Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Pengaruh Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Terhadap Keselamatan Kerja dan Efisiensi Proses Ekspor Logam Timah di PT. Timah Tbk Muntok. Bangka Barat Arslan Masroor Hamidullah1*. Evyana Diah Kusumawati2. Agus Pamungkas Rismilia Putra3 1,2,3 Politeknik Bumi Akpelni Semarang *e-mail korespondensi: arslanmh10@gmail. Abstract This study aims to analyze the effect of Occupational Health and Safety (OHS) policies on workplace safety and the efficiency of tin metal export processes at PT. Timah Tbk. The research employed a quantitative method, with data collected through questionnaires distributed to 40 employees of PT. Timah Tbk. Based on the T-test results, the relationship between variable X and Y1 yielded a t-value of 365 > t-table value of 2. 024 and a significance value of 0. 001 < 0. 05, indicating that OHS policies (X) significantly influence workplace safety (Y. Thus. Ho1 is rejected, and Ha1 is accepted. OHS policies positively and significantly impact workplace safety, leading to the rejection of Ho2 and acceptance of Ha2. Additionally, the T-test results for variable X and Y2 yielded a t-value of 23. t-table value of 2. 024 and a significance value of 0. 001 < 0. 05, indicating that OHS policies (X) significantly influence the efficiency of the export process (Y. Consequently. Ho2 is rejected, and Ha2 is accepted. The independent variable contributes 91% to workplace safety and 93% to the efficiency of tin metal export processes at PT. Timah Tbk. Keywords: OHS Policy. Workplace Safety. Export Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. terhadap keselamatan kerja dan efisiensi proses ekspor logam timah di PT. Timah Tbk. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 40 karyawan PT. Timah Tbk. Berdasarkan hasil uji T variabel X dengan Y1 Nilai thitung 20,365 > ttabel 2,024 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, ini menunjukkan bahwa kebijakan K3 (X) memiliki pengaruh terhadap keselamatan kerja (Y. Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. Kebijakan K3 memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadapkeselamatan kerja, maka Ho2 ditolak dan Ha2 diterima. berdasarkan hasil uji T variabel X dengan Y2 Nilai thitung 23,176 > ttabel 2,024 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, menunjukkan bahwa kebijakan K3 (X) memiliki pengaruh terhadap efisiensi proses ekspor (Y. Akibatnya. Ho2 ditolak dan Ha2 diterima. Variabel independen berpengaruh sebesar 91% terhadap keselamatan kerja dan 93% terhadap efisiensi proses ekspor logam timah di PT. Timah Tbk. Kata Kunci: Kebijakan K3. Keselamatan Kerja. Ekspor PENDAHULUAN Semua negara terlibat dalam perdagangan internasional. Saat ini, tidak ada negara yang sepenuhnya terpisah dari hubungan ekonomi dengan negara lain, karena tidak ada satu negara pun yang bisa memenuhi semua kebutuhannya secara mandiri. Perbedaan dalam sumber daya antara negara-negara atau wilayah-wilayah menjadi alasan utama mengapa perdagangan internasional berlangsung (Slamet Rusydiana, 2. Ekspor memiliki dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Selain investasi, ekspor juga memainkan peranan penting dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Meningkatkan https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang kinerja ekspor Indonesia adalah kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. (Ginting. PT. Timah Tbk adalah perusahaan milik negara (BUMN) yang bergerak dalam pertambangan dan mengekspor logam timah yang dihasilkannya ke beberapa negara melalui Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Perdagangan logam timah PT. Timah Tbk di pasar domestik mencapai sekitar 1,96%, dan ekspornya hampir 98,04%. Beberapa negara Asia yang membeli timah dari Indonesia yaitu Jepang, korea Selatan. China. Singapura. India. Taiwan. Thailand. Turki. Malaysia, dan Filipina. Adapun dari Eropa yaitu Belanda. Spanyol. Italia. Austria. Hungaria. Slovakia. Jerman, dan serta Amerika Serikat. Timah hasil produksi untuk ekspor dikirim dari divisi pengolahan dan peleburan PT. Timah Tbk di Muntok. Bangka Barat (Timah. com, n. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang menetapkan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja serta ditaati oleh seluruh karyawan dan manajemen Sangat penting bagi pekerja untuk mendapatkan rasa aman dan rasa nyaman saat melakukan pekerjaan. Studi tentang K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerj. perlu dilakukan untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Karena program keselamatan dan kesehatan (K. yang tidak efektif, kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja menjadi lebih umum, sehingga dengan tenaga kerja yang sehat diharapkan produktivitas kerja karyawan akan meningkat (Musdalifah, 2. Tujuan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. adalah untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan para pekerja, aset perusahaan, lingkungan, serta juga Setiap pekerja menghadapi potensi bahaya dari pekerjaan dan lingkungan kerja mereka yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Oleh sebab itu, penerapan program K3 yang efektif sangat penting di tempat kerja. PT. Timah Tbk tetap terlibat dalam pekerjaan lapangan sebagai perusahaan yang mengekspor logam timah. Ekspor logam timah akan menghadapi masalah keselamatan kerja. Berdasarkan latar belakang penelitian dan analisis yang mendalam, akhirnya penulis menentukan tujuan penelitian: Bagaimana pengaruh kebijakan K3 terhadap keselamatan kerja pada proses ekspor logam Bagaimana pengaruh kebijakan K3 terhadap efisiensi proses ekspor logam Timah di PT. Timah Tbk? Bagaimana pengaruh kebijakan K3 terhadap keselamatan kerja dan efisiensi proses ekspor logam timah di PT. Timah Tbk? Kajian Literatur Kebijakan keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Menurut Carl Friedrich. AuKebijakan adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan seseorang, kelompok atau pemerintah dalam lingkungan tertentu sehubungan dengan adanya hambatan-hambatan tertentu seraya mencari peluang-peluang untuk mencapai tujuan atau mewujudkan sasaran yang diinginkanAy Menurut (Daryanto, 2. keselamatan kerja mencakup berbagai upaya seperti pencegahan kecelakaan, meminimalkan risiko penyakit yang terkait dengan pekerjaan, mencegah kecacatan permanen, mengurangi tingkat kematian, serta melindungi material, konstruksi, dan proses Semua upaya tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan karyawan. Kecelakaan Kerja Menurut (Tarwaka, 2. menjelaskan bahwa kecelakaan kerja merupakan suatu insiden yang tidak diinginkan dan seringkali tidak terprediksi sebelumnya, yang dapat mengakibatkan kerugian, baik dalam bentuk waktu, harta benda, properti, maupun korban jiwa, yang terjadi dalam kegiatan atau proses kerja industri atau yang berhubungan dengan aktivitas tersebut. https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Efisiensi Proses Ekspor Menurut (Syamsi, 2. istilah efisiensi memiliki makna yang jelas, yaitu mengacu pada perbandingan antara keluaran . dan masukan . , dengan menekankan pada perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh dan usaha yang dilakukan. Menurut (Handayaningrat, 1. pada bukunya menjelaskan bahwa proses adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mencapai tujuan atau sasaran Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa proses merupakan serangkaian aktivitas yang berlangsung dari awal hingga akhir, yang terus berjalan dan memberi kehidupan bagi organisasi hingga tujuan tercapai. Menurut (Tandjung, 2. ekspor merupakan aktivitas pengiriman barang dari wilayah pabean Indonesia ke luar negeri dengan mematuhi ketentuan yang berlaku, terutama peraturan Kegiatan ini dilakukan oleh eksportir atau pihak yang memperoleh izin khusus dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri. Kementerian Perdagangan. Dokumen ekspor menurut (Hamdani, 2. Invoice merupakan elemen penting dalam perdagangan karena mencantumkan informasi rinci tentang barang yang dijual, termasuk harga, nama dan alamat pembeli, metode pengiriman, nomor tarif pos, dan detail lainnya. Full Set On Board Ocean Bill of Lading/Air Waybill (B/L) adalah dokumen bukti pengapalan yang menunjukkan bahwa barang-barang yang tertera telah dimuat ke dalam Packing/Weight List adalah dokumen yang berisi rincian barang-barang yang dikemas dalam peti, kaleng, kardus, atau lainnya, untuk memudahkan proses pemeriksaan oleh Bea Cukai atau selama pembongkaran di negara tujuan. Certificate of Origin (Surat Keterangan Asa. merupakan dokumen resmi yang menyatakan asal barang ekspor, membuktikan bahwa barang tersebut diproduksi di negara eksportir. Insurance Document adalah perjanjian asuransi yang menjamin ganti rugi terhadap kerusakan, kerugian, atau