Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. Implementasi pengembangan kecerdasan emosional anak usia 5-6 tahun melalui prophetic parenting perspektif filsafat epistemologi Wuri Annisa Nurfadlilah Prodi PIAUD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Email : 23204031020@student. uin-suka. Suyadi Prodi PIAUD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Email : suyadi@uin-suka. Raden Rachmy Diana Prodi PIAUD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Email : raden. diana@uin-suka. Abstrak Transformasi era 5. 0 yang signifikan, menghadirkan tantangan serta peluang khususnya dalam dunia pendidikan. Disisi lain, inovasi dalam perkembangan informasi dan teknologi memerlukan adaptasi salah satunya melalui kecerdasan emosional sejak usia Lingkungan sekitar anak memiliki peranan penting dalam pengembangan kecerdasan emosional anak, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah sekitar anak. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji penerapan pengembangan kecerdasan emosional anak melalui prophetic parenting dengan perspektif epistemologi di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif melalui pendekatan field study, dengan teknik pengumpulan data meliputi tiga tahapan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber penelitian terdiri dari dua subjek yaitu sumber primer meliputi hasil data dilapangan dan teori dari buku, serta sumber sekunder dari artikel-artikel pendukung penelitian ini. Teknik analisis hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kecerdasan emosional pada anak meliputi tujuh karakteristik dari prophetic parenting yaitu menampilkan suri tauladan, mencari waktu yang tepat untuk memberi pengarahan, bersikap adil dan menyamakan pemberian, menunaikan hak anak, membelikan anak mainan atau reward, membantu anak mengerjakan ketaatan dan berbakti, serta tidak suka marah dan mencela anak. Kegiatan-kegiatan ini dilaksanakan melalui pembiasaan dan pengarahan anak ketika jam pembelajaran maupun diluar pembelajaran, serta kegiatan parenting bulanan bersama wali murid. Hal ini sejalan dengan sudut pandang filsafat epistemologi yang menjelaskan mulai asal-usul, proses, hasil dan arah pengetahuan serta konsep AupengadaAy dan AumengadaAy dalam pendidikan. Pengembangan kecerdasan emosional melalui prophetic parenting di TK Muslimat NU 001 Ponorogo sangat efektif, sistematis serta di rekomendasikan penulis sebagai acuan pendidik ataupun orangtua dalam mengenalkan dan mengajarkan kecerdasan emosional yang berpedoman Al-Qur'an dan Hadist. Kata Kunci : Kecerdasan Emosional. Prophetic Parenting. Epistemologi. Anak Usia Din. Abstract The significant transformation of the 5. 0 era presents challenges and opportunities, especially in the world of education. On the other hand, innovation in the development of information and technology requires adaptation, one of which is through emotional intelligence from an early age. The environment around children has an important role in developing children's emotional intelligence, both in the school environment and at home around children. The purpose of this study is to examine the application of developing children's emotional intelligence through prophetic parenting with an epistemological perspective at the Muslimat NU 001 Ponorogo Kindergarten. This research uses a type of qualitative method through a field study approach, with data P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. September 2024 . Vol 09. No. Received: Juni 2024 Accepted: Juni 2024 Published: September 2024 Article DOI: 10. 24903/jw. collection techniques including three stages, namely observation, interviews, and The research sources consist of two subjects, namely primary sources including the results of field data and theories from books, as well as secondary sources from articles supporting this research. The analysis technique of the results of this study shows that the application of emotional intelligence in children includes seven characteristics of prophetic parenting, namely showing role models, finding the right time to give direction, being fair and equalizing gifts, fulfilling children's rights, buying children toys or rewards, helping children do obedience and filial