Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) https://ejournal. id/index. php/aijis INOVASI SUPERVISI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA TEKNOLOGI DIGITAL Asep Awaluddin1* 1 STAIMAS Wonogiri Keywords: Society 5. Supervision of Islamic Education. Challenges. Present Kata kunci: Society 5. Supervisi Pendidikan Islam. Tantangan. Kekinian Abstract The development of technology has an impact on all aspects of human life, including education. Apart from the era of the industrial 0, the era of society 5. 0 has emerged. This requires education to face it. Islamic education as part of education continues to strive in contemporary life to be able to face the various challenges that arise. For that, how to formulate supervision of Islamic education in the era of society 5. This study uses a mixed method, namely field studies and literature by exploring data based on discussions that are part of data collection techniques. This discussion examines the era of society 5. 0 and the challenges of contemporary Islamic education. The results of this study: . The era of society 5. 0 is an era that must be faced, . The challenges of contemporary Islamic education must be able to solve various problems through critical and analytical thinking skills, creative and innovative in various aspects of life, . Efforts that must be made by Islamic education in facing the challenges of the times. Abstrak Perkembangan teknologi berdampak pada segala aspek kehidupan manusia, termasuk pendidikan. Terlepas dari era revolusi industri 0, muncul era digital society 5. Hal ini membutuhkan pendidikan untuk menghadapinya. Pendidikan Islam sebagai bagian dari pendidikan terus berupaya dalam kehidupan kontemporer untuk mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul. Untuk itu, bagaimana merumuskan supervisi pendidikan Islam di era digital. Dalam penelitian ini menggunakan metode campuran, yaitu studi lapangan pengamatan aplikasi AuhadirkuAy dan studi literatur dengan menggali data berdasarkan pembahasan yang menjadi bagian dari teknik pengumpulan data. Diskusi ini mengkaji era digital dan tantangan pendidikan Islam kontemporer. Hasil penelitian ini: . Era digital merupakan era yang harus dihadapi, . Tantangan pendidikan Islam kontemporer harus mampu memecahkan berbagai persoalan melalui kemampuan berpikir kritis dan analitis, kreatif dan inovatif dalam berbagai aspek kehidupan, . Upaya yang harus Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) dilakukan pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan zaman dengan melatih guru dan siswa agar melek digital dan mampu menggunakan teknologi secara bijak dan Islami. *Penulis Koresponden E-mail: asepawaluddin9@gmail. This is an open-access article under the CC-BY-SA license. A 2025 Author. PENDAHULUAN Revolusi Industri 4. 0 telah kita lewati bersama, revolusi berbasis kemajuan teknologi yang sangat pesat berdampak pada semua sektor kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Pendidik harus mempersiapkan diri, karena tantangan yang akan dihadapi semakin kompleks. Tingkat kompleksitasnya harus diimbangi dengan kemampuan yang memadai, baik oleh pendidik maupun seluruh stakeholder masyarakat. Untuk itu, semua anggota masyarakat diupayakan meningkatkan level pendidikannya, karena di dalam hidup dan kehidupan manusia tidak dapat dilepaskan dari pendidikan. Malik Fadjar, . 9: . Hal itu sebagaimana disampaikan oleh John Dewey, bahwa di antara beragam kebutuhan vital hidup manusia, salah satunya adalah pendidikan. John Dewey, dalam James Wm. 5:, 4-. Pendidikan menjadi bagian dari fungsi sosial yang membimbing, menumbuhkan, mempersiapkan, membukakan serta membentuk kedisiplinan hidup. Fungsi tersebut dapat dilakukan dengan menempuh pendidikan, baik secara formal atau non formal. John Dewey . 4: . Seiring berjalannya waktu tantangan yang harus dihadapi pendidikan tidaklah sederhana, kemajuan di era teknologi menjadi bagian yang tidak dapat dihindari. Apalagi setelah bergulirnya revolusi industri 4. Kondisi era revolusi industri 4. 0 belum usai dengan berbagai problematikanya, muncullah society 5. ra digita. Revolusi Industry 4. 0 dan Society 5. 