TIME JOURNAL: Journal of Islamic Taransformation and Education Management https://journal. id/index. php/time/index Vol 2. No 1, 2025 | Page . PENERAPAN MODEL CONTEXT. INPUT. PROCESS. PRODUCT (CIPP) DALAM EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN MADRASAH Aji Wahyudin * Institut Agama Islam Faqih AsyAoari Kediri. Indonesia 1uO ajiwahyudin39@gmail. Abstract This study aims to evaluate educational programmes in private Madrasah Tsanawiyah (MT. in Kediri Regency using the CIPP (Context. Input. Process. Produc. evaluation model. The evaluation was conducted to assess the extent to which the implemented educational programmes align with the expected standards and to examine their impact on the quality of learning across the madrasahs. A qualitative research approach was employed, with data collected through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that most madrasahs possess visions and missions that are aligned with national education however, the primary challenges lie in limited resources, particularly in terms of teacher competence and learning facilities. The implemented curriculum tends to emphasise theoretical aspects while giving insufficient attention to the development of practical skills, such as communication, collaboration, and problem-solving. Learning processes in most madrasahs are still dominated by lecture-based instruction and rote memorisation, with minimal use of technology and limited active interaction between teachers and students. Furthermore, programme evaluation has not been conducted systematically, as only a small number of madrasahs have implemented data-driven evaluation practices. The results suggest that although students are able to achieve satisfactory academic performance, they still lack practical skills that are relevant to future demands. This study recommends enhancing teacher training, strengthening data-based evaluation, adjusting the curriculum to balance theory and practice, and integrating technology into the learning process in order to improve the quality of education in madrasahs. Keywords: Educational Programme Evaluation. CIPP Model. Quality of Learning History Articles Received 3/2/2024 Revised 12/4/2025 Accepted 17/6/2025 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pendidikan di MTs Swasta kabupaten kediri dengan menggunakan model CIPP (Context. Input. Process. Produc. Evaluasi ini dilakukan untuk menilai sejauh mana program pendidikan yang diterapkan sesuai dengan standar yang diharapkan dan bagaimana dampaknya terhadap kualitas pembelajaran di kedua madrasah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar madrasah memiliki visi dan misi yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional, namun tantangan utama terletak pada keterbatasan sumber daya, baik dalam hal kompetensi tenaga pendidik maupun fasilitas pembelajaran. Kurikulum yang diterapkan cenderung lebih menekankan pada aspek teoritis dan kurang memberikan perhatian pada pengembangan keterampilan praktis, seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Proses pembelajaran di sebagian besar madrasah masih didominasi oleh metode ceramah dan hafalan, dengan sedikit penggunaan teknologi dan interaksi aktif antara guru dan siswa. Evaluasi program pendidikan belum dilakukan secara sistematis, dengan hanya sebagian kecil madrasah yang menerapkan evaluasi berbasis data. Hasil akhir menunjukkan bahwa meskipun siswa mampu mencapai nilai akademik yang memadai, mereka masih kurang dalam keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi guru, penguatan evaluasi berbasis data, penyesuaian kurikulum untuk menyeimbangkan teori dan praktik, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran guna meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Kata Kunci: Evaluasi Program Pendidikan. Model CIPP. Kualitas Pembelajaran How to Cite: Wahyudin. Application of the Context. Input. Process. Product (CIPP) Model in the Evaluation of Madrasah Education Programs. Transformation of Islamic Management and Education, 2. , 43Ae52. Doi: https://doi. org/10. 