JURNAL TEKNIK MESIN (JTM) Vol 2 No 1 http://jurnal. id/index. php/jtm Studikasus Sistem Perawatan Genset Perkins 45 Kva Di PT. Agro Lestari Mandiri Ntye. Nanga Tayap Haykal Aristio1,Muh Anhar2 . Yusuf3 123Teknik Mesin,Pemeliharaan Mesin,Politeknik Negeri Ketapang email :1 haikal. hat@gmail. com *, 2aan@politap. Abstract This research analyzes a case study of the Perkins 45 kVA genset maintenance system at PT. Agrolestari Mandiri NTYE. Nanga Tayap, where it serves as the primary electricity source for company operations. Given the genset's critical role, the study aims to identify common problems and evaluate the effectiveness of the implemented maintenance program. A descriptive qualitative research method was used, employing observation, interviews, and operational data analysis. The findings indicate that genset maintenance still faces several constraints, including issues with low power, overheat, seal leakage, and delays in adding coolant. To address these, the company implements daily, weekly, monthly, and yearly preventive maintenance focused on checking and replacing essential components, along with a tiered system for handling damages. The research results show that the Perkins 45 kVA generator set at PT. Agrolestari Mandiri NTYE experienced several major issues, including low power output, overheating, seal leakage, injection pipe damage, and unstable RPM indicators. These problems were caused by dirty radiators, relay malfunctions, and delayed coolant refilling, which reduced the efficiency of the cooling system. The low frequency of routine servicing . nly twice in 1. 5 year. indicates that the preventive maintenance system has not been implemented optimally, leading to an increase in corrective repairs and component replacements such as the water house, air cleaner, radiator, fuel filter, and v-belt. This condition suggests early wear and reduced component lifespan due to insufficient preventive measures. Therefore, implementing a more disciplined and scheduled preventive maintenance program is essential to maintain performance and extend the generatorAos service life. Keywords: Perkins 45 kVA. Genset Maintenance. Operational Issues Abstrak Penelitian ini menganalisis studi kasus sistem perawatan genset perkins 45 kVa di PT. Agrolestari mandiri NTYE. Nanga Tayap, yang berfungsi sebagai sumber listrik utama untuk operasional perusahaan. Mengingat pentingnya peran genset, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan umum dan mengevaluasi efektivitas program perawatan yang diterapkan. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan dengan pendekatan observasi, wawancara, dan analisis data operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan genset masih menghadapi beberapa kendala, termasuk masalah low power, overheat, kebocoran seal, dan keterlambatan penambahan coolant. Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan menerapkan perawatan preventif harian, mingguan, bulanan, dan tahunan yang berfokus pada pengecekan dan penggantian komponen esensial, serta penanganan kerusakan secara berjenjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Genset Perkins 45 kVA di PT. Agrolestari Mandiri NTYE mengalami beberapa permasalahan utama, seperti low power, overheat, kebocoran seal, kerusakan pipa injeksi, dan ketidakstabilan RPM. Faktor penyebabnya meliputi radiator yang kotor, gangguan pada relay, serta keterlambatan penambahan coolant yang menurunkan efisiensi sistem pendinginan. Frekuensi service rutin yang rendah . ua kali dalam 1,5 tahu. menunjukkan pola pemeliharaan preventif yang belum optimal, sehingga meningkatkan frekuensi perbaikan korektif dan penggantian komponen penting seperti water house, air cleaner, radiator, fuel filter, dan v-belt. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya keausan dini akibat kurangnya pencegahan dan pemantauan kondisi komponen. Oleh karena itu, penerapan sistem preventive maintenance yang lebih disiplin dan terjadwal diperlukan untuk menjaga performa serta memperpanjang umur pakai genset Kata kunci : Perkins 45 kVA. Perawatan Genset. Masalah Operasional Jurnal Teknik Mesin (JTM) Haykal Aristio1,Muh Anhar2 . Yusuf3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 2 No. 1 April 2026 21 Ae31 Pendahuluan Alat atau mesin yang biasa dipergunakan diantaranya adalah genset, panel surya. Alat dan mesin tersebut merupakan salah satu sarana yang dipergunakan dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang tidak terjangkau oleh PLN. Dalam hal ini alat atau mesin yang sering digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan tersebut salah satunya yaitu mesin genset. Generator set adalah perangkat kombinasi antara pembangkit listrik . dan mesin penggerak yang digabung dalam satu set unit untuk menghasilkan tenaga listrik (Pranondo dan Akbar, 2. Genset berfungsi sebagai sumber listrik cadangan yang sangat berguna ketika pasokan listrik utama dari PLN terputus atau tidak tersedia. sehingga dapat digunakan untuk menyalakan berbagai peralatan elektronik, penerangan, dan kebutuhan operasional lainnya, baik di rumah, kantor, industri, maupun di lokasi terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik. Genset digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari di lingkungan industri perkebunan, termasuk di PT. Agrolestari Mandiri NTYE di Nanga Tayap. Mesin ini berfungsi menyalurkan listrik ke perumahan karyawan, workshop, dan kantor. Genset dipilih karena kapasitasnya mencukupi dan terkenal kuat serta tahan lama. Namun, karena waktu pemakaiannya, genset perlu dirawat secara rutin agar tetap berfungsi dengan baik dan tidak cepat rusakDalam penggunaannya, genset di PT. Agrolestari Mandiri biasanya beroperasi selama 250 jam dalam sebulan. Karena waktu kerja yang cukup lama ini, genset sering mengalami berbagai masalah yang bisa menurunkan kinerja dan memperpendek usia Masalah yang paling sering muncul adalah daya listrik yang lemah . ow powe. dan mesin yang terlalu panas . Dalam satu hari, genset di perusahaan ini rata-rata digunakan selama 7 jam. Perawatan genset sendiri dilakukan dengan jeda waktu yang cukup panjang, yaitu setiap 250 jam kerja. Sementara itu, perawatan harian yang biasanya dilakukan hanya sebatas pengecekan rutin seperti memeriksa oli, bahan bakar solar, dan air radiator. Perawatan pada genset dilakukan dengan melakukan perawatan secara rutin seperti sering mengontrol oli mesin dan sistem pendingin jangan sampai ada kotoran sedikitpun karena bisa menyebabkan kerusakan pada komponen genset, dan harus sering memberi pelumas pada komponenkomponen yang bergerak karena sangat berpengaruh terhadap penyebab kerusakan pada mesin, serta sering membersihkan kotoran atau debu yang menempel pada komponen genset. Perawatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada genset dan memperpanjang masa pakai. dalam penelitian ini menitik beratkan pada permasalahan yang sering terjadi. Bagaimana cara mencegah timbulnya permasalahan dan cara mengatasi permasalahan yang terjadi pada Genset Perkins 45 Kva Generator set Generator set . adalah perangkat yang menggabungkan mesin penggerak dan generator listrik