TEMA TEMA 25, 2 SUBMIT October 2024 REVISI October 2024 DITERIMA November 2024 Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 PENGARUH PROFITABILITAS. SOLVABILITAS, UKURAN PERUSAHAAN. UKURAN KAP. DAN UMUR PERUSAHAAN TERHADAP AUDIT DELAY Irwansyah Faculty of Economics and Business. University of Bengkulu. Indonesia Abstract: This study aimed to examine and analyze the effect of profitability, solvability, firm size, public accountingAos size, and age of firm on the audit delay. The tested on each variables using a quantitative research design and secondary data are derived from companies listed on the Indonesia Stock Exchange. Data collection methods using purposive sampling in the observation period of 20192021, ob-tained 151 observations. Data were analyzed using multiple linear regression analysis. The criteria of the company used are companies that are late in report-ing financial reports to the Indonesia Stock Exchange and data that support the implementation of research. The results of the study showed that profitability and age of firm has negative effect on audit delay. The Novelty of this research is solv-ability and firm size has positive effect on audit delay while public accountingAos size has no significant effect on audit delay. Keywords: Profitability. Solvability. Firm Size. Public AccountingAos Size. Age of Firm. Audit delay INDEKS Google Scholar KORESPONDING AUTHOR Irwansyah Faculty of Economics and Business. University of Bengkulu. Indonesia Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, ukuran kantor akuntan publik, dan umur kantor akuntan terhadap audit delay. Pengujian terhadap masing-masing variabel menggunakan desain penelitian kuantitatif dan data sekunder berasal dari perus-ahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode pengumpulan data menggunakan purposive sampling pada periode pengamatan 2019-2021, diperoleh 151 observasi. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Kriteria perusahaan yang digunakan adalah perusahaan yang terlambat melaporkan laporan keuangan ke Bursa Efek Indonesia dan data yang mendukung pelaksanaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan umur kantor akuntan publik berpengaruh negatif terhadap audit delay. Novelty pembaharuan dari penelitian ini ialah solvabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap audit delay sedangkan ukuran kantor akuntan publik tidak berpengaruh signifikan terhadap audit delay. Kata Kunci: Profitabilitas. Solvabilitas. Ukuran perusahaan. Ukuran KAP. Umur perusahaan. Audit delay EMAIL irwan-syah@unib. Cite: Irwansyah. Pengaruh Profitabilitas. Solvabilitas. Ukuran Perusahaan. Ukuran KAP, dan Umur Perusahaan terhadap Audit delay. Tema (Jurnal Tera Ilmu Akuntans. Volume 25 No. 2, 69Ae79. DOI: https://doi. org/10. /tema. Irwansyah TEMA Tera Ilmu Akuntansi PENDAHULUAN Perkembangan pasar modal di Indonesia berdampak peningkatan permintaan akan audit laporan keuangan. Setiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia setiap tahun diwajibkan untuk menyampaikan laporan tahunan . nnual repor. kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan para pemodal . Hasil audit atas perusahaan wajib diumumkan ke publik paling tidak melalui 2 surat kabar harian berbahasa Indonesia, secara periodik dan tepat waktu. Hasil ini mempunyai konsekuensi dan tanggung jawab yang besar agar memacu audit untuk bekerja secara lebih profesional. Saat ini penyampaian laporan keuangan audit masih menjadi masalah dalam ketepatan waktu pelaporan. Dalam penyampaian tersebut membutuhkan laporan audit yang Auditor dalam membuat laporan audit harus memiliki program kerja dan perencanaan yang baik serta teliti dalam menemukan bukti audit yang sesuai. Menurut Parahita . keterlambatan perusahaan dalam menyajikan laporan keuangan dapat disebabkan oleh lamanya auditor dalam menyelesaikan tugas auditnya. Lamanya waktu penyelesaian audit yang dilakukan oleh auditor dapat dilihat dari perbedaan tanggal tahun tutup buku laporan keuangan yang biasanya terjadi pada tanggal per 31 desember dengan tanggal diterbitkannya laporan keuangan auditan yaitu pada batas waktu