Pengaruh Ekstrak Metanol Biji Mahoni (Swetenia mahagoni Jac. terhadap Penurunan Glukosa Darah dan Perbaikan Jaringan Pankreas Tikus Hasil Induksi MLD-STZ Effect of Methanolic Swetenia mahagoni Seed Extracts to Decreasing Blood Glucose Contant and Repair Pancreatic Tissue Damage of Rat Multiple Low Dose-Streptozotocin (MLD-STZ) Induced Nany Suryani* STIKES Husada Borneo. Jl. Yani Km 30,5 No. 4 Banjarbaru. Kalimantan Selatan *korespondensi : nan_cdy@yahoo. Abstract Cancer is a disease that causes most deaths in this century. In general, cancer can affect Diabetes Mellitus (DM) is a disease with metabolism disorder signed by increasing of glucose blood . , caused by disorder of insulin secretion and or increasing of insulin Therapy of Methanolic Swetenia mahagoni Seed Extracts is an alternative treatment for DM. The objective of this research is to prove the effect of extract of Swetenia mahagoni Jacq to decreasing blood glucose content and repair pancreatic tissue damage of rat result Multiple Low Dose-Streptozotocin (MLD-STZ )induced dose of 20 mg/kg weight for 5 days Blood glucose of rat was measured using digital glucometer and categorized as DM if it is >300 mg/dL. This research used 25 wistar strained white rat (Rattus norvegicu. Which were classified into 5 groups, they are one group of negative control, one group of positive control, and three groups of MLD-STZ induced given treatment of Methanolic Swetenia mahagoni Seed Extracts with dose of 100, 250 and 400 mg/kg weight for 7 days. The result showed that treatment of Methanolic Swetenia mahagoni Seed Extracts with dose of 100, 250 and 400 mg/kgBW decreased blood glucose 55,47%. 81,01% and 73,63% successively, and improved damage of pancreas tissue from decreasing in the degree of insulitis . <0. There was a protective effect of methanolic Swetenia mahagoni seed extract to blood glucose and damage of rat pancreas tissue MLD-STZ induced. The terapeutic effect was optimal at dose of 250 mg/kgBW. Keywords : Methanolic Swetenia mahagoni seed extract, insulin. TNF- expression, damage of pancreas tissue, and MLD-STZ Pendahuluan Diabetes mellitus adalah penyakit gangguan metabolisme karbohidrat, lemak serta protein yang disebabkan insufisiensi sekresi insulin ataupun aktivitas endogen insulin atau keduanya . Data World Health Organisation (WHO) pada tahun 2003 tercatat hampir 200 juta orang di dunia menderita diabetes dan diperkirakan pada tahun 2025 jumlah penderita bisa mencapai sekitar 330 juta jiwa . Secara epidemiologi, diperkirakan bahwa pada tahun 2030 prevalensi Diabetes Melitus (DM) di Indonesia mencapai 21,3 juta orang . Sedangkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. tahun 2007, diperoleh bahwa proporsi penyebab kematian akibat DM pada kelompok usia 45-54 tahun di daerah perkotaan menduduki ranking ke-2 yaitu 14,7%. Dan daerah pedesaan DM menduduki ranking ke-6 yaitu 5,8% . Diabetes Melitus (DM) tipe 1 ditandai oleh kerusakan selektif dari sel-sel beta mekanisme cellular mediated autoimmune. Suatu penyusupan sel-sel inflamatori ke dalam pulau langerhans, yaitu insulitis, yang diikuti oleh kematian sel beta karena proses fagositosis oleh makrofag, ciri khas kondisi patologi DM tipe 1 didominasi respon limfosit T CD4 penghasil IFN-. IFN- memicu sitokin-sitokin proinflamasi seperti IL-1. TNF- oleh sel T . Mahoni tumbuhan yang digunakan masyarakat untuk pengobatan diabetes mellitus. Bagian yang digunakan dari mahoni adalah biji. Kandungan