Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 Vol. 9 No. September 2024 ANALISIS KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN DIABETES MELITUS TYPE 2 KABUPATEN OGAN ILIR TAHUN 2024 ANALYSIS OF MEDICATION COMPLIANCE WITH TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS OGAN ILIR DISTRICT 2024 Widiawati1. Ali Harokan2. Akhmad Dwi Priyatno3 1,2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Husada. Palembang,Indonesia e-mail korepondensi: widiwidiawati75@gmail. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya komplikasi jika tidak diberikan pengobatan yang tepat. Masih tinggi kasus diabetes melitus, dimana terjadinya peningkatan kasus diabetes melitus dari tahun ketahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi pada penelitian ini adalah 710 pasien diabetes melitus yang berkunjung di Puskesmas pada tahun 2023, dengan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 orang. Cara pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Penelitian ini telah di laksanakan pada tanggal 10-29 Februari 2024. Teknik pengumpulan data dengan wawancara menggunakan Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square dan multivariate regresi logistik. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan motivasi . value 0,. , dan peran petugas . value 0,. terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Tidak ada hubungan umur . value 0,. , jenis kelamin ( p value 0,. , pengetahuan ( p value 0,. dan dukungan keluarga ( p value 0,. terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Faktor yang paling dominan dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024 yaitu motivasi . value 0,. dds ratio 3,. , artinya jika motivasi cukup cenderung 3. 07 kali akan tidak patuh minum obat dibandingkan dengan motivasi Kesimpulan ada hubungan motivasi dan peran petugas. Tidak ada hubungan umur, jenis, pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Diharapkan pihak Puskesmas terus menerus memberikan motivasi serta dukungan ke penderita diabetes melitus untuk patuh minum obat diabetes melitus serta meningkatkan peran serta pasien melalui program pengelolaan penyakit kronis . Kata kunci : Kepatuhan, diabetes melitus, puskesmas ABSTRACT Diabetes mellitus is a disease that can cause complications if proper treatment is not given. There are still high cases of diabetes mellitus, where there is an increase in diabetes mellitus cases from year to year. This study aims to determine factors related to medication adherence in diabetes mellitus patients at the Pegayut Community Health Center. Ogan Ilir Regency in 2024. The design of this research is quantitative with a crosectional approach. The population in this study was 710 diabetes mellitus patients who visited the Community Health Center in 2023, with a total sample of 88 people in this study. The sampling method uses purposive sampling. This research was carried out on 10-29 February 2024. Data collection techniques are interviews using questionnaires. Bivariate data analysis used the Chi-Square test and multivariate logistic The results of the research show that there is a relationship between motivation . and the role of officers . on compliance with taking medication for diabetes mellitus patients at the Pegayut Community Health Center. Ogan Ilir Regency in 2024. There is no relationship between age . value 82 ), gender . , knowledge . and family support . on medication adherence for diabetes mellitus patients at the Pegayut Community Health Center. Ogan Ilir Regency in 2024. The most dominant factors with compliance with taking medication for diabetes mellitus patients at the Pegayut Community Health Center. Ogan Ilir Regency in 2024, namely motivation . dds ratio 3. meaning that if motivation is sufficient, they are 3. 07 times less likely to comply with medication compared to those with good motivation. The conclusion is that there is a relationship between motivation and the role of There is no relationship between age, type, knowledge and family support on compliance with taking Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 Vol. 9 No. September 2024 medication for diabetes mellitus patients at the Pegayut Community Health Center. Ogan Ilir Regency in 2024. It is hoped that the Community Health Center will continue to provide motivation and support to diabetes mellitus sufferers to comply with taking diabetes mellitus medication and increase their participation. through a chronic disease management program . Keywords: Compliance, diabetes mellitus, health center. PENDAHULUAN IDF mencapai 10,3 juta orang, menempati peringkat keenam di dunia. Data RISKESDAS 2018 menjelaskan prevalensi diabetes melitus secara nasional sebesar 10,9% atau sekitar 20,4 juta orang Indonesia terkena diabetes melitus. Pasien diabetes melitus juga sering mengalami komplikasi akut dan kronik yang