Jurnal Teologi Pambelum Volume 3. Nomor 1 (Agustus 2. : 70-87 ISSN: 2088-8767 (Prin. , 2829-0550 (Onlin. Link Jurnal: https://jurnal. stt-gke. id/index. php/pambelumjtp Published by: Unit Penerbitan dan Informasi STT GKE Doi Artikel: 10. 59002/jtp. Abah Guru Sekumpul: Kajian Sosial Agama terhadap Pemasangan Potret Ulama di Unit Usaha Masyarakat Kota Banjarmasin Enta Malasinta Lantigimo1. Ripaldi2. Lia Afriliani3 Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis Correspondence: efitha@yahoo. Abstract Displaying of pictures of ulama on the walls of business units, in particular the picture of Abah Guru Sekumpul, is a tradition of Muslims in Banjarmasin, the main purpose of which is to relate to Islamic spirituality, including for blessings in business as well as respect for Servants of Allah. Interestingly, even though the perpetrators of displaying the images are Muslims, their positive impact is felt in the social life in general society. Based on the research results, data was found that traders from various backgrounds and various religious backgrounds would really enjoy honest and mutually beneficial business transactions based on the belief that displaying pictures of ulama is a symbol of goodness in doing business. This situation will greatly affect social relations because it will foster a sense of mutual need and mutual trust which will lead to a peaceful, harmonious and comfortable relationship in people's lives. Keywords: picture. social relations Abstrak Pemajangan gambar ulama di dinding unit usaha, secara khusus gambar Abah Guru Sekumpul merupakan tradisi umat Islam di Banjarmasin, tujuannya utamanya adalah berhubungan dengan spiritualitas keislaman, di antaranya untuk keberkahan dalam berusaha sekaligus penghormatan kepada para Hamba Allah. Menarik, walaupun pelaku pemajangan gambar adalah Umat Islam, namun dampak positifnya sangat terasa dalam kehidupan sosial masyarakat secara umum. Berdasarkan hasil penelitan, ditemukan data bahwa para pelaku dagang dari berbagai kalangan dan latar belakang agama yang beragam akan sangat menikmati transaksi usaha yang jujur dan saling menguntungkan yang dilandasi pada keyakinan bahwa pemajangan gambar ulama sebagai simbol kebaikan dalam berusaha. Keadaan ini akan sangat berpengaruh dalam relasi sosial, sebab akan menumbuhkan rasa saling membutuhkan dan rasa saling percaya yang berujung pada sebuah relasi yang damai, rukun dan nyaman dalam kehidupan masyarakat. Kata Kunci: gambar. relasi sosial Diterima Redaksi: 06-07-2. Selesai Revisi: 26-08-2. Diterbitkan Online: 31-08-2023 Abah Guru Sekumpul Pendahuluan Abah Guru Sekumpul atau Guru Ijai adalah panggilan akrab masyarakat Banjarmasin untuk sosok yang bernama asli Muhammad Zaini bin Abdul Ghani. Dia adalah salah satu Ulama Besar yang sangat dihormati karena memiliki kharisma dan pengaruh yang sangat kuat bagi kehidupan masyarakat Banjarmasin secara khusus dan Kalimantan Selatan secara Dia lahir di Martapura, sebuah kota berbasis Islam di Kalimantan Selatan, dari keluarga sangat sederhana namun taat dan saleh dalam beragama, ayahnya bernama Abdul Ghani dan ibunya bernama Masliah (Anwar, 2. Setelah kematiannya, kepopuleran kharisma Abah Guru semakin menguat. Terlihat dari banyaknya umat Islam yang memperingati haul kematiannya setiap tahun. (Yoserizal, ) Tidak hanya itu saja, kepopuleran Abah Guru juga ditampilkan dengan simbol pemasangan potret dan lukisan dirinya di hampir setiap rumah umat Islam di Banjarmasin, secara khusus di setiap unit usaha seperti Rumah Makan. Toko/ Warung, dan Bengkel. Sepintas kebiasaan ini terlihat biasa saja, hanya untuk pajangan penghias untuk memperindah dekorasi dinding. Namun, jika dikaji melalui ilmu sosial agama, tidak ada tindakan simbolik yang tidak memiliki makna. Setiap tindakan simbolik sebenarnya adalah sebuah ekspresi spiritual yang mampu membangkitkan perasaan dan keterikatan pada sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan tertentu yang berpengaruh bagi kehidupan manusia (Nottingham, 1994. Menarik untuk diketahui bahwa memajang lukisan atau potret seseorang atau sesuatu dalam ajaran Islam menuai kontroversi. Melalui sebuah Hadis dijelaskan bahwa ada larangan bagi umat Islam untuk melakukannya, seperti diriwayatkan demikian: AuSesungguhnya malaikat tidak masuk pada rumah yang terdapat gambar di dalamnyaAy (HR. Baihaq. Jika melihat dari Hadis ini, maka dapat dikatakan bahwa memang benar ada larangan untuk memajang lukisan apa pun, termasuk potret tokoh tertentu di dinding Namun, ada juga yang mengatakan bahwa memajang potret orang yang baik dan saleh seperti seorang Ulama, adalah sesuatu hal yang mendatangkan pahala, karena itu adalah salah satu cara mengungkapkan rasa kagum dan cinta kepada para Ulama tersebut. Pendapat ini, oleh sebagian Ulama dianggap sebagai sesuatu yang ghuluw, yaitu sikap yang terlalu berlebihan dan salah kaprah, karena bagi mereka bentuk pengejawantahan kekaguman dan kecintaan kepada seorang Ulama bukan dengan memajang potret mereka di dinding, tetapi dengan cara mengamalkan segala ajarannya secara baik dan benar. Hal yang paling ditakutkan oleh para penentang kebiasaan ini adalah bahwa sikap ini akan berujung pada pengkultusan Ulama tertentu, maka akan menjurus pada perbuatan bidAoah dan syirik (Ferdiansyah Aryanto, n. Terlepas dari berbagai kontroversi tentang pemasangan potret atau lukisan diri seorang Ulama, fenomena itu tetap menjadi kebiasaan yang terus terpelihara dengan baik di Kota Banjarmasin. Sampai saat ini, potret Abah Guru dalam berbagai ukuran tetap terpajang dengan baik di beberapa Unit Usaha Warung Makan. Toko dan Bengkel. Bagaimana realitas pemajangan potret Abah Guru Sekumpul di beberapa Unit Usaha serta apa motivasi para pelaku usaha dalam memajang potret Abah Guru Sekumpul di kota Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul Banjarmasin? Siapakah sosok Abah Guru Sekumpul? Apa analisis sosial keagamaan terhadap realitas pemajangan potret Ulama di unit usaha serta apa nilai positif yang berguna dalam relasi sosial di Kota Banjarmasin? Hal-hal inilah yang akan dicoba untuk diteliti dan digali dalam tulisan ini. Metode Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik observasi non-partisipatif, wawancara, serta studi pustaka. Wawancara akan dilakukan secara acak kepada para penjual atau pemilik unit usaha di Kota Banjarmasin yang memajang potret Abah Guru Sekumpul di unit usahanya. Hasil dan Pembahasan Gambaran Umum Kota Banjarmasin. Kalimantan Selatan Kota Banjarmasin merupakan salah kota yang terletak di Kalimantan Selatan dengan ibukota provinsi di Banjarbaru. Karena banyaknya sungai yang ada di kota ini terutama dilewati oleh aliran sungai Barito dan sungai Martapura maka Banjarmasin umumnya dikenal sebagai Kota Seribu Sungai. Banjarmasin sendiri dikenal dengan moto Kayuh Baimbai, kata-kata tersebut diambil dari Bahasa Banjar yang bermakna mendayung bersama-sama. Pesan yang disampaikan yakni bahwa kehidupan dibangun hendaknya berdasarkan kegotongroyongan dan kebersamaan untuk mencapai tujuan bersama (Profil Kota Banjarmasin, n. Menurut data BPS, kota Banjarmasin merupakan penduduk dengan mayoritas beragama Islam dengan jumlah 873. 