MERPATI 6 . JURNAL MERPATI Media Publikasi Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Logistik dan Bisnis Internasional https://ejurnal. id/index. php/merpati PENINGKATAN KUALITAS MEREK MELALUI PEMBUATAN BRAND GUIDELINE BAGI USAHA MIKRO SEIMONGKO Angga Dewi Anggraeni1. Asaretkha Adjane Annisawati2. Senny Handayani Suarsa3. Suci Fika Widyana4. D4 Manajemen Perusahaan. Sekolah Vokasi Universitas Logistik dan Bisnis Internasional angga@ulbi. D4 Manajemen Perusahaan. Sekolah Vokasi Universitas Logistik dan Bisnis Internasional asaretkha@ulbi. D4 Manajemen Perusahaan. Sekolah Vokasi Universitas Logistik dan Bisnis Internasional sennyhandayani@ulbi. D3 Manajemen Pemasaran. Sekolah Vokasi Universitas Logistik dan Bisnis Internasional bharata@ulbi. ABSTRAK Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mengenai "Pembuatan Brand Guideline untuk UMKM Seimongko" bertujuan untuk mengimplementasikan Panduan Merek yang komprehensif, untuk meningkatkan konsistensi merek usaha UMKM 'Seimongko'. Hal ini diharapkan dapat mendorong identitas merek yang terpadu serta menanamkan kepercayaan dan daya tarik di antara konsumen. Seimongko adalah merek UMKM yang bergerak dalam bidang makanan beku . rozen foo. seperti sei, dimsum, gyoza, dan lain-lain. Menyadari pentingnya mengembangkan praktik-praktik pemasaran yang efektif dalam usaha mikro. PKM ini memiliki tujuan utama untuk memberdayakan bisnis mikro Seimongko melalui pemberian alat, strategi, dan pengetahuan yang diperlukan guna meningkatkan kualitas merek mereka dan memperluas jangkauan pasar seimongko. Metodologi penelitian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan kualitatif, yang mencakup wawancara, survei, analisis dokumen, dan observasi. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan dampak strategi branding, desain pemasaran, dan e-commerce. Hasil dari proyek ini menunjukkan bahwa penerapan Panduan Merek . rand guidelin. yang komprehensif dapat meningkatkan konsistensi dan daya tarik merek, sementara desain feeds instagram yang inovatif dan strategi e-commerce yang efektif dapat memperluas jangkauan pasar dan memperdalam keterlibatan pelanggan. PKM ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana strategi pemasaran yang terpadu dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi UMKM seperti Seimongko. Kata Kunci: Brand. Brand Guideline. UMKM. Seimongko. ABSTRACT The Community Service Project regarding "Creating a Brand Guideline for UMKM Seimongko" aims to implement a comprehensive Brand Guide, to increase the consistency of the UMKM business brand 'Seimongko'. This is expected to encourage a unified brand identity and instill trust and appeal among Seimongko is an UMKM brand that operates in the frozen food sector such as sei, dimsum, gyoza, and others. Recognizing the importance of developing effective marketing practices in micro businesses, this PKM has the main objective of empowering Seimongko micro businesses by providing the tools, strategies and knowledge necessary to improve the quality of their brands and expand Seimongko's market reach. The research methodology used in this project is a qualitative approach, which includes interviews, surveys, document analysis, and observation. This approach aims to increase MERPATI 6 . o Hal. the impact of branding, marketing design and e-commerce strategies. The results of this project show that implementing a comprehensive brand guideline can increase brand consistency and appeal, while innovative Instagram feed design and an effective e-commerce strategy can expand market reach and deepen customer engagement. This PKM provides important insight into how an integrated marketing strategy can have a significant positive impact on UMKMs like Seimongko. Keywords: Brand. Brand Guideline. UMKM. Seimongko. PENDAHULUAN Dalam era globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, branding menjadi sebuah elemen yang krusial bagi keberhasilan perusahaan untuk mendapatkan competitive advantage termasuk bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Branding bukan hanya sekedar menciptakan logo atau nama tetapi juga mencakup aspek-aspek yang dapat membentuk persepsi bagi konsumen terhadap sebuah layanan ataupun produk (Angga Dewi Anggraeni. Dera Thorfiani, & Ilham Hidayat, 2. Branding juga merupakan pembeda yang signifikan dalam pasar yang penuh dengan pilihan, hal ini akan membantu UMKM untuk lebih menonjol daripada kompetitornya . djane annisawati, asaretkha. anggraeni, 2. Dalam sebuah pasar yang padat dengan kompetisi. UMKM seimongko harus dapat menarik bagi konsumen dengan cara menunjukan identitas dan keunikan yang dimiliki sehingga memiliki