Jurnal Al-Abyadh Volume 3. No 2. Desember 2020 . OPTIMALISASI FUNGSI KELUARGA TERHADAP PENANAMAN NILAI MORAL DAN AGAMA PADA ANAK Raihana Prodi PIAUD. Fakultas Agama Islam. Universitas Islam Riau raihana@fis. Abstrak Kondisi anak Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, perlu penanganan yang serius yang dilakukan oleh keluarga sebagai lingkungan terdekat bagi anak. Namun pada kenyataannya masih banyak keluarga yang gagal dalam melaksanakan fungsi keluarga tersebut. Keberfungsian orang tua dalam keluarga dengan baik menjadi faktor yang penting terhadap perkembangan kepribadian anak Salah satunya adalah penanaman nilai-nilai moral dan agama pada anak sejak dini. Dengan pemberian dan penanaman nilai moral dan agama sejak dini diharapkan anak akan mampu membedakan perbuatan baik ataupun buruk, benar dan salah sehingga bisa diterapkan pada kehidupan harian anak. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana optimalisasi fungsi keluarga bisa menanamkan nilai agama dan moral pada anak. Adapun hasil dari penelitian ini adalah bahwa keberfungsian keluarga yang optimal sangat diperlukan sehingga anak dengan mudah meninternalisakan nilai agama dan moral di dalam diri dan kehidupannya. Metode deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan endekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data denngan studi kepustakaan. Di mana informasi yang didapat berasal dari dokumen, literatur, buku-buku, gambar dan lain sebagainya. Kata kunci: Optimalisasi, keberfungsian, keluarga, nilai, agama, moral. OPTIMIZING FAMILY FUNCTIONS ON THE INVESTMENT OF MORAL AND RELIGIOUS VALUE IN CHILDREN Raihana Prodi PIAUD. Fakultas Agama Islam. Universitas Islam Riau raihana@fis. Abstract The condition of Indonesian children at this time is very apprehensive, it needs serious handling by the family as the closest environment for the child. But in fact there are still many families who fail to carry out these family functions. The functioning of parents in the family properly is an important factor in the development of the child's personality in the future. One of them is the cultivation of moral and religious values in children from an early age. By giving and planting moral and religious values from an early age, it is hoped that children will be able to distinguish between good and bad, right and wrong so that they can be applied in daily life. This paper aims to find out how optimizing family functions can instill religious and moral values in children. The results of this paper are that optimal family functioning is needed so that children can easily internalize religious and moral values in themselves and in their lives. Through a qualitative approach with descriptive methods and data collection techniques using literature study analysis of this paper was carried out. Where the information obtained comes from documents, literature, books, pictures and so on. Keywords: Optimization, function, family, values, religion, morals. Jurnal Al-Abyadh ISSN: 2620-7265 Optimalisasi fungsi keluarga terhadap penanaman . Oe 100 Raihana hingga 31 Juli 2020 ada 4. 116 kasus. Pendahuluan Melihat kondisi anak Indonesia saat Kekerasan tersebut berupa 1. 