Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Tinjauan Efektivitas Implementasi Rekam Medis Elektronik Pada Pendaftaran Pasien Rawat Inap Di RSUD Sanjiwani Gianyar Tahun 2024 Ni Luh Melia Putri Darmayanthi1. Luh Putu Franciska Maharani2. Rai Riska Resty Wasita3. I Wayan Widi Karsana4 Perekam dan Informasi Kesehatan Universitas Dhyana Pura Bali Indonesia1,2,3,4 *21120901007@undhirabali. ABSTRAK Implementasi rekam medis elektronik (RME) di rumah sakit merupakan langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan kesehatan. Hambatan akses data pasien yang lambat dapat memperlambat respons penanganan dan menurunkan tingkat kepuasan pasien. Namun, tantangan teknis dan kesiapan tenaga kerja masih menjadi kendala dalam penerapan RME. Di RSUD Sanjiwani Gianyar, ketergantungan pada kestabilan jaringan internet dan kebutuhan pelatihan tambahan bagi petugas menjadi masalah utama. Jika tidak segera diatasi, kendala ini dapat mengurangi manfaat maksimal dari sistem RME, terutama dalam mempercepat pendaftaran pasien rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan RME di RSUD Sanjiwani Gianyar dalam mempercepat akses data pasien selama pendaftaran pasien rawat inap. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi lapangan dan wawancara terstruktur dengan lima petugas admission yang langsung menggunakan RME. Populasi penelitian terdiri dari seluruh petugas yang terlibat dalam pendaftaran pasien di RSUD Sanjiwani Gianyar, dengan sampel purposif pada petugas admission berpengalaman dalam penggunaan RME. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan RME mampu mempercepat akses data pasien menjadi sekitar 1Ae2 menit, jauh lebih cepat dibandingkan metode manual yang memerlukan waktu 5Ae10 menit. Meskipun RME terbukti efektif dalam mempercepat akses data, kendala seperti kestabilan jaringan internet dan kebutuhan pelatihan tambahan masih memerlukan perhatian. Secara keseluruhan, implementasi RME di RSUD Sanjiwani Gianyar berdampak positif terhadap efisiensi pendaftaran pasien rawat inap, namun dukungan teknis dan pelatihan staf tetap perlu ditingkatkan untuk optimalisasi layanan. Kata Kunci: efektivitas, kecepatan akses data, pendaftaran pasien, pelayanan kesehatan, rekam medis elektronik Pendahuluan Digitalisasi di bidang kesehatan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap efisiensi layanan, terutama melalui implementasi rekam medis elektronik (RME). Sistem ini dirancang untuk menggantikan metode manual dengan tujuan meningkatkan kecepatan akses data pasien, mengurangi Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 kesalahan administrasi, dan mendukung pengambilan keputusan klinis secara lebih efektif (Permenkes No. 24, 2. Namun, di berbagai negara, termasuk Indonesia, implementasi RME masih menghadapi tantangan, seperti kestabilan jaringan, pelatihan tenaga kerja, dan penyesuaian sistem dengan praktik kerja lokal (Rabiah Demlinur Putri & Dety Mulyanti, 2. Di RSUD Sanjiwani Gianyar. Bali, implementasi RME bertujuan untuk mempercepat proses pendaftaran pasien rawat inap. Namun, hambatan teknis seperti ketergantungan pada jaringan internet dan kurangnya pelatihan tenaga kerja menjadi kendala utama yang dapat memengaruhi efektivitas sistem ini (Febrianti et al. , 2. Penelitian terdahulu (Ariani, 2. menunjukkan bahwa RME mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan dengan memangkas waktu administrasi secara signifikan dan mengurangi risiko kesalahan manusia. Di sisi lain, (Ketut Juliantari et al. , 2. juga mengidentifikasi bahwa kurangnya infrastruktur teknologi dan pelatihan sering menjadi kendala utama dalam implementasi RME, terutama di rumah sakit daerah. Dalam konteks rumah sakit daerah di Indonesia, penelitian tentang dampak penerapan RME masih terbatas, sehingga memberikan ruang untuk analisis mendalam. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengevaluasi penerapan RME di rumah sakit daerah, khususnya di Bali. Fokus penelitian ini adalah pada analisis kendala spesifik, seperti kestabilan jaringan internet dan kebutuhan pelatihan tenaga kerja, yang belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya di Indonesia (Fenilho & Ilyas, 2. Penelitian RME mempercepat proses pendaftaran pasien rawat inap di RSUD Sanjiwani Gianyar, dan bagaimana kendala teknis memengaruhi efektivitas sistem. Berdasarkan (Sari Dewi & Silva, 2. (Risa Setia Ismandani et al. , 2. membuktikan bahwa RME mampu mempercepat pendaftaran pasien secara signifikan, namun optimalisasinya tergantung pada perbaikan teknis dan pelatihan staf. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas implementasi RME di RSUD Sanjiwani Gianyar dalam meningkatkan efisiensi proses pendaftaran pasien (Asti Nurhayati et al. , 2. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan memberikan rekomendasi terkait perbaikan teknis dan pelatihan staf untuk mendukung optimalisasi sistem. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan dan wawancara terstruktur (Maliala & Suryani, 2. Populasi penelitian mencakup semua petugas admission yang terlibat dalam penggunaan RME di RSUD Sanjiwani Gianyar. Sampel diambil secara purposif, terdiri dari lima petugas admission berpengalaman. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung untuk menggali pengalaman, kendala, dan pandangan mereka terhadap RME. Analisis mengidentifikasi pola-pola utama yang relevan dengan efektivitas dan kendala sistem RME (Ariani, 2. Hasil dan Pembahasan Implementasi rekam medis elektronik (RME) di RSUD Sanjiwani Gianyar secara signifikan meningkatkan efisiensi pendaftaran pasien rawat inap. Waktu pendaftaran rata-rata berkurang dari 5Ae10 menit pada metode manual menjadi 1Ae2 menit menggunakan RME. Temuan ini menegaskan bahwa sistem elektronik memungkinkan pengambilan data pasien secara cepat melalui basis data terintegrasi. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu untuk mencari berkas fisik kini dapat dilakukan dengan input kata kunci sederhana, mendukung efisiensi kerja yang lebih tinggi. Hal ini sesuai dengan temuan (Ariani, 2. , yang menyatakan bahwa RME dapat memangkas waktu Namun, kendala utama dalam implementasi RME di RSUD Sanjiwani Responden wawancara mengungkapkan bahwa saat koneksi internet terganggu, proses pendaftaran menjadi terhambat, bahkan terkadang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan metode manual. Kendala ini dapat dijelaskan melalui infrastruktur jaringan yang belum optimal di rumah sakit daerah. Kondisi ini juga ditemukan dalam penelitian (Ketut Juliantari et al. , 2. , yang menunjukkan bahwa kestabilan jaringan adalah salah satu faktor kunci keberhasilan implementasi RME, terutama di wilayah dengan sumber daya Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Selain mengungkapkan bahwa pelatihan tenaga kerja masih menjadi tantangan besar dalam optimalisasi RME. Beberapa petugas merasa kurang percaya diri dalam menggunakan fitur-fitur tertentu pada sistem, yang menyebabkan tingkat pemanfaatan tidak merata. Sebagai contoh, salah satu responden menyatakan bahwa pelatihan tambahan diperlukan untuk memahami fungsi-fungsi spesifik, seperti pengintegrasian data pasien dengan riwayat medis sebelumnya. Kurangnya pelatihan ini berkontribusi pada kurangnya efisiensi maksimal sistem, meskipun secara umum telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam kecepatan pendaftaran pasien. Temuan ini didukung oleh penelitian (Maliala & Suryani, 2. , yang menekankan pentingnya