bahan kimia dari biji mahoni adalah flavonoid, antraquinon, cardiac glycosides, saponin dan volatile oils . , . Ghosh et al. , . melaporkan ekstrak methanol biji mahoni dosis 50 dan 100mg/kgBB mempunyai efek Jurkessia. Vol. IV. No. 1,November 2013 Nany Suryani farmakologi sebagai anti inflamasi, analgesik dan antipiretik pada hewan coba yang dilukai bagian telinganya. Selain itu pemberian ekstrak methanol : air . biji mahoni dosis 250 mg/kgBB selama 21 hari dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus Rattus norvegicus strain wistar yang diinduksi streptozotocin (STZ) dosis tunggal 4 mg/grBB . Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pemberian terapi ekstrak metanol biji mahoni (Swetenia mahagoni Jac. dapat mempengaruhi kadar glukosa darah dan memperbaiki jaringan pankreas pada tikus hasil induksi Multiple Low Dose Streptozotocin (MLD-STZ). didapat maserat. Ampas dimaserasi dengan metanol menggunakan prosedur yang sama, maserasi dilakukan sampai diperoleh maserat yang jernih. Semua maserat metanol digabungkan dan diuapkan dengan menggunakan evaporator pada temperature A 40oC sampai diperoleh ekstrak metanol Pengukuran Kadar Glukosa Darah Tikus diukur kadar glukosa darahnya yang diperoleh dari darah ujung ekor . ena Caranya tikus yang diambil darahnya ditempatkan pada tempat yang hanya memuat 1 ekor tikus, dengan posisi ekor berada diluar. Kemuadian ekor tikus dibasahi dengan air hangat dengan tujuan untuk vasodilatasi pembuluh darah, setelah itu baru diambil darah dengan menggunakan blood lancet. Pengukuran glukosa darah menggunakan alat glucometer. Darah dari ekor tikus diteteskan pada strip yang terhubung dengan glucometer kemudian dibiarkan selama 6 detik dan dibaca skala yang terlihat pada layar, dimana satuan skala pengukuran yang terbaca mg/dL. Metode Penelitian Penelitian ekperimantal laboratorium dengan desain Menggunakan tikus putih jantan jenis Rattus norvegicus strain wistar . enelitian ini telah mendapat persetujuan komisi etik Fakultas Kedokteran Unuversitas Brawijaya. Penelitian Laboratorium Farmakologi. Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran. Laboratorium Fisiologi Hewan dan Laboratorium Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya Malang dari bulan Juni sampai Agustus 2012. Pembuatan Preparat Pankreas Organ pankreas yang telah memadat dalam blok paraffin dipotong dengan menggunakan microtom. Pankreas diiris dengan ukuran 5 AAm. Potongan preparat dikeringkan dan diletakkan diatas hot plate 38-40oC sampai kering selanjutnya preparat disimpan dalam inkubator suhu 38-40oC selama 24 jam. Penyiapan Hewan Coba Berdasarkan menggunakan rumus Federer dihasilkan jumlah sampel sebanyak 25 ekor tikus putih jantan jenis Rattus norvegicus strain wistar jantan dengan berat 100-130 gram, umur 2 bulan digunakan dalam penelitian ini. Masing-masing 5 ekor kelompok kontrol negatif, 5 ekor kelompok DM . ontrol positi. , 15 ekor kelompok tikus DM yang diberi terapi ekstrak etanol biji mahoni dosis 100 mg/kgBB, 250 mg/kgBB dan 400 mg/kg BB . asing-masing 5 ekor tiku. Pewarnaan Hematoxylen-Eosin Pewarnaan hematoxylen-Eosin diawali dari tahap deparafinisasi yakni preparat dimasukkan dalam xylol bertingkat 1-3 masing-masing selama 5 menit. Selanjutnya pada tahap rehidrasi preparat dimasukkan dalam etanol bertingkat 95, 90, 80 dan 70% masing-masing selama 5 menit, direndam dalam aquades selama 5 menit, preparat dimasukkan dalam pewarna hematoxylen sampai didapatkan hasil warna yang terbaik 10 menit. Cuci dengan air mengalir selama 30 menit, kemudian dibilas dengan aquades sebelum diwarnai dengan eosin. Selanjutknya tahap dehidrasi dengan memasukkan perparat pada seri etanol bertingkat dari 80. 