kehilangan potensi laba yang diharapkan oleh pihak yang Shipping Agent Certificate (Sertifikat Pengiriman Age. adalah sertifikat yang diterbitkan oleh agen pengiriman atas permintaan beneficiary sesuai dengan instruksi L/C, memuat detail kapal dan jalur pelayarannya. ExporterAos Certificate adalah surat yang dibuat oleh eksportir untuk menyatakan bahwa barang yang dikirim adalah hasil produksi sendiri atau pihak lain. Manufacturer Certificate adalah dokumen dari produsen yang memastikan bahwa barang tersebut merupakan hasil produksi mereka sendiri. BeneficiaryAos Certificate merupakan surat keterangan dari eksportir yang menyatakan bahwa dokumen asli atau salinan telah dikirimkan kepada importir. SurveyorAos Certificate/Inspection Certificate adalah laporan yang dibuat oleh surveyor independen atau lembaga resmi yang disahkan pemerintah, berisi kondisi barang yang akan Drafts adalah dokumen pembayaran berupa perintah tertulis tanpa syarat dari seseorang kepada pihak lain, ditandatangani oleh pemberi perintah . , yang mewajibkan pihak yang dituju . untuk membayar pada waktu tertentu atau sesuai permintaan. Certificate of Quality merupakan dokumen yang memberikan informasi mengenai kualitas barang ekspor. ManufacturerAos Quality Certificate adalah dokumen yang merinci mutu barang, termasuk keterangan apakah barang baru atau memenuhi standar yang ditentukan. Sanitary Health and Veterinary Certificate adalah surat yang memastikan bahwa bahan baku ekspor, tanaman, atau hasil olahannya bebas dari hama dan penyakit. https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Weight Note and Measurement List adalah dokumen yang berisi informasi berat barang yang dibuat oleh eksportir dan diketahui oleh surveyor atau pihak pelayaran. Logam Timah Timah (Ti. merupakan logam berwarna putih keperakan, dengan kekerasan yang rendah, berat jenis 7,3 g/cm3 dengan titik lebur 231,93 AC dan titik didih 2602 AC. Timah mempunyai sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi dengan kandungan unsur kimia dengan simbol Sn (Latin: stannu. Penelitian Terdahulu Penelitihan terdahulu dijadikan dasar penelitian dari The Public Health Science Journal, eISSN:2354-8185 atas Pipid Ari Wibowo. Brilian Swastika dan Zaenal Abidin yang berjudul Pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat disimpulkan kesehatan dan keselamatan kerja (K. memiliki pengaruh sebesar 57,4% terhadap produktivitas kerja karyawan dan 42,6% dipengaruhi faktor lainnya. METODE Jenis penelitian Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut (Prof. Dr. Muri Yusuf, 2. Penelitian kuantitatif deskriptif selaras dengan variabel penelitian, berfokus pada masalah aktual dan fenomena yang sedang berlangsung, serta menyajikan hasil penelitian dalam bentuk data numerik yang bermakna. Variabel Penelitian Variabel adalah atribut antara orang, objek, atau kegiatan yang akan diukur dan dianalisis di suatu. Dan setiap variabel satu dengan variabel lainnya berhubungan satu sama lain (Sugiyono, 2. Gambar 1. Variabel Penelitian Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas. obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2. Sampel Menurut (Sugiyono, 2. Sampel adalah sebagian dari jumlah dari populasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan probability sampling. Teknik ini merupakan teknik pengambilan sampel yang memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Untuk menentukan ukuran sampel dapat digunakan Rumus Slovin: ycA ycu = 1 ycA . yce2 https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang ycu = 1 400 . 0,152 ycu = 40 Ket: : Jumlah populasi : Margin of eror : Jumlah sampel Teknik Pengumpulan Data Penelitian Lapangan Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang berbasis pada metode kuantitatif melalui penggunaan kuesioner. Kepustakaan Sebagai pemahaman teoretis melalui kutipan dan materi ilmiah yang relevan, guna mendukung pengembangan kerangka teoritis penelitian. Sumber Data Data primer merupakan data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dengan cara tertentu dan pada waktu tertentu. Dalam penelitian ini data diperoleh dari koesioner yang diisi secara langsung kepada responden. Data sekunder diperoleh dari literatur yang sudah ada, catatan-catatan dan dokumen yang dimiliki perusahaan dan beberapa sumber lainya seperti buku dan jurnal yang berhubungan dengan penelitian ini Teknik Analisis Data Data diolah