piety, and not being angry and reproaching children. These activities are carried out through habituation and direction of children during learning hours and outside of learning, as well as monthly parenting activities with student guardians. This is in line with the point of view of epistemological philosophy which explains the origin, process, results and direction of knowledge as well as the concepts of AuexistenceAy and AuexistenceAy in education. The development of emotional intelligence through prophetic parenting at TK Muslimat NU 001 Ponorogo is very effective, systematic and recommended by the author as a reference for educators or parents in introducing and teaching emotional intelligence based on the Qur'an and Hadith. Keywords: Emotional Intelligence. Prophetic Parenting. Epistemology. Early Childhood PENDAHULUAN memberikan tuntunan serta contoh yang Era Society 5. 0 perlu dipersiapkan terbaik bagi anak (Ummah, 2. Melalui sejak dini, dimana dalam perkembangan baru ini sumber manusia sangat perlu dipersiapkan. membantu mengarahkan setiap proses tumbuh Terdapat tiga hal yang perlu ditingkatkan kembang anak dan masa depan anak. Namun, dalam dunia pendidikan untuk menghadapi era kebanyakan orangtua tidak sadar pola asuh 0 meliputi pemahaman konsep yang mereka terapkan merupakan hasil dari identitas diri, motivasi belajar serta kecerdasan beberapa keputusan yang mereka ambil untu Diketahui ada tiga aspek yang membentuk karakter anak yang baik, berperan perlu dikembangkan dalam pendidikan guna positif dalam masyarakat serta memiliki menghadapi era society 5. 0 yaitu konsep diri, tanggung jawab(Sulung & Sakti, 2. motivasi serta kecerdaasan emosional (Shanty Sejalan Komalasari & Tri Yuliani, 2. Seseorang yang mempunyai kecerdasan emosional lebih Pada pendekatan epistemologi memerlukan metode atau suatu cara tertentu, kemampuan empati yang lebih dominan dapat sebab pada pendekatan ini mengedepankan membantu mereka untuk memahami orang proses pengetahuan dibandingkan hasil pada disekitarnya, sehingga lebih mudah di terima siswa (Wardi, 2. Konsep epistemologi (Hasna Marwah dkk. , 2. Lingkungan keluarga sebagai lingkungan memahami awal mula, cakupan telaah, dan pertama dalam mendidik anak, seharusnya arah dari perkembangan pendidikan sebagai P-ISSN : 2502-8197. E-ISSN : 2502-8189 Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Accepted: Article DOI: Published: subjek penelitian. Yang dapat ditelaah secara kepada anak menggunakan beberapa solusi. terstruktur, runtut, konsisten, koheren sejak Penelitian senada juga dilakukan terkait awal sampai akhir penelitian. (Muliawan epistemologi pendidikan yang dilakukan oleh Ungguh Goleman (Wiyani, 2. hasil penelitian meliputi lima mempercayai bahwa neurologis berperan cara Luqman mendidik anak dengan tujuan Jasa. Daniel Perbedaan seorang manusia dalam mempertahankan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya mengendalikan dorongan emosi, membaca pembaharuan terkait pola asuh islami dalam perasaan terdalam dari orang lain, memelihara proses perkembangan kecerdasan emosional hubungan dengan baik (Daniel Goleman, anak menggunakan sudut pandang suatu aliran Sebagai orang dewasa, orangtua filsafat pendidikan. memiliki tanggung jawab penting dalam Taman Kanak- Kanak (TK) Muslimat mendampingi setiap proses anak dengan NU 001 Ponorogo merupakan salah satu sebaik-baiknya. sekolah formal yang menerapkan pola asuh mensupport setiap proses tumbuh kembang prophetic parenting pada anak-anak. Sekolah Oleh sebab itu penerapan pola asuh ini ini dipilih peneliti sebagai tempat penelitian Hal kembang anak secara maksimal. (Elan & Handayani, 2. kurangnya interaksi yang dilakukan anak. Beberapa kajian terdahulu diantaranya Upaya pendidik sekaligus orang tua anak dilakukan oleh (Badria & Marlina, 2. dalam menstimulasi kecerdasan emosional dengan hasil penelitiannya menunjukkan anak melalui pembiasaan konsep mengenal bahwa konsep prophetic parenting yang diri sendiri, mengenalkan pantang menyerah digunakan orang tua berdampak besar dalam serta tekun, dan membiasakan mengapresiasi menstimulasi aspek-aspek pada anak melalui diri sendiri. Pembiasaan tersebut dilakukan metode yang tepat sesuai dengan petunjuk bagi oleh pendidik sekaligus