Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. No. 2 (Agustus 2. Analisis Dakwah dan Pesan Akhlak Habib Husein JaAofar Al Hadar Dalam Membina Generasi Z Melalui Akun Youtube Analysis of the DaAowah and Moral Messages of Habib Husein Ja'far Al Hadar in Developing Generation Z Through YouTube Channel Arif Zidansyah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia arif0101201003@uinsu. Soiman Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Medan. Indonesia soiman@uinsu. Abstract This research aims to analyze the moral messages conveyed by Habib Husein Ja'far Al Hadar in building the character of Generation Z through the YouTube channel "Jeda Nulis". The research method employs a qualitative approach with content analysis technique to identify, analyze, and evaluate the moral messages conveyed in his videos. The analysis will focus on the moral values, ethics, and life perspectives emphasized by Habib Husein Ja'far Al Hadar in the contemporary context relevant to Generation Z. The findings of this research are expected to provide a deeper understanding of Habib Husein Ja'far Al Hadar's efforts in nurturing the character and morality of Generation Z through the YouTube platform, as well as its impact in shaping positive behaviors and attitudes among today's youth. Thus, this research contributes to a broader understanding of the influence of social media and spiritual figures in shaping moral values among the younger Keywords: Akhlak. Generation Z. Social Media. Youtube Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan-pesan akhlak yang disampaikan oleh Habib Husein Ja'far Al Hadar dalam membangun karakter Generasi Z melalui akun YouTube "Jeda Nulis". Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengevaluasi pesan-pesan akhlak yang disampaikan dalam video-videonya. Analisis akan fokus pada nilai-nilai moral, etika, dan pandangan kehidupan yang ditekankan oleh Habib Husein Ja'far Al Hadar dalam konteks kekinian yang relevan bagi Generasi Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang upaya Habib Husein Ja'far Al Hadar dalam membina karakter dan moralitas Generasi Z Analisis Dakwah dan Pesan Akhlak Habib Husein JaAofar Al HadarA: Arif Zidansyah & Soiman . al 75-. melalui platform YouTube, serta dampaknya dalam membentuk perilaku dan sikap yang positif pada generasi muda saat ini. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang pengaruh media sosial dan tokoh-tokoh spiritual dalam membentuk nilai-nilai akhlak pada generasi muda. Kata Kunci: Akhlak. Generasi Z. Media Sosial. Youtube Pendahuluan Youtube merupakan sebuah program aplikasi online yang mewadahi dan menampilkan berbagai macam konten video yang dapat dijangkau oleh masyarakat di seluruh dunia. Platform ini memungkinkan pengguna untuk menonton, mengunggah, dan berbagi video dalam berbagai kategori, seperti hiburan, pendidikan, musik, olahraga, dan lain sebagainya (Hamdan & Mahmuddin, 2. Youtube merupakan salah satu paltform yang terpopuler di dunia dan menjadi sumber utama bagi informasi, hiburan, dan pembelajaran bagi jutaan orang (Romdlon et al. , 2. Sebagai platform video online. Youtube kini banyak dimanfaatkan oleh sejumlah ustadz terkemuka di Indonesia untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah mereka. Pendekatan ini berhasil menarik perhatian masyarakat, yang antusias mengikuti konten-konten tersebut guna memperoleh pemahaman mendalam tentang ilmu agama (Farihah, 2. Dakwah pada era milenial in dituntu utuk dapat aktual, faktual dan konsekstual. Saat ini penyebaran informasi ataupun proses dakwah tidak hanya disampaikan secara langsung, namun juga bisa menggunakan jejaring sosial media seperti youtube, instagram, tiktok, facebook dan lainnya. Keberadaan media sosial YouTube berpengaruh terhadap penyampaian informasi dan cara berkomunikasi, salah satunya dalam dakwah. Kemudahan YouTube dalam menyebarkan ilmu agama Islam (Al-Zaman. Generasi Z merupakan kelompok muda yang tumbuh dewasa di era teknologi yang semakin maju. Meskipun memiliki akses yang luas terhadap teknologi dan informasi, ternyata mereka juga dihadapkan