111 kekerasan ini sangat memprihatinkan, mulai dari fisik, 979 kasus adalah kekerasan psikis, tawuran, kekerasan fisik, psikis, dan verbal, 556 kasus adalah kekerasan seksual, 68 seks bebas, narkoba bahkan pembunuhan kasus adalah eksploitasi, 73 kasus tindak yang sebagian besar disebabkan oleh hal-hal pidana perdagangan orang dan 346 kasus kecil selalu muncul diberita baik di media massa maupun di media online serta media Jika Komisi Anak Indonesia (KPAI) Dan yang lebih memprihatinkan. Perlindungan anak dan remaja ini tidak hanya menjadi (Tempo. mencatat bentuk-bentuk korban tetapi juga menjadi pelaku dari kekerasan yang terjadi pada anak yaitu di kejadian-kejadian Kejadian- bidang pendidikan per 30 Mei 2018 kejadian yang terjadi pada anak dan remaja sebanyak 161 kasus, kasus anak korban harus dipandang serius bukan hanya karena tawuran sebanyak 23 kasus, kasus anak sebagai pelaku tawuran 31 kasus, dan anak kehidupan bangsa kedepannya, tetapi juga korban kekerasan dan bullying sebanyak 36 kasus, sementara itu anak sebagai pelaku masyarakat yang keberadaanya lebih rentan dari kasus kekerasan dan bullying sebanyak dari berbagai kondisi dan situasi yang 41 kasus. menempatkan anak tersebut tidak berdaya dan masih bergantung pada orang dewasa. Pada pelaksanaanya tanggungjawab Peningkatan pada berbagai kasus yang terjadi dan melibatkan anak dalam aspek sosiologis, merupakan jalan untuk menjadi korban dan pelaku ada pada orang keluarga berjalan. Keluarga seharusnya tua dan keluarga. Namun pada kenyataannya menjadi tempat pertama untuk membentuk masih banyak keluarga yang gagal dalam karakter dan kepribadian anak. Karena melaksanakan fungsi keluarga tersebut. keluarga menjadi tempat anak lahir dan Berdasarkan Pemberdayaan Kementerian Perempuan Kualitas pengasuhan yang dilakukan Perlindungan Anak . A) (Kompas. orang tua pada saat ini akan membentuk 2. menyebutkan bahwa jumlah kasus kepribadian anak ketika dewasa, ketika anak kekerasan pada anak periode 1 Januari dibesarkan di dalam keluarga yang saling Jurnal Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 3. No 2. Desember 2020 Optimalisasi fungsi keluarga terhadap penanaman . Oe 101 Raihana mencurigai satu sama lain maka anak akan Hasil Penelitian dan Pembahasan sulit percaya pada orang lain ketika dewasa. Lingkungan terdekat bagi anak adalah yang mengakibatkan anak akan menjadi keluarga yang sangat menentukan masa depan anak. Untuk menjaga perkembangan sebaliknya jika anak diasuh dengan penuh kepribadian anak kedepannya tetap berjalan kelembutan dan cinta kasih maka anak akan denga baik maka diperlukan peran orang tua. Salah satunya adalah menanamkan nilai Seperti agama dan moral pada anak sejak berusia diungkapkan oleh Wulandari . bahwa Sehingga harapannya anak akan bisa penerapan pola asuh yang dilakukan pada memilih mana perilaku yang baik dan mana anak sifatnya relatif konsisten dari waktu perilaku yang terlihat buruk, perbuatan yang Artinya bahwa pola asuh yang benar dan salah, setelah anak mampu dilakukan orang tua pada anak saat ini akan membedakan perilaku tersebut bisa di membentuk karakter anak dan mewarnai laksanakan dalam kehidupan sehari-hari. kehidupan anak ketika dewasa. Hapsari . alam Nauli menyebutkan bahwa anak belajar perbuatan salah dan benar di awali dari sesuatu yang Metode Penelitian Metode deskriptif yang digunakan sederhana dalam kehidupan hariannya. pada penelitian ini dilakukan dengan Jika anak berbuat salah ada baiknya pendekatan kualitatif, sementara itu untuk anak diberi penjelasan apa yang dilakukan anak salah dengan memberikan alasannya Fungsi studi kepustakaan kenapa hal itu salah dan jika anak berbuat adalah untuk mencari sumber informasi sesuatu yang benar, sebaiknya anak juga diberitahu alasan kenapa anak telah benar literatur-literatur, buku-buku. Karena gambar dan lain sebagainya. Penelitian ini penjelasan-penjelasan tersebut membantu menggunakan dokumen sumber analisa berupa jurnal-jurnal baik hasil penelitian Seorang pendidik dapat