Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Pengaruh Pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan Peran Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa di SMK Batik 2 Surakarta Sekar Endah Pratiwi1 Universitas Sebelas Maret. Indonesia Email: sekarendah9@gmail. Abstrak Pendidikan selalu berupaya menciptakan lingkungan belajar yang memfasilitasi siswa dalam mengembangkan potensi mereka, dengan motivasi belajar sebagai kunci utamanya. Penelitian ini dilakukan di SMK Batik 2 Surakarta untuk mengkaji dampak Kurikulum Merdeka dan peran guru terhadap motivasi siswa kelas XI jurusan manajemen perkantoran. Pendekatan kuantitatif dengan data statistik digunakan untuk mengevaluasi hubungan ini. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka memberikan dampak positif yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa , sementara peran guru memiliki pengaruh yang kurang signifikan. Meskipun demikian, secara keseluruhan, baik Kurikulum Merdeka maupun peran guru secara bersama-sama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa di sekolah tersebut yang dibuktikan dengan nilai F hitung 13,812 yang lebih besar dari Ftabel 3,20 dan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000. Kata Kunci : Kurikulum Merdeka. Peran Guru. Motivasi Belajar Siswa PENDAHULUAN Pendidikan adalah sebuah usaha yang direncanakan untuk menciptakan proses pembelajaran dan lingkungan belajar yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan dan potensinya. Salah satu cara penting untuk mencapai hal ini adalah dengan meningkatkan motivasi belajar siswa. Motivasi belajar merupakan faktor kunci dalam efektivitas proses pembelajaran, karena motivasi yang tinggi membantu siswa mencapai tujuan belajar dengan lebih baik. Menurut Sugiasih . , motivasi bisa datang dari dalam diri siswa . maupun dari luar . , dan tingkat motivasi yang tinggi dapat mempengaruhi kualitas perilaku belajar siswa. Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia nyatanya hingga saat ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sarana prasarana dan kurangnya pelatihan untuk guru. Selain itu, motivasi belajar siswa juga sangat dipengaruhi oleh peran guru sebagai fasilitator dan sumber inspirasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa meliputi komunikasi yang kurang efektif antara guru dan siswa, metode pembelajaran yang monoton, serta masalah pribadi siswa. Sejak tahun 1947 hingga 20212022, kurikulum pendidikan di Indonesia telah mengalami 11 kali perubahan. Meskipun setiap kurikulum bertujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan, banyak kendala yang masih menghambat efektivitas pembelajaran (Setiawati, 2. Peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan peran guru dalam memotivasi siswa di SMK Batik 2 Surakarta. Motivasi belajar merupakan kunci keberhasilan siswa, dan sering kali siswa yang tidak berprestasi bukan karena kurang kemampuan, melainkan karena kurangnya motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Kurikulum Merdeka yang baru diterapkan dapat mempengaruhi Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index motivasi belajar siswa, serta peran guru dalam mendorong semangat dan gairah belajar siswa. Judul penelitian ini adalah AuPengaruh Pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan Peran Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Manajemen Perkantoran Lembaga Bisnis (MPLB) di SMK Batik 2 SurakartaAy. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data statistik yang akurat untuk memahami pengaruh dan hubungan antara Kurikulum Merdeka dan Peran Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa. Sampel diambil dari siswa kelas XI jurusan manajemen perkantoran lembaga bisnis di SMK Batik 2 Surakarta, yang berlokasi di Jl. Sere I. Pajang. Kecamatan Laweyan. Kota Surakarta. Semua anggota populasi dijadikan sampel dengan menggunakan teknik sampling jenuh, yang merupakan metode non-probability sampling. Pengambilan sampel dilakukan melalui observasi dan pemberian kuesioner. Data yang diperoleh kemudian diuji menggunakan output SPSS dengan berbagai uji seperti uji analisis deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis, yang kemudian diinterpretasikan dan diambil kesimpulannya. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini terdiri dari 3 variabel, yaitu 2 variabel bebas dan 1 variabel terikat. Variabel bebas terdiri atas Kurikulum Merdeka (X. dan Peran Guru (X. , sedangkan variabel terikat terdiri atas Motivasi Belajar Siswa (Y). Berdasarkan pengumpulan data yang sudah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut : Uji analisis Deskriptif Tabel 1. Deskripsi statistik Valid Missing Mean Std. Error of Mean Median Mode Std. Deviation Variance Range Minimum Maximum Sum Kurikulum Merdeka 52,13 ,582 52,00 3,992 15,940 Peran Guru 34,53 ,320 34,00 2,195 4,820 Motivasi Belajr Siswa 37,74 ,740 37,00 5,075 25,759 Diketahui jumlah responden sebesar 47 dengan nilai mean 37,74, nilai median atau nilai tengahnya sebesar 37, dengan nilai mode atau modus sebesar 33. Std Deviaton sebesar 5,075. Skor minimum pada variabel motivasi belajar sebesar 29 dan skor maksimumnya sebesar 53. Pada deskripsi tabel 1 , diketahui jumlah responden adalah 47 dengan nilai mean 52,13, nilai median atau nilai tengahnya sebesar 52, dengan nilai mode atau modus sebesar 51. Std Deviaton sebesar 3,992. Skor minimum pada variabel motivasi belajar sebesar 44 dan skor Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index maksimumnya sebesar 62. Pada deskripsi tabel 1, diketahui jumlah responden adalah 47 dengan nilai mean 34,53, nilai median atau nilai tengahnya sebesar 34, dengan nilai mode atau modus sebesar 36. Std Deviaton sebesar 2,195. Skor minimum pada variabel motivasi belajar sebesar 30 dan skor maksimumnya sebesar 40. Ui Asumsi Klasik Tabel 2. Hasil uji Linearitas Y terhadap X1 681,611 445,490 42,601 445,490 Deviation Linearity Within Groups 236,121 15,741 503,325 16,778 Total 1184,936 Motivasi Between Belajar Groups Siswa Kurikulu Merdeka (Combine. Linearity 2,539 26,55 ,938 Sig. ,013 ,000 ,536 Dari hasil uji linearitas diatas, nilai dari signifikansi linearity sebesar 0,536 yang artinya lebih besar dari 0,05. Sehingga terdapat hubungan yang linier antara variabel bebas yaitu Kurikulum Merdeka (X. dengan variabel terikat yaitu Motivasi Belajar Siswa (Y). Tabel 3. Hasil Uji Linearitas Y terhadap X2 Sig. (Combine. 152,976 15,298 ,534 ,855 Linearity 4,730 4,730 ,165 ,687 Deviation Linearity Within Groups 148,246 16,472 ,575 ,809 1031,960 28,666 Total 1184,936 Motivasi Between Belajar Groups Siswa * Peran Guru Berdasarkan dari hasil uji linearitas diatas, nilai dari signifikansi linearity sebesar 0,809 yang artinya lebih besar dari 0,05. Sehingga terdapat hubungan yang linier antara variabel bebas yaitu Peran Guru (X. dengan variabel terikat yaitu Motivasi Belajar Siswa (Y) Uji Hipotesis Tabel 4. Uji Parsial (Uji T) Model 1 (Constan. Kurikulum Merdeka Peran Guru Unstandardized Coefficients -11,149 ,787 Std. Error 12,636 ,150 ,228 ,274 Standardized Coefficients Beta Sig. ,619 -,882 5,229 ,382 ,000 ,099 ,835 ,408 Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index Uji parsial . digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (X1 dan X. secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y). Jadi kesimpulannya adalah nilai Thitung > Ttabel yaitu 5,229 > 2,015 maka kurikulum merdeka berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa . Menentukan hipotesis . Berdasarkan dari hasil uji t, diketahui Thitung sebesar 0,835 dengan nilai signifikansi sebesar 0,408. Ttabel dapat diketahui dari hasil statistik pada signifikansi 0,05/2 = 0,025 dengan derajat kebebasan df . -k-. tau 47-3-1 = 44 dengan hasil Ttabel sebesar 2,015. Kriteria hipotesis dengan menggunakan t tabel adalah sebagai berikut: Bila nilai t hitung < t tabel maka H0 diterima dan Ha ditolak Bila nilai t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika nilai signifikansi > 0,05, maka H0 diterima dan Ha ditolak Jika nilai signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima Jadi kesimpulannya adalah nilai Thitung > Ttabel yaitu 0,835 < 2,015 maka peran guru tidak berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa Pengaruh Pelaksanaan Kurikulum Merdeka terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Manajemen Perkantoran Lembaga Bisnis di SMK Batik 2 Surakarta Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernyataan nomor 13, "Saya merasa program P5 dapat diselesaikan tepat pada waktunya," mendapatkan skor terendah yaitu 141. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan program P5 belum efektif dan tidak selesai tepat waktu, yang dapat menghambat pelaksanaan kurikulum merdeka. Kurikulum ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, namun karena ketidakefisienan P5, siswa mengalami keterlambatan dalam pembelajaran. Program P5 sendiri adalah inovasi dari kurikulum merdeka yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan siswa melalui interaksi dengan teman, guru, dan lingkungan sekitarnya. Untuk itu, penting bagi guru untuk merancang kegiatan P5 dengan baik, mengelola waktu dengan efisien, dan bagi sekolah untuk menyediakan fasilitas yang diperlukan guna mendukung program ini agar berjalan sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa hipotesis alternatif (H. diterima dan hipotesis nol (H. Artinya, motivasi belajar siswa kelas XI jurusan MPLB di SMK Batik 2 Surakarta dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh pelaksanaan kurikulum merdeka. Dengan kata lain, semakin baik pelaksanaan kurikulum merdeka, semakin tinggi motivasi belajar siswa, dan sebaliknya, jika pelaksanaannya kurang, motivasi belajar siswa juga akan menurun. Pengaruh Peran Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Manajemen Perkantoran Lembaga Bisnis di SMK Batik 2 Surakarta Dalam penelitian ini, hipotesis alternatif (H. menyatakan bahwa ada pengaruh peran guru terhadap motivasi belajar siswa kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran Lembaga Bisnis di SMK Batik 2 Surakarta. Sementara itu, hipotesis nol (H. menyatakan bahwa tidak ada pengaruh peran guru terhadap motivasi belajar siswa. Jika tidak ada pengaruh peran guru, hal ini bisa berdampak negatif pada motivasi belajar siswa, seperti yang dikemukakan oleh Arianti . , yang menyatakan bahwa siswa mungkin akan bersikap acuh terhadap Kognisi: Jurnal Ilmu Keguruan ISSN . : 2987-0240 Volume 2 Nomor 2 Tahun 2024 https://afeksi. id/journal3/index. php/kognisi/index pembelajaran, kurang memperhatikan guru, dan tidak mengerjakan tugas. Hasil penelitian yang melibatkan 47 responden menggunakan angket dengan 11 pernyataan menunjukkan bahwa nilai Thitung adalah 0,835 dengan nilai signifikansi 0,408. Dibandingkan dengan nilai Ttabel sebesar 2,015. Thitung < Ttabel . ,835 < 2,. , yang berarti peran guru tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Namun, hasil koefisien regresi variabel peran guru menunjukkan hasil positif, yang berarti peran guru tetap memiliki pengaruh dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Kesimpulannya. Ha ditolak dan Ho diterima, menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran Lembaga Bisnis di SMK Batik 2 Surakarta tidak dipengaruhi secara signifikan oleh peran guru, meskipun peran guru tetap berkontribusi dalam peningkatan motivasi belajar siswa. Pengaruh Pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan Peran Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Jurusan Manajemen Perkantoran Lembaga Bisnis di SMK Batik 2 Surakarta Dari hasil uji hipotesis ditemukan bahwa kurikulum merdeka dan peran guru secara bersama-sama mempengaruhi motivasi belajar siswa kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran di SMK Batik 2 Surakarta. Penelitian ini menguji hipotesis yang menghasilkan nilai f hitung sebesar 13,812 dengan probabilitas 0,000, menunjukkan bahwa pengaruh kedua faktor tersebut secara signifikan lebih rendah dari taraf signifikansi (=5%). Artinya, baik kurikulum merdeka maupun peran guru memiliki pengaruh yang kuat dalam meningkatkan motivasi belajar siswa secara bersamaan. Hal ini menandakan bahwa interaksi antara kedua variabel tersebut mampu memberikan dampak positif bagi siswa dalam menerapkan nilainilai di sekolah, dengan dukungan efektif dan efisien dari peran guru dan kurikulum merdeka. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan kesimpulan bahwasannya pelaksanaan kurikulum merdeka di SMK Batik 2 Surakarta memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa kelas XI jurusan manajemen perkantoran dan lembaga bisnis, dengan nilai Thitung 5,229 yang lebih besar dari Ttabel 2,015 dan nilai signifikansi uji t sebesar 0,000. Sebaliknya, peran guru menunjukkan pengaruh negatif terhadap motivasi belajar siswa, dengan nilai T hitung 0,835 yang lebih kecil dari T tabel 2,015 dan nilai signifikansi 0,408. Namun, secara keseluruhan, pelaksanaan kurikulum merdeka dan peran guru secara bersama-sama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa, dibuktikan dengan nilai F hitung 13,812 yang lebih besar dari Ftabel 3,20 dan nilai signifikansi uji F sebesar 0,000. DAFTAR PUSTAKA