dalam satu unit dengan fungsi utama mengubah energi mekanik menjadi energi listrik (Aribowo , 2. Genset umumnya digunakan sebagai sumber listrik cadangan ketika pasokan PLN terganggu atau sebagai sumber utama di daerah yang belum terjangkau jaringan listrik. Prinsip kerjanya memanfaatkan interaksi antara rotor dan stator pada generator sehingga terjadi induksi elektromagnetik yang menghasilkan energi listrik. Seiring perkembangan teknologi, genset tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menjadi infrastruktur penting di sektor industri, perkebunan, pertambangan, rumah sakit, dan Kapasitas daya genset umumnya dinyatakan dalam kVA . ilovolt-amper. sebagai daya semu dan kW . sebagai daya nyata, dengan hubungan keduanya dipengaruhi oleh faktor daya . ower facto. Sebagai contoh, genset Perkins tipe 45 kVA dapat menghasilkan daya nyata sekitar 36 kW, sehingga cukup untuk menunjang kebutuhan operasional perusahaan. Berdasarkan jenis mesin penggeraknya, genset dapat dibedakan menjadi beberapa tipe. Genset bensin biasanya berkapasitas kecil hingga menengah, mudah dioperasikan, dan relatif murah, namun lebih boros bahan bakar. Genset diesel memiliki kapasitas menengah hingga besar, lebih efisien, dan tahan lama, sehingga banyak digunakan di sektor industri, meskipun suaranya lebih bising. Genset gas menggunakan bahan bakar gas alam atau LPG dengan keunggulan emisi rendah dan ramah lingkungan, tetapi ketersediaan bahan bakar sering menjadi kendala. Sementara itu, genset turbin digunakan untuk kapasitas sangat besar pada pembangkit listrik industri dengan memanfaatkan turbin uap, gas, atau air. Jurnal Teknik Mesin (JTM) Haykal Aristio1,Muh Anhar2 . Yusuf3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 2 No. 1 April 2026 21 Ae31 Dengan variasi tersebut, pemilihan jenis genset perlu mempertimbangkan kebutuhan daya, ketersediaan bahan bakar, serta efisiensi biaya, sehingga penggunaannya dapat lebih optimal dalam mendukung keberlangsungan aktivitas operasional maupun kehidupan sehari-hari Gambar 1. Generator Set Open Type Metode Penelitian Metode yang diterapkan dalam penelitian tugas akhir ini adalah metode kualitatif. Menurut Rachman. Dkk . Metode kualitatif adalah pendekatan penelitian yang mendalam dan komprehensif untuk memahami dan menjelaskan fenomena dalam konteks alamiahnya. Metode ini bersifat deskriptif dan mengutamakan analisis. Teori dijadikan acuan untuk menjaga agar penelitian tetap fokus dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Mulai Survey Pendahuluan Identifikasi Masalah Operasional genset : 7 jam/hari Perawatan rutin : 2x Sevis kontrak : 1x Perbaikan : 3x Penggantian Part dan lain lain : 6x Pengolahan data Analisis Perawatan berjalan dengan baik Hasil dan Pembahasann Kesimpulan Gambar 2. Diagram Alir Jurnal Teknik Mesin (JTM) Haykal Aristio1,Muh Anhar2 . Yusuf3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 2 No. 1 April 2026 21 Ae31 Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Pengumpulan Data Data yang telah diperoleh dari hasil pengumpulan kemudian dianalisis secara sistematis untuk mengidentifikasi pengaruh kegiatan perawatan terhadap kinerja dan keandalan genset perkins 45 kVa. Proses analisis ini juga dimaksudkan untuk menemukan kendala-kendala yang paling sering dialami, baik dalam aspek teknis maupun non-teknis, selama penggunaan maupun pemeliharaan genset. Selanjutnya, dari hasil temuan tersebut dirumuskan langkah-langkah penanganan yang tepat dan efektif sebagai upaya perbaikan maupun pencegahan, sehingga keberlangsungan operasional genset dapat terjaga