0 dalam pandangan Andreja adalah suatu gerakan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin canggih dengan nyata, (Andreja Rojko: 2. Kecanggihan dan kemajuan teknologi dan informasi tersebut menjadi tantangan bagi dunia pendidikan beserta semua komponen masyarakat. Untuk itu, dibutuhkan berbagai terobosan dalam menghadapi era tersebut. Society 5. 0 merupakan konsep yang dilakukan oleh pemerintah Jepang dalam upaya menghadapi tren global dampak dari revolusi industri 4. Society 5. 0 menjadi respon yang pasti terjadi yang diakibatkan dari revolusi industri 4. Berbagai inovasi dalam dunia industri dan kehidupan masyarakat lahir dari dampak perkembangan Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) revolusi industri 4. Society 5. 0 muncul sebagai jawaban atas tantangan sebab era revolusi industri 4. 0 yang dibarengi dengan disrupsi dunia yang penuh gejolak, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas. Society 5. 0 merupakan suatu masyarakat yang memanfaatkan berbagai inovasi di bidang teknologi dan informasi untuk mengatasi berbagai hal dalam kehidupan pada era revolusi industri 4. 0, yaitu dengan memanfaatkan Internet on Things . nternet untuk segala sesuat. Artificial Intelligence . ecerdasan buata. Big Data . ata dalam jumlah besa. , dan robot untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Agar kajian ini semakin terarah, maka penulis merumuskan dengan bagaimana era society 5. 0 menjadi sebuah tantangan bagi pendidikan Islam yang harus dihadapi kekinian? Dalam inovasi supervisi pendidikan Islam terkini adalah penerapan absensi kehadiran bagi para Aparatur Sipil Nasional (ASN), termasuk guru PAI dengan memanfaatkan aplikasi kehadiran hadirku di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri sejak tahun 2020 yang lalu. Aplikasi ini telah mengalami perbaikan dari versi terdahulu hadirku 3. 0 sampai saat ini adalah hadirku 3. Efektifitas supervisi pendidikan Islam terkait pemanfaatan aplikasi hadirku ini dirasakan dengan tidak ditemukannya guru yang datang kesekolah melebihi pukul 07. 00 WIB untuk absensi pagi dan baru pulang setelah pukul 14. 00 WIB di siang harinya. METODE PENELITIAN Dalam kajian ini metode yang digunakan berdasarkan apa yang akan dibahas, meliputi jenis metodenya, teknik pengumpulan data, dan batasan masalah yang akan dijelaskan sebagai berikut. Pada kajian ini teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan analisis isi. Studi Dokumentasi, mengumpulkan dan menelaah berbagai dokumen, baik dalam bentuk cetak maupun digital, yang relevan dengan tema kajian. Analisis Isi (Content Analysi. Teknik ini digunakan untuk menganalisis isi atau muatan dari literatur yang diperoleh, untuk menemukan pola, gagasan, tantangan, dan inovasi yang berkembang dalam supervisi pendidikan Islam. Adapun teknik analisis menggunakan reduksi Data Menyeleksi data relevan sesuai dengan fokus kajian . novasi supervisi dan Society Penyajian Data Menyusun informasi ke dalam format yang sistematis, seperti tabel, matriks, atau uraian tematik. Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) HASIL DAN PEMBAHASAN Society 5. ra digita. versus Pendidikan Formal Society 5. 0 merupakan suatu konsep tatanan kehidupan masyarakat yang berpusat pada manusia . uman-centere. dan berbasis teknologi . echnology base. Contoh aplikasi yang akan diterapkan oleh pemerintah Jepang dengan adanya konsep peradaban baru ini diantaranya sebagai berikut. Digital adalah suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia . dan berbasis teknologi . echnology base. yang dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini lahir sebagai pengembangan dari revolusi industri 4. 0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia. Melalui Digital, kecerdasan buatan . rtificial intelligenc. akan mentransformasi big data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan . he Internet of Thing. menjadi suatu kearifan baru, yang akan didedikasikan peluang-peluang Transformasi ini akan membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih Melalui Society 5. 0, kecerdasan buatan yang memperhatikan sisi kemanusiaan akan mentransformasi jutaan data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang Tentu saja diharapkan, akan menjadi suatu kearifan baru dalam tatanan Tidak dapat dipungkiri, transformasi ini akan membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Dalam Society 5. 