65663/timejournal. INTRODUCTION Madrasah Tsanawiyah (MT. sebagai bagian dari sistem pendidikan Islam di Indonesia memiliki peran penting dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan Page | 43 berakhlak (Husen, 2021. Nurhayati. Rawis. Tambingon, & Lengkong, 2021. Urrobingah. Muzaky. Rahayu, & Hidayat, 2. Namun. Realita menunjukkan bahwa tidak semua madrasah mampu menjalankan program pendidikan secara optimal. Berdasarkan data Kementerian Agama, masih terdapat disparitas kualitas pendidikan antara madrasah negeri dan swasta, termasuk dalam hal fasilitas, kompetensi guru, serta efektivitas pelaksanaan kurikulum. (Mayasari. Neliwati, & Wijaya, 2024. Sutrisno. Hayati. Saputra. Arifin, & Kartiko, 2. Di MTs Swasta kabupaten Kediri, beberapa tantangan dalam implementasi program pendidikan meliputi ketersediaan sarana-prasarana yang belum merata, variasi kompetensi tenaga pendidik, serta kurangnya evaluasi berbasis data dalam menilai efektivitas program pendidikan. Tanpa evaluasi yang sistematis, sulit bagi madrasah untuk memahami sejauh mana program pendidikan telah berhasil mencapai Dalam kajian akademik, evaluasi program pendidikan merupakan bagian penting dalam pengelolaan sekolah/madrasah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Salah satu model evaluasi yang banyak digunakan adalah Context. Input. Process. Product (CIPP) yang dikembangkan oleh Stufflebeam . dalam Usman. Model ini membantu dalam menilai efektivitas program pendidikan dengan pendekatan yang komprehensif, meliputi konteks . ujuan dan kebutuhan pendidika. , input . umber daya yang tersedi. , proses . mplementasi progra. , serta produk . asil yang dicapa. (Usman D. , 2. Berbagai penelitian terdahulu telah menunjukkan efektivitas model CIPP dalam mengevaluasi program pendidikan. Penelitian oleh Musifuddin et. mengkaji penerapan model CIPP dalam evaluasi program pendidikan di sekolah menengah dan menemukan bahwa model ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam menilai efektivitas program serta membantu dalam pengambilan keputusan berbasis data. (Musifuddin. Yunitasari, & Murcahyanto, 2. Khaksar dan ShayesteFar menganalisis efektivitas model CIPP dalam mengevaluasi program pelatihan guru di sekolah dasar, di mana hasilnya menunjukkan bahwa model ini dapat mengungkap berbagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan program, seperti kesiapan guru, kualitas pelatihan, serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi. (Khaksar. Kiany, & ShayesteFar, 2. Agus et. membahas implementasi model CIPP dalam evaluasi program pembelajaran di madrasah, dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model CIPP dapat membantu mengidentifikasi tantangan utama dalam implementasi kurikulum serta memberikan solusi strategis untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran (Agus. Juliadharma, & Djamaluddin, 2. Selanjutnya, penelitian oleh Shaoying mengevaluasi program bimbingan dan konseling di sekolah menengah menggunakan model CIPP dan menemukan bahwa pendekatan ini membantu menilai sejauh mana program tersebut berhasil memenuhi kebutuhan siswa serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan layanan bimbingan yang lebih baik. (Shaoying, 2. Penelitian lain oleh Wicaksono et. mengkaji penerapan model CIPP dalam evaluasi program ekstrakurikuler di madrasah aliyah dan menunjukkan bahwa model ini dapat mengungkap faktor-faktor keberhasilan dan kendala dalam pelaksanaan program ekstrakurikuler, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam perbaikan dan pengembangan program. (Wicaksono. Anam, & Maulana, 2. Meskipun telah banyak penelitian yang menerapkan model CIPP dalam evaluasi program pendidikan, masih terdapat kesenjangan dalam kajian yang secara khusus meneliti implementasi model ini di madrasah, terutama di MTs swasta di kabupaten Kediri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan mengeksplorasi penerapan model CIPP dalam mengevaluasi program pendidikan di kedua madrasah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pendidikan di MTs swasta se-kabupaten Kediri dengan menggunakan model evaluasi CIPP, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan tantangan dalam implementasi program pendidikan, serta memberikan rekomendasi berbasis data untuk pengembangan program pendidikan di madrasah tersebut. Selain itu, penerapan model evaluasi CIPP dapat memberikan informasi yang lebih sistematis dan