pada sejumlah tantangan yang unik. Masalah kesehatan mental yang semakin meresahkan, termasuk tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi dapat berdampak langsung pada akhlak seseorang (Fitriyani, 2. Dalam Al-Qur'an, dijelaskan bahwa akhlak yang paling baik adalah yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW (Suhayib, 2. Baik dalam hubungannya dengan Allah maupun dengan orang lain, beliau adalah contoh yang sempurna dalam semua aspek kehidupan. (Pamungkas. Sesuai dengan dalil Al-QurAoan QS. Al-Ahzab ayat 21 yang berbunyi: AcEEa aO E aO O aIA AcEEa aE aO UA a AEaCa EaIa Ea aEI A aO aA AEa a aOa aE a NA A aIU aE aI I EaIa aO aO NA A O aE NA a AcEEa a aO U aA Artinya: AuSesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Ay (QS. Al-Ahzab: . Aktivitas dakwah di era modern harus disesuaikan dengan kondisi dan keadaan masyarakat modern. Demi mencapai tujuan dakwah yang efektif, juru dakwah sebaiknya orang yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas dalam menyampaikan materi dakwah, serta menggunakan media komunikasi yang sesuai dengan kemajuan masyarakat modern saat ini. Begitu pula dengan dakwah di era digital, siapa pun bisa menjadi pendakwah sekaligus menjadi audiens dakwah, oleh karena itu penting menentukan sasaran dakwah Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. No. 2 (Agustus 2. untuk mempersiapkan materi dakwah yang relevan dengan keadaan objek atau sasaran Berdakwah di era digital juga memerlukan kreatifitas untuk menciptakan konten-konten yang menarik minat audiens (Diana, 2. Dalam upaya dakwah kepada Generasi Z, metode yang diperkenalkan oleh Habib Jafar menerapkan dakwah yang santai dan ramah sebagai strategi utama untuk mencapai Generasi Z. Habib Husein JaAofar Al Hadar, atau dikenal sebagai Habib Jafar, adalah seorang daAoi, penulis, dan filsuf di Indonesia yang lahir di Bondowoso. Jawa Timur, pada 21 Juni 1988. Karier Habib Jafar dimulai dengan meniti dunia kepenulisan di media sosial saat masih kuliah. Ia menciptakan saluran YouTube bernama "Jeda Nulis", yang menurutnya, merupakan wadah dakwah selain dari mimbar (Mailinda, 2. Habib Ja'far berdakwah dengan cara yang berbeda, menarik, menyenangkan, dan santai namun tetap mempertahankan kewibawaan. Menyesuaikan pakaian dengan audiensnya juga merupakan strategi yang digunakan Habib Ja'far dalam berdakwah. Dia percaya bahwa menggunakan pakaian yang lebih santai dan tidak terlalu formal seperti sorban dan jubah ketika saat berinteraksi dengan generasi Z dapat membuat mereka lebih santai dan bebas untuk mencurahkan problematika hidup atau masalah kemaksiatan mereka tanpa rasa sungkan atau takut dihakimi (Fiardi, 2. Nasehat yang dibawakan oleh Habib Husein Ja'far Al Hadar melalui akun YouTube Jeda Nulis tidak hanya menjadi sebuah sumber inspirasi, tetapi bisa juga merupakan jawaban atas permasalahan yang dihadapi oleh Generasi Z saat ini. Generasi Z seringkali terpapar oleh berbagai pengaruh negatif dari media sosial, dan lingkungan sekitarnya yang dapat mengarahkan mereka pada tindakan yang bertentangan dengan prinsip moral dan keagamaan (Fiardhi, 2. Penelitian ini lebih berfokus pada video konten dakwah yang dimuat dalam Youtube Jeda Nulis oleh Habib Husein Ja'far Al Hadar. Chanel tersebut telah meraih pencapaian 1,13 juta subscriber dengan jumlah total 255 video, konten video tersebut memiliki segmentasi kepada generasi muda melalui diskusi tanya jawab dengan forum atau tokoh lain. Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan diatas menjadi hal yang melatar belakangi penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul " Analisis Dakwah dan Pesan Akhlak Habib Husein Ja'far Al Hadar Dalam Membina Generasi Z Melalui Akun YouTube". Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap nasehat akhlak yang dibawakan oleh Habib Husein Ja'far Al Hadar melalui akun YouTube Jeda Nulis, dalam upaya membina generasi Z. Metode Penelitian Analisis konten merupakan gabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif serta mencakup pendekatan positivisme dan interpretatif. Proses analisis dimulai dengan penggunaan data kualitatif dalam bentuk teks, diikuti dengan membuat asumsi berdasarkan pemikiran peneliti (Rozali, 2. Holsti menjelaskan bahwa metode analisis konten merupakan teknik yang digunakan untuk mencapai kesimpulan dengan menelaah ciri khusus dari suatu pesan secara generalis, sistematis, dan objektif (Asfar, 2. Penggunaan kata "objektif" menunjukkan bahwa analisis dilakukan sesuai dengan aturan atau prosedur tertentu yang jika diterapkan oleh peneliti lain, akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Metode analisis konten yang digunakan untuk menganalisis pesan-pesan akhlak yang dibicirakan oleh Habib Husein Ja'far Al Hadar dalam video-video yang diunggah di kanal "Jeda Analisis Dakwah dan Pesan Akhlak Habib Husein JaAofar Al HadarA: Arif Zidansyah & Soiman . al 75-. Nulis" yang mengandung pesan untuk membina akhlak generasi Z agar tidak semakin terjerumus ke dalam perilaku negatif. Hal ini akan meliputi pengamatan terhadap tema-tema utama dan nilainilai yang ditekankan. Biografi Habib Husein JaAofar Habib Jafar, yang memiliki nama lengkap Habib Husein Bin Ja'far Al Hadar, lahir di Bondowoso. Jawa Timur (Jati. pada 21 Juni 1988. Menurut catatan Rabithah Alawiyah, ia adalah keturunan ke-38 Nabi Muhammad SAW, dengan ayahnya bernama JaAofar Al Hadar (Mailinda. Pada masa muda. Habib Jafar mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Yayasan Pesantren Islam (YAPI) Bangil. Kabupaten Pasuruan. Jawa Timur (Jati. Ia melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, jurusan Aqidahdan Filsafat Islam, dan meraih gelar Sarjana Filsafat Islam (S. Fil. I). Tak berhenti di situ, ia melanjutkan pendidikan magister di kampus yang sama dengan program Ilmu Alquran dan tafsir, dan meraih gelar Master Ilmu Agama (MA. (Fitriyani, 2. Selama kariernya. Habib Jafar merintis karier sebagai penulis, dengan tulisan-tulisannya dimuat di media nasional seperti Jawa Pos. Kompas, dan Tempo sejak masa kuliah. Ia juga penulis beberapa buku, antara lain AuMenyegarkan Islam KitaAy. AuAnakku Dibunuh IsraelAy. AuIslam AuMazhabAy FadlullahAy, dan AuTuhan Ada di HatimuAy, merupakan buku terlaris yang diterbitkan oleh Noura Books (Mailinda, 2. Selain menulis, ia memiliki kanal YouTube bernama AuJeda NulisAy sebagai media dakwah yang cakupannya lebih luas dari mimbar-mimbar masjid. Habib Jafar juga aktif di media sosial dan pernah berkolaborasi dalam konten dakwah di Majelis Lucu Indonesia dengan Coki Pardede dan Tretan Muslim (Fiardi, 2. Akun Youtube Habib Husein JaAofar Jeda Nulis merupakan sebuah saluran yang mendakwahkan Islam dengan menekankan nilai-nilai agama, kemanusiaan, dan toleransi untuk mewujudkan kehidupan yang tenang dan lebih Nama akun ini berasal dari pengalaman Habib Ja'far sebagai penulis yang merasa terhambat karena kurangnya minat masyarakat dalam membaca (Reza, 2. Hal ini membuatnya sadar bahwa orang Indonesia lebih cenderung untuk menonton video di YouTube daripada membaca Oleh karena itu. Habib JaAofar mengambil keputusan untuk berhenti sejenak dari aktivitas menulis dan memulai akun YouTube dengan nama Jeda Nulis pada tanggal 6 Mei 2018. Habib Ja'far bisa lebih peka terhadap umpan balik dari audiensnya dan menyesuaikan pesan dakwahnya dengan cara yang lebih efektif. Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. No. 2 (Agustus 2. Gambar 1. Chanel Youtube Jeda Nulis Pada penelitian ini, peneliti menggunakan 3 video yang akan dianalisis mengenai Pesan pesan akhlak kepada generasi Z yang dilakukan oleh Habib Jafar di platform youtube Jeda Nulis. Konten YouTube yang dibuat oleh Habib Jafar memberikan manfaat besar bagi Generasi Z dengan menyajikan nilai-nilai keagamaan dan etika yang relevan dalam format yang mudah diakses dan Melalui video-video tersebut. Generasi Z dapat mempelajari prinsip-prinsip moral, akhlak, dan ajaran agama yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Habib Jafar sering membahas topik-topik yang berkaitan dengan bagaimana menjalani kehidupan dengan baik, mengatasi tantangan, dan berinteraksi dengan sesama secara positif. Dengan gaya penyampaian yang menginspirasi dan relevansi