dengan optimal. Pada pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dilakukan pencatatan dan penggalian informasi mengenai genset dengan narasumber Asisten Teknik, demikian juga dengan wawancara dengan narasumber Operator diberikan pertanyaan yang sama. Dari pengumpulan data dengan metode wawancara tersebut, didapatkan hasil persamaan dan perbedaan pendapat dari penanganan genset. Adapun analisis data wawancara yang digunakan sebagai perbandingan adalah sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Persamaan dan Perbedaan Wawancara Aspek Frekuensi Perawatan Persamaan Harian: pengecekan radiator dan bahan bakar. Bulanan: penggantian oli & filter setiap 250 jam. Langkah Perawatan Sama-sama menyebutkan perawatan harian, bulanan, dan tahunan. Pemeriksaan Oli. Filter. Bahan Bakar Berdasarkan jam kerja . Kerusakan yang Pernah Terjadi Sama-sama menyebutkan kerusakan pada seal, pipa injeksi, dan gejala low Indikator Kerusakan Sama-sama menyebutkan RPM tidak stabil. Tanggung Jawab Perawatan Operator bertanggung jawab Asisten teknik menekankan alur awal sebelum diserahkan ke lengkap: Operator Ie Asisten mekanik Ie Mekanik. Operator hanya menyebut Operator Ie Asisten mekanik. Asisten teknik juga menyebut Genset 45 kVA genset 80 kVA beroperasi A7 jam/hari. beroperasi 17 jam/hari. Jam Operasional Perbedaan Asisten teknik menekankan perawatan menyeluruh tiap 250 Operator menambahkan tahap perawatan mingguan . elay & timah ol. Asisten teknik: tahunan Ie penggantian filter udara & pembersihan radiator. Operator: tahunan Ie pembersihan radiator saja tambahan perawatan mingguan. Operator menambahkan: bahan bakar selalu ditambah Asisten teknik: menyoroti pipa injeksi & masalah fuel system. Operator: menambahkan relay kotor, radiator kotor, dan keterlambatan coolant. Jurnal Teknik Mesin (JTM) Ae Haykal Aristio1,Muh Anhar2 . Yusuf3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 2 No. 1 April 2026 21 Ae31 Asisten teknik: kendala injeksi, kebocoran, vendor lambat. Operator: tidak ada kendala berarti. Sama-sama menilai Asisten teknik menyebut capaian Keandalan Genset genset andal, mampu 12 jam/hari, operator lebih umum beroperasi lebih dari menyebut Aulebih dari jam kerja jam kerja normal. normalAy. Sama-sama mengacu Asisten teknik: standar Panduan Perawatan pada standar resmi. vendor/pabrikan. Operator: sistem PM 03 berbasis jam Tabel diatas merupakan hasil analisa pada wawancara yang dilakukan dalam pengambilan data. Berikut adalah grafik perbandingan hasil wawancara Kendala Sama-sama perawatan berjalan baik secara umum. Gambar 3. Grafik Perbandingan Dari Hasil Wawancara Berdasarkan grafik, terlihat bahwa jumlah persamaan antara jawaban asisten teknik dan operator sebanyak 5 poin, sedangkan perbedaan pada jawaban asisten teknik tercatat 6 poin dan operator 5 poin. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat kesamaan dalam hal prosedur dasar perawatan, indikator kerusakan, serta penilaian keandalan genset, terdapat pula perbedaan yang cukup menonjol pada detail teknis perawatan, persepsi kendala, serta sistem panduan yang digunakan. Perbedaan paling banyak muncul pada sisi asisten teknik, terutama terkait penekanan pada perawatan menyeluruh setiap 250 jam, detail kerusakan teknis yang lebih luas, serta hambatan yang dialami dalam pelaksanaan perawatan. Sementara itu, operator lebih menekankan pada praktik lapangan, seperti adanya tambahan perawatan mingguan, kondisi kerusakan yang lebih spesifik pada relay dan radiator, serta panduan berbasis sistem PM 03. Selanjutnya analisis dari data dokumentasi