komprehensif mengenai efektivitas program pendidikan di madrasah. Dengan pendekatan ini, madrasah dapat memahami faktor-faktor pendukung maupun penghambat keberhasilan program pendidikan, sehingga dapat menyusun strategi pengembangan yang lebih terarah. Evaluasi berbasis model CIPP diharapkan dapat membantu para pemangku kebijakan dalam merancang program pendidikan yang lebih efektif, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan bahwa madrasah Page | 44 mampu mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan memiliki karakter yang kuat. RESEARCH METHODS Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Fenomenologi untuk mengevaluasi program pendidikan di MTs Swasta di kabupaten Kediri melalui model CIPP (Context. Input. Process. Produc. (Judijanto et al. , 2024. Salmona & Kaczynski, 2024. Tharaba & Wahyudin, 2. Obyek material yang diteliti adalah program pendidikan di kedua madrasah tersebut, dengan fokus pada implementasi dan efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Sumber informasi penelitian terdiri dari sumber primer, yaitu kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan pengawas madrasah yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program pendidikan, serta sumber sekunder yang meliputi dokumen kurikulum, kebijakan madrasah, laporan evaluasi, dan hasil penelitian terdahulu yang Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kebijakan di madrasah, observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran di kelas, dan dokumentasi yang mencakup silabus, laporan evaluasi, dan data akademik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. (Khoa. Hung, & Hejsalem-Brahmi, 2023. Miles & Huberman, 1994. Romlah, 2. Tahap reduksi data dilakukan untuk menyaring dan memilah data yang relevan dengan fokus penelitian, khususnya terkait evaluasi program pendidikan. Penyajian data dilakukan dalam bentuk narasi deskriptif, tabel, dan diagram untuk mempermudah interpretasi hasil temuan, sementara penarikan kesimpulan bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi berbasis data bagi perbaikan program pendidikan di madrasah. Validitas hasil penelitian dijaga dengan teknik triangulasi sumber dan metode, yaitu membandingkan informasi dari berbagai responden serta menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yang berbeda. (Tharaba & Wahyudin, 2024. Vivek, 2. Dengan pendekatan ini, diharapkan penelitian dapat memberikan gambaran yang mendalam dan akurat mengenai efektivitas program pendidikan pada MTs Swasta di kabupaten Kediri serta memberikan rekomendasi untuk pengembangan program pendidikan di kedua madrasah tersebut. FINDINGS AND DISCUSSION Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas program pendidikan di MTs swasta se-Kabupaten Kediri masih bervariasi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berdasarkan analisis menggunakan model evaluasi CIPP (Context. Input. Process. Produc. , ditemukan beberapa temuan utama sebagai berikut: Context Analisis konteks menunjukkan bahwa sebagian besar madrasah telah memiliki visi dan misi yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Moeis, yang mengungkapkan bahwa madrasah di Indonesia secara umum telah mengadopsi kebijakan pendidikan nasional dalam perencanaan strategis mereka. Namun, implementasi visi dan misi tersebut sering kali terhambat oleh keterbatasan sumber daya yang ada. (Moeis, 2. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan tenaga pendidik yang kompeten. Studi yang dilakukan oleh Prihatin menemukan bahwa sekitar 40% guru di madrasah swasta masih belum memiliki sertifikasi pendidik yang sesuai, sehingga kompetensi mereka dalam menerapkan metode pembelajaran inovatif masih perlu Keterbatasan dalam pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru juga menjadi faktor yang menghambat peningkatan kualitas pengajaran. (Prihatin, 2. Selain itu, ketersediaan fasilitas pendukung pembelajaran di madrasah juga masih menjadi kendala utama. Penelitian oleh Hadade et. menunjukkan bahwa banyak madrasah, terutama di daerah plosok, mengalami kekurangan dalam hal laboratorium, perpustakaan yang memadai, serta akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Ketidakseimbangan dalam ketersediaan infrastruktur ini menyebabkan