90 dan 95% hingga etanol absolut 1-3. Lakukan clearing dengan Ekstraksi Biji Mahoni (Swetenia mahagoni Jac. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut metanol . Serbuk biji mahoni dimasukkan ke dalam botol berwarna gelap, kemudian ditambahkan pelarut metanol, ditutup dan dibiarkan selama dua hari terlindung dari cahaya sambil diaduk, disaring sehingga Jurkessia. Vol. IV. No. 1,November 2013 Nany Suryani memasukkan preparat pada xylol 1,2 dan Selanjutnya dilakukan mounting dengan entellan. Perlakuan Kontrol Terapi 100mg/kgBB Terapi 250mg/kgBB Terapi 400mg/kgBB Analisa Data Data yang didapat berupa data diskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Analisa data dilakukan dengan menguji mengetahui adanya perbedaan antara perlakuan dilakukan uji ANOVA serta untuk pengaruh dari pemberian ekstrak biji mahoni dilakukan uji regresi kuadratik dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 14. Hasil Penelitian Ekstrak Metanol Biji Mahoni (Swetenia mahogoni Jaq. Penelitian ini menggunakan biji mahoni 159 gram biji mahoni basah kemudian dikeringkan, diperoleh 105 gram serbuk biji mahoni, selanjutnya diekstraksi dengan methanol menghasilkan ekstrak kental sebanyak 13243,2 mg. Kadar Glukosa Darah Tikus Hasil Induksi MLD-STZ dan Terapi Ekstrak Metanol Biji Mahoni Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebanyak 3 kali yaitu sebelum induksi MLD-STZ, setelah inkubasi 14 hari pasca induksi MLD-STZ dan setelah pemberian terapi ekstrak biji mahoni dosis 250 dan 400 mg/dl terlihat pada Tabel 1, dari hasil tersebut menunjukkan terjadinya streptozotocin dan penuruanan kadar glukosa darah setelah mendapatkan terapi ekstrak biji mahoni. Kadar glukosa darah ini diukur dengan menggunakan glucometer Gambar 1. glukosa darah g/dL) 97,4 A 8,02 579,4 A 31,09 terhadap DM 0,000 258,0 A 16,32 0,000 110,0 A 5,43 0,000 152,8 A 6,09 0,000 Kadar Glukosa Darah Tikus Kontrol. DM dan Terapi Ekstrak Metanol Biji Mahoni (Swetenia mahagoni Jac. Berdasarkan hasil penelitian, terlihat bahwa kadar glukosa darah kelompok tikus kontrol yaitu . ,4 A 8,. mg/dl termasuk dalam rentang kadar glukosa darah tikus normal yaitu 50-135 mg/dl . Sedangkan kadar glukosa darah pada kelompok tikus yang diinduksi MLD-STZ dosis 20 mg/kgBB mengalami kenaikan kadar glukosa darah yaitu . ,4 A 31,. mg/dl, juga termasuk dalam rentang kadar glukosa darah tikus DM yaitu Ou 300 mg/dl (Nurdiana dkk, 1. Kadar glukosa darah tikus mengalami penurunan yang signifikan pasca terapi ekstrak methanol biji mahoni dosis 100. dan 400 mg/kgBB yaitu . ,0 A 16,. A 5,. ,8 A 6,. mg/dl. Dari hasil analisa statistic menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat nyata . <0,. antara kadar glukosa darah pada tikus dengan tikus yang diinduksi MLD-STZ. Hubungan Dosis Esktrak Metanol Biji Mahoni dengan Kadar Glukosa Darah Tikus Hasil Induksi MLD-STZ Berdasarkan analisis regresi kuadratik Tabel 1. Kadar Glukosa Darah Tikus Kontrol. DM dan Terapi Ekstrak Metanol Biji Mahoni (Swetenia mahagoni Jac. Kelompok Rata-rata kadar p-value Jurkessia. Vol. IV. No. 1,November 2013 Nany Suryani determinasi R2=0,978 dan koefisien korelasi R=0,989. Artinya model regresi kuadratik mampu menjelaskan keragaman kadar glukosa darah sebesar 97,8% dan mempunyai