4452 EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 Analisis Perceived Enjoyment Dan Perceived Ease Of Use Untuk Pembayaran Digital Menggunakan Layanan Gopay Pada Masyarakat di Bandar Lampung Sivia Nurma Ayu 1. Fatih Fuadi 2. Ahmad Hazas Syarif 3 UIN Raden Intan Lampung Email: sivianurmaayu@gmail. com1, fatihfuadi@radenintan. id2, hazassyarif@radenintan. 1,2,3 Article History: Received: 14 Desember 2024 Revised: 10 Januari 2025 Accepted: 12 Januari 2025 Keywords: Digital Payment Adoption. User Experience. Financial Technology. Abstract: This study examines the influence of perceived enjoyment and perceived ease of use on the adoption of GoPay digital payment services in Bandar Lampung. Indonesia. Using a qualitative case study approach, the research involved 20 active GoPay backgrounds, with data collected through in-depth interviews, participant observation, and focus group The findings reveal that perceived enjoyment significantly influences GoPay adoption, with an average score of 4. 65 out of 5, indicating users' highly positive experiences with the service. Similarly, perceived ease of use demonstrates a substantial impact, achieving an average score of 77, reflecting the platform's user-friendly interface and efficient transaction process. The study identifies a strong positive correlation . =0. between these two factors, contributing to an impressive 89% adoption rate among Bandar Lampung residents. The research also highlights GoPay's success in creating an effective digital payment ecosystem, evidenced by a 92% user satisfaction rate and average transaction times under 10 seconds. Furthermore, the study shows that GoPay's reward system and intuitive interface have successfully fostered user engagement and loyalty. These findings contribute to the understanding of digital payment adoption in medium-sized Indonesian cities and provide valuable insights for financial technology service providers and policymakers in developing inclusive digital payment ecosystems. PENDAHULUAN Di era digital yang berkembang pesat, transformasi sistem pembayaran telah mengalami perubahan signifikan dari transaksi tunai menuju pembayaran digital. Fenomena ini semakin menguat terutama sejak pandemi COVID-19, yang mendorong masyarakat untuk beralih ke metode pembayaran contactless (Rivani & Rio, 2. GoPay, sebagai salah satu dompet digital a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 terkemuka di Indonesia, telah menjadi pionir dalam revolusi pembayaran digital ini dengan mencatatkan pertumbuhan transaksi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kota Bandar Lampung, sebagai pusat ekonomi Provinsi Lampung, menunjukkan tren peningkatan penggunaan pembayaran digital yang substansial. Data Bank Indonesia mencatat peningkatan volume transaksi digital di Lampung sebesar 42% pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya (Murniwati et al. , 2. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam metode pembayaran, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk perceived enjoyment . ersepsi kenyamana. dan perceived ease of use . ersepsi kemudahan penggunaa. Studi terdahulu oleh (Alisia & Puspawati, 2. mengungkapkan bahwa perceived enjoyment memiliki pengaruh signifikan terhadap adopsi teknologi pembayaran digital. Sementara itu, penelitian (Riznofam & Andarwati, 2. mendemonstrasikan bahwa perceived ease of use merupakan faktor krusial dalam penerimaan teknologi finansial di kalangan masyarakat perkotaan Indonesia. Namun, masih terdapat kesenjangan penelitian mengenai bagaimana kedua faktor tersebut mempengaruhi adopsi GoPay secara spesifik di wilayah Bandar Lampung. Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menciptakan ekosistem digital yang mendorong inovasi dalam berbagai sektor, termasuk sektor keuangan. Menurut laporan (Sari & Hasbi, 2. , transaksi pembayaran digital di Indonesia mencapai Rp 51,3 triliun pada tahun 2023, meningkat 57% dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam preferensi masyarakat terhadap metode pembayaran digital. GoPay, sebagai salah satu pemain utama dalam industri fintech Indonesia, telah menunjukkan pertumbuhan yang eksponensial dengan mencatatkan lebih dari 190 juta transaksi bulanan (Rahardi & Marlena, 2. Keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi ekspansi yang agresif dan kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan pasar yang terus berevolusi. Studi yang dilakukan oleh (Nustini & Adhinagari, 2. mengungkapkan bahwa 68% masyarakat perkotaan di Indonesia lebih memilih menggunakan pembayaran digital dibandingkan metode pembayaran Temuan ini sejalan dengan tren global yang menunjukkan peningkatan preferensi terhadap transaksi nontunai sebagai dampak dari digitalisasi ekonomi. Di Bandar Lampung, penetrasi pembayaran digital menunjukkan tren yang menarik dengan pertumbuhan pengguna aktif sebesar 35% year-on-year (Anwar et al. , 2. Fenomena ini tidak hanya terjadi di pusat kota tetapi juga merambah ke area suburban, menandakan adanya perubahan perilaku konsumen yang signifikan. Aspek perceived enjoyment dalam penggunaan GoPay menjadi faktor krusial yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi ini. Penelitian (Islami, 2. menunjukkan bahwa 72% pengguna dompet digital mempertimbangkan faktor kenyamanan dan kesenangan dalam menggunakan layanan sebagai motivasi utama untuk terus menggunakan platform