029 jiwa. Dengan jumlah terbesar ada di kecamatan Banjarmasin Selatan dengan jumlah 512. 851 jiwa. Sedangkan penduduk beragama Kristen 626 jiwa. Katolik 10. 742 jiwa. Buddha 6. 188 jiwa. Hindu 2. 115 jiwa dan Untuk penganut Kristen jumlah terbesar ada di dua kecamatan yakni Kecamatan Banjarmasin dengan jumlah 12. 096 jiwa dan Banjarmasin Tengah dengan 855 jiwa (Penyusun, 2. Nama Banjarmasih diambil dari nama seorang tokoh melayu terkenal di Kalimantan Selatan sebagai Patih Masih. Beliau adalah seorang kepala kampung yang berasal dari Sumatera. Dengan demikian, umumnya disepakati bahwa sejarah Banjarmasin sendiri dimulai dari sebuah perkampungan dengan dataran yang rendah yang pada 24 September 1526 ditahbiskan (Penyusun, n. Pada tanggal ini pula Pangeran Samudera memeluk Islam dan bergelar Sultan Suriansyah (Profil Kota Banjarmasin, n. Kota Banjarmasin awalnya bernama Banjarmasih. Penyebutan kata Oloh Masih sendiri disematkan oleh orang-orang yang berasal dari hulu (Oloh Ngaj. Dalam Hikayat Banjar tercatat bahwa tahun 1520. Banjarmasin memiliki sebuah pelabuhan yang terletak di hulu dari muara Sungai Kelayan yang disebut Bandar. (Penyusun, n. ) Di sisi lain, menurut Nawawi. Ruslan Aziddin asal usul Banjarmasin diambil dari kisah di mana banyu pasang, atau dengan kata lain air laut yang naik, dan ketika pada musim kemarau air laut ini naik yang membawa air asin. Oleh sebab itu, dalam bahasa Banjar Muara, air laut Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul sepertinya disebut masin, yang sepertinya menunjuk pada rasa air yang asin. Dari kisah inilah kemudian lahir istilah Banjarmasin (Nawawi, 1. Perubahan nama Banjarmasih menjadi Banjarmasin disebabkan oleh catatan resmi Belanda yang berubah pada tahun 1733 menjadi Bandjermasing, dan tahun 1845 menjadi Bandjermasin. Sebelumnya pada tahun 1664, kata yang digunakan adalah Banjarmasch . (Tim Penyusun, n. Kata Banjar yang menunjuk pada suku Banjar berasal dari kata Banjarmasih (Tim Penyusun, n. Dalam buku Sekilas Mengenal Daerah Banjar Dan Kebudayaan Sungainya Sampai Dengan Akhir Abad Ae 19 dijelaskan bahwa: AuKata banjar lambat laun tidak lagi berarti kampung tetapi menjadi sebutan untuk menyatakan identitas suatu negeri, bahasa, kerajaan, suku, orang dan sebagainyaAy(Tim Penyusun, n. Ketika agama Islam masuk dengan banAbah Demak, maka penyebutan Banjar dan non bukan orang Banjar (Tim Penyusun, n. Suku Banjar sendiri dibagi dalam tiga kelompok besar yakni kelompok Banjar Kuala, kelompok Banjar Batang Banyu dan Banjar Pahuluan (Tim Penyusun, n. Terkait tradisi dalam suku ini sangat kuat dipengaruhi oleh agama Islam dan memiliki ciri yang khas(Tim Penyusun, n. Pengaruh tradisi tersebut bukan hanya terjadi dalam lingkup etnis Banjar saja, tetapi bagi etnis lain pula. Salah satunya yang khas adalah fenomena pemajangan gambar Abah Guru Sekumpul dalam rumah-rumah makan dan tempat usaha yang ada di Banjarmasin. Tokoh-tokoh alim ulama yang sangat dihormati ini dalam konteks suku Banjar disebut dengan Tuan Guru (Nawawi. Tentang Abah Guru Sekumpul KH. Muhammad Zaini adalah keturunan atau zuriat ke-8 dari Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (Datu Kalampaya. Muhammad Zaini memiliki nama panggilan seperti Guru Ijai. Guru Sekumpul. Abah Guru. Abah Guru, dan lain-lain. Beliau lahir pada malam Rabu tanggal 27 Muharram 1361 H . Februari 1942 M) di desa Tunggul Irang Seberang. Martapura. Waktu kecil, ia diberi nama Qusyairi, namun karena sering sakit kemudian namanya diganti menjadi Muhammad Zaini (Anwar, 2. Abah Guru Sekumpul mendapatkan pendidikan yang baik dari ayahnya dan neneknya yang bernama Salabiah serta mendapatkan didikan yang ketat dan disiplin di bawah pengawasan pamannya. Syekh Semman Mulya. Selain belajar formal di pondok Pesantren Darussalam. Abah Guru juga menuntut ilmu di sejumlah guru atau ulama baik di Kalimantan. Jawa, maupun Timur Tengah (Makka. Ada yang menyebutkan bahwa gurunya berjumlah sekitar 179 hingga mendekati 200 orang (WartoAoi, 2. Abah Guru Sekumpul menyampaikan pengajian dengan gaya yang tenang, santai, khidmat, dan diselingi dengan cerita serta humor. Sosoknya yang penuh kharisma, wajah yang tampan, suara yang merdu, serta selalu tersenyum membuat orang-orang . Termasuk banyaknya cerita yang beredar tentang kekeramatannya semakin menimbulkan kekaguman dan kecintaan kepadanya dari berbagai kalangan. Kharisma yang kuat dan popularitas yang tersebar luas mendorong orang untuk menghadiri dan bertamu ke Sekumpul. Bukan hanya dari kalangan biasa, tetapi sejumlah pejabat negara (Presiden Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul dan Menter. , pimpinan tentara dan kepolisian, pejabat daerah, tokoh politik, artis, dan lain sebagainya datang kepada Abah Guru Sekumpul untuk bersilahturahim, minta doa, dukungan, serta nasihat (Anwar, 2. Selain terkenal karena kharisma dan popularitasnya. Abah Guru Sekumpul juga dikenal sebagai ulama yang kaya. Abah Guru sendiri mencontohkan pengembangan ekonomi pribadi dengan berusaha dan mempercayakan modal kepada orang lain, terutama para muridnya. Berdakwah dan berusaha sebagai Aoladang ibadahAo menjadikan kemampuan ekonomi Abah Guru lebih dari cukup (Abbas, 2. Keuntungan dari usaha dipakai untuk membangun madrasah, pesantren, renovasi kubah ulama, dan bersedekah rutin (Anwar. Beberapa isi dari 13 wasiat Abah Guru Sekumpul yang terkenal yang disampaikan beliau pada ceramah di Hari Ahad 11 Jumadil Akhir 1413 H. Desember 1. yakni menghormati ulama, baik sangka terhadap muslimin, murah hati, murah harta, berpegang kepada Allah pada kabul segala hajat, dan lain-lain (Abbas, 2. Pada awal tahun 2000-an, kesehatan Abah Guru mulai menurun dan sakit-sakitan. harus melakukan cuci darah berulang kali. Namun dalam kondisi yang demikian pun. Abah Guru tetap menyampaikan pengajian dari dalam rumah yang disiarkan melalui siaran televisi, baik dalam kondisi duduk maupun berbaring. Tahun 2005, kondisi semakin kritis dan dirawat di Rumah Sakit Mount Elizabeth di Singapura. Namun setelah 10 hari dirawat di sana. Abah Guru dikembalikan ke Martapura. Subuh Rabu 5 Rajab 1424 H . Agustus 2. Abah Guru Sekumpul wafat dalam usia 63 tahun. Beliau dimakamkan di Komplek Sekumpul di samping Mushalla Arraudhah (Anwar, 2. Beliau meninggalkan tiga orang isteri, yaitu H. Juwairiyah. Hj. Laila, dan Hj. Siti Noor Jannah. Beliau memiliki dua anak yaitu Muhammad Amin Badali Al-Banjari dan Ahmad Hafi Badali Al-Banjari (Anwar, 2. Hingga