Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 4. No 2. September 2023. Hal 183-192 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Optimalisasi Pelatihan Jurnalistik Kepada Remaja Provinsi Lampung sebagai Peningkatan Pengetahuan Di Era Globalisasi Sahrul Ari Irawan1*. Ilham Fuadi2. GenRe Lampung3 1Magister Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung 2Program Studi Psikologi. Fakultas Psikologi. Universitas Muhammadiyah Lampung 3GenRe Lampung. BKKBN Perwakilan Provinsi Lampung Email: 1*arisahrul2@gmail. com, 2ilhamfuadi39@gmail. (Sahrul Iari Irawan* : Corresponding Autho. Received 10-April-2023 Accepted 1-August-2023 Publish 15-September-2023 Abstrak - Kemajuan era globalisasi mengajak dan menuntut sumberdaya manusia terkhusus remaja untuk pandai dan terampil dalam mengasah dan mengembangkan skill yang dimiliki remaja itu sendiri. Akan permasalahan ini GenRe Lampung dengan pelaksana Biro Data dan Informasi menciptakan dan mengusulkan program pelatihan jurnalistik yang diberikan kepada remaja provinsi Lampung khususnya untuk dapat bersaing secara global dan terampil dalam persaingan di era digitalisasi global. Tempat dan waktu pelaksanaan yang dilakukan GenRe Lampung di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, 23 Februari 2023, diikuti sebanyak 58 remaja yang berasal dari kalangan organisasi, komunitas, forum, bahkan mahasiswa di universitas. Tujuan pelatihan ini adalah mengetahui adakah perbedaan dan peningkatan pengetahuan remaja Lampung terhadap jurnalistik di era globalisasi. Hasil dari kegiatan adalah adanya perbedaan pengetahuan peserta yang dominan rendah menjadi baik dan tinggi setelah adanya pelatihan, ceramah, diskusi, dan evaluasi secara langsung diberikan ke peserta. Nilai yang awalnya peserta dominan 40-80 kini meningkat menjadi 60-100 nilainya. Kata Kunci: Pelatihan. Jurnalistik. Pengetahuan. Remaja. Globalisasi Abstract Oe The progress of the globalization era invites and demands human resources, especially adolescents, to be smart and skilled in honing and developing the skills possessed by adolescents For this problem. GenRe Lampung with the implementation of the Data and Information Bureau created and proposed a journalistic training program provided to adolescents in Lampung province, especially to be able to compete globally and be skilled in competition in the era of global The place and time of the implementation carried out by GenRe Lampung at the BKKBN Representative Office of Lampung Province. February 23, 2023, was attended by 58 teenagers from organizations, communities, forums, and even students at universities. The purpose of this training is to find out whether there are differences and increase the knowledge of Lampung teenagers towards journalism in the era of globalization. The result of the activity is that there is a difference in participants' knowledge that is predominantly low to good and high after training, lectures, discussions, and evaluations are directly given to participants. The value that was originally a dominant participant of 4180 has now increased to 61-100 values. Keywords: Training. Journalism. Knowledge. Teenagers. Globalization PENDAHULUAN Teknologi yang ada saat ini telah berkembang dan memasuki pada tahap digital. Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalaminya, hal ini terarahkan kepada berbagai bidang sudah menunjukkan pelaksanaannya menggunakan teknologi hal ini tentu berdampak pada kemudahan dalam menjalankan pekerjaan, salah satu bidang yang ada yaitu Berbagai kemajuan di jurnalistik tentu sangat berkembang. Ada banyak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh semua pihak. Pada akhirnya kemajuan tersebut juga bersamaan dengan adanya dampak negatif berbagai pihak terutama di era globalisasi sekarang (Lestari, 2. Menurut Grew . alam (Nikolopoulou, 2. pengertian globalisasi secara umum dapat di artikan sebagai peregangan kegiatan sosial politik, dan ekonomi sehingga aktivitas-aktivitas yang terlaksana di masyarakat mempunyai makna penting bagi mereka. |Page 183 Copyright A 2023. Sahrul Ari Irawan. Ilham Fuadi. GenRe Lampung. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 4. No 2. September 2023. Hal 183-192 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Globalisasi yang terjadi membawa banyak perubahan pada bidang-bidang kehidupan Salah satunya pada bidang jurnalistik, semakin besar tuntutan masyarakat terhadap situasi yang terjadi saat ini baik pada lingkungan sekitar. Seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang kian canggih pemanfaatan serta kontribusi dunia jurnalistik semakin meningkat. Selain itu, melalui jurnalistik penyebaran informasi bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, apa saja dan dengan cara apa saja. Masyarakat sebagai konsumen media, sekarang pun bisa bertindak sebagai pencipta dan penyebar berita. Adanya penggunaan dari perangkat elektronik, siapapun bisa menjadi wartawan. Sama halnya dengan remaja, sebagai personal yang diharuskan mengembangkan keterampilan hidup (Life Skil. , jurnalistik merupakan salah satu bidang yang dapat dipilih (Djelantik et al. , 2. Secara etimologis, jurnalistik berasal dari kata journ. Dalam bahasa Perancis, journ berarti catatan atau laporan harian. Secara sederhana jurnalistik diartikan sebagai kegiatan yang berhubungan dengan pencatatan atau pelaporan setiap hari. Menurut Adinegoro mendefinisikan Jurnalistik sebagai sebuah kepandaian dalam hal mengarang . enyusun kat. yang tujuan pokoknya adalah untuk memberikan kabar/informasi pada masyarakat umum secepat mungkin dan tersiar seluas mungkin. Menurut Adinegoro. Jurnalistik mempelajari seluk beluk penyiaran berita, dalam berbagai media pers, termasuk juga dalam teater, film, atau rapat. Jurnalistik sendiri memiliki beberapa macam, diantaranya jurnalis penyiaran, jurnalis daring dan lain sebagainya. Termasuk jurnalis media cetak, karena hakikatnya jurnalistik tidak hanya terpaku diruang lingkup sebagai pembaca berita ataupun presenter saja, namun jurnalistik juga bisa masuk di ranah media cetak seperti berita yang sering muncul pada koran maupun majalah (Siregar, 2. Bagi seseorang yang memiliki ketertarikan pada bidang media konvensional dan bidang multimedia pun juga perlu memahami serta menguasai berbagai teknik sesuai kebutuhan bidangnya masing-masing, diantaranya adalah teknik wawancara, teknik penulisan berita, teknik photography dan teknik videografi. Selain itu, dalam jurnalistik ada nilai-nilai pengungkapan kebenaran akan suatu permasalahan. Maka, seorang jurnalis juga dapat menggambarkan perannya sebagai sebuah elemen masyarakat yang mampu berpartisipasi untuk melakukan perubahan-perubahan dalam strata masyarakat yang ada, kapan pun dan dimana pun ia berada. Oleh karenanya, etika bermedia pun perlu dimiliki oleh semua orang terkhususkan bagi penggiat jurnalistik (Menjadi et al. , 2. Eksistensi jurnalistik kini sudah merebak di berbagai kalangan, tak terkecuali para remaja yang ada di Provinsi Lampung. Banyak remaja yang sudah terjun menggeluti dunia Untuk mengembangkan minat dan bakat serta menambah pengalaman dalam dunia jurnalistik diperlukannya sebuah wadah yang dapat memberikan pembelajaran secara Hal ini juga merupakan modal besar yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi seorang jurnalis berkualitas. Pelatihan yang dilakukan oleh organisasi GenRe Lampung diharapkan dapat memberikan peningkatan serta optimalisasi pengetahuan betapa penting dan manfaatnya pelatihan jurnalistik ini bagi remaja-remaja generasi muda dalam menghadapi era Tujuan pelatihan ini adalah mengetahui adakah perbedaan dan peningkatan pengetahuan remaja Lampung terhadap jurnalistik di era globalisasi. METODE PELAKSANAAN 1Tempat dan Waktu Pelaksanaan pelatihan jurnalistik dilaksanakan pada Kamis, 23 Februari 2023 pukul 07. 