menggunakan SPSS: Uji Validitas menggambarkan sejauh mana alat pengukuran dapat secara tepat mengkarakterisasi atau mewakili fenomena yang sedang diselidiki. Dalam pengujian validitas instrumen penelitian ini digunakan kriteria taraf signifikan ( = 0,. Uji reliabilitas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur konsistensi kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Adapun pengambilan keputusan untuk pengujian reliabilitas yaitu suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai CronbachAos Alpha> 0,70. Uji Asumsi Klasik Untuk mengetahui normal atau tidak distribusi data tersebut. Diantaranya ada uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Uji Regresi Linier Sederhana Analisis regresi adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengukur sejauh mana pengaruh satu atau berapa variabel bebas terhadap variabel terikat. Analisis regresi linier sederhana adalah hubungan secara linier antara variabel dependen (X) dengan variabel independen (Y) HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Jenis Kelamin Jumlah pria 36 orang dan wanita 4 orang. Kuesioner yang disebar ke 40 orang karyawan semuanya terisi. https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Uji Validitas Nomor Butir Instrumen r-hitung r-tabel Nilai (<) Kebijakan K3 (X) Penerapan Keselamatan Kerja (Y. Efisiensi Proses Ekspor (Y. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Gambar 1. Hasil Uji Validitas Gambar ini memberikan gambaran umum mengenai seberapa valid setiap item dalam kuesioner yang digunakan untuk mengukur ketiga variabel tersebut. Setiap variabel telah dianalisis dengan menggunakan metode yang sesuai untuk menilai keabsahan pertanyaan yang diajukan kepada responden. Berdasarkan Gambar diatas, maka dapat dilihat bahwa seluruh pernyataan memiliki status valid, karena nilai rhitung (Total Pearson Correlatio. > rtabel sebesar 0. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap butir pernyataan yang digunakan telah memenuhi syarat validitas yang diperlukan, sehingga mampu merepresentasikan variabel tersebut secara akurat. Uji Reliabilitas Kebijakan K3 (X) CronbachAos Alpha Keselamatan Kerja (Y. Efisiensi Proses Ekspor (Y. No. Variabel Nilai Reliabilitas Alpha 700 reliabel Gambar 2. Uji Reliabilitas Dari gambar 3 hasil uji reliabilitas bahwa semua variabel independen dan dependen terbukti sangat reliabel dikarenakan CronbachAos Alpa > 0,70 https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. e Sig. 99% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Test distribution is Normal. Calculated from data. Unstandardized Residual Gambar 3. Uji Kolmogorov-Smirnov X dan Y1 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Test Statistic Asymp. Sig. -taile. c Monte Carlo Sig. d Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Sig. 99% Confidence Interval Lower Bound Upper Bound Unstandardized Residual Test distribution is Normal. Calculated from data. Gambar 5. Uji Kolmogorov-Smirnov X dan Y2 Dari kedua gambar diatas terdapat hasil Asymp. Sig. -taile. 200 dan 0. yang lebih besar dari taraf signifikansi = 0. 05, menunjukkan bahwa hipotesis nol diterima atau residual berdistribusi normal. Dengan demikian, residual dianggap berdistribusi normal berdasarkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov. Model regresi tersebut dapat dianggap valid dan layak untuk digunakan dalam analisis lebih lanjut. Uji Kolinearitas Measures of Association R Squared Eta Eta Squared Keselamatan Kerja * Kebijakan K3 Gambar 6. Uji Kolonieritas X dengan Y1 Dilihat dari gambar 6 di atas bahwa nilai Eta 0,995 > Eta Squared 0,990 hal ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kebijakan K3 terhadap keselamatan kerja. Measures of Association R Squared Eta Eta Squared Efisinsi Proses Ekspor * Kebijakan K3 Gambar 7. Uji Kolonieritas X dengan Y2 https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang Dilihat dari gambar 7 di atas bahwa nilai Eta 0,993 > Eta Squared 0,986 hal ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kebijakan K3 terhadap efisiensi proses Uji Heteroskedastisitas Gambar 4. Berdasarkan dua scatterplot diatas, dapat disimpulkan bahwa asumsi homoskedastisitas . esamaan varians residua. pada model regresi ini terpenuhi. Artinya, model regresi yang digunakan cukup baik dalam memprediksi keselamatan kerja dan efisiensi proses Uji Regresi Linier Sederhana Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model (Constan. Dependent Variable: keselamatan kerja Sig. <,001 Gambar 5. Uji Regresi Linier Sederhana X terhadap Y1 Y = a bX Y = 1. 