432 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Pengembangan Potensi IKM Kreatif berbasis Teknologi di Kabupaten Mojokerto Fitra Ria Silvida1*. Luki Ardiantoro2. Meila Sari3. Aulia Zanuarisma4 FEBI. Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto Email: fiitrariia@gmail. com1, ipan. ardianto@gmail. com2, meilaasaari123@gmail. zanuarismaa@gmail. Abstract Creative small and medium industries (SME. have an important role in regional economic growth, including in Mojokerto Regency. However, challenges such as limited access to technology, digital marketing, and product innovation are still major obstacles to the development of creative SMEs. This study aims to identify the potential of creative SMEs in Mojokerto Regency and develop technology-based strategies to improve their sustainable competitiveness. The research method used is a qualitative approach through surveys and interviews. The results of the study show that the use of technology in digital marketing production, and business management contributes significantly to increasing the efficiency and market reach of Creative SMEs. Thus, the development of technology-based creative SME potential is expected to be a strategic solution in encouraging regional economic growth and improving the welfare of SME business actors in Mojokerto Regency. Keywords: Creative SMEs, technology, potential development. Mojokerto Regency. Abstrak Industri kecil dan Menengah (IKM) kreatif memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk di Kabupaten Mojokerto. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses teknologi, pemasaran digital, daqn inovasi produk masih menjadi hambatan utama bagi perkembangan IKM kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi IKM kreatif di Kabupaten Mojokerto serta mengembangkan strategi berbasis teknologi guna meningkatkan daya saing keberlanjutannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam produksi pemasaran digital, dan manajemen bisnis berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi dan jangkauan pasar IKM Kreatif. Dengan demikian, pengembangan potensi IKM kreatif berbasis teknologi diharapkan dapat menjadi solusi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sertameningkatkan kesejahteraan pelaku usaha IKM di Kabupaten Mojokerto. Kata kunci : IKM Kreatif, teknologi, pengembangan potensi. Kabupaten Mojokerto, daya PENDAHULUAN Pariwisata dan ekonomi kreatif merupakan salah satu sumber kekuatan perekonomian di Indonesia yang tidak hanya bergantung pada eksplorasi sumber daya alam, melainkan juga bertumpu pada keunggulan sumber daya lainnya berupa ide kreatif manusia. Oleh karena itu, pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dan menjadi salah atu fondasi perekonomian (Kemenparekraf, 2. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 433 Terdapat dua tantangan struktural yang berpengaruh langsung terhadap dinamika perkembangan sektor ekonomi kreatif di masa sekarang dan mendatang. Kedua tantangan tersebut yakni pengetahuan hak kekayaan intelektual (HKI) yang terbatas dan kualitas SDM yang kurang dalam pelaksanaan branding serta pemasaran indukstri kreatif nasional (ISEI series 3. 0, 2. Kabupaten Mojokerto, dalam menjawab tantangan tersebut diantaranya telah melakukan beberapa upaya mendorong ekonomi kreatif seperti melakukan pelatihan pemasaran digital, memberikan fasilitas pengembangan industri kecil menengah, dan pengembangan pusat kuliner (Renstra Disperindag Kab. Mojokerto Perubahan 2022-2. Hal ini tertuang dalam sasaran strategis jangka menengah tahap II 2015 Ae 2019 Disperindag Kabupaten Mojokerto nomor 6 poin b yakni Aumeningkatnya kontribusi PDB industri kreatif terhadap PDB Nasional, sebagai salah satu alternatif baru penggerak ekonomi nasionalAy. Selian itu dalam RPJMD Kabupaten Mojokerto tahun 2021-2026 pada nomenklatur misi kedua poin 38 disebutkan bahwa Auprogram ekonomi kreatif melalui pemanfaatan dan perlindungan hak kekayaan intelektualAy, sedangkan pada poin ke 39 disebutkan bahwa Auprogram pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatifAy. Berdasarkan