tersebut. Sementara itu, faktor perceived ease of use berperan vital dalam mempengaruhi keputusan masyarakat untuk mengadopsi teknologi pembayaran digital. Studi longitudinal yang dilakukan oleh (Judijanto et al. , 2. mengungkapkan bahwa kemudahan penggunaan merupakan prediktor utama dalam adopsi berkelanjutan layanan fintech dengan tingkat signifikansi mencapai Data dari (Rini et al. , 2. menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Bandar Lampung masih berada pada angka 65%, lebih rendah dibandingkan kota-kota besar di Pulau Jawa yang mencapai 78%. Kondisi ini menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan ekosistem pembayaran digital di wilayah tersebut. Transformasi digital dalam sektor pembayaran juga didukung oleh kebijakan pemerintah melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 yang mendorong integrasi ekonomi digital. Program ini telah berkontribusi pada peningkatan adopsi pembayaran digital di berbagai wilayah, termasuk Bandar Lampung yang mencatatkan pertumbuhan merchant digital sebesar 45% (Fasa a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 & Hilal, 2. Aspek keamanan dan kepercayaan juga menjadi faktor penting dalam adopsi pembayaran digital. Survei yang dilakukan oleh (Alifandi & Fasa, 2. mengungkapkan bahwa 64% masyarakat Bandar Lampung masih memiliki kekhawatiran terkait keamanan transaksi digital, meskipun tertarik dengan kemudahan yang ditawarkan. Kolaborasi antara penyedia layanan pembayaran digital dengan UMKM di Bandar Lampung telah menunjukkan hasil positif dengan peningkatan volume transaksi sebesar 56% pada tahun 2023 (Farhan & Shifa, 2. Hal ini mengindikasikan adanya potensi besar untuk pengembangan ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif. Menariknya, penelitian (Wahyu & Rikumahu, 2. mengungkapkan adanya korelasi positif antara tingkat pendidikan dan adopsi pembayaran digital di Bandar Lampung, di mana 75% pengguna aktif GoPay merupakan individu dengan pendidikan minimal Diploma. Temuan ini memberikan perspektif baru dalam memahami karakteristik pengguna layanan pembayaran digital di wilayah tersebut. Berdasarkan fenomena yang telah diuraikan dalam latar belakang, penelitian ini berupaya mengkaji beberapa permasalahan krusial terkait adopsi layanan pembayaran digital GoPay di Bandar Lampung. Pertanyaan utama yang menjadi fokus penelitian adalah bagaimana pengaruh perceived enjoyment terhadap penggunaan layanan pembayaran digital GoPay di kalangan masyarakat Bandar Lampung, mengingat faktor kenyamanan dan kesenangan menjadi aspek yang semakin penting dalam adopsi teknologi finansial. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji bagaimana pengaruh perceived ease of use terhadap penggunaan layanan tersebut, mengingat kemudahan penggunaan merupakan faktor determinan dalam penerimaan teknologi baru. Lebih lanjut, penelitian ini juga berupaya memahami bagaimana kedua faktor tersebut secara simultan mempengaruhi penggunaan layanan pembayaran digital GoPay di kalangan masyarakat Bandar Lampung, dengan mempertimbangkan interaksi dan dinamika antara kedua variabel tersebut dalam konteks adopsi teknologi pembayaran digital. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman komprehensif mengenai dinamika adopsi pembayaran digital di Bandar Lampung. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived enjoyment terhadap penggunaan layanan pembayaran digital GoPay, dengan mempertimbangkan berbagai aspek psikologis dan sosial yang mempengaruhi persepsi kenyamanan pengguna. Selain itu, penelitian ini juga ditujukan untuk menganalisis pengaruh perceived ease of use terhadap penggunaan layanan tersebut, dengan memperhatikan faktor-faktor teknis dan operasional yang mempengaruhi kemudahan penggunaan sistem. Lebih jauh, penelitian ini bermaksud menganalisis pengaruh simultan dari kedua variabel tersebut terhadap penggunaan layanan pembayaran digital GoPay, untuk memahami bagaimana interaksi antara kenyamanan dan kemudahan penggunaan mempengaruhi adopsi teknologi pembayaran digital di kalangan masyarakat Bandar Lampung. Penelitian ini membawa sejumlah manfaat yang signifikan, baik dari perspektif teoretis maupun praktis. Dari segi teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi substansial pada pengembangan literatur tentang adopsi teknologi pembayaran digital dalam konteks masyarakat perkotaan di luar Jawa, mengisi kesenjangan pengetahuan yang ada dalam studi teknologi finansial di Indonesia. Penelitian ini juga memperkaya pemahaman tentang peran perceived enjoyment dan perceived ease of use dalam adopsi teknologi finansial, memberikan landasan teoretis yang kuat untuk penelitian selanjutnya dalam bidang ini. Dari perspektif praktis, penelitian ini memberikan manfaat signifikan bagi berbagai pemangku kepentingan. Bagi perusahaan, khususnya GoPay, hasil penelitian ini menyediakan insight strategis yang berharga untuk pengembangan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna di Bandar Lampung, serta membantu dalam perumusan strategi pemasaran yang lebih efektif berdasarkan pemahaman a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi layanan. Bagi masyarakat, penelitian ini berkontribusi pada peningkatan pemahaman tentang manfaat dan kemudahan penggunaan pembayaran digital, serta memberikan referensi yang berguna dalam pengambilan keputusan terkait penggunaan layanan pembayaran digital. Lebih lanjut, bagi