E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik Volume 7 Nomor 2 Bulan 2025 e-ISSN: 2686-5882. p-ISSN: x-x. Hal 66-74 DOI: https://doi. org/10. 70375/e-logis. Evaluasi Penerapan Akuntansi Lingkungan pada Rumah Sakit Umum Daerah Tiakur Yani Susetyo1*. Nofsince Bebena2. Sigit Agus Dwi Prasetyo3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Karya Utama. Indonesia email1 yani110509@gmail. email2 nofsincebebena08@gmail. sigit_dp2019@yahoo. 1,2,3 Jl. Tegalsari Raya No. Semarang. Indonesia Korespondensi penulis: yani110509@gmail. Abstract. This study aims to evaluate how environmental accounting is implemented at Tiakur Regional General Hospital (RSUD Tiaku. , whether it has been carried out in an accountable manner, and whether the environmental cost reporting system reflects the hospitalAos social and environmental responsibility. The main issue identified is the existence of a gap between environmental management practices and the environmental accounting reporting system. This study employs a descriptive qualitative approach, with informants selected using purposive sampling, involving nine informants. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman method, which consists of data reduction, data display, and conclusion The results indicate that RSUD Tiakur has implemented systematic management of liquid and solid waste through a wastewater treatment installation (WWTP) unit and medical and non-medical waste disposal facilities. However, a specific environmental accounting report has not yet been prepared. Therefore, it is recommended that RSUD Tiakur develop a dedicated environmental accounting report and prepare financial accounting reports that are more formal and structured. Keywords: Environmental Accounting. Hospital. Environmental Costs. Social Responsibility Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaiamana penerapan akuntansi lingkungan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tiakur apakah sudah dilakukan secara akuntabel dan apakah sistem pelaporan biaya lingkungannya sudah mencerminkan tanggung jawab sosial dan lingkungan rumah sakit Permasalahan yang timbul masih terdapatnya kesenjangan antara praktik pengelolaan lingkungan dan sistem pelaporan akuntansi lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengambilan sample menggunakan teknik purposive sampling dengan 9 orang informan. Teknik analisis data dengan menggunakan metode Miles dan Huberman dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpualn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Tiakur telah melaksanakan pengelolaan limbah cair dan padat secara sistematis melalui unit instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan fasilitas pembuangan limbah medis/nonmedis tetapi belum terdapat laporan khusus untuk akuntansi lingkungan. Untuk itu diharapkan RSUD Tiakur menyediakan laporan khusus untuk akuntansi lingkungan serta menyusun laporan akuntansi keuangan yang lebih formal dan struktur. Kata Kunci: Akuntansi Lingkungan. Rumah Sakit. Biaya Lingkungan. Tanggung Jawab Sosial LATAR BELAKANG Perkembangan industri dan modernisasi membawa dampak signifikan terhadap Aktivitas keberlanjutan lingkungan sering kali menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah yang berpengaruh pada kesehatan manusia. (Yulianti, 2. Menurut (DAoAmore et al. , 2. penerapan akuntansi lingkungan menjadi salah satu instrumen akuntabilitas yang menilai E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 Evaluasi Penerapan Akuntansi Lingkungan pada Rumah Sakit Umum Daerah Tiakur sejauh mana organisasi memperhitungkan dampak lingkungan dari kegiatan Rumah sakit, sebagai lembaga penyedia layanan kesehatan, merupakan entitas yang memiliki kontribusi besar terhadap pencemaran lingkungan apabila limbah medis dan nonmedis tidak dikelola secara memadai. Oleh karena itu, konsep green accounting menjadi penting dalam sistem pengelolaan rumah sakit untuk memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional berorientasi pada keberlanjutan lingkungan. Seiring dengan meningkatnya kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan, perusahaan diharapkan untuk tidak hanya memaksimalkan profitabilitas, tetapi juga bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan dari aktivitas mereka. Akuntansi lingkungan mempunya peran sebagai alat untuk mengukur, mengelola, dan melaporkan dampak dari kegiatan operasional dari perusahaan tersebut . Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa banyak perusahaan di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan akuntansi lingkungan ke dalam laporan keuangan mereka. Studi oleh (Khairani & Sisdianto, 2. meskipun secara teoritis penting, implementasi akuntansi lingkungan sering menghadapi hambatan seperti kurangnya regulasi teknis yang spesifik dan keterbatasan teknologi serta tenaga ahli di banyak perusahaan. Penelitian yang dilakukan (Putikadea & Siregar, 2. menunjukkan bahwa pengungkapan emisi karbon memiliki efek positif terhadap reaksi investor, yang berarti investor memberi respons positif terhadap perusahaan yang secara sukarela mengungkapkan informasi lingkungan. KAJIAN TEORITIS Lingkungan Rumah Sakit (Halimah et al. , 2. Undang-Undang Perlindungan PPLH) Nomor Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup . elanjutnya disebut dengan dalam konsideran menimbang perlindungan terhadap keseluruhan ekosistem dipandang sebagai bentuk jaminan kepastian hukum dan perlindungan atas hak setiap orang untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Rumah sakit memiliki tanggung jawab dalam lingkungan karena ada keterkaitan dengan hasil limbah akibat dari kegiatan pelayanan kesehatan yang dihasilkan oleh rumah sakit. Pengelolaan limbah sebagai bagian dari E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 e-ISSN: 2686-5882. p-ISSN: x-x. Hal 66-74 kegiatan penyehatan lingkungan rumah sakit bertujuan untuk melindungi masyarakat di sekitar rumah sakit dari bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit Limbah Rumah Sakit Limbah merupakan sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang tidak lagi memiliki nilai guna dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Dalam konteks pelayanan kesehatan, limbah rumah sakit mencakup seluruh limbah yang dihasilkan dari aktivitas medis, penunjang medis, dan nonmedis yang dapat menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan (Organization, 2. Limbah medis berbahaya seperti limbah infeksius dan kimia memiliki potensi paling besar dalam mencemari air, tanah, dan udara apabila tidak ditangani sesuai standar kesehatan lingkungan (Ghali et al. , 2. Studi literatur menunjukkan bahwa limbah rumah sakit yang tidak dikelola secara sistematis berkontribusi terhadap penyebaran patogen, akumulasi bahan kimia berbahaya, dan degradasi kualitas lingkungan, terutama di negara berkembang dengan sistem pengelolaan limbah yang belum memadai (Rani et al. , 2. Biaya Lingkungan Pada Rumah Sakit Biaya lingkungan dapat dibagi menjadi empat macam. Biaya Pencegahan Lingkungan . nvironmental prevention Biaya lingkungan pada rumah sakit adalah biaya yang terkait dengan cost. Biaya Deteksi Lingkungan . nvironmental detection cost. Biaya Kegagalan Internal Lingkungan . nvironmental internal failure cos. Biaya Kegagalan Eksternal Lingkungan . nvironmental external failur. (Hansen, iD. , i& iMowen, 2. Akuntansi Lingkungan Menurut (Gray et al. , 2. akuntansi lingkungan merupakan sebuah rangkaian proses yang meliputi identifikasi, pengukuran, pencatatan, peringkasan, pelaporan, serta penyampaian informasi mengenai objek, transaksi, kejadian, atau dampak aktivitas ekonomi, sosial, dan lingkungan terhadap perusahaan, masyarakat, maupun lingkungan itu sendiri. Seluruh proses tersebut disajikan dalam bentuk pelaporan akuntansi yang terintegrasi, sehingga dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan untuk menilai dan mengambil keputusan, baik dalam aspek ekonomi maupun aspek non-ekonomi. E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 Evaluasi Penerapan Akuntansi Lingkungan pada Rumah Sakit Umum Daerah Tiakur Akuntansi lingkungan mencakup praktik akuntansi perusahaan yang memasukkan biaya lingkungan ke dalam penghitungan keuangan. Hal ini melibatkan upaya untuk mencegah, mengurangi, atau menghindari dampak negatif terhadap lingkungan melalui perbaikan kegiatan yang dapat menyebabkan bencana lingkungan (Schaltegger et al. Kerangka Pemikiran Berdasar konsep-konsep dasar teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu tersebut maka kerangka pemikiran penelitian ini sebagai berikut: Gambar 2. 