pelatihan intensif dalam memastikan kesuksesan implementasi sistem RME di berbagai institusi Temuan lain dari penelitian ini menunjukkan bahwa RME telah memberikan dampak positif pada pengalaman pasien. Responden mencatat bahwa pasien merasa lebih puas dengan proses pendaftaran yang lebih cepat, sehingga meningkatkan persepsi mereka terhadap kualitas pelayanan rumah Namun, ketika sistem terganggu oleh masalah teknis, keluhan pasien Hal ini menunjukkan perlunya penguatan infrastruktur teknologi untuk memastikan stabilitas sistem dan mencegah gangguan dalam pelayanan. Peningkatan efisiensi waktu pendaftaran dapat dijelaskan secara saintifik oleh kemampuan RME dalam mengotomatiskan proses administrasi, sehingga menghilangkan kebutuhan untuk melakukan langkah manual, seperti pencarian berkas fisik. Tren ini sesuai dengan fenomena digitalisasi yang telah mengurangi langkah redundan di berbagai sektor kesehatan. Di sisi lain, kendala jaringan internet yang ditemukan menggarisbawahi pentingnya investasi pada infrastruktur teknologi, terutama di rumah sakit daerah, untuk mendukung keberlanjutan sistem elektronik. Kebutuhan pelatihan juga memiliki basis saintifik yang kuat, karena adaptasi terhadap teknologi baru memerlukan penguasaan operasional yang merata di kalangan staf. Kurangnya pelatihan tidak hanya memperlambat penggunaan, tetapi juga menciptakan ketidakseragaman dalam proses, yang dapat memengaruhi konsistensi pelayanan. Penelitian ini sejalan dengan temuan internasional yang menunjukkan bahwa RME meningkatkan efisiensi waktu administrasi dan kepuasan pasien. Namun, konteks lokal rumah sakit Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 daerah di Indonesia menunjukkan tantangan unik, seperti infrastruktur jaringan yang kurang memadai dan pelatihan tenaga kerja yang terbatas, yang jarang dibahas dalam penelitian di negara maju. Hal ini menyoroti pentingnya pendekatan yang disesuaikan dengan kondisi lokal untuk memastikan keberhasilan implementasi RME. Simpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi rekam medis elektronik (RME) di RSUD Sanjiwani Gianyar secara signifikan meningkatkan efisiensi proses pendaftaran pasien rawat inap, mendukung hipotesis awal bahwa RME mampu mempercepat proses administrasi dibandingkan dengan metode Waktu pendaftaran yang berkurang dari rata-rata 5Ae10 menit menjadi 1Ae2 menit membuktikan efektivitas sistem ini dalam mengotomatiskan proses pencarian dan pengelolaan data pasien. Namun, hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa optimalisasi penuh dari sistem ini terhambat oleh dua kendala utama, yaitu ketergantungan pada kestabilan jaringan internet dan kurangnya pelatihan tenaga kerja. Kendala teknis ini memengaruhi konsistensi efisiensi sistem dan menunjukkan perlunya memastikan keberlanjutan manfaat RME. Selain itu, implementasi RME telah meningkatkan kepuasan pasien melalui percepatan pelayanan, namun gangguan teknis masih memengaruhi pengalaman mereka. Dengan demikian, temuan ini memperkuat pentingnya pengelolaan aspek teknis dan non-teknis dalam mendukung keberhasilan penerapan RME, terutama di rumah sakit daerah dengan sumber daya terbatas. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis bahwa RME adalah solusi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi administrasi, namun keberhasilannya sangat tergantung pada kesiapan infrastruktur teknologi dan kemampuan tenaga kerja dalam memanfaatkan sistem secara optimal. Untuk mengatasi kendala yang ada, rekomendasi mencakup peningkatan kualitas jaringan internet, pelatihan intensif untuk pengguna, serta evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja sistem. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Ucapan Terima Kasih