renstra dan kedua nomenklatur tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memberdayakan dan mengembangkan ekonomi kreatif sebagai alternatif penggerak ekonomi daerah. Namun, dalam tabel di bawah ini terlihat bahwa poin 38 anggaran diletakan pada tahun pertama anggaran saja 2022, sedangkan poin 39 anggaran diletakkan sepanjang tahun 2021-2026 dengan prosentase yang fluktuatif (RPJMD Kabupaten Mojokerto Tahun 2021-2. Pada tabel 1. terlihat bahwa dinamika PDRB baik kategori perdagangan maupun industri pengolahan berkembang cukup lambat. Kemudian dilihat dari eksposure website Disperindag, bahwa penanganan terhadap pemberdayaan dan pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto dilakukan paling banyak 2 . kali dalam 1 . Dimulai sejak tahun 2019-2022, total dilakukan pemberdayaan dan pengembangan ekonomi kreatif sebanyak 4 . Hal ini menunjukkan ada keterbatsan dalam pengembangan industri kreatif di Kabupaten Mojokerto. Keterbatasan pada penanganan dan pengembanagn industri kreatif ini selaras dengan keterbatsan yang dimiliki oleh pelaku ekonomi kreatif seperti keterbatasan akses teknologi, pemasaran digital dan inovasi produk. Merujuk pada hal tersebut, tercetuslah ide untuk melakukan penelitian yang berjudul AuPengembangan Potensi IKM Kreatif berbasis Teknologi di Kabupaten MojokertoAy yang didalamnya memuat sejumlah pertanyaan diantaranya : potensi, dinamika dan tantangan serta upaya pengembangan strategi berbasis teknologi pada industri kreatif Kabupaten Mojokerto. Tujuan penelitian dalam peneltian ini adalah mengidentifikasi potensi IKM kreatif di Kabupaten Mojokerto, identifikasi tantanngan yang menghambat pengembangan IKM Kreatif dan mengetahui upaya pengembangan strategi berbasis teknologi guna meningkatkan daya saing keberlanjutan. Sedangkan batasan variabel dalam penelitian ini adalah pengklasifikasian sub sektor yang masuk dalam kategori industri ekonomi kreatif saja yang akan dianalisa lebih lanjut, sedangkan untuk UMKM yang bukan termasuk dalam kategori ekonomi kreatif tidak akan dianalisa lebih lanjut. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 434 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Tabel 1. Indikator Kinerja Perangkat Daerah yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD No. Indikator Kondisi RPJMD Kondisi Akhir Periode RPJMD Target Capaian Setiap tahun . 6 s/d 2. PDRB Kategori Perdagangan 9,20% 10,13% 10,25% 10,35% 10,35% 10,40% 10,41% PDRB Kategori Industri Pengolahan 52,00% 52,16% 52,16% 52,16% 52,16% 53,10% 53,15% Sumber : Lampiran Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana kondisi dan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto? Apa saja tantangan yang dihadapi dalam mengadopsi teknologi untuk pengembangan Sejauh mana pemanfaatan teknologi dapat berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi produksi, pemasaran, dan manajemen usaha IKM kreatif? TINJAUAN PUSTAKA Creative destruction dicetuskan oleh ekonom berkebangsaan Austria Joseph A Schumpeter pada tahun 1940-an. Pengertian awalnya merujuk gagasan perlunya seorang kapitalis untuk melakukan destruksi . yang membangun. Ide Schumpeter ini juga seolah-olah menunjukkan betapa investasi untuk inovasi sangat diperlukan, terutama untuk mendobrak keterbatasan sumber daya dengan cara pendekatan baru. Para kapitalis diadu untuk melahirkan ekuilibrium yang paling menguntungkan banyak pihak. Destruction kemudian terus berkembang menjadi disruptive yang pada dasarnya merupakan inisiasi untuk melahirkan inovasi dan kreativitas. Disrupsi ekonomi berupaya menemukan titik-titik efisiensi baru melalui sederet pembaruan yang didalamnya juga membutuhkan biaya ekonomi . Teori Schumpeter menitikberatkan pada kontribusi pengusaha untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi. Dalam teori schumpeter menunjukkan bahwa pengusaha adalah Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 435 kelompok yang akan selalu melakukan inovasi dalam suatu kegiatan ekonomi. Kegiatan inovasi tersebut dapat berupa menghadirkan barang