https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 e-ISSN: 2964-2876, p-ISSN: 2964-9579 DOI: https://doi. org/10. 38035/jpmpt. Received: 04 Desember 2022. Revised: 27 Desember 2022. Publish: 01 Januari 2023 https://creativecommons. org/licenses/by/4. Pendampingan Pembuatan Perencanaan Strategis Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Kota Bekasi Zahara Tussoleha Rony1. Sani Aryanto2. Maria Christine Simboro3 Universitas Bhayangkara. Jakarta Raya, email: zahara. tussoleha@dsn. Universitas Bhayangkara. Jakarta Raya, email: sani. aryanto@dsn. Universitas Bhayangkara. Jakarta Raya, email: maria. christine@mhs. Corresponding Author: Zahara Tussoleha Rony Abstract: Every organization that wants to realize its organizational goals is obliged to make effective plans including social organizations, namely the Family Welfare Empowerment (PKK) which is a national community organization. PKK is a Government Partner and Community Organization, which functions as a facilitator, planner, implementer, controller and driver at each level for the implementation of the PKK program. The heavy and noble task of the PKK organization is to make the PKK chairman its members and need to understand their functions and roles as well as job descriptions. All of these leaders have tasks that are not easy, especially during the pandemic and post-pandemic conditions, many plans have not been realized or even been ineffective. The needs of society are largely Therefore an evaluation and review of the 2021 and 2022 programs is needed. order for planning to be focused and in accordance with the needs of the city of Bekasi, training and assistance are needed in making work plans in the PKK organization which begins with making SWOT. Standard Operating Procedure, as well. The results of the training and planning are expected to increase the competence of PKK administrators in making appropriate SWOT and planning in accordance with organizational goals and this is evidenced by the output of the training, namely several SOP and work planning programs. Keyword: Feedback. Planning. Training. SWOT Abstrak: Setiap organisasi yang ingin mewujudkan tujuan organisasinya wajib membuat perencanaan efektif tidak terkecuali organisasi sosial, yaitu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang merupakan organisasi masyarakat nasional. PKK adalah Mitra Kerja Pemerintah dan Organisasi Kemasyarakatan, yang berfungsi sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak pada masing Ae masing jenjang demi terlaksananya program PKK. Tugas berat dan mulia dari organisasi PKK membuat ketua PKK anggotanya dan perlu memahami fungsi dan peran serta job deskripsinya. Semua para pimpinan ini memiliki tugas yang tidak mudah terlebih lagi kondisi pandemi dan pasca pandemi banyak perencanaan tidak terealisasi bahkan tidak tepat guna. Kebutuhan masyarakat sebagian besar 54 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 Oleh karenanya dibutuhkan evaluasi dan review program 2021 dan 2022. Agar perencanaan dapat fokus dan sesuai dengan kebutuhan kota Bekasi diperlukan pelatihan dan pendampingan pembuatan perencanaan kerja di organisasi PKK yang diawali SWOT, dan prosedur operasi standar, serta. Hasil dari pelatihan dan perencanaan diharapkan meningkatkan kompetensi para pengurus PKK dalam membuat SWOT dan perencanaan yang tepat sesuai dengan tujuan organisasi dan hal ini dibuktikan dari output pelatihan yaitu beberapa SOP dan program perencanaan kerja. Kata Kunci: Masukan. Perencanaan. Pelatihan. SWOT PENDAHULUAN Kehadiran sebuah organisasi yang terdiri dari organisasi profit dan organisasi sosial diyakini memiliki tujuan tertentu. Tidak terlepas organisasi non-profit sekalipun, setiap organisasi mempunyai keinginan untuk berhasil dan sukses menjalankan roda organisasinya (Rony et al. , 2. Guna menjalankan keberhasilan organisasi diperlukan beberapa komponen yang terdiri dari anggota-anggota yang bekerjasama didalamnya, tata hubungan kerja, bidang