Volume 1 No. 1 2024, 23 - 39 DOI : xx. Journal of Education & Managementand Innovation https://journal. E-ISSN x-x STRATEGI OPTIMALISASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SMP NEGERI 3 BANYUASIN Selpita a. Ade Akhmad Saputra b. Arwan c a Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia, selpita. pii3115@gmail. b Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia, adeakhmadsaputra_uin@radenfatah. c Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Indonesia, arwan@radenfatah. INFO ARTIKEL Riwayat Artikel: Received : 22-3-2025 Revised : 4-4-2025 Accepted : 30-4-2025 Keywords: Education Management. Optimization. Quality of Education. Junior High School. Islamic Values ABSTRACT This study focuses on analyzing strategies for optimizing Islamic education management at SMP Negeri 3 Banyuasin as an effort to improve the overall quality of education. The main objective of this research is to identify how the application of Islamic values in various aspects of school management can positively impact the holistic quality of education. The research employs a qualitative approach, incorporating literature reviews, participatory observations, and in-depth interviews with the school principal and teachers actively involved in implementing Islamic education programs. The collected data were analyzed descriptively and qualitatively through stages of data reduction, narrative data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the optimization of Islamic education management at SMP Negeri 3 Banyuasin significantly contributes to improving educational quality. This is reflected in the increased average student academic performance, improved discipline, heightened learning motivation and attendance, as well as teachersAo positive perceptions of students' moral and character development. The implementation of Islamic values through school policies, habitual religious activities, and integration within the learning process has created a conducive learning However, the study also identifies several challenges, such as limited student understanding, inadequate facilities, and the need to strengthen parental The implications of this study provide empirical justification for the effectiveness of Islamic education management in improving educational quality holistically, which could serve as a model for other Islamic educational The study also emphasizes the importance of school leadership, the active role of teachers, enhanced student understanding, adequate facilities, and collaboration with parents. Recommendations for future research include advanced statistical analysis, comparative case studies, broader research samples, and the development of more comprehensive instruments for measuring nonacademic aspects. JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 23 - 39 Kata Kunci: Pendidikan Islam. Optimalisasi. Mutu Pendidikan. Sekolah Menengah Pertama. Nilai-Nilai Islam ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada analisis strategi optimalisasi manajemen pendidikan Islam di SMP Negeri 3 Banyuasin dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengidentifikasi bagaimana penerapan nilai-nilai Islam dalam berbagai aspek manajemen sekolah dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan secara holistik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi pustaka, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru yang terlibat aktif dalam implementasi program pendidikan Islam. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data naratif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi manajemen pendidikan Islam di SMP Negeri 3 Banyuasin memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Hal ini tercermin dari peningkatan rata-rata nilai akademik siswa, perbaikan kedisiplinan, peningkatan motivasi belajar dan kehadiran siswa, serta persepsi positif guru terhadap moral dan karakter siswa. Implementasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan sekolah, kegiatan pembiasaan keagamaan, dan integrasi dalam proses pembelajaran menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan seperti kurangnya pemahaman siswa, keterbatasan fasilitas, dan perlunya penguatan dukungan orang tua. Implikasi penelitian ini memberikan justifikasi empiris mengenai efektivitas manajemen pendidikan Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan secara holistik, yang dapat menjadi model bagi institusi pendidikan Islam lainnya. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya kepemimpinan sekolah, peran aktif guru, penguatan pemahaman siswa, dukungan fasilitas, dan sinergi dengan orang tua. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya meliputi analisis statistik lanjutan, studi kasus komparatif, perluasan sampel penelitian, dan pengembangan instrumen pengukuran aspek non-akademik yang lebih komprehensif. How to cite : Selpita. Akhmad Saputra. , & Arwan. Strategy for Optimizing Islamic Education Management to Improve the Quality of Education at SMP Negeri 3 Banyuasin: Strategi Optimalisasi Manajemen Pendidikan Islam Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan Di Smp Negeri 3 Banyuasin. JEMINOV (Journal of Education Management and Innovatio. , 1. , 23Ae39. LATAR BELAKANG Pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya berilmu pengetahuan, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki daya saing tinggi di tengah tantangan global. Namun demikian, pengelolaan pendidikan Islam di berbagai negara, termasuk Indonesia, masih menghadapi sejumlah persoalan yang kompleks. Berbagai studi internasional, seperti laporan Education for All Global Monitoring Report oleh UNESCO tahun 2021, menunjukkan bahwa sebagian besar negara berpenduduk mayoritas Muslim berada di peringkat bawah dalam indeks kualitas pendidikan global. Misalnya, negara-negara seperti Pakistan. Sudan, dan Yaman memiliki skor Education Index yang secara konsisten berada di bawah rata-rata global, terutama dalam aspek JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 23 - 39 mutu guru, keterjangkauan layanan pendidikan, dan relevansi kurikulum terhadap kebutuhan abad 21. Di Indonesia sendiri, tantangan dalam pendidikan Islam tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 yang menunjukkan bahwa tingkat kelulusan siswa madrasah berada di bawah tingkat kelulusan sekolah umum, dengan selisih mencapai 12% pada aspek kompetensi akademik. Temuan ini mengindikasikan adanya ketimpangan dalam kualitas pendidikan yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam formal, yang salah satunya disebabkan oleh lemahnya sistem manajemen pendidikan yang diterapkan (Alifah, 2. Pendidikan Islam idealnya mampu membangun peserta didik secara menyeluruh, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun spiritual. Oleh karena itu, penguatan manajemen pendidikan menjadi kunci penting dalam proses peningkatan mutu pendidikan Islam, terutama di jenjang sekolah menengah pertama yang merupakan tahap krusial dalam pembentukan karakter. Optimalisasi manajemen pendidikan Islam tidak hanya mencakup aspek administratif, tetapi juga integrasi nilai-nilai keislaman dalam budaya sekolah, kurikulum, dan pola kepemimpinan pendidikan (Andriyani et al. SMP Negeri 3 Banyuasin, sebagai lembaga pendidikan formal di tingkat menengah pertama, memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan layanan pendidikan Islam yang berkualitas. Namun, tantangan dalam implementasi nilai-nilai Islam masih dirasakan, baik karena keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya penguasaan guru terhadap strategi pembelajaran berbasis nilai Islam, maupun sistem manajerial yang belum sepenuhnya mengadopsi prinsip-prinsip manajemen pendidikan Islam secara menyeluruh (Cahyati & Hariyanto, 2. Upaya optimalisasi manajemen pendidikan Islam di SMP Negeri 3 Banyuasin diharapkan menjadi solusi konkret untuk mengatasi berbagai kendala tersebut. Strategi yang digunakan meliputi perencanaan yang matang, pelaksanaan yang konsisten, serta evaluasi program-program pendidikan yang berkelanjutan dan berbasis nilai Islam. Selain itu, kolaborasi antara pihak sekolah, tenaga pendidik, peserta didik, dan orang tua juga menjadi faktor krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung visi pendidikan Islam yang utuh dan kontekstual (Andriyani, 2021. Astuti & Daulay, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi optimalisasi manajemen pendidikan Islam di SMP Negeri 3 Banyuasin guna meningkatkan mutu pendidikan. Melalui identifikasi berbagai kendala dan perumusan solusi yang aplikatif, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dan praktis dalam pengembangan sistem pendidikan Islam, khususnya pada jenjang sekolah menengah pertama. Sebagaimana dinyatakan oleh N. Khikmah . , salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan Islam adalah lemahnya sistem manajemen yang diterapkan di sekolah. Hal ini meliputi kurangnya perencanaan strategis, sistem evaluasi yang belum efektif, serta minimnya inovasi dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk mengembangkan manajemen pendidikan Islam yang melibatkan kepemimpinan visioner, integrasi ilmu agama dan ilmu umum, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar mengajar (BaroAoah, 2. Sejumlah