kesenjangan kualitas pendidikan antara madrasah yang memiliki sumber daya memadai dan yang masih terbatas. (Haddade. Nur. Achruh. Rasyid, & Ibrahim, 2. Dampak dari keterbatasan ini sangat berpengaruh terhadap kualitas proses Studi yang dilakukan oleh Nurdiansyah et. menyatakan bahwa keterbatasan fasilitas pembelajaran dapat menurunkan efektivitas metode pengajaran. Page | 45 mengurangi keterlibatan siswa dalam proses belajar, serta membatasi peluang guru untuk menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan eksplorasi. (Nurdiansyah. Meily, & Hudriyah, 2. Oleh karena itu, hasil penelitian ini memperkuat temuan terdahulu bahwa meskipun madrasah memiliki perencanaan pendidikan yang baik, keberhasilan implementasinya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya yang memadai. Peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan profesional serta investasi dalam infrastruktur pendidikan menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa visi dan misi pendidikan yang telah dirancang dapat diimplementasikan secara optimal dan Input Faktor input yang mencakup kurikulum, kompetensi guru, serta kesiapan siswa dalam menerima pembelajaran menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan. Sebagian besar madrasah menerapkan kurikulum yang lebih berfokus pada penguasaan teori dan hafalan materi, ketimbang mengembangkan keterampilan praktis yang penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan nyata. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Neliwati et. yang mengungkapkan bahwa kurikulum di banyak madrasah masih dominan dalam aspek teori, sementara keterampilan praktis seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, dan keterampilan sosial tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Penekanan yang lebih pada hafalan materi ujian mengarah pada pendekatan pembelajaran yang kurang mempersiapkan siswa untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat di dunia kerja dan kehidupan sosial. (Neliwati. Khurniawan. Suyatmika, & Ismiatun, 2. Selain itu, kekurangan pelatihan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang berbasis keterampilan abad ke-21 juga menjadi masalah yang signifikan. Penelitian oleh Fernyndez et. menunjukkan bahwa banyak guru di madrasah swasta belum mendapatkan pelatihan yang memadai untuk mengembangkan keterampilan pedagogik yang sesuai dengan tuntutan zaman, seperti penerapan pembelajaran berbasis proyek atau pembelajaran kolaboratif. (Fernyndez-Morante. Carmen. Rodryguez-Malmierca, & Casal-Otero, 2. Di banyak madrasah, guru masih cenderung menggunakan metode ceramah tradisional yang lebih mengutamakan penyampaian materi daripada keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran. Kurangnya pelatihan ini menghambat kemampuan guru dalam menyampaikan pembelajaran yang mendukung perkembangan keterampilan kritis, kreatif, dan kolaboratif yang diperlukan oleh siswa untuk menghadapi dunia profesional dan kehidupan di luar sekolah. Selain itu, penelitian oleh Herrman et. menyoroti bahwa meskipun guru memiliki niat yang baik untuk mengajarkan keterampilan praktis kepada siswa, mereka sering kali terhambat oleh ketidakcukupan sumber daya, waktu, dan dukungan dari manajemen madrasah. Hal ini menyebabkan pengembangan keterampilan praktis sering kali terabaikan, dan pembelajaran lebih berfokus pada persiapan ujian yang bersifat (Herman. Kurniawan, & Idris, 2. Kesiapan siswa dalam menerima pembelajaran juga menjadi faktor penting dalam menciptakan kesenjangan dalam faktor input ini. Studi oleh Matschke et. bahwa siswa di madrasah swasta sering kali memiliki latar belakang akademik dan sosial yang beragam, yang mempengaruhi kemampuan mereka dalam menyerap materi Beberapa siswa menghadapi kesulitan dalam mengikuti pembelajaran yang berfokus pada teori karena kurangnya keterampilan dasar atau kesiapan untuk belajar secara mandiri. (Matschke. Vreeze, & Cress, 2. Hal ini mengarah pada rendahnya motivasi dan ketertarikan siswa dalam pembelajaran, terutama jika tidak ada hubungan yang jelas antara materi pelajaran dan aplikasi dunia nyata. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa faktor input yang mencakup kurikulum, kompetensi guru, dan kesiapan siswa perlu diperbaiki agar proses pembelajaran menjadi lebih relevan dengan kebutuhan masa depan siswa. Untuk itu, perlu ada penyesuaian dalam kurikulum yang lebih menekankan pada pengembangan keterampilan praktis dan abad ke-21, serta peningkatan kualitas pelatihan bagi guru untuk mendukung penerapan metode pembelajaran yang inovatif dan berbasis Process Observasi terhadap proses pembelajaran mengungkapkan bahwa metode Page | 46 pengajaran di madrasah masih didominasi oleh metode ceramah dan hafalan. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tambak dan Sukenti yang menyatakan bahwa banyak madrasah di Indonesia, terutama di tingkat menengah, masih mengandalkan metode ceramah sebagai pendekatan utama dalam proses pengajaran. Metode ini cenderung menempatkan guru sebagai pusat informasi, sementara siswa lebih pasif dalam proses pembelajaran. (Tambak & Sukenti, 2. Pendekatan ini berisiko mengurangi partisipasi aktif siswa dalam belajar, yang seharusnya mencakup keterlibatan mereka dalam diskusi, kolaborasi, dan aktivitas praktis yang dapat merangsang keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran masih terbatas. Penelitian oleh Hadade et. menunjukkan bahwa meskipun teknologi telah menjadi bagian penting dalam pendidikan modern, banyak madrasah yang belum mengintegrasikan teknologi secara optimal dalam kegiatan pembelajaran. (Haddade. Nur. Mustami, & Achruh, 2. Di beberapa madrasah, akses terhadap perangkat teknologi seperti komputer, proyektor, dan internet sangat terbatas, sehingga menghambat kemampuan guru dan siswa untuk memanfaatkan sumber daya digital yang dapat memperkaya proses belajar mengajar. Meskipun beberapa guru telah mencoba untuk menggunakan media digital dalam mengajar, namun keberlanjutan dan kualitas penggunaan teknologi ini masih rendah. Interaksi aktif antara guru dan siswa juga belum optimal. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Daniel et. , yang mengungkapkan bahwa banyak guru di madrasah masih menggunakan pendekatan satu arah dalam mengajar, yang lebih mengutamakan penyampaian informasi daripada membangun komunikasi dua arah antara guru dan siswa. Kurangnya interaksi ini membuat siswa kurang terlibat dalam pembelajaran, sehingga motivasi mereka untuk belajar dapat menurun. Interaksi yang terbatas ini juga berpengaruh pada perkembangan keterampilan sosial dan kolaboratif siswa, yang merupakan keterampilan penting di dunia kerja dan kehidupan sosial. (Daniel. Msambwa. Antony, & Wan, 2. Selain itu, evaluasi program pendidikan di sebagian besar madrasah belum dilakukan secara sistematis. Hanya 4 dari 10 madrasah yang secara rutin menerapkan evaluasi berbasis data, sementara sisanya lebih mengandalkan penilaian informal yang dilakukan sesekali atau berdasarkan pengalaman pribadi. Hal ini sesuai dengan temuan yang diungkapkan oleh Susanti dan Pahrudin, yang menyoroti bahwa sebagian besar madrasah di Indonesia belum memiliki sistem evaluasi yang terstruktur dan berbasis Evaluasi yang tidak sistematis ini mengarah pada kesulitan dalam mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dalam program pendidikan. Tanpa data yang valid dan objektif, pengambilan keputusan untuk perbaikan program pendidikan menjadi kurang tepat (Susanti & Pahrudin, 2. Evaluasi berbasis data sangat penting untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai efektivitas program pendidikan dan memungkinkan madrasah untuk melakukan perbaikan yang berbasis bukti. Penelitian oleh Warsah dan Habibullah menegaskan bahwa penerapan evaluasi berbasis data dapat membantu madrasah untuk memantau perkembangan siswa, menilai keberhasilan program pendidikan, serta memperbaiki kekurangan yang ada dengan lebih efisien. (Warsah & Habibullah, 2. Oleh karena itu, madrasah perlu mengembangkan sistem evaluasi yang lebih terstruktur dan berbasis data agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Berdasarkan temuan-temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pengajaran yang lebih variatif, penggunaan teknologi yang lebih optimal, peningkatan interaksi aktif antara guru dan siswa, serta penerapan evaluasi berbasis data yang sistematis perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. Perubahan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya proses pembelajaran