00 sd Tempat atau lokasi dari pelatihan ini adalah Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung. 2 Khalayak Sasaran Sasaran peserta pelatihan jurnalistik ini adalah remaja-remaja provinsi Lampung yang tergabung baik di komunitas, organisasi dan mahasiswa universitas. Jumlah Peserta adalah 58 |Page 184 Copyright A 2023. Sahrul Ari Irawan. Ilham Fuadi. GenRe Lampung. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 4. No 2. September 2023. Hal 183-192 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. 3 Metode Pelatihan Jurnalistik Ceramah Diskusi Praktik Gambar 1. Tahapan Metode Pelatihan Jurnalistik 4 Pelaksana Kegiatan Pelatihan Jurnalistik seProvinsi Lampung Tahun 2023 dengan mengusung tema AuBersinergi Membangun Jurnalistik MudaAy ini merupakan program kerja dari Sub. Biro Pengembangan Media Konvensional-Biro Data dan Informasi. GenRe Provinsi Lampung. 5 Rondown Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Rangkaian kegiatan pelatihan jurnalistik dari awal kegiatan hingga di akhir kegiatan ditunjukkan pada tabel 1 Tabel 1. Rondown kegiatan pelatihan jurnalistik Durasi Waktu Acara Pengisi Acara 30Ay 60Ay 06:30 Ae 07:00 07:00 Ae 08:00 Persiapan Registrasi Peserta Panitia 15Ay 15Ay 08:00 Ae 08:15 08:15 Ae 09:00 60Ay 09:00 Ae 10:00 40AoAo 60Ay 10:00 - 10:40 10:40 Ae 11:40 40Ay 5Ay 5Ay 11:40 Ae 12:20 12:20 Ae 12:25 12:25 Ae 12:30 Pembukaan Sambutan A Zeda Erdian A Laporan Ketua A Sahrul Ari Pelaksana Irawan. Sambutan A Apsari Melati A Ketua GenRe Provins Prameswari. Lampung Psi A Sub Koordinator Bina Ketahanan Remaja. Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung Materi 1 : AuEtika Nevia Setiana. Bermedia dan Teknik Jurnalistik (Reporte. (Host/Reporter ANTV Lampun. Diskusi dan Praktek Materi II : AuTeknik Humas UIN Photography dan Raden Intan Teknik Videography Lampung Diskusi dan Praktek Photo Bersama Penutup All Panitia Sie Perlengkapan Sie. Acara Moderator Tim PDD All Panitia HASIL DAN PEMBAHASAN 1Pelaksanaan Kegiatan Sesi 1. Pada sesi ini pemateri menjelaskan etika bermedia dan teknik jurnalistik . Selain itu terdapat sesi praktik membaca promter berita, yang mana para peserta dapat |Page 185 Copyright A 2023. Sahrul Ari Irawan. Ilham Fuadi. GenRe Lampung. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 4. No 2. September 2023. Hal 183-192 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. terlibat aktif untuk membaca naskah berita yang telah disediakan oleh pemateri. Durasi 1 Jam 30 menit yang ada pada sesi 1 ini. Metode ceramah, diskusi dan praktik. Untuk alat dan bahan pada sesi 1 yaitu : materi tayangan. LCD dan sound system, serta laptop. Sesi 2. Pada sesi ini pemateri menjelaskan teknik photography dan teknik videography. Selain itu terdapat sesi praktik membuat video reportasi, yang mana para peserta dibentuk kelompok dan membuat video mengenai aktivitas kegiatan pelatihan jurnalistik. Durasi pada sesi 2 adalah 1 Jam 30 menit dengan praktik : 30 menit. Metode yang dilaksanakan pada sesi 2 ada tiga sama juga yaitu ceramah, diskusi, dan praktik. Adapun alat dan bahan yang digunakan pada sesi 2 adalah materi tayangan. LCD dan sound system, laptop, handphone, dan aplikasi editing video. Sesi 3. Pada sesi ini setiap kelompok mempresentasikan hasil akhir videographynya serta menjelaskan deskripsi atau sinopsis isi dari video tersebut. Dan setiap kelompok mendapatkan masukan dari pemateri. Durasi di akhir sesi ini hanya singkat yaitu 30 menit saja. Metode yang dilakukan pun hanya diskusi sebagai bentuk evaluasi kegiatan. Alat dan bahan yang digunakan di sesi akhir ini yaitu video presentasi hasil dari praktik pelatihan jurnalistik. LCD dan sound system serta laptop. Kegiatan yang dilakukan diskusi merupakan bentuk bertukar pikir di akhir atau di sesi kegiatan berlangsung. Dalam diskusi ini, dilakukan tanya jawab terkait permasalahan yang dialami selama pelaksanaan pelatihan berlangsung dan hal-hal lain yang ingin peserta ketahui lebih lanjut setelah melaksanakan pelatihan (Rosita, 2. 