ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Diterima : 05 Desember 2025 Direvisi : 09 Desember 2025 DOI : 10. 58518/darajat. Dipublikasi : 24 Desember 2025 IMPLEMENTASI PENDEKATAN SOSIO RELIGIUS UNTUK AKTUALISASI NILAI AoADALAH DAN AMANAH PADA KEGIATAN PEMBIASAAN BAKTI SOSIAL SEDEKAH BERAS DI MA MAZROATUL ULUM Wardatul Karomah Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah Lamongan. Indonesia wardatulkaromah@iai-tabah. SaAoadi Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia saadi@uinsalatiga. Miftahuddin Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia miftahuddin@iainsalatiga. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pendekatan sosio religius dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Aoadalah . dan amanah . anggung jawa. melalui kegiatan pembiasaan bakti sosial sedekah beras di MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan sosio religius diterapkan secara terpadu dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan sedekah beras. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat empati dan solidaritas sosial siswa, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai keadilan melalui pembagian yang merata serta nilai amanah melalui pengelolaan dan penyaluran bantuan secara bertanggung jawab. Lingkungan madrasah yang mendukung serta keterlibatan guru dan siswa secara aktif menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi nilai-nilai Temuan penelitian ini dapat berkonstribusi bagi model pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai wasathiyah Islam di lingkungan madrasah. Kata kunci: Adalah. Amanah. Pendekatan Sosio Religius. Pendidikan Karakter. Abstract This research aims to describe and analyze the implementation of socio-religious approach in actualizing the values of 'adalah' . and 'amanah' . through social service activities of rice donation at MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan. This study applies the qualitative method with a case study model. Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that the socio-religious approach is applied integratively in the planning, implementation, and evaluation of rice donation activities. These activities not only strengthen students' 109 Implementasi Pendekatan Sosio Religius. | Wardatul Karomah et al Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat empathy and social solidarity but also serve as an effective means of instilling the value of justice through equitable distribution and the value of amanah through responsible management and distribution of assistance. A supportive madrasah environment and the active involvement of teachers and students are the important factors succeeding the implementation of these values. The findings of this research can contribute to the development model of character education based on Islamic wasathiyah values in the madrasah environment. Keywords: 'Adalah. Amanah. Socio-Religious Approach. Character Education. PENDAHULUAN Fenomena individualisme dan krisis nilai, seperti enggan terlibat dalam kegiatan sosial, menutup diri, kurang empati, kompetisi yang berlebih, maraknya perundungan, hedonisme dan minimnya keterlibatan dalam kegiatan relegius di kalangan remaja menjadi tantangan besar dalam dunia pendidikan saat ini. Penurunan empati, rendahnya kepedulian sosial, dan dominasi budaya konsumtif menjadi ciri khas generasi muda Hal ini sejalan dengan temuan dalam artikel AuWe Have Put Individualism Ahead of the Common Good for Too LongAy, yang mengkritik dominasi individualisme atas kepentingan bersama dalam masyarakat Amerika Serikat. 1 Di Indonesia, krisis karakter serupa juga terjadi, dengan remaja yang cenderung mengabaikan nilai-nilai sosial dan Sebagai respons terhadap fenomena tersebut, revitalisasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan nilai keislaman menjadi penting. Alhamuddin menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang mengintegrasikan kearifan lokal Minangkabau dan nilainilai Islam dapat membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. 