Edu-Sains Volume 15 No 1. Januari 2026 Pengembangan PowerPoint ISpring Suite pada Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Development Of PowerPoint ISpring Suite on Discovery Learning Model to Improve Motivation and Learning Outcomes Annisa Imanurahman*. Jusniar. Hardin Pendidikan Kimia. Jurusan Kimia. Universitas Negeri Makassar. Indonesia Corresponding author: annisaimanurahman1@gmail. Received:8 March, 2024 Accepted:31 July, 2024 Published: 31 January, 2026 Abstract The development PowerPoint iSpring Suite with ADDIE development pattern . nalysis, design, development, implementation and evaluat. This research aims to produce valid, practical, and effective products. The sources of data in this study are media experts and material experts as sources of validity test data, chemistry teachers 1 person and students of class XI MIPA 1 with 30 people as sources of practicality and effectiveness test data. The instrument of validity is a validation sheet, practicality, namely teacher and student response questionnaires, and effectiveness, namely learning outcomes tests and student motivation questionnaires in chemistry learning. Results: . PowerPoint iSpring Suite validity test from material experts of 3. 72 and media experts of 3. 63 with very valid categories, . average percentage of practicality based on student and teacher response questionnaires of 77. 25% with very practical categories, . class completeness with a percentage of 86. with an increase in learning outcomes of 17% from 30% of students who did not achieve completion of learning colloidal material chemistry and increased learning motivation Students in chemistry learning with an average percentage of 5% per indicator. Based on these data, it is concluded that the PowerPoint iSpring Suite developed with the ADDIE model is valid, practical, and effective to improve student motivation and learning outcomes. Keywords: ADDIE. PowerPoint . ISpring suite. Discovery Learning Abstrak Pengembangan PowerPoint iSpring Suite dengan pola pengembangan ADDIE . nalysis, design, development, implementation and evaluat. Penilitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk yang valid, praktis, dan efektif. Sumber data pada penelitian ini yaitu ahli media dan ahli materi sebagai sumber data uji kevalidan, guru kimia 1 orang serta peserta didik kelas XI MIPA 1 berjumlah 30 orang sebagai sumber data uji kepraktisan dan Instrumen kevalidan yaitu lembar validasi, kepraktisan yaitu angket respon guru dan peserta didik, serta keefektifan yaitu tes hasil belajar dan angket motivasi peserta didik dalam pembelajaran kimia. Hasil: . Uji validitas PowerPoint iSpring Suite dari ahli materi sebesar 3,72 dan ahli media sebesar 3,63 dengan kategori sangat valid, . rata-rata persentase kepraktisan berdasarkan angket respon peserta didik dan guru berturut-turut sebesar 77,29% dan 87,25% dengan kategori sangat praktis, . ketuntasan kelas dengan persentase 86,67% dengan peningkatan hasil belajar 17% dari 30% peserta didik yang tidak mencapai ketuntasan belajar kimia materi koloid serta peningkatan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran kimia dengan presentase rata-rata 5% per indikator. Berdasarkan data tersebut, disimpulkan bahwa PowerPoint iSpring Suite yang dikembangkan dengan model ADDIE Imanurahman. , et al. Pengembangan PowerpointA. bersifat valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta Kata Kunci : ADDIE. PowerPoint. ISpring suite. Discovery Learning monoton berisi tulisan yang padat dan PENDAHULUAN beberapa gambar dengan tampilan yang biasa saja. Hal ini disebabkan karena Dalam suatu proses pembelajaran dibutuhkan sebuah komunikasi yang menggunakan tools PowerPoint melibatkan media agar pesan yang disampaikan fasilitator dapat dipahami memperbaharui tampilan PowerPoint , dengan baik oleh pembelajar. Media sehingga masih menggunakan PowerPoint pembelajaran memiliki pengaruh besar yang lama. Salah satu alasan kurangnya karena media tersebut memberikan motivasi guru dalam menggunakan media motivasi belajar