keunggulan kompetitif. Konsumen cenderung memilih produk atau layanan dari merek yang sudah terkenal dan mereka percayai . Widya. Anggraeni. Angga Dewi. Adjane, 2. , sehingga branding yang konsisten dan profesional dapat membangun kepercayaan konsumen dan pada akhirnya membangun loyalitas dan retensi pelanggan (Gunarto, 2. Seimongko merupakan UMKM yang bergerak pada makanan beku siap saji . rozen foo. yang berdiri pada tahun 2021 dengan menu spesial nya berupa SeAoi, lalu mengembangkan produknya pada jenis frozen food lainnya seperti dimsum, gyoza, lidah dan paru. Seimongko mempromosikan produknya hanya menggunakan media sosial instagram dan untuk pemesanan melalui whatsapp. Dilihat bahwa feeds pada instagram @seimongko masih belum memiliki brands guideline yang konsisten, sehingga dalam pengenalan merk untuk meningkatkan kesadaran merk dipasar dan meningkatkan nilai tambah bagi produk yang ditawarkan masih kurang. Seimongko merupakan merek yang dikenal dengan berbagai produk makanan beku seperti sei, dimsum, dan gyoza, saat ini menghadapi beberapa tantangan besar dalam upaya meningkatkan kesadaran merek dan nilai tambah produk di pasar. Salah satu masalah utama yang dihadapi Seimongko adalah belum adanya panduan merek . rand guidelin. yang konsisten. Tanpa panduan merek yang jelas, upaya branding Seimongko menjadi kurang terarah dan tidak terkoordinasi dengan baik, yang mengakibatkan sulitnya membangun identitas merek yang kuat dan dikenali oleh konsumen (Qu. Kim, & Im, 2. Ketiadaan panduan merek yang konsisten menyebabkan berbagai elemen visual dan pesan komunikasi Seimongko sering kali tidak seragam. Hal ini mengakibatkan citra merek yang tidak jelas dan kurang profesional di mata konsumen (Dominique & Lopes, 2. Selain itu, tanpa panduan yang jelas, setiap materi pemasaran yang dibuat dapat berbeda satu sama lain, menciptakan kebingungan dan mengurangi kepercayaan konsumen terhadap merek (Godey et , 2. Akibatnya, pengenalan merek di pasar menjadi kurang efektif, sehingga Seimongko kesulitan untuk meningkatkan kesadaran merek dan menarik lebih banyak pelanggan. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan Pengabdian Kepada Masyarakat mengenai pelatihan pembuatan brand guideline yang komprehensif bagi Seimongko. Pelatihan ini akan berfokus pada peningkatan branding dengan mengembangkan panduan merek yang mencakup semua aspek visual dan pesan komunikasi. Panduan ini akan memastikan konsistensi dalam setiap materi pemasaran yang dibuat, sehingga dapat membangun identitas merek yang kuat dan dikenali oleh Dengan identitas merek yang jelas dan konsisten. Seimongko dapat meningkatkan kesadaran merek di pasar dan menanamkan kepercayaan serta loyalitas di antara konsumennya. Selain itu, proyek ini juga akan mencakup pembuatan linktree untuk memudahkan proses Linktree akan mengintegrasikan semua platform penjualan dan media sosial Seimongko dalam satu tautan, sehingga memudahkan konsumen untuk menemukan informasi dan melakukan Ini akan meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pelanggan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan penjualan dan pertumbuhan bisnis. Strategi e-commerce juga akan menjadi fokus dalam pelatihan ini. Dengan mengembangkan strategi e-commerce yang efektif. Seimongko dapat memperluas jangkauan pasarnya dan MERPATI 6 . o Hal. memfasilitasi pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Strategi ini akan mencakup penggunaan platform online untuk promosi, penjualan, dan interaksi dengan pelanggan, serta mengoptimalkan pengelolaan pesanan dan pengiriman. Secara keseluruhan, pelatihan pembuatan brand guideline ini bertujuan untuk mengatasi tantangan branding yang dihadapi Seimongko secara komprehensif. Dengan meningkatkan branding, membuat linktree untuk memudahkan pemesanan, dan memberikan pengetahuan penting tentang mengembangkan strategi e-commerce. Seimongko diharapkan dapat memperkuat identitas mereknya, meningkatkan kesadaran merek di pasar, dan meningkatkan nilai tambah produk yang Ini akan menjadi langkah penting bagi Seimongko untuk mencapai pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis yang lebih baik di masa depan. METODE PELAKSANAAN 1 Tempat dan Waktu Kegiatan dilaksanakan di UMKM Seimongko pada Rabu, 28 Agustus 2024 di Jalan Sindang Sirna No. 20 Bandung yaitu rumah produksi dan penjualan produk Seimongko. 2 Khalayak Sasaran Khalayak sasaran kegiatan Sosialisasi Brand Guideline untuk UMKM Seimongko ini adalah Owner dan pegawai UMKM Seimongko. Kegiatan ini dilaksanakan dengan jumlah peserta 12 orang yang terdiri dari 2 orang owner, 8 orang produksi dan 2 orang tenaga administrasi dengan narasumber dari dosen Sekolah Vokasi ULBI yang sudah berpengalaman dalam bidang Brand Guideline. 