3 Demikian pula, integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan karakter di pesantren terbukti efektif dalam membentuk perilaku sosial positif siswa. 4 Selain itu, kebutuhan akan pendidikan transformatif yang menghubungkan ilmu, iman, dan amal semakin mendesak. Pendidikan semacam ini tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas siswa. Awaliyah menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam pendidikan karakter untuk menghasilkan siswa yang mempunyai prinsip-prinsip mulia dan tangguh. Dengan demikian, pendekatan sosio-religius menjadi relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia. Meskipun berbagai teori pendidikan karakter telah dikembangkan, implementasinya dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia masih menghadapi Teori-teori seperti Value Education Theory (Lickon. dan Character Education Theory (Lickona & Davidso. menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui Namun, dalam praktiknya, penerapan teori-teori tersebut seringkali terbentur pada kurangnya konteks lokal dan relevansi dengan nilai-nilai budaya setempat. Yusuf menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, seperti yang diterapkan 1 Richard. We Have Put Individualism Ahead of the Common Good for Too Long. How Government Can Help Americans Find the Common Good Again | TIME 2 Hudi. Ilham. Krisis Moral dan Etika Pada Generasi Muda Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Volume 1 . 2024, pp 233-241, https://journal. com/index. php/jippsi/about 3 Alhamuddin. Character Education Based on Minangkabau Local Wisdom. Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies. Vol. No. July2022 4 Setiawan. Nanang. The Impact of Islamic Values and Local Wisdom on Students' Social Behavior: A Study at Pondok Pesantren Al-Fatimah. Bojonegoro. Indonesian Journal of Islamic Religion and Culture 5 Awwaliyah. Ratna. Shofia. Integrating Islamic Values into School-Based Character Education. BestariJurnal studi Pendidikan Islam Vol. DOI: https://doi. org/10. 36667/bestari. 110 Implementasi Pendekatan Sosio Religius. | Wardatul Karomah et al Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat di Ternate, dapat meningkatkan efektivitas pendidikan karakter dengan melibatkan kolaborasi antara guru, orang tua, dan masyarakat. Namun, pendekatan ini belum banyak diadopsi secara luas dalam lembaga pendidikan Islam di Indonesia. 6 Selain itu, kurangnya integrasi antara teori pendidikan karakter dengan praktik di lapangan menyebabkan nilainilai seperti keadilan (Aoadala. dan tanggung jawab . sulit diaktualisasikan secara Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mengintegrasikan teori pendidikan karakter dengan konteks lokal dan nilai-nilai keislaman. Pendekatan sosioreligius yang menggabungkan aspek sosial dan religius dalam pendidikan karakter dapat menjadi solusi untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik tersebut. Implementasi pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia. MA Mazroatul Ulum adalah salah satu lembaga pendidikan Islam yang berada di wilayah Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan yang mempunyai visi AuTerwujudnya Madrasah yang Islami. Integratif. Berprestasi, dan BerkemajuanAy. 7 Dengan adanya visi tersebut, madrasah ini telah banyak menorehkan prestasi baik akademik maupun non akademik, diantaranya adalah Juara 1 lomba tari nasional tahun 2020, juara 1 duta santri tahun 2024, juara harapan 1 olimpade PAI tingkat Jawa timur tahun 2025. Selain itu, madrasah ini konsisten mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam proses pembelajaran dan kegiatan kesiswaan. Hal ini menjadikan MA Mazroatul Ulum sebagai tempat yang tepat untuk mengkaji pendekatan sosio religius dalam pembentukan karakter siswa, khususnya dalam hal keadilan (AoadAla. dan tanggung jawab . dengan program bakti sosial rutin berupa kegiatan sedekah beras yang menjadi fokus penelitian ini. Keberadaan program ini memberikan peluang yang strategis untuk mengamati dan menganalisis implementasi nilai-nilai keislaman dalam aksi nyata siswa. dengan dukungan lingkungan sosial dan kultural yang kuat dikelilingi oleh