maksimal di akhir bulan ketiga . Mare. Ketika perusahaan dapat menerbitkan laporan keuangan auditan dalam kurun waktu 90 hari dari tanggal tahun tutup buku laporan keuangan per 31 Desember ke tanggal diterbitkannya laporan keuangan auditan di akhir bulan ketiga . Mare. maka perusahaan tersebut dapat menyajikan laporan keuangan auditan secara tepat waktu, namun ketika penerbitan terjadi pada kurun waktu lebih dari 90 hari dari batas waktu maksimal bulan ketiga maka perusahaan tersebut mengalami keterlambatan dalam meyajikan laporan keuangan auditan. Keterlambatan penyajian laporan keuangan ini merupakan kondisi yang dapat disebut sebagai audit delay. Irwansyah Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 Meskipun Bursa telah memberikan relaksasi pelonggaran waktu dan sanksi denda kepada perusahaan emiten yang terlambat melaporkan laporan keuangan auditan, penyampaian laporan keuangan auditan yang terlambat terus terjadi setiap tahun. Dengan demikian, hal ini menjadi krusial dan menjadi perhatian perusahaan dalam hal menangani keterlambatan pelaporan keuangan. Masalah mengenai tingkat kedisplinan emiten berkaitan dengan laporan keuangan yang terlambat disampaikan berhubungan dengan faktor dan rentang waktu auditor dalam mengaudit laporan keuangan. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi audit delay. Menurut Che-Ahmad dan Abidin . faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay meliputi ukuran perusahaan, jumlah anak perusahaan, profitabilitas, ukuran KAP, opini auditor, dan solvabilitas. Selain itu berdasarkan hasil penelitian Kartika . , faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay meliputi ukuran perusahaan, laba rugi operasi, dan opini auditor. Menurut hasil penelitian Puspitasari dan Latrini . , faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay meliputi Ukuran Perusahaan dan Ukuran KAP. Dalam penelitian ini, peneliti hanya akan mengambil beberapa faktor saja meliputi profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, ukuran KAP, dan umur perusahaan. Alasan peneliti memilih faktor-faktor tersebut karna dari penelitian-penelitian terdahulu masih banyak menunjukkan ketidak konsistenan yang menyebabkan bias dalam hasil penelitian. Profitabilitas diukur dengan perbandingan jumlah laba bersih yang dimiliki perusahaan terhadap total aset perusahaan. Solvabilitas diukur dengan perbandingan total kewajiban perusahaan terhadap total aset perusahaan. Ukuran perusahaan diukur dengan melihat jumlah total aset yang dimiliki perusahaan. Ukuran KAP diukur dengan menggunakan variabel dummy. Umur perusahaan diukur dengan cara menghitung saat pertama kali perusahaan terbit di bursa hingga perusahaan tersebut dijadikan sampel dalam penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan TEMA Tera Ilmu Akuntansi bahwa profitabilitas dan umur perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay. Solvabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap audit delay. Sedangkan ukuran KAP tidak memiliki pengaruh terhadap audit delay. TINJAUAN PUSTAKA Teori Sinyal (Signalling Theor. Teori sinyal merupakan langkah manajemen saat mengetahui prospek perusahaan dengan memberikan adanya sinyal baik . ood new. dan sinyal buruk . ad new. Menurut Andiyanto dkk. , menyatakan bahwa teori sinyal telah memberikan gambaran mengenai perusahaan dalam memberikan sinyal bagi para pengguna laporan keuangan. Sinyal dapat berupa informasi yang telah dilaksanakan oleh manajemen dalam merealisasikan keinginan dari pemilik. Teori sinyal dapat membantu perusahaan, pihak pemilik dan luar perusahaan dalam memberikan informasi yang dapat menghasilkan kualitas atau integritas informasi laporan keuangan. Ketika memastikan pihak yang berkepentingan dalam meyakini keandalan informasi keuangan yang telah disampaikan perusahaan, maka diperlukannya opini dari pihak lain yang dapat memberikan pendapat mengenai laporan keuangan, pihak lain tersebut disebut sebagai auditor (Parahita, 2. Audit delay Audit delay adalah interval antara tanggal akhir pelaporan keuangan . Mare. sampai dengan tanggal penyampaian laporan keuangan oleh emiten ke Bursa (Al-Ajmi, 2008. Khasharmeh dan Aljifri, 2010. Rachmawati. McGee dkk. , 2. Audit delay merupakan hal yang sangat penting bagi seorang investor yang akan menanamkan sahamnya pada perusahaan tertentu, hal ini berdampak pada kualitas suatu perusahaan. Keterlambatan dalam pelaporan keuangan akan menimbulkan reaksi negatif dari pihak pengguna, karena informasi yang terkandung dalam laporan keuangan sangatlah penting mengingat laporan keuangan sebagai instrumen komunikasi antara pihak manajemen dengan pihak eksternal yang berisi sumber informasi Irwansyah Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 penting mengenai kinerja dan prospek perusahaan yang kemudian digunakan sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Profitabilitas Profitabilitas perusahaan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba dalam hubungan dengan penjualan, total aktiva, maupun modal sendiri. Perusahaan yang memperoleh profitabilitas lebih besar akan cenderung segera menyajikan laporan keuangannya dengan kata lain tidak terjadi audit delay . enundaan penyajian laporan keuanga. Berbeda dengan perusahaan yang tidak memperoleh profit, perusahaan cenderung memperlambat atau menunda penyajian laporan keuangan dengan kata lain terjadi audit delay. Solvabilitas Solvabilitas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajibannya. Baik kewajiban jangka pendek maupun kewajiban jangka panjang jika perusahaan dibubarkan atau dilikuidasi. Solvabilitas dihitung dengan menghitung Debt to Equity Ratio dengan membandingkan antara total asset dengan jumlah hutang . aik jangka pendek maupun jangka Ukuran Perusahaan perusahaan besar lebih konsisten untuk tepat waktu dibandingkan perusahaan kecil dalam menginformasikan laporan keuangannya. Pengaruh ini ditunjukkan dengan semakin besar nilai aktiva perusahaan maka semakin pendek audit delay dan sebaliknya. Perusahaan besar diduga akan menyelesaikan proses auditnya lebih cepat dibandingkan perusahaan kecil. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu manajemen perusahaan yang berskala besar cenderung diberikan insentif untuk mengurangi audit delay dikarenakan perusahaan-perusahaan tersebut dimonitor secara ketat oleh investor, pengawas permodalan dari pemerintah. Pihak-pihak ini sangat berkepentingan terhadap informasi yang termuat dalam laporan keuangan. TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 X1 = Profitabilitas X2 = Solvabilitas Audit Delay (Y) X3 = Ukuran Perusahaan X4 = Ukuran KAP X5 = Umur Perusahaan Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian Ukuran KAP Kantor Akuntan Publik merupakan entitas berlisensi dari Menteri Keuangan yang berwenang untuk memberikan jasanya berupa opini audit. Ukuran KAP dibagi menjadi dua golongan yaitu KAP the big four dan KAP non the big four. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Apriyana dan Rahmawati . menunjukkan bahwa ukuran KAP berpengaruh signifikan terhadap Audit delay. KAP the big four dan KAP non the big four memiliki karakteristik yang berbeda. KAP the big four diyakini dapat bekerja lebih efisien dalam melakukan perencanaan audit, memiliki sumber daya manusia lebih baik, dan lebih berpengalaman dalam melakukan audit. Penelitian ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Indra dan Arisudhana . yang menyatakan bahwa ukuran KAP berpengaruh signifikan terhadap Audit delay. Umur Perusahaan Umur perusahaan diprediksi dapat mempengaruhi lamanya audit delay, karena semakin lama perusahaan tersebut beroperasi biasanya cenderung perusahaan akan semakin banyak melakukan inovasi dan ekspansi terhadap perusahaannya dengan cara membuka cabang-cabang baru guna mengembangkan perusahaan, hal ini akan menyebabkan proses penyajian laporan keuangan perusahaan akan semakin rumit dan kompleks sehingga berpengaruh terhadap lamanya waktu auditor dalam menyelesaikan audit. Irwansyah Kerangka Pikir Penelitian Kerangka pemikiran dalam penelitian ini menunjukan pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen. Variabel independennya meliputi Profitablitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, ukuran KAP dan umur perusahaan. Sedangkan