E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 PEMETAAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN (FISHING GROUND) NELAYAN KOTA BENGKULU. PROVINSI BENGKULU Zamdial1. Ali Muqsit1. Ully Wulandari2 1Program Studi Ilmu Kelautan. Fakultas Pertanian. Universitas Bengkulu. Bengkulu. Indonesia 2Politeknik Kelautan dan Perikanan. Karawang. Indonesia E-mail : zamdial_et@yahoo. Received August 2020. Accepted September 2020 ABSTRAK Sebagian besar kegiatan penangkapan ikan oleh nelayan di Kota Bengkulu masih menggunakan armada dan alat tangkap sederhana. Teknologi sederhana berdampak pada daerah penangkapan ikan yang dapat dijangkau sebagai lokasi penangkapan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membuat peta lokasi daerah penangkapan ikan nelayan di Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan di Pangkalan Ikan di Wilayah Pulau Baai. Pantai Malabero. Pondok Besi, dan Pantai Jakat-Pasar Bengkulu. Kota Bengkulu. Responden ditetapkan secara acak. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode wawancara terstruktur dan tidak terstruktur serta menggunakan kuesioner. Data sekunder untuk mendukung pembahasan hasil penelitian dikumpulkan dari berbagai referensi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif, sedangkan analisis spasial menggunakan Aplikasi SIG. Penelitian ini juga memanfaatkan kecanggihan data digital SRTM (Shuttle Radar Topography Missio. dengan aplikasi Global Mapper untuk mendapatkan data atribut batimetri Perairan Kota Bengkulu. Data atribut diimpor ke dalam aplikasi Surfer 12 sebagai dasar analisis spasial sebagai peta dasar. Peta daerah penangkapan ikan dibuat dengan analisis Daerah penangkapan ikan di Wilayah Pulau Baai lebih jauh dan luas dibandingkan dengan daerah penangkapan nelayan di daerah penangkapan ikan lainnya. Nelayan Wilayah Pulau Baai melakukan penangkapan ikan ke perairan Pulau Mentawai. Sumatera Barat. Provinsi Lampung. Provinsi Jawa Barat. Pulau Enggano dan Pulau Mega di Kabupaten Bengkulu Utara. Lokasi penangkapan nelayan Pantai JakatPasar Bengkulu. Pondok Besi dan Pantai Malabero hanya berada di sekitar perairan pantai dan perairan Pulau Tikus. Kota Bengkulu. Kata Kunci : Daerah Penangkapan Ikan. Peta. SRMT. Kota Bengkulu DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 ABSTRACT MAPPING OF FISHING GROUND OF FISHERMAN IN BENGKULU CITY, BENGKULU PROVINCE. Most of the fishing activities by fishermen in Bengkulu City still use simple fleets and fishing gears. The simple technology affects on fishing areas that can be reached as fishing locations. The purpose of this research was to analyze and make a map the location of fishing ground of fishermen in Bengkulu City. The study was conducted by survey method. Data was collected at the fishing base of the Pulau Baai Region. Malabero Beach. Pondok Besi, and Jakat Beach-Pasar Bengkulu. Bengkulu City. Respondents were randomly assigned. Primary data were collected by structured and unstructured interview methods and using Secondary data to support the discussion of research results was collected from various references. Data analysis was performed by descriptive method, while spatial analysis used GIS Application. This study also utilizes the sophistication of SRTM (Shuttle Radar Topography Missio. digital data with the Global Mapper application to obtain bathymetry attribute data of Bengkulu City Waters. The attribute data was imported into the Surfer 12 application as a basis for spatial analysis as a basic map. Map of fishing ground