pekerjaan dan yang terpenting dibutuhkan kesadaran rasional dari anggota sesuai dengan kemampuan dan spesialisasi mereka masing-masing untuk memiliki komitmen bekerja dengan baik serta pengelolaan secara profesional yang ditunjang melalui pendekatan ilmu dan teknologi (Ambarwati, 2. Dalam tataran empiris, pencapaian tujuan organisasi menggunakan pendekatan manajemen, maka fungsi-fungsi manajemen menjadi sangat penting dilaksanakan agar tujuan organisasi tercapai sesuai target (Rohman, 2. Fungsi manajemen dijalankan melalui praktek yang diawali dari fungsi perencanaan. Hal ini mengingat bahwa fungsi perencanaan bersifat sebagai pengarah atau haluan yang harus diikuti dalam setiap aktivitas organisasi, termasuk dalam upaya mencapai tujuan organisasi (Rony, 2. Perencanaan sebagai konsep dari ide atau pemikiran pada prinsipnya merupakan usulan-usulan dari seluruh komponen organisasi atau dari subsistem-subsistem organisasi, sebagai wujud dari tugas, fungsi dan tanggung jawab dari setiap unsur atau komponen atau subsistem-subsistem organisasi merupakan usulan-usulan 3M (Man. Money. Materia. , sasaran, target, capaian, cara melakukan, jangka waktu atau jadwal, yang bersifat komprehensif atau menyeluruh (Rusniati & Haq, 2. Dengan keterlibatan dari seluruh bagian atau unsur dalam perencanaan maka menjadikan seluruh unsur yang terlibat dalam perencanaan merasa diperhatikan, diperhitungkan, dipertimbangkan, sehingga seluruh dari individu di organisasi merasa memiliki, dilibatkan dan merasa ikut bertanggung jawab. Keterlibatan pada seluruh bagian atau unsur dalam perencanaan selain memberikan motivasi psikologis berdampak pada mengembangkan pemahaman arah, kebijakan, koordinasi, menghindari risiko terjadi pemborosan, kerugian atau penyelewengan dan dapat menjadikan perencanaan berkualitas. Suatu perencanaan yang berkualitas pada hakikatnya memenuhi sifat-sifat perencanaan yang baik, yang meliputi: tujuan jelas, logis, sebagai satu kesatuan, berkelanjutan atau kontinuitas, fleksibel, stabil, komprehensif, terarah, terpadu, efektif, dan efisien (AM et al. , 2020. Rony et al. , 2. Dengan kata lain perencanaan adalah dasar mewujudkan pencapaian suatu tujuan. Salah perencanaan bisa menjadi gagal mencapai Maka dari itu, sebuah organisasi idealnya memiliki perencanaan yang terarah dan fokus serta tepat guna termasuk Organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang merupakan sebuah organisasi yang melibatkan partisipasi perempuan dalam upaya mewujudkan keluarga sejahtera (Nurmasari, 2. Organisasi masyarakat. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah upaya pemenuhan kebutuhan dasar untuk terwujudnya pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (Hamidah & Redjosari, 2. Sebagai wadah pemberdayaan perempuan dalam mewujudkan 55 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 keluarga sejahtera, maka Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) diharapkan dapat menjalankan perannya dengan baik dalam membina ibu-ibu rumah tangga yang direkrut untuk terlibat dalam kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang bertugas diantaranya sebagai fasilitator, perencana, pelaksana, pengendali dan penggerak sesuai rujukan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Pemberdayaan Masyarakat. Melalui gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, perempuan dapat terberdayakan dengan baik sehingga diharapkan memiliki keluarga sejahtera yaitu keluarga yang mampu memenuhi kebutuhan dasar manusia secara material, sosial, mental, dan spiritual serta keluarga yang berdaya yaitu keluarga yang hidup sejahtera, maju dan mandiri (Handayani et al. , 2. Tujuan Organisasi PKK sungguh mulia. Dengan latar pendidikan beragam dan pengalaman dari ibu PKK dibutuhkan kesadaran dan upaya yang kuat dari masing-masing personil ibu-ibu PKK. Selain itu dibutuhkan standar pengetahuan dan keterampilan terutama untuk membuat dan mengevaluasi suatu perencanaan agar hasil yang diharapkan sesuai dengan Visi dan