serius dan dapat menyebabkan kematian . Banyak penyebab ketidak patuhan pada pengobatannya seperti rasa tidak nyaman menyebabkan pasien berhenti minum obat, serta merasa kondisinya lebih baik, beberapa pasien menghentikan terapi tanpa berkonsultasi dengan dokter dan tenaga kesehatan . Di seluruh dunia, tingkat kepatuhan pengobatan diabetes berkisar antara 36 dan Ketidakpatuhan terhadap obat penurun glukosa darah atau penurun lipid dikaitkan dengan kadar HbAIc dan kolesterol yang lebih tinggi. Akibatnya, sangat penting untuk mencapai kontrol metabolisme . Pada tahun 2000 dan 2019, angka kematian akibat diabetes meningkat sebesar 3% berdasarkan usia. Diabetes dan menyebabkan sekitar 2 juta kematian pada tahun 2019 . Pada tahun 2014, 8,5 persen orang dewasa berusia 18 tahun ke atas menderita Pada tahun 2019, diabetes menjadi penyebab langsung 1,5 juta kematian, dan 48% dari seluruh kematian akibat diabetes terjadi sebelum usia 70 000 kematian karena diabetes dan penyakit ginjal lainnya. glukosa darah adalah penyebab 20% kematian kardiovaskular . Di Amerika 28,7 juta orang dari segala usia atau 8,7% populasi AS telah didiagnosis diabetes . Diabetes mematikan ketiga di Indonesia setelah stroke dan jantung, menyebabkan sekitar 10 juta kematian setiap tahun. Jumlah penderita diabetes di Indonesia dapat meningkat dua sampai tiga kali lipat dalam waktu sepuluh tahun mendatang, dan jika gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengurangi konsumsi makanan berlebihan dan merokok, dihindari, jumlah penderita diabetes dapat mencapai 30 juta orang pada tahun 2030 . Gejala diabetes antara lain poliuria, haus, penglihatan kelainan dan penurunan berat badan. Dalam beberapa kasus, ada lebih banyak lagi bentuk ketoasidosis diabetikum yang parah dan hiperosmolar yang dapat menyebabkan pingsan dan koma . Lebih dari setengah miliar orang di seluruh dunia hidup dengan diabetes pada tahun 2021, atau tepatnya 537 juta orang. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta pada tahun 2045 . Prevalensi Diabetes di Indoenesia meningkat Riskesdas 2007 berjumlah 5,7% dan Riskesdas tahun 2016 berjumlah 6,9% . Untuk mencegah atau menunda timbulnya diabetes tipe 2, dapat mematuhi pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, menjaga berat badan normal dan menghindari tembakau. Selain itu, pola makan, aktivitas fisik, pengobatan dan Penduduk Indonesia saat ini 240 juta dan perkiraan pasien diabetes melitus menurut Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 pemeriksaan rutin serta pengobatan komplikasi juga dapat diobati. berhubungan dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Didalam penelitian ini variabel yang diteliti adalah umur, jenis kelamin, pengetahuan, dukungan keluarga, motivasi dan peran petugas kesehatan. Data diabetes melitus di Sumatera Selatan pada tahun 2020 berjumlah 172044 kasus, pada tahun 2021 berjumlah 279345 kasus dan pada tahun 2022 berjumlah 435512 kasus . Di Kota Palembang terdapat 1522 kasus diabetes melitus . METODOLOGI PENELITIAN Penelitian berjudul analisis kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus type 2, hasil penelitian menunjukan ada hubungan umur,pendidikan, pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan minum obat diabetes melitus di Puskesmas Bumi Lampung Tahun 2023 . Desain penelitian ini adalah kuantitatif Populasi pada penelitian ini adalah 710 pasien diabetes melitus yang berkunjung di Puskesmas pada tahun 2023, dengan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 88 orang. Besar sampel Cara Purposive sampling. Penelitian ini telah di laksanakan pada tanggal 10-29 Februari Pelaksanaan pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan dengan cara melakukan wawancara pada responden dengan menggunakan alat bantu kuisioner, yang berisi sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh responden serta data sekunder data Puskesmas Pegayut. Analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi, bivariat menggunakan chisquare dan multivariat regresi logistik. Penelitian berjudul faktor-faktor yang pengobatan pasien diabetes melitus Tipe 2, hasil faktor yang berhubungan dengan kepatuhan, yaitu usia, jenis kelamin , pekerjaan, motivasi diri, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan . Dari hasil studi pendahuluan diperoleh data diabetes melitus pada tahun 2021 sebanyak 1454 kasus, pada tahun 2022 berjumlah 710 kasus. Kasus diabetes melitus di Puskesmas Pegayut tahun 2023 pada bulan Oktober sebanyak 170 kasus, pada bulan November sebanyak 180 kasus dan pada bulan Desember sebanyak 200 kasus diabetes melitus . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai faktor yang Tabel 1. Distribusi Frekuansi Karakteristik Responden Variabel Kepatuhan Tidak patuh Vol. 9 No. September 2024 HASIIL Frekuensi . Persentase (%) Patuh Umur Dewasa awal Dewasa lanjut Jenis kelamin Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 Variabel Vol. 9 No. September 2024 Laki-laki Frekuensi . Persentase (%) Perempuan Pengetahuan Cukup Baik Dukungan Keluarga Cukup Baik Motivasi Cukup Baik Cukup Baik Peran petugas kesehatan Dari hasil penelitian variabel kepatuhan tidak patuh 45 responden . ,1%), patuh 43 responden . ,9%). Variabel umur dewasa awal 45 responden . ,1%), dewasa lanjut 43 responden . ,9%). Variabel jenis kelamin laki-laki 29 responden . ,0%), perempuan 59 responden . ,0%). Variabel pengetahuan cukup 50 responden . ,9%), baik 38 responden . ,2%). Variabel dukungan keluarga cukup 58 responden . ,9%), baik 30 responden . ,1%). Variabel motivasi cukup 45 reponden . ,1%), baik 43 responden . ,9%). Variabel peran petugas kesehatan cukup 44 responden . ,0%), baik 44 responden . ,0%) Tabel 2. Analisis Bivariat Kepatuhan Variabel Umur Dewasa awal Dewasa lanjut Jenis kelamin Laki-laki Perempuan Pengetahuan Cukup Baik Dukungan keluarga Cukup Baik Motivasi Cukup Baik Peran petugas Cukup Baik Total pValue Tidak patuh Patuh 0,82 0,88 0,68 0,15 0,01 0,03 Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 Umur Vol. 9 No. September 2024 kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Dari hasil uji statistik diperoleh nilai p Value 0,82, maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara umur dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Penelitian ini sejalan dengan penelitian berjudul pengaruh usia dan jenis kelamin pada kepatuhan pasien diabetes melitus menggunakan obat antidiabetes di Perum Ketapang Sokaraja Kulon, hasil penelitian tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kepatuhan pasien diabetes melitus menggunakan obat antidiabetes . Penelitian ini sejalan dengan penelitian berjudul hubungan karakteristik dengan kepatuhan minum obat antidiabetes pasien diabetes melitus di pelayanan kesehatan Kota Cirebon, hasil penelitian tidak ada hubungan usia ( p Value 0,. dengan kepatuhan minum obat antidiabetes pasien diabetes melitus . Penelitian ini sejalan dengan penelitian berjudul kepatuhan pasien diabetes melitus dalam menjalani pengobatan: determinan faktor yang berhubungan, hasil penelitian tidak ada hubungan jenis kelamin dengan kepatuhan pasein diabetes melitus menjalani pengobatan . Penelitian ini sejalan dengan penelitian berjudul kepatuhan pasien diabetes melitus dalam menjalani pengobatan: determinan faktor yang berhubungan, hasil penelitian tidak ada hubungan umur . Value 0,. dengan kepatuhan pasein diabetes melitus menjalani pengobatan . Pendidikan kesehatan merupakan salah satu langkah pencegahan DM melalui pemberian informasi berupa pengetahuan tentang emosional, intelektual, maupun spiritual dan pengetahuan yang berkaitan dengan lingkungan, fisik, dan sosial. Pendidikan kesehatan yang diberikan untuk mengasah pengetahuan, sikap individu maupun tindakan dan diarahkan pada pencegahan diabetes yang lebih baik . Diabetes menpengaruhi orang dewasa, namun juga anak-anak dan remaja uang berusia sampai dengan 19 tahun. Diabetes melitus pada tahun 2021 ini berjumlah 541 juta yang diperkirakan lebih dari 6,7 juta pada kelompok orang dewasa berusia antara 20-9 tahun . Berdasarkan asumsi penelitian sebagian besar responden jenis kelamin perempuan. Baik laki-laki dan perempuan mempunyai risiko yang sama akan terkena diabetes melitus jika tidak mempunyai perilaku dan gaya hidup yang sehat, sehingga jenis kelamin tidak berhubungan secara langsung dengan kejadian diabetes melitus. Berdasarkan asumsi penelitian sebagian besar responden berumur dewasa awal. Kejadian diabetes melitus bukan saja di disebabkabkan oleh faktor usia, seiring dengan peningkatan usia, tetapi lebih banyak berhubungan oleh faktor lain seperti gaya hidup yang tidak sehat. Pengetahuan Hasil uji statistik diperoleh nilai p Value 0,68, maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Jenis kelamin Hasil uji statistik diperoleh nilai p Value 0,88, maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 Ogan Ilir Tahun 2024 Vol. 9 No. September 2024 penderita diabetes melitus tipe II, hasil penelitian tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita diabetes melitus tipe II . Penelitian ini sejalan dengan penelitian berjudul Hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes tipe II di RSPAD Gatot Soebroto, hasil penelitian tidak ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes tipe II . Penelitian ini sejalan dengan penelitian berjudul hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan DIIT anggota keluarga diabetes mellitus, hasil penelitian tidak ada hubungan dukungan keluargan terhadap kepatuhan . Penelitian ini sejalan dengan penelitian berjudul hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan minum obat diabetes melitus pasien geriatri di Puskesmas Karawang, hasil penelitian tidak ada hubungan pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat diabetes melitus pasien geriatri . Dukungan keluarga yang baik akan merasa dihargai dan diperlukan sehingga timbul rasa percaya diri dan motivasi dari dalam diri pasien untuk menjaga pola hidup mereka agar dapat mengontrol kadar gula Kadar gula darah yang baik dapat dipengaruhi oleh dukungan keluarga yang baik . Pengetahuan merupakan bagian esensial pengetahuan merupakan buah dan aktivitas berfikir yang dilakukan oleh manusia. Pengetahuan dapat berupa pengetahuan empiris dan rasional. Pengetahuan empiris menekankan pada pengalaman indrawi dan pengamatan atas segala fakta tertentu . Berdasarkan asumsi penelitian sebagian besar responden dukungan keluarga responden cukup. Dukungan keluarga pada keluarga yang menderita diabetes melitus perlu dilakukan, dengan dukungan keluarga, merasa diperhatikan, dihargai serta mendapatkan bantuan dari orang Berdasarkan asumsi penelitian sebagian besar responden pengetahuan responden Pengetahuan akan penyakit diabetes melitus perlu diberikan kepada pasien untuk mengasah pengetahuan, sikap tindakan dan diarahkan pada Pengetahuan mengenai diabetes melitus bisa didapatkan melalui penjelasan oleh petugas kesehatan di Puskesmas melalui program proglanis. Motivasi Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara motivasi p Value 0,01 dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Dari hasil analisa juga diperoleh nilai OR= 0,34 yang artinya responden motivasi cukup memiliki risiko 0,34 kali untuk tidak patuh dibandingkan dengan responden dengan motivasi baik Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Dukungan keluarga Dari hasil uji statistik diperoleh tidak ada hubungan antara dukungan keluarga p Value 0,15 dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Penelitian ini sejalan dengan penelitian berjudul hubungan motivasi terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita diabetes melitus tipe II, hasil penelitian ada Penelitian ini sejalan dengan penelitian dengan judul kepatuhan minum obat pada Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 hubungan motivasi terhadap kepatuhan pengobatan pada penderita diabetes melitus tipe II . Vol. 9 No. September 2024 dukungan keluarga cukup memiliki risiko 0,36 kali untuk tidak patuh dibandingkan dengan responden dengan dukungan keluarga baik di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Penelitian ini sejalan dengan penelitian berjudul hubungan motivasi diri dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus tipe II, hasil penelitian ada hubungan motivasi kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus tipe II Penelitian ini sejalan dengan penelitian dengan judul kepatuhan minum obat pada penderita diabetes melitus tipe II, hasil penelitian ada hubungan peran petugas dengan kepatuhan minum obat pada penderita diabetes melitus tipe II . Motivasi merupakan suatu dorongan dari dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai suatu Motivasi merupakan interaksi seseorang dengan situasi tertentu yang Motivasi yaitu suatu alasan seseorang untuk bertindak dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya . Penelitian lainnya berjudul faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2, hasil penelitian ada hubungan dukungan tenaga kesehatan dengan kepatuhan pengobatan pasien diabetes melitus . Petugas kesehatan membantu pasien agar tidak lupa minum obat diantaranya membantu memberikan kartu pengingat minum obat yang ditandai bila pasien sudah meminum obat dan memberikan informasi tambahan untuk pasien yang sulit mencengar dan melihat dan memberikan dukungan serta motivasi . Berdasarkan asumsi penelitian sebagian besar responden cukup, motivasi dalam menjalani pengobatan diabetes melitus datangnya dari diri sendiri,niat untuk sembuh serta dorongan dalam konsumsi obat diabetes melitus selain dorongan dari keluarga yang menderita diabetes melitus. Peran petugas Berdasarkan asumsi penelitian sebagian besar responden sama cukup dan baik. Peran petugas memberikan pemahaman mengobatan diabetes melitus, selain itu petugas kesehatan memberikan informasi berhubungan dengan penyakit diabetes melitus serat memberikan dukungan ke pasien untuk menjalani pengobatan. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara peran petugas p Value 0,03 dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus di Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2024. Dari hasil analisa juga diperoleh nilai OR= 0,36 yang artinya responden Tabel 3. Analisis Multivariat pValue Motivasi 0,01 3,07 Faktor yang paling dominan kepatuhan minum obat diabetes melitus. 95,0% C. for EXP(B) Lower Upper 1,28 7,33 Dari hasil akhir analisis multvariat ternyata variabel yang paling dominan terhadap Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-MaAoarif Baturaja P-ISSN: 2503-1392 E-ISSN: 2620-5424 Vol. 9 No. September 2024 DAFTAR PUSTAKA