Accounting Research Journal of Sutaatmadja (ACCRUALS) Volume 10 Nomor 01 Tahun 2026 (Hal : 1-. DOI : . 35310/accruals. https://ojs. id/index. php/accruals/index ISSN 2614-5286 (Prin. ISSN 2615-0409 (Onlin. CATUR PURUSA ARTHA VS TRI KAYA PARISUDHA CHESS ON THE LEVERS OF CONTROL TOWARDS THE PERFORMANCE OF VILLAGE-OWNED BUSINESS ENTITIES I Made Pradana Adiputra1 Edy Sujana 2 Desak Nyoman Sri Werastuti3 Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja. Indonesia adiputra@undiksha. INFO ARTIKEL ABSTRACT Histori Artikel : Tgl. Masuk : 15-09-2025 Tgl. Diterima : 19-01-2026 Tersedia Online : 31-03-2026 Keywords: The establishment of BUMDES is one of the efforts to accelerate the management of poverty including in Bali. Fraud cases related to the management of BUMDes funds occur a lot in Buleleng Regency. At least 4 cases out of 6 cases that occurred in Bali Province occurred in Buleleng Regency. This research aims to religious value of Catur Purusa Artha (CPA) and Tri Kaya Parisuda (TKP) on the elements of the management control system, namely the levers of control over the performance of BUMDes in Buleleng Regency. Data collection through primary data collection with questionnaires to BUMDes managers. Data analysis is carried out through a hypothesis testing process that is formulated through an interaction/moderation regression test between levers of control with CPA and TKP on BUMDes performance. The results from 75 questionnaires that can be processed show that both CPA and TKP positively affect the impact of LoC on the performance of BUMDes. Based on the significance value, it proves that CPA has a stronger moderation influence than the crime scene. This shows that CPA is considered to have a stronger role in the personal BUMDes manager in Buleleng Regency in carrying out the organization's operations without disregarding the value of the crime scene as a religious or cultural value in Bali. love of control, catur purusa artha, tri kaya parisudha, bumdes performance PENDAHULUAN Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (UU Des. Pasal 1 ayat 6 menyatakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. adalah badan usaha dengan sebagian besar atau seluruh modal usaha dimiliki oleh desa yang berupa kekayaan desa dan digunakan untuk memaksimalkan kesejahteraan masyarakat desa. BUMDesa didirikan untuk mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan pelayanan, dan/atau menyediakan jenis usaha lainnya untuk sebcsar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa (Pasal 1 Ayat 1 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Badan Usaha Milik Desa/PP BUMDes. Tujuan BUMDes mewujudkan otonomi desa serta mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADe. (Sundariani & Yudantara, 2. Pembentukan BUMDES menjadi salah satu upaya untuk mempercepat penanganan kemiskinan termasuk di Bali. Berdasarkan Volume 10. No. 01 Ae Maret https://sid. id/bumdes per 2023, jumlah BUMDes di Bali sebanyak kabupaten/kota. Jumlah BUMDes terbanyak kedua . ang sebelumnya pada peringkat pertam. terdapat di Kabupaten Buleleng yaitu 123 unit. Jumlah BUMDes menunjukkan adalanya masalah dalam Pada berbagai sumber dimaksud berupa kasus kecurangan dalam pengelolaan dana BUMDes (Sumitariani & Adiputra, 2. BUMDes seperti halnya Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan organisasi yang memiliki tujuan untuk kepentingan masyarakat dan bergantung pada pengelolaan yang dilakukan oleh indiidu-individu didalamnya. Penelitian tentang nilai agama atau budaya pada organisasi dilakukan pada LPD tentang budaya organisasi (Adiputra & Sujana. Management Control Systems. Organizational Culture and Village Credit Institution Financial Performance, 2. , tentang kecurangan . (Puspita & Adiputra, 2. sesuatu yang sangat realistis dan logis bahwa baik buruknya pengelolaan