komunitas yang aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial baik komunitas ormas NU maupun ormas Muhammadiyah. Konteks ini sangat mendukung pelaksanaan dan pengembangan pendekatan sosio religius dalam Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan sosio-religius dalam kegiatan pembiasaan bakti sosial sedekah beras di MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menggali proses aktualisasi nilai Aoadalah . dan amanah . anggung jawa. melalui kegiatan tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kontribusi pendekatan sosio-religius terhadap pembentukan karakter siswa dan memberikan rekomendasi praktis bagi lembaga pendidikan Islam lain yang ingin menerapkan kegiatan serupa. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai efektivitas pendekatan sosio-religius dalam pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kurikulum dan program pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Dengan demikian, penelitian ini memiliki kontribusi penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Pentingnya penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa pendidikan karakter di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti menurunnya nilai-nilai sosial di kalangan remaja dan kurangnya integrasi antara teori dan praktik dalam pendidikan karakter. Selain itu, 6 Yusuf. Ramli. Integrating Local Wisdom in Character Education: A Collaborative Model for Teachers. Parents, and Communities. Al Ishlah: Jurnal Pendidikan. Vol. (September, 2. DOI: 35445/alishlah-v16i3. 7 Web Madrasah. Dokumen, diakses pada 16 Mei 2025. 8 Istiqomah. Wakasis. Wawancara, 15 Mei 2025. 111 Implementasi Pendekatan Sosio Religius. | Wardatul Karomah et al Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat meskipun berbagai pendekatan telah dikembangkan, implementasinya dalam konteks pendidikan Islam di Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengkaji implementasi pendekatan sosio-religius dalam konteks nyata di MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan. Selain itu, penelitian ini juga penting untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal. Dengan menggali proses aktualisasi nilai Aoadalah dan amanah melalui kegiatan sedekah beras. Pendekatan sosio-religius dalam pendidikan merupakan integrasi antara aspek sosial dan religius dalam proses pembelajaran. Ismail menyatakan bahwa pendidikan karakter religius menekankan pada nilai-nilai karakter Rasulullah Muhammad SAW, seperti shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah, yang diterapkan dalam lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pendekatan ini bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak 9 Dalam konteks pendidikan Islam, pendekatan sosio-religius menjadi penting untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial peserta didik. Manifestasi dari pendekatan sosio-religius dapat dilihat dalam berbagai kegiatan yang mengintegrasikan nilai-nilai sosial dan religius. Ismail menyebutkan bahwa implementasi pendidikan karakter religius dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, dan penguatan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. 10 Kegiatan seperti bakti sosial sedekah beras di MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan merupakan contoh konkret dari manifestasi pendekatan sosio-religius. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam konteks sosial, seperti berbagi dengan sesama dan menjaga amanah. Nilai Aoadalah . dan amanah . anggung jawa. merupakan dua prinsip penting dalam ajaran Islam yang harus dimiliki oleh setiap individu. AoAdalah dalam Islam berarti menempatkan segala sesuatu pada tempatnya dengan adil, tanpa diskriminasi. Sedangkan amanah berarti kepercayaan yang diberikan kepada seseorang untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. 