P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 Volume 13. Nomor 1. Pebruari 2022 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA REDAKSI Penanggung jawab : Dr. Munawaroh. Kes Dr. Heny Sulistyowati. Hum Dr. Nurwiani. Dr. Nanik Sri Setyani. Redaksi: Ketua Sekretaris Reviewer : Ir. Slamet Boediono. Si. : Dr. Abd. Rozak. Pd. Safiil Maarif. : Dr. Wiwin Sri Hidayati. Pd ( Bidang Pendidikan Matematik. Nahlia Rahmawati. Si (Bidang Matematik. Mitra Bestari Dr. Warly. Pd (Universitas Ronggolawe Tuba. Dr. Iis Holisin. Pd (Universitas Muhammadiyah Surabay. Penerbit : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang Alamat : Program Studi Pendidikan Matematika Kampus STKIP PGRI Jombang Jln. Pattimura i/20 Jombang. Telp : . 861319 stkipjb@gmail. PENGANTAR REDAKSI Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menerbitkan jurnal AueduMATHAy volume 13 Nomor 1 edisi Pebruari 2022. Penerbitan jurnal AueduMATHAy ini untuk memfasilitasi dosen program studi pendidikan mempublikasikan hasil karya yang dihasilkan. Jurnal ini berisikan tentang artikel yang membahas tentang matematika dan pendidikan matematika. Kami menyadari bahwa jurnal AueduMATHAy ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat konstruktif selalu kami harapkan demi kesempurnaan jurnal ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada Mitra Bestari dan semua pihak yang telah berperan serta dalam penerbitan jurnal AueduMATHAy ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin. P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 DAFTAR ISI ANALISIS KESALAHAN SISWA SMA BERGAYA KOGNITIF FIELD INDEPENDENT DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN TEORI NEWMAN 1Ae7 Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang BERPIKIR REVERSIBLE SKEMATIS MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA PADA MATERI FUNGSI KOMPLEKS Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang 8 - 15 PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN DAN TANPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A-MATCH 16 - 22 Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABLE PADA SISWA KELAS Vi MTS DDI LIL-BANAT 1,2,3 23 - 29 Program Studi Tadris Matematika IAIN Pare-pare MASALAH ATAU KENDALA YANG DIALAMI SISWA KELAS X MA DDI TAKKALASI DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERTIDAKSAMAAN RASIONAL 1,2,3 30 - 38 Program Studi Tadris Matematika IAIN Pare-pare PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR MATEMATIKA 1,2,3 Program Studi Tadris Matematika IAIN Pare-pare ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MEMAHAMI BILANGAN BULAT PADA MATERI MATRIKS 39 - 45 Program Studi Pendidikan KONSEP OPERASI 46 - 52 1,2,3 Program Studi Tadris Matematika IAIN Pare-pare KETENTUAN PENULISAN Artikel yang dimuat dalam jurnal meliputi naskah tentang hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan tinjauan kepustakaan tentang pendidikan Matematika atau matematika Naskah belum diterbitkan dalam jurnal dan media cetak lain. Naskah merupakan karya orisinal, bebas dari plagiasi dan mengikuti etika penulisan. Segala sesuatu yang menyangkut perijinan pengutipan, penggunaan softwere untuk pembuatan naskah atau ihwal lain yang terkait dengan HAKI yang dilakukan oleh penulis artikel, berikut konsekuensi hukum yang mungkin timbul karenanya menjadi tanggung jawab penulis naskah. Semua naskah ditelaah oleh mitra bestari yang ditunjuk oleh penyunting menurut bidang Penulis diberikan kesempatan untk melakukan revisi naskah atas dasar saran dari mitra bestari atau penyunting. Kepastian pemuatan naskah atau penolakan akan diberitahukan secara tertulis. Ketentuan penulisan naskah: Naskah ditulis dengan 1. 