Misi PKK termasuk Organisasi PKK di Bekasi. Peristiwa Pandemi Covid 19 menyisakan beberapa program terbengkalai yang berimlikasi terhadap permasalahan lainnya, salah satunya adalah pandemi mengakibatkan angka pengangguran terbuka di Bekasi naik dari 8,4% pada 2019 menjadi 11,54% pada 2021 (Fikri & Gopar, 2. Sejak pandemi Covid-19, tak sedikit perusahaan-perusahaan yang menutup sementara kegiatan operasionalnya bahkan selamanya. Tidak hanya itu, adanya aturan pemerintah tentang social distancing, lockdown dan pembatasan sosial berkala besar (PSBB) bagi daerah zona merah menyebabkan gerak masyarakat terbatasi sehingga menyebabkan menyebabkan masyarakat kehilangan Pengangguran merupakan salah satu penyakit ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi. Pengangguran mengakibatkan orang tidak memiliki pendapatan dan mendorong mereka jatuh ke jurang kemiskinan. Secara umum pemerintah mengatasi pengangguran dengan mengupayakan memperluas kesempatan kerja, baik di sektor pemerintahan maupun sektor swasta (Ishak, 2. Fenomena dan fakta tersebut mendorong PKK di Kota Bekasi segera menyesuaikan perencanaan dengan merumuskan program konkret untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penguatan ekonomi keluarga. Pengembangan program pokok pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga yang meliputi: . Penghayatan dan pengamalan pancasila. pembentukan dan penumbuhan karakter keluarga melalui peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghayatan dan pengamalan Pancasila dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, . Gotong royong. berupa peningkatan kesadaran keluarga dalam membangun kerja sama antarkeluarga, warga, dan kelompok masyarakat untuk mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, . Pangan. berupa peningkatan ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki sesuai kearifan lokal, . Sandang. berupa peningkatan penggunaan dan pemanfaatan sandang produksi dalam negeri sesuai moral budaya bangsa Indonesia, . Perumahan dan tata laksana rumah tangga. berupa peningkatan kesadaran keluarga dalam mewujudkan rumah sehat dan layak huni serta kesadaran hukum tentang kepemilikan rumah, . Pendidikan dan berupa peningkatan kesadaran keluarga dalam peningkatan pendidikan dan keterampilan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, . Kesehatan. berupa penumbuhan kesadaran keluarga dalam peningkatan derajat kesehatan keluarga dan lingkungan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, . Pengembangan kehidupan berkoperasi. berupa penumbuhan kesadaran keluarga dalam peningkatan taraf hidup keluarga melalui kehidupan berkoperasi dan pengembangan ekonomi lainnya, . Kelestarian lingkungan hidup. berupa penumbuhan kesadaran keluarga dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kawasan pemukiman yang sehat, . Perencanaan 56 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 sehat: berupa penumbuhan dan peningkatan kesadaran keluarga dalam keterlibatan perencanaan kehidupan menuju keluarga berkualitas (Rantung et al. , 2. Keberadaan PKK di Bekasi memiliki tugas yang cukup berat untuk mengevaluasi, menyesuaikan, menganalisis perencanaan terdahulu untuk disesuaikan dan dapat menyusun kembali perencanaan dengan skala prioritas. Sebagai Informasi bahwa Struktur Organisasi PKK di Kabupaten atau di Kota terdiri dari Ketua Tim Penggerak (TP) PKK. Ketua Pembina Tim Penggerak PKK. Staf Ahli. Sekretaris, 4 Ketua Bidang yaitu bidang Pembinaan Karakter Keluarga. Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga. Bidang Penguatan Ketahanan Keluarga. Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan. Masing-masing Ketua Kelompok Kerja (Pokj. dibantu oleh Ketua dan Sekretaris Anggota. Lebih jelasnya disampaikan struktur organisasi sebagai berikut: Gambar 1. Struktur Organisasi PKK Kota/Kabupaten PKK kota/kabupaten melakukan aktivitas mengacu kepada Program PKK Provinsi. Sebagai anggota organisasi yang baik memiliki kewajiban untuk memahami job deskripsi dan menguasai alur kerja. Dari wawancara awal dengan Ketua Bidang I, bahwa PKK Kota Bekasi telah memiliki perencanaan yang ditentukan dari PKK 57 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 provinsi Jawa barat namun perencanaan tersebut beberapa belum sesuai dengan kebutuhan dan target serta tujuan PKK di Kota Bekasi, selain itu PKK kota Bekasi belum memiliki Standard Operating Procedure atau prosedur operasi standar/SOP, padahal SOP perlu disediakan agar proses kerja dapat dijalankan dengan baik. Pentingnya SOP tersebut dapat mengatur alur kerja secara jelas dan tidak tumpang tindih, oleh karenanya personil PKK diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam menata dan melakukan tugas dengan baik dalam menjalankan aktivitas. Pentingnya memiliki perencanaan yang berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat mendorong tim ini melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan dan pendampingan dalam mengkaji perencanaan dan memberikan kesempatan anggota PPK untuk meningkatkan keterampilan memiliki standar pembuatan perencanaan organisasi yang efektif (Teja, 2. Oleh karena itu, berdasarkan beberapa uraian permasalahan di atas, kami mengusulkan program pengabdian dengan judul AuPendampingan Pembuatan Perencanaan Strategis Program Pemberdayaan Kesejahteran Keluarga di Kota BekasiAy. Program pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi anggota organisasi PKK sehingga dapat membuat SWOT. SOP secara bertahap disesuaikan dengan kebutuhan dan perencanaan efektif yang outputnya diharapkan memiliki program kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan bermanfaat bagi masyarakat Kota Bekasi. METODE Kegiatan Pendampingan Pembuatan Perencanaan Program Strategis Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga didahului dengan melatih para anggota membuat Strengths . Weaknesses . Opportunities . , dan Threats . atau SWOT dan Standard Operating Procedure dan prosedur operasi standar/SOP dan di Kota Bekasi merupakan bentuk aktivitas pelatihan dan pendampingan untuk menstandarisasi pengetahuan bagi ibu-ibu anggota PKK untuk membuat program-program yang tepat guna bagi kesejahteraan masyarakat di Kota Bekasi. Pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan merupakan ajang pengembangan kompetensi anggota PKK. Tim pengabdian masyarakat mengidentifikasi masalah dari ketua bidang dan ketua Pokja, sekertaris, dan bendahara melalui kegiatan presentasi diskusi dari masing-masing Ketua tim juga memberikan feedback sekaligus pelatihan dan pendampingan, dan hasil yang didapatkan berupa revisi perencanaan yang menghasilkan program-program baru. Gambar 2. Bagan Alur Kegiatan Abdimas Berdasarkan Gambar 2, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan secara berkala dengan memperhatikan target capaian di setiap tahapan pelaksanaannya. 58 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Pra Pelaksanaan Pada tahap pra pelaksanaan, tim pengabdian melakukan survey ke lokasi mitra yang berada di Jl. Jendral Ahmad Yani No. Bekasi Kota. Tabel. 1 Hasil Survey Awal Pelaksanaan Meskipun pandemi Covid-19 sudah menurun, selama pelaksanaan kegiatan, semua peserta mengikuti standar protokol yang ketat. Pada tahap pelaksanaan ini menjelaskan uraian teknis dan metode yang digunakan selama proses pelaksanaan pengabdian. Metode yang digunakan pelatihan dan pendampingan secara bertahap di tambah dengan feedback secara terjadwal sehingga mempermudah anggota organisasi PKK mengerti pembuatan SOP. SWOT dan Perencanaan Kerja. Gambar 3. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Pra-Pelaksanaan Pada tahap ini, tim abdimas Ubhara Jaya mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum dan Ketua Bidang PPK di Kota Bekasi Gambar 4. Tahapan Pra-Pelaksanaan 59 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 Kemudian tim mengidentifikasi program-program dan berdiskusi kegiatan tahun 2021 dan 2022 Gambar 5. Proses Identifikasi Tahap ini dilakukan untuk mengetahui program atau kegiatan sesuai kebutuhan Apa yang dikerjakan di tahun 2022, apakah sesuai dengan tujuan organisasi PKK dan apa yang menjadi kendala. Setelah itu apa rencana kerja 2023. Pada kegiatan ini, tim PKM dapat mengidentifikasi kesesuaian tujuan mitra sehingga kegiatan PKM ini tepat sasaran dan tepat guna sehingga menghasilkan banyak manfaat bagi semua pihak. Seperti yang disampaikan pada latar belakang. Setelah masa pandemi dan pergantian pengurus PKK, beberapa perencanaan dan tata kelola dipertimbangkan untuk dievaluasi. Pasca Pandemi membuat perencanaan tidak berjalan sesuai dengan awal perencanaan. Dari hasil diskusi ini dibutuhkan kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan SOP. SWOT dan Perencanaan Strategis Program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di Kota Bekasi untuk kegiatan tahun 2023. Pelaksanaan Dalam tahap pelaksanaan, tim pengabdian Ubhara Jaya mengadakan pertemuan secara bertahap dengan masing-masing Ketua bidang dan ketua Pokja. Gambar 6. Pertemuan dengan Tim POKJA Kemudian masing-masing Ketua Pokja mempresentasikan kendala dan program yang terealisasi pada tahun 2021 60 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 Gambar 7. Penyampaian Kendala Tim POKJA Kegiatan ini dilakukan daring dan luring dengan tujuan mendapatkan informasi yang lebih jelas dan akurat atas pelaksanaan perencanaan dan tata kelola organisasi PKK serta infrastruktur tersedia saat ini. Dari pertemuan tersebut nampak hampir sebagian besar anggota belum memiliki kompetensi dalam membuat SWOT dan perencanaan kerja. Selama ini PKK kota Bekasi juga belum memiliki SOP pada beberapa bidang kerja. Diantaranya SOP bendahara. Surat Menyurat. Publikasi dan Dokumentasi. Selama ini mereka bekerja tanpa SOP. Hanya ada aturan main kerja sederhana, akibatnya pekerjaan dapat tertunda. Bahkan saling mengandalkan. Tersedia perencanaan kerja tapi isi dari perencanaan kerja adalah mengadakan rapat, tidak nampak program dan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Hasil data dan informasi tersebut membantu mempersiapkan materi sesuai yang diperlukan sebelum pelatihan dan pendampingan. Materi presentasi disediakan. SOP. Perencanaan Kerja dan SWOT. Pelatihan. Asistensi/ Mentoring Pada bagian ini disampaikan bagian atau potongan slide sebagai bukti atas materi yang diberikan kepada peserta pengrus PKK. Pelatihan dilakukan satu hari. Materi yang dipersiapkan adalah Pembuatan SOP. SWOT dan Perencanaan Kerja. Berikut gambaran setiap pelatihan yang telah dilakukan, di antaranya: Pelatihan dan Pendampingan Serta Mentoring dalam Pembuatan SWOT Berikut adalah gambaran bentuk pelatihan dan pendampingan serta Mentoring dalam pembuatan SWOT. Gambar 8. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan SWOT 61 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 Adapun hasil pelatihan dan pendampingan serta Mentoring dalam Pembuatan SWOT yang mampu disusun mitra, sebagai berikut. Gambar 9. Analisis SWOT Program Kerja PKK Kota Bekasi Pelatihan dan Pendampingan serta mentoring dalam pembuatan Perencanaan Proses selanjutnya adalah pelatihan dan pendampingan serta Mentoring dalam Pembuatan perencanaan. Gambar 10. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Perencanaan Adapun hasil pelatihan dan pendampingan serta Mentoring dalam Pembuatan Perencanaan yang mampu disusun mitra, sebagai berikut. 62 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 Gambar 11. Perencanaan Hasil Pelatihan Pelatihan dan Pendampingan serta mentoring dalam pembuatan SOP Proses tahap selanjutnya adalah pelatihan dan pendampingan serta Mentoring dalam Pembuatan SOP. Gambar 12. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan SOP Adapun hasil pelatihan dan pendampingan serta Mentoring dalam Pembuatan SOP yang mampu disusun mitra, sebagai berikut. 