konten yang tinggi. Generasi Z dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai spiritual dan sosial, serta menerapkannya dalam konteks modern, baik dalam hubungan pribadi maupun profesional mereka. Saat ini video pada akun Youtube Jeda Nulis telah mengupload 340 video dan telah mendapatkan 45 Juta Subscribers. Adapun beberapa diantaranya video yang akan di analisis adalah: AuGen Z Depresi dan AgamaAy Video ini telah dilihat sebanyak 171 ribu views dan telah mendapat 5 ribu like di chanel Youtube Jeda Nulis AuGenerasi Z Hedon Gak Bahaya TaAy Video ini telah dilihat sebanyak 82 ribu views dan telah mendapat 2,5 ribu like di chanel Youtube Jeda Nulis AuWajib Nonton! Buat Yang Sering Curhat Di SosmedAy Video ini telah dilihat sebanyak 556 ribu views dan telah mendapat 13 ribu like di chanel Youtube Jeda Nulis. Analisis Video AuGen Z Depresi Dan Agama/ Kenapa Gen-Z Mudah Depresi?Ay . Juni 2. Akhlak Terhadap Diri Sendiri Pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari ibadah dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Depresi, kecemasan, dan masalah mental lainnya adalah ujian yang mungkin kita hadapi, namun kita harus ingat bahwa setiap ujian memiliki hikmah dan Allah tidak memberikan cobaan melebihi kemampuan hamba-Nya. Dalam Islam, kita diajarkan untuk memelihara ketarturan antara lahir, batin, dan pikiran. Seperti dalam hal olahraga dengan teratur, pola makan sehat, dan istirahat yang cukup, serta mengelola stres dan kecemasan dengan cara yang sesuai dengan ajaran agama. Mengingatkan diri sendiri akan pentingnya berserah diri kepada Allah dalam setiap hal, berdoa, dan menguatkan iman juga menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan mental. Analisis Dakwah dan Pesan Akhlak Habib Husein JaAofar Al HadarA: Arif Zidansyah & Soiman . al 75-. Hal ini didasarkan pada ayat Al-QurAoan surah Fushshilat ayat 44 yang berbunyi: aAO CaEe N aaO aEEac aOeIa aIIa eO NaUO acO aA a U aOEac aOeIa aE Oae Ia Ia eOIA a AO acOA a aOEa eO a a eE INa Ca e UI a e aIa OUc EacCaEa eO Ea eO aE AA cU A n a aA cU aEae O aN a e aIA a AaI a a eO sA A UI O A e a a AEa eO aN eIA a AO a aI aN eI aO eC U acON aaOA s AOEOaiEa OaIa eaOIa Ia eI acIEA Artinya: AuSeandainya Kami menjadikannya (Al-QurAoa. bacaan dalam bahasa selain Arab, niscaya mereka akan mengatakan. AuMengapa ayat-ayatnya tidak dijelaskan . engan bahasa yang kami paham. ?Ay Apakah patut (Al-QurAoa. dalam bahasa selain bahasa Arab, sedangkan . asul adala. orang Arab? Katakanlah (Nabi Muhamma. AuAl-QurAoan adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman, sedangkan orang-orang yang tidak beriman, pada telinga mereka ada penyumbat dan mereka buta terhadapnya (Al-QurAoa. Mereka itu . orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh. Ay (QS. Al-Fusilat: . Pembentukan akhlak generasi Z melalui dakwah di YouTube, seperti yang dilakukan oleh Habib Ja'far, memanfaatkan kekuatan platform digital untuk menjangkau audiens muda yang sangat terhubung dengan teknologi. Generasi Z, yang dikenal sebagai digital natives, memiliki akses yang luas terhadap informasi dan cenderung lebih kritis terhadap konten yang mereka konsumsi. Oleh karena itu, pendekatan dakwah harus adaptif, dengan fokus pada penyampaian nilai-nilai akhlak dalam konteks yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari, seperti etika digital dan tanggung jawab sosial (Fiardhi, 2. Generasi ini lebih tertarik pada konten yang autentik dan interaktif yang mencerminkan nilai-nilai mereka, seperti keadilan sosial dan keberagaman (Vu, 2. Habib Ja'far dapat memanfaatkan pendekatan ini dengan menggunakan format video yang menarik dan berkolaborasi dengan influencer yang dikenal di kalangan mereka. Dengan cara ini, dakwah di YouTube tidak hanya dapat menyampaikan pesan akhlak secara efektif, tetapi juga membangun keterlibatan yang lebih dalam dengan audiens muda (Alhadjrath et al. , 2. Akhlak Dalam Bekerja Kehidupan kerja yang cepat dan penuh tekanan yang tinggi dapat mengganggu keseimbangan antara pekerjaan dan perawatan diri. Ambil contoh dari Ali Bin Abi Thalib yang menjadikan pekerjaan sebagai rekreasi yang menyenangkan, mengajarkan kita pentingnya memiliki sikap positif terhadap pekerjaan. Hal ini didasarkan pada ayat Al-QurAoan surah Ar-Ra'd ayat 11 yg berbunyi: a aAEaN aI a aC U aI eI aO aeI aOa eO aN aOIa eI eaEA naN aOe AA A eOIaN Ia eI a eI a NA aAcEEA AcEEa aE Oa aaO a aI aCa eO sI aNO Oa aaO a eO aI a a eIAa a aN eI aOaaee a aa NA AcEEa acaI NA A eO U Aa aaE aI aac Ea oN aO aI Ea aN eI aI eI eaOI naN Ia eI acO sEA a AaCa eO sIA Artinya: AuBaginya . alaikat-malaika. yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Ay (QS. Ar-RaAod: . Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. No. 2 (Agustus 2. Habib Jafar melalui channel Youtube nya menekankan bahwa akhlak dalam bekerja merupakan kunci utama untuk mencapai kesuksesan yang berkah dan bermanfaat. Menurut beliau, akhlak dalam konteks pekerjaan melibatkan sikap jujur, disiplin, dan tanggung jawab yang tinggi. Habib Jafar mengajarkan bahwa seorang pekerja harus selalu menjaga amanah, bekerja dengan sepenuh hati, serta bersikap adil dan transparan dalam setiap tindakan. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya berkolaborasi dengan baik, menghormati rekan kerja, dan menjaga etika profesional, agar hasil kerja tidak hanya memenuhi standar kualitas, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai moral yang baik. Dengan menerapkan akhlak yang baik dalam bekerja, seseorang tidak hanya akan memperoleh kesuksesan material, tetapi juga mendapatkan kepuasan batin dan keberkahan dari Allah (Roja et al. , 2. Akhlak Dalam Berkomunikasi Perkembangan teknologi dan media sosial seringkali menghalangi kemampuan kita untuk berkomunikasi secara langsung dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Keterampilan berkomunikasi, baik verbal maupun non-verbal, penting untuk membangun hubungan yang kuat dan meningkatkan interaksi sosial kita. Ambilah contoh dari kebijaksanaan Nabi Muhammad dalam mendengarkan dengan sabar dan menghargai sudut pandang orang lain. Dengan menerapkan nilai-nilai ini, kita dapat memperbaiki kualitas komunikasi kita dan memperdalam hubungan interpersonal yang lebih baik. Hal ini berdasarkan pada riwayat hadis dari kitab himpunan hadis hukum yaitu AlMuntaqa yang dihimpun oleh Majduddin bin Taimiyyah Al-Harrani yg berbunyi: AuAl-Hasan Al Basyri berkata. Apabila engkau sedang duduk berbicara dengan orang lain, hendaknya engkau bersemangat mendengar melebihi semangat engkau berbicara. Belajarlah menjadi pendengar yang baik sebagaimana engkau belajar menjadi pembicara yang baik. Janganlah engkau memotong pembicaraan orang lainAy (Al-Muntaqa hal. Habib Jafar menyampaikan bahwa akhlak dalam berkomunikasi adalah fondasi penting untuk membangun hubungan yang harmonis dan efektif. Beliau mengajarkan bahwa dalam setiap interaksi, seseorang harus berusaha untuk berbicara dengan jujur dan sopan, serta mendengarkan dengan penuh perhatian dan empati. Beliau juga mengingatkan agar kita selalu menjaga adab dan menghormati pendapat serta perasaan orang lain, sehingga komunikasi tidak hanya menjadi alat untuk menyampaikan pesan, tetapi juga sarana untuk mempererat hubungan dan menciptakan suasana yang penuh rasa saling menghargai. Analisis Video AuGenerasi Z Hedon Gak Bahaya Ta?Ay . Juni 2. Akhlak Terhadap Harta Benda Ketika kita menghadapi fenomena hedonisme, terutama pada generasi Z, penting bagi kita untuk merenungkan nilai-nilai sejati yang memandu tindakan kita. Generasi Z sering terjebak dalam lingkaran hedonisme yang diperkuat oleh media sosial dan budaya konsumtif, di mana pengakuan dan penghargaan dari orang lain menjadi prioritas utama. Lebih mementingkan memamerkan hal yang bersifat riya di sosial media. Namun, dengan kesadaran akan hal ini, mari kita tekankan pentingnya memilih berdasarkan pada kenyamanan, manfaat, dan kepuasan batin yang sejati, sehingga kita dapat menghindari jebakan hedonisme dan menjadi pribadi yang lebih realistis serta berarti bagi diri kita sendiri dan lingkungan sekitar. Perlunya kesadaran bahwa hidup cukup jauh lebih baik, tetap mengutamakan kebutuhan daripada sebuah keinginan daging. Analisis