P-ISSN 3026-2097 E- ISSN 3026-1546 Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3. No 1. Oktober 2025. Hal 71-77 DOI : AKU DAN PERASAANKU: UPAYA PENGENALAN EMOSI DASAR PADA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERMAIN EDUKATIF Wilda Fasim Hasibuan1. Cevy Amelia2. Yuditia Prameswari3. Maryana4. Rismaida Pariang Ariyanti Napitupulu5. Izura Rochma6 Fakultas Ilmu Kesehatan,Universitas Batam Program Studi Psikologi Email: wilda@univbatam. Keywords : emotional intelligence, early childhood emotion recognition. PAUD. Kata Kunci : kecerdasan emosional, pendidikan anak usia dini, pengenalan emosi. PAUD Abstract. Early childhood education (ECE) plays a crucial role in the development of emotional intelligence, which supports children's success in social, academic, and psychological aspects. The psychoeducation program implemented at PAUDQu Al Khoiriyah aimed to introduce basic emotions to children aged 4-5 years through an interactive and enjoyable approach. The main goal of this activity was to enhance chldrien's ability to recognize and express basic emotions such as happiness, sadness, anger, fear, and surprise. The methods used in this program included visual media, role-playing, and educational songs involving body movements, designed to increase children's active participation. This study employed observation and interviews with students to measure changes in children's understanding before and after the intervention. The results showed that most children successfully recognized basic emotions and became more open in expressing their feelings. conclusion, this psychoeducation program achieved its goals and had a positive impact on children's emotional development, with recommendations for similar programs to be expanded and implemented continuously in other ECE institutions. Abstrak. Pendidikan anak usia dini (PAUD) memainkan peranan penting dalam pembentukan kecerdasan emosional yang dapat menunjang keberhasilan anak dalam aspek sosial, akademik, dan Program psikoedukasi yang dilaksanakan di PAUDQu Al Khoiriyah bertujuan untuk mengenalkan emosi dasar pada anak-anak usia 4-5 tahun melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak-anak dalam mengenali dan mengekspresikan emosi dasar seperti senang, sedih, marah, takut, dan kaget. Metode yang digunakan dalam program ini meliputi penggunaan media visual, permainan peran, dan lagu edukatif yang melibatkan gerakan tubuh, yang dirancang untuk meningkatkan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. partisipasi aktif anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara kepada murid untuk mengukur perubahan pemahaman anak-anak sebelum dan setelah intervensi. Hasil program menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak berhasil mengenali emosi dasar dan lebih terbuka dalam mengekspresikan Kesimpulannya, psikoedukasi ini berhasil mencapai tujuan yang diinginkan dan memberikan dampak positif dalam perkembangan emosional anak-anak, serta memberikan rekomendasi agar program serupa dapat diperluas dan diterapkan secara berkelanjutan di PAUD lainnya. PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan tahap krusial dalam membentuk karakter, keterampilan sosial, dan dasar kecerdasan emosional anak. Dalam fase perkembangan usia 4Ae5 tahun, anak mulai memiliki kapasitas mengenali dan mengekspresikan perasaannya, namun masih memerlukan stimulasi yang tepat agar dapat mengelola emosi secara sehat (Astutik et al. , 2. Pada tahap ini, anak sedang mengalami perkembangan yang sangat kritis dan mudah dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya (Chintya & Sit, 2. Di periode ini, fondasi kemampuan kognitif, emosional, sosial, serta fisik mulai Masa anak usia dini dikenal sebagai periode emas (Golden Ag. dalam kehidupan Pada tahap ini, anak berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, baik dari aspek motorik maupun kognitif. Perkembangan otak yang terjadi pada masa ini sangat signifikan, sehingga jika diarahkan dengan tepat, akan memberikan dampak besar bagi masa depan anak. Anak usia dini mengalami lonjakan perkembangan