2Karakteristik Peserta Pelatihan Jurnalistik Peserta yang mayoritas remaja ini adalah remaja yang berada dalam komunitas, organisasi, maupun mahasiswa yang ada di provinsi Lampung. Yang tentu mereka adalah peserta yang telah melewati tahap registrasi pendaftar peserta pelatihan sebelum pelaksanaan pelatihan dimulai. Klasifikasi Umur Peserta Menurut (Ilfa, 2. , dewasa awal didefinisikan sebagai usia 18 hingga 40 tahun, dewasa tengah sebagai 41 hingga 60 tahun, dan dewasa lanjut sebagai >60 tahun. Usia adalah rentang hidup yang diukur dalam tahun. Usia adalah lamanya hidup dalam tahun-tahun yang ditentukan sejak lahir. Usia seseorang diukur dari kelahiran mereka sampai ulang tahun mereka (Pramonos, 2. Umur rata-rata remaja peserta pelatihan jurnalistik ini ditampilkan pada Gambar 2. Klasifikasi umur peserta. 17-19 Tahun 20-21 Tahun 22-23 Tahun Gambar 2. Klasifikasi Umur Peserta Gambar 2 di atas menunjukkan bahwa, rata-rata umur peserta pelatihan jurnalistik paling banyak adalah kalangan usia 17-19 tahun sebesar 26, diikuti usia 20-21 tahun sebanyak 24 orang, dan paling rendah adalah remaja peserta usia 22-23 tahun yaitu hanya 8 orang saja. Tentu dari umur yang disajikan yang menunjukkan bahwa peserta yang merupakan kalangan remaja ini menunjukkan adanya antusias tinggi dan keseriusan dalam |Page 186 Copyright A 2023. Sahrul Ari Irawan. Ilham Fuadi. GenRe Lampung. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 4. No 2. September 2023. Hal 183-192 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yang ada selama awal pelatihan hingga akhir pelatihan jurnalitik berlangsung. Klasifikasi Jenis Kelamin Peserta Jenis kelamin memiliki pengertian atau makna yaitu mengacu pada perbedaan biologis antara laki-laki dan perempuan, seks setara dengan jenis kelamin. Perbedaan biologis ini melekat dan tidak dapat diubah saat lahir (Tangkudung, 2. Jenis kelamin peserta yang mengikuti pelatihan junalistik ini disajikan pada Gambar 3. Gambar 3. Klasifikasi Jenis Kelamin Peserta yang mengikuti Pelatihan Gambar 3 menunjukkan bahwa dari 58 orang peserta yang mengikuti pelatihan jurnalistik ini untuk jenis kelamin perempuan adalah peserta terbanyak yang mengikuti pelatihan yaitu 34 orang sedangkan peserta laki-laki hanya 24 orang saja. Walaupun ada perbedaan jenis kelamin dan dominan yang ada, tidak adanya perbedaan antusias peserta dalam kegiatan berlangsung. Semua peserta sama-sama bersemangat dan serius dalam mengikuti kegiatan yang ada. Tentu sikap ini tidak sesuai dengan teori yang ada yaitu menunjukkan adanya perbedaan sikap antara laki-laki dan perempuan dalam melaksanakan aktivitas pelatihan yang ada (Tangkudung, 2. Klasifikasi Asal Peserta Pelatihan Peserta yang berasal dari kalangan remaja ini berasal dari beberapa wilayah di provinsi Lampung. Klasifikasi asal peserta bukan hanya dari kalangan organisasi saja tetapi ada dari beberapa komunitas dan instansi akademik . Tidak semua remaja dari 15 Kab/Kota di Lampung dapat mengikuti proses pelatihan jurnalistik ini dikarnakan kondisi akan jarak dan lokasi yang cukup jauh sehingga peserta yang sudah diberi undangan kegiatanpun tidak semua bisa mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan. Hanya beberapa kabupaten/kota saja yang mengikuti. Berikut disajikan pada Gambar 4. Klasifikasi asal peserta yang mengikuti pelatihan jurnalistik yang berlangsung di Kota Bandar Lampung. Forum GenRe Kota Bandar Lampung STKIP PGRI BANDAR LAMPUNG Institut Teknologi Sumatera UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Metro PIK R Sahabat UIN Raden Intan Lampung IIB DARMAJAYA Gambar 4. Klasifikasi Asal Peserta Pelatihan Jurnalistik |Page 187 Copyright A 2023. Sahrul Ari Irawan. Ilham Fuadi. GenRe Lampung. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 4. No 2. September 2023. Hal 183-192 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Berdasarkan Gambar 4 di atas, menunjukkan adanya keberagaman peserta yang ada di pelatihan jurnalistik ini. Peserta yang paling banyak berasal dari STKIP PGRI Bandar Lampung yaitu sebanyak 29 orang, diikuti Univeristas Muhammadiyah Lampung 5 orang, 4 orang yang sama dari Universitas Lampung dan Universitas Muhammadiyah Metro. Peserta lainnya terdiri dari 1-2 orang berasal dari Forum GenRe Kota Bandar Lampung. Intitut Teknologi Sumatra. Metro. PIK R Sahabat UIN Raden Intan Lampung. IIB Darmajaya. UMITRA. Forum Mahasiswa Peduli Kependudukan (FMPK), dan GenRe Lampung Selatan. 3Pengetahuan Peserta Sebelum dan Sesudah Pelatihan Pengetahuan adalah berbagai hal yang didapatkan dari awal kegiatan atau berbagai hal yang telah dilewati. Upaya manusia untuk menemukan kebenaran atau memecahkan masalah telah menyebabkan akumulasi pengetahuan. Latihan atau upaya yang dilakukan oleh orangorang yang mencari realitas atau masalah yang dihadapi pada dasarnya adalah gagasan orang itu sendiri atau disebut keinginan (Darsini et al. , 2. Pengetahuan dalam pelaksanaan ini didapatkan dari adanya pelatihan yang sudah peserta ikuti. Pelatihan juga diharapkan dapat menghasilkan pengatahuan baru dan kemudahan dalam berakses di dalam menjalankan berbagai aktivitas yang dilakukan (Lathifah et al. , 2. Untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan peserta mengenai jurnalistik di awal kegiatan pelatihan diberikan pretest dengan 5 pertanyaan esai yaitu : Apa yang kalian ketahui tentang Jurnalistik? Menurut anda apa sajakah manfaat dari pelatihan Jurnalistik? Apa saja struktur dalam membuat sebuah Narasi? Apa yang kamu ketahui tentang Media Sosial? Sebutkan apa saja Tips dalam menjadi seorang Reporter? Berdasarkan hasil dari penilaian terhadap pengetahuan peserta di awal sebelum mengikuti pelatihan disajikan nilai pretest di Tabel 2. Tabel 2. Nilai Pretest Nilai Peserta Sebelum Mengikuti Pelatihan Rentang Nilai Frekuensi Jumlah Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa peserta pelatihan jurnalistik belum begitu mengerti dan tahu akan seputar jurnalistik dengan sepenuhnya. Hal ini didukung oleh salah satu faktor kendala dari remaja adalah mereka hanya sekedar sebagai penikmat hasil dari jurnalis, tidak semua remaja terkhusus remaja Lampung, membuat bahkan mengerti akan bagaimana proses dan identifikasi dari jurnalistik itu sendiri. Selain itu kurangnya adanya pembelajaran di tempat pendidikan baik formal dan non-formal menjadi salh satu faktor kendala juga. Pengetahuan yang rendah lalu dilakukkannya pelatihan, diskusi, ceramah, paparan materi, dan lain-lain. Diharapkan peserta mendapatkan peningkatan pengetahuannya dalam menjalankan dan mengoptimalkan pelaksanaan dari jurnalistik itu sendiri. Yang mana dominan hanya bernilai 41-80 saja diharapkan meningkat dan nilai naik menjadi lebih dari 60. Setelah rangkaian pelatihan berlangsung diakhir dilakukan kembali uji pengetahuan peserta mengenai pelaksanaan jurnalistik dengan pertanyaan yang sama di awal kegiatan tadi. Menunjukkan hasil pengatahuan yang cukup baik disajikan pada Tabel 3. |Page 188 Copyright A 2023. Sahrul Ari Irawan. Ilham Fuadi. GenRe Lampung. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 4. No 2. September 2023. Hal 183-192 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Tabel 3. Klasifikasi Hasil Nilai Postest Nilai Peserta Sebelum Mengikuti Pelatihan Rentang Nilai Frekuensi Jumlah Hasil posttest menunjukkan bahwa adanya peningkatan singnifikan baik untuk pengatahuan peserta terkhususnya. Artinya dominan hamper dari keseluruhan peserta meningkat daya pengetahuannya yang berasal dari keseriusan, antusias, dan proses menyimak yang baik saat jurnalistik berlangsung. Nilai dominan setelah pelatihan berlangsung adalah dominan paling banyak di 81-100 yaitu sebanyak 29 orang diikuti dengan remaja rentang nilai 61-80 sebanyak 26 orang remaja. Efek dari kegiatan pelatihan ini terlihat dari ranah koginitif, yaitu remaja yang tidak mengetahui menjadi mengetahui dan memahami bagaimana proses pembuatan berita . Dari tempat terjadinya peristiwa, melakukan wawancara dan mengolah informasi menjadi berita yang layak dipublikasikan serta proses dari mempublikasikan berita itu sendiri (Gama & Kusumawati, 2. Terbukti dari pengamatan yang dilakukan selama pelatihan bahwa peserta sangat antusias untuk berpartisipasi. Buat berita jurnalistik yang kaya video dan gambar. Hal ini ditunjukkan dengan kegiatan para peserta yang penuh semangat mengikuti kegiatan dan mengajukan pertanyaan narasumber agar kegiatan lebih hidup dan interaktif. Sehingga tentu dari hasil akhir ini menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah peserta mengikuti pelatihan jurnalistik ini menunjukkan perbedaan yang baik. 4Dokumentasi Kegiatan Gambar 5. Proses pemaparan materi oleh Pemateri ke-1 |Page 189 Copyright A 2023. Sahrul Ari Irawan. Ilham Fuadi. GenRe Lampung. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 4. No 2. September 2023. Hal 183-192 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Gambar 6. Pemaparan materi oleh Pemateri ke-2 Gambar 7. Pemaparan hasil jurnalis dan proses diskusi Bersama Gambar 8. Peserta aktif dan antusias dalam pelatihan jurnalistik yang berlangsung |Page 190 Copyright A 2023. Sahrul Ari Irawan. Ilham Fuadi. GenRe Lampung. Journal of Social Sciences and Technology for Community Service (JSSTCS) https://ejurnal. id/index. php/JSSTCS Vol 4. No 2. September 2023. Hal 183-192 E-ISSN 2723-2026 (Media Onlin. P-ISSN 2723-455X (Media Ceta. DOI : https://doi. org/10. 33365/jsstcs. Gambar 9. Foto bersama seluruh peserta pelatihan jurnalistik KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan yang sudah dilaksanakan dalam waktu satu hari yang dilakukan oleh komunitas organisasi GenRe Lampung. Pelaksanaan pelatihan jurnalistik dengan Tema AuBersinergi Membangun Jurnalistik MudaAy terbilang baik dan lancar dalam pelaksanaannya. Awal dari kegiatan target peserta sebanyak 50 ternyata terlaksana lebih dari 50 yaitu 58 peserta diluar dari pengurus organisasi GenRe Lampung itu sendiri. Pelaksanaan pelatihan yang langsung dipandu oleh GenRe Lampung dengan dua pemateri hebat yaitu Host salah satu TV Lokal terbaik yaitu ANTV Lampung dan pelaksana HUMAS di UIN Raden Intan Lampung sangat membuat antusias dan partisipasi peserta menujukkan keseriusannya. Sehingga menunjukkan hasil yang memuaskan terutama dari pengetahuan peserta mengenai jurnalistik yang ada. Dimana pengetahuan peserta yang dominan rendah menjadi baik dan tinggi setelah adanya pelatihan, ceramah, diskusi, dan evaluasi secara langsung diberikan ke peserta. Nilai yang awalnya peserta dominan 41-80 kini meningkat menjadi 61-100 nilainya. Adapun beberapa peserta masih mendapatkan nilai kecil atau belum mendapatkannya pengetahuan tambah, dikarnakan kurang adanya keterlibatan secara langsung karna kegiatan praktik dilakukan secara berkelompok, dan kurang adanya pelatihan maupun pembelajaran formal atau informal yang didapatkan peserta masih sangat kurang. DAFTAR PUSTAKA