ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN 2024 - AuInovasi Pengabdian Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengelolaan Penyakit Tidak Menular: Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kesehatan Global"Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 9 Desember 2024 E-ISSN: 2807-9183 Pemanfaatan Buku Saku Tentang Manajemen Pemberian Air Susu Ibu dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Desa Mandalawangi Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2024 Sariestya Rismawati*1. Dede Gantini2 Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. Jl. Cilolohan No. 35 Kota Tasikmalaya, . 340186 e-mail co Author: sariestya77@gmail. ABSTRAK Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama adalah salah satu praktik kesehatan yang sangat dianjurkan oleh organisasi kesehatan dunia. Angka cakupan ASI eksklusif secara nasional tahun 2023 yaitu sebesar 70%, di Jawa Barat 72,5%, sementara di Kabupaten Tasikmalaya, cakupan ASI eksklusif , yaitu sekitar 65%. Pencapaian ini belum mencapai target dari Kementerian Kesehatan sebesar 80%. Beberapa faktor yang mempengaruhi kegagalan pemberian ASI eksklusif diantaranya pengetahuan dan sikap ibu mengenai pentingnya dan cara yang tepat dalam memberikan ASI eksklusif. Faktor lain yaitu bagi ibu yang bekerja, terutama karena keterbatasan waktu dan akses untuk menyusui langsung selama jam kerja, sehingga penting bagi ibu untuk mengetahui pengetahuan mengenai ASI eksklusif dan ASI perah bagi ibu bekerja. Tujuan kegiatan yaitu memberikan informasi pada ibu mengenai manajemen pemberian ASI dengan media buku saku yang berisi informasi seputar ASI dan manajemen ASI perah. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah partisipatif dimana sasaran ikut aktif dalam kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan dari kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu pendidikan kesehatan tentang manajemen pemberian ASI penting diberikan pada ibu sejak masa kehamilan sebagai upaya dalam mempersiapkan masa menyusui sehingga bisa meningkatkan cakupan ASI Eksklusif. Kata kunci: buku saku,ASI eksklusif. ASI Perah PENDAHULUAN Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi adalah rekomendasi utama dari berbagai organisasi kesehatan, termasuk WHO dan UNICEF, karena manfaatnya yang sangat besar bagi perkembangan fisik dan mental bayi. Angka cakupan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif secara nasional pada tahun 2023 yaitu sebesar 70%, di Jawa Barat mencapai 72,5%, sementara di Kabupaten Tasikmalaya, cakupan ASI eksklusif sedikit lebih rendah, yaitu sekitar 65% (Dinas Kesehatan Jawa Barat, 2. Pencapaian ini belum mencapai target dari Kementerian Kesehatan dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 450/Menkes/SK/IV/2004 tentang pemberian ASI Eksklusif pada bayi di Indonesia ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN 2024 - AuInovasi Pengabdian Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengelolaan Penyakit Tidak Menular: Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kesehatan Global"Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 9 Desember 2024 E-ISSN: 2807-9183 sebesar 80% (Wulandari et al. , 2. Di Kecamatan Salopa, cakupan ASI eksklusif sudah mencapai 80%, namun ada beberapa desa yang masih dibawah target cakupan, salah satunya yaitu Desa Mandalawangi sebesar 72,73% dan menjadi desa dengan cakupan ASI eksklusif terendah di Kecamatan Salopa. ASI eksklusif memberikan nutrisi optimal, meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi, dan memiliki banyak manfaat jangka panjang bagi kesehatan ibu dan Namun, tidak semua ibu memberikan ASI secara eksklusif. Beberapa faktor yang menyebabkannya yaitu sosiodemografi seperti umur, pekerjaan, pendidikan, sosial ekonomi dan lingkungan, faktor psikologi seperti dukungan suami, keluarga, persepsi, kondisi emosional ibu juga adanya faktor lain seperti pengeluaran ASi belum ada setelah bersalin, pengetahuan ibu mengenai pemberian ASI atau kondisi ibu yang harus kembali bekerja sehingga pemberian ASI terhenti (Lumbantoruan, 2018 dan Marifah, 2. Pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif menyebabkan ibu bisa dengan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar seperti paparan iklan atau bujukan dari penjual susu formula untuk beralih memberikan susu formula pada bayinya. Ibu yang kurang memiliki pengetahuan