was made by overlay analysis. The fishing ground of the Baai Island Region was further and wider than the fishing ground of fishermen in other fishing base. Fishermen of Baai Island Region catching fish to the waters of Mentawai Island. West Sumatra. Lampung Province. West Java Province. Enggano Island and Mega Island in North Bengkulu Regency. The fishing ground of Jakat Beach-Pasar Bengkulu. Pondok Besi and Malabero Beach fishermen were only around the coastal waters and Pulau Tikus waters. Bengkulu City. Keywords : Fishing Ground. Map. SRMT. Bengkulu City PENDAHULUAN Kota Bengkulu adalah bagian dari Provinsi Bengkulu yang berada di Pantai Barat Pulau Sumatera. Sepanjang wilayah pesisir Kota Bengkulu terdapat beberapa sentra perikanan tangkap yaitu Kawasan Pulau Baai. Pasar Malabero. Pondok Besi dan Pantai Jakat. Menurut Dinas Perikanan Kota Bengkulu . , jenis alat penangkapan ikan (API) yang dioperasikan oleh nelayan di Kota Bengkulu, terdiri dari 3 kelompok utama, yaitu : . kelompok pukat, yaitu pukat cincin . , pukat payang . , dan pukat irik atau dogol . , . kelompok jaring, yaitu gill net monofilament . 435 uni. , trammel net . , bagan . , . kelompok pancing, yaitu pancing tonda . , pancing tetap . , dan . kelompok lainnya . Data Tahun 2017 jumlah nelayan di Kota Bengkulu adalah sebanyak 480 orang, dengan armada penangkapan ikan sejumlah 1. 109 unit, yang terdiri dari perahu tanpa motor sebanyak 589 unit dan perahu/kapal motor sebanyak 520 unit (BPS Kota Bengkulu, 2. Dari keseluruhan armada penangkapan ikan yang ada di Kota Bengkulu, yang berukuran > 30 GT DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 hanya sebanyak 12 unit. Sementara itu, besar kecilnya ukuran armada penangkapan merupakan salah satu faktor utama untuk menentukan jangkauan daerah penangkapan ikan. Menurut KKP RI . , armada penangkapan ikan yang beroperasi di laut Bengkulu sebagian besar berukuran di bawah 5 GT dan masih terdapat armada berupa perahu tanpa Dengan kondisi armada tersebut maka sebagian besar nelayan Kota Bengkulu hanya mampu melakukan operasi penangkapan ikan di wilayah penangkapan pinggir atau sampai dengan di bawah 12 mil. Keberhasilan dan efektifitas usaha penangkapan ikan ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah penentuan daerah penangkapan ikan dimana kegiatan penangkapan ikan di lakukan. Wulandari et al. menjelaskan bahwa, daerah penangkapan ikan (DPI) merupakan hal yang penting bagi keberlangsungan kegiatan perikanan tangkap, dan setiap daerah penangkapan ikan belum tentu merupakan daerah penangkapan ikan yang potensial. Untuk nelayan di Kota Bengkulu, daerah penangkapan ikan sebagai tempat operasi penangkapan ikan tidak hanya terbatas di dalam wilayah perairan laut Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mempetakan titik-titik lokasi kegiatan penangkapan ikan sebagai daerah penangkapan ikan oleh nelayan dari setiap sentra perikanan tangkap yang ada di Kota Bengkulu. MATERI DAN METODE Daerah Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Pengumpulan data primer dilakukan di Kawasan Pulau Baai. Malabero. Pondok Besi, dan Pantai Jakat-Pasar Bengkulu (Gambar . Semua lokasi tersebut merupakan sentra perikanan . ising bas. utama di Kota Bengkulu, yang berfungsi sebagai pangkalan pendaratan ikan dan pusat kegiatan nelayan. Metode survei ini dilakukan untuk mendapatkan data primer berupa posisi penangkapan ikan oleh para nelayan masing-masing fishing base tersebut. Selain data primer, juga dilakukan pengumpulan data sekunder