yang luar biasa, menjadikannya periode yang sangat Tahap ini merupakan fase unik dalam kehidupan, di mana berlangsung perubahan, pertumbuhan, dan kematangan secara menyeluruh baik fisik maupun mental yang berlanjut secara bertahap sepanjang kehidupan (Rohmah et al. , 2. Salah satu kemampuan utama yang perlu dikembangkan sejak dini adalah kecerdasan emosional, yaitu kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara tepat. Kemampuan ini terbukti berkontribusi terhadap keberhasilan anak dalam aspek akademik, sosial, dan psikologis (Fitriya et al. Emosi sebagai bagian penting dari perkembangan anak usia dini. Emosi merupakan perasaan yang sangat mempengaruhi perilaku seseorang. Umumnya, emosi muncul sebagai respons terhadap rangsangan baik dari dalam maupun luar diri individu. Setiap anak akan mengalami proses tumbuh kembang dalam berbagai aspek, dan apabila mendapatkan rangsangan edukatif secara optimal dari lingkungannya, maka ia akan lebih siap dalam menghadapi tugas-tugas perkembangannya. Emosi sangat berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Semakin besar tekanan dari emosi yang dirasakan, maka semakin besar pula pengaruhnya terhadap kestabilan tubuh dalam menjalani aktivitas tertentu (Sukatin et al. , 2. Anak yang memiliki kecerdasan emosional merupakan anak yang memiliki keterampilan . diantaranya keterampilan memahami pengalaman emosi pribadi, mengendalikan emosi, memotivasi diri, memahami emosi orang lain, dan mengembangkan hubungan dengan orang lain (Jaya & Malli, 2. Ketidakmampuan dalam mengenali dan mengekspresikan emosi ini tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis anak, tetapi juga mempengaruhi perilaku sehari-hari dan cara mereka berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, anak perlu diajarkan untuk mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosinya secara sehat sejak usia dini. Hal ini disebut sebagai regulasi emosi. Regulasi emosi pada anak merujuk pada kemampuan untuk mengenali emosi sendiri maupun orang lain, serta keterampilan dalam menyampaikan perasaan secara tepat (Ulfa, 2. Proses pembelajaran tentang emosi ini dapat disesuaikan dengan dunia anak-anak yang Salah satunya adalah melalui kegiatan bermain edukatif, yaitu menggunakan media flash card. Dalam beberapa penelitian, menunjukkan bahwa penggunaan permainan flash card merupakan metode yang efektif untuk mendorong perkembangan kognitif anak usia dini serta This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. membantu membentuk sikap tertib anak dalam proses pembelajaran (Ulfa, 2. Flash card dipilih sebagai media untuk mengenalkan emosi pada anak prasekolah karena tampilan visualnya dapat membantu anak lebih mudah memahami suatu konsep, mengingat pada usia prasekolah anak belum mampu berpikir secara abstrak (Aliyasari & Martadi, 2. Permasalahan yang melatarbelakangi pelaksanaan kegiatan ini ditemukan di PaudQu Al Khoiriyah berdasarkan hasil observasi, di mana sebagian besar anak masih mengalami kesulitan dalam mengenali dan mengekspresikan emosi dasar secara tepat. Beberapa anak belum dapat membedakan secara tepat antara perasaan marah dan sedih, serta cenderung menunjukkan perilaku non-verbal saat merasa takut atau kecewa. Oleh karena itu, untuk menjawab kebutuhan tersebut, kegiatan AyAku dan PerasaankuAy diciptakan yang berfokus pada pengenalan emosi dasar pada anak melalui kegiatan bermain. Program ini berfokus pada pengenalan lima emosi dasar yaitu senang, sedih, marah, takut, dan kaget. Dengan menggunakan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, anak-anak diharapkan dapat lebih mudah mengenali dan mengekspresikan perasaan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Urgensi dan tujuan dari kegiatan ini terletak pada fakta bahwa kecerdasan emosional yang baik sejak dini sangat berperan dalam kesiapan anak untuk menghadapi tantangan sosial dan akademik di masa Penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa pengenalan emosi kepada anak-anak dapat meningkatkan keterampilan sosial mereka, mengurangi perilaku agresif, dan memperkuat hubungan dengan orang tua dan pendidik (Admin, 2. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu anak mengembangkan kemampuan mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi secara positif sejak usia dini pada anak-anak di PAUDQu Al Khoiriyah. METODE PELAKSANAAN Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di PAUDQu Al Khoiriyah. Kampung Tua Teluk Mata Ikan. Kota Batam. Kepulauan Riau, yang merupakan lembaga pendidikan anak usia dini dengan fasilitas yang memadai untuk kegiatan pembelajaran anak-anak. Program ini dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Mei 2025, mulai 00 hingga 09. 00 WIB. Kegiatan ini berdurasi 1 jam, dimana sesi berfokus pada pengenalan emosi dasar dengan menggunakan media visual dan permainan interaktif. Dalam pelaksanaan program psikoedukasi emosi di PAUDQu Al Khoiriyah, kami menggunakan metode observasi dan wawancara kepada murid-murid di PAUDQu Al Khoiriyah untuk mengumpulkan data terkait dengan pemahaman anak-anak mengenai emosi dasar sebelum dan setelah intervensi. Teknik pengumpulan data ini bertujuan untuk menilai perubahan pemahaman dan kemampuan anak-anak dalam mengenali dan mengekspresikan emosi mereka. Sampel dalam kegiatan ini adalah anak-anak usia 4-5 tahun yang terdaftar di PAUDQu Al Khoiriyah. Sebelum pelaksanaan kegiatan, anak-anak di PAUDQu Al Khoiriyah memiliki pengetahuan dasar mengenai emosi, tetapi belum mampu mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi mereka secara Mereka cenderung mengungkapkan perasaan mereka melalui perilaku, namun tidak selalu dapat menyebutkan nama perasaan atau mengelola perasaan mereka dengan cara yang sehat. Para pendidik di PAUD juga belum memiliki program yang terstruktur mengenai pengenalan emosi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Pendekatan yang diterapkan bertujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak dalam mengenali emosi dasar Program ini memanfaatkan media visual, seperti kartu ekspresi wajah dan gambar-gambar emosi, yang dipilih untuk membantu anak-anak dalam mengidentifikasi perasaan mereka dengan cara yang lebih mudah dipahami. Penggunaan gambar dan visualisasi dipilih sebagai alat bantu yang mempermudah anak-anak mengenali perasaan yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Untuk meningkatkan keterlibatan fisik dan memperkuat pengenalan emosi, program ini juga mencakup lagu edukatif, seperti lagu AuJika Kau Senang HatiAy, yang mengajarkan ekspresi emosi melalui gerakan tubuh. Lagu ini dimaksudkan untuk memfasilitasi anak-anak dalam mengekspresikan perasaan mereka secara fisik, sehingga mereka lebih mudah memahami emosi yang dikenalkan. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Mei 2025, mulai pukul 08. 00 hingga 09. 00 WIB di PAUDQu Al Khoiriyah. Kota Batam. Kepulauan Riau dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut: Kegiatan diawali dengan sapaan dan perkenalan secara hangat kepada anak-anak agar tercipta suasana nyaman dan menyenangkan, sehingga anak-anak merasa aman dan siap mengikuti seluruh kegiatan. Setelah perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan permainan ringan dan interaksi santai untuk mencairkan suasana serta membangun kedekatan antara tim dan anak-anak. Setelah suasana menjadi lebih akrab dan anak-anak terlihat antusias, kegiatan berlanjut ke sesi pengenalan emosi melalui aktivitas eksploratif untuk melihat sejauh mana pemahaman awal mereka. Sebelum masuk ke materi utama, anak-anak diajak bermain Autebak ekspresi emosiAy menggunakan kartu bergambar wajah dan mereka diminta menebak emosi apa yang Kegiatan ini bertujuan untuk menggali pemahaman awal anak tentang ekspresi emosi sekaligus menjadi media interaktif yang menyenangkan. Anak-anak menjawab dengan penuh semangat dan saling berinteraksi. Selanjutnya, anak-anak diminta menempelkan gambar ekspresi wajah ke dalam kotak emosi yang sesuai, seperti senang, sedih, marah, takut, atau kaget. Aktivitas ini bertujuan mengasah kemampuan anak dalam mengaitkan gambar visual dengan jenis emosi tertentu dan sebagai pengantar sebelum masuk ke penjelasan materi. Setelah mengetahui pemahaman