kurang akan beresiko lebih tinggi untuk memberikan susu formula pada bayinya dibandingkan ibu dengan tingkat pengetahuan yang baik (Aisyah, 2. Sementara itu, bagi ibu yang bekerja, komitmen untuk memberikan ASI eksklusif sering kali menjadi tantangan yang lebih kompleks, terutama karena keterbatasan waktu dan akses untuk menyusui langsung selama jam kerja. Masa cuti ibu yang berlangsung sebentar . aling lama 3 bula. menyebabkan waktu untuk bersama bayi berkurang karena harus kembali bekerja, waktu istirahat kerja yang sedikit juga menyebabkan ibu tidak memiliki kesempatan untuk memerah ASI. Oleh karena itu, banyak ibu yang akhirnya memberikan susu formula sebagai pengganti ASI saat ibu bekerja atau bahkan sampai menghentikan pemberian ASI untuk bayinya (Rosida, dkk. , 2. Seyogyanya, sebelum kembali bekerja, ibu perlu merencanakan pemberian ASI pada bayi dengan mempertimbangkan jarak tempat bekerja dengan rumah, waktu kerja ibu, pengasuh bayi selama ibu bekerja, dan cara pemberian ASI pada bayi. Ibu juga perlu mengetahui manajemen ASI perah dan pemberiannya, serta mengenal dengan baik pengasuh yang akan menjaga dan memberikan ASI perah pada Pada ibu yang bekerja, pemberiann ASI eksklusif membutuhkan komitmen dan manajemen yang baik dann terencana agar proses pemberian ASi berjalan dengan baik dan ibu bisa bekerja dengan tenang (Rosida, dkk. , 2. Pengetahuan mengenai ASI eksklusif dan ASI perah adalah kunci keberhasilan dalam memastikan bahwa bayi mendapatkan nutrisi yang terbaik meskipun ibu Meningkatkan pengetahuan melalui edukasi yang tepat serta memastikan adanya dukungan dari tempat kerja dan keluarga sangat penting untuk mendukung ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif. Berbagai studi menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang terstruktur dan tepat sasaran secara signifikan ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN 2024 - AuInovasi Pengabdian Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengelolaan Penyakit Tidak Menular: Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kesehatan Global"Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 9 Desember 2024 E-ISSN: 2807-9183 meningkatkan pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif. Ibu yang mendapatkan edukasi cenderung lebih memahami pentingnya pemberian ASI eksklusif, manfaatnya bagi bayi dan ibu, serta memiliki kesiapan yang lebih baik untuk Dengan pemahaman yang baik tentang pemberian ASI, diharapkan ibu menyusui dapat memberikan ASI eksklusif pada bayi mereka (Rosida, dkk. , 2. Hasil penelusuran di Desa Mandalawangi Kecamatan Salopa pada 10 orang ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, 8 diantaranya sudah diberikan susu formula. orang yang memberikan susu formula karena bekerja dan 3 orang diantaranya karena tidak mengetahui tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif sampai 6 Pekerjaan ibu rata-rata adalah guru, bekerja di toko, wiraswasta dan buruh sehingga lebih memilih memberikan susu formula. Edukasi mengenai manajemen ASI dilakukan dengan media yang dipandang tepat dengan kebutuhan di wilayah tersebut yaitu Buku Saku. Buku saku dipandang tepat diberikan di lokasi penelitian karena mudah dibawa dan dibaca dimanapun dan kapanpun serta tidak memerlukan akses internet. Buku saku manajemen pemberian ASI ini telah dirancang dan diteliti serta diuji dalam proses penelitian pada tahun 2023 dan dinyatakan layak untuk digunakan baik oleh ahli materi dan ahli media. Sebelum diedarkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, media tersebut juga telah melalui uji coba baik skala kecil maupun skala besar dan dinyatakan layak dan dapat digunakan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester i mengenai pemberian ASI Eksklusif dan manajemen ASI Perah dalam upaya meningkatkan cakupan pemberian ASI Eksklusif. METODE Kegiatan dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil trimester i dengan media buku saku. Kegiatan diawali dengan sosialisasi, pre-test, pemberian informasi serta demonstrasi lalu diakhiri dengan post test. Pre-test dan post-test menggunakan kuesioner mengenai pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian ASI. Objek kegiatan yaitu ibu hamil trimester i di Desa Mandalawangi Kecamatan Salopa. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan dengan media buku saku tentang menejemen pemberian Air Susu Ibu (ASI) dalam rangka meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester i mengenai pemberian ASI Eksklusif dan manajemen ASI Perah. Kegiatan ini diharapkan mampu membangun sikap positif ibu hamil terhadap pemberian ASI Eksklusif. ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN 2024 - AuInovasi Pengabdian Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengelolaan Penyakit Tidak Menular: Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kesehatan Global"Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 9 Desember 2024 E-ISSN: 2807-9183 Peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester i Pengetahuan ibu hamil dilakukan dengan memberikan pertanyaan dalam bentuk kuesioner mengenai ASI, manajemen ASI Eksklusif dan manajemen ASI Perah kemudian dihitung pertanyaan dengan benar. Penilaian dilakukan pada pre test dan post test. Tabel 1. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu mengenai manajemen pemberian ASI Kategori Baik Cukup Kurang TOTAL Pre-test 61,11 38,89 Post-test 61,11 38,89 Berdasarkan tabel 4. 1 dapat dilihat adanya peningkatan pengetahuan pre test dan post test. Tingkat pengetahuan ibu pada pre test pada kategori kurang sebanyak 7 orang . ,89%) dan kategori cukup sebanyak 11 orang . ,11%) sedangkan dari hasil post test sebanyak 11 orang . ,11%) kategori baik dan sebanyak 7 orang . ,89 %) pada kategori cukup. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil trimester i mengenai manajemen pemberian ASI termasuk ASI perah. Tingkat pengetahuan menentukan seberapa mudah ibu hamil untuk memahami dan menyerap informasi tentang ASI Eksklusif. Semakin tinggi tingkat pengetahuan ibu, maka semakin tinggi pula ibu dalam menyerap informasi mengenai ASI Eksklusif (Fatimah & Oktavianis, 2. Kegiatan ini menggunakan alat bantu berupa buku saku tentang manajemen pemberian ASI. Buku saku ini menjelaskan tentang pengenalan ASI, manajemen ASI Eksklusif dan manajemen ASI Perah. Penggunaan buku saku manajemen pemberian ASI dapat memberikan motivasi, semangat dan dukungan untuk ibu Selain itu buku saku menejemen pemberian ASI ini memiliki pesan yang terkadung didalamnya sehingga dapat mengembangkan kemauan ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif sebagai upaya memenuhi hak anak. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Elis, dkk . yang mengungkapkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai ASI Eksklusif. Buku saku tentang manajemen pemberian ASI adalah buku berukuran kecil hasil pengembangan media visual yang dianggap mampu mencapai tujuan pembelajaran karena mampu menstimulasi indera penglihatan serta lebih menarik Buku saku menajemen pemberian ASI ini dapat menambah wawasan dan mengubah cara berpikir ibu hamil dalam membuat keputusan pemberian ASI eksklusi (Putri, 2. ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN 2024 - AuInovasi Pengabdian Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengelolaan Penyakit Tidak Menular: Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kesehatan Global"Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 9 Desember 2024 E-ISSN: 2807-9183 Peningkatan Sikap ibu dalam pemberian ASI Eksklusif Kuesioner sikap diberikan pada saat pre-test dan post test mengenai sikap ibu dalam pemberian ASI Eksklusif. Penilaian dilakukan pada pre test dan post test. Tabel 2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Ibu mengenai manajemen pemberian ASI Kategori Positif Negatif TOTAL Pre-test 16,67 83,33 Post-test Berdasarkan tabel 4. 3 dapat dilihat bahwa ada kenaikan sikap ibu pada pre test dan post test. Rata-rata sikap ibu pada pre test yaitu kategori positif sebanyak 3 orang . ,67%) dan kategori negatif sebanyak 15 orang . ,33%) sedangkan dari hasil post test, 18 orang . %) ibu memiliki sikap positif Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan sikap ibu terkait pemberian ASI Eksklusif. Kondisi pengetahuan seseorang sangat berperan dalam membentuk sikap positif atau sikap negatif. Pengetahuan merupakan faktor utama dalam menentukan sikap. Kecenderungan tindakan pada kondisi pengetahuan yang baik adalah mendekati, menyenangi, mengharapkan obyek tertentu, sedangkan kecenderungan tindakan pada sikap negatif adalah menjauhi, menghindari, membenci, tidak menyukai obyek tertentu (Elis, 2. Berdasarkan hasil wawancara singkat, ibu yang bekerja sudah merencanakan pemberian susu formula setelah selesai masa cuti, karena ibu tidak mengetahui manajemen