5 spasi, kertas A4, panjang 10-20 halaman. Berkas naskah ditulis dalam microsoft word, dan diserahkan melalui Sistimatika penulisan : Hasil penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Metode . Hasil penelitian. Pembahasan. Simpulan dan saran. Daftar Hasil non penelitian . Judul. Nama penulis. Abstrak. Kata kunci. Pendahuluan. Bahasan Utama. Penutup atau Simpulan. Daftar rujukan P-ISSN 2337-7682 E-ISSN 2722 1687 EduMath Volume 13 Nomor 1. Pebruari 2022 Halaman 30 - 38 MASALAH ATAU KENDALA YANG DIALAMI SISWA KELAS X MA DDI TAKKALASI DALAM MENYELESAIKAN SOAL PERTIDAKSAMAAN RASIONAL 1,2,3 Program Studi Tadris Matematika IAIN Pare-pare arwindawulandari5i@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi masalah atau kendala siswa kelas X MA DDI Takklasi dalam menyelesaikan soal pertidaksamaan Jenis pendekatan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini melibatkan sebanyak 24 siswa kelas X MA DDI Takkalasi. Peneliti melakukan pembelajaran secara langsung di dalam kelas dan memberikan soal sebanyak empat nomor kepada siswa untuk diselesaikan agar peneliti dapat mengetahui kesalahan-kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal yang berisi tentang pertidaksamaan rasional. Peneliti juga melakukan Tanya jawab kepada siswa saat mengerjakan soal tersebut. Untuk setiap jenis kesulitan dalam mengerjakan soal ini dihitung presentase jumlah siswa yang melakukan kesalahan yang sama Kata kunci: masalah atau kendala,penyelesaian soal,pertidaksamaan rasional PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses untuk didik,banyak diantaranya yang tidak suka belajar matematika namun itu merupakan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi mempelajari semua mata pelajaran yang sudah kehidupan manusia. Pendidikan yang pertama Mata pelajaran matematika sudah didapatkan itu berasal dari lingkungan keluarga dijumpai sejak pendidikan mulai dari tingkat yang kemudian dilanjutkan di pendidkan sekolah dasar sapai dengan perguruan tinggi. formal dari jenjang SD,SMP,SMA bahkan Pembelajaran matematika merupakan suatu perguruan tinggi. endidikan merupakan tempat interaksi antara guru dengan siswa yang untuk mencari dan menuntut ilmu di sekolah dialamnya terdapat mengajar dan belajar dan tentunya ada banyak mata pelajaran yang matematika yang dimana bertujuan untuk ditetapkan untuk diajarkan kepada peserta mengembangkan kreativitas berpikir siswa Salah satunya adalah mata pelajaran untuk menguasai konsep terhadap materi matematika yang kebanyakan dari siswa tidak menyukai mata pelajaran tersebut. Kesulitan Matematika merupakan mata pelajaran kondisi di mana dalam proses belajar itu yang dainggap sulit bagi para peserta ditandai dengan adanya hambatan-hambatan tertentu menentukan daerah penyelesaiannya. Mulyadi . Menurut Syaiful seperti inilah yang membuktikan bahwa siswa Bahri Djamara . , kesulitan belajar adalah Ausuatu kondisi dimana anak didik tidak menyelesaikan soal, khususnya soal pada dapat belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman,hambatan ataupun gangguan dalam pertidaksamaan rasional ini dapat dipahami belajarAy. Dengan ketika siswa juga memahami cara kerja dari didapatkan mengenai kesulitan siswa dalam pertidaksamaan bentuk aljabar yang merupakan menyelesaikan soal matematika tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan proses belajar materi pertidaksamaan rasional,irasional dan mengajar dengan baik agar siswa ikut aktif dalam pembelajaran sehingga meningkatkan soal-soal Materi Penelitian ini dilakukan hanya meneliti prestasi belajar matematika siswa. berdasarkan beberapa siswa yang diuji dengan Salah satu penyebab dari rendahnya beberapa soal yang diberikan yang kemudian minat belajar dan prestasi belajar matematika akan dijawab oleh siswa. Adapun hasil dari tes siswa itu terletak pada masalah dan hambatan tersebut tentunya terdapat begbagai kesulitan belajar yang dialami oleh siswa di dalam dunia yang aka Perkembangan dan kemampuan nantinya akan dilakukan perhitungan untuk berbeda-beda. Ada mengetahui berapa siswa yang melakukan saatnya mereka mengalami berbagai kesulitan kesalahan tersebut dinyatakan dalam bentuk dalam belajar bahkan hamper semua siswa persen apakah dia termasuk dalam kategori mengalaminya,disinilah tugas sebagai seorang sangat tinggi, jika termasuk dalam kategori pendidik berperan untuk