yang dibutuhkan masyarakat, efisiensi produksi, memperluas pasar, mengembangkan faktor modal, dan mempengaruhi struktur organisasi perusahaan (Sukirno. Peningkatan kreativitas manusia dapat diciptakan melalui lingkungan yang kompetitif untuk secara terus-menerus memperbaiki produknya dan sanggup mengambil resiko. Konsep ini dikhususkan untuk menangkap peluang barang baru yang dibutuhkan konsumen, metode produksi dan transportasi baru, pasar baru, dan bentuk baru dari organisasi industrial. Creative destructive schumpeter ini mengacu pada produk yang tidak henti-hentinya dan mekanisme inovasi proses yang dengannya unit produksi baru menggantikan yang sudah ketinggalan jaman. Proses restrukturisasi ini menyerap aspek-aspek utama dari kinerja ekonomi makro, tidak hanya pertumbuhan jangka panjang tetapi juga fluktuasi ekonomi, penyesuaian struktural dan berfungsinya pabrik. Penelitian terkait ekonomi kreatif telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya, namun antara peneliti yang satu dengan yang lain berbeda dari segi alat analisis yang digunakan maupun objek dan lokasi penelitian. Penelitian oleh Mahatma dan Setyawan . yang berjudul AuPerancangan EBooklet sebagai media informasi sentra IKM Kreatif Semanggi Harmoni Surakarta meneliti tentang sentra IKM kreatif di Semanggi Harmoni yang merupakan fasilitas dari Dinas Koperasi dan Perindustrian Kota Surakarta yang didedikasikan untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan IKM Kreatif di Surakarta namun belum optimal dikarenakan belum cukup tersosialisasi ke masyarakat. Untuk fasilitas tempat sudah disediakan dan representatif namun karena kurangnya penyebaran informasi menyebabkan sentra ini kurang dikenal oleh masyarakat Surakarta. Melalui metode penelitian mixed methhods dengan menerapkan linear strategy, penelitian ini menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk merancang e-booklet yang efektif sebagai media informasi. Data kualitatiif diperoleh melalui wawancara dengan pengelola sentra, anggota IKM, dan ahli desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-booklet yang dirancang mampu menyajikan informasi yang komprehensif tentang sentra IKM Kreatif Semanggi Harmoni, mulai dari profil sentra, fasilitas, hingga profil dari anggota IKM beserta produk-produk Desain e-booklet yang menarik juga berhasil menarik minat target audien. Dengan demikian e-booklet ini diharapkan dapat menjadi media informasi yang efektif utnuk meningkatkan visibilitas sentra IKM kreatif Semanggi Harmoni di mata masyarakat, khususnya di kota Surakarta. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Hermawan . yang berjudul AuPemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif dalam meningkatkan kemandirian ekonomi di desa sungai langka kecamatan Gedong Tataan Kabupaten PesawaranAy menjabarkan tentang dominasi potensi sumber daya manusia . penggerak ekonomi kreatif yang ada di lokasi penelitian adalah 80% perempuan dan 20% laki-laki. Ekonomi kreatif di desa sungai langka menggandalkan hasil perkebunan yang diolah menjadi berbagai olahan makanan seperti permen, dodol, keripik buah, bubuk biji salak, dan lain sebagainya. Hasil peternakan juga menjadi salah satu usaha ekonomi kreatif dengan hasil seperti bubuk susu kambing etawa, dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 436 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. Berbeda dengan penelitian sebelumnya, penelitian yang dilakukan oleh Widiyanto . yang berjudul Auanalisis faktor- faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kreatif IndonesiaAy . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Pada penelitian ini menggunakan data sekunder dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Ekonomi Kreatif selaku instansi yang berwenang dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Dalam penelitian ini variabel yang digunakan ialah produk domestik bruto ekonomi kreatif Indonesia sebagai variabel dependen, kemudian untuk variabel independen adalah tenaga kerja ekonomi kreatif, tingkat pendidikan pekerja ekonomi kreatif, serta kemajuan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan semua variabel berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia. Secara parsial, hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kerja serta kemajuan teknologi memiliki pengaruh signifikan positif terhadap produk domestik bruto ekonomi kreatif Indonesia sementara tingkat pendidikan pekerja ekonomi kreatif memiliki pengaruh signifikan negatif. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yakni penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata- kata dan atau gambar. Kata- kata disusun dalam kalimat, misalnya kalimat hasil wawancara antara peneliti dan informan (Sukmadinata, 2. Tempat pelaksanaan sekaligus menjadi sample dalam penenlitian ini adalah Disperindag Kabupaten Mojokerto. Disbudporapar Kabupaten Mojokerto dan DPMD Kabupaten Mojokerto. Pemilihan ketiga tempat peneltian tersebut adalah karena ketiga SKPD tersebut yang menangani langsung terkait pemetaan potensi dan pemberdayaan ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto. Pengumpulan data menggunakan alat/ instrumen diantaranya adalah peneliti sebagai instrumen utama, pedoman wawancara terstruktur dan rekaman audio maupun visual. Data yang diperoleh dan digunakan untuk analisa diantaranya menggunakan data sekunder dan data primer. Data sekunder diperoleh dari dokumen RJMD Kabupaten Mojokerto. Resntra Disperindag Kabupaten Mojokerto. Laporan Kinerja Disbudporapar, dan lainnya. Sedangkan data primer diperoleh dari proses wawancara dan dokumentasi terhadap SKPD yang menjadi sampel penelitian. Data tersebut kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk hasil penelitian pendekatan analisis kualitatif deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis deskriptif bertujuan memberikan paparan dan gambaran detail tentang rumusan masalah yang sudah dikemukakan, yakni: Potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto Pengembangan ekonomi kreatif meliputi 16 . nam bela. sub sektor yaitu: . aplikasi dan game developer. desain interior. desain komunikasi visual. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 437 desain produk. film, animasi dan video. seni pertunjukan. seni rupa. televisi dan radio. Dari 16 sub sektor ini yang paling unggul dan berkembang pesat di Kabupaten Mojokerto diantaranya adalah sub sektor kriya, kuliner, seni rupa, dan fashion seperti nampak pada Tabel dibawah ini. Tabel 2. Jumlah Pelaku Ekonomi Kreatif berdasarkan Sub Sektor Seni Rupa Seni Pertunjukkan Radio Penerbitan Musik Kuliner Kriya Fotografi Film,Animasi dan Video Fashion Desain Produk Desain Komunikasi Visual Desain Interior Arsitektur Sumber: Lapkir Ekonomi kreatif Kab. Mojokerto 2022 Sub sektor yang kurang potensial kemudian sudah mulai disentuh untuk diberdayakan dan dikembangkan oleh Pemerintah daerah diantaranya adalah sub sektor Film. Animasi dan video . sub sektor fotografi . sub sektor musik . dan sub sektor desain Beberapa program yang telah direncanakan dan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mojokerto melalui Disbudporapar. Disperindag, dan DPMD diantaranya: sosialisasi HKI, pembiayaan gratis untuk hak cipta lagu dan motif batik, inisiasi pelaku usaha ekonomi kreatif di bidang fotografi dengan cara mengadakan event Majafest, serta workshop pembuatan konten kreatif desa wisata dengan harapan konten kreator bisa memasarkan desa wisata dengan lebih baik. Harapannya lebih banyak sub sektor ekonomi kreatif lain yang juga bisa menjadi unggulan. Tantangan terhadap upaya pemberdayaan ekonomi kreatif dalam mengadopsi teknologi untuk pengembangan usaha. Beberapa tantangan dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto diantaranya adalah: Kesulitan membangun komunitas. Komunitas adalah wadah berkumpulnya para pelaku ekonomi kreatif yang sejenis, sehingga bisa untuk bertukar informasi serta mengembangkan usaha bersama. Di Kabupaten Mojokerto, tidak banyak komunitas sebagai wadah para pelaku ekonomi kreatif sehingga pemerintah daerah dalam hal ini Disbudporapar berupaya untuk menstimulus para pelaku usaha