pemerahan dan pemberian ASI perah pada bayi. Setelah dilakukan kegiatan, ibu memiliki sikap positif terhadap pemberian ASI Eksklusif, yaitu ibu merencanakan untuk memberikan ASI secara eksklusif dengan cara memerah ASI meski ibu bekerja. Hal ini sesuai dengan penelitian Amalia . yang mengungkapkan bahwa terdapat pengaruh pengetahuan terhadap pemerasan ASI pada ibu bekerja. Dalam hal ini, semakin baik pengetahuan ibu maka semakin baik pula sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif Kegiatan edukasi pada pengabdian masyarakat ini berorientasi pada gerakan dan menekankan pada reaksi-reaksi fisik yang membuat ranah psikomotor menjadi ranah sangat penting (Maulana, 2. Pada kegiatan ini dilakukan demonstrasi pada ibu mengenai pemerahan ASI. Hal ini dimaksudkan agar ibu memahami bagaimana proses pemerahan ASI. Selain itu, ditunjukkan berbagai macam alat untuk memerah dan menyimpan ASI. Buku saku yang digunakan dalam kegiatan ini telah dan diteliti serta diuji dalam proses penelitian pada tahun 2022-2023 dan dinyatakan layak untuk digunakan baik oleh ahli materi maupun ahli media. Sebelum diedarkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, media tersebut juga telah melalui uji coba baik skala kecil maupun skala besar dan dinyatakan layak dan dapat digunakan. Buku ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN 2024 - AuInovasi Pengabdian Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengelolaan Penyakit Tidak Menular: Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kesehatan Global"Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 9 Desember 2024 E-ISSN: 2807-9183 satu ini diharapkan agar ibu hamil dapat memeroleh informasi yang tepat mengenai manajeman pemberian ASI. Dengan mendemonstrasikan informasi yang terdapat didalam buku satu diharapkan dapat menumbuhkan sikap positif ibu untuk memberikan ASI secara eksklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terselenggara dengan baik karena adanya beberapa faktor pendukung diantaranya adanya dukungan dari pihak Pemerintahan Desa Mandalawangi . epala desa dan staf. , pihak Puskesmas Salopa (Bidan Des. , antusiasme dari ibu hamil, adanya sarana dan prasarana yang mendukung lancarnya kegiatan, dana yang tersedia cukup, adanya koordinasi yang baik antara dosen, mahasiswa, bidan dan kader kesehatan. Waktu pelaksanaan kegiatan juga cukup lapang sehingga dapat dijadwalkan dengan fleksibel dan tidak bentrok dengan kegiatan lain. Media yang digunakan telah diterbitkan dan memiliki hak cipta sehingga luaran lain dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah publikasi ilmiah dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Meski begitu ada beberapa kesulitan yang dirasakan dalam kegiatan ini diantaranya Keterbatasan ruangan untuk praktik karena bertempat di aula sehingga kurang privasi. KESIMPULAN Pendidikan kesehatan menggunakan Buku Saku Manajemen Pemberian ASI dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu mengenai manajemen pemberian ASI. Buku Saku Manajemen Pemberian ASI dapat diterima dan dimanfaatkan oleh ibu hami, kader kesehatan maupun tenaga kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan mengenai manajemen Pemberian ASI. SARAN Edukasi mengenai ASI eksklusif dan ASI perah perlu ditingkatkan terutama di kalangan ibu bekerja. Program edukasi yang diberikan sebelum ibu kembali bekerja setelah cuti melahirkan dapat memberikan informasi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan ini. Perlu adanya peningkatan kompetensi kader dalam memberikan informasi mengenai ASI Perah bagi ibu bekerja UCAPAN TERIMA KASIH (JIKA DIPERLUKAN) Ucapan terimakasih kepada yang terhormat : Direktur Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ketua Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Kepala Desa Mandalawangi Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya Kepala Puskesmas Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya Bidan Desa Mandalawangi Kecamatan Salopa Kabupaten Tasikmalaya Seluruh ibu hamil di Desa Mandalawangi Kecamatan Salopa Kabupaten ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN 2024 - AuInovasi Pengabdian Masyarakat dalam Pencegahan dan Pengelolaan Penyakit Tidak Menular: Pendekatan Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Kesehatan Global"Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 9 Desember 2024 E-ISSN: 2807-9183 Tasikmalaya DAFTAR PUSTAKA