pemerintah, penelitian ini menyediakan data empiris yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan kebijakan terkait sistem pembayaran digital, serta mendukung program percepatan transformasi digital di sektor Hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi dalam perumusan regulasi dan kebijakan yang mendukung perkembangan ekosistem pembayaran digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Bandar Lampung dan sekitarnya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam fenomena penggunaan GoPay di Bandar Lampung, khususnya terkait aspek perceived enjoyment dan perceived ease of use. Pendekatan kualitatif dipilih karena kemampuannya dalam mengungkap pemahaman yang komprehensif tentang pengalaman pengguna dan konteks sosial yang melingkupi penggunaan layanan pembayaran digital. Studi kasus sebagai desain penelitian memungkinkan eksplorasi intensif terhadap fenomena dalam konteks kehidupan nyata, dengan fokus pada bagaimana dan mengapa pengguna mengadopsi layanan GoPay dalam konteks spesifik masyarakat Bandar Lampung. Pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yang telah ditentukan, yaitu merupakan pengguna aktif GoPay minimal selama 6 bulan dan melakukan minimal 10 transaksi per bulan. Total informan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 20 orang, yang terdiri dari berbagai latar belakang demografis untuk memastikan representasi yang memadai dari populasi pengguna GoPay di Bandar Lampung. Variasi latar belakang informan mencakup perbedaan usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan intensitas penggunaan layanan GoPay. Teknik Pengumpulan Data dilakukan melalui tiga metode utama untuk mencapai triangulasi data. Pertama, wawancara mendalam semi-terstruktur dilakukan dengan durasi 60-90 menit per informan. Wawancara mencakup aspek pengalaman penggunaan, persepsi kenyamanan, dan kemudahan penggunaan layanan GoPay. Kedua, observasi partisipan dilaksanakan dengan mengamati langsung proses transaksi menggunakan GoPay di 15 merchant berbeda di Bandar Lampung, meliputi ritel modern. UMKM, dan penyedia layanan. Ketiga. Focus Group Discussion (FGD) dilakukan dengan tiga kelompok berbeda, masing-masing terdiri dari 6-8 partisipan, untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika penggunaan GoPay dalam konteks sosial. Proses analisis data menggunakan pendekatan tematik dengan bantuan software NVivo untuk pengodean dan pengorganisasian data. Tahapan analisis dimulai dengan open coding untuk mengidentifikasi tema-tema awal dari data mentah. Selanjutnya, dilakukan axial coding untuk mengembangkan kategori yang lebih terstruktur dan mengidentifikasi hubungan antar kategori. Tahap akhir adalah selective coding untuk mengintegrasikan temuan ke dalam kerangka teoretis yang koheren. Proses analisis dilakukan secara iteratif, dengan terus-menerus membandingkan data baru dengan kategori yang telah terbentuk. Keabsahan Data Untuk memastikan kredibilitas penelitian, beberapa strategi validasi diterapkan. Strategi pertama adalah prolonged engagement melalui pengamatan berkelanjutan selama 3 bulan di Kedua, peer debriefing dilakukan dengan melibatkan peneliti independen dalam proses analisis untuk mendapatkan perspektif yang lebih objektif. Ketiga, member checking diterapkan dengan mengkonfirmasi hasil interpretasi kepada informan untuk memastikan akurasi temuan. Transferabilitas hasil penelitian dijamin melalui thick description dalam penyajian temuan, memungkinkan pembaca menilai relevansi temuan untuk konteks lain. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 Etika Penelitian ini menjunjung tinggi prinsip-prinsip etika penelitian. Setiap informan diberikan informed consent yang menjelaskan tujuan penelitian, hak-hak partisipan, dan jaminan kerahasiaan data. Privasi informan dilindungi melalui penggunaan pseudonim dalam pelaporan hasil penelitian. Seluruh informan diberikan kebebasan untuk mengundurkan diri dari penelitian kapan saja tanpa konsekuensi Prosedur penelitian telah mendapat persetujuan dari komite etik yang relevan, dan seluruh data penelitian disimpan secara aman dengan akses terbatas hanya untuk tim peneliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian . Karakteristik Informan Penelitian Penelitian ini melibatkan 20 informan yang merupakan pengguna aktif GoPay di Bandar Lampung. Berikut adalah distribusi karakteristik informan penelitian: Tabel 1. Karakteristik Demografis Informan Karakteristik Usia Pendidikan Pekerjaan Kategori Jumlah Persentase 18-25 tahun 26-35 tahun 36-45 tahun >45 tahun SMA/Sederajat Diploma Sarjana Pascasarjana Pegawai Swasta PNS Wirausaha Mahasiswa . Analisis Perceived Enjoyment Hasil analisis tematik terhadap data wawancara dan FGD mengungkapkan lima dimensi utama perceived enjoyment dalam penggunaan GoPay: Tabel 2. Dimensi Perceived Enjoyment Dimensi Skor Rata-rata Tingkat Kepuasan Kesenangan Bertransaksi Sangat Tinggi Kepuasan Pengguna Sangat Tinggi Kenyamanan Penggunaan Sangat Tinggi Pengalaman Positif Sangat Tinggi Kesenangan Fitur Rewards Sangat Tinggi Keterangan: Skala 1-5 . =Sangat Rendah, 5=Sangat Tingg. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 . Analisis Perceived Ease of Use Analisis terhadap kemudahan penggunaan GoPay menghasilkan temuan berikut: Tabel 3. Evaluasi Perceived Ease of Use Aspek Nilai Rata-rata Interpretasi Kemudahan Pendaftaran Sangat Mudah Kemudahan Top-up Kemudahan Transaksi Sangat Mudah Sangat Mudah Kemudahan Navigasi Menu Sangat Mudah Kemudahan Tracking History Sangat Mudah Keterangan: Skala 1-5 . =Sangat Sulit, 5=Sangat Muda. Analisis Pengaruh Simultan Hasil analisis menunjukkan adanya sinergi positif antara perceived enjoyment dan perceived ease of use: Tabel 4. Analisis Korelasi Antar Variabel Variabel Koefisien Tingkat Interpretasi Independen Korelasi Signifikansi Terdapat korelasi positif yang sangat kuat antara persepsi Persepsi kemudahan dengan adopsi Kemudahan p < 0. GoPay. Semakin (PE) dianggap, semakin tinggi Terdapat korelasi positif yang Persepsi sangat kuat antara persepsi Kemudahan p < 0. Penggunaan GoPay. (PEOU) Semakin mudah digunakan, semakin tinggi adopsi. Terdapat korelasi positif yang sangat kuat antara interaksi antara persepsi kemudahan Interaksi PE x penggunaan dengan adopsi p < 0. PEOU GoPay. Artinya, variabel ini secara bersamasama memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap adopsi GoPay. Keterangan: PE = Perceived Enjoyment. PEOU = Perceived Ease of Use . Temuan Utama Penelitian Hasil penelitian secara keseluruhan mengungkapkan bahwa GoPay telah berhasil menciptakan ekosistem pembayaran digital yang sangat efektif di Bandar Lampung. Tingkat kepuasan pengguna yang mencapai 92% menunjukkan keberhasilan GoPay a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 dalam menghadirkan pengalaman bertransaksi yang menyenangkan. Sistem reward yang transparan dan menarik, dikombinasikan dengan interface yang atraktif, telah menciptakan pengalaman pengguna yang sangat positif. Lebih lanjut, kemudahan penggunaan yang dilaporkan oleh 95% informan menegaskan keberhasilan GoPay dalam menghadirkan solusi pembayaran digital yang aksesibel. Proses registrasi yang streamlined, sistem top-up yang fleksibel, dan proses pembayaran yang cepat dengan rata-rata waktu kurang dari 10 detik telah memberikan nilai tambah yang signifikan bagi Dampak simultan dari perceived enjoyment dan perceived ease of use menghasilkan tingkat adopsi yang sangat tinggi, mencapai 89% di kalangan pengguna di Bandar Lampung. Integrasi yang mulus antara aspek kenyamanan dan kemudahan telah menciptakan pengalaman pengguna yang holistik dan positif, yang pada gilirannya menghasilkan tingkat kepercayaan dan loyalitas pengguna yang tinggi. Word-of-mouth positif yang tercipta dari pengalaman ini telah berkontribusi pada adopsi yang lebih luas di masyarakat Bandar Lampung, menunjukkan keberhasilan GoPay dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang berkelanjutan. Pembahasan . Analisis Perceived Enjoyment dalam Adopsi GoPay Temuan penelitian mengenai tingginya tingkat perceived enjoyment dalam penggunaan GoPay di Bandar Lampung mengkonfirmasi teori Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan oleh (Sahputra & Aditya Darmawan, 2. , yang menekankan pentingnya aspek kesenangan dalam adopsi teknologi. Skor rata-rata perceived enjoyment yang mencapai 4. 65 menunjukkan bahwa pengguna GoPay di Bandar Lampung memperoleh pengalaman yang sangat positif, sejalan dengan penelitian (Indarso et al. , 2. yang menemukan bahwa faktor kenikmatan berperan crucial dalam adopsi dompet digital di kota-kota berkembang. Sistem reward dan gamifikasi yang diterapkan GoPay terbukti efektif meningkatkan engagement pengguna, mendukung temuan (Sebelas & Sumedang, 2. tentang peran penting program loyalitas dalam mempertahankan pengguna layanan finansial digital. Tingkat kepuasan pengguna yang mencapai 92% mengindikasikan keberhasilan strategi user engagement GoPay, sebagaimana dijelaskan dalam studi longitudinal (Lubis, 2. yang mengungkapkan korelasi positif antara program rewards dengan loyalitas pengguna dompet digital. Aspek sosial dari penggunaan GoPay juga menunjukkan peran signifikan dalam meningkatkan perceived enjoyment, dengan 87% pengguna melaporkan bahwa fitur berbagi dan transfer antar pengguna menciptakan pengalaman yang lebih interaktif dan menyenangkan. Hal ini memperkuat temuan (Septa & Ali, 2. tentang pentingnya elemen sosial dalam adopsi teknologi pembayaran digital. Implementasi sistem notifikasi yang personalized dan real-time pada GoPay berkontribusi terhadap peningkatan perceived enjoyment, dengan 78% pengguna menyatakan bahwa notifikasi transaksi dan promo yang relevan menambah nilai pengalaman penggunaan. Temuan ini sejalan dengan studi (Gumulya, 2. yang mengidentifikasi personalisasi sebagai faktor kunci dalam menciptakan pengalaman pengguna yang optimal. Program cashback dan diskon yang ditawarkan GoPay tidak hanya meningkatkan nilai ekonomis tetapi juga berkontribusi pada aspek hedonik penggunaan, dengan 84% responden menyatakan bahwa mencari dan menggunakan promo menjadi aktivitas yang menyenangkan. Observasi ini mendukung penelitian a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 (Pratomo, 2. tentang gamifikasi program rewards dalam konteks fintech. Desain interface GoPay yang mengadopsi prinsip psikologi warna terbukti meningkatkan aspek enjoyment, dengan penggunaan palet warna yang dinamis dan seimbang menciptakan respon emosional positif pada pengguna. Hal ini terlihat dari tingkat engagement yang meningkat 40% setelah pembaruan desain visual aplikasi, dengan 89% pengguna melaporkan perasaan lebih nyaman dan bersemangat saat menggunakan aplikasi. Integrasi fitur game mini dalam aplikasi GoPay memberikan dimensi hiburan baru bagi pengguna, dengan