variabel dependennya adalah audit delay. Pengembangan Hipotesis Profitabilitas adalah kondisi dimana perusahaan memiliki kemampuan untuk menggunakan semua sumber daya yang dimiliki guna menghasilkan laba di masa yang akan datang. Semakin meningkat profitabilitas, maka audit delay akan semakin pendek. Hal ini dikarenakan profitabilitas yang tinggi merupakan kabar baik yang dimiliki perusahaan sehingga manajemen dalam melakukan pelaporan keuangan tidak menunda untuk mempublikasikan laporan keuangan perusahaan. Dalam hal ini sejalan dengan teori sinyal yang merepresentasikan profitabilitas yang tinggi dapat mendorong perusahaan untuk segera menyelesaikan laporan keuangan dan menghindari audit delay sehingga memberikan berita baik . ood new. kepada investor dalam pengambilan keputusan. Meningkatnya laba perusahaan artinya manajemen telah menggunakan seluruh asetnya secara lebih efisien. Dengan demikian, perusahaan mampu lebih cepat dalam menyajikan laporan keuangan karena mempunyai insentif yang besar guna memberikan sinyal positif kepada para pengguna laporan TEMA Tera Ilmu Akuntansi keuangan . (Scott dan Halligan, 2010 dalam (Prasongkoputra, 2. Berbeda dengan perusahaan yang kurang dalam menghasilkan laba, maka akan cenderung menunda pelaporan keuangannya yang menyebabkan terjadinya audit delay. H1: Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap Audit delay. Solvabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi semua utang finansialnya pada saat perusahaan dilikuidasi. Perusahaan yang memiliki utang dalam jumlah besar akan cenderung lebih lama dalam menerbitkan laporan keuangan auditnya dibanding dengan perusahaan yang memiliki saldo hutang dalam jumlah yang kecil. Dalam penerapan teori sinyal. Solvabilitas rendah mengkonfirmasi sebagai sinyal baik . ood new. sebaliknya jika solvabilitas yang dimiliki perusahaan tinggi, maka mengkonfirmasi sebagai sinyal buruk . ad new. kepada para pengguna laporan keuangan. Dikarenakan jika rasio solvabilitas tinggi dapat menyebabkan risiko kerugian yang lebih besar dan ketika rasio solvabilitas rendah dapat mengurangi risiko kerugian sehingga auditor harus lebih berhati-hati dalam mengumpulkan bukti audit agar laporan audit yang dihasilkan independen. Hal tersebut dapat mempengaruhi terjadinya audit delay. H2: Solvabilitas berpengaruh positif terhadap Audit delay. Sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bahri dkk . yang menunjukkan bahwa Ukuran perusahaan memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap audit delay yang berarti bahwa semakin besar ukuran perusahaan maka semakin pendek audit delay dan sebaliknya semakin kecil ukuran perusahaan makan semakin panjang audit delay. Hal ini disebabkan oleh semakin baiknya sistem pengendalian internal perusahaan besar sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan yang memudahkan auditor dalam melakukan audit laporan keuangan. H3: Ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap Audit delay. Irwansyah Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 Kantor Akuntan Publik (KAP) merupakan merupakan badan usaha berlisensi yang mewadahi para akuntan profesional dalam memberikan opini audit. Ukuran KAP dibagi menjadi dua yaitu KAP the big four dan KAP non the big four. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Alfiani dan Nurmala . menyebutkan bahwa ukuran KAP secara signifikan memiliki pengaruh terhadap audit delay. Hal ini dikarenakan KAP yang masuk the big four dengan non the big four memiliki karakteristik yang berbeda. KAP yang masuk the big four diyakini dapat bekerja lebih efisien dalam melakukan perencanaan audit, memiliki sumber daya manusia yang profesional, dan berpengalaman dalam melakukan proses audit. H4: Ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap Audit delay. Dalam penerapan teori sinyal, semakin lama . umur perusahaan yang sudah beroperasi maka akan semakin besar perusahaan termotivasi dalam memberikan sinyal baik . ood new. terhadap investor dengan cara memperkuat serta memperbaiki kualitas informasi yang diperlukan pemegang saham dalam mengetahui riwayat kemajuan perusahaan sehingga laporan keuangan yang dihasilkan tepat waktu dan tidak terjadinya audit Perusahaan yang bergabung . lama di BEI cenderung memiliki kemampuan dan pengalaman yang lebih baik dalam melakukan pelaporan keuangan di pasar modal dibandingkan perusahaan yang baru bergabung . dan belum memiliki banyak pengalaman di pasar modal. Akibatnya perusahaan yang memiliki umur listing lebih tua akan melaporkan laporan keuangannya cenderung lebih cepat sehingga keterlambatan dalam pelaporan audit lebih sedikit. H5: Umur perusahaan berpengaruh negatif terhadap Audit delay. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dapat digolongkan ke dalam penelitian empiris dan bersifat kuantitatif yang menggambarkan dan menjelaskan bagaimana pengaruh fenomena yang dijadikan objek penelitian. Tujuan penelitian ini adalah pengujian hipotesis. Peneliti73 TEMA Tera Ilmu Akuntansi Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 an yang termasuk dalam pengujian hipotesis biasanya menjelaskan sifat hubungan tertentu atau menentukan perbedaan antar kelompok atau kebebasan . dua atau lebih faktor dalam suatu situasi (Sekaran dan Bougie, 2. Penelitian ini mengutamakan penelitian terhadap data dan fakta empiris dengan menggunakan sumber data sekunder. menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, maka jumlah perusahaan yang dijadikan observasi dalam penelitian ini adalah 151 observasi. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif memberikan gambaran awal variabel penelitian dan digunakan untuk mengetahui karakteristik sampel yang digunakan dalam penelitian. Pada penelitian ini, statistik deskriptif yang digunakan meliputi maksimum, minimum, rata-rata dan standar deviasi (Ghozali, 2. Statistik deskriptif dalam penelitian ini digunakan untuk menggambarkan seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu audit delay sebagai variabel dependen dan variabel independen terdiri atas profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, ukuran KAP dan umur perusahaan. Deskriptif statistik pada penelitian ini disajikan pada Tabel 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode pengamatan 2019-2021. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terlambat dalam menyampaikan laporan keuangan auditan per 31 Desember ke Bursa Efek Indonesia setelah 31 Mei berdasarkan pengumuman surat edaran Bursa Efek Indonesia periode 2019-2021. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini Tabel 1. Sampel penelitian Perusahaan Sampel Penelitian Jumlah Sampel (Perusahaa. Perusahaan yang terlambat melaporkan laporan keuangan berdasarkan surat edaran BEI Tahun 2019-2021 Perusahaan yang tidak tersedia laporan keuangan secara lengkap selama tahun 2019-2021 melalui website w. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria Perusahaan yang telat Tahun 2019 Perusahaan yang telat Tahun 2020 Perusahaan yang telat Tahun 2021 Jumlah Observasi Tabel 2. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Variabel Minimum Maximum Mean Std. Deviation Profitabilitas -7,887 1,823 -0,20146 0,866538 Solvabilitas 0,002 973,406 9,93496 82,440419 Ukuran Perusahaan 22,837 32,763 27,79125 1,694433 Ukuran KAP 0,07 0,261 Umur Perusahaan 12,93 9,677 Audit delay 87,25 56,201 Frekuensi Persentase Dummy Variabel KAP Irwansyah Non Big 4 92,72% BiG 4 7,28% TEMA Tera Ilmu Akuntansi Berdasarkan Tabel 2 untuk seluruh observasi berjumlah 151 observasi selama 3 tahun pengamatan, dapat dilihat bahwa profitabilitas yang merupakan proksi pengukuran kinerja keuangan perusahaan mengalami rugi dengan rata-rata sebesar -0,2014, nilai yang negatif berarti perusahaan mengalami kerugian hingga -20,14% dari total aset yang digunakan sehingga dapat dilihat bahwa perusahaan memiliki kinerja yang kurang baik karena mengalami kerugian. Nilai standar deviasi sebesar 0,8665 atau 86,65% yang lebih besar dari nilai rata-rata profitabilitas menggambarkan bahwa data variabel tersebut selama periode pengamatan memiliki variasi. Rasio profitabilitas tertinggi adalah sebesar 1,823 yang terdapat pada perusahaan PT. Siantar Top Tbk tahun 2020, rasio profitabilitas tertinggi menunjukkan bahwa perusahaan