hubungan yang sangat kuat antara dosis perlakuan terhadap kadar glukosa darah. Pendugaan model tersebut dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 14, sehingga menghasilkan persamaan sebagai berikut: y = 462,667 Ae 2,471x 0,004x2 . Persamaan . dapat digunakan untuk keperluan peramalan respon kadar glukosa darah berdasarkan dosis perlakuan yang diberikan dan sekaligus menentukan kondisi optimum Hasil diferensiasi model regresi ordo kedua merupakan suatu persamaan linear, yaitu: -2,471 0,008x = 0 . Penyelesaian dari persamaan . menghasilkan titik optimum x = 308,875 yang berarti dosis perlakuan ekstrak metanol biji mahoni sebesar 308,875 mg/kgBB. Kadar glukosa darah dapat diketahui dengan cara mensubstitusikan nilai x = 308,875 ke dalam persamaan . , sehingga diperoleh nilai y = 81,052. Dengan demikian, penurunan kadar glukosa darah maksimum sebesar 81,052 mg/dL dicapai pada dosis perlakuan sebesar 308,875 pertambahan dosis ekstrak metanol biji mahoni sampai mencapai titik tertentu dan setelah melewati titik optimum akan mengalami peningkatan. Hasil perhitungan secara matematis dari model regresi kuadratik . , telah diperoleh penurunan kadar glukosa maksimum sebesar 81,052 mg/dL yang dicapai pada dosis perlakuan 308,857 mg/kgBB. Perbaikan Jaringan Pankreas (Derajat Insuliti. Tikus Kontrol. Tikus DM dan Tikus Terapi Ekstrak Metanol Biji Mahoni Hasil (Gambar menunjukkan bahwa pulau langerhans tikus kontrol masih terlihat sedikitnya rongga atau ruang interseluler dan banyak sel beta Sedangkan pada tikus diabetes mellitus terdapat banyak rongga atau ruang interseluler pada pulau langerhans yang menyebabkan berkurangnya jumlah sel beta pankreas penghasil insulin. Data penelitian menunjukkan adanya perbaikan jaringan pankreas yang paling baik pada pemberian terapi ekstrak metanol biji mahoni dosis 250 mg/kgBB. Hal ini sejalan dengan hasil analisa statistic bahwa terapi dosis 250 mg/kgBB berbeda secara signifikan . <0,. dengan terapi dosis 100 dan 400 mg/kgBB. Terapi dosis 250 mg/kgBB yang diberikan pada tikus DM menunjukkan perbaikan jaringan pankreas yang paling baik, hal ini sesuai dengan data penurunan kadar glukosa darah, peningkatan kadar insulin dan penurunan ekspresi TNF- yang paling baik dibandingkan dengan pemberian terapi dosis 100 dan 400 mg/kgBB. Rata-rata derajat insulitis dapat dilihat pada Tabel 2 dan Gambar 3. mg/kgBB. Gambar 2. Hubungan Dosis Ekstrak Metanol Biji Mahoni (Swetenia Jac. Perubahan Kadar Glukosa Darah Tikus Hasil Induksi MLDSTZ Gambar 2 menunjukkan bentuk hubungan antara dosis perlakuan dengan kadar glukosa darah tikus yang diberikan ekstrak metanol biji mahoni. Hubungan tersebut menerangkan bahwa kadar glukosa darah terus menurun seiring dengan adanya Tabel 2. Kerusakan Jaringan Pankreas (Derajat Insuliti. pada Tikus Kontrol. Tikus DM dan Tikus Terapi Ekstrak Metanol Biji Mahoni Kelompok Perlakuan Rata-rata Derajat p-value Insulitis (%) terhadap DM Jurkessia. Vol. IV. No. 1,November 2013 Kontrol Terapi 100mg/kgBB Terapi 250mg/kgBB Terapi 400mg/kgBB 10,00 A 1,58 77,20 A 6,22 0,000 38,20 A 4,27 0,000 18,40 A 3,58 0,000 28,00 A 4,18 0,000 Gambar 3. Kerusakan Jaringan Pankreas (Derajat Insuliti. pada Tikus Kontrol. Tikus DM dan Tikus Terapi Ekstrak Metanol Biji Mahoni Gambar 4. Hasil Pewarnaan HE pada pulau langerhans pankreas Nany Suryani mg/kgBB . kor 1-. E: Pulau langerhans tikus terapi ekstrak biji mahoni dosis 400 mg/kgBB . kor 1-. Pembesaran 400x. Panah hitam: rongga