dengan cara inisiasi terbentuknya komunitas sub sektor ekonomi kreatif baru sehingga para Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 438 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. pelaku usaha ekonomi kreatif ini saling bertemu dan membentuk komunitasnya . Pelaku ekonomi kreatif yang ikut dalam event besar masih terbatas, sehingga transfer pengetahuan serta informasi baru kurang merata ke semua pelaku usaha ekonomi kreatif yang ada. Upaya Pemanfaatan Teknologi dalam Meningkatkan Efisiensi Produksi. Pemasaran, dan Manajemen IKM Kreatif Pengembangan potensi ekonomi kreatif di bidang Teknologi kemudian difasilitasi oleh Disperindag Kabupaten Mojokerto diantaranya dengan disediakannya marketplace AuTUMBASAy sebagai platform digital promosi dan penjualan produk-produk IKM/UMKM di Kabupaten Mojokerto. Saat ini sudah ada sebanyak 3. 999 produk yang dijual dalam aplikasi TUMBAS (Diakses Juli 2. Sumber: Aplikasi TUMBAS. Play Store Gambar 1. Platform Pemasaran Digital Dalam aplikasi TUMBAS semua unit usaha baik itu yang termasuk IKM dan IKM Kreatif bisa memasarkan produknya. Pada gambar diatas terlihat salah satu contoh produk kreatif berupa tas jinjing yang dibuat dari bahan kemasan plastik daur ulang dan dipasarkan oleh BUMDes MAJU BERSAMA. Lebih lanjut BUMDEs adalah indikator bahwa sebuah desa sudah menuju desa yang ber-ekonomi kreatif. BUMDes adalah badan usaha milik desa yang memiliki gagasan bagaimana sebuah desa bisa maju dan berkembang ekonominya dengan memanfaatkan semua potensi yang ada di desa. BUMDes mengelola usaha milik desa yang pada akhirnya usaha milik desa ini berkontribusi balik kepada desa yang disebut pendapatan asli desa. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 439 Beberapa upaya pemanfaatan teknologi lainnya selain disediakan marketplace, beberapa upaya lainnya adalah: Diselenggarakannya event besar yang berisi rangkaian keggiatan hunting foto bersama desainer dan MUA kemudian di malam puncak terdapat festival musk dan pameran foto. Kemudian. Workshop pembuatan konten kreatif desa wisata. Workshop ini mempunyai target untuk menghasilkan konten kreator yang bisa membuat konten promosi desa wisata dengan lebih baik. Majafest. Majafest adalah rangkaian event tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini Disbudporapar dimana Majafest ini memfasilitasi budaya dan ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto. Majaschool. Majaschool adalah rangkaian kegiatan mengenalkan ekonomi kreatif ke sekolah SMK dan SMA. Majaschool berisi workshop ke sekolah dengan membawa berbagai tema pengenalan sub sektor ekonomi kreatif. Pada tahun 2022 Majaschool melibatkan narasumber di bidang kuliner, ilustrasi, sablon, penulis buku, dan wartawan. Desa wisata. Desa wisata adalah pembangunan ekonomi desa dengan mengandalkan keunggulan kenampakan alam desa. pembangunan wisata di desa melibatkan banyak pihak diantaranya pemerintah desa, pemerintah daerah, masyarakat desa dan stakeholder swasta. Perlu diketahui bahwa salah satu desa wisata di Kabupaten Mojokerto menjadi pemenang dalam ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesi. tahun 2023 dengan kategori desa wisata terbaik. PEMBAHASAN Potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto Sub sektor kriya menempati urutan pertama sebagai sub sektor ekonomi kreatif unggulan di Kabupaten Mojokerto. Potensi sub sektor kriya ini didasari oleh luasnya definisi kriya itu sendiri, dan kriya bagian dari seni rupa terapan yang merupakan titik temu antara seni dan design yang bersumber dari warisan tradisi atau ide kontemporer. Output dari sub sektor kriya ini paling beragam jenisnya dan paling banyak digeluti oelh masyarakat sebagai sumber penghasilan serta didukung dengan mayoritas output sub sektor kriya adalah barang yang selalu dikonsumsi oleh masyarakat. Sub sektor kriya diantaranya dapat berupa karya seni, produk fungsional, benda hias dan dekoratif. Sub sektor unggulan berikutnya adalah sub sektor kuliner, seni rupa dan fashion. Potensi unggul pada ke-empat sub sektor tersebut diantaranya