1 Kerangka Pemikiran Penelitian Variabel: Aktivitas Lingkungan Pengelolaan Limbah Perlakuan Biaya Lingkungan Teknik Analisis Kuantitatif Deskriptif Hasil Penelitian Kesimpulan dan Saran METODE PENELITIAN Jenis Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Menurut (Creswell & Poth, 2. penelitian deskriptif kualitatif bertujuan untuk memberikan deskripsi yang rinci dan komprehensif tentang suatu fenomena, situasi, atau kejadian. Hal ini dicapai melalui pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan Populasi. Sampel, dan Teknik Pengambilan Sample Populasi dalam penelitian ini adalah semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan dan bagian keuangan di RSUD Tiakur. Secara operasional, populasi mencakup semua tenaga kerja dan unit yang berperan dalam pengelolaan limbah dan E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 e-ISSN: 2686-5882. p-ISSN: x-x. Hal 66-74 pencatatan biaya lingkungan, antara lain: Direksi. Bagian Keuangan. Unit Kesehatan Lingkungan (Keslin. , instalasi IPAL, petugas kebersihan, serta tenaga medis dan nonmedis yang menghasilkan limbah. Sampel untuk penelitian ini laporan keuangan pengeluaran biaya - biaya operasional pengolahan limbah dan perlakuan akuntansi lingkungan di RSUD Tiakur. Untuk menguatkan data juga melakukan pengambilan data melalui obeservasu pada sembilan . esuai daftar yang digunakan dalam penelitian lapanga. Direktur RSUD Tiakur Kasubag Tata Usaha (TU) Pegawai . taf administrasi/keuanga. Penanggung jawab Kesehatan Lingkungan (Keslin. Pegawai Kesling Perawat . Perawat . (Opsiona. Petugas yang bertugas pada IPAL atau pengelolaan limbah Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sampel diambil dari informan yang memahami kebijakan dan praktik akuntansi lingkungan di RSUD Tiakur, memiliki kompetensi dan terlibat langsung dalam pengelolaan limbah dan pencatatan biaya lingkungan, memiliki posisi penganggaran/pencatatan biaya, atau pembuatan kebijakan di RSUD Tiakur . direktur, kasubag TU, penanggung jawab Kesling, staf keuangan, petugas IPAL). Metode Analisis Data Metode Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan hasil temuan yang sama berasal dari data yang terkumpul melalui proses obeservasi laporan keuangan yang dibuat Badan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tiakur yang mengenai jenis Ae jenis limbah dan tata cara pengelolaannya, perhitungan biaya, penilaian biaya, dan alokasi pengelolaan limbah (Creswell & Poth, 2. Selain itu, menganalisis mengenai Instalasi Pengolah Air Limbah dan analisis mengenai dampak lingkungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum RSUD Tiakur E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 Evaluasi Penerapan Akuntansi Lingkungan pada Rumah Sakit Umum Daerah Tiakur RSUD Tiakur berdiri pada tahun 2016 sebagai rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya. Sejak 2018, rumah sakit ini telah memiliki 21 gedung operasional dengan fasilitas pelayanan kesehatan lengkap dan instalasi pengolahan limbah cair (IPAL). Pengelolaan Limbah Hasil observasi menunjukkan bahwa RSUD Tiakur telah memisahkan limbah medis dan nonmedis sejak tahap awal pengumpulan. Limbah cair dialirkan ke IPAL menggunakan sistem biofilter anaerob-aerob, sedangkan limbah padat medis dimusnahkan melalui insinerasi dan disimpan sementara di TPS B3. Limbah nonmedis diangkut setiap hari ke TPA oleh Dinas Kebersihan Daerah. Hal iini diungkapkan oleh ibu Hanna Larwuy selaku pegawai kesling. "RSUD Tiakur memastikan untuk selalu melakukan pengecekan dalam memilah limbah yang terindetifikasi zat berbahaya maupun limbah yang siap diteruskan ke IPALAy Praktik ini menunjukkan adanya kesadaran lingkungan dan upaya sistematis untuk mengurangi pencemaran. Menurut petugas Kesling. AuRSUD Tiakur memastikan untuk selalu melakukan pengecekan limbah agar bahan berbahaya tidak mencemari Ay Identifikasi dan Pengakuan Biaya Lingkungan RSUD Tiakur dalam mengakui setiap transaksi yang terjadi menggunakan metode kas basis dimana mengakui biaya ketika kas telah dikeluarkan. Seperti yang dikemukakan oleh dr. Valda Agatha Laipeny. M selaku Kasubbag TU : Au Semua pengeluaran dan pemasukan yang diterima oleh RSUD tiakur dilakukan pencatatan dan pembukuan diakhir bulan " Biaya lingkungan di RSUD Tiakur meliputi air (Rp1. , bahan bakar (Rp20. , listrik (Rp68. , penyehatan ruang (Rp17. , pemantauan udara (Rp10. , pengendalian serangga (Rp9. , dan penyusutan peralatan (Rp900. Total Rp300. 