yang dikumpulkan mencakup catatan jam operasional dan data Perawatan genset yang diperoleh dari data perusahaan. Adapun analisis dari data jam operasional dan data perawatan genset dapat dilihat dari tabel berikut Jurnal Teknik Mesin (JTM) Haykal Aristio1,Muh Anhar2 . Yusuf3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 2 No. 1 April 2026 21 Ae31 Tabel 2. Data Jam Operasional Genset Bulan Jumlah Hari Operasional Mei 2025 31 hari Rata-rata Pemakaian per Hari 7 HM/hari Total Pemakaia n (HM) 217 HM Juni 2025 30 hari 7 HM/hari 210 HM Juli 2025 31 hari 7 HM/hari 217 HM Keperluan Penerangan Kantor Penerangan Kantor Penerangan Kantor Penerangan Kantor Agustus 10 hari 7 HM/hari 70 HM 2025 . Ae Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa pemakaian genset berlangsung secara konsisten setiap hari dengan durasi rata-rata 7 jam per hari. Pada bulan Mei. Juni, dan Juli 2025, genset beroperasi penuh selama jumlah hari kalender masing- masing bulan, sehingga total jam pemakaian mencapai 217 jam pada Mei, 210 jam pada Juni, dan 217 jam pada Juli. Dengan demikian, total akumulasi pemakaian genset dalam tiga bulan tersebut adalah 644 jam. Memasuki bulan Agustus . ata hingga tanggal . , pola pemakaian tidak berubah, yaitu 7 jam per hari, dengan total penggunaan 70 jam. Hal ini menunjukkan bahwa genset digunakan secara teratur tanpa adanya pemakaian signifikan dari sisi jam operasional. Hasil ini merupakan jam rata Ae rata jam operasional dari genset perkins 45 kVa. Berikut grafik jam operasional genset ,yang terakhir analisis data dari perawatan genset dalam beberapa bulan terakhir, yang dimana mencakup data perawatan berkala, dan penanganan dari kendala yang terjadi pada genset. Berikut tabel hasil analisis data perawatan genset sebagai berikut : Gambar 4. Grafik Jam Operasional Genset Tabel 3. Perawatan Genset Perkins 45 kVa Bulan/Tahun Tanggal Kegiatan Service Rutin Service Kontrak Perbaikan Januari 2024 04, 06, 19 Ae Ae Feberuari 2024 23 Ae Ae Ae 1 (Ganti water hous. April 2024 Ae Ae Ae 1 (Ganti air cleane. Mei 2024 Ae Ae Ae 1 (Tambah air radiato. Juni 2024 Ae Ae Ae Jurnal Teknik Mesin (JTM) Penggantian / Lain-lain Haykal Aristio1,Muh Anhar2 . Yusuf3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 2 No. 1 April 2026 21 Ae31 September Mei 2025 1 (Ganti fuel filte. Juni 2025 03, 20 Ae Ae Ae Juli 2025 Ae Ae 2 (Ganti V-belt. Major Service 1000 HM) Ae Dari data perawatan unit GST2-01-3523 dari Januari 2024 hingga Juli 2025, diperoleh total 12 kegiatan perawatan yang terbagi ke dalam empat kategori utama, yaitu service rutin, service kontrak, perbaikan, serta penggantian komponen atau kegiatan lain-lain. Dari keseluruhan kegiatan tersebut, proporsi terbesar adalah penggantian komponen/lain-lain, diikuti oleh perbaikan, service rutin, dan service kontrak. Frekuensi service rutin yang relatif rendah . anya 2 kali dalam kurun 1,5 tahu. menunjukkan bahwa pola pemeliharaan preventif pada unit ini belum optimal. Hal ini berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan perbaikan . yang bersifat korektif, yang secara ilmiah dapat dikaitkan dengan kurangnya pencegahan dini terhadap kerusakan komponen. Dominasi penggantian komponen . juga mengindikasikan bahwa beberapa part kritis seperti water house, air cleaner, radiator, fuel filter, dan v- belt telah mencapai umur pakai yang pendek atau mengalami aus akibat kondisi operasi. Selain itu, terdapat kegiatan perawatan besar berbasis jam kerja, yaitu 1000 HM pada Juni 2025, yang menegaskan adanya kepatuhan terhadap standar pemeliharaan berbasis interval operasional. Namun demikian, keterlambatan dalam pelaksanaan service rutin dapat memicu kerusakan komponen yang seharusnya dapat dicegah. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa perawatan genset perkins 45 kVa dengan nomor tipe GST2-01-3523 masih lebih bersifat reaktif dibandingkan preventif. Berikut grafik perawatan genset perkins 45 kVa. Gambar 5. Grafik Perawatan Genset Perkins 45 kVa 2 Pembahasan Hasil analisis perawatan genset perkins 45 kVa menunjukkan bahwa kegiatan pemeliharaan selama periode Januari 2024 hingga Juli 2025 masih didominasi oleh tindakan korektif dan penggantian komponen, sementara frekuensi service rutin relatif rendah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pola pemeliharaan yang diterapkan masih bersifat reaktif, yaitu menunggu terjadinya kerusakan sebelum dilakukan perbaikan. Pendekatan seperti ini terbukti kurang efektif karena berpotensi meningkatkan downtime, memperpendek umur pakai komponen, serta menimbulkan biaya perawatan yang lebih Oleh karena itu, penting untuk mengubah cara pemeliharaan dari corrective maintenance menjadi preventive maintenance yang lebih terjadwal. Pemeliharaan berbasis jadwal, baik dengan pendekatan Jurnal Teknik Mesin (JTM) Haykal Aristio1,Muh Anhar2 . Yusuf3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 2 No. 1 April 2026 21 Ae31 kalender maupun jam kerja operasional . our mete. , hal ini mampu menekan frekuensi kerusakan mendadak, menjaga keandalan sistem, dan memperpanjang usia pakai mesin. Selain itu, dengan menerapkan inspeksi rutin terhadap komponen seperti filter, sistem pendingin, dan komponen kelistrikan, potensi gangguan dapat terdeteksi lebih awal sebelum menjadi kerusakan serius. Dengan demikian, solusi yang paling tepat adalah penerapan perawatan terjadwal secara disiplin sesuai kaidah ilmiah, yang tidak hanya mengutamakan efisiensi biaya dan efektivitas kerja, tetapi juga memastikan terjaganya operasional genset perkins 45 kVa. Dengan langkah ini, perawatan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan menjadi sistematis, prediktif, dan berkelanjutan. Penjadwalan Perawatan Berkala Dengan didapati hasil analisis dari genset perkins 45 Kva diatas, yang dimana terdapat kurangnya perawatan dan monitoring yang tergolong rendah dengan jarangnya perawatan berkala yang dapat mempengaruhi efektifitas atau peforma dari genset perkins 45 kVa. Dan tidak didapatkannya jadwal perawatan berkala dan manual book sebagai acuan perawatan berkala untuk Genset Perkin 45 kVa, maka diperlukan adanya penjadwal perawatan yang akan memberikan panduan perawatan apasaja yang perlu dilakukan. Oleh sebab itu jadwal perawatan ini sangat diperlukan sebagai pendukung pelaksanaan perawatan Perawatan ini terbagi menjadi empat yakni, perawatan harian, perawatan mingguan. Perawatan bulanan, dan perawatan tahunan. Dalam penjadwalan perawatan berkala genset perkins 45 kVa, mengacu pada Operation and Maintenance Manuals (OMM) resmi dari situs web Perkins Tabel 4. Jadwal Perawatan Berkala Waktu Harian Mingguan Bulanan . - 6 Bulanan 12 Bulanan Perawatan 500 Ja. 0-1500 . 