11 Dalam konteks pendidikan, kedua nilai ini menjadi dasar dalam pembentukan karakter peserta didik. Buhori menyatakan, amanah dalam pendidikan Islam mencakup kewajiban untuk menjaga dan menunaikan tugas yang diberikan, baik dari Allah SWT maupun sesama manusia. Manifestasi dari nilai Aoadalah dan amanah dalam pendidikan dapat dilihat dalam sikap dan perilaku peserta didik yang mencerminkan keadilan dan tanggung jawab. Buhori menjelaskan bahwa nilai amanah dalam pendidikan Islam mencakup tiga dimensi: hubungan dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan diri Dalam kegiatan bakti sosial sedekah beras, siswa diajak untuk mengamalkan nilainilai tersebut melalui tindakan nyata, seperti membagikan beras kepada yang membutuhkan dengan adil dan penuh tanggung jawab. 13 Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan karakter dalam Islam yang menekankan pada pembentukan akhlak mulia dan kepedulian sosial. Pendidikan karakter Islam merupakan proses pembelajaran yang bertujuan untuk membentuk individu yang memiliki akhlak mulia dan berprilaku sesuai dengan ajaran 9 Ismail. Pendidikan Karakter Berbasis Religius: Suatu Tinjauan Teoritis. Al-Qolam Volume 7 Nomor 1 Juni 2015 10 Ismail. Pendidikan Karakter Berbasis Religius: Suatu Tinjauan Teoritis. 11 Ependi. Rustam. Nilai-nilai pendidikan Islam: integrasi konsep aqidah, akhlak, ibadah dan sosial dalam AlQuran, (Yogyakarta: Grup Penerbitan CV Budi Utama, 2. , 34. 12 Buhori. Nilai Ae Nilai Pendidikan Amanah dalam Al-QurAoan. Madania: Jurnal Ilmu Keislaman. Vol. No 2 . 13 Buhori. Nilai Ae Nilai Pendidikan Amanah dalam Al-QurAoan. 112 Implementasi Pendekatan Sosio Religius. | Wardatul Karomah et al Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Islam. Pendidikan karakter dalam Islam mencakup pembentukan akidah, ibadah, dan muamalah yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Pendidikan ini tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan sikap dan perilaku peserta didik. 14 Dalam konteks ini, pendidikan karakter Islam menjadi penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia. Manifestasi dari pendidikan karakter Islam dapat dilihat dalam berbagai kegiatan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter Islam dapat diterapkan melalui keteladanan, pembiasaan, dan penguatan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. 15 Kegiatan seperti bakti sosial sedekah beras di MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan merupakan contoh konkret dari manifestasi pendidikan karakter Islam. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengamalkan nilainilai Islam dalam konteks sosial, seperti berbagi dengan sesama dan menjaga amanah. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan karakter dalam Islam yang menekankan pada pembentukan akhlak mulia dan kepedulian sosial. Penelitian tentang karakter religious telah dilakukan oleh Rokim membahas bagaimana MA MaAoarif 7 Banjarwati Paciran Lamongan mengembangkan karakter religius siswa melalui pendekatan berbasis pesantren dengan empat sikap tawasut, tasamuh, tawazun dan iAotidal. Pendekatan ini mencakup pembiasaan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari siswa. 16 Penelitian ini relevan dengan implementasi nilai Aoadalah akan tetapi berdeda dalam nilai amanah dalam kegiatan sosial seperti sedekah beras. Penelitian Rokim ini lebih makro . dan religius-spiritual, sedangkan penelitian ini lebih mikro . dan sosio-religius dengan fokus pada dua nilai utama Aoadalah dan Sejalan dengan hal tersebut, penelitian tentang pengembangan nilai pendidikan karakter siswa juga dilakukam oleh Dedy Prasetyo. Penelitian ini mengkaji implementasi prinsip At-Tawazun dalam pengembangan nilai pendidikan karakter di Madrasah Aliyah Al Azhar Banjarwati Paciran Lamongan. Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara aspek spiritual dan sosial dalam membentuk karakter siswa. 17 Penelitian tersebut sejalan dengan pendekatan sosio-religius dalam aktualisasi nilai Aoadalah dan amanah. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Dedy adalah terletak pada prinsip keagamaan . sedangkan penelitian ini menekankan aktualisasi nilai melalui praktik sosial sedekah beras di madrasah. Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian oleh Nahdiyatul Husna. Penelitian ini menganalisis internalisasi nilai pendidikan agama Islam melalui kegiatan "JumAoat Shodaqoh" untuk membentuk sikap kepedulian sosial siswa. Kegiatan ini serupa dengan sedekah beras sebagai bentuk aktualisasi nilai Aoadalah dan 14 Amanah. Siti. Nur. Pendidikan Karakter Perspektif Islam: Sebuah Solusi Internalisasi Etika Moral Membentuk Insan Kamil. Jurnal:Iaicirebon. 15 Rahmadhani. Rizka. Amalia. Pendidikan Akhlak dan Pendidikan Islam di Raudhatul Athfal. Jurnal: Basicedu. DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. 16 Rohim. Pengembangan Karakter Religius Siswa Melalui Sekolah Berbasis Pesantren di MA MaAoarif 7 Banjarwati Paciran Lamongan. Jurnal: Akademika. Vol 18 No. DOI: https://doi. org/10. 30736/adk. 17 Prasetyo. Dedy. Implementasi Prinsip At-Tawazun Perspektif Ahlus Sunnah Wal Jama'ah An Nahdiyah Dalam Pengembangan Nilai Pendidikan Karakter Siswa di Madrasah Aliyah Al Azhar Banjarwati Paciran Lamongan. Academia. https://doi. org/10. 30736/AKADEMIKA. V10I2. 18 Husna. Nahdiyatul. Internalisasi Kegiatan AuJumAoat ShodaqohAy dalam Membentuk Sikap Kepedulian Sosial Siswa MA Nahdlatul UlamaAo Kraksaan Probolinggo. Jurnal: Muallim Vol. 4 No. https://doi. org/10. 35891/muallim. 113 Implementasi Pendekatan Sosio Religius. | Wardatul Karomah et al Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat amanah dalam konteks sosial dan meski penelitian ini sama-sama membahas kegiatan sosial di madrasah, fokus nilai dan pendekatan yang digunakan berbeda. METODE Metode penelitian ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana pendekatan sosio-religius diimplementasikan dalam kegiatan bakti sosial sedekah beras dan bagaimana nilai Aoadalah dan amanah diaktualisasikan dalam konteks pendidikan Islam di MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus berbasis lapangan . ield Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena sosial secara mendalam melalui interaksi langsung dengan subjek penelitian di lokasi penelitian. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang kaya dan kontekstual mengenai implementasi pendekatan sosio-religius dalam kegiatan bakti sosial sedekah beras di MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan. Penelitian ini dilaksanakan di MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan, sebuah lembaga pendidikan Islam yang dikenal dengan program bakti sosial sedekah berasnya. Waktu penelitian disesuaikan dengan jadwal kegiatan bakti sosial tersebut untuk memastikan pengumpulan data yang relevan dan representatif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah: Pertama, informan kunci yakni kepala sekolah dalam hal ini melalui waka kesiswaan (Ibu Istiqoma. , guru Pendidikan Agama Islam (Bapak Abdulla. , dan siswa yang terlibat langsung dalam kegiatan bakti sosial sedekah beras (Ananda Eka dan Jala. Kedua, dokumen dan arsip berupa rencana kegiatan, laporan kegiatan sebelumnya, dan dokumentasi lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan bakti sosial. Ketiga, observasi lapangan yakni melakukan pengamatan langsung terhadap pelaksanaan kegiatan bakti sosial sedekah beras yang dilaksanakan setiap hari kamis di lingkungan MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Pertama, wawancara mendalam, dilakukan dengan informan kunci baik waka kesiswaan, guru PAI (Mapel Aqidah Akhla. , dan Siswa untuk menggali informasi pelaksanaan program sedekah beras dan pemahaman mengenai implementasi pendekatan sosio-religius dan aktualisasi nilai Aoadalah dan amanah dalam kegiatan bakti sosial. Kedua, observasi partisipatif yakni peneliti terlibat langsung dalam kegiatan bakti sosial sedekah beras untuk mengamati proses dan interaksi yang terjadi. Dan ketiga, dokumentasi dengan melakukan pengumpulan dokumen dan arsip yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan bakti sosial sebagai bahan analisis tambahan. Langkah-langkah analisis data dari berbagai sumber dilakukan dengan: reduksi data untuk menyaring dan memilih data yang relevan dengan fokus penelitian, kategorisasi yakni mengelompokkan data ke dalam tema-tema utama yang berkaitan dengan implementasi pendekatan sosio-religius dan nilai Aoadalah dan amanah, interpretasi yakni menafsirkan