interseluler. merah: sel beta pankreas. Hubungan Dosis Ekstrak Metanol Biji Mahoni Perbaikan Jaringan Pankreas yang Rusak (Derajat Insuliti. Tikus Hasil Induksi MLD-STZ Berdasarkan analisa regresi kuadratik dengan koefisien determinasi R2=0,731 dan koefisien korelasi R=0,855. Artinya model regresi kuadratik mampu menjelaskan keragaman kadar glukosa darah sebesar 73,1% dan mempunyai hubungan yang sangat kuat antara dosis perlakuan terhadap kadar glukosa darah. Pendugaan model tersebut dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 14, sehingga menghasilkan persamaan sebagai berikut: y = 71,155 Ae 0,352x 0,00059x2 . Persamaan . dapat digunakan untuk keperluan peramalan respon perbaikan jaringan pankreas yang rusak berdasarkan dosis perlakuan yang diberikan dan sekaligus menentukan kondisi optimum Hasil diferensiasi model regresi ordo kedua merupakan suatu persamaan linear, yaitu:0,352 0,00118x = 0 . Penyelesaian dari persamaan . menghasilkan titik optimum x = 298,31 yang berarti dosis perlakuan ekstrak metanol biji mahoni sebesar 298,31 mg/kgBB. Perbaikan jaringan pankreas yang rusak dapat diketahui dengan cara mensubstitusikan nilai x = 298,31 ke dalam persamaan . , sehingga diperoleh nilai y = 18,65. Dengan kerusakan jaringan pankreas . erajat insuliti. maksimum sebesar 18,65 dicapai pada dosis perlakuan sebesar 298,31 mg/kgBB. Keterangan: A: Pulau langerhans tikus kontrol . B: Pulau langerhans tikus DM . kor 3-. C: Pulau langerhans tikus terapi ekstrak biji mahoni dosis 100 mg/kgBB . D: Pulau langerhans tikus terapi ekstrak biji mahoni dosis 250 Jurkessia. Vol. IV. No. 1,November 2013 Gambar 5. Nany Suryani antraquinon, cardiac glycosides, saponin dan volatile oils . , . Menurut Sahgal et al. pada 1 gram ekstrak biji mahoni mengandung phenolic sebesar 26,9 A 0,26 mg setara dengan asam galat dan flavonoid sebesar 2,5 A 0,15 mg setara dengan Bila penelitian Sahgal et al. dari 13,243 gram ekstrak biji mahoni pada penelitian ini kandungan phenolic dan flavonoid sebesar 356,24 A 3,44 mg setara dengan asam galat dan 33,11 A 88,29 mg setara dengan Hubungan Dosis Ekstrak Metanol Biji Mahoni (Swetenia Jac. Kerusakan Jaringan Pankreas . erajat insuliti. Tikus Hasil Induksi MLD-STZ Kadar Glukosa Darah Tikus Setelah Induksi MLD-STZ dan Terapi Ekstrak Metanol Biji Mahoni Penyiapan tikus diabetes dilakukan dengan injeksi streptozotocin dosis rendah berulang (MLD-STZ) secara intraperitonial . Dosis streptozotocin yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 mg/kgBB/hari selama 5 hari berturut-turut . dan diinkubasi selama 14 hari. Injeksi MLD-STZ menderita diabetes (DM) tipe 1. Dikatakan menderita DM bila kadar glukosa darah > 300 mg/dL . Diabetes tipe 1 ditandai dengan kerusakan sel pankreas melalui reaksi autoimun yang melibatkan sel T CD4 (T. dan peningkatan kadar glukosa darah. Pengaruh STZ meningkatkan ekspresi sel-sel inflamatori (TNF-. IFN-. IL-. dan menimbulkan manifestasi meningkatnya kadar glukosa Streptozotocin merupakan nitrosurea yang bersifat sitotoksik spesifik pada sel beta pankreas. Induksi STZ akan menyebabkan terjadinya alkilasi DNA. Kerusakan DNA akan memicu produksi enzim poli (ADPribos. sintase, yaitu enzim yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan DNA. Enzim ini memerlukan NAD . ikotinamida adenine dinukleotid. sebagai substratnya, sehingga kandungan NAD dalam sel menurun. Menurunnya kadar NAD selular juga menyebabkan penurunan jumlah ATP sehingga sintesis dan sekresi insulin