orang tua bagi anak umat Islam yaitu Al-QurAoan. Selanjutnya untuk mengembangkan kecerdasan emosional penelitian (Hasna Marwah dkk. , 2. terkait anak, dimana hal ini disesuaikan dengan umur dan kelompok belajar anak. Melalui latar belakang diatas, peneliti tertarik melakukan dengan hasil menunjukkan bahwa dibutuhkan perencanaan dalam proses pelaksanaannya Pengembangan Kecerdasan Emosional Anak melalui menekankan pendidikan karakter Usia 5-6 Tahun Melalui Prophetic Parenting P-ISSN :. E-ISSN : AuImplementasi Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Accepted: Article DOI: Perspektif Filsafat EpistemologiAy. METODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan peneliti menggunakan metode field study secara langsung untuk mencari informasi data Pengambilan dilaksanakan di TK Muslimat NU 001 Published: Informan Penelitian Farida Rahmawati. Siti Arfah,S. Julia Kusuma Astuti,S. Hestri Wahyu Nurendah. Teknik Kelompok Kelas Inisial Ponorogo, melalui dua subjek penelitian yaitu enelitian ini meliputi observasi, wawancara sumber primer . nformasi lapanga. dan dan dokumentasi. Teknik ini dilakukan dengan . eberapa Sumber primer penelitian ini melalui wawancara dan observasi dari empat guru sekaligus sebagai orangtua di TK pertanyaan kepada empat guru sekaligus orang Muslimat NU 001 Ponorogo, serta buku tua bagi anak. Dokumentasi pada penelitian ini filsafat Au Epistemologi PendidikanAy karya Jasa dokumen-dokumen Ungguh Muliawan, buku pola asuh AuProphetic ParentingAy karya Suwaid, buku AuEmotional emosional di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. IntelligenceAy Tabel 2. Indikator Kecerdasan Emosional dan Filsafat Epistemologi Daniel Goleman. Sedangkan data sekunder penelitian ini yaitu berberapa artikel pendukung dari directory of open access journal (DOAJ), garuda dan penelitian ini. Pengelolaan data dilakukan secara purposive dan snowball. Adapun data demografi informan peneliti sajikan pada tabel 1 berikut ini : Tabel 1. Data Demografi Informan Peneliti di TK Muslimat NU 001 Ponorogo P-ISSN :. E-ISSN : Kecerdasan Emosional Kemamp ian diri Indikator Kecerdasan Emosional Memiliki kontrol dan perilaku dan Memiliki si suatu halhal yang positif serta Indikator Filsafat Epistemologi Secara umum aspek formal sebagai suatu Dalam pengada dan pendidikan itu Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Semang at dan Kemamp uan untuk si diri Accepted: Article DOI: Memiliki niat c. Telaah yaitu hasrat untuk berhasil objek formal dan material yang tidak kendali diri Telaah juga wajib niat dengan hal-hal dan Memiliki kendali diri prosedur yang n tindakan dengan pola sesuai usia Memiliki diri dengan cara saling orang lain Memiliki i melalui percaya serta bersyukur atas orang lain Memiliki Published: bagi anak memang sangat dianjurkan dimulai sejak dini. Masa golden age merupakan masa tumbuh kembang anak dengan sangat pesat. Masa inilah pengetahuan tentu paling banyak waktu-waktu berikutnya, terutama jika kita mengacu pada pendidikan kecerdasan emosional (Turcule & Tulbure, 2. Hal ini tentunya bertujuan agar anak memiliki kesiapan dan kendali untuk dirinya sendiri, perilaku terhadap lingkungan sekitar dan dunia yang akan datang, dimana potensi tidak sesuai harapan pasti ada Tentunya hal ini menjadi tugas merupakan lingkungan pertama bagi anak. Menurut Daniel Goleman semua pertukaran kecil anatara orangtua serta anak memiliki latar belakang emosional dan ketika dimasa yang akan datang anak mengulang pesanpesan tersebut anak akan mengembangkan dasar perspektif emosional dan kapasitas emosional mereka selama kecil (Turcule & Tulbure, 2. Namun disini pendidik juga memberikan dampak yang cukup signifikan emosional selama di lingkungan sekolah. Sebagaimana yang disampaikan oleh Bu HW selaku guru kelas A7 dalam wawancara HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Pengembangan kecerdasan emosional P-ISSN :. E-ISSN : Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Accepted: Article DOI: dengan peneliti sebagai berikut : pengembangan kecedasan emosional anak. AuSaya dalam menapakan kecerdasan Published: Tentunya mempersiapkan anak dalam mengendalikan kepada orangtua. Hal ini bertujuan untuk emosinya sendiri dan lingkungan disekitarnya. menyamakan