awal anak-anak, tim menyampaikan materi secara interaktif dengan menggunakan bahasa yang sederhana, ekspresif, dan sesuai usia. Anak-anak dikenalkan dengan lima emosi dasar, yaitu: a Senang: Saat mendapat sesuatu yang menyenangkan a Sedih: Saat kehilangan atau kecewa a Marah: Saat sesuatu tidak sesuai keinginan a Takut: Saat merasa tidak aman atau terancam a Kaget: Saat terjadi sesuatu yang tidak diduga Penjelasan diperkuat dengan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari anak-anak, seperti saat kehilangan mainan, dimarahi guru, atau mendapatkan hadiah ulang tahun. Anak-anak juga diajak berbagi pengalaman mereka agar lebih mudah memahami emosi tersebut. Untuk memperkuat pemahaman dan memberikan suasana ceria, anak-anak diajak menyanyikan lagu "Jika Kau Senang Hati" sambil melakukan gerakan ekspresif yang sesuai dengan lirik: Kalau kamu merasa senang, tepuk tangan . lap cla. Kalau kamu merasa sedih, usap mata . sap mat. Kalau kamu merasa marah, stomp stomp! . entakkan kak. Kalau kamu merasa takut, peluk diri . eluk dir. Anak-anak mengikuti lagu dan gerakan dengan semangat. Aktivitas ini membantu mereka mengekspresikan emosi secara alami sambil tetap bersenang-senang. Sebagai penutup kegiatan, anak-anak diajarkan cara sederhana untuk menghadapi dan menenangkan diri saat merasakan emosi yang kuat. Beberapa cara yang diajarkan antara lain: a Menarik napas dalam-dalam a Menghitung pelan dari 1 sampai 5 a Bercerita kepada guru atau orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya a Memeluk diri sendiri agar merasa aman Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan anak-anak mengenal, menerima, dan mengelola emosinya dengan cara yang sehat dan positif sejak usia dini. Terakhir adalah penutup. Sebagai bentuk penghargaan, tim memberikan bingkisan kecil kepada anak-anak yang berpartisipasi aktif. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab ringan untuk mengevaluasi pemahaman anak-anak tentang lima emosi dasar yang telah dipelajari. Tim juga mengingatkan kembali bahwa emosi adalah hal yang wajar dan dimiliki oleh setiap orang. Anakanak tampak senang, aktif, dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Hasil dari pelaksanaan program psikoedukasi emosi di PAUDQu Al Khoiriyah menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada kemampuan anak-anak dalam mengenali dan mengekspresikan emosi Sebelum program dilaksanakan, sebagian besar anak-anak hanya dapat menunjukkan emosi mereka melalui perilaku fisik atau ekspresi wajah yang tidak jelas. Hanya sedikit dari mereka yang mampu menyebutkan emosi yang mereka rasakan, dan kebanyakan tidak bisa membedakan dengan tepat emosi yang berbeda, seperti marah, takut, atau sedih. Setelah mengikuti program ini, hampir seluruh anak-anak mulai dapat mengenali lima emosi dasar . enang, sedih, marah, takut, dan kage. dengan bantuan gambar ekspresi wajah dan kartu emosi. Hasil ini terlihat jelas saat anak-anak diminta untuk memilih kartu yang menggambarkan perasaan mereka setelah berbagai kegiatan. Dalam hal partisipasi, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Sebelum kegiatan, anak-anak cenderung pasif dalam mengekspresikan perasaan mereka, seringkali menghindari berbicara tentang emosi mereka atau tidak tahu cara mengungkapkannya. Namun, setelah mengikuti sesi psikoedukasi yang melibatkan permainan peran, lagu edukatif, dan teknik relaksasi, anak-anak menjadi lebih terbuka dalam berinteraksi. Mereka aktif berpartisipasi dalam setiap sesi, menyampaikan perasaan mereka melalui gerakan tubuh saat menyanyikan lagu atau menempelkan gambar ekspresi emosi. 