dapat Streptozotocin sebagai donor NO yang mampu meningkatkan spesies oksigen reaktif (ROS) diantaranya radikal Gambar 5 menunjukkan bentuk hubungan antara dosis perlakuan dengan perbaikan jaringan pankreas tikus yang diberikan ekstrak metanol biji mahoni. Hubungan tersebut menerangkan bahwa kerusakan jaringan pankreas . erajat insuliti. terus menurun seiring dengan adanya pertambahan dosis ekstrak metanol biji mahoni sampai mencapai titik tertentu dan setelah melewati titik optimum akan mengalami peningkatan. Hasil perhitungan secara matematis dari model regresi kuadratik . , telah diperoleh penurunan kerusakan jaringan pankreas . erajat insuliti. maksimum sebesar 18,65 yang dicapai pada dosis perlakuan 298,31 mg/kgBB. Pembahasan Ekstrak Metanol Biji Mahoni (Swetenia mahogoni Jaq. Biji pekarangan Universitas Brawijaya. Seratus gram bubuk biji mahoni kering diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol yang diendapkan selama 24 jam sampai terbentuk filtrate jernih pada bagian atas. Selanjutnya filtrate yang didapat dipisahkan antara pelarut methanol dengan bahan aktif yang terdapat dalam biji mahoni melalui proses evaporasi sehingga diperoleh ekstrak kental bila diperhitungkan terhadap kadar keringnya sebesar 13,243 gram . ,61%). Kandungan bahan aktif dalam ekstrak biji mahoni antara Jurkessia. Vol. IV. No. 1,November 2013 Nany Suryani superoksida (O2-), radikal hidroksil (OH-) dan hydrogen peroksida (H2O. Radikal NO dalam bentuk bebas ataupun dalam bentuk senyawa peroksinitrit (ONOO-), reaksi yang dihasilkan dari reaksi NO dengan O2- bersifat sangat toksik terhadap menyebabkan kerusakan DNA pankreas. Dalam mitokondria. STZ menyebabkan siklus krebs terhambat serta pemakaian oksigen dalam mitokondria pun menurun produksi ATP menjadi terbatas. Meningkatnya penurunan produksi ATP dalam mitokondria dapat meningkatkan pasokan substrat untuk enzim xantin oksidase akan mengkatalisis reaksi pembentukan anion superoksida (O2-) aktif . Peningkatan radikal superoksida peroksida dan radikal hidroksil yang pankreas dan terhambatnya sentesis dan Berdasarkan menunjukkan bahwa kadar glukosa darah tikus mengalami penurunan yang signifikan pasca terapi ekstrak metanol biji mahoni dengan dosis 100. dan 400 mg/kgBB . <0,. Hal tersebut sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan oleh (Linghuat, 2008 dan Debasis et al. , 2. bahwa terapi ekstrak biji mahoni dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes mellitus. Penurunan kadar glukosa darah terjadi dikarenakan adanya perbaikan meningkatkan sekresi insulin akibatnya glukosa dalam darah dapat diserap kedalam sel dan dapat diubah menjadi energi atau disimpan dalam bentuk glikogen dalam hati dan otot. Hal ini juga sesuai dengan analisa korelasi antara kadar glukosa darah dengan insulin yang mempunyai hubungan . negatif yang bermakna . <0,. , dimana peningkatan kadar insulin plasma dapat menurunkan kadar glukosa darah. Menurut Maiti et al . senyawa swietenine yang diisolasi dari jenis Swietenia hipoglikemik yang dapat menurunkan kadar glukosa darah . Ekstrak biji mahoni mengandung senyawa-senyawa yang terdiri antraquinon, cardiac glycosides, saponin dan volatile oils . , . yang terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Aktivitas antioksidan ini mampu menangkap radikal bebas yang menyebabkan perbaikan pada kerusakan sel beta pankreas penyebab DM tipe 1. Dengan adanya perbaikan pada jaringan pankreas, maka terjadi peningkatan jumlah insulin