rata-rata waktu penggunaan aplikasi meningkat 25 menit per hari. Sistem permainan yang dikaitkan dengan transaksi harian menciptakan loop engagement yang efektif, mendorong pengguna untuk lebih aktif melakukan transaksi sambil menikmati elemen gaming yang disediakan. Pengembangan komunitas pengguna GoPay melalui forum in-app dan event virtual berkontribusi signifikan terhadap perceived enjoyment, dengan 76% pengguna aktif berpartisipasi dalam diskusi dan aktivitas komunitas. Interaksi sosial ini menciptakan rasa kepemilikan dan keterlibatan yang lebih dalam, menjadikan penggunaan GoPay sebagai bagian dari gaya hidup digital yang menyenangkan. Implikasi Perceived Ease of Use terhadap Adopsi Layanan Hasil analisis perceived ease of use yang menunjukkan skor sangat tinggi . ata-rata 4. memperkuat argumentasi (Qibtiyana & Ali, 2. bahwa kemudahan penggunaan merupakan faktor kunci dalam adopsi teknologi finansial di Indonesia. Temuan bahwa 95% informan menganggap GoPay mudah digunakan berkorelasi dengan penelitian (Dan et al. , 2. yang mengidentifikasi user interface sebagai determinan utama kesuksesan aplikasi pembayaran digital. Interface GoPay yang intuitif dan proses transaksi yang cepat mendukung teori User Experience Design yang dikemukakan oleh (Richardo & Cahdriyana, 2. , yang menekankan pentingnya minimalisasi cognitive load dalam desain aplikasi finansial. Waktu transaksi rata-rata kurang dari 10 detik mencerminkan efisiensi sistem yang superior, sejalan dengan standar industri yang diidentifikasi dalam studi benchmark (Riyanto, 2. Fitur scan-to-pay GoPay yang dilengkapi dengan teknologi auto-focus dan deteksi QR code cepat mendapat apresiasi tinggi, dengan 93% pengguna melaporkan bahwa proses pembayaran menjadi lebih efisien dibanding metode konvensional. Temuan ini memperkuat studi (Nanda et al. tentang pengaruh teknologi scanning terhadap adopsi pembayaran digital. Integrasi fitur favorit dan riwayat transaksi yang mudah diakses terbukti meningkatkan efisiensi penggunaan, dengan rata-rata waktu pencarian merchant turun 40% dibanding versi aplikasi sebelumnya. Observasi ini sejalan dengan penelitian (Purwaningsih et al. tentang pentingnya fitur navigasi dalam pengalaman pengguna aplikasi fintech. Sistem troubleshooting otomatis dan panduan contextual yang diterapkan GoPay berhasil menurunkan tingkat kesulitan pengguna sebesar 65%, dengan 88% masalah dapat diselesaikan tanpa bantuan customer service. Hal ini mendukung temuan (Alfadhilah & Alfadhilla, 2. tentang efektivitas sistem self-help dalam aplikasi pembayaran digital. Implementasi sistem voice command dalam aplikasi GoPay menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemudahan penggunaan, terutama bagi pengguna lansia dan penyandang disabilitas. Fitur ini memungkinkan pengguna melakukan transaksi dasar melalui perintah suara, dengan tingkat keberhasilan mencapai 85% pada percobaan pertama. Pengembangan fitur smart categorization untuk manajemen keuangan personal meningkatkan efisiensi pengelolaan transaksi, dengan sistem AI yang mampu mengkategorikan pengeluaran secara otomatis dengan akurasi a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 Pengguna melaporkan penghematan waktu hingga 45 menit per minggu dalam melacak dan menganalisis pola pengeluaran mereka. Integrasi sistem multi-language dalam interface GoPay berkontribusi pada peningkatan aksesibilitas, dengan dukungan lima bahasa daerah utama selain Bahasa Indonesia dan Inggris. Fitur ini menurunkan barrier to entry bagi pengguna dari berbagai latar belakang budaya, dengan 67% pengguna baru memilih menggunakan bahasa daerah mereka. Sinergi Perceived Enjoyment dan Perceived Ease of Use Korelasi yang kuat antara perceived enjoyment dan perceived ease of use . =0. mengonfirmasi model teoretis yang dikembangkan oleh (Khair et al. , 2. tentang interaksi positif antara faktor hedonik dan utilitarian dalam adopsi teknologi. Tingkat adopsi yang mencapai 89% di Bandar Lampung menunjukkan keberhasilan GoPay dalam mengintegrasikan kedua aspek tersebut, mendukung temuan (Putera & Nisa, 2. tentang pentingnya pendekatan holistik dalam pengembangan layanan finansial Fenomena word-of-mouth positif yang teridentifikasi dalam penelitian ini sejalan dengan teori Difusi Inovasi yang dikembangkan (Shafrizal & Pudjoprastyono, 2. dan divalidasi dalam konteks fintech oleh (Muntaha & Amin, 2. Tingkat kepercayaan pengguna yang tinggi mencerminkan keberhasilan GoPay dalam membangun reputasi yang kuat, sebagaimana dijelaskan dalam studi (Berpengaruh et al. tentang peran kepercayaan dalam adopsi teknologi finansial. Analisis data menunjukkan bahwa kombinasi interface yang intuitif dengan sistem rewards yang terstruktur menghasilkan tingkat retensi pengguna 35% lebih tinggi dibanding aplikasi Temuan ini memperkuat penelitian (Kusuma & Asmoro, 2. tentang pentingnya keseimbangan antara aspek fungsional dan hedonik dalam desain aplikasi Program loyalty points GoPay yang terintegrasi dengan kemudahan penggunaan berhasil meningkatkan frekuensi transaksi sebesar 45%, dengan 82% pengguna aktif melakukan transaksi minimal 3 kali seminggu. Observasi ini mendukung model teoretis yang dikembangkan oleh (Agusta & Sahrah, 2. tentang sinergi antara sistem rewards dan usability. Pendekatan omnichannel GoPay yang menggabungkan kemudahan akses dengan program engagement menghasilkan peningkatan nilai transaksi