0, juga ditekankan perlunya keseimbangan pencapaian ekonomi dengan penyelesaian problem sosial. Menurut artikel yang ditulis oleh Mayumi Fukuyama . eneral manager and chief information officer of the Technology Management Center. Technology Strategy Office. Research & Development Group. Hitachi. Ltd. ) yang berjudul AySociety 5. Aiming for Human-Centered SocietyAy, goals yang ingin dicapai dari digital ini adalah untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan penyelesaian masalah yang ada di masyarakat (Qureta: 2. Namun pertanyaan yang muncul adalah akankah semua itu akan bisa menjadikan SDM Indonesia berperan aktif. Dengan kata lain, dapatkah roadmap tersebut menahan laju pengangguran? Kesimpulannya dari masyarakat baru ini adalah untuk mewujudkan masyarakat yang mana orang akan dapat menikmati kehidupan sepenuhnya. Kemajuan teknologi Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) dan pertumbuhan ekonomi diciptakan untuk arah itu. Kesenjangan semakin berkurang dengan semakin meningkatnya kualitas hidup masyarakat pada umumnya, jadi tidak hanya dinikmati bagi segelintir orang saja. Walaupun road map nya berasal dari Jepang, konsep ini tidak diragukan lagi akan bisa untuk menyelesaikan persoalan manusia dalam menghadapi revolusi industri 4. Tantangan Supervisi Pendidikan Islam di Era Digital 5. Malik Fadjar menyatakan bahwa terdapat tiga tantangan berat yang sedang dihadapi saat ini: Pertama, bagaimana mempertahankan dari serangan krisis dan apa yang kita capai jangan sampai hilang. Kedua, kita berada dalam suasana global di bidang Menurutnya kompetisi adalah suatu yang niscaya, baik kompetisi dalam skala regional, nasional, dan internasional. Ketiga melakukan perubahan dan penyesuaian sistem pendidikan nasional yang mendukung proses pendidikan yang lebih demokratis, memperhatikan keberagaman kebutuhan atau keadaan daerah dan peserta didik serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat. Malik Fajar . Disamping kendala di atas, terdapat sejumlah permasalah yang dihadapi oleh pendidikan kita, di antaranya adalah : pertama, pengelolaan pendidikan di masa lampau yang memberi penekanan yang berlebihan pada dimensi kognitif dan mengabaikan dimensi-dimensi lain, tenryata melahirkan manusia indonesia dengan kepribadian pecah. contohnya adalah di satu sisi betapa kehidupan beragama secara fisik berkembang sangat menggembirakan di seluruh lapisan masyarakat, namun disisi lain dapat pula betapa banyaknya masyarakat itu bertentangan dengan ajaran-ajaran agama yang dianutnya. kedua, dimasa lalu pendidikan bersifat sentralistik. Selain itu tantangan yang dihadapi oleh pendidikan islam dalam menghadapi era 0 adalah tidak tersedianya sumberdaya yang memadai dalam dunia pendidikan seperti guru, dosen maupaun tenaga pendidikan lainnya. Dalam menghadapi tantangan pendidikan islam yang begitu kompleks dalam menghadapi era society 5. 0 yang semakin di dengungkan di jepang yang tentunya akan berdampak dan berpengaruh ke indonesia. Oleh karena itu supervisi pendidikan islam harus mampu menghadapi tantangan-tantangan yang akan dihadapi tersebut. Selain itu pendidikan islam juga harus mempunyai kemampuan-kemampuan utama yang harus dimiliki oleh setiap komponen masyarakat dan pendidikan Islam. Tiga kemampuan utama tersebut diantaranya Kemampuan dalam memecahkan masalah Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) Setiap individu maupun komponen masyarakat harus mampu dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi. proses pemecahan masalah tentunya membutuhkan strategi pas untuk memecahkan persoalan atau masalah yang dihadapi. Strategi Pemecahan Masalah adalah suatu proses dengan menggunakan strategi, cara, atau teknik tertentu untuk menghadapi situasi baru, agar keadaan tersebut dapat dilalui sesuai dengan keinginan yang telah ditetapkan. Edy Purwanto. 9: . Polya mendefinisikan bahwa pemecahan masalah sebagai usaha mencari jalan keluar dari suatu kesulitan. Polya, . 3: . Sedangkan menurut Maryam dalam hasil penelitiannya mengungkapkan bahwa. Audengan adanya proses pemecahan masalah merupakan salah satu elemen penting dalam menggabungkan masalah kehidupan nyataAy Maryam Sajadi, . 