menjadi maupun non penelitian, literatur dan buku perantara perilaku moral anak dengan yang berkaitan dengan fungsi keluarga Stimulasi yang dilakukan dalam penerapan nilai agama dan moral berdasarkan pendapat Badura bisa dalam bentuk hukuman yang fungsinya untuk Jurnal Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 3. No 2. Desember 2020 Optimalisasi fungsi keluarga terhadap penanaman . Oe 102 Raihana Interaksi sosial ini penting karena jika anak memberikan penghargaan yang tujuannya tidak dapat beradaptasi dan berkomunikasi dengan baik maka anak akan tumbuh dalam mempertahankan perilaku (Nauli, dkk, 2. Salah satu fungsi penerapan nilai Hakikat Keluarga moral dan agama adalah untuk memperbaiki Sebagai1bentuk prilaku moral dimasa depan maka nilai-nilai keseharian seperti menghargai dan menghormati orang lain atau ornag yang lebih tua, sopan santun, tanggung1jawab, disiplin diri dan kebaikan lainnya penting untuk dimiliki oleh anak. Dan agar anak dapat memahami perilakunya maka anak harus juga memiliki dan memahami nilai rasa hormat dan tanggung jawab, selain itu bertujuan agar anak paham prilaku benar atau salah, diperlukan hati nurani sebagai kendali interal bagi prilaku anak (Hapsari dalam Nauli, dkk, 2. Optimalisasi keberfungsian keluarga keberlangsungan tiap individu di dalam keluarga tersebut. Apalagi ketika seorang anak mulai perlahan melepaskan diri dari ketergantungannya pada keluarga, dengan disertai bertambah sosial anak, ini akan membuat anak lebih mudah mendapatkan pengaruh dari luar yang kadang sulit dikontrol oleh orang tua. Jurnal Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 3. No 2. Desember 2020 Lingkungan pertama kali yang dikenal anak adalah keluarga sebelum mengenal Menurut Ahmad . alam Azis, keluarga adalah kelompok sosial yang ditandai dengan keberadaan tempat tinggal reproduksi yang dipersatukan oleh pertalian perkawinan yang disetujui secara sosial, yang saling berinteraksi sesuai dengan peranan-peranan sosialnya. Sementara itu Ulfatmi . menjelaskan bahwa keluarga merupakan suatu unit yang teridiri dari masing-masing Keluarga dimaknai sebagai dua atau lebih dari dua individu yang bergabung baik dikarenakan adanya hubungan darah, perkawinan, maupun pengangkatan dan mereka hidup dalam suatu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam masing-masing menciptakan serta mempertahankan suatu Salah dikehidupan manusia adalah keluarga, selain itu keluarga sebagai lembaga sosial yang Optimalisasi fungsi keluarga terhadap penanaman . Oe 103 Raihana paling mendasar di dalam masyarakat. anggota keluarga dalam mengembangkan Ketika di dalam keluargalah anak anak kekayaan sosial dan budaya bangsa. Fungsi cinta dan kasih sayang. Keluarga Anak pertama kali meniru perilaku dapat memberikan landasan yang kokoh dari keluarga, jadi internalisasi nilai agama terhadap suami istri, orang tua dengan anak- dan moral pada anak yang paling efektif ada anaknya, anak dengan anak, serta hubungan di dalam keluarga. kekerabatan, sehingga keluarga menjadi Ada 5 fungsi keluarga menurut Helmawati . alam kehidupan yang penuh cinta dan kasih. membantu peran individu di dalam keluarga fungsi perlindungan. Tempat berlindung berjalan dengan baik, yaitu . fungsi anggota keluarga sehingga menumbuhkan Agama, menanamkan nilai-nilai keyakinan rasa aman dan nyaman serta kehangatan bagi kepada Tuhan Yang Maha Esa berupa iman dan takwa . fungsi biologis, merupakan Keluarga sebagai tempat untuk pemenuhan kebutuhan agar berlangsungnya hidup tetap terjaga, . fungsi ekonomi yaitu melanjutkan keturunan. fungsi sosial dan berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan untuk keberlangsungan hidup dalam rumah pertama kali anak berinteraksi melalui peran . fungsi kasih sayang, yaitu dan arahan dalam mendidikan keturunannya bagaimana setiap anggota keluarga harus sehingga dapat menyesuaikan kehidupan di saling menyayangi satu sama lain. fungsi masa mendatang. fungsi ekonomi. perlindungan, di mana setiap anggota Keluarga kemandirian dan ketahanan keluarga. Aziz, tempat pertama bagi anak bersemainya keluarga lainnya. Keluarga fungsi pembinaan lingkungan. Keluarga Sementara itu menurut Wirdhana, dkk memberikan kemampuan kepada setiap . fungsi keluarga terdiri dari: . fungsi Keluarga menjadi tempat di menempatkan diri secara serasi, selaras, dan seimbang sesuai dengan aturan dan daya mengembangkan nilai-nilai agama. dukung alam dan lingkungan yang setiap saat selalu berubah secara dinamus. fungsi sosial budaya. Di mana keluarga Namun, jika disimpulkan fungsi dari memberikan kesempatan kepada seluruh dua pendapat ahli di atas adalah: . Jurnal Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 3. No 2. Desember 2020 Optimalisasi fungsi keluarga terhadap penanaman . Oe 104 Raihana . aspek agama dan moral, . Aspek seni. keturunan, merawat dan membesarkan anak. Dalam kajian ini yang akan dibahas adalah pemenuhan kebutuhan gizi keluarga serta. aspek agama dan moral. Pengembangan . fungsi sosialisasi, bertujuan untuk nilai agama dan moral diawali dengan membina sosialisasi pada anak melalui penanaman terlebih dahulu. Kamus Besar Bahasa Indonesia keluarga, membentuk norma-norma perilaku (KBBI) Online . menyatakan bahwa yang sesuai dengan tingkat perkembangan penanaman berasal dari kata tanam yang anak dan meneruskan nilai-nilai budaya berarti proses, cara. Kemudian kata nilai bisa . fungsi perlindungan, yaitu di maknai harga, sifat-sifat yang penting atau bertujuan untuk mendapatkan perlindungan berguna bagi kemanusiaan. Sedangkan dari anggota keluarga yang lain, membantu menurut Hazlitt . alam Imamah, 2. menyelesaikan permasalahan yang muncul mengemukakan bahwa nilai adalah suatu maupun antar kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu anggota keluarga. Fungsi emosi/afeksi, yang dapat menjadi dasar penentu tingkah dengan tujuan untuk mendapatkan dan laku seseorang. memberikan cinta dan kasih sayang antar Kata Agama merujuk dari sebuah kata a dan gama. A bermakna AutidakAy dan gama anggota keluarga. Dilihat dari fungsi keluarga yang telah bermakna AukacauAy, jadi jika digabungkan dipaparkan, maka untuk menerapkan nilai memiliki makna Autidak kacauAy. Maksudnya, agama dan moral pada anak terletak pada agama merupakan sistem yang mengatur fungsi keagamaan dan fungsi sosialisasi segala aspek dalam kehidupan agar sesuatu dalam membentuk norma-norma perilaku dapat berjalan sesuai dengan norma dan aturan yang ada di dalam lingkungan perkembangan anak. (Adiarti, 2. Nilai-nilai Penanaman Nilai Agama Dan Moral Pada agama menurut Sahlan . adalah nilai- Anak Dimulai dari usia dini anak harus tumbuhkembangnya kehidupan beragama mendapatkan stimulasi dari berbagai aspek yang terdiri dari 3 unsur pokok, yaitu akidah, perkembangan, aspek-aspek tersebut, yaitu ibadah dan akhlak yang menjadi pedoman . Aspek kognitif, . Apek fisik motorik berperilaku sesuai dengan aturan aturan . Aspek sosial emosional . Aspek bahasa Jurnal Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 3. No 2. Desember 2020 Optimalisasi fungsi keluarga terhadap penanaman . Oe 105 Raihana Illahi untuk mencapai kebahagiaan hidup di terdekat anak adalah keluarga. Nilai internal dunia dan akhirat. yang