organisasi berbasis desa . akan dinilai berdasarkan perilaku dan perspesi individu pada nilai budaya atau agama. Perilaku individu harus diselaraskan dengan tujuan organisasi yang disebut dengan Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) (Simons, 2. SPM merupakan proses perencanaan dan pengendalian organisasi SPM secara komprehensif menunjukkan representasi nilai inti, perilaku, pengawasan dan umpan balik adalah levers of control (LoC) . LoC meliputi belief system memberikan nilai dasar, tujuan, dan arahan bagi organisasi, boundary system mengkomunikasikan risiko yang harus dihindari. Analisis terhadap LoC menunjukkan bahwa hasil pemahaman terhadap antesenden, kinerja dan hasil atas penggunaan diagnostic dan interactive control saja . akan tetapi belum banyak menghubungkan dengan nilai agama kecuali penelitian yang dilakukan oleh (Adiputra & Sujana. Management Control Systems. Organizational Culture and Village Credit Institution Financial Performance, 2. Nilai yang dianggap merujuk pada perilaku individu dalam berorganisasi adalah Catur Purusa Artha (CPA) dan Tri Kaya Parisudha (TKP). Pengelolaan BUMDes ditinjau dari risiko dan nilai CPA menunjukkan bahwa Dharma sebagai dasar pengelolaan risiko. BUMDes, mempunyai komitmen yang sama dalam membangun kesadaran pengendalian risiko (Trisnawati, 2. Pengelolaan BUMDes yang berbasis budaya lokal CPA menjadikan dharma . , sebagai landasan dalam menjalankan segala aktivitasnya, menciptakan kondisi internal berupa iklim kerja yang kondusif (Trisnawati. Kartika, & Kasih, 2. Budaya CPA mampu memperlemah pengaruh love of money terhadap indikasi fraud Pada BUMDes di Buleleng (Ningsih. Budiartha. Sujana, & Asmara, 2. Budaya CPA berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing BUMDes di Provinsi Bali (Dewi. Wijaya, & Triyantya, 2. Pada intinya bahwa risiko, iklim kerja, kecurangan yang terjadi merupakan masalah mendasar yang memberikan dampak kinerja organisasi yang baik. Permasalahan atas kinerja organisasi atas terjadinya kasus kecurangan . merupakan tindakan yang muncul karena niat diri seseorang untuk merugikan organisasi karena ada peluang atau kesempatan. CPA bukan satu-satunya pemahaman akan tindakan tersebut yang berakibat merugikan organisasi. Tri Kaya Parisudha (TKP) merupakan nilai agama yang punya peran mendasari seseorang dalam berpikir, berkata dan berbuat baik. Filosofi TKP dapat memoderasi hubungan antara persepsi karyawan terhadap sistem pelaporan pelanggaran dan pencegahan penipuan. Begitupun filosofi TKP dapat memoderasi hubungan Accounting Research Journal of Sutaatmadja (ACCRUALS) pencegahan kecurangan (Alit & Devi. Dengan menyelaraskan tindakan, ucapan, dan pemikiran dengan prinsipprinsip yang lebih tinggi ini, individu diharapkan dapat mengurangi potensi masalah keagenan dan berkontribusi pada peningkatan integritas dalam proses pengambilan keputusan (Utami. Naimah, & Widyani, 2. Diharapkan bahwa penerapan nilai-nilai berkonsep filosofi agama akan dapat meningkatkan kinerja organisasi, baik CPA maupun TKP merupakan nilai atau ajaran agama yang berhubungan perilaku infividu yang menjadi bagian dari etika ajaran Sarascamuscaya bahwa umat Hindu pada zaman modern ini tidak jarang dijumpai yang mengabaikan ajaran luhur tentang ketuhanan dan lebih mementingkan kesenangan duniawi (Gara & Yana, 2. Tujuan menganalisis nilai agama CPA dan TKP pada elemen pengendalian manajemen yaitu levers of control terhadap kinerja BUMDes di Kabupaten Buleleng. Urgensi penelitian adalah banyaknya kesalahan BUMDes mengakibatkan BUMDes mengalami masalah hukum akibat perilaku individu sehingga penting melakukan kajian empiris sesuai tujuan penelitian. KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Sistem Pengendalian (Lovers of Control/LoC) Manajemen LoC seperti pada penjelasan dikaitkan dengan teori agensi