visi misi orang tua dalam Hal ini sejalan dengan temuan penelitian mendidik anak dirumah sejalan dengan Untuk penerapannya kita yang berbasis sekolah Islami harus berlandaskan pedoman yaitu AlQurAoan dan hadist. Peran guru sebagai tauladan bagi anak, memberikan nasehat kepada anak di waktu yang sesuai, bersikap adil dalam memberikan sesuatu pada anak, hak-hak memberikan reward atau pujian, membimbing anak dalam beribadah dan berperilaku baik, mengerjakan ketaatan, serta mengajarkan anak untuk tidak cepat marah atau tidak mudah mencela teman dan lain sebagainya Hal ini dilakukan secara bertahap dan dibiasakan sejak awal pembelajaran ya mbak, tujuannya anak mengontrol emosinya dengan . iuoiu & PyniooarE, 2. dimana orang tua menunjukkan kecerdasan emosional yang tinggi sebagai hasil dari strategi kecerdasan emosional tertentu yang mereka gunakan dalam proses pola asuh. Selanjutnya, penulis temukan dokumentasi berupa pola asuh yang diterapkan orangtua sekaligus guru dalam prophetic parenting di TK Muslimat NU 001 Ponorogo (Wuri Annisa Nurfadlilah, 2. Prophetic Suwaid (Muhammad Suwaid Nur Abdul, 2. Tabel 3. Daftar karakteristik Prophetic Parenting yang diterapkan TK Muslimat NU 001 Ponorogo lingkungan sekitarnya. (HW. Komunikasi Gambar 1 Kegiatan parenting bersama orang tua setiap akhir bulan di TK Muslimat NU 001 Ponorogo Hasil wawancara dengan bu HW diatas disimpulkan bahwa pendidik dengan orangtua P-ISSN :. E-ISSN : Kegiatan pembiasaan Prohetic Parenting Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Accepted: Article DOI: Menampilkan suri tauladan yang Published: Anak-anak diberi penghargaan berupa sanjungan, apresiasi, stempel bintang, atau Mencari waktu yang tepat untuk bulatan telur sebagai bentuk pencapaian memberi pengarahan Bersikap adil dan menyamakan parenting bulanan setiap dua bulan sekali. pemberian untuk anak Mereka menunjukkan keteladanan dengan Menunaikan hak anak melakukan kewajiban, mengikuti aturan, dan Membelikan atau nyanyian. Ketika diperlukan, mereka Membantu anak untuk berbakti dan berbagi pengetahuan melalui nasehat, cerita, mengerjakan ketaatan kesalahan yang dilakukan, biasanya di akhir Tidak suka marah dan mencela pembelajaran, dan berkomunikasi dengan orangtua untuk menindak lanjuti masalah yang Pada tabel 1. 3 diatas diketahui bahwa Beberapa parenting yang dibiasakan kepada anak selama kegiatan pembelajaran maupun diluar pengembangan kecerdasan emosional anak Berdasarkan pengamatan peneliti di TK Muslimat NU 001 Ponorogo, setiap pendidik menggunakan pendekatan yang berbeda-beda. berbagai perasaan dan situasi, yang pada Beberapa guru mencontohkan perilaku yang akhirnya akan membawa kebahagiaan dan Sebagaimana yang disampai oleh bernyanyi, serta sikap yang lembut, sopan, dan bu FR dalam kegiatan wawancara sebagai taat pada aturan. Mereka memilih waktu yang tepat untuk memberikan arahan atau nasehat. AuAnak baik itu di awal atau akhir pelajaran, saat kecerdasan emosional yang positif dengan istirahat, makan, sebelum tidur di rumah, kemampuan mengenali diri dan mengatur tergantung pada situasi dan kondisi anak. perasaan sesuai dengan lingkungan sekitar. Mereka berusaha adil dan menegakkan hak Dalam serta kewajiban dengan cara yang seimbang, emosional di kelas saya, anak-anak telah baik secara individu maupun secara kolektif, menunjukkan perkembangan positif dalam meskipun beberapa anak mungkin butuh interaksi sosial, kolaborasi, dan sikap berbagi, perhatian ekstra dan penanganan khusus tanpa walaupun beberapa anak baru membutuhkan memandang status, fisik, atau kemampuan P-ISSN :. E-ISSN : Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Accepted: Article DOI: Published: kecerdasan emosional mereka. Mereka telah membantu teman yang membutuhkan seperti menunjukkan tingkat empati yang diharapkan, mengambil barang yang jatuh. Dalam hal seperti membantu guru atau teman dalam membersihkan mainan, mendoakan teman pemahaman tentang kehidupan berdampingan yang sedang sakit, serta saling berbagi antar manusia dengan memberikan contoh mainan atau makanan dengan teman-teman peran profesi dan manfaatnya. Sementara itu, merekaAy. untuk mengajarkan sopan santun dan rasa Hasil pemaparan bu FR disimpulkan hormat, saya mendorong anak-anak untuk bahwa setelah