kini, sosok Abah Guru Sekumpul masih dikenang dan dihormati. Setiap tahunnya dilaksanakan Acara Haul Guru Sekumpul yang didukung penuh pelaksanaannya oleh banyak orang. Selain itu, hampir di setiap rumah dan unit usaha yang ada di Kota Banjarmasin selalu terpampang potret beliau. Bahkan bukan hanya di Kota Banjarmasin, tetapi juga di seluruh Kalimantan Selatan serta provinsi sekitar dimana orang-orang yang mencintai Abah Guru Sekumpul berdomisili. Hasil Wawancara terhadap Pemilik Unit Usaha di Kota Banjarmasin Lokus penelitian dilakukan secara acak di rumah makan yang ada di kota Banjarmasin. Penelitian ditujukan bagi pemilik rumah makan dan tempat usaha dengan topik fenomena pemajangan foto Abah Guru Sekumpul dalam ruang makan dan tempat usahanya. Penelitian dilakukan dengan teknis pengumpulan data Wawancara. Berikut adalah beberapa wawancara yang dilakukan oleh peneliti terkait fenomena di atas: Rumah Makan Legina. Simpang Marabahan Siti Rahmah adalah pemilik Rumah Makan Legina di Simpang Marabahan, mengatakan pemajangan gambar Abah Guru adalah sebagai cara untuk mendapat berkah atas usahanya, dia meyakini bahwa dengan adanya gambar itu, usahanya akan terhindar dari hal-hal yang buruk. Termasuk untuk mengingatkannya agar selalu berusaha dengan Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul baik dan benar sesuai ajaran Islam. Ketika ditanyakan apakah dia tahu tentang hukum pemajangan gambar di dinding dalam Islam, ia tidak mengerti, baginya pemajangan itu benar-benar supaya usahanya AubarokahAy. (Wawancara Dilakukan Oleh Enta Malasinta Lantigimo Pada 12 Mei 2023, n. Tempat Menjahit Rizky. Jalan Sulawesi NN 1 adalah pemilik tempat Menjahit Rizky yang terletak di Jalan Sulawesi, mengatakan bahwa pemajangan gambar Abah Guru adalah simbol keberkahan, supaya usaha jahitannya diberkati Allah SWT. Walaupun sebagai masyarakat pendatang dari Tanah Jawa yang tidak terlalu mengenal sosok tokoh Abah Guru, ia meyakini bahwa ia adalah tokoh yang sangat berkarisma berdasarkan cerita dari para pegawainya yang merupakan Orang Banjar asli. Masalah boleh tidaknya pemajangan gambar di dinding dalam ajaran Islam dia tidak paham, baginya yang penting niat dari yang memasang gambar itu baik, maka usahanya pasti akan baik. (Wawancara Dilakukan Oleh Enta Malasinta Lantigimo Pada 12 Mei 2023, n. Warung Mie Ayam dan Bakso Adam di Jln. Jafri Zam-zam NN 2 memasang foto Abah Guru yang berukuran tidak terlalu besar, yaitu ukuran 8R Namun menariknya, pemajangan foto bukan di dinding ruangan warung makan sebagaimana tempat-tempat lain yang sering dijumpai di Banjarmasin. Foto Abah Guru ini dipasang oleh NN di gerobak jualannya, sehingga ketika orang berbelanja, maka mereka akan langsung melihat foto Abah Guru ini di gerobaknya. Maksud pemasangan foto ini karena mempercayai bahwa sosok Abah Guru menjadi tokoh penting dan membawa berkah, maka diharapkan berkah juga datang untuk usahanya. (Wawancara Dilakukan Oleh Lia Afriliani Pada 30 Mei 2023, n. Warung Nasi Goreng Cak Jani. Jln. Kayu Tangi. Jani adalah seorang Madura yang membuka warung nasi goreng di Banjarmasin. Keberadaan gambar Abah Guru di warungnya menjadi menarik karena dia adalah seorang Menurut keterangannya, pemasangan gambar Abah Guru ini karena rasa menghormati sosok berpengaruh di kalangan orang Banjar. Selain itu, dengan memajang gambar Abah Guru ini di warungnya, maka orang Banjar yang berbelanja akan merasa bahwa pemilik warung ini adalah sesama mereka. Tidak dimengerti tentang hukum memasang gambar tokoh di dinding terkait ajaran Islam. (Wawancara Dilakukan Oleh Lia Afriliani Pada 30 Mei 2023, n. Toko Pakaian Raja Murah. Jln. Belitung Darat XX, foto Abah Guru terpajang di samping meja kasir dengan ukuran besar. Selain foto beliau, juga ada foto Kh. Ahmad Zuhdianoor. Tujuan pemasangan kedua foto ini menurut karyawan yang bertugas di meja kasir: Pertama, sebagai wujud menghargai dan menghormati ulama yang ada di Kalimantan Selatan. Dimana bumi dipijak, disitu langit Jadi menghormati para ulama salah satunya adalah dengan memajang fotonya di rumah atau tempat usaha. Kedua, untuk memperkenalkan kepada orang yang berbelanja tentang tokoh-tokoh Islam berpengaruh di Kalimantan Selatan. Oleh karenanya di kedua foto itu, ada dituliskan keterangan Namanya. Ketiga, mempercayai bahwa mendatangkan Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul rejeki supaya jualan laku. (Wawancara Dilakukan Oleh Lia Afriliani Pada 10 Juni 2023. Pencucian Helm. Jalan Kinibalu Rina adalah pemilik Pencucian Helm di Jalan Kinibalu, mengatakan bahwa pemajangan gambar Abah Guru adalah wasiat dari orang Abahya. Walaupun hanya photo berukuran kecil . R) tetapi dia meyakini berkah yang didatangkannya pasti besar, karena usahanya diniati dalam kehendak Allah SWT. Dia tidak menegerti dan tidak mempermasalahkan tentang boleh atau tidaknya memajang gambar di dinding, baginya yang penting niat baik dalam pemajangan gambar itu yang utama. Aumaambil berkahnyaAy demikian diungkapkannya. (Wawancara Dilakukan Oleh Enta Malasinta Lantigimo Pada 12 Juni 2023, n. Depot Soto Mie Bogor. Jalan Keramaian NN 3 memiliki sebuah usaha rumah makan. Foto Abah Guru dipajang bersama foto Abah guru yang lain yakni Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. NN3 mengatakan bahwa pemajangan gambar Abah Guru merupakan simbol keberkahan. Sebab ia meyakini bahwa Abah Guru adalah seorang Guru Besar yang sangat dihormati. (Wawancara dilakukan oleh Ripaldi pada 23 Juni 2023, n. Jeru Motor. Jalan Sultan Adam Yadi adalah sales di sebuah toko jual-beli motor bekas. Menurut Yadi pemajangan foto Abah Guru merupakan sikap mengenang. Menurutnya yang terpenting adalah mengingat ajaran yang beliau sampaikan ketika masih hidup dan menjauhi larangan dari Allah SWT. Jika kita berbuat baik dan menjauhi larangan-Nya maka Allah SWT pasti akan mengabulkan doa. Jika tidak dikabulkan, pasti Ia akan sakit hati. Oleh sebab itu, sebanyak apa pun pemajangan foto dilakukan jika kehidupan tidak baik maka hidup pun tidak Oleh sebab itu kunci berkah adalah amal kita dengan orang lain. Namun, dalam berusaha memang manusia kadang diuji, dan Iblis pun bisa menguji dengan meminta izin Allah SWT. Oleh sebab itu, kunci dalam berusaha dan bekerja adalah sabar. Kerja di mana pun jangan terfokus pada gaji. Sebab yang terpenting adalah ketenangan hidup, berbakti kepada orang tua, pasti Allah SWT akan memberi berkat lewat orang lain. (Wawancara dilakukan oleh Ripaldi pada 23 Juni 2023, n. Mie Ayam Bakso Pak Mino Menurut MG, pemajangan foto Abah Guru di warung miliknya tidak ia diketahui secara pasti alasannya. Menurutnya karena menyewa tempat usaha tersebut, maka pemajangan foto tersebut dilakukan oleh pemilik rumahnya tersebut. Namun, dari yang disampaikan oleh pemilik rumah tersebut, pemajangan foto menjadi simbol keberkahan bagi usaha (Wawancara dilakukan oleh Ripaldi pada 23 Juni 2023, n. Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan beberapa pokok utama alasan pemajangan foto Abah Guru di beberapa tempat usaha yakni: Pertama. Pemajangan foto Abah Guru dipercayai akan membawa berkah bagi usaha yang tengah dilakukan. Selain memang yang utama tetap dimaknai bahwa sumber berkat berasal dari Allah SWT. Kedua, pemajangan foto sebagai sikap menghormati ulama, baik oleh masyarakat Kota Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul Banjarmasin berlatar belakang etnis Banjar maupun etnis lainnya. Ketiga, pemajangan foto menolak hal-hal buruk. Keempat, pemajangan foto merupakan kebiasaan yang dilanjutkan . asiat dari orang tu. Kelima, pemajangan foto sebagai upaya meyakinkan bagi sesama muslim bahwa makanan yang dijual adalah halal. Selain itu bagi penjual yang tidak berasal dari etnis Banjar, pemajangan foto ulama dianggap sebagai syarat supaya diterima oleh masyarakat Banjar. Keenam, pemajangan foto sebagai sikap mengenang Abah Guru dan Walaupun di sisi lain, tetap keyakinan utama dalam sebuah usaha adalah bahwa berkah diberikan oleh Allah SWT. Dengan kata lain, ajaran baik yang sudah disampaikan oleh beliau diingat dan dilaksanakan. Telaah Teoretis Tentang Ulama Ulama secara etimologi berasal dari Bahasa Arab AoulamaAo, bentuk jamak dari Aoalim, yang berarti orang yang memiliki kualitas keilmuan dan pengetahuan secara mendalam. Ulama juga digunakan sebagai sebuah istilah kolektif untuk para Ilmuwan Islam, baik secara formal yang erupakan produk dari lembaga keagamaan, seperti seorang kadhi . , faqih . hli huku. , dan mufti . engacara huku. , yang dapat memberikan pertimbangan hukum sesuai Syariat Islam, maupun secara informal, seperti seorang khatib . endakwah/ pengkhotba. dan guru-guru yang mengajarkan pengetahuan keislaman kepada umat (Aziz, 2. Awalnya. Ulama juga berarti para ilmuwan, baik di bidang agama, humaniora, sosial maupun sains. Namun, dalam perkembangannya kemudian, pengertian ini menyempit dan dipergunakan untuk ahli agama saja. Ulama bukanlah jabatan struktural yang memiliki hierarkhi kekuasaan, juga tidak memiliki aturan yang ketat dalam penunjukan atau Sehingga, siapa saja yang dianggap pantas karena kedalaman ilmu agamanya, bisa disepakati untuk disebut Ulama. Di Indonesia ulama juga mempunyai sebutan yang berbeda di setiap daerah, seperti Kiai (Jaw. Ajengan (Sund. Teungku (Ace. Syeikh (Sumatera Utara/Tapanul. Buya (Minangkaba. Tuan Guru (Nusa Tenggara. Kalimantan Selatan. Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tenga. (Muhammad. Ulama adalah orang yang memiliki ilmu, pemuka agama atau pemimpin agama yang bertugas untuk mengayomi, membina dan membimbing umat Islam dari masalahmasalah agama maupun masalah kehidupan sehari-hari. Pada umumnya mereka menguasai berbagai ilmu agama, fasih dan paham tentang hukum-hukum Islam, memiliki pesantren atau mempunyai santri yang berguru kepadanya, dan diberi gelar kiai oleh masyarakat. Ciri seseorang itu ulama adalah orang itu takut kepada Allah, pewaris para nabi yang menjalankan peran memberikan petunjuk, seperti mengeluarkan fatwa, terdepan dalam dakwah Islam, mengarahkan kebenaran dan kebathilan sesuai hukum Allah, dan meluruskan penguasa yang menyalahi aturan Allah (Hidayat, 2. Ada kelompok Islam juga mengembangkan konsep kesucian tokoh tertentu yang dianggap Ulama dengan menggunakan istilah Wali . ahabat Tuha. Dalam konsep Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul kesucian ini menempatkan wali sebagai orang terpilih oleh Allah, yang kedudukannya sejajar dengan nabi, sehingga muncul pendapat bahwa suatu saat nanti akan datang wali sebagai penutup para wali. Wali penutup ini adalah wali yang sempurna, yang telah terbebas dari segala hawa nafsu. Ia merupakan instrumen Allah untuk memberikan kehidupan pada hati manusia dan menuntun serta mengarahkan manusia pada jalan yang benar (Baldick, 2. Menurut ajaran ini dunia terpelihara secara utuh atas keberadaan dan jasa para wali yang tidak dapat dilihat dalam berbagai tingkatan. Tingkatan tersebut terdiri dari para pengganti . , para pasak . , para pilar . dan ujungnya berada pada seorang poros . Selain tingkatan ini, ada tempat khusus yang diduduki oleh seorang tokoh yang tidak terlihat yang digelari Al-Khadir, ia adalah sosok yang awet muda dan tidak mati yang berfungsi untuk membimbing orang yang tersesat baik fisik maupun rohani, karena kepadanya dianugerahkan Allah ilmu pengetahuan khusus. Sementara para wali yang lain diberikan keajaiban-keajaiban dan sejumlah karunia khusus ketuhanan . sebagai tanda kewalian mereka (Rachman, 1. Wali dihasratkan oleh Tuhan, mereka dipilih sebagai sahabat Allah sebelum mereka diciptakan. Berarti, sebelum dilahirkan, seorang wali telah ditentukan menjadi Sehingga keterpilihan wali itu murni dari kehendak Allah, tidak ada seorangpun yang bisa menentukannya. Mereka adalah sosok yang sangat istimewa. Pada hari akhir, para wali ini akan langsung masuk ke surga tanpa harus melalui penghakiman seperti manusia lainnya (Baldick, 2. Makna Simbol Sakral Setiap kepercayaan memiliki sesuatu yang dipercayai mengandung unsur kesakralan, bisa berwujud benda, bisa juga sosok pribadi tertentu yang diabadikan dalam sebuah simbol . isa berupa gamba. yang dianggap memiliki kekuatan tertentu, yang diperkuat dengan perlakuan khusus terhadap simbol tersebut. Kesakralan itu kemudian terwujud karena didukung oleh sikap mental dan perasaan yang kuat, yang melahirkan emosi takjub, rasa cinta yang mendalam, penghormatan dan kepercayaan yang tinggi, yang kemudian memisahkan objek tersebut dari sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yang istimewa (Nottingham, 1994. Salah satu cara untuk mengabadikan yang dianggap sakral adalah dengan menjadikannya sebagai sesuatu yang memiliki makna dalam kehidupan praktis, sehingga eksistensinya terus terpelihara dan hidup di tengah kehidupan para pemujanya. Salah satu cara mengekspresikan emosi sakral tersebut adalah dengan sesuatu yang bersifat simbolik. Ekspresi ini diyakini mampu membangkitkan perasaan dan keterikatan yang mendalam terhadap yang dianggap sakral tersebut (Nottingham, 1994. Apalagi jika pengakuan simbol kesakralan tersebut tidak hanya terbatas pada keputusan perorangan, tetapi juga disepakati secara bersama oleh kelompok masyarakat tertentu, maka simbol-simbol ini akan sangat efektif untuk mempererat dan memperkuat persekutuan di antara para pemeluknya (Nottingham, 1994. Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul Clifford Geertz dalam sebuah teorinya mengatakan bahwa agama adalah sebuah fakta kultural, bukan hanya sekedar ekspresi dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Melalui simbol, ide dan adat- istiadat. Geertz menemukan bahwa agama mempengaruhi setiap celah kehidupan dalam masyarakat. Baginya, kebudayaan dapat digambarkan sebagai Ausebuah pola makna-makna . pattern of meaning. atau ide-ide yang termuat dalam simbol-simbol yang dengannya masyarakat menjalani pengetahuan mereka tentang kehidupan dan mengekspresikan kesadaran mereka melalui simbol-simbol ituAy (Daniel L. Pals, 2. Agama adalah suatu sistem simbol yang bertujuan untuk menciptakan perasaan dan motivasi yang kuat, mudah menyebar dan tidak mudah hilang dalam diri seseorang dengan cara membentuk konsepsi tentang sebuah tatanan umum eksistensi dan melekatkan konsepsi ini kepada pancaran-pancaran faktual dan pada akhirnya perasaan dan motivasi ini akan terlihat sebagai suatu realitas yang unik. Sistem simbol adalah segala sesuatu yang memberi seseorang ide-ide. Misalnya lembaran-lembaran Taurat memberikan ide kepada orang Yahudi tentang Firman Tuhan, image yang ditampilkan oleh seorang pendeta di sebuah rumah sakit menyebabkan si sakit ingat pada Tuhan. Simbol-simbol tersebut menciptakan perasaan dan motivasi yang kuat, mudah menyebar dan tidak mudah hilang dalam diri seseorang. Simbol-simbol seperti ini akan menciptakan perasaan dan motivasi yang kuat, mudah menyebar dan tidak mudah hilang dalam diri seseorang. Hal ini ingin mengatakan bahwa agama menyebabkan seseorang merasakan secara mendalam sesuatu dan kemudian terdorong untuk melakukan sesuatu. Orang yang termotivasi itu akan dibimbing oleh seperangkat nilai tentang apa yang penting, apa yang baik dan buruk, apa yang benar dan salah bagi dirinya. Agama akan memperlihatkan jati dirinya ketika manusia secara intelektual menghadapi masalah yang tidak bisa dimengerti sepenuhnya, atau secara emosional menghadapi penderitaan yang tidak bisa dihindari, atau secara moral mereka menemukan kejahatan dimana-mana. Pada momen-momen seperti inilah agama akan jelas terlihat makna dan fungsinya (Daniel L. Pals, 2. Menurut Geertz, studi apapun tentang agama akan berhasil apabila seseorang mampu menganalisa seperangkat makna yang terdapat dalam simbol-simbol maupun tindakan simbolik yang sangat erat keterkaitannya dengan struktur masyarakat dan aspek psikologi anggota masyarakat, sejauh mana penerimaan dan pemaknaannya berpengaruh terhadap kehidupan bermasyarakat (Daniel L. Pals, 2. Konsepsi-konsepsi tentang dunia dan serangkaian motivasi dan dorongan- dorongan yang diarahkan oleh moral ideal adalah inti agama. Kedua hal ini diringkas oleh Geertz dengan dua terma. pandangan hidup dan etos-ide-ide konseptual dan kecendrungan adatistiadat. Agama melekatkan konsep-konsep ini kepada pancaran-pancaran factual dan pada akhirnya perasaan dan motivasi tersebut akan terlihat sebagai realitas yang unik. Sederhananya, agama membentuk sebuah tatanan kehidupan yang sekaligus memiliki posisi istimewa dalam tatanan tersebut. Hal yang membedakan agama dengan sistem kebudayaan lain adalah simbol-simbol dalam agama yang menyatakan kepada kita bahwa terdapat Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul sesuatu yang benar-benar riil, sesuatu yang dianggap manusia lebih penting dari apapun. Dalam ritual keagamaan, manusia dimasuki oleh rasa desakan realitas riil ini. perasaan dan motivasi seseorang dalam ritual keagamaan sama persis dengan pandangan hidupnya. Satu penyatuan simbolis antara pandangan hidup dengan etos akan terlihat dalam ritual. Bekerja Sebagai Ibadah Islam mengajarkan bahwa bekerja dalam mencari rejeki adalah perintah Allah, ini dibuktikan dalam beberapa ayat terjemahan Al-Quran yang berkata: Audan Kami jadikan siang untuk mencai penghidupan. Ay (QS An-NabaAo:. AuAdan Kami adakan bagimu di muka bumi sumber penghidupanAAy (QS Al-AAoraf:. AuAmaka bertebaranlah kamu di muka bumi. dan carilah Karunia AllahAAy (QS Al-JumuAoah: . Karena itu, bekerja adalah bagian dari beribadah, dalam menjalankan perintah Allah (Al-Qasimi, 2. Bekerja sebagai ibadah mengharuskan umat Islam untuk menjalankan setiap bidang pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan sesuai ajaran Agama. Bekerja yang dimaksudkan di sini adalah yang mendatangkan sumber penghasilan, termasuk di dalamnya menjalankan unit usaha perdagangan barang maupun jasa. Umat Islam meyakini Allah telah memerintahkan untuk selalu bertindak adil dan benar dalam berusaha. Beberapa ayat yang sering dijadikan rujukan adalah: AuAdan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamuAAy (QS Al-Qashah: . AuSesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikanAAy (QS An-Nahl: . AuSesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Ay (QS Al-AAoraf: . Orang-orang yang bermuamalah akan mendapatkan berkah dari Allah dalam semua usaha yang dilakukannya (Al-Qasimi, 2. Mencari rejeki yang baik dan benar dalam berusaha harus diniati dari sejak pertama membuka unit usaha. Selain diawali dengan doa, biasanya di tempat di mana unit usaha dibuka, selalu ada pemajangan simbol-simbol keagamaan, seperti ayat-ayat Suci Al-Quran dan gambar-gambar Ulama yang sangat dihormati, tujuannya adalah agar unit usaha yang dijalankan akan mendatangkan berkah. Berkah yang dimaksud mencakup beberapa hal, di antaranya: rejeki yang halal, tidak mengandung riba, amar maAoruf dan nahi munkar, dan fardhu kifayah (Al-Qasimi, 2. Analisa Abah Guru. Guru Ijai. Tuan Guru, dan beragam penyebutan lainnya yang dikenakan pada sosok Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani menunjukkan bahwa beliau merupakan tokoh yang terkenal di kalangan masyarakat Kalimantan Selatan, termasuk juga masyarakat Kota Banjarmasin. Keberadaan Abah Guru Sekumpul sebagai seorang ulama diakui oleh banyak orang, bukan hanya di Kalimantan Selatan, tetapi Indonesia, bahkan dunia. Kharisma yang kuat dan popularitas yang tersebar luas semasa hidup membuatnya hingga kini tetap dicintai dan dihormati oleh masyarakat. Hal ini terbukti dari banyaknya dukungan masyarakat untuk pelaksanaan haul setiap tahun, hingga pemajangan gambar beliau di rumah masyarakat serta di unit usaha yang ada di Kota Banjarmasin. Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul Tokoh Ulama sebagai Simbol Kesakralan Clifford Geertz mengatakan bahwa agama adalah sebuah fakta kultural yang mempengaruhi setiap celah kehidupan masyarakat melalui simbol, ide, dan adat istiadat (Daniel L. Pals, 2. Masyarakat Kota Banjarmasin mayoritas adalah pemeluk agama Islam. Oleh karena itu, tidak heran jika nilai-nilai Islami banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat di Kota Banjarmasin. Demikian juga dari segi kebudayaan, sangat kuat dipengaruhi oleh nuansa kultur Islami. Geertz menggambarkan bahwa kebudayaan merupakan makna atau ide yang termuat dalam simbol dan diekspresikan melalui simbol tersebut (Daniel L. Pals, 2. Keberadaan seorang ulama dalam kehidupan umat Islam bukanlah hal yang asing. Ulama adalah seseorang yang mengusai ilmu agama, fasih dan paham tentang hukum Islam, mampu untuk mengayomi dan membimbing umat Islam, serta memiliki murid yang berguru kepadanya. Kalimantan Selatan adalah salah satu daerah yang memiliki banyak ulama (Hidayat, 2. dimana salah satunya adalah Abah Guru Sekumpul. Abah Guru Sekumpul disebut sebagai ulama karena dianggap memiliki kedalaman ilmu agama serta memiliki keramat yang diakui oleh para muridnya. Dari kisah sejarah hidupnya. Abah Guru Sekumpul sangat dicintai oleh masyarakat. Bisa berjumpa dengannya secara langsung untuk sekedar bersilahturahim ataupun bertanya tentang masalah agama dan lain-lain menjadi sebuah hal yang sangat didambakan oleh pejabat negara, pejabat daerah, artis, petinggi militer, hingga masyarakat biasa. Ada perasaan emosi sakral akibat rasa cinta yang kuat, penghormatan dan kepercayaan yang tinggi sehingga menjadikan beliau sebagai ulama yang diistimewakan di kalangan masyarakat kota Banjarmasin, bahkan Kalimantan Selatan pada umumnya. Setiap kepercayaan memiliki sesuatu yang dipercayai mengandung unsur kesakralan, bisa berwujud benda, bisa juga sosok pribadi tertentu yang diabadikan dalam sebuah simbol . isa berupa gamba. yang dianggap memiliki kekuatan tertentu, yang diperkuat dengan perlakuan khusus terhadap simbol tersebut. Kesakralan itu kemudian terwujud karena didukung oleh sikap mental dan perasaan yang kuat, yang melahirkan emosi takjub, rasa cinta yang mendalam, penghormatan dan kepercayaan yang tinggi, yang kemudian memisahkan objek tersebut dari sesuatu yang biasa menjadi sesuatu yang istimewa (Nottingham, 1994. Salah satu cara untuk mengekspresikan emosi sakral tersebut adalah dengan membuat atau menggunakan sesuatu yang bersifat simbolik (Nottingham, 1994. Dalam hal ini, melalui pemajangan potret Abah Guru Sekumpul. Pemajangan potret ulama di unit usaha merupakan salah satu bentuk pengaruh dari nilai atau ide Islami yang mempengaruhi kehidupan masyarakat di kota ini. Rasa kepercayaan, kebanggaan, penghormatan, serta cinta terhadap sosok ulama dituangkan dalam bentuk potret. Lebih jauh lagi, pemajangan potret ulama bukan sekedar sebagai hiasan dinding atau ekspresi rasa cinta terhadap ulama tersebut. Melainkan juga diyakini ada unsur kesakralan yang menyertai karena yang ada di potret tersebut adalah seorang ulama yang adalah Aosahabat AllahAo. Simbol kesakralan ini tidak terbatas pada keputusan perseorangan, tetapi disepakati Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul secara bersama oleh masyarakat yang ada di kota Banjarmasin. Terlepas apakah dia berlatar belakang etnis Banjar atau etnis lainnya, karena ketika seseorang berlatar belakang etnis lain memajang potret Ulama di unit usaha yang dikelolanya maka ia akan merasa diterima oleh masyarakat etnis Banjar. Simbol kesakralan ini juga sebenarnya tidak terbatas hanya pada potret Abah Guru Sekumpul saja, tetapi juga potret ulama-ulama lainnya yang biasa dipajang di unit-unit usaha. Menarik untuk diketahui bahwa memajang lukisan atau potret seseorang atau sesuatu dalam ajaran Islam menuai kontroversi. Melalui sebuah Hadis dijelaskan bahwa ada larangan bagi umat Islam untuk melakukannya, seperti diriwayatkan demikian: AuSesungguhnya malaikat tidak masuk pada rumah yang terdapat gambar di dalamnyaAy (HR. Baihaq. Jika melihat dari Hadis ini, maka dapat dikatakan bahwa memang benar ada larangan untuk memajang lukisan apa pun, termasuk potret tokoh tertentu di dinding Namun, ada juga yang mengatakan bahwa memajang potret orang yang baik dan saleh seperti seorang Ulama, adalah sesuatu hal yang mendatangkan pahala, karena itu adalah salah satu cara mengungkapkan rasa kagum dan cinta kepada para Ulama tersebut. Pendapat ini, oleh sebagian Ulama dianggap sebagai sesuatu yang ghuluw, yaitu sikap yang terlalu berlebihan dan salah kaprah, karena bagi mereka bentuk pengejawantahan kekaguman dan kecintaan kepada seorang Ulama bukan dengan memajang potret mereka di dinding, tetapi dengan cara mengamalkan segala ajarannya secara baik dan benar (Ferdiansyah Aryanto, n. Hal yang paling ditakutkan oleh para penentang kebiasaan ini adalah bahwa sikap ini akan berujung pada pengkultusan Ulama tertentu, maka akan menjurus pada perbuatan bidAoah dan syirik. Terlepas dari dua pendapat yang saling bertentangan di atas, pemajangan potret para ulama, baik di rumah maupun di unit usaha menjadi realitas yang terus dilakukan oleh umat Islam di Kota Banjarmasin. Dengan adanya hadits yang berbicara tentang hal ini, sebaiknya bisa membuat umat yang memajang potret ulama tetap beriman yang terutama hanya kepada Allah dan tidak mengkultuskan ulama yang adalah ciptaan Allah. Jadi, ketika masyarakat Kota Banjarmasin memajang potret Abah Guru Sekumpul atau potret ulama lainnya adalah karena mereka memandang bahwa ulama adalah sosok sakral yang harus dihormati. Pemajangan potret hanyalah sebagai simbol yang menunjukkan ekspresi hormat, cinta, dan emosi sakral. Hal yang terpenting adalah jangan sampai menjadi syirik dan merusak aqidah, karena terlalu mengagungkan ulama melebihi niat untuk mengagungkan Allah SWT. Dengan tindakan memajang potret para ulama, maka mereka sebagai penjual maupun pembeli yang datang bertransaksi di unit usaha mereka bisa mengenang tokoh ulama tersebut, mengingat ajarannya, terlebih mengingat Allah SWT sumber segala berkah dalam berusaha dan berdakwah. Pemajangan Potret Abah Guru Sekumpul sebagai Representasi Keyakinan. Pandangan, dan Pola Hidup Masyarakat Kota Banjarmasin Aktivitas pemajangan gambar Abah Guru Sekumpul di unit usaha yang ada di Kota Banjarmasin merupakan bentuk representasi atas keyakinan, pandangan, dan pola hidup Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul masyarakat Kota Banjarmasin atas sosok serta ajaran Abah Guru. Ada keyakinan bahwa sosok Abah Guru Sekumpul yang berkharisma dan memiliki pengaruh yang sangat kuat di Banjarmasin akan memberkahi para pemilik usaha serta menjauhkan dari berbagai hal buruk yang mungkin terjadi. Eksistensi Abah Guru Sekumpul dipelihara dan dijaga melalui pemajangan gambar tersebut. Demikian juga, dengan tetap menjaga eksistensi Abah Guru Sekumpul, diharapkan berkah dan doa dari sang Ulama Besar ini akan tetap hadir di setiap unit usaha yang dibuka. Keyakinan lainnya adalah ulama merupakan sosok yang dihormati dalam agama Islam. Ada rasa hormat dan emosi sakral yang muncul ketika melihat potret Jadi ketika ruangan unit usaha diisi dengan hal-hal baik, seperti memajang potret ulama di dinding maka diyakini akan mendatangkan hal yang baik juga bagi usaha yang Pada sisi lain, pandangan masyarakat Islam tentang Ulama sebagai orang yang tidak sembarangan juga mempengaruhi. Menghormati ulama menjadi salah satu wasiat Abah Guru Sekumpul yang harus diamalkan oleh para muridnya (Abbas, 2. Di dalam pandangan umat Islam. Allah telah menganugerahkan kemampuan, ilmu