3: . Polya menjelaskan empat tahap dalam pemecahan masalah yaitu. Memahami Masalah. Membuat Rencana Penyelesaian: Melakukan Perhitungan. Memeriksa Kembali Hasil yang Diperoleh. Empat tahap pemecahan masalah dari Polya tersebut merupakan satu kesatuan yang sangat penting untuk dikembangkan. Jadi kemampuan dalam memecahkan masalah adalah merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu. Kemampuan untuk bisa berfikir secara kritis Cara berpikir yang harus selalu dikenalkan dan dibiasakan adalah cara berpikir untuk beradaptasi di masa depan, yaitu analitis, kritis, dan kreatif. Cara berpikir itulah yang disebut cara berpikir tingkat tinggi (HOTS: Higher Order Thinking Skill. Berpikir ala HOTS bukanlah berpikir biasa-biasa saja, tapi berpikir secara kompleks, berjenjang, dan sistematis. Kemampuan untuk berkreativitas Kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk berfikir tentang sesuatu dengan suatu cara yang baru dan tidak biasa . dan menghasilkan penyelesaian yang unik terhadap berbagai persoalan. Semiawan. Conny . 9: . Orang-orang yang kreatif akan dapat berpikir mandiri, mempunyai daya imajinasi, mampu membuat keputusan sehingga akan mempunyai keyakinan dan mereka tidak mudah dipengaruhi orang lain. Dalam pengembangan kreativitas bukan hanya faktor emosi melainkan juga adanya faktor kepercayaan dalam diri siswa untuk memunculkan kreativitasnya. Keyakinan diri merupakan hal yang penting dalam kreativitas, keyakinan diri dapat menjadi pendorong atau justru menjadi faktor penghambat kreativitas. Kepercayaan Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) yang tinggi sangat berperan dalam memberikan sumbangan yang bermakna dalam proses kehidupan seseorang, karena apabila individu percaya dirinya mampu untuk melakukan sesuatu, maka akan timbul kreativitas pada diri individu untuk melakukan hal-hal dalam hidupnya. Dengan kemampuan yang harus didasarkan keyakinan dan kepercayaan diri untuk melakukan hal-hal yang baik dalam hidupnya. Tiga kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu tersebut diharapkan mampu untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam masyarakat dan dalam dunia pendidikan terutama pendidikan Islam. Pendidikan Islam harus mampu menghadapi tantangan yang ditimbulkan akibat munculnya era 0 yang mau tidak mau akan dihadapi. oleh karena itu, setiap komponen individu, harus mampu dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi. mampu mempertahankan dan menghadapi berbagai serangan krisisdan apa yang sudah di capai oleh pendidikan Islam jangan sampai hilang. pendidikan islam harus senantiasa meningkatkan kompetensi dalam segala bidang terutama pendidikan. dan pendidikan islam harus senantiasa mampu untuk melakukan inovasi kearah yang lebih baik dan jangan sampai tertinggal dan tergerus oleh zaman yang semakin berkembang dan kemajuan teknologi saat ini. Supervisi Pendidikan Islam. Sebuah Konsep Teologis Pengertian Supervisi Pendidikan Islam Menurut Purwanto . supervisi merupakan suatu aktivitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan secara efektif (Somad, 2. Pendidikan merupakan suatu kegiatan yang universal dalam kehidupan manusia. Ngalim Purwanto, . 8: . Kata islam dan perilaku yang mempertahankan diri dalam pendidikan Agama Islam menunjukkan warna pendidikan tertentu, yakni pendidikan yang bernuansakan Islam. Pendidikan yang Islami yaitu pendidikan yang berdasarkan Islam. Ahmad Tafsir, . 0: . Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan ruhani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian utama. Pendidikan Islam sebagai upaya sadar yang dilakukan oleh mereka yang memiliki tanggung jawab terhadap pembinaan, bimbingan, pengembangan serta pengarahan potensi yang dimiliki anak agar mereka dapat berfungsi dan berperan sebagaimana hakikat kejadiannya. Pendidikan juga diartikan usaha yang dilakukan oleh seorang Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) terhadap seorang . nak didi. agar tercapai perkembangan maksimal yang Menurut Abdurrahman al Nahlawi pendidikan berasal dari kata al-Tarbiyah. segi bahasa Tarbiyah berasal dari kata raba-yarbu, yang berarti bertambah, bertumbuh seperti yang terdapat dalam al-Qur'an surah Ar-Rum ayat 39, kedua adalah rabiya-yarba yang berarti menjadi besar, ketiga dari kata rabba-yarubbu, yang berarti