yang lebih efektif, relevan dengan kebutuhan zaman, dan dapat menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan di dunia profesional. Product Hasil akhir dari program pendidikan di madrasah menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa mampu mencapai nilai akademik yang memadai dalam ujian nasional, mereka masih kurang dalam aspek keterampilan praktis, seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Hal ini menunjukkan bahwa kurikulum yang diterapkan belum sepenuhnya membekali siswa dengan kompetensi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Penelitian oleh Yando et. bahwa meskipun kurikulum pendidikan di Indonesia menekankan pada penguasaan Page | 47 materi akademik, aspek keterampilan praktis yang diperlukan dalam kehidupan seharihari dan dunia kerja sering kali terabaikan. Penelitian ini menyarankan agar kurikulum pendidikan harus lebih seimbang dengan menekankan pengembangan keterampilan abad ke-21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. (Yando. Barasa, & Simanjuntak, 2. Selain itu, penelitian oleh Segbenya et. menunjukkan bahwa kurangnya pengembangan keterampilan praktis di kalangan siswa di madrasah berhubungan langsung dengan pendekatan pembelajaran yang masih berfokus pada teori dan hafalan. Metode pengajaran yang bersifat teoritis sering kali mengesampingkan pengembangan keterampilan praktis, yang seharusnya lebih ditonjolkan dalam kurikulum yang holistik. Siswa yang lebih banyak berfokus pada ujian akademik cenderung memiliki keterbatasan dalam mengaplikasikan pengetahuan mereka di dunia nyata, terutama dalam aspek keterampilan sosial dan pemecahan masalah. (Segbenya. Atadika. Aheto, & Nimo, 2. Penelitian oleh Fadhila et. juga mengungkapkan bahwa meskipun ujian nasional memberikan gambaran yang baik mengenai pencapaian akademik siswa, ia tidak cukup memberikan indikasi mengenai kesiapan siswa dalam menghadapi dunia profesional. Evaluasi berbasis ujian nasional yang lebih mengutamakan aspek kognitif tanpa menilai keterampilan sosial dan praktis membuat siswa merasa kurang siap untuk beradaptasi dengan tantangan hidup setelah lulus. (Fadhilah. Setiawan. Indriani, & Yulianti, 2. Oleh karena itu, penelitian fadhila mengusulkan perlunya reformasi kurikulum yang tidak hanya menekankan pada aspek akademik tetapi juga pada pengembangan keterampilan yang lebih praktis dan relevan. Selain itu, studi oleh Guez dan Ramus menunjukkan bahwa adanya kesenjangan antara pencapaian nilai akademik dan keterampilan praktis juga dapat dipengaruhi oleh cara evaluasi yang diterapkan. (A. Guez & Ramus, 2. Di banyak madrasah, evaluasi lebih difokuskan pada ujian tertulis yang mengukur penguasaan materi teori, sementara pengembangan keterampilan praktis seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah tidak dievaluasi dengan cara yang terstruktur. Padahal, keterampilan tersebut sangat penting untuk kesiapan siswa di dunia kerja dan kehidupan sosial mereka. Evaluasi berbasis proyek dan penilaian kinerja yang lebih fokus pada pengembangan keterampilan praktis seharusnya mulai diterapkan untuk menutupi kekurangan ini. Penelitian ini semakin mempertegas pentingnya pengembangan kurikulum yang lebih seimbang, di mana kompetensi akademik dan keterampilan praktis diberikan perhatian yang setara. Agar siswa siap menghadapi dunia nyata, kurikulum di madrasah harus mencakup berbagai aspek, tidak hanya sekadar hafalan teori, tetapi juga mengintegrasikan pembelajaran yang mengasah keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Penggunaan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis proyek, serta evaluasi yang melibatkan keterampilan praktis, sangat diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih holistik dan relevan dengan tuntutan dunia Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas program pendidikan di MTs swasta seKabupaten Kediri. Rekomendasi tersebut meliputi peningkatan pelatihan bagi guru agar dapat menerapkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan berbasis keterampilan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa guru memiliki kemampuan untuk mengajarkan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Selain itu, penguatan evaluasi berbasis data sangat diperlukan