Journal of Science and Clinical Pharmacy Research (JSCPR) Vol. No. Februari 2025 Original Article HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS RASIMAH AHMAD KOTA BUKITTINGGI Maharani Azqiya1. Khairil Armal2. Tika Afriani3 1,2,3 Departmen of Pharmacy. Mohammad Natsir University. Bukittinggi. West Sumatra. Indonesia. Jl. Tan Malaka. Bukik Cangang Kayu Ramang. Kota Bukittinggi Tel. Indonesia. Email: maharaniazqiya37@gmail. com, armalazis71@gmail. com, tika. afriani91@gmail. Journal of Science and Clinical Pharmacy Research. Vol. 1 No. 1 Edisi Februari 2025 Hal 1-11 https://journal. id/index. php/JSCPR Received: 14 Oktober 2024 :: Accepted: 15 Januari 2025 :: Published: 01 Februari 2025 Abstrak Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan penyediaan dan pemberian informasi, rekomendasi obat yang independen, akurat, tidak bias, terkini dan komprehensif yang dilakukan oleh Apoteker kepada dokter. Apoteker, perawat, profesi kesehatan lainnya serta pasien dan pihak lain di luar Rumah Sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pelayanan informasi obat terhadap kepatuhan penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan penelitian korelatif dengan cara mengukur dua variabel. Hasil uji analisa univariat menunjukkan yang mengkonsumsi antibiotik terbanyak pada usia 17-25 tahun sebanyak 19 responden dengan persentase . ,0%), jenis kelamin perempuan 28 responden dengan persentase . ,0%), pekerjaan sebagai pelajar 19 responden dengan persentase . ,0%), jenis penyakit adalah demam sebanyak 28 responden dengan persentase . ,0%), jenis antibiotik yang dikonsumsi adalah amoxicillin sebanyak 39 responden dengan persentase . ,0%). Tingkat kepatuhan penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi tergolong baik, diketahui bahwa dari 50 responden didapatkan 28 responden tergolong patuh dengan persentase . ,0%) lebih dari separuh responden tergolong patuh dalam penggunaan antibiotik. Hasil bivariate menggunakan hasil uji Chi-Square menunjukkan hasil p-value sebesar 0,007 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara pelayanan informasi obat terhadap tingkat kepatuhan dalam penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi. Kata kunci: pelayanan informasi obat (PIO), kepatuhan, antibiotik. Abstract Drug Information Services (PIO) is an activity of providing and providing information, independent, accurate, unbiased, up-to-date and comprehensive drug recommendations carried out by pharmacists to doctors, pharmacists, nurses, other health professions as well as patients and other parties outside the hospital. The aim of Maharani Azqiya. Khairil Armal. Tika Afriani this study was to determine the relationship between drug information services and compliance with antibiotic use at the Rasimah Ahmad Community Health Center. This type of research is research with a correlative research design by measuring two The results of the univariate analysis test showed that those who consumed the most antibiotics at the age of 17-25 years were 19 respondents with a percentage of . 0%), female gender was 28 respondents with a percentage of . 0%), work as a student was 14 respondents with a percentage of . 0%), the type of disease was fever as many as 28 respondents with a percentage of . 0%), the type of antibiotic consumed was amoxicillin as many as 39 respondents with a percentage . 0%). The level of compliance with antibiotic use at the Rasimah Ahmad Community Health Center. Bukittinggi City is classified as good. It is known that out of 50 respondents, 28 respondents were classified as compliant with a percentage . 0%) of more than half of the respondents classified as compliant in the use of antibiotics. Bivariate results using the Chi-Square test results show a p-value of 0. 007 so it can be concluded that there is a significant relationship between drug information services and the level of compliance in the use of antibiotics at the Rasimah Ahmad Community Health Center. Bukittinggi City. Key words: drug information services (PIO), compliance, antibiotics Pendahuluan Pelayanan kefarmasian adalah pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan maksud untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan bagi masyarakat (Permenkes RI No. 74, 2. Manfaat standar pelayanan kefarmasian adalah terhindarnya pasien dari masalah yang berkaitan dengan terapi obat. Salah satu bentuk pelayanan kefarmasian adalah pelayanan informasi obat (Permenkes RI No. 74, 2. Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh tenaga kefarmasian untuk memberikan informasi, rekomendasi obat yang independen, akurat, tidak bias, terkini dan komprehensif yang dilakukan oleh Apoteker kepada dokter. Apoteker, perawat, profesi kesehatan lainnya serta pasien. (Permenkes RI No. 74 ,2. Manfaat dari pelayanan informasi obat berkaitan dengan peningkatan kesehatan masyarakat . , pencegahan penyakit . , penyembuhan penyakit . (Anggraini. , dkk, 2. Antibiotik adalah zat kimiawi yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan ataupun membunuh mikroorganisme Penggunaan antibiotik secara swamedikasi dapat dipengaruhi oleh pengetahuan pengguna. Penggunaan antibiotika yang tidak rasional dapat menimbulkan dampak negatif contohnya berupa efek samping, interaksi dengan obat lainnya, reaksi alergi, dan resistensi pada kuman. Penggunaan antibiotika yang tidak rasional dapat menimbulkan banyak permasalahan salah satunya resistensi terhadap antibiotika (Arang S. dkk,2. JSCPR HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS RASIMAH AHMAD KOTA BUKITTINGGI Resistensi merupakan kemampuan bakteri dalam menetralisir dan melemahkan daya kerja antibiotik. Menurut WHO tahun 2015 angka kematian akibat resistensi. Faktor penting yang menyebabkan tingginya angka resistensi antibiotik ialah penggunaan yang tidak rasional. Berdasarkan hasil penelitian Antimicrobial Resistant in Indonesia (AMRIN-Stud. terdapat 2494 masyarakat yang, 43 % resisten Eschericia coli terhadap berbagai jenis antibiotika antara lain: ampisilin . %), kotrimoksazol . %) dan kloramfenikol . %). (Yulyuswarni, 2. Hasil penelitian yang dilakukan WHO dari 12 negara termasuk Indonesia, sebanyak 53-62% berhenti minum antibiotik ketika merasa sudah sembuh. Resistensi antibiotik saat ini menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat global (Marsudi. , dkk. Kualitas hidup dapat menurun akibat adanya ketidakpatuhan terhadap pengobatan. Salah satu penyebab ketidakpatuhan pasien adalah kurangnya informasi tentang obat. Dengan diberikannya informasi obat kepada pasien maka masalah terkait obat seperti penggunaan obat tanpa indikasi, indikasi yang tidak terobati, dosis obat terlalu tinggi, dosis subterapi, serta interaksi obat dapat dihindari (Nuraini. Salah satu faktor yang menyebabkan kepatuhan dalam penggunaan antibiotik pada pasien adalah dengan dilakukannya PIO. Sementara itu penelitian serupa belum pernah dilakukan di Puskesmas Rasimah Ahmad. Berdasarkan uraian latar belakang di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai AuHubungan Pelayanan Informasi Obat Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien Dalam Penggunaan Antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad. Metode Penelitian Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian korelatif. Penelitian korelatif merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk membuktikan sejauh mana keterkaitan hubungan suatu variabel dengan satu atau lebih variabel lain. Pengujian korelasi tersebut harus menggunakan teknik analisis korelasi (Sugiyono, 2. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi pada bulan September 2024. Sampel dan Teknik Pengumpulan Sampel Sampel Sampel penelitian ini adalah pasien yang mendapatkan pelayanan dan menebus obat antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad pada bulan September tahun 2024 yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 50 ycA n = 1 N ()A JSCPR Maharani Azqiya. Khairil Armal. Tika Afriani Keterangan: n = Ukuran besaran minimal sampel N = Ukuran besaran populasi = Tingkat kesalahan yang diharapkan 0,1 . %) Berdasarkan rumus maka jumlah sampel penelitian ini adalah n = 1 100 . A n= 2 n = 50 Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah lembaran check list pemberian informasi obat pada pasien rawat jalan yang diambil dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Kuisioner yang digunakan yaitu kuisioner Morisky Medication Adhrence Scale (MMAS. Jawaban AuYAAy memiliki skor 0 dan AuTIDAKAy memiliki skor 1 Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian ini telah dilaksanakan di Puskesmas Rasimah Ahmad Bukittinggi berdasarkan karakteristik responden meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, penyakit, jenis obat dan pelayanan informasi obat Tabel 1. Distribusi Karakteristik Pasien Yang Menggunakan Antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi Karakteristik Responden Usia Jenis Kelamin Laki Ae Laki Perempuan Pekerjaan IRT Wiraswasta Frekuensi Persentase JSCPR HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS RASIMAH AHMAD KOTA BUKITTINGGI Pelajar PNS Penyakit Sakit gigi Demam tifoid Diare Flu/Batuk ISK Jenis Obat Amoxicillin 500 Ciprofloxacin 500 Cotrimoxazole 480 Cefixime 100 Pelayanan Informasi Obat Tidak baik Baik Dari hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan usia menunjukkan bahawa prevalensi tertinggi penggunaan antibiotik yaitu pasien dengan usia 17-25 tahun sebanyak 19 responden . ,0%). Dari hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi penggunaan antibiotik yaitu pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 orang . ,0%) dan pasien berjenis laki Ae laki 22 . %). Dari hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan jenis pekerjaan menunjukkan bahawa prevalensi tertinggi penggunaan antibiotik yaitu pasien yang bekerja sebagai pelajar sebanyak 19 orang . %). IRT 13 orang . %), wiraswata 11 orang . %) dan PNS 7 orang. %). Dari hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan jenis penyakit dari tabel 4 menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi penggunaan antibiotik yaitu pasien dengan jenis penyakit demam tifoid sebanyak 28 responden . ,0%), flu/batuk sebanyak 9 orang . %), sakit gigi sebanyak 7 orang . %), diare 5 sebanyak orang . %) dan ISK sebanyak 1 orang . %). Dari hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan jenis antibiotik yang digunakan menunjukkan bahawa prevalensi tertinggi penggunaan antibiotik yaitu paling banyak dikonsumsi yaitu amoxicillin sebanyak 39 responden . ,0%), setelah itu ciprofloxacin 500 sebanyak 5 orang . %), cotrimoxazole 480 sebanyak 5 orang . %) dan cefixime 100 sebanyak 1 orang . %). Dari hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan pelayanan informasi obat yang telah dilakukan oleh tenaga kefarmasian menunjukkan bahwa lebih banyak JSCPR Maharani Azqiya. Khairil Armal. Tika Afriani responden mendapatkan pelayanan informasi dengan baik yaitu sebanyak 33 responden dengan persentase . ,0%), sedangkan yang mendapatkan pelayanan informasi obat yang tidak baik sebanyak 17 responden dengan persentase . ,0%). Tabel 2. Hasil Uji Analisis Bivariat Hubungan Pelayanan Informasi Obat Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien Dalam Penggunaan Antibiotik Di Puseksmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square Continuity Correctionb Likelihood Ratio FisherAos Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases Asymptoti Significanc e . -side. Exact Sig. -side. Exact Sig. 0 cells . 0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 7. Computed only for a 2x2 table Berdasarkan hasil uji bivariat pada menggunakan metode uji Chi-Square didapatkan pvalue sebesar 0,007 . <0,. , sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pelayanan informasi obat terhadap tingkat kepatuhan dalam penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad. Pembahasan Karakteristik Responden Usia Responden Dari hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan usia menunjukkan bahawa prevalensi tertinggi penggunaan antibiotik yaitu pasien dengan usia 17-25 tahun sebanyak 19 responden . ,0%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Wulandari. A . yang berjudul Perilaku Penggunaan Antibiotik di Masyarakat diperoleh data dengan usia responden terbanyak pada rentang usia produktif yaitu 17-25 tahun . ,7%). JSCPR HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS RASIMAH AHMAD KOTA BUKITTINGGI Jenis Kelamin Responden Dari hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi penggunaan antibiotik yaitu pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 28 orang . ,0%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Oktaviani. N . yang berjudul Tingkat Kepatuhan Pasien Dalam Menggunakan Antibiotik Amoxicillin di Puskesmas Masgabik Tahun 2023, diperoleh data dari 100 responden sebanyak, sebanyak 58 responden perempuan. Hal ini disebabkan karena perempuan mudah mengalami ketegangan atau stress. Dengan begitu perempuan menginginkan untuk mendapat bantuan kesehatan apabila mengalami masalah kesehatan dibandingkan laki Ae laki Akbar, . Pekerjaan Dari hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan jenis pekerjaan menunjukkan bahawa prevalensi tertinggi penggunaan antibiotik yaitu pasien yang bekerja sebagai Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rachmawati. W . yang berjudul Faktor dalam swamedikasi antibiotika untuk penanganan penyakit periodontal oleh masyarakat di Kecamatan Godean. Sleman. Yogyakarta, diperoleh data sebanyak 68 responden . ,9%) dengan status pekerjaan sebagai pelajar. Jenis Penyakit Responden Dari hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan jenis penyakit menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi penggunaan antibiotik yaitu pasien dengan jenis penyakit demam tifoid sebanyak 28 responden . ,0%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putri. S . yang berjudul Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada pasien demam tifoid di instalasi rawat inap Rumah Sakit AuXAy Indramayu Dengan Metode Gyssens dari data yang didapatkan sebanyak 36 pasien . ,4%) mendapatkan pengobatan yang rasional untuk demam tifoid. Jenis Antibiotik Yang Digunakan Responden Dari hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan jenis antibiotik yang digunakan menunjukkan bahawa prevalensi tertinggi penggunaan antibiotik yaitu paling banyak dikonsumsi yaitu amoxicillin sebanyak 39 responden . ,0%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh penelitian sebelumnya Andiarna . yang berjudul Pendidikan Kesehatan tentang Penggunaan Antibiotik secara Tepat dan Efektif sebagai Upaya Mengatasi Resistensi Obat diperoleh data jenis antibiotik yang sering digunakan adalah amoxcilin sebanyak . ,2%). JSCPR Maharani Azqiya. Khairil Armal. Tika Afriani Pelayanan Informasi Obat Yang Didapatkan Responden Dari hasil penelitian karakteristik responden berdasarkan pelayanan informasi obat yang telah dilakukan oleh tenaga kefarmasian menunjukkan bahwa lebih banyak responden mendapatkan pelayanan informasi dengan baik yaitu sebanyak 33 responden dengan persentase . ,0%), sedangkan yang mendapatkan pelayanan informasi obat yang tidak baik sebanyak 17 responden dengan persentase . ,0%). Hasil Uji Chi-Square Berdasarkan hasil uji statistic pada tabel 6 menggunakan metode uji Chi-Square didapatkan p-value sebesar 0,007 . <0,. , sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pelayanan informasi obat terhadap tingkat kepatuhan pasien dalam penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sriwijaya. A . yang berjudul Pengaruh Pelayanan Informasi Obat (PIO) terhadap Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru Kategori 1 di Puskesmas Dempo Palembang diperoleh data pengaruh pelayanan informasi obat (PIO) terhadap kepatuhan dianalisis dengan menggunakan uji Chi square yang kemudian diperoleh nilai Asymp Sig. -side. adalah 0,024 nilai tersebut < A = 0,050 sehingga membuktikan bahwa ada hubungan antara pelayanan informasi obat dengan tingkat kepatuhan minum obat. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikansi antara pelayanan informasi obat terhadap tingkat kepatuhan pasien dalam penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi yang memperoleh hasil p-value 0,007 . < 0,. Bibliografi Anggraini. Yulia. Y D. Rahyunita. Nurhaeni. Nabila. , & St. Atifah A. Usman. Penerapan Pelayanan Informasi Obat di Beberapa Puskesmas Kota Makassar. Original Article. Ardiyanto. Weny. Deby. Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Penggunaan Antibiotik di Beberapa Apotek di Kota Ternate. Pharmacy Medical Journal. Vol. 4 No. Ainun. Claudia,Y. Rahmawardany. Perilaku Penggunaan Antibiotik di Masyarakat. Jurnal Ilmu Kefarmasian Sainstech Farma Vol 15 No 1. JSCPR HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS RASIMAH AHMAD KOTA BUKITTINGGI April. Dianita. Ratri. Halimatus. Bella. Aristia. Arista. W N. Evaluasi Pelayanan Informasi Obat Pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas X Kabupaten Bangkalan. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education 3. Erna. Hubungan Pelayanan Informasi Obat Terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien Hipertensi di Puskesmas Sikuma Kota Kupang Tahun 2019 Universitas Citra Bangsa. Skripsi. Eva. Fenny. Desy. Maulida. Dinda. Adinda. Putri. Pelayanan Informasi Obat Pada Beberapa Apotek di Kota Medan. Jambura Journal of Health Science And Research. Funsu. Irul. Eva. A . Pendidikan Kesehatan tentang Penggunaan Antibiotik secara Tepat dan Efektif sebagai Upaya Mengatasi Resistensi Obat. Journal of Community Engagement and Employment. Ivoryanto. Sidharta. , & Illahi. K . Hubungan Tingkat Pendidikan Formal Masyarakat Terhadap Pengetahuan Dalam Penggunaan Antibiotika Oral di Apotek Kecamatan Klojen . Pharmaceutical Journal of Indonesia, 2. Lusi. Almasyhuri. Ahmad. Evaluasi Kepatuhan Pasien Pada Penggunaan Antidiabetik Oral Dengan Metode Pill- Count dan MMAS-8 Di Rumah Sakit PMI Kota Bogor. Jurnal Ilmiah Terapan Universitas Jambi Vol 6. No 1. Muzni. Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Obat Antibiotik Di Desa Batumirah Kabupaten Tegal. Politeknik Harapan Bersama. Tegal. Nurul. Syarifuddin. Hasta. Nasrudin A. M & Alamanda. Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Terhadap Pemakaian Antibiotik pada Anak di RSUD Abepura. Fakami Medical Journal. Vol 3. No 12. Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor 74 Tahun. Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun. Tentang Pedoman Peenggunaan Antibiotik. Plakas. Mastrogiannis. Mantzorou. Adamakidou,T. Fouka. Bouziou. Morisky. Validation of the 8-item Morisky medication-adhe-rence scale in chronically ill ambulatory patients, in rural Greece. Open Journal of Nursing. JSCPR Maharani Azqiya. Khairil Armal. Tika Afriani Reza. Hilma. Elly. Pengaruh Pelayanan Informasi Obat (PIO)terhadap Kepatuhan Pasien TuberkulosisParu Kategori 1 di Puskesmas Dempo Palembang. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi Vol 1. Qodria. Perbedaan Tingkat Pengetahuan. Persepsi, dan Pengalaman Penggunaan Obat Generik Di Kalangan Mahasiswa Kesehatan Dan Non Kesehatan Di Universitas Jember. Skripsi. Jember: Universitas Jember. Risnawati. Buku Antibiotik & Resistensi Antibiotik. Yogyakarta. Mayu W. Dhienda. Aryan. Nunuk. Faktor dalam swamedikasi antibiotika untuk penanganan penyakit periodontal oleh masyarakat di Kecamatan Godean. Sleman. Yogyakarta. Clinical Dental Journal. Vol 8 No 3. Sabrina. Dina. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan AntibiotikPada Pasien Demam Tifoid Di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit AuXAy Indramayu Dengan Metode Gyssens. Jurnal Farmasi Dan Framakokinetika. Vol 1. No 1. Septi. Mifta. Fina. Husnawati. Tingkat Kepuasan Responden Terhadap Pemberian Informasi Obat di Apotek Mandiri Smart Kota Pekanbaru. Jurnal Ilmu Kefarmasian. Sherly T. Fonny. C dan Sianipar E. A, . Penggunaan Antibiotika yang Rasional pada Masyarakat Awam di Jakarta. Jurnal Mitra, 3 . Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Cv. Alfabeta: Bandung. Trikhanah. Hubungan Pelayanan Informasi Obat Dengan Kepuasan Pasien Di Rumah Sakit Mutiara Bunda Kabupaten Brebes. Politeknik Harapan Bersama Tegal. Karya Tulis Ilmiah. Tegal. Utari. Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Antibiotik Terhadap Tingkat Kepatuhan Penggunaan Pada Mahasiswa Non Kesehatan UMSU. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara. Medan. US Departement of Veterans Affairs. General Spectrum of Antibiotics. In 2019 Utari. Hubungan Antara Pengetahuan Dan Kepatuhan Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Dewasa Rawat Jalan Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sruweng. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Gombong. JSCPR HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS RASIMAH AHMAD KOTA BUKITTINGGI WHO. Antibiotic Resistance: Multi Country Public Awarness Survey, 1-4. Yulyuwarni, 2017. Profil Pelayanan Informasi Obat Terhadap Pasien dengan Resep Antibiotika di Apotek Kota Bandar Lampung. Jurnal Analis Kesehatan. JSCPR