yang diperlukan untuk mendukung pembahasan dan analisis hasil penelitian, seperti data digital perairan Provinsi Bengkulu. Semua data kemudian disusun dalam suatu basisi data. Analisis data penelitian menggunakan Software ArcView 3. Responden Penelitian dan Data Penelitian Jumlah responden penelitian disesuaikan dengan besarnya populasi nelayan pada masing-masing fishing base. Menurut Tekken . dalam TaAoalidin . , dalam suatu penelitian, besarnya sampel yang diambil disarankan tidak kurang dari 10% dari jumlah satuan elementer dalam Walaupun ada beberapa peneliti berpendapat bahwa sampel sebesar 5% dari jumlah satuan elementer dalam populasi sudah cukup DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 Responden penelitian diambil secara acak pada setiap fishing base yang dianggap telah mewakili tujuan penelitian untuk pemetaan daerah penangkapan ikan nelayan Kota Bengkulu. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan responden di lapangan dengan menggunakan daftar pertanyaan dan juga gambar peta Perairan Bengkulu yang disiapkan sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mempermudah proses wawancara sehingga para nelayan . tidak kebingungan saat memberikan penjelasan mengenai lokasi penangkapan yang biasa Data sekunder diperoleh dari berbagai referensi yang terkait dengan ruang lingkup penelitian. Lokasi Penelitian Lokasi Penelitian Gambar 1. Peta lokasi penelitian dan pengumpulan data primer (DKP. Provinsi Bengkulu, 2. Analisis Spasial Data hasil wawancara diolah dan disajikan dalam bentuk tabel, serta dianalisis secara spasial dengan menggunakan Aplikasi SIG (Sistem Informasi Geografi. Atribut batimetri perairan Provinsi Bengkulu diperoleh DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 dengan memanfaatkan data digital SRTM (Shuttle Radar Topography Missio. dengan aplikasi Global Mapper untuk memperoleh data atribut batimetri Perairan Bengkulu. Anggraini dan Julzarika . menjelaskan bahwa. SRTM adalah data radar C band dengan resolusi spasial 3 arc second yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Menurut USGS . anpa tahu. , data elevasi SRTM dimaksudkan untuk penggunaan ilmiah dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) atau perangkat lunak aplikasi khusus lainnya. Data atribut yang diperoleh di-import ke dalam aplikasi Surfer 12 sehingga kontur data atribut batimetri . bisa dajadikan landasan pembuatan analisis spasial sebagai peta dasar untuk dilakukan analisis Pada tahap ini akan menghasilkan empat peta tematik, berupa Peta Daerah Penangkapan Ikan Nelayan Kota Bengkulu yang disajikan secara terpisah dari masing-masing lokasi penelitian . ishing bas. Hasil dari tahapan inilah yang kemudian akan dilakukan analisis overlay. Analisis Overlay dan Pembuatan Peta Daerah Penangkapan Ikan Setelah data basis dan data spasial terbentuk, selanjutnya dianalisis dengan metode tumpang susun atau overlay yang menggabungkan informasi beberapa peta untuk menghasilkan informasi yang baru. Overlay merupakan kemampuan analisis keruangan yang dapat dilakukan secara efektif dalam SIG. Hasil dari analisis keruangan adalah berupa peta untuk memetakan daerah penangkapan ikan nelayan di Kota Bengkulu. Pembuatan peta hasil analisis merupakan langkah penyusunan layout hasil analisis Overlay yang telah dilakukan. Hasil tersebut berupa peta final yaitu gabungan dari keseluruhan lokasi penelitian . ishing bas. , sehingga pengguna akan mampu membedakan daerah penangkapan ikan oleh nelayan di masing-masing fishing base di Kota