000 per tahun. Biaya-biaya tersebut diakui dalam laporan operasional umum karena belum terdapat laporan khusus akuntansi lingkungan. Pengakuan dilakukan berdasarkan basis kas ketika pengeluaran terjadi. E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 e-ISSN: 2686-5882. p-ISSN: x-x. Hal 66-74 Penyajian dan Pengungkapan RSUD Tiakur menyajikan biaya pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari biaya operasional rumah sakit. Walaupun belum ada format pelaporan khusus, pengungkapan dilakukan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CALK). Hal ini sejalan dengan temuan (Sari et al. , 2. yang menunjukkan bahwa rumah sakit di Indonesia masih memasukkan biaya lingkungan ke dalam biaya lain tanpa penyajian terpisah, yang mencerminkan kurangnya transparansi akuntansi lingkungan dalam laporan keuangannya. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik pelaporan lingkungan di rumah sakit di Indonesia masih belum optimal dan terintegrasi dalam akun biaya umum. Analisis dan Pembahasan Penerapan akuntansi lingkungan di RSUD Tiakur sudah mencakup empat tahapan utama: identifikasi, pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan. Namun, sistem pelaporan masih bersifat konvensional. Rumah sakit Umum Daerah Tiakur mengidentifikasikan semua kegiatan medis dan non medis yang memiliki potensi menimbulkan pengaruh lingkungan dan mengalokasikan biaya untuk pengelolaan Pengakuan Biaya Lingkungan RSUD Tiakur berkaitan dengan transaksi yang terjadi kedalam sistem pencatatan, sehingga transaksi tersebut berpengaruh dalam laporan keuangan sebuah entitas perusahaan. Pengakuan diwujudkan dengan dicatatnya sejumlah uang ke dalam pos-pos laporan keuangan yang dipengaruhi oeh kejadian atau peristiwa yang berkaitan RSUD Tiakur dalam mengakui setiap transaksi yang terjadi menggunakan metode kas basis dimana mengakui biaya ketika kas telah dikeluarkan. Pengungkapan memberikan informasi yang bermanfaat yang tidak dapat dijelaskan oleh data keuangan. Terkait dengan biaya lingkungan yang dilakukan oleh rumah sakit RSUD Tiakur belum melakukan pengunkapan secara khusus dan belum ada standar khusus yang mengatur tentang pengungkapannya. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian (Sari et al. , 2. , menunjukkan bahwa rumah sakit di Indonesia masih memasukkan biaya lingkungan ke dalam biaya lain tanpa penyajian terpisah, yang mencerminkan kurangnya transparansi akuntansi lingkungan dalam laporan keuangannya. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik pelaporan lingkungan di rumah sakit masih belum optimal dan terintegrasi dalam akun biaya umum E-logis : Jurnal Ekonomi Logistik VOLUME 7. NO. OKTOBER 2025 Evaluasi Penerapan Akuntansi Lingkungan pada Rumah Sakit Umum Daerah Tiakur Secara konseptual, penerapan akuntansi lingkungan di RSUD Tiakur berfungsi sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Praktik ini juga memperkuat legitimasi institusional rumah sakit sebagai organisasi publik yang berorientasi pada KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dalam pengelolaan limbah rumah yang dihasilkan dari kegiatan operasional rumah sakit untuk RSUD Tiakur telah melakukan pengolahan limbah lingkungan rumah sakit secara dasar melalui pemisahan limbah medis dan nonmedis. Didalam penerapan akuntansi lingkungan serta pengakuan biaya lingkungan dalam laporan operasional. Namun, dalam laporan akuntansi lingkunan belum terdapat laporan khusus yang menampilkan informasi lingkungan secara terpisah. Pencatatan biaya lingkungan masih dimasukkann dalam biaya operasional RSUD Tiaku dan rmasih bersifat umum, sehingga transparansi laporan khusu untuk akuntabilitas lingkungan belum optimal. Saran