makna dari tema-tema yang muncul untuk memahami dampak dan efektivitas kegiatan bakti sosial dan verifikasi yakni memastikan keabsahan temuan melalui triangulasi data dan konfirmasi dengan informan. Dan untuk memastikan validitas dan reliabilitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu membandingkan data yang diperoleh dari berbagai sumber dan metode. PEMBAHASAN Implementasi Sosio Relegius dalam Kegiatan Sedekah Beras Sebelum diungkapkan implementasi sosio relegius dalam kegiatan sedekah beras di MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan, terlebih dahulu dipaparkan tentang sedekah beras. Program bakti sosial yang rutin dilakukan oleh siswa-siswi MA 114 Implementasi Pendekatan Sosio Religius. | Wardatul Karomah et al Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Mazroatul Ulum pada setiap hari kamis saat kegiatan apel pagi merupakan kegiatan yang dilatarbelakangi oleh Pembiasaan rutin dalam rangka pembentukan akhlak dan penanaman atau pengamalan ajaran agama perihal bersedekah. Kegiatan pembiasaan terintegrasi dua karakter penting yaitu karakter religius siswa disetiap hari kamis dengan pembiasaan shodaqoh beras sebanyak 2 ons sampai 1 kg dan karakter sosial dengan mentasyarufkan hasil sedekah beras yang dikemas menjadi sembako lalu disalurkan kepada warga atau masyarakat di lingkungan sekitar rumah atau daerah tempat tinggal peserta didik baik di wilayah kecamatan paciran maupun luar kecamatan yang dilakukan secara bergiliran setiap tiga bulan sekali. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membentuk karakter siswa, menanamkan pembiasaan sedekah dan meningkatkan kepedulian sesama. Dalam kegiatan tersebut pihak-pihak yang terlibat adalah Kepala Sekolah selaku penanggungjawab, guru PAI sebagai pendamping dan pengurus PK IPNU-IPPNU selaku pelaksana. Pelaksanaan kegiatan sedekah beras ini secara teknis terlaksana setiap hari kamis pagi setelah melaksanakan apel pagi dan pembiasaan mengaji sebelum masuk ke kelas. Siswa-siswi mengumpulkan beras yang dibawa dari rumah kepada pengurus PK IPNU-IPPNU, kegiatan pembiasaan ini dilakukan selama tiga bulan atau 12 kali pertemuan, setelah itu hasil sedekah beras dijual, kemuadian hasil dari penjualan tersebut uangnya dibelikan sembako untuk keperluan baksos berupa beras, gula, mie sendok, kecap, teh kotak, tepung dan minyak. Pentasyarufan ini dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan secara terjadwal. Dan kebiasaan ini dilakukan terus menerus dan berulang, sehingga dalam satu tahun ada empat kali kegiatan pentasyarufan hasil sedekah beras ke masyarakat. 20 Hal ini sejalan dengan observasi yang dilakuakan oleh peneliti, bahwa siswa-siswi pada hari kamis padi mereka membawa plastik yang berisi beras yang mereka bawa dari rumah, pada saat selesai apael dan membaca doa, secara bergantian dengan barisan yang rapi dan kondusif, para siswa memasukkan beras yang dibawa pada keranjang yang telah disediakan oleh pengurus PK IPNU IPPNU. Dampak positif adanya kegiatan bakti sosial sedekah beras ini dapat dilihat dari keberhasilan baksos yang dapat dinilai dari penerima manfaat, seperti peningkatan kualitas hidup, pemenuhan kebutuhan, atau peningkatan pengetahuan. Efektivitas baksos dapat kami ukur dari seberapa baik program mencapai tujuan yang telah ditetapkan, serta efisiensi penggunaan sumber daya di lingkungan sekitar dengan keterlibatan aktif para siswa dari setiap tahap kegiatan tersebut, mulai dari proses pengumpulan beras, menjual beras yang terkumpul dan membelanjakan hasil penjulan tersebut menjadi paket sembako sampai pada tahap pentasyarufan kerpada masyarakat yang berhak menerima. Kegiatan bakti sosial sedekah beras ini memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter siswa. Siswa menunjukkan peningkatan dalam sikap empati, tanggung jawab sosial, dan kesadaran akan pentingnya keadilan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai-nilai sosio-religius efektif dalam membentuk karakter yang sesuai dengan ajaran Islam. Penelitian ini mengungkap bahwa implementasi pendekatan sosio-religius dalam kegiatan bakti sosial sedekah beras di MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan telah berhasil mengaktualisasikan sosio relegius dari kegiatan sedekah beras tersebut pada nilai Aoadalah . dan amanah . anggung jawa. Kegiatan ini tidak hanya 19 Istiqomah, wakasis, wawancara, 15 Mei 2025. 