sehingga membantu PowerPoint peserta didik dalam memahami materi proyektor atau LCD yang dapat digunakan pembelajaran yang disampaikan oleh guru di sekolah. Kendala dan keterbatasan Rohani, . Motoviasi belajar tersebut yang membuat guru lebih cenderung memilih mengajar dengan keberhasilan seorang peserta didik. metode ceramah atau herbalistik yang Motivasi belajar dapat timbul karena tidak memerlukan alat bantu. faktor intrinsik, berupa hasrat dan Berdasarkan angket motivasi peserta didik kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita, menunjukkan data bahwa ketertarikan sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah peserta didik terhadap pembelajaran kimia adanya penghargaan, lingkungan belajar rata-rata 56,5% dan A 30% dari jumlah yang kondusif, dan keinginan belajar yang peserta didik diasumsikan tidak mecapai menarik Uno, . ketuntasan belajar kimia koloid. Salah satu multimedia yang dapat diintegrasikan Umumnya kimia merupakan salah satu dengan PowerPoint agar lebih interaktif pembelajaran yang sangat penting tetapi dalam penggunaanya adalah iSpring Suite. kurang diminati oleh peserta didik. Salah satu materi kimia yang penting dan Media pembelajaran PowerPoint iSpring berkaitan erat dengan kehidupan sehariSuite akan memberikan pengalaman hari adalah koloid. Namun, faktanya belajar yang menarik sehingga motivasi menurut Hayati dkk. , . peserta didik dan hasil belajar peserta didik meningkat. seringkali tidak bergairah dalam belajar Dengan adanya elemen visual, video serta dan cenderung menyepelekan karena audio yang bisa ditambahkan pada materi koloid kebanyakan teori dan PowerPoint yang dirancang dapat bersifat mikroskopik yang dianggap meningkatkan motivasi peserta didik kurang penting. meningkatkan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil observasi penelitian di Penelitian Wijayanto menyatakan bahwa salah satu SMA yang terletak di kabupaten pemanfaatan media pembelajaran iSpring Takalar guru mata pelajaran kimia Suite mampu meningkatkan motivasi dan menggunakan LKS dan buku paket hasil belajar peserta didik serta sebagai sumber belajar dengan sesekali memberikan kontribusi pada pembelajaran pada materi kimia tertentu seperti koloid interaktif (Wijayanto. Utaya, & Astina, menggunakan PowerPoint File PowerPoint dengan iSpring Namun, sangat disayangkan Suite dapat didistribusikan kepada peserta PowerPoint yang digunakan cenderung didik secara online, baik itu melalui web Edu-Sains Volume 15 No 1. Januari 2026 atau melalui smartphone berbasis android dengan mengubahnya menjadi aplikasi dengan bantuan Website 2 APK Builder, sehingga tidak perlu menggunakan proyektor atau LCD ketika menggunakan PowerPoint di kelas. Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan digunakan model Discovery Learning dalam menyusun perangkat pembelajaran yang akan yaitu lembar angket respon guru dan peserta didik, serta keefektifan yaitu tes hasil belajar dan angket motivasi peserta didik dalam pembelajaran kimia materi Analisis data pada penilitian ini terdiri dari analisis kevalidan, analisis kepraktisan dan analisis keefektifan. A) Analisis Data Kevalidan Analisis tingkat kevalidan dilakukan dengan memberikan angket berisi pernyataan kepada validator ahli materi dan ahli media untuk diisi dan hasil dari analisis kevalidan ini adalah untuk PowerPoint iSpring Suite model Discovery Learning yang dikembangkan. Angket kevalidan menggunakan skala likert dengan empat pilihan skor penilaian Sangat baik, 3. Baik , 2. Kurang baik, 1. Sangat kurang baik. Data kuantitatif hasil penilaian atau pengukuran dapat diproses dengan cara dijumlahkan, kemudian dibandingkan dengan jumlah yang diharapkan maka diperoleh nilai ratarata penilaian. METODE PENELITIAN Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahap yaitu: Analysis . Design . Development . Implementation . Evaluation . ycIycaycyca Oe ycycaycyca = yaycycoycoycaEa ycycoycuyc ycyyceycyceycycyca yccycnyccycnyco yaycycoycoycaEa ycoycaycoycycnycoycayco ycu100% B) Analisis Data Kepraktisan Kepraktisan PowerPoint iSpring Suite menganalisis data dari angket respon peserta didik dan guru. Aspek yang dinilai pada angket guru mata pelajaran kimia yaitu isi materi, kebenaran konten, penggunaan, serta manfaat media Adapun aspek yang ditanyakan angket respon peserta didik navigasi/ pengoprasian media, tampilan, dan manfaat media. Analisis dilakukan dengan menggunakan rumus berikut (Akbar, 2. Gambar 1. Siklus tahap pengembangan ADDIE (Sumber: Cahyadi, 2. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2022/2023 di SMAN 1 Takalar kelas XI MIPA 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan tes. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sumber data pada penelitian ini yaitu ahli media dan ahli materi sebagai sumber data uji kevalidan, guru mata pelajaran kimia sebagai sumber data untuk uji kepraktisan serta peserta didik kelas XI MIPA 1 sebagai sumber data uji kepraktisan dan Instrumen yang digunakan untuk kevalidan yaitu lembar validasi oleh ahli media dan ahli materi, kepraktisan Vp = TSEp ycu100% S Oe max Keterangan : Vp = validitas kepraktisan Imanurahman. , et al. Pengembangan PowerpointA. TSEp = total skor empirik kepraktisan Smax= skor maksimal yang diharapkan uraian hasil yang diperoleh dari semua tahapan yang telah dilakukan: C) Analisis Data Keefektifan Keefektifan PowerPoint iSpring Suite berdasarkan angket motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik. Analisis motivasi belajar dilakukan dengan menggunakan rumus berikut (Akbar. Tahap Analisis (Analysi. Pada tahap analisis peneliti melakukan analisis masalah dan analisis kebutuhan Analisis Masalah Analisis masalah diperoleh dari hasil SMAN 1 Takalar menunjukkan peserta didik menggunakan LKS dan buku paket sebagai sumber belajar dengan sesekali pada materi kimia PowerPoint sebagaia medianya. Namun. PowerPoint yang digunakan cenderung monoton berisi tulisan yang padat dan beberapa gambar dengan tampilan yang biasa saja. Hal ini disebabkan karena kurangnya keahlian PowerPoint dan kurangnya motivasi guru PowerPoint menggunakan PowerPoint yang lama. Vp = TSEp ycu100% S Oe max Keterangan : Vp = validitas kepraktisan TSEp = total skor empirik kepraktisan Smax= skor maksimal yang diharapkan Untuk hasil belajar peserta didik diukur dari nilai ketuntasan individu dan persen ketuntasan kelas yang dihitung dengan menggunakan rumus berikut: yayceycycycuycycaycycaycu yaycuyccycnycycnyccyc = ycu100% yaycycoycoycaEa ycoycaycoycycnycoycayco yaycycoycoycaEa ycycoycuyc ycyyceycyceycycyca yccycnyccycnyco Salah satu alasan kurangnya motivasi guru dalam menggunakan media PowerPoint karena terbatasanya proyektor atau LCD yang dapat digunakan di sekolah. Kendala dan keterbatasan tersebut yang membuat guru lebih memilih mengajar dengan herbalistik yang tidak memerlukan alat Implementasi model pembelajaran yang digunakan juga masih konvensional yang membuat pembelajaran tidak terarah dengan jelas. yayceycycycuycycaycycaycu ycoyceycoycayc = ycu100% yaycycoycoycaEa ycoycaycoycycnycoycayco ycyyceycyceycycyca yccycnyccycnyco yaycycoycoycaEa ycyyceycyceycycyca yccycnyccycnyco ycycycuycycayc Kategori ketuntasan kelas digunakan patokan nasional yaitu suatu kelas dinyatakan tuntas jika memiliki persentase ketuntasan kelas minimal 85% (Depdikbud. Jika ketuntasan kelas mencapai atau lebih dari 85% maka PowerPoint iSpring Suite yang digunakan dikategorikan efektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pada pengembangan ini, dihasilkan Media pembelajaran berupa PowerPoint iSpring Suite model Discovery Learning dengan materi kimia koloid. Media ini, dikembangkan menggunakan Model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan evaluasi (Analysis. Design. Development. Implementation dan Evaluat. Berikut Hal ini mengakibatkan peserta didik cenderung tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran karena tidak terjadinya umpan balik antara peserta didik dan guru yang akhirnya menjadikan pembelajaran tidak menyenangkan dan menarik, pemahaman dan hasil belajar peserta didik. Hal ini dibuktikan dari angket motivasi ketertarikan peserta didik terhadap Edu-Sains Volume 15 No 1. Januari 2026 pembelajaran kimia rata-rata 56,5% dan A ketuntasan belajar kimia koloid. Analisis Kebutuhan Peserta didik yang cenderung pasif di kelas menjadi acuan untuk melibatkan media pembelajaran sebagai alat bantu agar pembelajaran menjadi menyenangkan dan termotivasi dalam belajar. PowerPoint adalah salah satu media yang tidak asing lagi bagi guru tetapi perlu dimodifikasi agar penggunaannya sebagai media lebih yang berupa angket motivasi dan soal tes hasil belajar peserta didik. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun sebanyak sebanyak empat kali pertemuan di kelas dengan alokasi waktu 2 x 45 menit tiap pertemuan. Setiap pertemuan menggunakan PowerPoint iSpring Suite model discovery leraning dengan susunan isi materi yang berbeda yang mengikuti indikator pencapaian kompetensi. Pada tahap ini juga telah dilakukan penyusunan tes acuan patokan untuk mengukur keefektifan media berupa teknik tes soal berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal masing-masing dengan 5 opsi pilihan jawaban. Di tahap kerangka PowerPoint iSpring Suite model discovery learning yang sesuai dengan kurikulum 2013 yang harus dicapai pada materi koloid. Skema yang digunakan sama disetiap pertemuan tetapi berbedabeda isi konten materinya. Berikut gambaran skema pertemuan 1. Salah satu multimedia yang dapat terintegrasikan dengan PowerPoint agar lebih interaktif dalam penggunaanya adalah iSpring suite. Pemanfaatan iSpring Suite dalam PowerPoint sangat membantu menciptakan media pembelajaran yang lebih menarik karena adanya elemen dikolaborasikan dengan kuis interaktif, sehingga hal tersebut memberikan pengalaman belajar yang menarik yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Selain itu. PowerPoint iSpring Suite dapat didistribusikan menjadi link yang kemudian dikonversi menjadi sebuah aplikasi berbasis android dengan bantuan Website 2 APK Builder. Dengan mengubah PowerPoint menjadi aplikasi akan sangat memudahkan penggunaannya karena tidak memerlukan proyektor atau LCD. Gambar 2. Skema Konten PowerPoint iSpring Suite Pertemuan 1 Pengembangan (Developmen. Tahap pengembangan kerangka yang masih konseptual di tahap menjadi suatu produk lalu validasi oleh ahli materi dan ahli media. Pembuatan PowerPoint iSpring suite Pada PowerPoint iSpring Suite ada beberapa tahapan yang dilakukan yaitu: Tahap Perancangan (Desig. Pada tahap ini telah disusun instrumen yang akan digunakan untuk mengukur nilai yang ingin dijabarkan dari hasil perancangan PowerPoint iSpring Suite dengan model discovery learning berbasis aplikasi android. Instrumen penelitian yang disusun yaitu instrumen kevalidan berupa lembar validasi untuk ahli materi dan ahli media, instrumen kepraktisan berupa angket respon guru dan peserta didik, serta instrumen keefektifan Imanurahman. , et al. Pengembangan PowerpointA. Instal aplikasi iSpring Suite dan hubungkan dengan aplikasi Microsoft PowerPoint . Buka Microsoft PowerPoint untuk mendesain tampilan dan isi yang menarik mulai dari background. Shapes, tombol, dan posisi. Masukkan isi atau konten yang akan dimuat pada PowerPoint iSpring Suite seperti materi, gambar, dan video pembelajaran sesuai dengan susun sintaks Discovery Learning. Buat menggunakan tools iSpring Suite yang sudah terhubung pada Microsoft PowerPoint . Kuis dibuat pada sintaks problem statement, data collection, data processing dan evaluasi di akhir silde sebagai penutup pembelajaran. Selanjutnya PowerPoint iSpring Suite diunggah atau diupload agar file tersimpan dalam bentuk unggahan yang dapat dikonversi menjadi sebuah aplikasi berbasis android. File hasil unggahan dikonversi menjadi sebuah aplikasi berbasis bantuan aplikasi Website 2 APK Builder. File hasil unggahan dalam bentuk . kemudian dishare melalui sosial media atau bluetooth kepada peserta Berikut tampilan PowerPoint iSpring suite model discovery learning yang telah Edu-Sains Volume 15 No 1. Januari 2026 materi yang termuat dalam PowerPoint iSpring suite yang dikembangkan dimana materi yang disajikan harus dapat