Dakwah dan Pesan Akhlak Habib Husein JaAofar Al HadarA: Arif Zidansyah & Soiman . al 75-. Hal ini berdasarkan pada ayat Al-QurAoan pada surah Az-Zukhruf ayat 35 yg berbunyi: n e AaO a e aAU aO eaI aE acE EaEa Ea acI aIaa eE aO Oa Eac eI aO aOA aAEa a a a eIa a aEa E eaE aIac aCOeIA Artinya: AuDan, (Kami buatkan pul. perhiasan-perhiasan dari emas. Semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan hidup dunia, sedangkan . enikmatan hidu. akhirat di sisi Tuhanmu . bagi orang-orang bertakwa. Ay (QS. Az-Zukhruf: . Habib Jafar menekankan pentingnya prinsip kejujuran dalam memperoleh dan menggunakan harta, serta menjauhi praktik yang merugikan orang lain seperti penipuan atau Selain itu, beliau juga mendorong Generasi Z untuk mengutamakan nilai-nilai berbagi dan berderma, dengan menggunakan sebagian dari harta untuk membantu yang membutuhkan dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat. Dengan sikap ini, harta benda tidak hanya menjadi alat untuk mencapai tujuan materiil, tetapi juga sebagai sarana untuk meraih keberkahan dan mendekatkan diri kepada Allah (Kartika & Suryadi, 2. Akhlak Terhadap Sesama Generasi Z di era gengsi hedonisme telah semakin merajalela. Terlalu sering kita tergoda untuk hidup dalam lingkaran hedonisme dan materialisme, membiarkan kebutuhan akan pengakuan sosial mengatur hidup kita. Namun, kita harus menyadari bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya ditemukan dalam kepemilikan materi atau popularitas di media sosial. Perlombaan tanpa henti untuk memenuhi standar yang ditetapkan oleh budaya konsumtif saat ini dapat membuat kita kehilangan kendali pada diri sendiri. Saat kita mampu mengatasi godaan hedonisme dan egoisme, serta menghadapi rasa iri terhadap kesuksesan orang lain dengan lapang dada, kita akan menjadi generasi yang tidak hanya kuat secara materi, tetapi juga dalam batin dan moralitas kita. Hal ini didasarkan pada sebuah riwayat hadist muslim yang berbunyi: AuDari Abu Hurairah radhiyallahu Aoanhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu Aoalaihi wa sallam bersabda. AuHak muslim kepada muslim yang lain ada enam. Ay Beliau shallallahu Aoalaihi wa sallam bersabda. Ay. Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya. apabila engkau diundang, penuhilah undangannya. apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat . apabila dia bersin lalu dia memuji Allah . engucapkan AoalhamdulillahA. , doakanlah dia . engan mengucapkan AoyarhamukallahA. apabila dia sakit, jenguklah dia. apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya . ampai ke pemakama. Ay (HR. Muslim. Generasi Z, sebagai kelompok yang tumbuh dalam era digital yang sangat terhubung, menghadapi tantangan dan peluang unik dalam hal akhlak terhadap sesama. Memahami dan menerapkan akhlak yang baik di era ini melibatkan empati, rasa hormat, dan tanggung jawab dalam berinteraksi secara online maupun offline (Nuraeni et al. , 2. Hal ini berarti memperlakukan orang lain dengan baik, menghargai perbedaan, dan berkomunikasi dengan cara yang konstruktif serta positif. Di dunia maya, di mana kata-kata dan tindakan bisa tersebar luas dan cepat, penting bagi Gen Z untuk menunjukkan sikap yang penuh perhatian dan peduli, sehingga menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif bagi semua orang. Ini adalah bagian dari membangun hubungan yang sehat dan saling mendukung, yang pada gilirannya memperkuat komunitas dan masyarakat secara keseluruhan (Wahyudi, 2. Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. No. 2 (Agustus 2. Akhlak Dalam Bergaul Kebahagiaan pribadi merupakan fondasi bagi kesnaggupan kita dalam membuat bahagia orang lain, sebagaimana yang ditegaskan dalam ajaran agama. Agar kita dapat menjadi pembawa kebahagiaan di lingkungan kita, kita perlu memperhatikan lingkaran pergaulan kita. Bukan hanya tentang menghindari lingkaran negatif, tetapi juga tentang menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh positif di lingkungan tersebut (Anwar, 2. Jadilah pionir kebaikan di lingkaran kita, menjadi teladan dalam nilai-nilai yang mendasari kehidupan, bukan sekadar