20 Eka dan Jalal, siswa, wawancara, 15 Mei 2025. 21 MA Mazroatul Ulum. Observasi, 15 Mei 2025. 22 Abdullah, guru maple aqidah akhlaq, wawancara, 15 Mei 2025. 115 Implementasi Pendekatan Sosio Religius. | Wardatul Karomah et al Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter yang efektif bagi siswa. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, siswa belajar untuk menegakkan keadilan sosial dan memegang amanah dalam membantu sesama. Implementasi pendekatan sosio-religius dalam kegiatan bakti sosial sedekah beras di MA Mazroatul Ulum Paciran Lamongan berhasil mengaktualisasikan nilai Aoadalah . dan amanah . anggung jawa. Hal ini sejalan dengan teori pendidikan nilai yang menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai moral dalam proses pendidikan untuk membentuk karakter siswa. Selain itu, pendekatan ini juga mendukung teori interaksionisme simbolik yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam membentuk pemahaman dan perilaku individu. Aktualisasi AoAdalah dan Amanah dalam Konteks Pendidikan Islam Dalam praktiknya, nilai Aoadalah diwujudkan melalui distribusi beras yang merata kepada masyarakat yang membutuhkan, tanpa diskriminasi. Siswa dilibatkan dalam proses seleksi penerima bantuan berdasarkan kebutuhan, bukan berdasarkan kedekatan personal. Hal ini mencerminkan prinsip keadilan dalam Islam yang menekankan perlakuan yang setara terhadap semua individu. Nilai amanah diterapkan dengan melibatkan siswa dalam proses pengumpulan, pengelolaan, dan pendistribusian beras. Tanggung jawab yang diberikan kepada siswa tidak hanya sebatas tugas administratif, tetapi juga sebagai bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan integritas. Melalui pengalaman ini, siswa diajarkan untuk memegang amanah dalam setiap aspek kehidupan mereka. Guru sebagai pembina memiliki peran penting dalam membimbing siswa untuk memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Aoadalah dan amanah. 23 Mereka tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga menjadi teladan dalam menjalankan nilai-nilai Pendekatan ini sejalan dengan strategi pendidikan Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya keteladanan dalam mendidik. Peningkatan partisipasi siswa mencerminkan keberhasilan implementasi pendekatan sosio-religius dalam pendidikan karakter. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami nilainilai Aoadalah dan amanah secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan ini sejalan dengan temuan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dapat membentuk individu yang bertanggung jawab dan berintegritas. Temuan ini relevan dalam konteks pendidikan di Indonesia, di mana pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam kurikulum. Pendekatan sosio-religius yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dapat menjadi model dalam membentuk karakter siswa yang sesuai dengan budaya dan nilai-nilai lokal. Hal ini juga mendukung upaya revitalisasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan nilai keislaman. Hasil penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan pendidikan di Indonesia. Integrasi nilai-nilai Aoadalah dan amanah dalam kegiatan pembiasaan seperti bakti sosial sedekah beras dapat menjadi strategi efektif dalam pendidikan karakter. Penerapan pendekatan sosio-religius ini dapat diperluas ke lembaga pendidikan lain untuk menciptakan generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab sosial. Temuan ini memiliki implikasi penting dalam konteks pendidikan, khususnya dalam upaya revitalisasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan nilai keislaman. Kegiatan bakti sosial sedekah beras tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, 23 Wibowo. Adi. Construction of Education Based on Religious Moderation: Role of Islamic Education Leadership in Promoting Tolerance and Social Harmony. Jurnal IJMARS. DOI: https://doi. org/10. 