Bengkulu. HASIL DAN PEMBAHASAN Daerah Penangkapan Ikan Nelayan Pantai Jakat Pada Gambar 2 dapat di lihat sebaran daerah penangkapan ikan nelayan Pantai Jakat. Kota Bengkulu. Nelayan di Pantai Jakat-Pasar Bengkulu sebagian besar menggunakan Pukat Irik atau Dogol (Danish Sein. Menurut Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bengkulu . , terdapat 852 unit alat tangkap Pukat Irik di Kota Bengkulu. Ukuran perahu/kapal penangkapan ikan Pukat Irik rata-rata 2 GT dan 3 org ABK (Anak Buah Kapa. yang tergolong perikanan skala kecil . mall scale Ukuran tersebut sangat kecil untuk menjangkau daerah penangkapan ikan yang lebih jauh. Nelayan Pukat Irik terkonsentrasi melakukan kegiatan penangkapan di perairan pantai . ostal water. Sudirman . dalam Antika, et al. , juga menjelaskan, bahwa dogol dioperasikan di perairan dengan dasar perairan berupa pasir, lumpur atau campuran keduanya, umumnya dapat ditemukan di sekitar pulaupulau. DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 Dari hasil wawancara dengan nelayan, diperoleh informasi bahwa perairan pantai Kota Bengkulu memiliki sedikit jenis ikan yang bisa tertengkap dalam satu kali operasi penangkapan ikan. Padahal menurut Wulandari et al. , daerah penangkapan ikan yang potensial merupakan suatu daerah perairan yang memiliki potensi sumberdaya ikanmelimpah dengan kuantitas dan kualitas yang sangat baik secara Alat tangkap dogol menghasilkan pendapatan per hari, per biaya investasi, dan pendapatan bersih per biaya investasi yang lebih rendah dari alat langkap udang dogol lain, oleh karena itu kurang berprospek untuk kesinambungan pemanfaatan dan peningkatan kesejahteraan nelayan (Suman, 2. Hal ini menunjukkan dari segi ukuran alat tangkap jaring dogol sangat tidak selektif (Dewanti, et al. Gambar 2. Peta daerah penangkapan ikan nelayan Pantai Jakat Ada delapan titik-lokasi yang menjadi daerah penangkapan ikan (DPI) nelayan Pantai Jakat-Pasar Bengkulu Kota Bengkulu (Gambar . Jarak antara lokasi DPI dari daratan A 3-5 mil . ,5-9,3 k. dari daratan. Menurut keterangan nelayan Pantai Jakat, bahwa kegiatan penangkapan juga sering di lakukan di sekitar wilayah perairan Pulau Tikus. Nelayan banyak melakukan penangkapan di Pulau Tikus karena hasil tangkapan di dapat lebih banyak. Hal tersebut di dukung oleh kondisi perairan Pulau Tikus yang memiliki ekosistem terdapat terumbu karang yang kaya dengan potensi sumderdaya berbagai jenis ikan. Daerah Penangkapan Ikan Nelayan Pondok Besi Sentra perikanan tangkap Pondok Besi berdampingan dengan Pantai Jakat-Pasar Bengkulu. Daerah penangkapan ikan nelayan Pondok Besi DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 juga tidak jauh dari fishing base (Gambar . Nelayan yang menurunkan hasil tangkapan di PPI (Pangkalan Pendaratan Ika. Pondok Besi melakukan penangkapan ikan di lokasi yang sama dengan nelayan Pantai Jakat yaitu di daerah perairan pantai . oastal water. Gambar 3. Peta daerah penangkapan ikan nelayan Pondok Besi Perbedaan antara nelayan Pondok Besi dengan nelayan Pantai JakatPasar Bengkulu yaitu titik penangkapan ikan yang berbeda. Ada 5 titik lokasi yang menjadi daerah penangkapan ikan (DPI) nelayan dari sentra perikanan Pondok Besi. Dari titik lokasi DPI ke daratan jaraknya A 1-3 mil. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah penangkapan ikan sangat dekat dengan daratan sehingga penangkpan ikan kurang maksimal di lakukan. Jenis alat tangkap dan kekuatan mesin kapal yang digunakan juga menjadi faktor yang mempengaruhi terbatasnya daerah penangkapan ikan nelayan Pondok Besi. Sebagian besar nelayan Pondok Besi merupakan nelayan tradisional yang menggunakan alat tangkap jaring dengan kapal motor ukuran kurang dari 10 GT. Daerah yang menjadi target pengoperasian alat tangkap jaring insang dasar ini adalah daerah disekitaran pulau tikus dan ujung tonga dengan kedalaman 15 hingga 20 meter dan dengan kondisi dasar perairan yang berpasir maupun berlumpur. Nelayan dalam menentukan lokasi penangkapan ikan juga mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut, yaitu keamanan rute pelayaran yang bergantung pada cuaca, risiko individu yang harus ditanggung, dan jenis kapal (Sudarmo, et al. , 2. Untuk perikanan skala kecil, seperti yang dilakukan oleh nelayan di sentra perikanan tangkap Pantai Jakat dan Pondok Besi, faktor keamanan dan ukuran perahu/kapal penangkapan ikan yang relatif kecil menjadi faktor yang menyebabkan DPI hanya di sekitar perairan pantai . n-shore fishin. , dan sesuai dengan pendapat Dimas dan DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 Sutrisna . , bahwa usaha perikanan skala kecil adalah usaha perikanan yang secara umum berada di daerah pedesaan dan pesisir pantai, dekat danau di pinggir laut dan muara. Daerah Penangkapan Ikan Nelayan Malabro Ada A 146 unit penangkapan ikan yang menjadikan Pantai Malabero sebagai basis kegiatan perikanan tangkap. Kebanyakan armada perikanan tangkap di Kelurahan Malabero menggunakan alat tangkap jaring insang dan pukat payang (Zamdial et al. , 2. Unit penangkapan ikan pukat payang yang dioperasikan oleh nelayan di Kota Bengkulu berukuran antara 100 m-500 m, dan ukuran perahu/kapal antara 6-14 GT. Ukuran perahu/kapal yang paling banyak dipergunakan adalah rata-rata 6 GT yang termasuk kecil. Dengan demikian jangkauan wilayah untuk kegiatan penangkapan ikan masih di sekitar perairan territorial sampai batas 12 mil. Murni et al. , . mendapatkan, bahwa alat tangkap payang di p (Pelabuhan Perikanan Panta. Carocok Tarusan. Pesisir Selatan. Sumatera Barat, dioperasikan dengan kapal berukuran 5 GT. Daerah penangkapan ikan nelayan Malabero juga tidak jauh berbeda dengan daerah penangkapan ikan pada nelayan Pantai Jakat dan Pondok Besi (Gambar . Sebagian besar nelayan Malabero juga merupakan nelayan tradisional yang masih menggunakan jaring sebagai alat tangkap, belum banyak memiliki armada dan mereka masih menumpang kepada nelayan yang mempunyai perahu/kapal motor. Beberapa faktor tersebutlah yang menjadi keterbatasan bagi nelayan Pantai Malabero. Gambar 4. Peta daerah penangkapan ikan nelayan Pantai Malabero DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 Ada lima titik DPI nelayan di sentra perikanan tangkap Pantai Malabero. Jarak antara DPI dengan fishing base A 2-4 mil. Nelayan dari Pantai Malabero juga sering melakukan penangkapan ikan di sekitar perairan Pulau Tikus yang berada pada koordinat 3A50Ao11AoAoS 102A10Ao26AoAoE. Beberapa hasil tangkapannya yaitu kepiting karang, udang, dan jenis ikanikan seperti teri dan lain sebagainya. Daerah Penangkapan Ikan Nelayan Kawasan Pulau Baai Daerah penangkapan ikan nelayan Pulau Baai lebih bervariasi dan tersebar dibandingkan daerah penangkapan ikan nelayan Pantai Jakat. Pondok Besi dan Malabero (Gambar . Kawasan Pulau Baai berada di Kelurahan Sumber Jaya. Kecamatan Kampung Melayu. Kota Bengkulu. Sebagai salah satu sentra perikanan tangkap terbesar di Kota Bengkulu, bahkan mungkin di Provinsi Bengkulu, armada penangkapan ikan yang berlabuh . andar/tamba. di pemukiman nelayan Kelurahan Sumber Jaya