memperbaiki, menguasai urusan, menuntun, menjaga, memelihara. Dengan demikian pendidikan agama Islam adalah suatu sistem kependidikan yang mencakup seluruh aspek yang dibutuhkan oleh hamba Allah, sebagaimana Islam telah menjadi pedoman bagi seluruh aspek kehidupan manusia, baik duniawi maupun Tujuan Supervisi Pendidikan Islam Menurut Wahyudi . tujuan supervisi pendidikan adalah meningkatkan kemampuan profesional dan teknis bagi guru. Kepala Sekolah, dan personal sekolah lainnya agar proses pendidikan di sekolah lebih berkualitas, dan yang utama supervisi pendidikan atas dasar kerja sama, partisipasi, dan kolaborasi, bukan berdasarkan paksaan dan kepatuhan. Dengan demikian, akan timbul kesadaran, inisiatif, dan kreatif personal Mulyasa . berpendapat bahwa supervisi sesungguhnya dapat dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai supervisor, tetapi dalam sistem organisasi modern diperlukan supervisor khusus yang lebih independen dan dapat meningkatkan obyektivitas dalam pembinaan dan pelaksanaan tugas. Kepala sekolah sebagai supervisor dapat dilaksanakan secara efektif antara lain dengan cara kunjungan kelas, diskusi kelompok, pembinaan individual, dan simulasi pembelajaran (Mulyasa, 2. Tujuan adalah segala sesuatu yang diharapkan tercapai setelah suatu usaha atau kegiatan selesai. Bahwa tujuan itu bisa jadi menunjukkan kepada futuritas . asa depa. yang terletak suatu jarak tertentu yang tidak dapat dicapai kecuali dengan usaha melalui proses tertentu. Meskipun banyak pendapat tentang pengertian tujuan, akan tetapi pada umumnya pengertian itu berpusat pada usaha atau perbuatan yang dilaksanakan untuk suatu maksud tertentu. Kurikulum Pendidikan Agama Islam menyebutkan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah untuk menumbuhkan dan meningkatkan keimanan, melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengalaman serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang dalam Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) hal keimanan, ketaqwaan kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Serta untuk dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan lebih tinggi. Secara umum. Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan dan pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulai dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, bangsa dan Negara. Menurut Abd. Rahman Shaleh . 6: . , menjelaskan bahwa Tujuan Pendidikan Agama Islam adalah : . Agar anak didik dapat memahami ajaran islam secara elementer . dan bersifat menyeluruh sehingga dapat digunakan sebagai pedoman hidup dan amalan perbuatannya, baik dalam hubungan dirinya dengan Allah SWT, hubungan dirinya dengan masyarakat maupun dirinya dengan alam sekitar. Membentuk pribadi yang berakhlak mulia, sesuai dengan ajaran agama Islam. Dasar Supervisi Pendidikan Islam Al-Qur'an Al-Qur'an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhamad SAW, yang pembacaannya merupakan ibadah. MannaAo Khalil al-Qatan, . 7: . Sebagai mana terdapat dalam Alquran: a a a e ca a e a ca AEE a aOa acI EN E aA eOIA a A aI II IEIA Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Az-Zikr (QurAoa. , dan sesungguhnya. Kamilah yang benar-benar akan menjaganya. a a a e a a a ca a n A acO acI E a eO aI E O e aII eOI aE a a a e a eI EN eI a U aE eO UIA Sesungguhnya Al-QurAoan ini memberikan petunjuk kepada . yang lebih Lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang MuAomin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. Al-Qur'an merupakan sumber supervisi pendidikan terlengkap, baik itu pendidikan kemasyarkatan . , moral . , maupun spritual . , serta material . dan alam semesta. Samsul Nizar . 1: . Semua aspek yang mengatur kehidupan manusia telah termuat dalam Alquran, terutama dalam pelaksanaan pendidikan Islam, yakni akan mengantarkan manusia menuju manusia yang beriman, bertaqwa dan berpengetahuan. Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) Samsul Nizar menyebutkan isi dari Al-Quran itu sendiri mencakup seluruh dimensi manusia dan mampu menyentuh seluruh potensi manusia, baik itu motivasi untuk mempergunakan panca indra dalam menafsirkan alam semesta bagi kepentingan formulasi lanjut pendidikan manusia . endidikan Isla. , motivasi agar manusia menggunakan akalnya, lewat tamsil-tamsil Allah swt dalam Al-Quran, maupun motivasi agar manusia mempergunakan hatinya untuk mampu mentransfer nilai-nilai pendidikan ilahiyah dan lain sebagainya. Dengan demikian, jelaslah bahwa Al-Qur'an merupakan sumber dan dasar supervisi pendidikan islam. Hal ini dikarenakan al-qur'an merupakan pegangan dan petunjuk bagi setiap manusia untuk melangkah, dan pedoman dan dasar dalam pendidikan Islam. Hadits Sunnah merupakan sumber ajaran Islam yang kedua, termasuk pendidikan. Sunnah juga berisi petunjuk dan pedoman demi kemaslahatan hidup manusia dalam segala aspeknya, untuk membina umat Islam menjadi manusia seutuhnya atau muslim yang beriman dan bertaqwa. Rasulullah sendiri adalah guru dan pendidik utama yang menjadi profil setiap guru muslim. Beliau tidak hanya mengajar, mendidik, tapi juga menunjukkan jalan. Hal ini tidak hanya diakui oleh sarjana muslim, akan tetapi juga non Hadits adalah sumber kedua agama dan ajaran Islam. Apa yang disebutkan dalam Al-Quran dijelaskan atau dirinci lebih lanjut oleh Rasulullah dengan sunah beliau. Karena itu, sunah Rasul yang kini terdapat dalam Al-Hadits merupakan penafsiran serta penjelasan otentik . ah,dapat dipercaya sepenuhny. Al-Quran. Di dalam As Sunnah juga berisi ajaran tentang aqidah dan akhlak seperti AlQurAoan yang berkaitan dengan masalah pendidikan. As Sunnah berisi petunjuk . untuk kemaslahatan hidup manusia dalam segala aspeknya, untuk membina umat manusia seutuhnya. Dan yang lebih penting lagi dalam As Sunnah bahwa dalamnya terdapat cerminan tingkah laku dan kepribadian Rasulullah saw yang merupakan tauladan dan edukatif bagi manusia. Munardji, . 4: . Ada tiga peranan Al-Hadits disamping Al-Quran sebagai sumber agama dan ajaran Islam. Pertama menegaskan lebih lanjut ketentuan yang terdapat di dalam Al-Quran. Misalnya, mengenai shalat. Di dalam Al-Quran ada ketentuan mengenai shalat. ketentuan itu ditegaskan lagi pelaksanaannya. kedua sebagai penjelasan isi Al-Qur'an. Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) Dengan mengikuti contoh di atas, misalnya mengenai shalat. Di dalam Al-Quran Allah memerintahkan manusia mendirikan shalat. namun, di dalam kitab suci itu tidak dijelaskan banyaknya rakaat, cara, rukun dan syarat mendirikan salat. Nabilah yang menyebut sambil mencontoh jumlah rakaat setiap salat,cara,rukun dan syarat mendirikan ketiga menambahkan atau mengembangkan sesuatu yang tidak ada atau samarsamar ketentuannya di dalam Al-Qur'an. Contohnya adalah larangan Nabi mempermadu . engawini sekaligus atau mengawini pada waktu bersamaa. seorang perempuan dengan bibinya. Mohammad Daud Ali, . 2: . Proses pendidikan Islam yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW. bentuk pelaksanaan pendidikan yang bersifat fleksibel dan universal, sesuai dengan potensi yang dimiliki peserta didik, kebiasaan . dat istiada. masyarakat, serta kondisi alam di mana proses pendidikan tersebut berlangsung dengan dibalut pilar-pilar aqidah Islamiah. Dalam konteks ini, pendidikan Islam yang dilakukan Nabi dapat dibagi kepada bentuk yaitu: pertama, pola pendidikan saat Nabi di Mekkah yang terkenal cerdas, dengan mengajaknya membaca, memperhatikan dan memikirkan kekuasaan Allah SWT, baik yang ada di alam semesta maupun yang ada di dalam dirinya. Melanjutkan pembuatan syair-syair yang indah dengan nuansa Islami, serta pembacaan ayat-ayat AlQurAoan merubah kebiasaan masyarakat Mekkah yang selama ini memulai suatu pekerjaan menyebut nama-nama berhala, dengan mama Allah (Basmala. , dan sebagainya. Secara kongkrit, pemetaan pendidikan Islam pada periode ini dapat dibagi pada empat aspek utama yaitu: pendidikan akhlak budi pekerti, dan pendidikan jasmani . , seperti menunggang kuda, memanah dan menjaga kebersihan. Kedua, pola pendidikan pada saat Nabi di Madinah secara geografis Madinah merupakan daerah agraris. Sedangkan Mekkah merupakan daerah pusat Ini membedakan sikap dan kebiasaan masyarakat di kedua daerah tersebut. Masyarakat Madinah merupakan masyarakat petani yang saling membantu antara satu dengan yang lain. Mereka hidup rukun dan jarang sekali terjadi persengketaan, melihat kondisi ini, pola pendidikan yang diterapkan Nabi SAW lebih berorientasi pada pemantapan nilai- nilai persaudaraan antara kaum muhajirin dan anshor