Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021, 44 - 49 Available online at: http://ojs. id/index DOI: https://doi. org/10. 29407/pn. Profil Keterampilan Memecahkan Konflik Interpersonal Siswa Berbakat Istimewa di SMA Kota Malang Rosalia Dewi Nawantara rosaliadewi11@unpkediri. Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusantara PGRI Kediri Abstrak Siswa berbakat istimewa memiliki karakteristik yang sangat khas, yaitu memiliki kecerdasan, komitmen tugas, dan kreativitas yang tinggi. Beberapa poin tersebut lantas menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana keterampilan sosial mereka, khususnya mengenai keterampilan memecahkan konflik interpersonal. Seringkali kelebihan di bidang intelektual membuat anggapan bahwa social skill siswa berbakat istimewa kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil keterampilan memecahkan konflik interpersonal siswa berbakat istimewa di SMAN Kota Malang. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan teknik penelitian survei dan teknik total sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 162 Instrumen penelitian menggunakan skala keterampilan memecahkan konflik interpersonal yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan memecahkan konflik interpersonal siswa berbakat istimewa di SMAN di Kota Malang terbanyak ada di kategori tinggi yaitu sebesar Pada kategori sangat tinggi sebesar 22%, kategori cukup sebesar 2%, dan kategori rendah serta sangat rendah sebesar 0%. Hasil penelitian ini dapat digunakan guru BK dalam merencanakan layanan BK pada siswa berbakat istimewa. Kata kunci: keterampilan memecahkan konflik interpersonal, siswa berbakat Istimewa Abstract Gifted and talented students have very distinctive characteristics, namely having high intelligence, task commitment, and creativity. Some of these points then raise questions about how their social skills are, especially regarding interpersonal conflict solving skills. Often the advantages in the intellectual field make the assumption that the social skills of gifted and talented students are lacking. This study aims to determine the profile of interpersonal conflict solving skills of gifted and talented students at SMAN Kota Malang. The research approach used a quantitative research approach with survey research techniques and total sampling techniques. The sample used was 162 students. The research instrument used a scale of interpersonal conflict solving skills that had been tested for validity and reliability. The results showed that the most gifted and talented students' interpersonal conflict solving skills at SMAN in Malang were in the high category, namely 76%. The very high category was 22%, the moderate category was 2%, and the low and very low category was 0%. The results of this study can be used by counseling teachers in planning counseling services for gifted and talented students. Keyword: interpersonal conflict resolution skills, gifted and talented students Peer reviewed under responsibility of Universitas Nusantara PGRI Kediri. A 2021 Rosalia Dewi Nawantara This is an open access article under the CC BY-SA license ( https://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/ ) Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Rosalia Dewi Nawantara konflik dengan tindakan memaksa serta . The Teddy Bear (Smoothin. , cara menyelesaikan konflik dengan lebih mementingkan hubungan . The Fox (Compromisin. , cara menyelesaikan konflik dengan melakukan kompromi. The Owl (Confrontin. , cara menyelesaikan konflik dengan melihat konflik sebagai hal yang dapat dipecahkan dan dicari penyelesaiannya. Selain beberapa strategi dasar menurut Johnson pada pembahasan bab sebelumnya, ada beberapa strategi menurut (Morton Deutsch. Peter T. Coleman, 2. , yaitu . Keterampilan membangun hubungan yang baik, merupakan suatu keterampilan untuk menciptakan suasana yang hangat saat beinteraksi dengan orang lain. Saat suasana terbangun dengan kondusif maka negosiasi akan suatu konflik dapat terwujud dengan baik. Keterampilan memecahkan konflik secara kooperatif, merupakan inti dari bahasan sub bab ini. Sikap kooperatif atau cooperation dapat diuraikan dengan mendengarkan serta kemudian mengetahui keinginan orang . Keterampilan dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah secara kreatif serta produktif. Sikap kreatif dan produktif juga dibutuhkan dalam memecahkan konflik dalam interaksi sosial. Kreatifitas dalam memimpin diskusi dalam rangka pemecahan masalah. Siswa berbakat istimewa atau yang biasa dikenal dengan istilah gifted and talented children merupakan siswa yang masuk pada kategori Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). PENDAHULUAN Konflik seringkali muncul dalam interaksi Konflik merupakan ketidakseimbangan antara apa yang diharapkan dengan realita yang Dalam sebuah hubungan interpersonal, konflik merupakan distorsi yang memerlukan keterampilan untuk Keterampilan konflik interpersonal merupakan suatu kemampuan untuk memecahkan masalah antarpribadi atau interpersonal karena kepentingan dan struktur nilai yang berbeda satu sama lain (Nawantara. Konflik yang muncul dalam hubungan interpersonal merupakan hal yang normal (Nawantara, 2. Perbedaan berpendapat karena cara pandang yang juga berbeda pasti akan kerap ditemui dalam kehidupan bersosial. Akan tetapi tidak semua orang dapat menyelesaikan konflik tersebut dengan Ada yang dapat menghadapi konflik tersebut secara konstruktif, ada juga yang Tawuran, main hakim sendiri, dan bahkan perkelahian yang berujung pada hilangnya nyawa juga terjadi karena memecahkan konflik interpersonal. Menurut (Johnson, 2. terdapat lima strategi dasar untuk memecahkan . The Turtle (Withdrawin. konflik dengan menghindari konflik tersebut dibanding menghadapinya . aik secara fisik maupun psikologi. The Shark (Forcin. , cara menyelesaikan http://ojs. id/index. php/pinus Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Rosalia Dewi Nawantara Dikategorikan ABK karena siswa pada pengelompokan khusus atau treatment Menindaklanjuti terbentuklah kelas akselerasi atau kelas unggulan sebagai tempat yang tepat bagi siswa istimewa ini. Terdapat beberapa karakteristik yang dimiliki oleh siswa berbakat Karakteristik tersebut adalah yaitu tingkat Inteligence Quotient (IQ) yang tinggi, komitmen tugas . ask commitmen. yang baik, dan kreativitas . (Munandar. Utami. , 2. Berangkat dari karakteristik tersebut, siswa berbakat istimewa seringkali identik dengan kelebihannya di bidang Hal tersebut dikuatkan dengan pernyataan (Porter, 2. bahwa karakteristik umum dari anak berbakat istimewa terletak pada keterampilan kognitif yang lebih unggul dibandingkan dengan individu lain. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa siswa dengan kemampuan high average ini diragukan keterampilan Anggapan keterampilan sosial yang rendah tersebut muncul karena dikelompokkan dalam kelas tersendiri, berbeda dengan kelas regular pada Hal tersebut tentu karena pertimbangan bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dan perlu diberikan model perilaku yang berbeda (Borland, 2. Penelitian membuktikan bahwa siswa berbakat istimewa memiliki kecenderungan lebih aktif atau overexcitability apabila http://ojs. id/index. php/pinus dibandingkan dengan siswa reguler. Hal tersebut meliputi dimensi intelektual dan imajinasi, fisik, serta emosional (Jackson et al. , 2. Penelitian mengungkapkan bahwa siswa berbakat istimewa memiliki masalah dalam kehidupan sosialnya. Jumlah siswa yang tidak terlalu banyak dan akses sosialisasi yang cenderung kurang membuat siswa ditempatkan pada kelas akselerasi ini menjadi terkesan anti sosial. Beberapa menyatakan bahwa siswa berbakat istimewa cenderung difokuskan untuk dapat berprestasi pada bidang akademik sehingga kekurangan waktu berkegiatan dengan lingkungan sosialnya. Selain itu melewatkan kegiatan sosial yang penting dalam usia sebenarnya. Hal ini menyebabkan social maladjusment dan terancam mengalami kesulitan bergaul dengan teman sebaya (Jones, 2. Berdasarkan pemaparan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah memecahkan konflik interpersonal siswa berbakat istimewa di SMAN Kota Malang. METODE Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Populasi penelitian ini adalah siswa akselerasi di SMAN di Kota Malang yaitu SMAN 1 Malang. SMAN 3 Malang. SMAN 4 Malang. SMAN 5 Malang, dan SMAN 8 Malang. Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Rosalia Dewi Nawantara Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan siswa berbakat istimewa sejumlah 162 siswa. Siswa yang menjadi sampel penelitian sudah memenuhi syarat siswa berbakat istimewa yaitu memenuhi tiga kriteria yaitu IQ yang tinggi, komitmen terhadap tugas yang tinggi, dan memiliki kreativitas serta masuk pada kelas khusus siswa berbakat istimewa. Instrumen digunakan yaitu skala keterampilan memecahkan konflik interpersonal. Skala tersebut telah diuji validitas dan reliabilitasnya di SMAN 4 Malang di kelas XI IA 4 yang berjumlah 35 siswa. Uji menggunakan bantuan SPSS 16. 00 for windows menggunakan rumus korelasi product moment dengan taraf signifikansi 5 %. Dari hasil uji validitas tersebut didapatkan bahwa sebanyak 41 item tidak valid dan menyisakan 57 item. Walaupun demikian, setiap sub variabel masih terwakili oleh indikator. Hasil uji reliabilitas instrumen akan dijelaskan dalam tabel 1. Tabel 1. Hasil Uji Reliabilitas berarti skala keterampilan memecahkan konflik interpersonal reliabel. Menggunakan SPSS 16. 00 for windows Kategori Reliability Statistics Sangat Tinggi Tinggi Cukup HASIL Hasil penelitian diuraikan dalam Tabel 1. Data Deskriptif Keterampilan Memecahkan Konflik Interpersonal Siswa Berbakat Istimewa Mean 180,53 N of Items Tabel 2 Deksripsi Data Keterampilan Memecahkan Konflik Interpersonal Siswa Program Kelas Akselerasi Uji realibilitas dilakukan dengan menggunakan SPSS 16. 00 for windows dengan rumus Alpha Cronbach. Nilai Apha Cronbach yang didapatkan sebesar 0,901 > 0,20 . tabel dengan N=. yang http://ojs. id/index. php/pinus Dari tabel 1 didapatkan mean atau nilai rata-rata siswa berbakat istimewa adalah sebesar 180,53 dengan standar deviasi sebesar 2,579. Perhitungan rentang skor dihitung dari skor minimum sampai skor maksimum yaitu 57-220. Deskripsi data keterampilan memecahkan konflik interpersonal siswa berbakat istimewa akan diuraikan dalam Cronbach's Alpha Statistik Deskriptif Std. Skor Skor Dev 12,579 57 Rentang Skor 190Ae 220 Frek. Prese Klasifi Sedikit 157Ae 189 124Ae 156 Rendah 91 Ae 123 Sangat Rendah 57 Ae 90 Banyak Sangat Sedikit Sangat Sedikit Sangat Sedikit Berdasarkan tabel 2, didapatkan data bahwa keterampilan memecahkan konflik interpersonal siswa berbakat Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Rosalia Dewi Nawantara istimewa dikategorikan menjadi lima Kategori pertama adalah kategori sangat tinggi dengan rentang skor 190-220 dan frekuensi sebesar 36 siswa atau 22% yang masuk pada klasifikasi sedikit. Kategori kedua yaitu tinggi dengan rentang skor 157-189 dan frekuensi sebesar 123 siswa atau 76% yang masuk pada klasifikasi banyak. Kategori ketiga adalah kategori cukup dengan rentang skor 124-156 dan frekuensi sebesar 3 siswa atau 2% yang masuk pada klasifikasi sangat sedikit. Kategori keempat adalah kategori rendah dengan rentang skor 91-123dan frekuensi 0 siswa atau 0% yang masuk pada klasifikasi sangat sedikit. Data tentang tingkat keterampilan memecahkan konflik interpersonal juga akan dijelaskan pada grafik 1. Sangat Tinggi Tinggi Cukup PEMBAHASAN Dari memecahkan konflik interpersonal siswa berbakat istimewa mayoritas berada pada kategori tinggi dengan skor 157-189 sebanyak 123 siswa. Data tersebut menepis anggapan bahwa siswa berbakat memecahkan konflik interpersonal yang Keterampilan sosial dipandang sebagai salah satu indikator kesuksesan Siswa yang memiliki ketrampilan sosial yang baik, spesifiknya dalam karakteristik interpersonal yang positif . ermasuk di dalamnya keterampilan pemecahan masala. , lebih cenderung mencapai fase perkembangan yang memuaskan Sebaliknya, apabila anak tidak memiliki karakteristik interpersonal yang positif maka dapat menimbulkan masalah perilaku atau emosional dan masalah psikososial yang lain (De Franya-Freitas et al. , 2. Hal tersebut berlaku pada semua anak, termasuk anak berbakat istimewa. Keterampilan sosial dijelaskan kemampuan kognitif dan non kognitif . Siswa berbakat istimewa unggul pada salah satu bidang tersebut yaitu Kemampuan intelektual di atas rata-rata membuat siswa berbakat istimewa mahir menentukan cara untuk menyelesaikan konflik. Dalam penelitian yang dilakukan oleh (Sugiarti. Rini. Suhariadi. Fendi. , 2. diketahui bahwa kompetensi sosial siswa berbakat istimewa dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu internal dan eksternal. Category 1 Gambar 1. Grafik Tingkat Keterampilan