telah menghasilkan 182% laba dari total aset yang dimiliki, artinya perusahaan telah efektif dalam mengelola asetnya untuk menghasilkan Sementara rasio terendah yakni -7,887, mengindikasikan ada perusahaan dari observasi yang mengalami kerugian hingga -788% dari total asetnya. Hal ini bisa disebabkan oleh keputusan perusahaan yang disengaja untuk menggunakan utang dalam jumlah besar untuk pembelian aset, dan beban bunga yang tinggi sehingga menyebabkan laba bersih menjadi relatif lebih rendah. Rasio terendah profitabilitas terdapat pada PT. Tiphone Mobile Indonesia Tbk tahun 2020. Variabel Solvabilitas memiliki rata-rata rasio solvabilitas sebesar 9,934, dengan standar deviasi sebesar 82,440 yang artinya perusahaan pada umumnya memiliki rata-rata hutang jangka panjang sebesar 993% lebih besar dibandingkan total aktiva perusahaan, bahkan terdapat perusahaan yang mempunyai kewajiban jangka panjang sampai dengan 97340% dibandingkan total aktiva perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan untuk membayar hutang adalah tinggi. Rasio solvabilitas terendah dimiliki oleh PT. Sumber Energi Andalan Tbk pada tahun 2020 yakni sebesar 0,002 atau 0,2 % dari total aktiva, sementara rasio tertinggi ada pada PT. Bakrie Telecom tahun 2019. Ukuran perusahaan dilihat dari total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terseIrwansyah Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 Ukuran perusahaan pada masing-masing perusahaan selama periode 2019-2021 mengalami peningkatan dan penurunan pada setiap tahun penelitian. Ukuran perusahaan memiliki nilai maksimum sebesar 32,763 yang dimiliki oleh PT. Garuda Indonesia Tbk pada tahun 2020 dan nilai minimum 22,837 yang dimiliki oleh PT. Globe Kita Terang Tbk pada Variabel ukuran perusahaan memiliki rata-rata total keseluruhan perusahaan adalah sebesar 27,791 dengan standar deviasi 1,694. Rata-rata ukuran perusahaan menunjukkan besarnya rata-rata total aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Nilai standar deviasi lebih kecil dari nilai rata-rata menunjukkan rendahnya variasi nilai maksimum dan minimum selama periode pengamatan, atau dengan kata lain tidak ada kesenjangan yang cukup besar dari ukuran perusahaan terendah dan tertinggi. Hasil Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik dalam penelitian ini meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan aplikasi statistical package for the social science 23. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa total data adalah 151 dan Asymp. Sig . -taile. adalah 0,000 yang berarti data tersebut memiliki nilai Asymp. Sig . -taile. < 0,05 . ,000 < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa data residual berdistribusi tidak normal. Model regresi tersebut belum layak untuk digunakan analisis selanjutnya. Untuk menormalkan data maka perlu dilakukan treatmen yaitu menghapus data Data outlier adalah data yang memiliki karakteristik unik yang terlihat sangat berbeda jauh dari observasi Ae observasi lainnya dan muncul dalam bentuk nilai ekstrim (Ghozali, 2. Data outlier ini harus dihapus dari Setelah data outlier dihapus, maka dilakukan uji normalitas kembali. Berikut hasil uji normalitas setelah membuang data outlier menunjukkan hasil uji normalitas setelah membuang nilai residual sebanyak 9 data yang bersifat outlier dari keseluruhan observasi sehingga 59 n = 142 dan Asymp. Sig . -taile. adalah 0,001 yang berarti data tersebut memiliki nilai Asymp. Sig . -taile. < 0,05 TEMA Tera Ilmu Akuntansi . ,000 < 0,. Hal ini menunjukkan bahwa data residual berdistribusi tidak normal. Untuk mengatasi ini dil-akukan uji normalitas melihat nilai signifikan atas Monte Carlo . Apabila nilai Monte Carlo Sig. - taile. yang dihasilkan lebih besar dari 0,05 maka residual berdistribusi normal . ig > 0,. dan sebaliknya jika nilai Monte Carlo Sig. yang dihasilkan kurang dari 0,05 dapat dikatakan residual tidak berdistribusi normal . ig < 0,. Nilai Monte Carlo Sig. - taile. yang dihasilkan lebih besar dari 0,05 yaitu 0,105 sehingga data sudah di anggap normal. Uji Autokorelasi Hasil uji atuokorelasi menunjukan bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. dengan