59653/ijmars. Vol. 2 No. 116 Implementasi Pendekatan Sosio Religius. | Wardatul Karomah et al Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat tetapi juga sebagai sarana efektif dalam membentuk karakter siswa yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Dengan demikian, integrasi nilai Aoadalah dan amanah dalam kegiatan tersebut dapat menjadi model dalam pendidikan karakter yang berbasis pada nilai-nilai religius. Studi ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa pendekatan pendidikan berbasis nilai dapat meningkatkan pemahaman dan penerapan nilai-nilai moral oleh siswa. Jasminto dan RofiAoah menemukan bahwa integrasi pedagogi kritis dalam pendidikan agama dapat membentuk perspektif siswa tentang perdamaian, keadilan, dan hak asasi manusia. 24 Selain itu. Wibowo menunjukkan bahwa pendidikan berbasis wasathiyah efektif dalam mempromosikan toleransi dan harmoni sosial di masyarakat. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pendekatan sosio-religius dalam kegiatan bakti sosial sedekah beras dapat efektif dalam mengaktualisasikan nilai Aoadalah dan amanah, serta membentuk karakter siswa yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam. Temuan ini penting sebagai dasar untuk pengembangan model pendidikan karakter berbasis nilai-nilai religius yang dapat diterapkan di berbagai lembaga pendidikan. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan sosio-religius dapat diimplementasikan secara efektif dalam kegiatan pembiasaan di lingkungan pendidikan Islam, khususnya melalui kegiatan bakti sosial sedekah beras. Aktualisasi nilai Aoadalah . dan amanah . anggung jawa. yang terintegrasi dalam kegiatan tersebut mampu membentuk karakter siswa yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam dan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai religius bukan sekadar teori normatif, tetapi dapat diwujudkan melalui praktik nyata yang kontekstual dengan kebutuhan dan budaya lokal. Dengan demikian, model pendidikan yang menggabungkan iman, ilmu, dan amal ini memberikan kontribusi terhadap perbaikan kualitas pendidikan berbasis nilai dalam skala yang lebih luas. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi bidang pendidikan Islam dan pendidikan karakter secara umum, terutama dalam menjawab tantangan globalisasi dan meningkatnya individualisme di kalangan remaja. Melalui pengintegrasian pendekatan sosio-religius dalam kegiatan pembiasaan, artikel ini memperluas pemahaman tentang bagaimana pendidikan tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga mentransformasikan kepribadian siswa. Selain itu, penelitian ini mengisi kekosongan dalam literatur terkait praktik pendidikan karakter Islam yang berbasis aksi sosial nyata, sehingga memperkaya diskursus akademik dan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter integral. Berdasarkan hasil dan temuan penelitian ini, direkomendasikan agar lembagalembaga pendidikan Islam lainnya mengadopsi pendekatan serupa dengan menyesuaikan konteks sosial dan budaya setempat. Pemerintah dan pengambil kebijakan pendidikan juga disarankan untuk mendukung program pembiasaan berbasis nilai religius sebagai bagian dari kurikulum pendidikan karakter nasional. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan dilakukan studi komparatif di beberapa lembaga pendidikan dengan konteks yang berbeda, 24 Jasminto. Critical Pedagogy In Religious Education: Shaping Perspectives On Peace. Justice. And Human Rights. Jurnal: Urwatul Wutsqo. Vol 1. DOI: https://doi. org/10. 54437/urwatulwutsqo. 25 Wibowo. Construction of Education Based on Religious Moderation: Role of Islamic Education Leadership in Promoting Tolerance and Social Harmony. 117 Implementasi Pendekatan Sosio Religius. | Wardatul Karomah et al Darajat. Volume 8. Nomor 2. Desember 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat serta penelitian longitudinal untuk mengukur dampak jangka panjang dari pendekatan sosio-religius terhadap perkembangan karakter siswa secara berkelanjutan DAFTAR PUSTAKA