membiasakan anak dengan berkomunikasi dengan baik, bersikap sopan tekun mengarahkan kepada suatu hal yang terhadap orang yang lebih tua atau teman positif dan senang dengan melatih anak untuk sebaya, dan mengenalkan nilai-nilai adab dan empati dengan lingkungan sekitarnya. Sesuai akhlaq sebagai umat IslamAy. dengan hasil penelitian (Mardliyah dkk. , 2. Berdasarkan yaitu perlunya melibatkan orangtua dalam wawancara dengan bu FR diatas diketahui pendidikan di sekolah untuk mengembangkan bahwa usia anak juga mempengaruhi dalam empati dan kreativitas pada anak tumbuh di pembiasaan kecerdasan emosional anak. Guru lingkungan sosial atau sekolah keluarga. Serta, guru diharapkan dapat membimbing anak- mengatur aktivitas sesuai dengan usia atau anak dalam mengendalikan diri dan bertindak kelompok belajar anak, baik dalam bertindak sesuai dengan niat mereka, dengan tekun maupun memberikan rangsangan. Disiplin mengatur emosi. Hasil wawancara dengan bu pada anak dipengaruhi oleh pola asuh JK, mengungkapkan yaitu : keluarga, karena berbagai gaya pola asuh AuUntuk menanamkan kebiasaan tekun, anak-anak perkembangan anak. (Ramadhanti dkk. , 2. menyelesaikan tugas mereka sendiri sebelum Sesuai dengan pendapat bu SA dalam kegiatan bermain, dengan harapan mereka akan wawancara sebagai berikut : terbiasa dengan kedisiplinan tersebut. Selain AuKecerdasan itu, anak-anak diajarkan untuk tekun dalam kemampuan anak untuk berinteraksi dengan kegiatan mengaji di akhir pelajaran sebelum masyarakat baik di lingkungan sekolah pulang, agar mereka dapat memahami huruf- maupun di luar sekolah. Penerapan aspek huruf hijaiyah dengan baik dan benar. Saya emosional pada awal semester memerlukan bimbingan dan arahan, karena anak sedang pentingnya solidaritas, seperti saat mereka mengalami perubahan sikap dan pola asuh berkolaborasi membersihkan mainan atau dari rumah ketika mereka baru memulai P-ISSN :. E-ISSN : anak-anak Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Accepted: Article DOI: Published: pendidikan formal. Oleh karena itu, guru perlu FR diatas interaksi antara guru dan orangtua bersikap sabar dalam memberikan contoh dan memahami dan menyesuaikan tantangan yang anak-anak perkembangan merekaAy. Hasil wawancara dengan bu SA diatas Kemampuan dapat disimpulkan bahwa proses pertumbuhan berkomunikasi dengan kepercayaan pada dan perkembangan anak juga memerlukan orang lain dan kegembiraan dalam melibatkan waktu yang sesuai dengan usia dan gaya orang lain dalam memahami masalah anak, pengasuhan yang diterapkan. Namun hal ini terutama dengan para ahli seperti guru kelas, juga berkaitan dengan kemampuan untuk adalah penting. Kompetensi profesional guru, melibatkan diri atau saling memahami dengan baik dalam metode pengajaran maupun dalam orang lain, serta memiliki jiwa sosial dengan interaksi sosial, sangat diperlukan dalam kecakapan berkomunikasi sesuai wawancara lembaga pendidikan Islam untuk anak usia dengan bu FR yang menyatakan bahwa : (Witarsa & Alim, 2. Namun hal juga AuAnak harus ditanamkan pada anak yaitu mampu kooperatif menyeimbangkan antara kebutuhan sendiri dengan kebutuhan kelompok. Sesuai komunikasi, serta rasa menghargai terhadap dengan pendapat bu JK dalam kegiatan orang lain. Dalam konteks penerapan aspek wawancara sebagai berikut : emosional di kelasnya, masih diperlukan AuKetika bimbingan dan pendampingan dalam setiap mengumpulkan lembar kerja anak pada hari kegiatan pembelajaran, khususnya karena itu, anak-anak membantu dengan sukarela pada tingkat A1 fokus pada pengenalan dan untuk mengumpulkan tugas mereka sendiri. pelatihan interaksi sosial sejak dini di samping Begitu juga, setelah selesai bermain, mereka Proses dengan senang hati membantu merapikan pengenalan dan arahan terkait empati juga mainan ke tempatnya masing-masing. Terkait masih terus berlangsung, mengingat anak- pengelolaan emosi, sebagian besar anak di anak masih berkembang dalam hal rasa ego kelas masih memerlukan arahan karena dan kemampuan sosial mereka. Peran guru beberapa di antaranya masih menunjukkan sangat penting bersama orang tua di rumah perilaku agresif seperti memukul, melempar untuk memperkenalkan serta membiasakan barang, dan menggunakan kata-kata kasar. nilai empati dan kemampuan sosial sejak