berdasarkan keinginan duniawi semata. Dalam ajaran agama, kebahagiaan bukanlah sekadar tujuan bagi diri kita sendiri, tetapi juga merupakan cara untuk memuliakan Tuhan karena telah berusaha menjauhi keduniawian yang berlebihan agar mendapatkan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Hal ini didasarkan pada sebuah riwayat hadist bukhari dan muslim yang berbunyi: AuDari Abu Musa, dari Nabi Muhammad beliau bersabda: Perumpamaan teman yang baik dengan teman yang buruk bagaikan penjual minyak wangi dengan pandai besi, ada kalanya penjual minyak wangi itu akan menghadiahkan kepadamu atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma wanginya. Sedangkan pandai besi ada kalanya . ercikan apiny. akan membakar bajumu atau kamu akan mendapatkan aroma tidak sedap darinya. Ay (HR. Al-Bukhari: Muslim: 2. Ahmad:19. Habib Jafar, seorang ulama yang dikenal dengan kebijaksanaan dan keteladanan dalam berakhlak, mengajarkan Generasi Z pentingnya mempraktikkan akhlak yang baik dalam bergaul. Menurut beliau, akhlak yang mulia melibatkan sikap saling menghargai, berempati, dan menjaga integritas dalam setiap interaksi. Dalam konteks digital saat ini. Habib Jafar menekankan pentingnya bersikap sopan dan bijaksana dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun melalui media sosial (Revi et al. , 2. Beliau mendorong Generasi Z untuk selalu mengutamakan kejujuran, menjauhi gosip dan ujaran kebencian, serta memberikan dukungan kepada sesama dengan cara yang positif. Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini. Generasi Z tidak hanya dapat membangun hubungan yang lebih harmonis dan produktif, tetapi juga menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik dan penuh kasih (Mahabi, 2. Analisis Video AuWajib Nonton!! Buat Yang Sering Curhat Di SosmedAy . Februari 2. Akhlak Dalam Menjaga Aib Dalam Islam, menjaga aib adalah suatu nilai yang sangat dihormati, sesuai dengan keyakinan bahwa Tuhanlah yang menutupi aib. Pentingnya berhati-hati dalam menceritakan aib kepada orang lain. Sebaiknya, ceritakan hanya kepada orang-orang yang dapat memberikan wawasan dan pemahaman yang mendalam, seperti para ulama untuk masalah agama, atau psikolog untuk masalah mental, dan ahli lingkungan untuk masalah lingkungan. Dengan cara ini, kita tidak hanya menjaga kehormatan diri sendiri, tetapi juga menghormati privasi dan martabat orang lain dalam segala aspek kehidupan kita. Hal ini didasarkan pada sebuah riwayat hadist bukhari dan muslim yang berbunyi: AuTelah mengabarkan kepada kami Abdul AoAziz bin Abdullah, telah mengabarkan kepada kami Ibrohim bin SaAod dari anak saudaraku Ibnu Syihab dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah, dia mengatakan. AuAku mendengar Abu Huroiroh mengatakan. AuAku mendengar Nabi Shallallahu Analisis Dakwah dan Pesan Akhlak Habib Husein JaAofar Al HadarA: Arif Zidansyah & Soiman . al 75-. Aoalaihi wa Sallam bersabda. AuSetiap ummatku akan mendapatkan ampunan dari Allah Azza wa Jalla kecuali al Mujaahiriin yaitu semisal ada seorang laki-laki yang mengerjakan sebuah perbuatan . uruk ) pada malam hari kemudian ia menjumpai waktu subuh dan Allah telah menutupi aibnya . erupa perbuatan buru. Lalu laki-laki tersebut mengatakan. AuWahai Fulan, aku telah mengerjakan sebuah perbuatan buruk/jelek ini dan ituAy. AuMaka itulah orang yang malamnya Allah telah menutup aibnya lalu ia membuka aibnya sendiri di waktu subuh. Ay (HR. Bukhori no. dan Muslim no. Habib Jafar juga menyampaikan pentingnya akhlak dalam menjaga aib sebagai wujud dari rasa hormat dan empati terhadap sesama. Beliau mengajarkan bahwa menjaga aib berarti tidak membicarakan kekurangan atau kesalahan orang lain, baik dalam percakapan langsung maupun melalui media sosial, dan menghindari penyebaran informasi yang bisa merugikan reputasi Habib Jafar menggarisbawahi bahwa setiap individu memiliki kelemahan dan kesalahan, dan seharusnya kita fokus pada menutupi dan membantu memperbaiki aib tersebut dengan cara yang penuh kasih sayang, bukan justru mempermalukannya (Anggita et al. , 2. Akhlak Ketika Curhat Generasi Z di dalam dunia yang penuh