1 Gambar dan Foto Gambar 1. Sesi Menempel Gambar Emosi Yang Sesuai Gambar 2. Sesi Penjelasan Materi This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Gambar 3. Sesi Foto Bersama dan Pemberian Bingkisan KESIMPULAN Program psikoedukasi emosi yang dilaksanakan di PAUDQu Al Khoiriyah telah berhasil mencapai targettarget yang telah ditentukan. Target utama program, yaitu mengenalkan emosi dasar kepada anakanak usia dini, tercapai dengan baik. Sebelum kegiatan, anak-anak cenderung kesulitan mengenali dan menyebutkan perasaan mereka, namun setelah mengikuti program, sebagian besar anak-anak dapat mengidentifikasi lima emosi dasar dengan benar dan mengungkapkan perasaan mereka dengan lebih Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan partisipasi aktif anak-anak dalam kegiatan yang melibatkan pengenalan emosi, permainan peran, dan penggunaan teknik relaksasi. Metode pemberdayaan masyarakat yang diterapkan sangat sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan yang ada di wilayah PAUDQu Al Khoiriyah. Sebelum kegiatan, tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman anak-anak mengenai emosi mereka dan ketidakmampuan mereka dalam mengekspresikan perasaan dengan cara yang sehat. Melalui pendekatan psikoedukasi yang melibatkan penggunaan media visual, permainan peran, dan lagu edukatif, program ini berhasil menjembatani kebutuhan pengenalan emosi bagi anak-anak. Metode ini juga relevan dengan tantangan yang dihadapi oleh pendidik dan orang tua dalam membimbing anak-anak untuk mengenali dan mengelola perasaan mereka dengan cara yang positif. Adapun keberlanjutan program ini diharapkan dapat dilanjutkan secara mandiri oleh pihak sekolah maupun guru, mengingat pentingnya pengenalan emosi dasar bagi perkembangan anak usia dini. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat terjadi melalui: Pemanfaatan ulang aktivitas sederhana yang telah diperkenalkan dalam program kegiatan, seperti menempel gambar ekspresi dan menyanyikan lagu emosi sebagai bagian dari rutinitas Penerapan aktivitas ekspresi emosi oleh guru secara mandiri dalam kegiatan tematik. Peningkatan kesadaran guru terhadap pentingnya pengenalan emosi dasar sejak dini melalui kegiatan bermain dan interaktif. Terdapat beberapa rekomendasi rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan oleh pihak-pihak yang dapat mendukung keberlanjutan program pengenalan emosi dasar pada anak, yaitu: Untuk Guru, diharapkan dapat melanjutkan kegiatan pengenalan emosi melalui pendekatan seperti menempel gambar ekspresi, bermain pera, atau menyanyikan lagu tentang emosi, yang dapat dilakukan secara rutin dalam pembelajaran harian. Untuk Orang Tua, diharapkan dapat terlibat dalam mendampingi anak mengenali emosi di rumah, misalnya dengan menanyakan perasaan anak setiap hari, mengajak anak untuk mengekspresikan perasaannya melalui gambar, ataupun membacakan buku cerita bertema Untuk Pihak Sekolah, dapat mempertimbangkan untuk memasukkan pembelajaran emosi dasar sebagai bagian dari program penguatan karakter atau pembiasaan harian, agar anak-anak terbiasa mengenal dan mengelola emosinya sejak dini. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Dengan rencana tindak lanjut ini, diharapkan program edukasi emosi ini bisa menjadi gerakan yang berkelanjutan, menyentuh lebih banyak anak dan berkontribusi nyata terhadap pembentukan karakter dan kecerdasan emosional anak sejak usia dini. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam pelaksanaan program psikoedukasi emosi di PAUDQu Al Khoiriyah. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada: Universitas Batam, yang telah memberikan dukungan penuh, arahan, serta kesempatan bagi mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan ini sebagai bagian dari pengembangan ilmu dan keterampilan di lapangan. Pihak PAUDQu Al Khoiriyah, khususnya kepada kepala sekolah dan seluruh guru yang telah memberikan izin, dukungan, dan partisipasi aktif dalam kegiatan ini . Orang tua anak-anak, yang telah mendukung anak-anak mereka untuk berpartisipasi dalam program ini, serta melibatkan diri dalam kegiatan pemberdayaan ini di rumah. Mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Batam, yang telah bekerja sama dengan penuh dedikasi dalam merancang dan melaksanakan kegiatan ini. Tanpa dukungan dari semua pihak tersebut, kegiatan ini tidak akan terlaksana dengan baik. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi anak-anak, orang tua, dan masyarakat di PAUDQu Al Khoiriyah. KONFLIK KEPENTINGAN Tidak ada potensi konflik kepentingan yang revelan dengan artikel ini. DAFTAR PUSTAKA