bahwa kerangka LoC adalah pengendalian strategi bisnis yang kekuatan dari empat penggerak . , yaitu: belief system, boundary system, diagnostic control dan interactive control (Simons, 2. Kekuatan keempat levers tidak bekerja secara individual, tetapi lebih pada bagaimana diantara levers bekerja sama, saling melengkapi dan mencapai Levers menghasilkan kekuatan positif dan negatif yang secara bersama-sama menciptakan tekanan dinamis antara inovasi dan pembaruan strategis yang perlu dikelola untuk mencapai keberhasilan tujuan Keseimbangan LoC berhubungan dengan tujuan strategi perusahaan (Kruis. Spekle, & Widener, 2. & (Spekle. Elten, & Widener, 2. mengemukakan bahwa kerja sama antar levers akan Sementara keseimbangan LoC oleh (Bedford, 2. menjelaskan bagaimana antar levers menjalankan perannya sebagai fungsi kontrol dan sistem yang saling tergantung satu dengan lainnya terlebih pada perusahaan yang melakukan inovasi. Dengan demikian keseimbangan antar levers menjadi kunci dalam melihat efektivitas SPM pada perusahaan. Teori Kontinjensi Perspektif teori kontinjensi yang dikenalkan pertama kali oleh Otley dan digunakan pada banyak penelitian tentang akuntansi manajemen dan pengendalian organisasi (Otley, 2. Selanjutnya teori kontinjensi diperluas dalam lingkupnya dengan memasukkan aspek-aspek SPM informasi akuntansi manajemen dan tidak hanya berfokus pada teknik akuntansi Gagasan tentang teori kontinjensi akan memerlukan klarifikasi lebih lanjut, karena dapat dikatakan bahwa semua penelitian tentang topik-topik kemungkinan bahwa solusi universal untuk masalah dalam pengendalian organisasi pada umumnya tidak ada (Otley, 2. Catur Purusa Artha Catur Purusa Artha, yang merupakan budaya lokal Bali yang memberikan masyarakat Bali yang terdiri dari kata Catur. Purusa dan Artha, dimana Catur Purusa jiwa/manusia. Artha berarti tujuan. Nilai Volume 10. No. 01 Ae Maret Catur Purusa Artha yang bermakna empat tujuan hidup manusia ini terdiri dari Dharma . Artha . arta benda/materia. Kama . enikmatan hidu. dan Moksa . ebebasan dan kebahagiaan abad. Tri Kaya Parisudha Tri kaya parisudha merupakan salah satu kearifan lokal Bali yang mempunyai nilai etika, diajarkan kepada individu bahwa jika ingin menerima kebaikan maka harus berada pada frekuensi kebaikan. Tri kaya parisudha sebagai tiga perilaku dasar manusia yang disucikan seperti berpikir baik, mengucapkan kata-kata baik, dan Pada dasarnya filosofi tri kaya parisudha terdapat dalam Sarasamuccaya, salah satu kitab suci agama Hindu yang nilai-nilai menghadirkan perintah dan larangan individu sebagai pedoman perilakunya (Dewi & Putra, 2. Tri Kaya Parisudha dikatakan sebagai dasar perilaku yang baik terdiri dari Wacika Parisudha . erkata Manacika Parisudha . erpikir bai. , dan Kayika Parisudha . erbuat bai. (Erawati. Suweta, & Raka, 2. Filosofi Tri Kaya Parisudha Kitab Sarasamuscaya yang berisi ajaran etika tentang apa yang seharusnya dan tidak Kinerja Organisasi (BUMDe. Kinerja perusahaan adalah salah satu konsep yang paling menonjol dalam Hal berkaitan dengan tujuan utama organisasi adalah untuk menemukan faktor penentu kinerja entitas (Miller. Washburn, & Glick. Beberapa alasan menggunakan proksi kinerja basis akuntansi dikarenakan ukuran tersebut berada di bawah kontrol yang lebih besar oleh manajer dan lebih mungkin untuk mencerminkan upaya keuntungan (Firth. Fung, & Rui, 2. dalam kondisi volatilitas yang tinggi dan prinsip informativeness (Wu. Li. Ying, & Chen, 2. Kinerja merupakan hasil dari usaha yang yang umumnya diukur dengan indikator keuangan dan non keuangan. Indikator keuangan yang dapat digunakan peningkatan asset dan ukuran perusahaan (Gaganis. Pasiouras, & Voulgari, 2. (Felicio. Couto, & Caiado, 2. , dan kemampuan mengelola anggaran, kualitas perusahaan/CSR (Madjodjo & Dahlan. METODOLOGI PENELITIAN Populasi penelitian