karena tingginya permintaan sehingga memunculkan jumlah pelaku IKM Kreatif yang selalu bertambah setiap tahunnya. Output dari sub sektor kriya, kuliner, seni rupa dan fashion merupakan kebutuhan sehari- hari masyarakat. Tingginya permintaan, banyaknya penawaran didukungdengan pemanfaatan teknologi berupa tersedianya marketplace TUMBAS menjadi added value dalam mengembangkan dan memasarkan produk IKM Kreatif. Merujuk pada Teori Scumpeter yang menitikberatkan pada kontribusi pengusaha ekonomi kreatif yang menciptakan pertumbuhan ekonomi dengan selalu melakukan Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 440 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. inovasi dalam suatu kegiatan ekonomi, fakta yang ditemukan di lapangan berdasarkan hasil penelitian bahwa ekonomi kreatif lahir sebagai konsep ekonomi baru yang bertumpu pada ide, kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Ekonomi kreatif adalah paradigma ekonomi baru yang mengandalkan gagasan, ide, maupun kreativititas dari sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Ekonomi kreatif mampu memberikan nilai lebih karena menawarkan pembangunan yang berkelanjutan melalui kreativitas. Artinya, dengan modal yang terbaharukan dan tidak terbatas ini menjanjikan perbaikan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi yang semakin mapan. Berdasarkan pada penelitian dengan judul AuPerancangan E-Booklet Sebagai Media Informasi sentra IKM Kreatif Semanggi Harmoni Surakarta . Ay dan disandingkan dengan realita marketplace TUMBAS di Kabupaten Mojokerto yang menunjukkan implementasi teknologi yang bagus dan menarik minat konsumen untuk membeli. ebooklet ini bisa diakses dengan mudah melalui perangkat smartphone atauperangkat Untuk booklet sendiri bertujuan menyajikan informasi dari perusahaan diantaranya seperti produk, jasa, informasi mengenai organisasi dari perusahaa, kelompok, maupun suatu ideologi (Sitoresmi, 2. Tantangan terhadap upaya pemberdayaan ekonomi kreatif. Berbagai tantangan dan hambatan banyak ditemui dalam upaya pemberdayaan dan pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto, diantaranya yang paling umum dan urgent untuk menjadi perhatian dan diselesaikan adalah masih rancunya pemahaman antara umkm/ ikm dengan unit usaha ekonomi kreatif. Bahwa unit usaha ekonomi kreatif ini bukanlah unit usaha diatas umkm atau unit usaha yang sama dengan umkm, tetapi unit usaha ekonomi kreatif memiliki nilai tambah dari sebuah umkm ataupun ikm. Selain itu dalam upaya promosi unit usaha diharapkan yang diikutkan dalam event bisa bergantian, tidak hanya sebagian kecil dari pelaku usaha ekonomi kreatif yang sudah sering ikut event. Menurut ISEI series 3. tantangan yang paling berpengaruh terhadap dinamika perkembangan sektor ekonomi kreatif pada masa ini dan di masa depan adalah pengetahuan tentang hak kekayaan intelektual (HKI) yang terbatas dan kualitas sumber daya manusia yang kurang dalam melaksanakan kegiatan branding dan pemasaran industri kreatif nasional. Tantangan yang muncul dalam pengembangan IKM Kreatif berbasis teknologi di Kabupaten Mojokerto adalah kesulitan membangun komunitas pelaku ekonomi kreatif dan keterbatasan pelaku ekonomi kreatif yang memiliki kesempatan untuk mengikuti event. Terbatasnya kuota dalam mengikuti event pameran maupun pengembangan bisnis dan rendahnya rasa ingin tahu masyarakat untuk mencari informasi menjadi kunci utama dalam tantangan ini. Dinas terkait yang menaungi Ekonomi Kreatif yakni Disbudporapar Kabupaten Mojokerto mengumumkan segala aktivitas program dan event di IG resmi yakni @disbudporapar. Tantangan yang muncul ini disikapi dengan berbagai upaya diantaranya menyebarkan informasi melalui WA Grup pelaku usaha kreatif untuk menyebarkan Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 441 informasi event pameran atau pengembangan bisnis. Upaya untuk masuk ke komunitas seperti fotografi, desaingrafis dan lainnya untuk mengajak pelaku usaha kreatif di sektor yang tidak unggul ini untuk bergerak dan mengembangkan bisnisnya lebih besar. Upaya Pemanfaatan Teknologi