pengetahuan, bahkan karunia khusus kepada para Ulama. Abah Guru Sekumpul memiliki karunia khusus . sebagai tanda bahwa ia dipilih Allah untuk menjadi sahabat-Nya. Abah Guru Sekumpul menjadi teladan orang berilmu . , artinya sesuai antara pengetahuan, perkataan, perbuatan, dan istiqamah dalam berdakwah. Berdasarkan data BPS, sektor pekerjaan yang paling besar persentasenya di Kota Banjarmasin adalah sektor jasa yakni 79,09%. Sektor jasa ini mencakup diantaranya adalah sektor perdagangan besar ataupun eceran, rumah makan atau restoran, hotel, jasa perusahaan, dan lain-lain (Tim Penyusun, 2. Dengan persentase yang cukup besar ini maka dapat terbaca bahwa kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin sangat mengandalkan sektor perdagangan. Abah Guru Sekumpul selama hidupnya sudah memberikan sebuah teladan bagi masyarakat bahwa berdakwah dan berusaha dapat berjalan beriringan. Selain berdakwah, beliau juga terlibat dalam usaha bisnis yang dijalankan oleh Dengan demikian, aktivitas pemajangan gambar Abah Guru Sekumpul di unitunit usaha juga merupakan bagian dari refleksi atas apa yang dilakukan oleh Abah Guru. Dengan melihat kaitan antara dua hal ini, maka pemajangan gambar Abah Guru Sekumpul di unit-unit usaha bukan sekedar sebagai pajangan, kebiasaan, bentuk penghormatan dan mengenang, ataupun sebagai harapan untuk mendapatkan berkah dari tokoh ulama, melainkan juga dipengaruhi karena realitas kebanyakan masyarakat Banjarmasin yang hidup dalam tradisi berjualan sejak dahulu hingga kini. Sementara itu, semangat berdakwah dan berusahanya Abah Guru Sekumpul masih hidup di tengah-tengah masyarakat Kota Banjarmasin sehingga melahirkan tindakan memajang potret beliau. Gambar Abah Guru Sekumpul dengan mudahnya dapat ditemukan di unit-unit usaha masyarakat di Kota Banjarmasin. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pemajangan potret ini bukan saja dilakukan oleh masyarakat berlatar belakang etnis Banjar saja, melainkan juga dilakukan oleh masyarakat pendatang. Selain sebagai sikap menghormati, meminta berkah, dan mengenang Abah Guru. Pemajangan gambar Abah Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul Guru Sekumpul bagi masyarakat pendatang yang membuka unit usaha di Kota Banjarmasin adalah sebagai upaya meyakinkan pembeli tentang kehalalan makanan serta dalam rangka upaya untuk menunjukkan identitas keagamaan yang sama dengan masyarakat Banjarmasin walaupun berasal dari daerah atau etnis berbeda. Dengan demikian maka tujuan pemajangan gambar Abah Guru Sekumpul menjadi sangat kompleks. Ia tidak saja terbatas untuk kalangan etnis Banjar, tetapi juga kalangan etnis lainnya. Jika dikaji dari segi simbol, dengan adanya gambar Abah Guru Sekumpul bisa menjadi simbol yang meyakinkan bahwa makanan yang dijual di situ adalah halal atau sesuai dengan syariat Islam. Selain itu, menjadi simbol bagi pembeli bahwa si penjual . erlepas dia etnis Banjar atau etnis pendatan. memiliki kesamaan yakni mengenal dan menghormati para Ulama. Salah satunya adalah Abah Guru Sekumpul yang merupakan salah satu ulama besar yang sangat dihormati karena memiliki kharisma dan pengaruh yang sangat kuat bagi kehidupan masyarakat Banjarmasin. Pengingat untuk Berusaha sesuai Ajaran Agama Bekerja adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap manusia di muka bumi untuk mencukupi kebutuhan kehidupannya. Dalam perspektif Islam, bekerja adalah bagian dari beribadah, karena bekerja adalah perintah dari Allah itu sendiri (QS Al-AAoraf:10. Al-JumuAoah:. Dengan demikian maka ibadah dapat diterjemahkan dalam arti luas, tidak hanya terbatas pada aktivitas Rukun Islam. Oleh sebab itu, maka umat Islam harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan sesuai dengan ajaran agama karena ini adalah ibadah umat kepada Allah. Sektor perdagangan barang maupun jasa yang mayoritas dikerjakan oleh masyarakat Kota Banjarmasin perlu supaya dikerjakan dengan baik supaya mendapatkan untung dan Dikerjakan dengan baik berarti bertindak adil dan benar dalam berusaha (QS AlQashah:77. QS An-Nahl:. Dengan bertindak benar dan adil, maka rahmat Allah akan didapatkan oleh setiap umat (QS Al-aAoraf:. Rahmat atau berkah Allah mencakup diantaranya rejeki yang halal, tidak mengandung riba, amar maAoruf dan nahi munkar, dan fardhu kifayah. Berdasarkan hasil penelitian, pemajangan gambar Abah Guru Sekumpul di unit usaha dianggap mendatangkan berkah atau sebagai tindakan maambil berkah. Melalui tindakan pemajangan potret ini, ada harapan dan doa bahwa jualan akan laris. Hal ini sah saja, karena melihat sosok ulama sebagai simbol sakral karena ia adalah alat Allah untuk menyampaikan kehendak-Nya kepada umat. Namun harus juga diingat bahwa jangan sampai menimbulkan syirik atau mengandalkan hal lain di luar Allah SWT untuk mendapatkan berkah atas usaha yang dikerjakan. Allah SWT berfirman: AuMaka carilah rizki di sisi Allah. Ay (QS Al-Ankabut:. Ayat ini mengingatkan bahwa berkah atas kerja yang dilakukan semuanya berasal dari Allah Pemajangan simbol-simbol keagamaan di unit usaha, seperti ayat suci Al-Quran dan gambar-gambar ulama yang dihormati menjadi pengingat bagi umat Islam ketika berusaha untuk menjalankan dengan adil dan baik sebagai bentuk ibadah kepada Allah. Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul Implikasi: Nilai-nilai Positif dalam Relasi Sosial Aturan umum Agama Islam dalam relasi antar sesama manusia dikenal dengan istilah muAoamalah. Aturan ini dibuat agar tatanan kehidupan bermasyarakat berjalan dengan baik. Salah satu realitas relasi sosial antara manusia adalah dalam dunia unit usaha Realitas relasi ini terbuka sangat luas, tidak hanya terbatas untuk kalangan Islam, tetapi juga untuk semua orang dengan latar belakang agama yang beragam. Hal inilah yang membuat permasalahan dalam dunia perdagangan menjadi sangat kompleks. Perjumpaan antara penjual dan pembeli dari latar belakang kehidupan yang berbeda, bisa mendatangkan hal yang positif sekaligus juga bisa menimbulkan hal yang negatif. Karena itu, sebagai upaya untuk menjaga kebaikan dalam unit usaha perdagangan, beberapa pemilik unit usaha menggunakan simbol kesakralan seorang tokoh agama yang mereka anggap memiliki kharisma dalam masyarakat. Di Banjarmasin tokoh yang dimaksud adalah Abah Guru Sekumpul. Berdasarkan penelitian tentang pemajangan gambar Abah Guru Sekumpul, ditemukan beberapa nilai positif. Pertama, penghormatan terhadap ulama Allah tidak dapat ditemui secara fisik, keberadaan-Nya dapat dipahami melalui berbagai ajaran yang disampaikan melalui para utusan-Nya. Saat ini, utusan Allah adalah para tokoh agama termasuk ulama. Ulama dianggap sebagai pewaris Nabi. Melalui ulama, umat bisa mengerti dan memahami tentang ajaran Allah, ulama adalah orang yang mampu bertakwa dengan sungguh-sungguh kepada Allah, karena itu umat