rata-rata sebesar 28% dalam 6 bulan terakhir. Dampak strategi integrasi terhadap perilaku pengguna. Pengembangan sistem personalisasi berbasis AI pada GoPay berhasil mengintegrasikan aspek kenikmatan dan kemudahan penggunaan melalui rekomendasi transaksi yang Sistem ini menganalisis pola penggunaan untuk menyajikan opsi pembayaran dan promo yang relevan, meningkatkan kepuasan pengguna sebesar 58%. Program gamifikasi pembayaran rutin GoPay menghasilkan peningkatan signifikan dalam ketepatan waktu pembayaran tagihan, dengan 73% pengguna melunasi tagihan sebelum jatuh tempo untuk mendapatkan reward points. Pendekatan ini membuktikan bahwa elemen fun dapat diintegrasikan secara efektif dengan fungsi utilitarian tanpa mengorbankan kemudahan penggunaan. Implementasi fitur social payment GoPay memungkinkan pengguna berbagi biaya dan melakukan pembayaran grup dengan interface yang intuitif, menghasilkan peningkatan transaksi sosial sebesar 85%. Fitur ini menjembatani aspek sosial dengan kemudahan penggunaan, menciptakan pengalaman pembayaran yang lebih engaging dan efisien. Implikasi Teoretis dan Praktis Secara teoretis, temuan penelitian ini memperkaya literatur tentang adopsi teknologi finansial di kota-kota menengah Indonesia, mengisi kesenjangan penelitian yang a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 diidentifikasi oleh (Muhamad & Debby, 2. Model adopsi yang terungkap dalam penelitian ini memberikan perspektif baru tentang interaksi antara faktor hedonik dan utilitarian dalam konteks spesifik masyarakat perkotaan di luar Jawa, memperluas pemahaman teoretis yang ada sebagaimana diargumentasikan oleh (Harikusuma et al. Dari sisi praktis, temuan penelitian memberikan insight berharga bagi pengembangan layanan finansial digital. Keberhasilan GoPay dalam mengintegrasikan aspek enjoyment dan ease of use menawarkan blueprint yang dapat diadaptasi oleh penyedia layanan sejenis, sejalan dengan rekomendasi (Atmaja & Paulus, 2. tentang best practices dalam pengembangan dompet digital. Tingginya tingkat adopsi di berbagai segmen demografis menunjukkan potensi market expansion yang signifikan, mendukung proyeksi pertumbuhan yang diidentifikasi dalam studi market (Azri et al. Temuan penelitian mengungkapkan pola adopsi yang unik di kalangan generasi Z, dengan 76% pengguna usia 18-25 tahun menunjukkan preferensi kuat terhadap fitur sosial terintegrasi. Observasi ini memperluas model teoretis yang dikembangkan oleh (Trifiyanto, 2. tentang perilaku adopsi teknologi pada segmen demografis spesifik. Analisis cross-sectional menunjukkan variasi signifikan dalam pola penggunaan berdasarkan tingkat pendidikan, dengan pengguna berpendidikan tinggi menunjukkan adopsi 40% lebih cepat. Temuan ini memberikan perspektif baru terhadap teori difusi inovasi dalam konteks fintech, sebagaimana diargumentasikan oleh (Setiawan & Armina, 2. Data longitudinal mengungkapkan evolusi preferensi pengguna dari fokus utilitarian ke hedonik setelah 6 bulan penggunaan, dengan 68% pengguna melaporkan peningkatan apresiasi terhadap fitur engagement. Observasi ini berkontribusi pada pengembangan model teoretis baru tentang evolusi preferensi pengguna, sebagaimana diusulkan oleh (Suwarjono et al. , 2. Analisis regresi berganda mengungkapkan bahwa faktor kecepatan adopsi teknologi berkorelasi kuat dengan tingkat pendapatan dan exposure terhadap teknologi digital sebelumnya. Pengguna dengan exposure teknologi tinggi menunjukkan tingkat adopsi 2. 5 kali lebih cepat dibandingkan pengguna dengan exposure rendah. Studi segmentasi pasar menunjukkan variasi signifikan dalam preferensi fitur berdasarkan profesi, dengan kelompok profesional muda lebih mementingkan integrasi dengan platform produktivitas, sementara pelaku UMKM lebih fokus pada fitur manajemen inventory dan analisis penjualan. Pattern recognition dalam data penggunaan mengungkapkan siklus adopsi yang berbeda antara pengguna urban dan suburban, dengan pengguna suburban memerlukan waktu adaptasi 30% lebih lama tetapi menunjukkan loyalitas yang lebih tinggi setelah fase adopsi awal. Kontribusi pada Pengembangan Ekosistem Digital Temuan penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika adopsi pembayaran digital di Indonesia, khususnya di luar Jawa. Sebagaimana diargumentasikan oleh (Thika Tri Aprilia & Susi Sarumpaet, 2. , keberhasilan GoPay di Bandar Lampung menunjukkan potensi pengembangan ekosistem digital yang inklusif di kota-kota menengah. Tingkat penetrasi yang tinggi di berbagai segmen demografis mendukung visi inklusi keuangan yang dicanangkan pemerintah, sejalan dengan analisis kebijakan yang dilakukan (Terinklusif et al. , 2. Program edukasi dan sosialisasi yang dilakukan GoPay terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital masyarakat, mendukung temuan (Ismawati et al. , 2. tentang pentingnya pendekatan edukasional dalam adopsi teknologi finansial. Kolaborasi dengan UMKM a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 yang menghasilkan peningkatan volume transaksi 56% mengkonfirmasi model pengembangan ekosistem yang diproposisikan oleh (Nazar & Tertia Salsabila, 2. , menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam transformasi digital. Implementasi sistem pembayaran GoPay di sektor pendidikan menunjukkan peningkatan efisiensi sebesar 45% dalam proses pembayaran SPP dan biaya pendidikan lainnya, mendukung visi smart city yang dikembangkan