didalam tubuh sehingga glukosa darah akan masuk kedalam sel sehingga terjadi penurunan glukosa darah dalam Pengaruh metanol biji mahoni tidak sesuai dengan dosis yang diberikan, artinya pada peningkatan dosis dari 250 mg/kgBB mg/kgBB Keadaan ini kemungkinan disebabkan karena kandungan ekstrak metanol biji mahoni yang kompleks yang masing-masing dapat bekerja secara non spesifik pada kadar glukosa darah tikus yang diinduksi MLD-STZ. Peningkatan kadar glukosa darah tikus yang diterapi dengan ekstrak metanol mg/kgBB kandungan antioksidan yang banyak terdapat dalam ekstrak metanol biji mahoni yang berubah menjadi prooksidan. Perbaikan Jaringan Pankreas (Derajat Insuliti. Tikus Kontrol. Tikus DM dan Tikus DM yang Mendapat Terapi Ekstrak Biji Mahoni Induksi STZ Insulitis merupakan suatu penyusupan atau infiltrasi sel-sel mononuclear ke dalam pulau langerhans dari jaringan pankreas. Pada insulitis sel yang mendominasi adalah sel mononuclear . akrofag, limfosit dan monosi. Tingkatan infiltrasi sel-sel mononuclear ke dalam pulau langerhans pada jaringan menghitung derajat insulitis. Skor derajat insulitis berkisar antara 0-4. Skor 0, tidak ditemukan lesi. skor 1, terdapat insulitis <25%. skor 2, <50% pulau langerhans skor 3, <75% pulau langerhans skor 4, >75% mengalami infiltrasi atau degenerasi. Berdasarkan menunjukkan perbaikan jaringan pankreas tikus terapi bahwa berbeda sangat nyata Jurkessia. Vol. IV. No. 1,November 2013 Nany Suryani . <0,. dengan tikus DM. Hal ini menunjukkan bahwa secara signifikan terapi ekstrak metanol biji mahoni pada tikus DM dapat menurunkan skor derajat insulitis jaringan pankreas. Pemberian terapi ekstrak biji mahoni dosis 100. 400 mg/kgBB menunjukkan penurunan skor derajat insulitis yang berakibat pada perbaikan kerusakan jaringan pankreas. Ekstrak biji mahoni mengandung senyawa-senyawa dan bahan aktif yang memiliki aktivitas Selain itu menurut . ekstrak biji mahoni mempunyai efek farmakologi sebagai antiinflamasi. Aktivitas antioksidan menangkap radikal bebas, sehingga dapat terjadi perbaikan pada kerusakan jaringan Dengan terjadinya radang akan berkurang dan aktivitas makrofag pun juga terhambat sehingga terjadi penurunan fagositosis sel beta pankreas. dosis yang lebih besar ekstrak metanol biji mahoni dapat memperparah atau tidak berpengaruh pada perbaikan kerusakan jaringan pankreas juga tidak dapat Atau juga kemungkinan diduga peningkatan dosis ekstrak metanol biji mahoni dari 250 menjadi 400 mg/kgBB senyawasenyawa dalam biji mahoni yang bertindak sebagai antioksidan mengalami perubahan menjadi prooksidan. Keadaan ini juga sesuai dengan pendapat Gordon . yang menyatakan bahwa besar konsentrasi antioksidan yang ditambahkan dapat berpengaruh pada laju oksidasi . Pada konsentrasi tinggi, aktivitas antioksidan grup fenolik sering lenyap bahkan antioksidan tersebut berubah menjadi prooksidan. Oleh karena itu peningkatan dosis ekstrak biji mengubah fungsi antioksidan sehingga beralih fungsi menjadi prooksidan yang dapat merusak sel sebagaimana radikal Untuk itu perlu dikaji lebih lanjut efek toksik dari ekstrak metanol biji mahoni dalam kaitannya dengan penggunaannya sebagai terapi protektif pada perbaikan kerusakan jaringan pankreas. Pengaruh Ketiga Dosis Ekstrak Metanol Biji Mahoni Terhadap Kadar Glukosa Darah. Kadar Insulin. Ekspresi TNF- dan Derajat Insulitis Ekstrak metanol biji mahoni secara bermakna . <0,. dapat menurunkan kadar glukosa darah, meningkatkan kadar insulin plasma, menurunkan