diharapkan selalu menghormati dan menghargai ulama, serta meneladani sikap baiknya dimanapun berada. Kedudukan seorang ulama dalam masyarakat sangat penting, sehingga keberadaannya bisa menjadi simbol kebaikan dalam berbagai segi kehidupan, termasuk simbol penghormatan dan kedekatan kepada Allah. Semakin umat mencintai ulamanya, maka semakin besar cinta mereka kepada Allah. Semakin mereka menghormati ulama, semakin besar penghormatan mereka kepada Allah. Pemasangan gambar ulama sebenarnya adalah suatu ungkapan penghormatan kepada Allah. Kedua, kejujuran Usaha yang baik akan mendatangkan hasil yang baik. Kebaikan dalam setiap usaha ditandai dengan adanya kejujuran di antara para pelaku usaha. Untuk berlaku jujur diperlukan niat yang sungguh-sungguh. Niat yang baik ketika memulai sebuah usaha akan menjaga dan memelihara pelaku usaha agar terhindar dari hal-hal yang buruk. Pemajangan gambar ulama adalah salah satu upaya para pelaku unit usaha untuk meniati sebuah usaha yang jujur. Ini adalah tindakan simbolis, dengan keyakinan bahwa akan selalu ada yang mengawasi dan mengingatkan mereka setiap waktu untuk selalu bertindak jujur dalam Ketiga, keberkahan Manusia bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbagai macam cara dan usaha dilakukan manusia untuk mencari rejeki, salah satunya melalui unit usaha Tidak ada yang bisa memastikan apakah usaha dagang yang dilakukan akan Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul mendatangkan keuntungan atau sebaliknya. Karena itu, dalam memulai suatu unit usaha selalu diawali dengan permohonan kepada Allah untuk membuka pintu rejeki yang akan mencukupi kebutuhan hidup manusia. Pemajangan gambar ulama adalah simbol permohonan berkat rejeki dari Allah, dengan harapan semua doa memohon keberkahan akan selalu dikabulkan oleh Allah. Dengan demikian, semua harta yang didapatkan menjadi berkat dan keberuntungan bagi kehidupannya. Pemajangan gambar ulama secara khusus gambar Abah Guru Sekumpul adalah tradisi umat Islam. Namun dampak positifnya sangat terasa dalam kehidupan sosial Dengan melakukan pemajangan gambar Abah Guru Sekumpul, maka para penjual di Kota Banjarmasin menghormati para ulama, berlaku jujur dalam berdagang serta mengharapkan keberkahan dari Allah melalui usahanya. Ketika hal ini dilakukan, maka para pelaku dagang dari berbagai kalangan dan latar belakang agama yang beragam akan sangat menikmati transaksi usaha yang jujur dan saling menguntungkan. Keadaan ini akan sangat berpengaruh dalam relasi sosial, akan menumbuhkan rasa saling membutuhkan dan rasa saling percaya yang berujung pada sebuah relasi yang damai, rukun dan nyaman. Kesimpulan Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani adalah salah satu Ulama Besar yang sangat dihormati karena memiliki kharisma dan pengaruh yang kuat bagi kehidupan masyarakat di Kota Banjarmasin, maupun Kalimantan Selatan secara Umum. Abah Guru Sekumpul atau Guru Ijai adalah panggilan akrab masyarakat kepada sosok Ulama ini. Berdakwah dan berusaha sebagai Aoladang ibadahAo merupakan teladan dari Abah Guru Sekumpul untuk masyarakat Banjar. Pemajangan potret Abah Guru Sekumpul di unit usaha yang ada di Kota Banjarmasin merupakan bukti kecintaan dan penghormatan masyarakat kepada sosok Abah Guru. Dalam masyarakat Kota Banjarmasin yang mayoritasnya adalah pemeluk agama Islam, tokoh ulama sangat dihormati dan dijadikan sebagai simbol kesakralan yang mengingatkan mereka kepada Allah SWT. Ulama teladan orang berilmu . , artinya sesuai antara pengetahuan, perkataan, perbuatan, dan istiqamah dalam berdakwah. Pemasangan gambar ulama adalah suatu ungkapan penghormatan kepada Allah. Pemajangan potret Abah Guru Sekumpul juga dapat dilihat sebagai suatu representasi atas keyakinan, pandangan, dan pola hidup masyarakat Kota Banjarmasin. Demikian pula, pemajangan potret ulama mengingatkan masyarakat kota Banjarmasin untuk berusaha dengan adil dan sesuai dengan ajaran agama Islam sehingga setiap usaha dapat mendatangkan berkah yang baik. Pemajangan potret ulama di unit usaha hanyalah sebagai simbol yang menunjukkan ekspresi hormat, cinta, dan emosi sakral. Hal yang terpenting adalah jangan sampai menjadi syirik dan merusak aqidah, karena terlalu mengagungkan ulama melebihi niat untuk mengagungkan Allah SWT. Dengan tindakan memajang potret para ulama, maka mereka sebagai penjual maupun pembeli yang datang bertransaksi di unit usaha mereka Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023 Abah Guru Sekumpul bisa mengenang tokoh ulama tersebut, mengingat ajarannya, terlebih mengingat Allah SWT sumber segala berkah dalam berusaha dan berdakwah. Daftar Rujukan Abbas, . Guru Sekumpul: Bacaan Pengantar. http://eprints. id/5456/1/2. Guru Sekumpul Bcaan Pengantar (Buk. Al-Qasimi. Buku Putih Ihya AoUlumuddin Imam Al-Ghazali. Darul Falah. Anwar. 17 Maksiat Hati: Inspirasi Pengajian Abah Guru Sekumpul. Qudwah Press. Aziz. Ensiklopedia Islam: Sebuah Kamus Singkat Tentang Sejarah. Agama. Filsafat Dan Pergerakan Politik Islam. Lintas Pustaka. Baldick. Islam Mistik: Mengantar Anda ke Dunia Tasawuf. Serambi. Daniel L. Pals. Seven Theories of Religion. IRCiSoD. Ferdiansyah Aryanto. Melampaui Batas Dalam Mengagungkan Orang Shalih. Retrieved 13 February 2023, from https://muslim. id/7411-melampaui-batasdalam-mengagungkan-orangshalih. Ramli Nawawi. dan Y. Sejarah Kota Banjarmasin. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Sejarah Dan Nilai Tradisional. Hidayat. Representasi Masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah Terhadap Poster Ulama Kh. Muhammad Zaini Sebagai Identitas Muslim (Studi Analisis Semiotika CHARLES S. PIERCE) (Issue 19910. [Universitas Islam Kalimanta. http://eprints. uniska-bjm. id/9616/ Muhammad. Revitalisasi SyariAoat Islam di Aceh: Problem. Solusi dan Implementasi. Logos. Nottingham. Agama dan Masyarakat: Suatu Pengantar Sosiologi Agama. PT Raja Grafindo Persada. Nottingham. Agama dan Masyarakat. Raja Grafindo Persada. Penyusun. Sejarah Kota Banjarmasin. BPS Kota Banjarmasin. Penyusun. Kota Banjarmasin Dalam Angka Tahun 2022. In Badan Pusat Statistik Kota Banjarmasin. BPS Kota Banjarmasin. Profil Kota Banjarmasin. Rachman. Islam. Bumi Aksara. Tim Penyusun. Sekilas Mengenal Daerah Banjar Dan Kebudayaan Sungainya Sampai Dengan Akhir Abad - 19. Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan. Tim Penyusun. Profil Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Tahun 2021. BPS Kota Banjarmasin. WartoAoi. Biografi dan Silsilah Thariqah Abah Guru Sekumpul. Jatman Online. https://jatman. id/biografi-dan-silsilah-thariqah-abah-guru-sekumpul/ Yoserizal. Jamaah Haul Guru Sekumpul Diperkirakan Capai Dua Juta. Retrieved 13 February 2023, from https://babel. com/berita/332628/jamaah-haulguru-sekumpuldiperkirakan-capai-dua-juta Jurnal Teologi Pambelum Vol. No. Agustus 2023