dimaksud salah satunya melalui Sementara itu kata moral memiliki makna sama dengan kata AuethosAy yang penanaman nilai agama dan moral yang bisa diterapkan pada anak usia dini. berasal dari bahasa Yunani yang berarti Adapun nilai-nilai agama dan moral AuetikaAy. Dan dalam bahasa Arab kata yang bisa ditemukan dalam kehidupan AumoralAy berarti Aubudi pekertiAy atau dalam harian anak dan dapat di tanamkan pada bahasa arab di kenal dengan sebutan anak usia dini seperti kejujuran, disiplin. AuakhlakAy, sementara itu dalam bahasa perhatian dan peduli pada orang lain, empati. Indonesia kata AumoralAy diartikan sebagai menghormati orang lain, kontrol diri. AukesusilaanAy. keadilan, religiusitas, gender, demokrasi. Moral adalah petunjuk mengenai kemandirian, daya juang, tanggungjawab. perbuatan baik dan buruk tentang sebuah Sementara itu menurut Mansur . perbuatan dan kelakuan . (Miller perkembangan nilai agama dibagi menjadi dalam Imamah, tiga bagian yaitu: . munculnya jiwa . alam keagamaan yang ada pada anak. Setiap anak Imamah, 2. menyatakan moral adalah lahir telah membawa fitrah keagamaan. nilai yang sebenarnya bagi manusia yang Fitrah artinya moral merupakan kesempurnaan bimbingan dan latihan setelah berada pada sebagai manusia atau kesusilaan yaitu tuntutan kodrat manusia. Pendapat Driyarkara Perkembangan Perkembangan Dapat disimpulkan dari uraian di atas agama pada anak dapat melalui beberapa yaiya moral adalah bentuk perilaku manusia tahap, seperti . The fair tale stage . ingkat yang didasarkan pada kesadaran individu dongen. , dimulai pada anak usia 3-6 tahun, di mana pada usia ini konsep mengenai keharusan untuk mencapai perilaku yang tuhan pada anak lebih banyak dipengaruhi baik tentunya didasari dengan adanya oleh fantasi dan emosi. Sehingga dalam tuntutan nilai dan norma yang selama ini penanaman dan perkembangannya dapat berlaku dalam lingkungannya. dilakukan melalui konsep fantasi yaitu Seorang anak memiliki nilai-nilai Serita-serita dongeng. The realistic stage internal didapat dari proses pembelajaran . ingkat kenyataa. Dimulai ketika anak memasuki usia sekolah dasar sampai usia Jurnal Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 3. No 2. Desember 2020 Optimalisasi fungsi keluarga terhadap penanaman . Oe 106 Raihana Pada tingkat ini ide ketuhanan anak berperan sangat penting untuk menjadikan sudah menemukan konsep-konsep yang anak cerdas, sehat dan memiliki nilai agama berdasarkan pada kenyataan . dan moral serta memiliki penyesuaian sosial The individual stage . ingkat individ. yang baik (Helmawati, 2. Anak pada tingkat ini memiliki kepekaan Sementara emosi yang paling tinggi sejalan dengan menjadi indikator dari sebuah keluarga perkembangan usia mereka. Sifat-sifat apakah dapat berjalan sebagai organisasi agama pada anak. Konsep keagamaan diri terkecil dan berinteraksi satu sama lain. Ini anak dipengaruhi oleh faktor dari luar diri terlihat dari pola pengasuhan, masalah yang anak yaitu anak telah mengikuti apa yang dikerjakan dan di ajarkan orang dewasa hubungan keluarga disertai interaksi yang walaupun belum disadari oleh anak tersebut. terjadi di dalam keluarga. Bentuk dan sifat agama pada diri anak terdiri Optimalisasi keberfungsian keluarga dari: . tidak mendalam. Egosentris. Anthropomorphis. Verbalis dan riatualis. keberlangsungan tiap individu di dalam . Imitatif. Rasa heran. keluarga tersebut. Jika fungsi keluarga Penanaman nilai agama dan moral tersebut berjalan dengan baik maka kecil pada anak seharusnya disesuaikan dengan usia perkembangan anak itu sendiri, apalagi jika anak tersebut berada pada usia