penelitian terdahulu juga memperkuat pentingnya manajemen dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam. Diva . menyoroti perlunya integrasi JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 23 - 39 kurikulum agama dan umum. Dwianti . menekankan efektivitas kepemimpinan islami, sementara Nasution, et al. , . mencermati kontribusi teknologi dalam pembelajaran di madrasah dan pesantren. Penelitian lainnya, seperti yang dilakukan oleh Fiqri & Werdiningsih . , menunjukkan hubungan antara manajemen mutu dan capaian akademik siswa madrasah. Firdausi . Hendriadi . , dan Herawati . , turut memperkaya kajian tentang model manajemen pendidikan Islam dari perspektif internasional, pengawasan berbasis data, keterlibatan masyarakat, dan perbandingan mutu pendidikan Islam secara global. Berbeda dari studi-studi sebelumnya yang cenderung fokus pada satu aspek tertentu seperti kepemimpinan, kurikulum, atau teknologi, penelitian ini menawarkan pendekatan yang lebih holistik dan integratif. Kebaruan dari kajian ini terletak pada usulan model manajemen pendidikan Islam yang adaptif terhadap dinamika zaman, dengan menekankan pada perencanaan strategis, kepemimpinan visioner, serta pemanfaatan teknologi sebagai sarana peningkatan mutu pendidikan (Kosilah & Septian. Adapun tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis serta menawarkan model optimalisasi manajemen pendidikan Islam yang dapat diterapkan secara praktis dan berkelanjutan di lembaga pendidikan Islam, khususnya di tingkat sekolah menengah pertama. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, observasi, dan wawancara mendalam. Pendekatan kualitatif dipilih karena mampu menggali secara mendalam makna, pemahaman, dan pengalaman para pemangku kepentingan pendidikan terkait strategi optimalisasi manajemen pendidikan Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan (Suryadi, & Al-Shreifeen, 2024. Fatihin, et al. Munkar, et al. , 2. Fokus penelitian ini adalah pada proses dan praktik manajerial yang berbasis nilai-nilai Islam yang diterapkan di SMP Negeri 3 Banyuasin. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan beberapa guru yang secara aktif terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program-program pendidikan Islam di sekolah tersebut. Pemilihan informan dilakukan secara purposif, yakni berdasarkan kriteria tertentu yang ditetapkan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh benar-benar relevan dan kredibel. Kriteria pemilihan informan mencakup: memiliki jabatan strategis dalam manajemen sekolah, memiliki pengalaman minimal tiga tahun di SMP Negeri 3 Banyuasin, dan memiliki keterlibatan langsung dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan dan pengembangan pendidikan Islam di lingkungan Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara, yaitu kajian literatur, observasi langsung di lapangan, dan wawancara mendalam. Kajian literatur mencakup penelaahan terhadap buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan konsep manajemen pendidikan Islam (Walid, et al. , 2. Tujuan dari kajian ini adalah untuk membangun kerangka teoretis yang kokoh sebagai landasan analisis data Observasi dilakukan secara partisipatif dengan mengamati langsung aktivitas keseharian di sekolah, termasuk rutinitas keagamaan seperti tadarus pagi, shalat JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 23 - 39 berjamaah, serta kegiatan pembiasaan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Observasi ini bertujuan untuk melihat sejauh mana nilai-nilai Islam terintegrasi dalam manajemen sekolah serta pengaruhnya terhadap perilaku siswa dan budaya organisasi sekolah. Wawancara mendalam dilakukan dengan kepala sekolah dan tiga orang guru yang memenuhi kriteria purposif. Wawancara menggunakan pedoman wawancara semiterstruktur yang memungkinkan fleksibilitas dalam menggali informasi sesuai dengan dinamika interaksi antara peneliti dan informan. Proses wawancara dilakukan dalam suasana informal dan kondusif, baik secara langsung maupun daring, dengan durasi antara 45 hingga 60 menit per sesi. Seluruh wawancara direkam . engan persetujuan informa. , lalu ditranskrip untuk dianalisis lebih lanjut. Data yang diperoleh dari ketiga teknik tersebut kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif. Tahapan analisis meliputi reduksi data dengan memilah informasi yang relevan, penyajian data dalam bentuk naratif, dan penarikan kesimpulan berdasarkan interpretasi mendalam terhadap makna yang terkandung dalam data (Walid, et al. , 2. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, yaitu dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan kajian literatur. Dengan pendekatan ini, diharapkan hasil penelitian mampu memberikan gambaran yang utuh dan mendalam mengenai efektivitas strategi optimalisasi manajemen pendidikan Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 3 Banyuasin. ANALISIS DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana optimalisasi manajemen pendidikan islam dapat meningkatkan mutu pendidikan di SMP Negeri 3 Banyuasin. Data yang diperoleh dalam penelitian ini bersumber dari wawancara, observasi langsung di SMP Negeri 3 Banyuasin, serta dokumentasi terkait kebijakan dan program manajemen pendidikan Islam yang diterapkan di sekolah tersebut. Data disajikan dalam bentuk deskripsi naratif untuk menggambarkan implementasi strategi optimalisasi manajemen pendidikan Islam. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah yang yang bernama Ibu Mukthia. Pd. dan guru yang bernama Sinta Maria. Pd. Dalam wawancara dengan Ibu Mukthia. Pd. , selaku kepala sekolah, beliau menjelaskan bahwa manajemen berbasis nilai-nilai Islam diterapkan dalam berbagai aspek, mulai dari kebijakan sekolah hingga pembinaan karakter siswa (Yusufali, 2021. Imron, 2. Ia menuturkan. Kami berupaya menjadikan sekolah ini sebagai lingkungan yang tidak hanya mengedepankan akademik, tetapi juga membentuk akhlak siswa melalui nilai-nilai Islam. Ini kami lakukan dengan cara menanamkan disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas sekolah. Februari 2. Penjelasan dari kepala sekolah (Wawancara, 15/2/2. , menunjukkan bahwa kebijakan berbasis Islam tidak hanya diterapkan dalam pembelajaran, tetapi juga dalam seluruh aspek manajemen sekolah. Sekolah menanamkan budaya Islami melalui kegiatan seperti tadarus pagi sebelum pembelajaran, shalat berjamaah, serta kajian keislaman yang dilakukan secara rutin. Hal ini dilakukan agar siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga pendidikan karakter yang kuat sesuai dengan nilai-nilai Islam. JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 23 - 39 Selain itu, dalam wawancara dengan ibu Sinta Maria. Pd. , seorang guru di SMP Negeri 3 Banyuasin, beliau mengungkapkan bagaimana pendidikan Islam diintegrasikan dalam pembelajaran sehari-hari. Ia menyatakan. Kami tidak hanya mengajarkan mata pelajaran agama, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam mata pelajaran lain. Misalnya, dalam pembelajaran matematika, kami sering menyelipkan contoh perhitungan dalam zakat atau sedekah agar siswa memahami aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Februari 2. Dari wawancara ini (Wawancara, 16/2/2. , dapat disimpulkan bahwa metode pengajaran di sekolah tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapan nilainilai Islam dalam kehidupan nyata (Hakim, et al. , 2. Hal ini bertujuan agar siswa lebih memahami bagaimana ajaran Islam bisa diterapkan dalam semua aspek kehidupan Dalam observasi (Wawancara, 17/2/2. yang dilakukan di lingkungan sekolah, terlihat bahwa kegiatan yang berbasis Islam sangat berpengaruh terhadap kedisiplinan Siswa yang terbiasa mengikuti tadarus pagi terlihat lebih siap dalam menerima pelajaran, sementara kegiatan shalat berjamaah membuat mereka lebih terbiasa dengan kehidupan beragama yang teratur (Mulya, et al. , 2. Kepala sekolah juga Dengan pembiasaan ini, kami berharap siswa lebih memiliki kesadaran untuk berperilaku baik, baik di sekolah maupun di luar sekolah. /2/2. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa optimalisasi manajemen pendidikan Islam di SMP Negeri 3 Banyuasin memberikan dampak positif terhadap mutu Berdasarkan data akademik yang dianalisis, terjadi peningkatan nilai ratarata siswa dalam mata pelajaran yang diintegrasikan dengan pendidikan Islam. Namun, dalam penerapannya, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman sebagian siswa terhadap pentingnya nilai-nilai Islam dalam kehidupan mereka (Tsoraya, et al. , 2022. Komariah, & Nihayah, 2. Guru sering kali harus memberikan pendekatan yang lebih persuasif agar siswa lebih termotivasi untuk mengikuti kegiatan berbasis Islam dengan penuh kesadaran. Selain itu, kepala sekolah juga menyoroti tantangan dalam hal fasilitas. Ia menyebutkan bahwa. Kami masih mengalami keterbatasan dalam hal sarana dan prasarana pendukung kegiatan keagamaan. Misalnya, kami ingin memiliki ruang khusus untuk kajian Islam atau kegiatan keagamaan lainnya, tetapi keterbatasan anggaran masih menjadi Ay . Februari 2. Seperti yang telah dikatakan oleh Ibu Mukthia. Pd. , selaku kepala sekolah, . /2/2. , bahwa sekolah tersebut belum memiliki ruangan khusus untuk kegiatan agama dikarenakan keterbatasan anggaran. Gambar 1. Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 23 - 39 Dokumentasi diatas dengan memanfaatkan ruang kelas yang dijadikan sebagai tempat untuk melakukan kegiatan sholat dhuha berjamaah dan membaca yasin bersama setiap hari jumAoat, dikarenakan kurangnya tempat untuk melakukan kegiatan di sekolah Peran orang tua juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi manajemen pendidikan Islam di sekolah (Fawait, et al. , 2024. Asnawan, 2021. Darmawan, 2. Sinta Maria. Pd. , menyebutkan bahwa masih ada beberapa orang tua yang belum sepenuhnya mendukung kegiatan berbasis Islam di sekolah, sehingga siswa kurang mendapat bimbingan yang selaras di rumah. Untuk mengatasi hal ini, sekolah mulai berupaya membangun komunikasi yang lebih baik dengan orang tua, misalnya melalui pertemuan rutin yang membahas pentingnya pendidikan Islam bagi anak-anak Gambar 2. Silaturrahmi Sekolah dan Wali Murid Dokumentasi diatas dengan latar di kelas VII A yang bisa menggambarkan pelaksanaan pertemuan guru dan orang tua siswa sebagai upaya membangun komunikasi dengan orang tua siswa guna untuk mencapai keberhasilan implementasi manajemen pendidikan Islam di sekolah. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi manajemen pendidikan Islam di SMP Negeri 3 Banyuasin telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan, baik dari segi akademik maupun karakter siswa. Dengan pendekatan berbasis nilai-nilai Islam, siswa menjadi lebih disiplin, termotivasi dalam belajar, serta memiliki moral yang lebih baik (Nursalim, et al. , 2024. Walid, et al. , 2. JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 23 - 39 Meskipun masih terdapat tantangan dalam penerapannya, pihak sekolah terus berupaya untuk mengatasinya melalui penguatan program-program Islami, peningkatan sarana dan prasarana, serta membangun kerja sama yang lebih erat dengan orang tua dan Penelitian ini juga didukung dengan data yang menunjukkan bahwa optimalisasi manajemen pendidikan Islam yang diterapkan di SMP Negeri 3 Banyuasin memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan, baik dari sisi akademik maupun karakter Secara kuantitatif, peningkatan mutu akademik dapat dilihat dari peningkatan yang signifikan secara statistik pada rata-rata nilai akademik siswa setelah implementasi optimalisasi manajemen pendidikan Islam dapat menjadi indikator bahwa pendekatan ini berkorelasi positif dengan hasil belajar siswa. Tabel 1. Peningkatan Rata-Rata Nilai Akademik Siswa Tahun Ajaran 2022/2023 (Sebelum Optimalisas. 2023/2024 (Awal Implementas. 2024/2025 (Setelah Optimalisas. Rata-rata Nilai Rapor Keseluruhan Rata-rata Nilai Ujian Sekolah Data yang tersaji dalam Tabel 1 menunjukkan adanya tren peningkatan yang konsisten dalam rata-rata nilai akademik siswa selama tiga tahun ajaran terakhir, seiring dengan implementasi optimalisasi manajemen pendidikan Islam. Pada tahun ajaran 2022/2023, yakni sebelum dilakukan optimalisasi, rata-rata nilai rapor keseluruhan siswa berada pada angka 78,5, sementara rata-rata nilai ujian sekolah tercatat sebesar 75,2. Memasuki tahun ajaran 2023/2024, saat tahap awal implementasi manajemen pendidikan Islam dimulai secara sistematis, terjadi peningkatan yang cukup berarti. Rata-rata nilai rapor meningkat menjadi 80,1, sedangkan nilai ujian sekolah naik menjadi 77,0. Peningkatan yang lebih signifikan terlihat pada tahun ajaran 2024/2025, setelah manajemen pendidikan Islam diimplementasikan secara lebih menyeluruh dan Rata-rata nilai rapor siswa mencapai angka 82,3, dan nilai ujian sekolah juga mengalami peningkatan hingga mencapai 79,5. Lonjakan angka ini mengindikasikan adanya pengaruh positif dari penerapan nilai-nilai Islam dalam manajemen pendidikan terhadap pencapaian akademik siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa optimalisasi manajemen pendidikan Islam berkontribusi terhadap peningkatan hasil belajar siswa secara keseluruhan, yang tercermin dari kenaikan nilai akademik baik pada aspek formatif . maupun sumatif . jian sekola. Untuk memastikan validitas temuan ini, diperlukan analisis statistik lanjutan guna menguji tingkat signifikansi perubahan yang terjadi. Tabel 2. Peningkatan Disiplin Siswa JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 23 - 39 Tahun Ajaran 2022/202 (Sebelum Optimalisas. 2023/2024 (Awal Implementas. 