosen STT. Metodologi Penelitian Pendidikan Teologi. Edited by Hengki Wijaya. Makkasar: Sekolah Tinggi Theologi Jaffray. Johar T. H Situmorang. Teologi Proper. Ke 5. Yogyakarta: Andi Offset. Junimen. Jenus. Trinity Of God. Tahun 20. Yogyakarta: Penerbit Andi. Matalu. Muriwali Yanto. Dogmatika Kristen: Reformed Perspektif Reformed. Last Editi. Malang: GKKR (Gerakan Kebangunan Kristen Reforme. AiAiAi. Apologetika Kristen. Malang: GKKR (Gerakan Kebangunan Kristen Reforme. Montang. Ricky D. Doktrin Tentang Allah. Edited by Amran Hapsan. Gowa. Sulawesi Selatan: CV. Ruang Tentor. Murray J. Harris. Andreas J. Kystenberger. Robert W. Yarbrough. Exegetical Guide to the Greek New Testament: John. Nashville. Tennessee: B&H Publishing Group. Nee. W Lee, and Y P I Indonesia. Buku Pelajaran. Tingkat 2: Allah TritunggalAiAllah Tritunggal Dan Persona Dan Pekerjaan Kristus. Buku Pelajaran. Yayasan Perpustakaan Injil Indonesia (Yasperi. Noorsena. Bambang. Muslim Gagal Paham. Trinitas Bukan Matematika. Indonesia: w. TUHAN itu Allah kita. TUHAN itu EsaAy. Ayat ini merupakan syahadat bagi umat Israel. Iman kepada Tritunggal bertumpu kepada penyataan Allah tentang dirinya. Manusia tidak memiliki akses kepada Tritunggal di luar apa yang Allah telah nyatakan kepada kita dengan mengutus Anak-Nya sendiri dan memberikan Roh Kudus-Nya. Poin ini menjadi penting dalam memahami Tritunggal. Mengimani Tritunggal berbeda dengan iman yang berasal dari pengalaman yang dimulai fenomena budaya, atau yang dimulai dengan argumentasi intropeksi manusia. Penyataan tentang Tritunggal digenapi dengan kadatangan Allah sendiri ke dalam sejarah manusia. Allah begitu mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yoh. , dan kasih allah telah dicurahkan ke dalam hati kita melalui Roh Kudus yang dikaruniakan dan telah diberikan kepada kita (Rm. Setiap upaya manusia untuk menjelaskannya akan selalu kurang. Jika demikian yang menjadi pertanyaan adalah mengapa repot-repot Tritunggal? Apakah itu bernilai bagi dunia kita atau masyarakat? Apakah hal itu begitu penting bagi ke kristenan? Jika Tritunggal palsu atau dihapuskan apakah itu akan Kristen? Pertanyaan-pertanyaan ini memerlukan penelitian-penelitian DAFTAR PUSTAKA