adalah BUMDEs yang ada di Kabupaten Buleleng berdasarkan data pada lampiran 1 yaitu 123 unit tersebar pada 9 . kecamatan per tahun 2023. Metode penentuan sampel dengan non probability sampling dengan kriteria: Tercatat masih beroperasional seuai data yang telah dilakukan crosschek dengn data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng . ttps://dispmd. id/). Melaporkan data keuangan berupa besaran modal meliputi modal awal dan total asset Tidak sedang dalam proses hukum Diperoleh jumlah sampel perusahaan sebanyak 118 unit . unit BUMDes dalam kasus huku. Responden penelitian adalah pelaksana operasional BUMDes terdiri: direktur, sekretaris dan bendahara. Total berpartisipasi adalah 354 orang. Accounting Research Journal of Sutaatmadja (ACCRUALS) Metode menggunakan data primer dengan penelitian sebelumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis data dilakukan melalui pengujian model penelitian dengan analisis regresi moderasi (MRA). MRA digunakan untuk menganalisis peran LoC berinteraksi dengan Catur Purusa Artha dan Tri Kaya Parisudha terhadap kinerja BUMDes. Tahapan awal dilakukan multikolinieritas dan heterokedastisitas. Pengujian multikolinieritas menunjukkan bahwa model tidak mengandung unsur independen dengan nilai VIF semuanya Pengujian heterokedastisitas dengan Uji Glejser menunjukkan bahwa varian dari residual untuk semua pengamatan pada model Hal tersebut dapat dilihat bahwa nilai signifikansi semua variabel independen, lebih dari 0,05. Disimpulkan heterokedastisitas pada model regresi . Uji validitas melalui melalui uji homogenitas data dengan melakukan uji korelasional antara skor masing-masing butir dengan skor total (Pearson Correlatio. harus menunjukkan korelasi yang positif dan signifikan pada level 0,01 sampai dengan 0,05. Uji reliabilitas memiliki cronbachAos alpha lebih dari 0,70. Melalui penyebaran kuesioner yang dilakukan dengan menggunakan link google form dan secara manual, maka diperoleh tanggapan dari responden penelitian ini. Data penelitian berdasarkan jawaban sebanyak 75 orang dari pengelola BUMDes yang memberikan Profil responden berdasarkan jabatan meliputi 31 orang sebagai direktur, 11 orang sebagai sekretaris dan 33 orang BUMDes. Berdasarkan jenis kelamin yaitu pria sebanyak 70,9% pria dan wanita sebanyak 29,1%. Berdasarkan lama menjabat yaitu > dari 10 tahun sebanyak 68,14%. > dari 5 Ae 10 tahun sebanyak 3,71%. Ou 1 Ae 5 tahun sebanyak 10, 15% dan < 1 tahun sebanyak 27 %. Hasil statistik deskriptif data penelitian . tampak pada tabel 1. berikut ini. Pada responden menunjukkan kondisi SPM yaitu LoC pada tingkat penerapan setiap lever yang baik. Catur Purusa Artha juga menunjukkan pengamalan kosep budaya organisasi tersebut telah dijalankan dengan baik oleh seluruh pengelola BUMDes, begitupun pada implementasi Tri Kaya Parisudha kecenderungan yang baik pada pengelola BUMDes. Pada keuangan dan kinerja non keuangan menunjukkan standar pencapaian masingmasing kinerja yang tinggi, lebih banyak berpartisipasi dalam penelitian. Tabel 4. Statistik Deskriptif Variabel Mean Maksimum Minimum LoC CPA TKP Kinerja Keuangan Kinerja Non Keuangan Pengujian hipotesis 1a dan 1b serta 2a dan 2b dilakukan dengan analisis regresi moderasi (MRA) yaitu regresi hasil interaksi LoC dengan CPA dan TKP Volume 10. No. 01 Ae Maret terhadap kinerja keuangan dan non keuangan BUMDes. Hasil analisis seperti ditampilkan pada tabel 4. 