856 0,958X Berdasarkan persamaan diatas diketahui nilai konstantanya sebesar 1. matematis, nilai konstanta ini menyatakan bahwa pada saat kebijakan K3 0, maka keselamatan kerja memiliki nilai 1. Maka Semakin baik Kebijakan K3, maka semakin tinggi pula nilai Keselamatan Kerja. dimana setiap kenaikan satu satuan variabel kebijakan K3 akan menyebabkan kenaikan keselamatan kerja sebesar 0,958. Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model (Constan. Dependent Variable: efisiensi proses ekspor Sig. <,001 Gambar 10. Uji Regresi Linier Sederhana X terhadap Y2 Y = a bX Y = 0. 650 0,989X Berdasarkan persamaan diatas diketahui nilai konstantanya sebesar 0. matematis, nilai konstanta ini menyatakan bahwa pada saat kebijakan K3 0, maka efisiensi proses ekspor memiliki nilai 0. Maka Semakin baik Kebijakan K3, maka semakin tinggi https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang pula nilai efisiensi proses ekspor. dimana setiap kenaikan satu satuan variabel kebijakan K3 akan menyebabkan kenaikan efisiensi proses ekspor sebesar 0,989. Koefisien Determinasi R Square Model Summary Model R Square 0,916 Predictors: (Constan. X Adjusted R Square 0,914 Std. Error of the Estimate 2,17739 Gambar 11. Koefisien Determinasi X Terhadap Y1 Pada gambar diatas nilai kolerasi adalah 0,957. Nilai ini dapat diartikan bahwasanya hubungan kedua variabel penelitian ada pada kategori kuat. Berdasarkan gambar 11 diatas juga dapat dilihat nilai Adjusted R Square sebesar 0,914 atau 91,4%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kebijakan K3 (X) memiliki kontribusi pengaruh terhadap keselamatan kerja (Y. sebesar 91,4% sedangkan sisanya 8,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Model Summary Model Adjusted R R Square Square 0,934 0,932 Predictors: (Constan. X Std. Error of the Estimate 1,97438 Gambar 12. Koefisien Determinasi X Terhadap Y2 Pada gambar diatas nilai kolerasi adalah 0,966. Nilai ini dapat diartikan bahwasanya hubungan kedua variabel penelitian ada pada kategori kuat. Berdasarkan gambar 12. nilai Adjusted R Square sebesar 0,932 atau 93,2%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kebijakan K3 (X) memiliki kontribusi pengaruh terhadap efisiensi proses ekspor (Y. sebesar 93,2% sedangkan sisanya 6,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Uji Hipotesis Uji T X terhadap Y1 Nilai thitung 20,365 > ttabel 2,024 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, ini menunjukkan bahwa kebijakan K3 (X) memiliki pengaruh terhadap keselamatan kerja (Y. , serta Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. Uji T X terhadap Y2 Nilai thitung 23,176 > ttabel 2,024 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, menunjukkan bahwa kebijakan K3 (X) memiliki pengaruh terhadap efisiensi proses ekspor (Y. Akibatnya. Ho2 ditolak dan Ha2 diterima. Uji F X terhadap Y1 Nilai Fhitung 414. 728 > Ftabel 4. Sig 0. 001 < 0,005. Ha3 disetujui dan Ho3 ditolak. Maka model regresi dapat dipakai untuk memprdiksi variabel kebijakan K3 atau dengan kata lain ada pengaruh variabel kebijakan K3 (X) terhadap keselamatan kerja (Y. Uji F X terhadap Y2 Nilai Fhitung 537. 114 > Ftabel 4. Sig 0. 001 < 0,005. Ha3 disetujui dan Ho3 ditolak. maka model regresi dapat dipakai untuk memprdiksi variabel kebijakan K3 atau dengan kata lain ada pengaruh variabel kebijakan K3 (X) terhadap efisiensi proses ekspor (Y. https://jurnal. id/index. php/transma Jurnal TRANSMA Vol. No. Januari 2025, pp. E-ISSN x-x Politeknik Bumi Akpelni Semarang SIMPULAN Terdapat pengaruh yang signifikan dan positif Kebijakan K3 terhadap Keselamatan kerja di PT. Timah Tbk sebesar 91%. Terdapat pengaruh yang signifikan dan positif Kebijakan K3 terhadap efisiensi proses ekspor di PT. Timah Tbk sebesar 93%. Variabel kebijakan K3 memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keselamatan kerja dan efisiensi proses ekspor logam timah di PT. Timah Tbk. Artinya, semakin baik Kebijakan K3 maka semakin tinggi tingkat keselamatan kerja dan tingkat efisiensi proses ekspor logam timah pada PT Timah Tbk. Saran Berikut saran yang diberikan: Peningkatan implemantasi Kebijakan K3. Evaluasi kebijakan K3 secara berkala. Motivasi karyawan untuk lebih peduli terhadap keselamatan kerja. DAFTAR PUSTAKA