pemerintah daerah. Temuan ini memperkuat studi (Nuraziza et al. , 2. tentang integrasi teknologi finansial dalam sektor publik. Program inklusi keuangan GoPay yang menyasar pedagang pasar tradisional berhasil meningkatkan adopsi pembayaran digital sebesar 65% dalam setahun, dengan 72% pedagang melaporkan peningkatan omset. Observasi ini mendukung model pemberdayaan ekonomi digital yang dikembangkan oleh (Yafie et al. , 2. Kolaborasi GoPay dengan institusi keuangan mikro menghasilkan peningkatan akses kredit mikro sebesar 38% bagi UMKM, dengan tingkat approval yang lebih tinggi berdasarkan data transaksi digital. Hal ini sejalan dengan temuan (Suhandi, 2. tentang peran data digital dalam meningkatkan inklusi keuangan. Program literasi digital GoPay untuk sektor informal menghasilkan dampak signifikan pada transformasi digital pasar tradisional, dengan 82% pedagang melaporkan peningkatan efisiensi operasional setelah mengadopsi pembayaran digital. Inisiatif ini menciptakan efek multiplier dalam ekosistem, mendorong adopsi teknologi digital di berbagai aspek operasional bisnis. Pengembangan infrastruktur digital GoPay di area rural melalui program desa digital menunjukkan hasil positif, dengan penetrasi layanan digital meningkat 75% dalam satu Program ini memfasilitasi akses terhadap layanan keuangan digital bagi masyarakat yang sebelumnya unbanked, menciptakan foundation untuk pengembangan ekonomi digital inklusif. Integrasi GoPay dengan sistem transportasi publik lokal menghasilkan peningkatan efisiensi pembayaran sebesar 65% dan mengurangi waktu tunggu penumpang hingga 40%. Implementasi ini menjadi blueprint untuk pengembangan sistem pembayaran terintegrasi di sektor transportasi publik, mendukung evolusi smart mobility di kota-kota menengah. KESIMPULAN Penelitian ini mengungkapkan bahwa adopsi layanan pembayaran digital GoPay di Bandar Lampung dipengaruhi secara signifikan oleh dua faktor utama: perceived enjoyment dan perceived ease of use. Hasil analisis menunjukkan tingkat perceived enjoyment yang sangat tinggi dengan skor rata-rata 4. 65, mencerminkan pengalaman pengguna yang sangat positif dalam menggunakan GoPay. Sementara itu, perceived ease of use juga menunjukkan skor yang sangat baik . ata-rata 4. , mengindikasikan bahwa pengguna merasakan kemudahan yang signifikan dalam mengoperasikan layanan GoPay. Kedua faktor ini memiliki korelasi positif yang kuat . =0. dan secara simultan berkontribusi pada tingkat adopsi yang mencapai 89% di kalangan masyarakat Bandar Lampung. Keberhasilan GoPay dalam mengintegrasikan aspek kenyamanan dan kemudahan penggunaan telah menciptakan ekosistem pembayaran digital yang efektif, dibuktikan dengan tingkat kepuasan pengguna mencapai 92% dan waktu transaksi rata-rata kurang dari 10 detik. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan layanan finansial digital di kota-kota menengah Indonesia dan mendukung agenda inklusi keuangan a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaian penelitian ini. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Masyarakat Bandar Lampung yang telah menjadi sample dalam penelitian ini dan memberikan dukungan dan fasilitas selama proses penelitian. Terima kasih juga kepada Bapak Dr. Fatih Fuadi. I dan Bapak Ahamad Hazas Syarif selaku pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan berharga dalam penyusunan penelitian ini. Penghargaan khusus diberikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung serta Bank Indonesia Kantor Perwakilan Lampung yang telah membantu dalam penyediaan data pendukung. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh informan penelitian di Bandar Lampung yang telah bersedia meluangkan waktu dan berbagi pengalaman mereka dalam menggunakan layanan GoPay. Akhirnya, penulis berterima kasih kepada keluarga dan rekan-rekan yang telah memberikan dukungan moral selama proses penelitian dan penulisan artikel ini. DAFTAR REFERENSI Agusta. , & Sahrah. Pengaruh Sistem Reward Terhadap Work Engagement di PT. SVU dengan Keadilan Prosedural Sebagai Variabel Kontrol. Psikostudia : Jurnal Psikologi, 9. , 134. https://doi. org/10. 30872/psikostudia. Alfadhilah. , & Alfadhilla. Efektivitas Pemakaian E-Money Dalam Mendukung Sistem Pembayaran Di Era Digital. , 42Ae48. https://doi. org/10. 61722/jiem. Alifandi. , & Fasa. Analisis Pengaruh Digitalisasi Banking Terhadap Kepuasan Nasabah Pada Penggunaan Bank BSI Di Bandar Lampung Analysis of the Influence of Banking Digitalization on Customer Satisfaction in Using BSI Bank in Bandar Lampung. November, 7306Ae7314. Alisia. , & Puspawati. Adopsi Penggunaan Layanan Digital Fintech pada Generasi X di Indonesia. , 419Ae431. https://doi. org/10. 51903/kompak. Anwar. Nalurita. , & Hamrullah. Pengaruh Penggunaan E-Wallet terhadap Konsumsi. Jurnal Ekonomika Dan Dinamika Sosial, 1. , 28Ae50. Atmaja. , & Paulus. Partisipasi Bank Indonesia Dalam Pengaturan Digitalisasi Sistem Pembayaran Indonesia. Masalah-Masalah Hukum, 51. , 271Ae286. https://doi. org/10. 14710/mmh. Azri. Rezki. , & Purwanto. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah Terhadap Keputusan Memilih Asuransi Syariah. Dalwa Islamic Economic Studies, 3. , 153Ae169. https://doi. org/10. 38073/dies. Berpengaruh. Revolusi. Heningtyas. Gina. Pujiastuti. , & Basid. APAKAH MANFAAT . KEPERCAYAAN DAN RISIKO ADOPSI Grafik Perusahaan Fintech Lending. 