untuk memastikan bahwa efektivitas program pendidikan dapat diukur secara objektif dan sistematis. Evaluasi yang terstruktur akan memberikan dasar yang kuat untuk perbaikan berkelanjutan dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Penyesuaian kurikulum juga perlu dilakukan dengan menyeimbangkan antara teori dan praktik guna membekali siswa dengan keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan masa depan mereka. Kurikulum yang lebih komprehensif akan membantu siswa tidak hanya menguasai materi akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan kehidupan sosial. Terakhir, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus ditingkatkan untuk meningkatkan interaksi dan efektivitas proses pembelajaran. Penggunaan teknologi dapat memperkaya pengalaman belajar, memungkinkan siswa untuk belajar dengan cara yang lebih interaktif dan menarik. Dengan penerapan evaluasi berbasis model CIPP secara menyeluruh, diharapkan program pendidikan di MTs swasta di Kabupaten Kediri dapat lebih terstruktur, efektif, dan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik serta keterampilan praktis yang lebih baik. Page | 48 CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MTs swasta se-Kabupaten Kediri, dapat disimpulkan bahwa meskipun sebagian besar madrasah telah memiliki visi dan misi yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional, implementasi program pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan sumber daya, baik dari segi tenaga pendidik yang kompeten maupun fasilitas pembelajaran, menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas program pendidikan. Selain itu, kurikulum yang lebih menekankan pada aspek teoritis dan kurangnya perhatian terhadap pengembangan keterampilan praktis seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah, juga menjadi kendala yang signifikan. Evaluasi program pendidikan yang belum dilakukan secara sistematis di sebagian besar madrasah semakin memperburuk kondisi ini, karena sulit untuk mengukur efektivitas program dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Penelitian ini memberikan kontribusi yang penting untuk memahami tantangan dalam implementasi program pendidikan di MTs swasta di Kabupaten Kediri, serta memberikan rekomendasi berbasis data untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui pendekatan evaluasi berbasis model CIPP (Context. Input. Process. Produc. , penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan, mulai dari konteks, input, hingga hasil akhir. Selain itu, penelitian ini juga menyarankan langkah-langkah strategis yang dapat diambil oleh madrasah untuk meningkatkan efektivitas program pendidikan, seperti peningkatan pelatihan guru, penguatan evaluasi berbasis data, penyesuaian kurikulum, dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Namun, penelitian ini juga memiliki keterbatasan. Pertama, penelitian ini terbatas pada 10 madrasah swasta di Kabupaten Kediri, sehingga hasil temuan mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di madrasah lain di daerah atau di tingkat nasional. Kedua, penelitian ini tidak mencakup evaluasi langsung terhadap implementasi rekomendasi yang diberikan, sehingga dampak dari rekomendasi tersebut belum dapat Ketiga, penelitian ini hanya mengandalkan data yang diperoleh dari wawancara dan observasi yang dilakukan selama periode penelitian, tanpa mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin mempengaruhi hasil pendidikan, seperti kebijakan pendidikan nasional atau kondisi sosial-ekonomi siswa. Meskipun demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berguna bagi pengambil kebijakan, pendidik, dan pihak terkait lainnya dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah swasta di Kabupaten Kediri dan daerah ACKNOWLEDGMENT Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu Kepala Madrasah dan para guru MTs Swasta se-Kabupaten Kediri atas dukungan dan kerjasama yang diberikan selama penelitian ini. Terima kasih juga keluarga yang selalu memberikan semangat dan doa. Tidak lupa, saya menghargai semua pihak yang turut memberikan kontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam menyelesaikan penelitian Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di madrasah. REFERENCES