pada satu ikatan. Untuk mewujudkan ini, pertama-tama Nabi lakukan dengan mendirikan Masjid sebagai sarana yang pendidikan yang efektif. Materi pendidikannya lebih ditekankan pada penanaman ketauhidan, pendidikan keluarga, pendidikan masyarakat, dan sopan santun Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) ke semua ini berjalan efektif karena di samping motivasi internal umat waktu itu, kharisma dan metode yang digunakan Nabi mampu mengayomi seluruh kepentingan seluruh masyarakat secara adil dan demokratis. Dengan mengacu pada pola ini, menjadikan pendidikan Islam sebagai piranti yang tangguh dan adaptik dalam mengantarkan peserta didiknya membangun peradaban yang bernuansa Islami . ahmat li al ami. Soleha dan Rada, . 1: 32-. Oleh karena itu, sunnah merupakan landasan kedua bagi cara pembinaan pribadi manusia muslim. Sunnah selalu membuka kemungkinan penafsiran berkembang. Itulah sebabnya, mengapa ijtihad perlu ditingkatkan dalam memahaminya termasuk sunah yang berkaitan dengan pendidikan. Ijtihad Ijtihad adalah istilah para fuqaha, yaitu berfikir dengan menggunakan seluruh ilmu yang dimiliki oleh ahli syariAoat Islam untuk menetapkan atau menentukan suatu hukum Islam dalam hal-hal yang belum ditegaskan hukumnya oleh Al-QurAoan dan Sunnah. Ijtihad dalam hal ini dapat saja meliputi seluruh aspek kehidupan termasuk aspek pendidikan, tetapi tetap berpedoman kepada Al-QurAoan dan Sunnah. Munardji . Ijtihad dalam supervisi pendidikan harus tetap bersumber dari Al-Quran dan asSunah/al-Hadis yang diolah akal yang sehat dari para ahli pendidikan Islam. Ijtihad tersebut haruslah dalam hal-hal yang berhubungan langsung dengan kebutuhan hidup di suatu tempat pada kondisi dan situasi tertentu. Teori-teori pendidikan baru hasil ijtihad harus dikaitkan dengan ajaran islam dan kebutuhan hidup. Ijtihad di bidang pendidikan ternyata semakin perlu sebab ajaran islam yang terdapat dalam Al-Quran dan sunah adalah bersifat pokok-pokok dan prinsip-prinsipnya saja. Biila ternyata ada yang agak terperinci, maka perincian itu adalah sekedar contoh dalam menerapkan yang prinsip itu. Sejak diturunkan sampai Nabi Muhammad SAW wafat, ajaran islam telah tumbuh dan berkembang melalui ijtihad yang dituntut oleh perubahan situasi dan kondisi sosial yang tumbuh dan berkembang pula. Sebaliknya ajaran Islam sendiri telah berperan mengubah kehidupan manusia menjadi kehidupan muslim. Zakiyah Darajat . 8: . Aplikasi Hadirku sebagai Inovasi Supervisi PAI Instalasi dan pemanfaatan aplikasi e-presensi AuHadirkuAy Teknologi mampu menggantikan sistem pengelolaan sumber daya manusia yang ada di intansi pemerintahan Kabupaten Wonogiri, seperti presensi yang sebelumnya Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) manual kini menggunakan sistem online, salah satu contohnya adalah aplikasi HADIRKU. Proses digitalisasi dalam menyangkut sistem pemerintahan berbasis elektronik diwujudkan dalam penggunaan sistem elektronik melalui aplikasi yang terintegrasi dalam hal meningkatkan integritas dalam hal kedisplinan ASN. Salah satu teknologi mengenai penentuan posisi pengguna . guna untuk mewujudkan presensi online pegawai yakni dengan GPS (Global Positioning Syste. GPS adalah system satellite navigasi dan penentuan posisi. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga dimensi serta informasi waktu, secara kontinyu di seluruh dunia tanpa bergantung waktu dan cuaca, kepada banyak orang secara simultan. Pada saat ini, sistem GPS sudah banyak diaplikasikan, terutama yang terkait dengan aplikasi-aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi. Dibandingkan dengan sistem dan metode penentuan posisi lainnya. GPS mempunyai banyak kelebihan dan menawarkan lebih banyak keuntungan, baik dalam segi operasionalisasinya maupun kualitas posisi yang diberikan Dengan pemanfaatan teknologi GPS tersebut dapat (Chapman, 2018, 1-. Aplikasi HADIRKU merupakan aplikasi mobile smartphone yang berjalan sejak Oktober tahun 2019 dan telah berjalan selama 6 tahun sampai sekarang juni tahun 2025. melalui data yang dihimpun dari aplikasi hadirku. Pemkab dapat melihat dinas mana saja yang pegawainya kurang disipilin, dan/atau daerah mana saja yang sering mengalami permasalahan dalam absensi. Ketika wawasan tersebut telah didapatkan, tentunya pemerintah dapat mengimplementasikan suatu program yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan tingkat kedisiplinan dan produktivitas ASN di Kabupaten Wonogiri. Dalam gambaran penerapannya. Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri menggunakan aplikasi 'Hadirku' guna memantau tingkat kehadiran ASN di daerah tersebut pada masuk perdana paska libur lebaran kemarin tidak ada laporan dari BKD adanya pegawai atau ASN yang mangkir kerja di hari pertama usai libur panjang Idul Fitri 1446 H/2025 M kemarin. Dalam supervisi PAI Aplikasi HADIRKU dipercaya mampu mengaktifkan para Guru PAI sebagai bagian dari penggunanya untuk hadir ke tempat kerja lebbih pagi atau tepat waktu. Sebab pada zaman dahulu kala para guru PAI terkenal kurang rajin berangkat ke tempat mengajar. Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) Rekap Absensi setiap Bulan Aplikasi HADIRKU telah dirancang untuk membantu memudahkan pencatatan dan pengolahan data kehadiran ASN. Jika aplikasi ini digunakan dengan benar, maka penggunaan aplikasi HADIRKU dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan aplikasi HADIRKU yang efektif antara yakni Pencatatan kehadiran yang lebih akurat dan efisien: Dengan menggunakan aplikasi HADIRKU. ASN dapat mencatat kehadiran mereka secara langsung melalui perangkat mereka seperti smartphone atau tablet. Hal ini memungkinkan data kehadiran dapat dicatat secara real-time dan secara otomatis terintegrasi ke dalam sistem kehadiran. Proses ini dapat meminimalkan risiko kesalahan manusia dan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan dan memproses data. Setiap bulan terdapat rekap absensi meliputi, rekap cuti, rekap keterlambatan, rekap tugas khusus dan rekap dinas luar. Hal ini memudahkan peran pejabat pembina kepegawaian untuk melakan supervisi dan memberikan kontrol saran masukan kepada pegawai secara tepat dan mendetail. KESIMPULAN Kualitas sistem dan kemudahan akses bagi pengguna aplikasi HADIRKU Aplikasi HADIRKU menawarkan supervisi atas kehadiran guru PAI yang lebih akurat dan efisien. Dengan mengizinkan ASN untuk mencatat kehadiran secara langsung melalui perangkat mereka, data kehadiran dapat dicatat secara real-time dan otomatis terintegrasi ke dalam sistem. Hal ini meminimalkan risiko kesalahan dan mempercepat proses pengumpulan dan pemrosesan data. Fitur-fitur yang dirancang khusus dalam aplikasi ini juga memungkinkan pengolahan data yang cepat dan mudah, serta pelaporan yang lebih akurat dan efektif. Aplikasi HADIRKU dapat diakses melalui perangkat seperti smartphone atau tablet. Hal ini memungkinkan pengguna, termasuk ASN, untuk dengan mudah melakukan presensi kehadiran tanpa perlu mencari lembar kertas presensi fisik. Dalam genggaman smartphone, mereka dapat dengan cepat melakukan pencatatan kehadiran saat masuk dan pulang kantor. Kemudahan akses ini memberikan kenyamanan dan fleksibilitas bagi pengguna, sehingga memudahkan mereka untuk menjalankan tugas administratif sehari-hari. Al-IqroAo: Journal of Islamic Studies Vol. No. Juli 2025. DOI: 10. 54622/aijis. ISSN 3032-3436 (E) ISSN 3031-3732 (P) Tantangan supervisi pendidikan Islam pada society 5. 0, telah memberikan sebuah inspirasi bahwa menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan adalah tugas supervisor pendidikan agama Islam di masa yang akan datang. Sebagai jawaban ditengah banyaknya pelaksanaan supervisi pendidikan Islam masih bersifat administratif dan belum menyentuh pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan. Perlu inovasi supervisi berbasis coaching, mentoring, dan esupervisi yang berorientasi pada pembinaan kompetensi masa depan . st century Hal itupun tidak terlepas dari berbagai peluang yang dapat dijadikan sebagai jalan untuk membina generasi untuk lebih dapat bersaing dan berkiprah di desa global yang tanpa batas. tantangan pendidikan Islam yang begitu kompleks dalam menghadapi 0 yang semakin didengungkan di Jepang yang tentunya akan berdampak dan berpengaruh ke Indonesia. Oleh karena itu supervisi pendidikan Islam harus mampu menghadapi tantangan-tantangan yang akan dihadapi tersebut. Selain itu pendidikan Islam juga harus mempunyai kemampuan-kemampuan utama yang harus dimiliki oleh setiap komponen masyarakat dan pendidikan Islam REFERENSI