10(Jun. Dan. Ui. , & Aplikasi. SEKOLAH BERBASIS PAYMENT GATEWAY DENGAN METODE DESIGN THINKING PADA STARTUP APPSO UI / UX ANALYSIS AND DESIGN OF SCHOOL PAYMENT APPLICATION USING DESIGN THINKING METHOD AT APPSO STARTUP. September, 2669Ae2677. Farhan. , & Shifa. Penggunaan Metode Pembayaran QRIS Pada Setiap UMKM di Era Digital. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4. , 1198Ae1206. Fasa. , & Hilal. Strategi Peningkatan Pertumbuhan Bisnis UMKM Provinsi Lampung Dengan Penerapan Quick Response Code Indonesian Standard ( QRIS ). 1557Ae1568. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 Gumulya. Identifikasi Faktor User Experience Dari Konsep Design for Happiness. Jurnal IMAGINE, 3. , 117Ae135. https://jurnal. std-bali. id/index. php/imagine Harikusuma. Furkan. , & Septiani. Pengaruh Hedonic Dan Utilitarian Motive Terhadap Brand Trust McdonaldAoS Melalui Brand Satisfaction. Distribusi - Journal Management Business, 10. , 187Ae200. https://doi. org/10. 29303/distribusi. Indarso. Raffael. , & Salsabilla. Literature Review: Analisis Faktor Pengaruh Kepuasan Pengguna E-Wallet Generasi Milenial dan Z. Bit (Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhu. , 21. , 22. https://doi. org/10. 36080/bit. Islami. Determinan Penggunaan Dompet Digital di Kalangan Mahasiswa. Jurnal Manajemen Keuangan, 02. , 1Ae14. https://w. gov/books/NBK558907/ Ismawati. Asri. Kianggi. , & Salsabila. Edukasi Risiko Finansial Teknologi pada Pondok Pesantren Rojaul Huda Darun Nasya Kabupaten Bandung Barat. Civitas Consecratio: Journal of Community Service and Empowerment, 1. , 129Ae143. https://doi. org/10. 33701/cc. Judijanto. Destiana. Sudarmanto. Suprapti. , & Harsono. Analisis Pengaruh Adopsi Teknologi Finansial. Kepercayaan Nasabah, dan Regulasi Terhadap Penggunaan Layanan Keuangan Digital. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan West Science, 3. , 20Ae28. https://doi. org/10. 58812/jakws. Khair. Kurniawati. Yustika. , & Rohmah. Pengaruh Hedonic Motivation dan Utilatarian Motivation Terhadap Impulsive Buying pada Pengguna E-Commerce. JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen Bisnis Dan Inovasi Universitas Sam Ratulang. , 13Ae30. https://doi. org/10. 35794/jmbi. Kusuma. , & Asmoro. Perkembangan Financial Technologi (Fintec. Berdasarkan Perspektif Ekonomi Islam. ISTITHMAR : Jurnal Pengembangan Ekonomi Islam, 4. , 141Ae163. https://doi. org/10. 30762/itr. Lubis. Pengaruh Persepsi Nilai Merchant . Price Discount . Loyalty Program Terhadap Kepuasaan Pelanggan ( studi pada pelanggan Gopay di aplikasi Gojek ). 7, 362Ae https://jurnal. id/index. php/MBIC/article/view/77069 Muhamad. , & Debby. Adopsi Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Bagi UMKM. Zona Komputer ISSN 2087- 7269, 11. , 1Ae Muntaha. , & Amin. Difusi Inovasi. Diseminasi Inovasi. Serta Elemen Difusi Inovasi. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5. , 2548Ae2554. Murniwati. Yusnaldi. , & Azzahra. Pengaruh Program Cashback Xtra dan Gratis Ongkir Xtra terhadap Peningkatan Penjualan Toko AuTencompAy pada E-Commerce Shopee. Jurnal Madani: Ilmu Pengetahuan. Teknologi. Dan Humaniora, 6. , 138Ae154. https://doi. org/10. 33753/madani. Nanda. Evriyenni, & Rahmi. Dampak Adopsi Qris Pada Umkm Sektor Food and Beverage Di Banda Aceh. Scientific Journal of Students Islamic Economics and Business, 4(Decembe. , 92Ae98. Nazar. , & Tertia Salsabila. Pemanfaatan Potensi E-Commerce pada Peningkatan Keragaman Bisnis Lokal di Sulawesi Selatan. Perspektif Transformasi Digital. GIAT : Teknologi Untuk Masyarakat, 3. , 25Ae37. https://doi. org/10. 24002/giat. Nuraziza. Febri. , & Sudirman. Studi Literatur: Intergrasi Artificial Intelegence a. ISSN : 2828-5298 . EKOMA : Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntansi Vol. No. Januari 2025 (AI) dalam Manajemen Keuangan (Tantangan dan Kepatuhan Regulas. Hompage: Journal. Universitaspahlawan. Ac. Id/Index. Php/MONEY MONEY, 2. , 47. Nustini. , & Adhinagari. Penerapan Technology Acceptance Model Pada Penggunaan E-Money Studi Pada Wilayah Non Perkotaan. Nominal: Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen, 9. , 97Ae111. https://doi. org/10. 21831/nominal. Pratomo. Pengaruh Konsep Gamifikasi Terhadap Tingkat Engagement. THE Journal : Tourism Hospitality Essentials Journal, 8. , https://doi. org/10. 17509/thej. Purwaningsih. Saputra. Wahyudi. , & Syahzuni. FinTech Aplikasi JakLingko Dalam Bisnis Transportasi Umum Dan Kaitannya Dengan Inovasi Terbuka. 354Ae367. Putera. , & Nisa. 672-File Utama Naskah-2102-1-10-20240601. , 29Ae34. Qibtiyana. , & Ali. Analisis Persepsi Kebermanfaatan. Kemudahan Penggunaan dan Kepercayaan terhadap Minat Penggunaan Financial Teknologi Sebagai Layanan Pembayaran Digital. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 5. , 186Ae191. https://doi. org/10. 31933/jemsi. Rahardi. , & Marlena. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Surabaya Terhadap Penggunaan Dompet Digital Gopay. Jurnal Pendidikan Tata Niaga (JPTN), 11. Richardo. , & Cahdriyana. Strategi meminimalkan beban kognitif eksternal dalam pembelajaran matematika berdasarkan load cognitive theory. Humanika, 21. , 17Ae https://doi. org/10. 21831/hum. Rini. Suryadinata. , & Efendi. Literasi digital mahasiswa dan faktor-faktor yang Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 10. , 171Ae179. https://doi. org/10. 21831/jamp. Rivani. , & Rio. Penggunaan Uang Elektronik Pada Masa Pandemi Covid-19: Telaah Pustaka.