ekspresi TNF- dan menurunkan derajat insulitis pada kerusakan jaringan pankreas tikus yang diinduksi MLD-STZ. Terlihat pada Table 5 dari ketiga dosis terapi ekstrak metanol biji mahoni, dosis 250 mg/kgBB merupakan dosis yang menunjukkan hasil yang paling mendekati tikus kontrol baik itu dilihat dari pengingkatan kadar insulin, ekspresi TNF- maupun penurunan derajat insulitis pada perbaikan jaringan pankreas. Pada dosis 400 mg/kgBB efeknya justru lebih kecil dibandingkan dengan dosis 250 mg/kgBB. Hal tersebut kemungkinan terkait dengan banyaknya kandungan senyawa dan bahan aktif yang ada pada ekstrak biji mahoni yang kompleks yang masing-masing dapat bekerja secara tidak spesifik pada tikus hasil induksi MLD-STZ. Hal ini sering dijumpai pada aktivitas ekstrak bahan alam yang merupakan campuran Dimana komponenkomponen tersebut dapat saling sinergis, aditif maupun antagonis. Kemungkinan pada Gambar 6. Antioksidan bertindak sebagai prooksidan pada konsetrasi tinggi (Gordon, 1. Berdasarkan hasil analisa regresi kuadratik, pertama pada analisa hubungan dosis perlakuan dengan kadar glukosa darah terlihat adanya penurunan kadar glukosa darah sampai titik maksimum yaitu pada pemberian dosis maksimum 308,857 mg/kgBB dengan kadar glukosa darah sebesar 81,052 mg/dL. Namun pada pemberian dosis melebihi 308,857 mg/kgBB peningkatan kembali. Kedua pada analisa hubungan dosis perlakuan dengan kadar insulin terjadi peningkatan kadar insulin sampai pada titik maksimum yaitu pada dosis 290 mg/kgBB dengan kadar insulin sebesar 2,865 ng/dL. Namun pada pemberian dosis melebihi 290 mg/kgBB kadar insulin mengalami penurunan kembali. Jurkessia. Vol. IV. No. 1,November 2013 Nany Suryani Ketiga pada analisa hubungan dosis dengan ekspresi TNF- terjadi penurunan ekspresi TNF- sampai pada titik maksimum yaitu pada dosis 290 mg/kgBB dengan nilai ekspresi TNF- sebesar 5,152. Namun pada pemberian dosis melebihi 290 mg/kgBB ekspresi TNF- mengalami peningkatan Keempat pada analisa hubungan dosis perlakuan dengan kerusakan jaringan pankreas . erajat insulti. , dimana terjadi penurunan kerusakan jaringan pankreas sampai pada titik maksimum yaitu pada dosis 298,31 mg/kgBB dengan nilai derajat insulitis sebesar 18,65. Namun pada memberian dosis melebihi dosis 298,31 mg/kgBB kerusakan jaringan pankreas . erajat insuliti. mengalami peningkatan Berdasarkan hasil analisa tersebut dapat memberikan informasi rata-rata dosis maksimum yang diberikan pada tikus hasil induksi MLD-STZ. Rata-rata dosis ekstrak biji mahoni maksimum sebesar 296,792 mg/kgBB yang memberikan pengaruh yang maksimum pula pada penurunan kadar glukosa darah, kadar insulin, ekspresi TNF- dan dalam memperbaiki kerusakan jaringan Penggunaan dosis yang melebihi dosis 296,792 mg/kgBB akan memberikan pengunaannya harus dengan kehati-hatian. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan Pemberian terapi ekstrak methanol biji mahoni dosis 100. 250 dan 400 mg/kgBB pada tikus yang diinduksi MLD-STZ menunjukkan penurunan kadar glukosa darah berturut-turut sebesar 55,47%. 81,01% dan 73,63% Pemberian terapi ekstrak methanol biji mahoni dosis 100. 250 dan 400 mg/kgBB pada tikus yang diinduksi MLD-STZ menunjukkan adanya perbaikan gambaran histologis jaringan pankreas dan dosis yang memberikan efek mendekati kontrol adalah dosis 250 mg/kgBB yang menunjukkan efek optimal dari penurunan kadar glukosa darah sebesar 70% dan perbaikan jaringan pankreas yang rusak sebesar 76,17%. Daftar Pustaka