memenuhi standar kompetensi dasar. Adapun data hasil validasi yang diberikan oleh dua orang ahli materi dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Penilaian Ahli Materi Butir penilaian Sesuai dengan KD pada kurikulum yang berlaku Sesuai dengan tujuan pembelajaran yang disusun untuk mencapai KD Akurat meliputi keakuratan fakta dan Responden konsep/prinsip/hukum/teori 4 Informasi yang disajikan sudah 5 Informasi yang disajikan sudah pembahasannya sudah jelas 6 Penyajian materi runtut dan 7 Penyajian indikator untuk pencapaian KD 8 Kesesuaian soal evaluasi dengan tujuan pembelajaran 9 Soal evaluasi dilengkapi dengan kunci jawaban 10 Menggunakan tatanan bahasa yang baik sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang benar 12 Penggunaan sederhana, lugas dan mudah 13 Memanfaatkan media yang ada untuk mendukung materi pada PowerPoint 14 Menggunakan bahasa yang perkembangan peserta didik Gambar 3. Tampilan PowerPoint iSpring Suite Validasi Media Setelah media pembelajaran selesai dibuat, dilakukan validasi kelayakan Media pembelajaran ini kemudian dinilai kelayakannya oleh ahli media dan ahli materi. Ahli materi Validasi oleh ahli materi dilakukan oleh dua orang dosen Kimia FMIPA UNM. Validasi dilakukan dari beberapa aspek seperti aspek isi materi, penyajian PowerPoint iSpring suite dan dari segi bahasa yang digunakan. Aspek isi materi bertujuan untuk mengetahui kevalidan dari Rata-rata 3,50 3,42 Imanurahman. , et al. Pengembangan PowerpointA. Tabel 3. Kategori Hasil Penilaian Ahli Materi Aspek Kesesuaian Tujuan Pembelajaran Kualitas Materi Penyajian Materi Rata-rata Skor 3,67 3,75 3,75 Kategori Sangat valid Sangat valid Sangat valid 3,72 Sangat valid mempelajari materi dan 1 pertemuan untuk melakukan tes evaluasi. Kepraktisan media Berdasarkan hasil perhitungan angket respon guru mata pelajaran kimia yang menilai 4 aspek yaitu navigasi, tampilan, manfaat media, dan konten diperoleh ratarata total kepraktisan media pembelajaran adalah 87,25% dengan kategori sangat Berdasarkan hasil respon guru mata pelajaran tersebut maka PowerPoint iSpring suite model Discovery Learning sangat praktis untuk digunakan dalam . Ahli media Tabel 2. Hasil Penilaian Ahli Media Responden Pemilihan jenis dan ukuran menjadi lebih menarik Kemudahan untuk membaca teks/tulisan Kesesuaian warna dan wallpaper untuk background dengan warna Tata letak tampilan PowerPoint Kualitas tampilan gambar Kombinasi dan komposisi warna Kemudahan dalam penggunaan Kemudahan dalam mengakses di Komunikatif dan interaktif Butir penilaian Rata-rata 3,50 Berdasarkan hasil perhitungan respon siswa diperoleh rata-rata total kepraktisan media pembelajaran adalah 77% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil respon siswa tersebut maka PowerPoint iSpring suite model Discovery Learning sangat praktis untuk digunakan dalam Keefektifan media Penilaian tingkat diperoleh dari hasil tes belajar dan angket motivasi peserta didik dalam pembelajaran Soal evaluasi terdiri dari 25 butir soal pilihan ganda. Berdasarkan hasil evaluasi ini terdapat 26 orang peserta didik yang lulus KKM yaitu mendapatkan nilai Ou75, dan 4 peserta didik yang tidak lulus KKM sehingga presentasi kelulusan peserta didik adalah 86,67% atau dalam kriteria AuefektifAy. Untuk motivasi peserta didik dalam pembelajaran kimia setelah penggunakan media PowerPoint iSpring suite di kelas mengalami peningkatan 5% per indikator. Twerdaoat 5 Indikator angket motivasi yaitu. Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya pengharagaan dalam belajar, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, serta adanya hasrat dan keinginan berhasil. Berdasarkan hasil tersebut maka penggunaan PowerPoint iSpring suite Discovery Learning 3,42 Tabel 4. Kategori Hasil Penilaian Ahli Media Aspek Desain Media Pengoprasian Media Rata-rata Skor 3,42 3,83 Kategori Sangat valid Sangat valid 3,63 Sangat valid Setelah menerima saran perbaikan dari ahli media dan materi, peneliti melakukan revisi terhadap media pembelajaran yang Implementasi Pada tahap ini, semua Rancangan media yang telah dikembangkan serta divalidasi oleh ahli materi maupun ahli media akan dilakukan uji coba pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Takalar, proses uji coba ini melibatkan 30 orang peserta didik. Pembelajaran berlangsung selama 5 Edu-Sains Volume 15 No 1. Januari 2026 meningkatkan movasi belajar peserta didik dalam pembelajaran kimia. untuk mengetahui kepraktisan PowerPoint iSpring Suite. Berdasarkan perhitungan respon guru diperoleh ratarata total validitas adalah 87,25% dan masuk dalam kategori Aosangat praktisAo, sementara hasil perhitungan respon siswa diperoleh rata-rata nilai 77% dan masuk Aosangat praktisAo. Perhitungan respon guru diperoleh ratarata total validitas adalah 87,25% dan masuk dalam kategori Aosangat praktisAo, sementara hasil perhitungan respon siswa diperoleh rata-rata nilai 77% dan masuk dalam kategori Aosangat praktisAo. Tahap Evaluasi Evaluasi merupakan tahap terakhir dari model pengembangan ADDIE. Evaluasi dapat dilakukan pada setiap tahap pengembangan mulai dari tahap analisis hingga implementasi. Produk yang dihasilkan dari proses pengembangan ini yaitu PowerPoint iSpring Suite model Discovery Learning dengan materi kimia koloid. Media ini, dikembangkan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan PowerPoint iSpring Suite model Discovery Learning telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Kriteria kelayakan yang pertama yaitu valid. PowerPoint iSpring Suite model Discovery Learning dikatakan valid berdasarkan data yang diperoleh dari angket ahli media dan ahli materi. Hasil validasi oleh ahli materi diperoleh rata rata 3,72 dari 4 dengan kategori Aosangat valid, sementara hasil validasi oleh ahli media diperoleh rata-rata 3,63 dari 4 dengan kategori Aosangat validAo. Dari hasil yang diperoleh bahwa media pembelajaran PowerPoint iSpring Suite Discovery Learning layak digunakan dengan revisi yang ada. Setelah media divalidasi kemudian dilakukan uji coba kepada peserta didik dan guru kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Takalar tahun ajaran 2023/2024. Proses uji coba ini diperoleh peserta didik yang lulus KKM yaitu mendapatkan nilai Ou75 sebanyak 26 dan 4 peserta didik yang tidak lulus KKM, sehingga presentasi kelulusan peserta didik adalah 86,67% sehingga PowerPoint iSpring Suite Discovery Learning dikatakan efektif untuk digunakan. Kemudian guru dan peserta didik mengisi angket respon penggunaan PowerPoint iSpring Suite model Discovery Learning yang bertujuan Berdasarkan hasil yang diperoleh maka PowerPoint iSpring Suite Discovery Learning materi kimia koloid valid, praktis dan efektif untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. KESIMPULAN Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu. PowerPoint iSpring Suite model Discovery Learning materi koloid dikembangan dengan pola ADDIE yang dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. Selain itu powerpoint iSpring Suite model Discovery Learning memperoleh penilaian valid, praktis, dan keefektif untuk meningkatkan motivasi dan hasil berajar. DAFTAR PUSTAKA Akbar. Instrumen Perangkat Pembeljaran. Bandung: Remaja Rosdakarya. Andriani. , & Rasto. Motivasi Belajar Sebagai Determinan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 4. , 8086. Budiman. Haryanti. , & Azzahrah. Pentingnya Media Aplikasi Android Menggunakan Ispring Suite 9 Pada Pembelajaran Daring Terhadap Motivasi Belajar Siswa. Prosiding Imanurahman. , et al. Pengembangan PowerpointA. Seminar Nasional Pendidikan, 3. , 144-150. Cahyadi. Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Addie Model. Halaqa: Islamic Education Journal, 3. , 35-43. Depdikbud. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Dr. Hamazah B. Uno. Teori Motivasi Pengukurannya. Jakarta: Pt Bumi Aksara. Gulo. , & Harefa. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Powerpoint. Educativo: Jurnal Pendidikan, 1. , 291-299. Hardani. Auliyah. Andriani. Fardani. Ustiawaty. Utami. , . Istiqomah. Matode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Yogyakarta: Cv. Pustaka Ilmu.