ini adalah kapal-kapal ikan yang berukuran cukup besar. Jenis unit penangkapan ikan yang dioperasikan oleh nelayan di Kawasan Pulau Baai adalah jaring insang millennium, dengan ukuran kapal 59-79 GT, pancing rawai . ong lin. dengan ukuran kapal 5-18 GT, pancing tonda . roll lin. dengan ukuran kapal rata-rata 24 GT, pukat cincin . urse sein. dengan ukuran kapal rata-rata 45 GT, dan bagan kapal . oat lift ne. dengan ukuran kapal 57-85 GT. Gambar 5. Peta daerah penangkapan ikan nelayan Kawasan Pulau Baai DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 Ada 18 titik lokasi DPI nelayan yang berpangkalan di sentra perikanan tangkap Kawasan Pulau Baai. Kota Bengkulu. Jarak antara titik-titik lokasi DPI dengan daratan berkisar ada yang melebihi 12 mil. Pada Gambar 5 dapat diketahui, bahwa ada 2 garis lintasan DPI ikan nelayan dari Kawasan Pulau Baai, yaitu garis DPI yang berada di zona perairan territorial, dan garis DPI yang berada diatas perairan 12 mil. Hal ini menunjukkan, bahwa selain melakukan penangkapan ikan di perairan Kota Bengkulu, nelayan dari Kawasan Pulau Baai juga melakukan penangkapan ikan jauh di laur perairan territorial. Berdasarkan hasil wawancara dengan nelayan, dapat diekathui bahwa DPI bagan kapal sampai ke perairan Pulau Enggano, perairan Provinsi Lampung, perairan Provinsi Sumatera Barat. DPI jaring millenium sampai ke Pulau Enggano. DPI pancing rawai sampai ke Pulau MentawaiSumatera Barat. Pulau Enggano. Pulau Mega. DPI pancing tonda sampai ke Padang Sumatera Barat. Lampung, dan Jawa Barat, dan DPI purse seine sampai ke perairan Pulau Enggano. Dalam kegiatan penangkapan ikan, jangkauan DPI yang semakin jauh, di dukung oleh ukuran kapal, daya meisn kapal dan teknologi pendukung lainnya. Ayodhyoa . menjelaskan, bahwa perubahan DPI . ishing groun. kearah yang lebih jauh dari pantai, atau dari perairan dangkal ke perairan yang lebih dalam, sangat memungkin dengan menggunakan kapal yang lebih besar. Hasil penelitian Gabel . , mendapatkan data dari p Bajomulyo. Pati. Jawa Tengah, bahwa kapalkapal penangkap ikan yang berukuran 30 GT sampai 60 GT berada di tiga lokasi yaitu Laut Jawa. Laut Bali serta Laut Flores dan Selat Makasar. Triharyuni dan Hartati . mendapatkan hal yang sama, bahwa kapal pukat cincin yang berbasis di Tegal Jawa Tengah, operasi penangkapan ikan di lakukan di DPI Selat Makassar dan Laut Flores. Gambar 6. Kapal pancing tonda . dan kapal jaring millennium . yang terdapat di PPI Pulau Baai Kota Bengkulu (Sumber : Foto Dokumen Penelitia. DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 Gambar 7. Kapal bagan kapal . dan kapal pancing rawai . yang terdapat di PPI Pulau Baai Kota Bengkulu (Sumber : Foto Dokumen Penelitia. Daerah Penangkapan Ikan Nelayan Kota Bengkulu Dari hasil penelitian ini, dapat dipetakan 34 titik lokasi DPI nelayan di 4 sentra perikanan tangkap di Kota Bengkulu (Gambar . Pada peta DPI tersebut dapat diketahui, bahwa DPI nelayan di Kota Bengkulu, tidak hanya berada di dalam wilayah perairan laut Kota Bengkulu, tetapi juga sampai ke perairan di luar wilayah administrasi Kota Bengkulu, bahkan sampai ke wilayah perairan laut di luar Provinsi Bengkulu, yaitu perairan laut Provinsi Lampung dan Sumatera Barat . erairan Pulau Mentawa. Ada 2 zona DPI nelayan di Kota Bengkulu, yaitu zona DPI pada perairan territorial . dan zona DPI di luar batas wilayah territorial . iatas 12 mil. Gambar 8. Peta daerah penangkapan ikan nelayan Kota Bengkulu DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 Jenis alat