3 Metode Pengabdian Metode pelaksanaan kegiatan dalam Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul kegiatan AuPembuatan Brand Guideline untuk UMKM SeimongkoAu terdiri dari tahapan sebagai berikut : Kegiatan persiapan merupakan kegiatan awal yang dilakukan sebelum kegiatan inti dari program pengabdian dilaksanakan, kegiatan persiapan yang dilakukan adalah sebagai berikut : Berkordinasi dengan pihak mitra yaitu Pemilik UMKM Seimongko terkait pelaksanaan kegiatan. Merancang Jadwal dan tempat sosialisasi bersama dengan mitra. Mendata peserta sosialisasi bersama dengan Pembuatan materi sosialisasi yang akan dipresentasikan serta diberikan kepada peserta. (Anggraeni, 2. Tahap kedua yaitu Pelaksanaan. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada bulan ke 4 dan ke 5 pada saat kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung dengan kegiatan sebagai berikut: Sosialisasi terkait Brand Guideline. Sosialisasi teknik Brand Guidline secara online. Sosialisasi terkait merancang Brand Guideline produk. 4 Indikator Keberhasilan Partisipasi mitra dalam program meliputi : mitra ikut terlibat dalam perumusan masalah, perencanaan program, penjadwalan kegiatan, pelaksanaan program hingga tahap evaluasi, dan mitra berperan aktif dalam kegiatan pelatihan. 5 Metode Evaluasi Metode yang dipakai untuk pengukuran keberhasilan kegiatan evaluasi ini adalah melalui observasi, lembar kerja. HASIL DAN PEMBAHASAN Peningkatan Merek Kegiatan PKM ini berhasil menerapkan strategi untuk meningkatkan kualitas merek UMK Seimongko. Pembuatan dan penerapan brand guideline memberikan dampak yang sangat besar (Tewary & Mehta, 2. Brand Guideline ini memberikan pendekatan tersetruktur terhadap branding dan membantu menstandardisasi aspek visual dan pesan dari brand (Suarsa. Nainggolan & Diawati, 2. Perusahaan berpartisipasi melaporkan peningkatan nyata dalam konsistensi merek, yang berkontribusi pada citra yang lebih professional dan dikenal di pasar (Lam. SK. Ahearne. Mullins. Hayati. Schilewaert, 2. MERPATI 6 . o Hal. Sumber : Diolah, 2024 Gambar 1. Pelaksanaan Sosialisasi Brand Guideline Seimongko Gambar 2. Logo Seimongko Integrasi E-Commerce Fokus proyek pada stratego e-commerce terbukti bermanfaat bagi UMK Seimongko. Peserta yang menggunakan Penjualan dan pemasaran online melaporkan perluasan basis pelanggan mereka secara Seimongko juga menerapkan menu card dan linktree untuk mempermudah konsumen dalam mencari produk. Pelatihan dan bimbingan yang diberikan memungkinkan mereka menavigasi lanskap digital secara efektif (Made & Darmawan, 2. Selain itu, penggunaan media sosial dan iklan online terbukti menjadi alat yang efektif dalam menjangkau khalayak yang lebih luas dan menghasilkan penjualan (Hassan. Nadzim, & Shiratuddin, 2015. Suarsa. Hurriyati, & Thorfiani, 2. Participant Feedback Umpan balik dari UMK Seimongko yang berpartisipasi sangat positif. Mereka mengucapkan terima kasih atas bantuan proyek ini, dengan menekankan kepraktisan dan efektivitas business kit yang Banyak yang berpendapat bahwa panduan mengenai branding dan e-commerce bersifat transformative bagi bisnis mereka. Umpan balik ini menunjukkan bahwa proyek ini berhasil memenuhi kebutuhan spesifik perusahaan. KESIMPULAN Meskipun kegiatan ini sukses secara keseluruhan terdapat beberapa tantangan yang dihadapi. Khususnya penerapan strategi e-commerce lebih lambat bagi usaha mikro tertentu karena terbatasnya literasi digital. Literasi proyek-proyek serupa di masa depan mungkin mendapat manfaat dari pelatihan dan dukungan tambahan di bidang ini. Selain itu mempertahankan momentum upaya branding dan ecommerce dalam jangka panjang akan sangat penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. MERPATI 6 . o Hal. Kesimpulannya, hasil proyek PKM AuPeningkatan Kualitas Merek melalui Pembuatan Brand Guideline bagi Usaha Mikro SeimongkoAy menunjukkan dampak positif strategi branding, dan ecommerce pada Seimongko. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan pengenalan merek dan daya tarik produk namun juga memfasilitasi pertumbuhan bisnis dan perluasan pasar. Keberhasilan proyek ini menggarisbawahi pentingnya mengadaptasi bisnis tradisional dengan tren pasar modern sambil melestarikan warisan Upaya masa depan kea rah ini harus fokus pada mengatasi tantangan literasi dan memastikan keberlanjutan peningkatan tersebut (Chiou & Droge, 2. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih yang ditujukkan kepada Direktorat Riset Penelitian Inovasi Kewirausahaan dan Kemitraan (RPIKK) yang telah memberikan dana hibah untuk kegiatan pengabdian ini. REFERENSI