2024/2025 (Setelah Optimalisas. Rata-rata Pelanggaran Tata Tertib persiswa Siswa Siswa aktif dalam Kegiatan Keagamaan Pada tahun ajaran 2022/2023, sebelum dilakukan optimalisasi, rata-rata pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa masih cukup tinggi, yaitu sebesar 1,2 pelanggaran per siswa per semester. Pada saat yang sama, persentase siswa yang aktif dalam kegiatan keagamaan seperti tadarus, shalat berjamaah, dan kajian Islam tercatat sebesar 65%. Kondisi ini mulai menunjukkan perubahan pada tahun ajaran 2023/2024 ketika proses implementasi manajemen pendidikan Islam mulai dijalankan secara Rata-rata pelanggaran menurun menjadi 0,9, sementara partisipasi dalam kegiatan keagamaan meningkat menjadi 78%. Peningkatan yang lebih nyata terlihat pada tahun ajaran 2024/2025. Setelah manajemen pendidikan Islam diterapkan secara optimal dan menyeluruh, rata-rata pelanggaran tata tertib turun drastis menjadi 0,6 per siswa, sedangkan persentase siswa yang aktif dalam kegiatan keagamaan mencapai angka 85%. Perubahan ini mengindikasikan bahwa penerapan nilai-nilai Islam dalam tata kelola sekolah tidak hanya mampu mengurangi perilaku indisipliner, tetapi juga mampu mendorong kesadaran spiritual siswa yang tercermin dari meningkatnya keterlibatan dalam aktivitas religius. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa optimalisasi manajemen pendidikan Islam memberikan dampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan siswa, baik dari sisi pengurangan pelanggaran aturan maupun peningkatan partisipasi dalam kegiatan yang memperkuat karakter dan nilai-nilai moral. Tabel 3. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Tahun Ajaran 2022/2023 (Sebelum Optimalisas. 2023/2024 (Awal Implementas. 2024/2025 (Setelah Optimalisas. Rata-rata Skor Motivasi Belajar (Skala 1-. Persentase Kehadiran Siswa Keterlibatan Ekstrakurikuler Keagamaan Demikian pada tahun ajaran 2022/2023, sebelum optimalisasi dilakukan, rata-rata skor motivasi belajar siswa berada pada angka 3,2 dalam skala 1 sampai 5. Persentase kehadiran siswa tercatat sebesar 92%, dan jumlah siswa yang aktif dalam kegiatan JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 23 - 39 ekstrakurikuler keagamaan berjumlah 45 orang. Data ini merepresentasikan kondisi awal sebelum adanya intervensi berbasis nilai-nilai Islam dalam pengelolaan pendidikan. Memasuki tahun ajaran 2023/2024, saat proses implementasi mulai dijalankan secara bertahap, terlihat adanya peningkatan dalam seluruh indikator. Skor rata-rata motivasi belajar naik menjadi 3,5, kehadiran siswa meningkat menjadi 94%, dan keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan juga bertambah menjadi 60 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan manajerial yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam mulai memberikan dampak positif terhadap semangat belajar siswa dan partisipasi mereka dalam lingkungan pendidikan yang bernuansa religius (Mujahid. Perkembangan yang lebih mencolok terjadi pada tahun ajaran 2024/2025, ketika optimalisasi manajemen pendidikan Islam telah diterapkan secara menyeluruh. Skor motivasi belajar siswa meningkat menjadi 3,8, kehadiran siswa mencapai 96%, dan jumlah siswa yang terlibat dalam ekstrakurikuler keagamaan bertambah menjadi 75 Peningkatan pada ketiga indikator tersebut mengindikasikan bahwa penerapan manajemen pendidikan Islam tidak hanya berdampak pada aspek kognitif, tetapi juga secara signifikan memengaruhi aspek afektif siswa, seperti semangat belajar, kedisiplinan hadir di sekolah, dan keaktifan dalam kegiatan keagamaan yang mendukung pembentukan karakter. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa optimalisasi manajemen pendidikan Islam memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan motivasi belajar siswa secara menyeluruh. Tabel 4. Peningkatan Moral dan Karakter Siswa Tahun Ajaran 2022/2023 (Sebelum Optimalisas. 2023/2024 (Awal Implementas. 2024/2025 (Setelah Optimalisas. Persepsi Guru Terhadap Moral Siswa (Skala 1-. Catatan Positif per Semester Pada tahun ajaran 2022/2023, sebelum dilakukannya optimalisasi, persepsi guru terhadap moral siswa berada pada angka 3,0 dalam skala 1 sampai 5. Ini menunjukkan bahwa secara umum, guru menilai karakter siswa berada pada kategori cukup, namun masih banyak ruang untuk pengembangan. Pada periode yang sama, jumlah catatan positif yang diberikan kepada siswa atas perilaku baik dan penerapan nilai-nilai Islam tercatat sebanyak 25 per semester. Setahun berikutnya, yaitu pada tahun ajaran 2023/2024, saat implementasi manajemen pendidikan Islam mulai diterapkan secara bertahap, persepsi guru terhadap moral siswa meningkat menjadi 3,3. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan sikap dan perilaku siswa yang mulai terinternalisasi dari pendekatan manajerial yang berbasis nilai keislaman. Sejalan dengan itu, catatan positif yang diberikan guru juga mengalami peningkatan menjadi 40 per semester, yang menunjukkan bahwa semakin banyak siswa yang menunjukkan perilaku positif yang diapresiasi. JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 23 - 39 Pada tahun ajaran 2024/2025, ketika optimalisasi manajemen pendidikan Islam telah berjalan secara menyeluruh dan konsisten, terjadi peningkatan lebih lanjut dalam persepsi guru terhadap moral siswa, yakni menjadi 3,6. Catatan positif yang diberikan pun meningkat menjadi 55 per semester. Data ini mengindikasikan bahwa pendekatan pendidikan Islam yang terintegrasi dalam sistem manajemen sekolah mampu memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan moral dan karakter siswa. Nilainilai seperti kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan kedisiplinan tampak lebih menonjol dalam perilaku sehari-hari siswa, sebagaimana tercermin dari meningkatnya persepsi guru dan pengakuan dalam bentuk apresiasi formal (Anisah, 2023. Khan, et al. Secara keseluruhan, hasil ini memeprkuat bahwa optimalisasi manajemen pendidikan Islam tidak hanya berdampak pada pencapaian akademik dan motivasi belajar, tetapi juga berkontribusi positif dalam pembentukan karakter dan moral siswa yang lebih baik dan berkesinambungan. Temuan penelitian ini secara komprehensif mengindikasikan bahwa optimalisasi manajemen pendidikan Islam di SMP Negeri 3 Banyuasin memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Implementasi manajemen berbasis nilai-nilai Islam yang meresap dalam berbagai aspek sekolah, mulai dari kebijakan, pembinaan karakter, hingga integrasi dalam pembelajaran, terbukti memberikan dampak positif. Kepala sekolah dan guru sebagai garda terdepan implementasi kebijakan merasakan betul transformasi ini. Penanaman nilai disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab melalui kegiatan rutin seperti tadarus pagi, shalat berjamaah, dan kajian keislaman, sebagaimana diungkapkan oleh kepala sekolah, menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi pembentukan akhlak mulia. Lebih lanjut, integrasi nilai-nilai Islam dalam mata pelajaran lain, seperti contoh perhitungan zakat dan sedekah dalam matematika yang disampaikan oleh guru, memperkaya pemahaman siswa tentang relevansi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Observasi langsung di lingkungan sekolah memperkuat temuan ini, menunjukkan korelasi positif antara kegiatan berbasis Islam dengan peningkatan kedisiplinan siswa (Rahmawati, 2024. Dwi Utari, & Hamid. Dampak positif optimalisasi manajemen pendidikan Islam tidak hanya terbatas pada aspek kualitatif, namun juga terkonfirmasi melalui data kuantitatif. Peningkatan signifikan secara statistik pada rata-rata nilai akademik siswa setelah implementasi optimalisasi manajemen pendidikan Islam mengindikasikan adanya korelasi positif antara pendekatan ini dengan hasil belajar siswa. Tren peningkatan yang konsisten pada rata-rata nilai rapor dan nilai ujian sekolah dari tahun ajaran 2022/2023 hingga 2024/2025 menjadi bukti nyata pengaruh positif tersebut. Selain itu, data mengenai kedisiplinan siswa menunjukkan penurunan rata-rata pelanggaran tata tertib dan peningkatan partisipasi dalam kegiatan keagamaan, menegaskan bahwa penanaman nilai-nilai Islam berkontribusi pada pembentukan karakter yang lebih baik. Peningkatan skor motivasi belajar, persentase kehadiran siswa, dan keterlibatan dalam ekstrakurikuler keagamaan semakin memperkuat argumen bahwa manajemen pendidikan Islam mampu membangkitkan semangat belajar dan partisipasi aktif siswa. Persepsi positif guru terhadap moral siswa yang terus meningkat, seiring dengan JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 23 - 39 bertambahnya catatan positif atas perilaku siswa, menjadi indikator kuat bahwa optimalisasi ini juga berdampak pada pembentukan karakter yang berkesinambungan. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam proses implementasi. Kurangnya pemahaman sebagian siswa terhadap esensi nilai-nilai Islam memerlukan pendekatan persuasif yang berkelanjutan dari para pendidik (Husna, & Thohir, 2020. Sahin, 2. Keterbatasan sarana dan prasarana pendukung kegiatan keagamaan, seperti belum adanya ruang khusus untuk kajian Islam, menjadi kendala yang perlu diatasi. Selain itu, kurangnya dukungan penuh dari sebagian orang tua menjadi tantangan lain yang memerlukan upaya komunikasi dan kolaborasi yang lebih intensif antara pihak sekolah dan keluarga. Upaya sekolah dalam membangun komunikasi yang lebih baik dengan orang tua melalui pertemuan rutin merupakan langkah positif dalam mengatasi tantangan ini. Dokumentasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang memanfaatkan ruang kelas dan pertemuan