63 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 Gambar 13. SOP Hasil Pelatihan Pelaksanaan Pelatihan diadakan kantor kota PKK Bekasi. Diikuiti oleh 30 orang anggota pengurus PKK. Materi pertama yang diberikan adalah terkait SWOT dan berdurasi 1,5 jam. Analisis SWOT adalah teknik yang digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman untuk suatu organisasi. Meskipun banyak digunakan oleh organisasi perusahaan besar, dari bisnis kecil analisis SWOT juga digunakan organisasi nirlaba seperti PKK. Meskipun kelihatan sederhana, analisis SWOT adalah alat yang ampuh untuk membantu organisasi mengidentifikasi peluang kompetitif untuk peningkatan hasil kerja. Untuk membuat SWOT bukanlah sesuatu yang mudah. Perlu data dan informasi serta menentukan tujuan organisasi yang 64 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 jelas dan terarah. Setelah materi selesai mereka dibagi 4 kelompok dan berlatih untuk membuat SWOT masing-masing bidang kerja. Kegiatan selanjutnya adalah pemberian materi Perencanaan kerja merupakan suatu proses untuk mempersiapkan usaha untuk melaksanakan suatu pekerjaan secara sistematis dan logis, sampai pekerjaan tersebut telah selesai dan membuahkan hasil yang diharapkan perusahaan. Yang secara kongkritnya adalah rencana kerja. Membuat perencanaan sebelum melaksanakan pekerjaan, dapat membantu tim mendapatkan hasil yang lebih baik dan efisien. Ketika membuat perencanaan kerja, dituntut untuk spesifik dan lebih detail menuliskan apa saja yang harus dilakukan. Agar lebih jelas dan terorganisir, patut menuliskannya dengan menggunakan format yang rapih sehingga satu tim kerja akan lebih mudah mengerti. Meskipun persiapan ini membutuhkan waktu namun membantu menyelesaikan semua pekerjaan tepat pada waktunya. Termasuk menjadi pengingat untuk kembali ke rencana kerja setiap harinya. Setelah selesai dengan materi perencanaan kerja semua peserta istirahat selama 1 jam dan dilanjutkan dengan kerja kelompok untuk membuat perencanaan kerja. setelah semua tim menyelesaikan rencana kerja. kegiatan selanjutnya adalah membahas SOP. Dari hasil diskusi dihasilkan 3 SOP. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Seluruh kegiatan berjalan dengan efektif. Semua peserta mengikuti pelatihan dan pendampingan dengan baik, setiap proses dilalui dengan beberapa tahapan. Dari pengamatan dan hasil pelatihan menunjukkan anggota PKK bertambah pengetahuan mereka dalam membuat SWOT. Perencanaan Kerja dan SOP. Namun demikian mereka perlu berlatih sehingga semua pengetahuan yang didapat pada saat itu dapat menjadi bekal mereka kemudian hari dalam membuat SWOT. Perencanaan Kerja dan SOP. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan perencanaan kerja di organisasi, disimpulkan bahwa kegiatan PKM mendapat respon yang sangat baik dari seluruh perangkat anggota PKK. Dari proses pelatihan dan pendampingan anggota PKK, secara umum anggota pengurus PKK telah memiliki pengetahuan dasar terkait pembuatan SOP dan SWOT serta perencanaan kerja di Organisasi. Namun perlu diberikan stimulus dalam merancang dan menetapkan strategi dan taktik agar dapat melaksanakan kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat Bekasi khususnya. Program tidak melulu ditentukan secara langsung ke provinsi jawa barat, sebagai pengurus idealnya anggota PKK, dapat melakukan penyesuaian pada bobot kegiatan yang mengacu dengan kebutuhan masyarakat Bekasi. Mengadakan Diskusi dan pendampingan terjadwal menjadi salah satu cara perencanaan kerja untuk pengembangan kompetensi anggota PKK agar PKK kota Bekasi menjadi wadah solid dalam membantu masyarakat kota Bekasi. Ucapan Terimakasih Pada kesempatam ini kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksan kegiatan ini, khususnya Bapak Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ). Tim LPPMP UBJ yang mengurus keperluan administrasi dengan baik serta Organisasi PKK sebagai wadah masyarakat yang hebat, semoga kegiatan yang dilakukan dapat meningkatkan kompetensi anggota Organisasi PKK dalam menjalankan tugas sehingga berguna, bermanfaat serta berdampak luas memberikan kontribusinya kepada 65 | P a g e https://greenpub. org/JPMPT Vol. No. January 2023 REFERENSI