dengan tekanan, curhat menjadi salah satu kebutuhan yang sangat dirasakan. Namun, di tengah arus informasi dan interaksi sosial yang intens, harus disadari pentingnya menceritakan suatu hal kepada orang yang tepat. Curhat merupakan kebutuhan yang wajar bagi setiap individu, namun dalam perspektif agama, curhat adalah tentang curahan hati yang harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Hindarilah bercurhat kepada orang yang tidak memiliki empati, agar hatimu tidak terluka. Dalam Islam, curhat kepada Tuhan adalah yang terbaik, seperti yang diperlihatkan oleh Nabi Ayub dalam surat Al-Anbiya ayat 83, dan Nabi Yakub dalam surat Yusuf ayat 86. Imam Hasan Basri mengatakan bahwa jika ingin bercurhat kepada Allah, lakukanlah shalat, dan jika ingin mendengar jawaban Allah, bacalah Al-Quran. Jika tidak memungkinkan, bercurhatlah kepada orang yang berilmu dan bijaksana, agar responsnya bersifat intelektual, atau kepada orang yang memiliki hati yang penuh empati, agar kamu mendapatkan dukungan dan pengertian. Hal ini berdasarkan pada ayat Al-QurAoan surah Yusuf ayat 86 yang berbunyi: aAcEE aI aE a eEa aI eOIA e ACa aE a acI aI ee a e aE eO a a eO aO a e aIA a AcEE aO a eEa aI Ia Ia NA a AO aEaO NA Artinya: AuDia (YaAoqu. AuHanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui. Ay (QS. Yusuf: . Habib Jafar mengajarkan bahwa ketika curhat, seseorang harus memilih kata-kata dengan bijak, menghindari keluhan yang berlebihan, dan fokus pada solusi serta perbaikan. Habib Jafar juga menekankan pentingnya rasa saling menghormati antara pendengar dan penyampai cerita. pendengar harus memberikan perhatian dan empati, sementara penyampai harus menjaga privasi dan tidak menyebarluaskan masalah pribadi secara sembarangan. Dengan menerapkan akhlak ini, curhat tidak hanya menjadi sarana untuk melepaskan beban emosional, tetapi juga memperkuat ikatan dan saling mendukung dalam mencapai pemahaman dan solusi yang lebih baik (Sosial et al. (Achmad, 2. Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. No. 2 (Agustus 2. Kesimpulan Habib Husein Jafar Al-Haddar menggunakan platform YouTube dengan akun "Jeda Nulis" sebagai sarana dakwah, khususnya menyampaikan pesan-pesan akhlak kepada generasi Z Melalui tiga video yang membahas pesan-pesan akhlak kepada generasi Z oleh Habib Husein Jafar Al-Haddar di platform YouTube. Dalam analisis video pertama, terdapat tiga pesan akhlak. Pertama, akhlak terhadap diri sendiri, yakni menjaga kesehatan mental yang merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab terhadap diri. Rasa depresi, cemas dan ujian mental lainnya harus dihadapi dengan sabar dan kepercayaan kepada Allah. Kedua, akhlak dalam bekerja. Ali Bin Abi Thalib diperkenalkan sebagai contoh yang mengajarkan pentingnya bersikap positif terhadap pekerjaan sebagai kesempatan untuk berkembang. ketiga, akhlak dalam berkomunikasi yang menyoroti kebijaksanaan Nabi Muhammad dalam mendengarkan dengan sabar dan menghargai sudut pandang orang lain. Pada analisis video kedua, terdapat tiga pesan akhlak yakni. Pertama, adalah tentang akhlak terhadap harta benda. Generasi Z sering terjebak dalam budaya konsumtif dan pengakuan dari orang lain, namun kita harus bisa memilih berdasarkan pada kenyamanan dan manfaat, agar terhindar dari sifat hedonisme. Kedua, mengenai akhlak terhadap sesama. Kebahagiaan tidak hanya ditemukan dalam materi atau popularitas di media sosial, melainkan memiliki kemampuan untuk mengatasi godaan hedonisme dan egoisme. ketiga, adalah tentang akhlak dalam bergaul. Kita diajak untuk menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh positif di lingkungan kita. Pada analisis video ketiga, ditemukan dua pesan akhlak yaitu. Pertama, akhlak menjaga aib dalam Islam, yang menekankan pentingnya berhati-hati dalam berbagi informasi tentang aib hanya kepada orang yang dapat dipercaya ataupun pada ahlinya. Kedua, adalah akhlak ketika bercurhat, yang menekankan bahwa curhat kepada Tuhan atau orang yang bijaksana adalah yang Teladan dari Nabi Ayub dan Nabi Yakub menunjukkan kebijaksanaan dalam bercurhat kepada Tuhan. Daftar Pustaka