Oleh karena itu, saya sering berkomunikasi diniAy. dengan orangtua untuk membiasakan anak- Berdasarkan wawancara dengan bu P-ISSN :. E-ISSN : Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Accepted: Article DOI: Published: berbagai aktivitas, baik di rumah maupun di anak dapat dipengaruhi oleh pola asuh Proses ini didukung dengan nasehat orangtua, oleh karena itu penting bagi orang dari guru dan orangtua dalam interaksi tua untuk menggunakan metode pengasuhan sehari-hari untuk membentuk kebiasaan yang yang dapat memfasilitasi perkembangan anak baikAy. (Erdaliameta dkk. , 2. Salah satu upaya Berdasarkan hasil wawancara dengan yang di terapkan TK Muslimat NU 001 bu JK diatas merupakan harapan dari Ponorogo adalah pemberian pemahaman kecerdasan emosional anak yaitu memiliki pentingnya pemahaman pola asuh bagi perasaan kooperatif atas tanggung jawabnya orangtua melalui Aukegiatan parentingAy yang sendiri dengan kebutuhan orang lain. Hasil dilakukan di setiap akhir bulan bersama wali Hal ini bertujuan agar orangtua menunjukkan bahwa membiasakan untuk memiliki pemahaman ilmu dalam mendidik menyusun anak-anak secara acak dalam setiap dan membimbing anak dengan baik, tentunya dalam ajaran Islam sesuai dengan petunjuk Al- setiap kelompok untuk menyelesaikan tugas Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW, yang diberikan, serta memberikan motivasi terdapat pembaharuan dalam penelitian ini dibandingkan dengan studi sebelumnya, di kolaborasi serta perkembangan sosial anak. mana peneliti memusatkan perhatian pada Sedangkan hasil observasi peneliti mengenai emosional di TK Muslimat NU 001 Ponorogo (Rahman Kencana, yang melibatkan beragam gaya pengasuhan antusias serta gigih, dan kecakapan untuk yang dipraktikkan oleh orang tua atau wali memotivasi diri sendiri . Dalam pengendalian Berdasarkan penelusuran peneliti, peneliti terdahulu fokus pada penanaman kemampuan untuk ambisi diri sendiri dengan keagamaan melalui pola asuh prophetic parenting ini pada tingkat sekolah dasar dan mengulang surat pendek setiap pagi, mengajak tidak menggunakan sudut pandang filsafat anak menyelesaikan tugas, melatih mengaji sebagai pendukung penelitian. Iqro setiap akhir pelajaran sebelum pulang. Pentingnya dan menyelenggarakan program bimbingan terkait kecerdasan emosional anak dapat belajar setiap hari kecuali rabu, serta kegiatan mengantarkan anak untuk menyiapkan segala kemungkinan yang terjadi dimasa depan. PEMBAHASAN Argumen tersebut dikuatkan oleh Undang- Pengembangan kecerdasan emosional P-ISSN :. E-ISSN : Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Accepted: Article DOI: 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Published: yang menyinggung Hak dan Kewajiban Orang Penanaman kecerdasan emosional yang Tua sesuai Pasal 7 ayat . Pasal dilakukan di TK Muslimat NU 001 Ponorogo pada anak usia 5-6 tahun merupakan sebagai memiliki hak untuk turut serta dalam memilih mengarahkan anak sebagai bekal dan kesiapan Dengan pendidikan anak mereka. Orang tua dari anak- memberikan stimulus kepada anak, serta anak yang berusia wajib belajar juga memiliki memberikan ilmu parenting bersama orang tua kewajiban untuk memberikan pendidikan berupa kegiatan bulanan diharapkan anak dasar kepada mereka (Pusdiklat Perpusnas. Pendapat senada juga diungkapkan oleh melaksanakan segala hal sesuai dengan Asy-Syantut Khalid Ahmad berpendapat pedoman umat Islam. Hal ini sesuai dengan bahwa orang tua di Indonesia dituntut untuk pandangan filsafat epistemologi yang secara meningkatkan kapasitas, pengetahuan dan ketrampilan dalam mendidik anak. Tuntunan materialnya, memandang pendidikan sebagai dalam meningkatkan diatas tidak hanya suatu proses. Dimana dalam konsep nyatanya menjelaskan asal-usul, proses, hasil bentukan banyaknya permasalahan hidup anak dengan dan arah pergerakan pengetahuan serta bertambahnya usia baik secara fisik maupun menjelaskan terkait konsep Aupengada dan psikis, juga perkembangan ilmu pengetahuan AumengadaAy dari suatu pendidikan itu sendiri dan teknologi saat ini sangat cepat dan terus (Muliawan Ungguh Jasa,2. Epistemologi berkembang dengan pesat. Di dalam dunia pendidikan modern barat berangkat dari parenting orang tua berarti bapak dan ibu, pemikiran Descartes, yang berfokus