0 Ja. Ja. Periksa level coolant Oo Periksa level oli mesin Oo Periksa level Bakar Oo Periksa filter udara Oo Bersihkan filter Sekunder Oo Inspeksi visual unit Oo Periksa selang Klem Oo Periksa sabuk . Oo Ganti oli mesin Oo Jurnal Teknik Mesin (JTM) Haykal Aristio1,Muh Anhar2 . Yusuf3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 2 No. 1 April 2026 21 Ae31 Filter Periksa kondisi Baterai Oo Periksa pompa air Oo Periksa penutup Engkol Ganti Oo Oo Periksa dudukan mesin Oo Periksa Oo Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai studikasus sistem perawatan Genset Perkins 45 kVA di PT. Agrolestari Mandiri NTYE, maka dapat disimpulkan: Berdasarkan hasil penelitian mengenai perawatan Genset Perkins 45 kVA di PT. Agrolestari Mandiri NTYE, dapat disimpulkan bahwa permasalahan utama yang terjadi meliputi gejala low power, overheat, kebocoran pada seal, kerusakan pipa injeksi, serta ketidakstabilan indikator RPM. Faktor pendukung lainnya yaitu kotoran pada radiator, relay, dan keterlambatan penambahan coolant yang menurunkan performa genset. Frekuensi service rutin yang relatif rendah . anya dua kali dalam 1,5 tahu. menunjukkan bahwa pola pemeliharaan preventif belum optimal. Akibatnya, terjadi peningkatan kebutuhan perbaikan korektif . iga kal. dan dominasi penggantian komponen . nam kal. pada bagian-bagian kritis seperti water house, air cleaner, radiator, fuel filter, dan v-belt. Hal ini mengindikasikan bahwa umur pakai beberapa komponen menjadi lebih pendek akibat kurangnya pencegahan dini terhadap kerusakan. Upaya pencegahan yang dilakukan meliputi perawatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Perawatan tersebut antara lain pengecekan oli, radiator, dan bahan bakar, pembersihan relay, penggantian filter, hingga pembersihan radiator. Semua langkah perawatan ini mengacu pada standar vendor serta sistem PM 03 yang berbasis jam kerja, sehingga kondisi genset dapat tetap . Penanganan permasalahan pada genset dilakukan secara berjenjang, dimulai dari operator yang melakukan pengecekan awal, kemudian melaporkannya kepada asisten mekanik, dan dilanjutkan oleh mekanik atau vendor untuk perbaikan. Dengan pola ini, genset mampu beroperasi rata-rata 7 jam per hari dan terbukti andal, bahkan dapat berfungsi melebihi jam kerja Penelitian ini dengan demikian telah menjawab rumusan masalah terkait identifikasi permasalahan, pencegahan, dan penanganan kerusakan pada Genset Perkins 45 kVA. Daftar Rujukan Anwar. SISTEM PENDINGINAN ALTERNATOR PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP. Al Ulum Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 2 Mei 2016, 1 no. 2, 107-114. Arif Rachman. METODE PENELITIAN KUANTITATIF. KUALITATIF DAN R&D. karawang: CV Saba Jaya Publisher. Devita Tri Yulianti. PENGEMBANGAN DIGITALISASI PERAWATAN KESEHATAN PADA KLINK PRATAMA SUMBER MITRA BANDAR LAMPUNG. Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi (JTSI) Vol. No. Juni 2021, 32 - 39, 32-39. Jurnal Teknik Mesin (JTM) Haykal Aristio1,Muh Anhar2 . Yusuf3 Jurnal Teknik Mesin (JTM) Vol. 2 No. 1 April 2026 21 Ae31 Didik Aribowo. SISTEM PERAWATAN MESIN GENSET DI PT (PERSERO) PELABUHAN INDONESIA II. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP , 3, no. 1, 580594. Diky Pranondo. SISTEM PERAWATAN DAN PEMELIHARAAN GENERATOR SET 501-B. Volume 12 No. 02 Desember 2021, 12, 65-71. Hj. Ninny Siregar. Analisa Perawatan Mesin Digester dengan Metode Reliabity Centered Maintenance pada PTPN II Pagar Merbau. JIME (Journal of Industrial and Manufacture Engineerin. , 3 . November 2019 , 87-94. Maruto Swatara Loegimin. SISTEM PENDINGINAN AIR UNTUK PANEL SURYA DENGAN METODE FUZZY LOGIC. Vol. 12 No. April 2020, 21-30, 21-30. Muslih Nasution. MANFAAT PERLUNYA MANAJEMEN PERAWATAN UNTUK BENGKEL MAUPUN INDUSTRI. Buletin Utama Teknik Vol. No. Mei 2021, 248-252. Purwo Yulianto. PENGARUH VARIASI PUTARAN MESIN TERHADAP DAYA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-BiRuNi 05 . 23-32, 1, 23-32. Reserved. Operation and Maintenance Manual. SEBU8603-05 . n-u. January 2023, 1126. Jurnal Teknik Mesin (JTM)