Memecahkan Konflik Interpersonal Siswa Berbakat Istimewa di SMAN se Kota Malang. Dari data grafik 1. konflik interpersonal siswa berbakat istimewa mayoritas berada pada kategori http://ojs. id/index. php/pinus Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Rosalia Dewi Nawantara Faktor memengaruhi keterampilan memecahkan konflik interpersonal siswa berbakat istimewa adalah tentang kebutuhan diri akan hubungan sosial. Siswa berbakat istimewa juga tentu memiliki kebutuhan untuk bersosialisasi sesuai kodratnya sebagai manusia. Hal tersebut yang memunculkan keinginan kuat untuk dapat berinteraksi atau menjalin hubungan sosial dengan orang lain. Tidak jarang interaksi tersebut memunculkan konflik dan membuat siswa belajar bagaimana Penglaman belajar tersebut kaitannya juga dengan faktor selanjutnya yaitu faktor eksternal. Faktor memengaruhi keterampilan memecahkan konflik interpersonal kaitannya dengan dukungan sosial dan pengalaman yang didapatkan oleh siswa berbakat istimewa. Lingkungan yang mendorong siswa untuk semakin banyak berinteraksi dan terlibat dalam konflik didalamnya akan lebih mahir dalam memecahkan konflik Menurut (Clikeman. interaksi yang dilakukan pada lingkungan sosial khususnya di area tempat tinggal, hubungan dengan teman dan bahasa yang digunakan berpengaruh secara signifikan terhadap kompetensi sosial siswa. Kenyataan yang terjadi di sekolah, siswa berbakat istimewa tetap memiliki kesempatan untuk dapat bersosialisasi dengan teman sebayanya melalui kegiatan ekstrakurikuler. Iklim organisasi dalam kegiatan ekstrakurikuler juga turut membuat keterampilan semakin terasah. http://ojs. id/index. php/pinus Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan walaupun klasifikasi siswa berbakat istimewa secara teori unggul dalam tiga bidang kehidupan yaitu kemampuan kognitif, komitmen tugas, dan kreativitas, akan tetapi apabila faktor peningkatan kompetensi sosial maka hal tersebut tidak bisa terelakkan. SIMPULAN Dari Pemaparan hasil penelitian dijelaskan bahwa tingkat keterampilan mayoritas berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 76%. Pada kategori sangat tinggi sebesar 22%, kategori cukup 2%, kategori rendah 0%, dan kategori sangat rendah sebesar 0%. Dari disimpulkan bahwa profil keterampilan memecahkan konflik interpersonal siswa berbakat istimewa adalah tinggi atau dengan kata lain siswa berbakat istimewa juga memiliki keterampilan sosial yang sering diperdebatkan. DAFTAR RUJUKAN Borland. Gifted education without gifted children: The case for no conception of giftedness. Conceptions of Giftedness: Second Edition. https://doi. org/10. 1017/CBO978051 Clikeman, . Social Competence in Children. Springer Science and Business Media. De Franya-Freitas. Del Prette, , & Del Prette. Social skills of gifted and talented Estudos de Psicologia. Vol 6 No 2 Tahun 2021 Jurnal PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, 6 . , 2021. Rosalia Dewi Nawantara 19. https://doi. org/10. 1590/s1413294x2014000400006 Jackson. Moyle. , & Piechowski. Emotional Life and Psychotherapy of the Gifted in Light of DabrowskiAos Theory. International Handbook Giftedness. https://doi. org/10. 1007/978-1-40206162-2_20 Johnson. Reaching Out: Interpersonal Effectiveness and Actualization. Pearson Education. Jones. Conflict resolution education: The field, the findings, and the future. Conflict Resolution Quarterly, 22. Ae. https://doi. org/10. 1002/crq. Morton Deutsch. Peter T. Coleman. The Handbook of Conflict Resolution: Theory and Practice. John Wiley and Sons Inc. Munandar,Utami. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Rineka Cipta. Nawantara. Perbedaan Keterampilan Memecahkan Konflik Interpersonal Antara Siswa Kelas Akselerasi Dan Siswa Kelas Reguler Di SMAN RSBI Se-Kota Malang. Nusantara of Research: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri, 3. Nawantara. Interpersonal Conflict Resolution Skill (Solusi Konstrukstif Bagi Konflik Interpersonal Sisw. Seminar Nasional Bimbingan Konseling Universitas Ahmad Dahlan. Porter. Gifted Young Children: Meeting Their Needs. Early Childhood Australia Inc. Sugiarti. Rini. Suhariadi. Fendi. Gambaran Kompetensi Sosial Siswa Cerdas Istimewa. Seminar Psikologi http://ojs. id/index. php/pinus & Kemanusiaan. Vol 6 No 2 Tahun 2021