pada sehingga keduanya memiliki tuntutan untuk meningkatkan kemampuan mereka sebagai . , memiliki dampak yang orang tua, pasangan suami istri perlu bekerja sama dan saling mendukung. Jika ada keluarga Penerapan epistemologi ini dalam pendidikan yang menganggap bahwa membesarkan dan formal di Indonesia, tanpa mempertimbangkan mengajar anak adalah tanggung jawab istri nilai-nilai moral dan agama masyarakat, semata, maka keluarga tersebut memerlukan menimbulkan kekhawatiran. Berbeda dengan teguran atau arahan sedini mungkin bahwa epistemologi pendidikan Islam yang selalu keluarganya dalam keadaan bahaya (Widodo. P-ISSN :. E-ISSN : Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Accepted: Article DOI: nilai-nilai Islam kompleks, sehingga aspek iman, jasmani, dan Published: Parenting dalam Kecerdasan Emosional rohani sama pentingnya dalam pendidikan Kecerdasan Emosional Kemampuan seseorang dalam Islam (Kerwanto, 2. Maka dari itu, pihak sekolah memberikan layanan dan fasilitas Auprophetic parentingAy di setiap bulannya sebagai bentuk komitmen antara orangtua dengan pendidik dalam pengembangan kecerdasan emosional Implementasi dalam mengembangkan tumbuh kembang di TK Muslimat NU 001 Ponorogo pada anak usia 5-6 tahun melalui prophetic parenting yang di teliti dan dibahas oleh peneliti dalam penelitian ini fokus pada Intelligenc. Apabila (Emotional berlandaskan indikator kecerdasan emosional maka kegiatan prophetic parenting dibagi menjadi tujuh hal, termasuk menunjukkan contoh yang baik, menentukan waktu yang sesuai untuk memberikan arahan, bersikap adil dan konsisten dalam memberi perlakuan hak-hak memberikan hadiah atau mainan sebagai meningkatkan ketaatan dan kebaktian, serta (Muhammad Suwaid Nur Abdul, 2. Hasil beberapa hal sebagai berikut : Tabel 4 Pengelompokan Prophetic P-ISSN :. E-ISSN : Semangat Kegiatan Prophetic Parenting . Memberikan contoh teladan kebiasaan pagi, cerita, bernyanyi, lembut, sopan, dan patuh pada . Menentukan waktu yang tepat nasihat, baik itu di awal maupun kondisi anak, saat anak beristirahat, sebelum tidur di . Memperlakukan anak dengan adil dan memberikan kewajiban yang perlakuan yang semua anak, baik dalam hal hak pribadi maupun Namun, khusus selama Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Accepted: Article DOI: Published: waktu tambahan status, fisik, atau . Memberikan anak bisa berupa penghargaan, dan stempel bintang atau bulatan telur Selain itu, diadakan setiap dua bulan sekali. Membimbing ketaatan dengan menjadi contoh melalui nasihat, . Memberikan nasihat kepada berupa teguran, nasihat saat anak kesalahan dan di serta komunikasi dengan orang tua bahwa kegiatan prophetic parenting yang Pada tabel 4 diatas dapat dijelaskan ada ujian, dengan kesadaran diri seseorang Kemampuan memotivasi diri P-ISSN :. E-ISSN : diterapkan di TK Muslimat NU 001 Ponorogo mengendalikan diri, memiliki semangat dan Kontrol merupakan kemampuan mengendalikan diri seseorang dengan mempertimbangkan akibat pada situasi tertentu agar bisa diterima dalam lingkungan sekitarnya. Selain itu mengkontrol diri dapat berdampak positif bagi personal, (Ramadona Dwi Marsela & Supriatna Mamat. Salah satu upaya memacu semangat belajar siswa dapat melalui pemberian tugas mengerjakan tugas, akan diberikan hukuman berupa mengerjakan tugas yang diberikan menjadi dua kali. Hal itu sebagai upaya menumbuhkan tanggung jawab anak terhadap memberikan efek jera kepada anak (Ardi. Kemampuan memotivasi diri sendiri berakar dari kemampuan mengelola emosi secara efektif. Emosi menjadi alat untuk mencapai tujuan, mengendalikan diri, dan mengekspresikan kreativitas. Orang yang memiliki keterampilan ini cenderung lebih produktif dan efektif dalam menjalankan tugas-tugas mereka (Puspita, 2. Dari tiga indikator diatas yang saling berkaitan dimana individu yang sadar diri akan lebih baik dalam mengatur emosi yang menyusahkan selama Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Accepted: Article DOI: Published: akan memprediksi nilai lebih baik daripada IQ, , 2. Hubungan orang tua atau dan menunjukkan motivasi akan berusaha pendidik dengan anakini terlihat pada kegiatan seperti pembiasaan pagi untuk berdoa sehari- menghindari masalah (Herut dkk. , 2. Kecerdasan pagi, kemudian