rutin dengan wali murid secara visual memperkuat narasi mengenai upaya sekolah dalam mengoptimalkan sumber daya yang ada dan membangun sinergi dengan orang tua. Hasil penelitian ini memiliki beberapa implikasi penting bagi pengembangan pendidikan Islam, khususnya di tingkat SMP. Pertama, temuan ini memberikan justifikasi empiris bahwa penerapan nilai-nilai Islam dalam manajemen pendidikan memiliki potensi besar dalam meningkatkan mutu pendidikan secara holistik, mencakup aspek akademik, kedisiplinan, motivasi belajar, serta moral dan karakter siswa. Hal ini dapat menjadi model bagi sekolah-sekolah lain yang memiliki visi serupa dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam pengelolaan pendidikan. Kedua, penelitian ini menyoroti pentingnya kepemimpinan sekolah dan peran aktif guru dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam dalam seluruh aspek kegiatan sekolah. Kebijakan sekolah yang berlandaskan nilai Islam, pembiasaan kegiatan keagamaan, dan integrasi nilai dalam pembelajaran sehari-hari merupakan kunci keberhasilan Oleh karena itu, pengembangan kompetensi kepala sekolah dan guru dalam bidang manajemen pendidikan Islam menjadi krusial. Ketiga, tantangan yang teridentifikasi mengimplikasikan perlunya perhatian lebih lanjut terhadap peningkatan pemahaman siswa tentang nilai-nilai Islam melalui metode pembelajaran yang lebih menarik dan relevan dengan kehidupan mereka. Selain itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, yayasan . ika ad. , dan masyarakat, sangat dibutuhkan untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana pendukung kegiatan keagamaan. Keempat, perlunya penguatan sinergi antara sekolah dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada siswa. Komunikasi yang efektif dan programprogram yang melibatkan orang tua dalam kegiatan keagamaan di sekolah dapat meningkatkan dampak positif pendidikan Islam. Kelima, data yang disajikan dalam penelitian ini menggarisbawahi pentingnya evaluasi dan monitoring yang berkelanjutan terhadap implementasi manajemen pendidikan Islam. Analisis data akademik, kedisiplinan, motivasi belajar, dan persepsi guru terhadap moral siswa dapat menjadi dasar untuk perbaikan dan pengembangan program-program pendidikan Islam di masa yang akan datang. Penelitian lanjutan dengan metode yang lebih mendalam dan melibatkan sampel yang lebih luas juga diperlukan untuk menguji generalisasi temuan ini. JEMINOV: Journal of Education Management and Innovation. Volume 1 No. , 23 - 39 PENUTUP / KESIMPULAN Strategi yang dibangun dalam optimalisasi manajemen pendidikan Islam di SMP Negeri 3 Banyuasin secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan mutu Hal ini terbukti dari adanya dampak positif pada berbagai aspek, termasuk peningkatan rata-rata nilai akademik siswa, perbaikan kedisiplinan yang ditunjukkan dengan penurunan pelanggaran tata tertib dan peningkatan partisipasi dalam kegiatan keagamaan, peningkatan motivasi belajar serta kehadiran siswa, dan peningkatan persepsi guru terhadap moral dan karakter siswa. Implementasi manajemen berbasis nilai-nilai Islam melalui kebijakan sekolah, pembinaan karakter, dan integrasi dalam pembelajaran menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi perkembangan siswa secara holistik, meskipun dalam pelaksanaannya masih dijumpai beberapa tantangan seperti kurangnya pemahaman siswa, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya dukungan penuh dari sebagian orang tua. Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa rekomendasi dapat diajukan. Secara khusus, pihak SMP Negeri 3 Banyuasin disarankan untuk terus memperkuat programprogram Islami yang sudah berjalan, mencari solusi kreatif untuk mengatasi keterbatasan sarana dan prasarana kegiatan keagamaan, serta meningkatkan intensitas komunikasi dan kolaborasi dengan orang tua siswa dalam rangka menyelaraskan pendidikan nilai di sekolah dan di rumah. Secara umum, bagi institusi pendidikan Islam lainnya, penelitian ini memberikan model implementasi manajemen berbasis nilai Islam yang terbukti efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan analisis statistik lanjutan guna menguji signifikansi perubahan yang terjadi, melakukan penelitian dengan metode yang lebih mendalam seperti studi kasus komparatif dengan sekolah lain, serta melibatkan sampel yang lebih luas untuk meningkatkan generalisasi temuan. Penelitian di masa depan juga dapat fokus pada pengembangan instrumen pengukuran yang lebih komprehensif untuk aspek-aspek non-akademik seperti pemahaman nilai agama dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari siswa. DAFTAR PUSTAKA