emas. Terkhusus aspek perkembangan agama dan Hal ini juga didukung oleh Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. keberfungsian keluarga tidak bejalan dengan 137 Tahun 2014 yang berisi tentang Standar baik maka besar kemungkinan anak akan Pendidikan Anak Usia Dini berdasarkan lingkup perkembangan anak yang lebih mengembangkan aspek nilai-nilai agama Pernyataan di atas sesuai dengan dan moral. Fahrudin Optimalisasi Fungsi Keluarga Terhadap keberfungsian keluarga akan menjamin Penanaman Nilai Agama dan Moral Pada Anak. dalam kehidupan sehari-hari. Perpaduan dan . fungsi-fungsinya Titik pusat perkembangan anak ada interaksi nilai keluarga, keterampilan dan pada keluarga. Oleh karena itu keluarga pola interaksi yang positif menjadikan Jurnal Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 3. No 2. Desember 2020 Optimalisasi fungsi keluarga terhadap penanaman . Oe 107 Raihana keluarga memiliki keberfungsian dalam Komunikasi keluarga. Berkaitan dengan penyampaian dan penerimaan informasi terlaksananya sumber-sumber pokok dalam verbal dan non verbal antar aonggota keluarga, fokus pada tujuan dan melihat Penanaman dan pengembangan nilai mempertahankan dan meningkatkan kualitas diperkenalkan dan dijelaskan melalui sebuah kebiasaan-kebiasaan dari usia dini seperti Adapun membiasakan melakukan perbuatan yang keluarga oleh Walker . alam Fahrudin, baik dan buruk, memperlakukan orang yang 2. adalah sebagai berikut: . Peranan lebih tua dengan sopan dan santun, humanis Keluarga. Meliputi pola perilaku individu pada teman sebaya serta selalu diajarkan yang berulang dan dijalankan sesuai dengan kegiatan ibadah sholat dan lain sebagainya fungsi dalam kehidupan keluarga sehari hari. melalui bantuan orang tua sebagai guru di Peranan menggambarkan struktur keluarga rumah bagi anak. Pengaruh lainnya yaitu dan memeliharan proses interaksi yang sehat pengasuhan yang diterapkan dalam keluarga memiliki peranan sangat penting dalam Merujuk kepada ide bahwa setiap pembentukan kepribadian anak. Jika pola keluarga mempunyai suasana emosi yang asuh yang digunakan dalam keluarga akan menentukan tingkat emosi yang tersebut adalah pola asuh demokratis. Hal ini ekspresif, sensitifitas dan bertanggungjawab terjadi karena pola asuh demokrasi dianggap dengan anggota keluarga lainnya. Saling paling tepat karena menempatkan orang tua ketergantungan/individuasi dan anak sejajar. Bahwa . Ekspresi Penanaman dan pengembangan agama membutuhkan antara anggota keluarga satu dan moral pada anak juga bisa dilakukan Distribusi melalui pemberian contoh langsung dari kekuasaan keluarga. Terlihat dari tingkat orang dewasa yang tinggal disekitar anak. pengaruh atau kontrol anggota keluarga Anak usia dini merupakan peniru yang ulung, seperti yang diungkapkan oleh Distribusi Hurlock . bahwa meniru termasuk penting untuk memahami dan perubahan dalam cara anak mempelajari ketrampilan pola-pola interaksi yang difungsional. Anak merasa bahwa belajar dengan . Jurnal Al-Abyadh PRODI PIAUD STAI DINIYAH PEKANBARU Volume 3. No 2. Desember 2020 Optimalisasi fungsi keluarga terhadap penanaman . Oe 108 Raihana meniru atau mengamati suatu model jauh berikut: . Tulisan ini dapat dijadikan dasar lebi cepat dibanding dengan mencoba dan dan rujukan untuk dilakukan penelitian lebih meralatnya . rial and erro. , meski masih . Tulisan ini bisa menambah dibatasi oleh kesalahan model. pengetahuan orang tua dalam mendidik anak Beragam cara bisa dilakukan oleh khususnya dalam perkembangan nilai agama dan moral. menanamkan dan mengembangkan nilai gama dan moralnya. Tetapi yang terpenting DAFTAR PUSTAKA