membiasakan anak untuk kemampuan seseorang untuk mengendalikan menyelesaikan tugasnya, mengaji iqro disetiap diri, menunjukkan semangat dan ketekunan, akhir pembelajaran sebelum pulang dan ada serta memotivasi diri sendiri. Keterampilan- program bimbel setiap hari kecuali hari rabu keterampilan ini dapat diajarkan kepada anak- dan lain sebagainya. hari, dan memurojaah surat pendek disetiap Pelaksanaan memaksimalkan potensi intelektual mereka. Muslimat NU 001 Ponorogo pada anak usia 5- apa pun itu. Pelajaran-pelajaran emosi yang kita peroleh dalam masa anak-anak, baik memfokuskan pada program pembiasaan serta dirumah maupun disekolah dapat membentuk sirkuit-sirkuit emosi. Dimana hal tersebut akan maupun diluar pembelajaran . membantu kita dalam cakap terkait masa Sehingga anak mendapatkan stimulus yang kanak-kanak dan remaja adalah waktu yang lebih mendalam dari lingkungan sekolah baik sangat penting untuk membangun dasar-dasar pendidik maupun teman sebayanya melalui kecerdasan emosional. Pada periode ini, kita beberapa kegiatan yang dilakukan bersama. kebiasaan-kebiasaan Serta anak juga dimaksimalkan dengan emosional yang akan memengaruhi kehidupan kontribusi orang tua selama mendidik dirumah kita di masa depan (Daniel Goleman, 1. dengan senantiasa belajar konsep mendidik Sedangkan menurut Patton . yang anak dengan baik di Aukegiatan parentingAy mengungkapkan bahwa kecerdasan emosi disetiap akhir bulan di TK Muslimat NU 001 adalah fondasi dari pembentukan emosi Ponorogo. Dua hal tersebut merupakan lingkungan terpenting dalam mendidik dan mengendalikan reaksi secara positif, optimis, menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik mengelola emosi yang kuat dengan efektif, sesuai dengan pedoman umat Islam yaitu Al- dan memiliki semangat untuk disiplin diri QurAoan dan Hadist serta mengembangkan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. tumbuh kembang anak secara maksimal dan (Wijayanto, 2. Hubungan antara orang tua efektif anak. Hal ini sesuai dengan pandang filsafat epistemologi yang menjelaskan terkait memungkinkan anak untuk mengekspresikan asal-usul, proses, hasil bentukan dan arah perasaan mereka dengan lebih bebas (Sari pergerakan pengetahuan serta menjelaskan P-ISSN :. E-ISSN : Jurnal Warna : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Anak Usia dini. Received: Accepted: Article DOI: Published: terkait konsep Aupengada dan AumengadaAy dari menjelaskan terkait asal-usul, proses, hasil suatu pendidikan itu sendiri. PENUTUP pengetahuan serta menjelaskan terkait Kesimpulan parenting yang diterapkan di TK Muslimat NU 001 Ponorogo dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia 5-6 tahun. Kecerdasan emosional yang diajarkan pada anak fokus pada pembiasaan serta prophetic parenting yang terdiri dari tujuh maupun diluar pembelajaran. Kemudian konsep AupengadaAy dan AumengadaAy dari Implementasi kontribusi orang tua selama mendidik dirumah dengan senantiasa belajar konsep suatu pendidikan itu sendiri. Sehingga pembiasaan sebagai bekal mengkontrol diri dan persiapan diri pada masa yang akan datang. Serta pembekalan melalui kegiatan parenting bersama orangtua anak guna memberikan pengetahuan konsep parenting, serta menyamakan konsep kesepakatan orangtua dengan pendidik SARAN Penerapan prophetic parenting dalam kecerdasan emosional anak melalui sudut mendidik anak dengan baik di Aukegiatan pandang filsafat epistemologi ini memiliki parentingAy disetiap akhir bulan yang cakupan hasil yang banyak, baik pendidik atau diadakan oleh TK Muslimat NU 001 Ponorogo. Dua hal tersebut merupakan perkembangan anak. Diharapkan peneliti lingkungan terpenting dalam mendidik dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik yang sesuai dengan petunjuk bagi umat menggunakan aspek perkembangan maupun Islam yaitu Al-QurAoan serta Hadist dalam mengembangkan tumbuh kembang anak Implementasi kegiatan prophetic parenting yang diterapkan di TK Muslimat NU 001 sudut pandang filsafat yang lain. Agar kedepannya informasi terkait hal ini dapat inovasi yang berguna untuk orang tua dan pendidik dalam mendidik dan memantau perkembangan anak lebih efektif dan efsien. Ponorogo dalam mengembangkan kecerdasan emosional anak usia 5-6 tahun sejalan dengan DAFTAR PUSTAKA