penangkapan dan keterbatasan sarana penangkapan ikan yang dimiliki nelayan di sentra perikanan tangkap Pantai Jakat. Pondok Besi dan Pantai Malabero, berpengaruh terhadap jangkauan DPI, yang hanya terkonsentrasi pada perairan pantai . nshore fishin. Daerah penangkapan masing-masing fishing base diwakili oleh warna yang berbeda sesuai dengan legenda peta yang disajikan pada Gambar 8. Untuk DPI terjauh dan terpanjang adalah rute DPI nelayan dari kawasan Pulau Baai. Ini sesuai dengan fasilitas yang digunakan yaitu berupa kapal dengan ukuran GT yang lebih besar dibanding dengan nelayan pada fishing base lainnya. Daerah penangkapan ikan pada tiga fishing base lainnya . elayan pantai Jakat. Pondok Besi dan Malaber. , daerah penangkapannya hampir sama, dan tidak berada terlalu jauh dari perairan Termasuk juga DPI di sekitar perairan Pulau Tikus yang berada pada koordinat 3A50Ao11AoAoS 102A10Ao26AoAoE. Terkonsentrasinya kegiatan penangkapan ikan di sekitar perairan Pulau Tikus, perlu menjadi perhatian pemerintah, karena hal ini bisa saja menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan kondisi fisik pulau kecil tersebut, seperti kerusakan terumbu karang, yang berdampak pada abrasi pantai Pulau Tikus. Menurut Rindawati . , masyarakat nelayan di Kelurahan Pasar Bengkulu. Kelurahan Pondok Besi, dan Kelurahan Malabero, mayoritas belum banyak memiliki armada dan dimana mereka masih menumpang kepada nelayan yang mempunyai perahu/kapal motor, dan jenis alat masyoritas/kebanyakan menggunakan jaring. Sangat diperlukan penguatan pemahaman bagi nelayan di sentra perikanan tangkap . ishing bas. Pantai Jakat-Pasar Bengkulu. Pondok Besi dan Pantai Malabero agar melakukan pembaharuan armada dan teknologi penangkapan ikan, untuk menjangkau DPI yang lebih jauh, keluar dari perairan pantai kearah perairan laut dalam . ff shor. sehingga dapat menjaga kelestarian potensi sumberdaya perikanan pantai yang semakin intensif dimanfaatkan. KESIMPULAN Nelayan di sepanjang pesisir Kota Bengkulu tersebar pada beberapa sentra perikanan tangkap . ishing bas. , yaitu Kawasan Pulau Baai. Pantai Malabero. Pondok Besi. Pantai Jakat-Pasar Bengkulu. Nelayan di Kawasan Pulau Baai memiliki armada penangkapan ikan jaring millennium, pancing tonda . roll lin. , pancing rawai . ong lin. dan pukat cincin . urse sein. dengan ukuran kapal lebih besar, dapat melakukan kegiatan penangkapan ikan di DPI yang lebih jauh. Nelayan di sentra perikanan tangkap . ishing bas. Pantai Jakat-Pasar Bengkulu. Pondok Besi dan Pantai Malabero, lebih banyak mengoperasikan alat penangkapan ikan jaring insang dasar, jaring hijau, pukat payang . eine ne. , dan pukat irik atau dogol . anish sein. dengan ukuran perahu/kapal di bawah 10 GT . ategori keci. , kegiatan penangkapan ikan dilakukan di sekitar perairan pantai dalam wilayah perairan territorial 12 mil dan disekitar Perairan Pulau Tikus pada koordinat 3A50Ao11AoAoS 102A10Ao26AoAoE. Nelayan Kawasan Pulau Baai DOI: https://doi. org/10. 31186/jenggano. E-ISSN: 2527-5186. P-ISSN: 2615-5958 Jurnal Enggano Vol. No. September 2020: 205-218 menangkap ikan pada DPI diluar wilayah perairan Kota Bengkulu, yaitu sampai ke Perairan Pulau Enggano dan Pulau Mega. Kabupaten Bengkulu Utara, serta ke luar Perairan Provinsi Bengkulu, yaitu sampai ke Perairan Mentawai Provinsi Sumatera Barat dan perairan Provinsi Lampung dan Jawa Barat. Ada dua zona DPI nelayan Kota Bengkulu, yaitu Zona DPI pada wilayah territorial 12 mil, dan Zona DPI di luar wilayah territorial diatas 12 mil. DAFTAR PUSTAKA