dalam Meningkatkan Efisiensi Produksi. Pemasaran, dan Manajemen IKM Kreatif Upaya Ae upaya terkait pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan potensi IKM Kreatif berbasis teknologi diantaranya yang paling mencolok adalah fasilitas dari DisperindagKabupaten Mojokerto yang menyediakan marketplace TUMBAS sebagai wadah pemasaran digital IKM kreatif. Selain itu upaya lain seperti workshop pembuatan konten kreatif desa wisata, majafest, majaschool, dan pengembangan desa wisata semuanya saling bersinergi memberikan wawasan dan juga menawarkan koneksi bisnis kepada pelaku IKM Kreatif. Upaya - upaya ini semuanya memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan efisiensi produksi, pemasaran, dan manajemen IKM Kreatif. Upaya yang dilakukan oleh oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto ini dilakukan secara masif dan berkelanjutan serta nol biaya bagi para peserta dengan didanai oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui SKPD terkait. Hal ini dilakukan dalam rangka memperkenalkan ekonomi kreatif secara lebih luas dan menjaring lebih banyak pengusaha kreatif serta menstimulasi tumbuhnya unit industri kreatif baru di Kabupaten Mojokerto. Informasi terkait upaya pemberdayaan yang dilakukan ini secara aktif disosialisakan dan disiarkan melalui media sosial dan website Pemerintah Kabupaten Mojokerto maupun SKPD terkait. Menurut Adi. Isbandi Rukminto . , pemberdayaan mempunyai tujuan untuk Membantu klien memperoleh daya untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan yang akan ia lakukan yang terkait dengan diri mereka, termasuk mengurangi efek hambatan pribadi dan sosial dalam melakukan tindakan, hal ini dilakukan melalui peningkatan kemapuan dan rasa percaya diri untuk menggunakan daya yang ia miliki, antara lain melalui transfer daya dari lingkungan. Sedangkan menurut Zubaedi . Pemberdayaan adalah upaya untuk membangun kemampuan masyarakat, dengan mendorong, memotivasi, membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki dan berupaya untuk mengembangkan potensi itu menjadi tindakan nyata. Pemberdayaan memiliki tiga makna . ulistiani, 2. yakni pengembangan, memperkuat potensi atau daya dan terciptanya kemandirian. KESIMPULAN Ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto sangat potensial untuk dikembangkan. Unit usaha kriya, kuliner, fashion, seni rupa dan seni pertunjukan menjadi sub sektor unggulan yang digeluti oleh masyarakat. Berbagai upaya yang diwujudkan dalam program pemberdayaan ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto diantaranya adalah sosialisasi dan fasilitasi HAKI oleh Disbudparpora dan Disperindag secara gratis kepada pelaku usaha ekonomi kreatif. Selain itu langkah- langkah untuk menstimulus munculnya unit usaha ekonomi kreatif dari sub sektor lain yang belum menjadi unggulan juga mulai dilakukan, diantaranya adalah membuat berbagai event dalam rangka inisiasi pelaku usaha kreatif dan juga siswa sekolah untuk membentuk komunitas mereka sendiri dan membuka wawasan Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management 442 | Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Berbagai tantangan dan hambatan banyak ditemui dalam upaya pemberdayaan dan pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Mojokerto, diantaranya yang paling umum dan urgent untuk menjadi perhatian dan diselesaikan adalah masih rancunya pemahaman antara umkm/ ikm dengan unit usaha ekonomi kreatif. Bahwa unit usaha ekonomi kreatif ini bukanlah unit usaha diatas umkm atau unit usaha yang sama dengan umkm, tetapi unit usaha ekonomi kreatif memiliki nilai tambah dari sebuah umkm ataupun ikm. Selain itu dalam upaya promosi unit usaha diharapkan yang diikutkan dalam event bisa bergantian, tidak hanya sebagian kecil dari pelaku usaha ekonomi kreatif yang sudah sering ikut event. Pada bagian ini menampilkan simpulan dari hasil penelitian yang telah menjawab dari rumusan masalah secara garis besar. Bisman (Bisnis dan Manajeme. : The Journal of Business and Management Bisman: Volume 8. Nomor 2. Juli 2025. | 443 DAFTAR PUSTAKA