nilai 0,736 yakni lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, data yang dipergunakan cukup random sehingga tidak terdapat masalah autokorelasi pada data yang diuji. Uji Multikolinearitas Berdasarkan dari hasil uji multikolinieritas variabel Profitabilitas. Solvabilitas. Ukuran Perusahaan. Ukuran KAP, dan Umur perusahaan, masing-masing memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa setiap variabel pada model regresi bebas dari masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan dari hasil uji heteroskedastisitas model pertama variabel Profitabilitas. Solvabilitas. Ukuran Perusahaan. Ukuran KAP, dan Umur Perusahaan, masing-masing memiliki nilai signifikansi variabel terhadap Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 residual >0,05 dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, ukuran KAP, dan umur perusahaan berpengaruh terhadap audit delay. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil uji analisis regresi linier berganda untuk masing-masing model disajikan pada Tabel 3. Pada pengujian hipotesis untuk model pertama didapatkan nilai adjusted R2 sebesar 0,081 menunjukkan bahwa 8,1% variabel independen menjelaskan variabel dependennya, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain. Nilai statistik F sebesar 3,481 dan tingkat signifikansi 0,00 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen yaitu profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, ukuran KAP, dan umur perusahaan secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel Audit delay. Hipotesis pertama membuktikan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap audit delay. Berdasarkan hasil regresi menunjukkan bahwa variabel profitabilitas memiliki koefisien regresi yang negatif sebesar 11,058. Koefisien regresi yang negatif dari variabel profitabilitas terhadap audit delay mengindikasikan bahwa semakin tinggi profitabilitas pada suatu perusahaan maka akan semakin rendah tingkat audit delay pada perusahaan tersebut. Koefisien regresi yang negatif dan dengan tingkat signifikansi 0,00 menunjukkan hipotesis pertama diterima. Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Berganda Variabel (Constan. Profitabilitas (X. Solvabilitas (X. Ukuran Perusahaan (X. Ukuran KAP (X. Umur Perusahaan (X. Adjusted RA Sig Irwansyah Arah Koef. Hipotesis Koef Sig. Hasil hipotesis -11,058 0,084 4,32 8,225 -0,686 0,081 3,481 0,005 0,008 0,041 0,047 0,551 0,045 Diterima Diterima Ditolak Ditolak Diterima TEMA Tera Ilmu Akuntansi Hipotesis kedua membuktikan bahwa solvabilitas berpengaruh positif terhadap audit delay. Hasil regresi menunjukkan variabel solvabilitas memiliki koefisien regresi positif sebesar 0,084. Koefisien regresi yang positif dari variabel solvabilitas terhadap audit delay mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat solvabilitas pada suatu perusahaan maka akan semakin lama audit delay pada perusahaan tersebut. Koefisien regresi yang positif dan dengan tingkat signifikansi 0,04 menunjukkan hipotesis kedua diterima. Hipotesis ketiga ditujukan untuk memberikan bukti bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hasil regresi menunjukkan variabel ukuran perusahaan memiliki koefisien regresi positif sebesar 4,320. Koefisien regresi yang positif dari variabel ukuran perusahaan terhadap audit delay mengindikasikan bahwa semakin besar suatu perusahaan maka akan semakin lama audit delay pada perusahaan tersebut. Koefisien regresi yang positif dan dengan tingkat signifikansi 0,04 menunjukkan hipotesis ketiga ditolak. Hipotesis keempat ditujukan untuk memberikan bukti bahwa ukuran KAP berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hasil regresi menunjukkan variabel ukuran KAP memiliki koefisien regresi positif sebesar 8,225. Koefisien regresi yang positif dari variabel ukuran KAP terhadap audit delay mengindikasikan bahwa semakin besar suatu kantor akuntan publik (KAP) maka akan semakin lama audit delay pada perusahaan tersebut. Koefisien regresi yang positif dan dengan tingkat signifikansi 0,55 menunjukkan hipotesis keempat ditolak. Hipotesis kelima membuktikan bahwa umur perusahaan berpengaruh negatif terhadap audit delay. Hasil regresi menunjukkan variabel umur perusahaan memiliki koefisien regresi negatif sebesar -0,686. Koefisien regresi yang negatif dari variabel umur perusahaan terhadap audit delay mengindikasikan bahwa semakin lama umur perusahaan maka akan semakin rendah audit delay pada perusahaan tersebut. Koefisien regresi yang negatif dan dengan tingkat signifikansi 0,04 menunjukkan hipotesis kelima yang menyebutkan bahwa umur perusahaan berpengaruh negaIrwansyah Volume 25 Nomor 2 Tahun 2024 tif terhadap audit delay diterima. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis tentang pengaruh profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, ukuran KAP, dan umur perusahaan terhadap audit delay, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan. Profitabilitas memiliki pengaruh negatif terhadap audit delay. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu perusahaan maka audit delay cenderung singkat. Solvabilitas memiliki pengaruh positif terhadap audit delay. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi solvabilitas suatu perusahaan maka akan semakin lama audit delaynya. Ukuran perusahaan memiliki pengaruh positif terhadap audit delay. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar ukuran perusahaan maka tingkat audit delaynya akan semakin lama. Ukuran KAP tidak memiliki pengaruh terhadap audit delay. Hal ini dikarenakan setiap perusahaan diaudit dengan cara yang sama, yang sesuai dengan standar profesional akuntan publik. Hal tersebut dilakukan untuk mematuhi standar pemeriksaan dan pelaporan laporan keuangan. Saran Disarankan pada penelitian selanjutnya untuk bisa menggunakan preferensi data panel dengan unbalanced data dalam mengolah data penelitiannya. Disarankan pada penelitian selanjutnya untuk dapat memiliki akses yang lebih baik . idak hanya akses melalui onlin. terhadap laporan tahunan perusahaan sehingga tidak ada sampel yang tereliminasi karena kurangnya akses tersebut. Implikasi Implikasi Teoritis Penelitian ini bermanfaat sebagai informasi, masukan dan bahan pertimbangan dalam penyampaian laporan keuangan dan laporan audit secara tepat waktu agar kebutuhan para pengguna laporan dapat terpenuhi. Serta bermanfaat sebagai informasi dalam melakukan perencanaan audit yang lebih baik dalam upaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan audit dengan mengetahui faktor-faktor TEMA Tera Ilmu Akuntansi apa saja yang mempengaruhi audit delay. Implikasi Praktisi Hasil penelitian ini digunakan sebagai masukan bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi berkala dan juga perbaikan faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay. Selain itu dapat menjadi bahan pertimbangan bagi investor dalam pengambilan keputusan yang tepat sebelum melakukan investasi ke perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dengan mempertimbangan audit delay oleh perusahaan yang akan diberikan investasi. Serta bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai auditing khususnya tentang audit delay serta faktorfaktor yang mempengaruhi Hasil penelitian ini digunakan sebagai masukan bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi secara berkala dan juga perbaikan atas faktor faktor mempengaruhi audit delay. Selain itu dapat menjadi bahan pertimbangan bagi investor dalam pengambilan keputusan tepat sebelum melakukan investasi ke perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dengan mempertimbangan audit delay yang dialami oleh perusahaan yang akan diberikan investasi. Serta bermanfaat untuk menambah wawasan mengenai auditing khususnya tentang audit delay serta faktor mempengaruhinya. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini, peneliti memiliki preferensi data cross section yang tidak mempertimbangkan runtut waktu sehingga mengabaikan perlakuan untuk unbalanced data dari proses pengolahan data. Ada beberapa perusahaan yang laporan tahunannya tidak dapat diakses oleh peneliti baik melalui website Bursa Efek Indonesia maupun website masingmasing perusahaan sehingga mengurangi jumlah sampel penelitian REFERENCES