2 berikut. Tabel 4. Hasil Regresi Kinerja Keuangan = 0 1LoC*CPA e . Kinerja Non Keuangan = 0 1LoC*CPA e . Kinerja Keuangan = a0 b1LoC*TKP e . Kinerja Non Keuangan = c0 d1LoC*TKP e . Variabel Ekspektasi Tanda LoC*CPA/1 LoC*CPA/1 LoC*TKP/b1 LoC*TKP/d1 R Square CPA R Square TKP 0,570 0,486 Sumber: Data Diolah . Hasil Pengujian Pengujian Hipotesis 1a dan 1b Hasil uji MRA menunjukkan bahwa interaksi LoC dengan CPA mampu mempengaruhi kinerja keuangan dan non keuangan BUMDes. Dengan demikian CPA memperkuat pengaruh LoC terhadap kinerja keuangan dan non keuangan BUMDes. Keberadaan setiap elemen LoC dengan fungsi dan perannya dengan konsep CPA melalui Dharma. Artha. Kama dan Moksa menjadikan dasar operasional BUMDes. Kegiatan usaha BUMDes harus didadasari dengan kebaikan atau dharma yang selanjutnya akan mengarah pada keutungan yaitu artha dengan keutungan yang diperoleh akan bisa memenuhi keinginan atau kama dari masyarakat sehingga apabila keinginan atau kama telah dipenuhi maka moksa yaitu Koefisien Regresi 1,076 0,589 2,031 1,501 Sig Keputusan 0,000 0,002 0,018 0,029 H1a Diterima H1b Diterima H2a Diterima H2b Diterima Hasil Pengujian Pengujian Hipotesis 2a dan 2b Hasil uji MRA menunjukkan bahwa interaksi LoC dengan TKP mampu mempengaruhi kinerja keuangan dan non keuangan BUMDes. Dengan demikian TKP memperkuat pengaruh LoC terhadap kinerja keuangan dan non keuangan BUMDes. Keberadaan setiap elemen LoC dengan fungsi dan perannya dengan konsep TKP melalui Dharma. Artha. Kama dan Moksa menjadikan dasar operasional BUMDes. Seperti halnya implementasi CPA dengan LoC bahwa kegiatan usaha BUMDes harus didadasari dengan aspek pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik pada setiap individu dalam pengelolaan suatu organisasi sehingga keyakinan akan tiga aspek wacika, manacika dan kayika dapar menjadi dasar dalam melakukan segala tindakan sesuai BUMDes merupakan badan usaha yang dikelola oleh masyarakat desa adat yang Accounting Research Journal of Sutaatmadja (ACCRUALS) komitmen dan integritas pengelolanya. Hal itulah yang dapat menjadi sumber memanfaatkan fasilitas BUMDes. Hasil Uji Setiap Elemen CPA dan TKP Terhadap Kinerja BUMDES Pada table 4. 3 terlampir membuktikan bahwa kekuatan setiap elemen pada CPA dan TKP ditunjukkan dengan urutan kekuatan pada kolom kanan. Hasil ini melengkapi analisis utama dan dapat diidentifikasi pada konteks pengelola BUMDES memiliki preferensi keyakinan pada elemen tersebut sebagai cara setiap individu melakukan tujuan organisasi melalui setiap elemen pada LoC berdampak positif pada kinerja keuangan dan non keuangan BUMDES. Tabel 4. Hasil Regresi Kinerja Keuangan = 0 1LoC*A/D/K/M e . Kinerja Non Keuangan = 0 1LoC*A/D/K/M e . Kinerja Keuangan = a0 b1LoC*M/W/K e . Kinerja Non Keuangan = c0 d1LoC*M/W/K e . Variabel Ekspektasi Tanda LoC*A LoC*D LoC*K LoC*M LoC*M LoC*W LoC*K Koefisien Regresi 1,176 0,689 2,031 1,501 1,026 0,839 1,061 Sig Keputusan 0,003 0,011 0,001 0,002 0,011 0,004 0,002 Kuat 3 Kuat 4 Kuat 1 Kuat 2 Kuat 3 Kuat 2 Kuat 1 Sumber: Data Diolah . KESIMPULAN Hasil penelitian pada BUMDes tentang peran Levers of Control dengan Catur Purusa Artha dan Tri Kaya Parisudha menunjukkan hasil sesuai dugaan penelitian ini yaitu adanya pengaruh positif interaksinta terhadap kinerja keuangan dan non keuangan BUMDes di Kabupaten Buleleng. Hal tersebut membuktikan masih kuatnya nilainilai agama atau budaya menjadi faktor pendukung sekaligus pengendali perilaku individu khususnya pada pengelolaan BUMDes di Buleleng. Hasil pengujian juga membuktikan (Sundariani & Yudantara, 2. bahwa CPA masih mendominasi sisi perilaku pengelola dalam menjalankan operasional BUMDes. Meskipun demikian hasil positif keduanya membuktikan kedua nilai tersebut sama-sama berperan dalam IMPLIKASI DAN KETERBATASAN Temuan penelitian ini juga telah membuktikan peran setiap elemen pada CPA dan TKP pada LoC terhadap kinerja BUMDes untuk memperoleh keyakinan mendominasi keterkaitannya dengan LoC pada kinerja BUMDes. Hasil menunjukkan urutan kekuatan elemen CPA dan TKP dengan LoC berdampak positif terhadap kinerja BUMDES. Hasil tersebut semakin melengkapi hasil penelitian secara lebih akurat dan komprehensif atas temuan hasil utama penelitian ini. Volume 10. No. 01 Ae Maret REFERENCES