membantu mengatasi sangat tinggi maka dalam penelitian ini kesulitan belajar matematika siswa. masalah tersebut disebut Aumasalah kritisAyMaka Kesalahan siswa yang sering dilakukan Berdasarkan hasil tes ketika mengerjakan soal materi pertidaksamaan mengetahui masalah-masalah atau kendala rasional antaralain : Kesalahan siswa dalam yang dialami oleh siswa kelas X MA DDI melakukan pengoprasian pada aljabar bentuk Takkalasi pecahan/rasional,lupa menentukan batas-batas pertidaksamaan rasional. Beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji tentang jenis-jenis rasional,Lupa membuat garis bilangan dan kesulitan atau masalah yang dialami oleh siswa negatifnya,Lupa memperhatikan tanda yang pertidaksamaan rasional, namun disamping itu tentang kesulitan-kesulitan kendala yang dialami oleh siswa pada materi polynomial,satu soal tentang pertidaksamaan pertidaksamaan rasional masih kurang, maka rasional yang mengandung nilai mutlak. Semua artikel ini akan membahas tentang masalah- soal dalam penelitian ini menguji pemahaman masalah atau kendala yang dialami oleh siswa masalah yang merupakan adaptasi dari soal pertidaksamaan rasional. Maka dari itulah yang ada dibuku paket dan video pembelajaran penulis ingin menyelesaikan artikel ini sebagai bentuk penelitian dari kesalahan-kesalahan Adapun cara yang digunakan ntuk siswa yang ditemukan ketika mengerjakan soal mendapatkan data tentang masalah-masalah tentang pertidaksamaan rasional. siswa,diberikan tes kepada siswa kelas X MA DDI Takkalasi yang berjumlah sebanyak 24 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Pondok bentuk-bentuk Pesantren Al-Ikhlas Addary DDI Takklasi pertidaksamaan rasional. Model pembelajaran khususnya MA DDI Takklasi kelas X pada yang peneliti terapkan didalam kelas tersebut bulan November 2021, semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022. metode diskusi agar siswa kelas X dapat Jenis pendekatan yang digunakan dalam memahami dan bertanya langsung ketika ada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif . materinya yang telah dijelaskan oleh guru yang Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang kurang dipahami maka guru dan menjelaskan Kemudian alamiah, dimana peneliti merupakan instrument dilakukan untuk menguji pemahaman siswa kunci dari penelitian ini menurut Sugiono yaitu diberikan latihan mengerjakan soal . Penelitian tentang pertidaksamaan rasional. Siswa kelas X yang mengikuti tes ini dialami oleh siswa dalam menyelesaikan soal yaitu sebanyak 24 siswa gabungan dari Mia pertidaksamaan rasional. Soal tes disusun dan Iis A. Peneliti melakukan analisis data untuk menilai kesulitan yang dialami siswa dengan cara siswa-siswa tersebut diberikan kode S1,S2,S3,AA. S25 tanpa dicantumkan pertidaksamaan rasional. Soal pertidaksamaan namanya masing-masing. Berdasarkan lembar rasional terdiri dari empat butir soal yaitu soal jawaban tertulis siswa yang mengikuti tes soal linear,satu soal tentang pertidaksamaan bentuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap kuadrat,satu kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa berdasarkan soal yang diberikan. Kesulitan- jawaban tertulis siswa terhadap soal tes kesulitan/kesalahan ini dapat diketahui dari kesalahan-kesalahan siswa yang timbul ketika siswa kelas X MA DDI Takkalasi . Keempat menyelesaikan soal pertidaksamaan rasional berdasarkan nomor soalnya. Kesulitan-kesulitan pertimbangan jawaban yang ditulis oleh siswa yang dialami oleh siswa biasanya terjadi karena tersusun dengan sistematis tapi salah dan juga siswa tersebut belum menguasai konsep,syarat- siswa memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam artian dapat menjawab jika mengerjakan soal,dan kurang latihan dalam diberkan pertanyaan . Keempat siswa tersebut adalah S1,S2,S11, dan S13 merupakan kode menyelesaikan soal tersebut dengar cermat. yang diberikan kepada siswa ketika melakukan Kemudian berlaku,kurang pertanyaan oleh peneliti melalui pemberian melakukan kesalahan yang sama. Adapun soal yang sama dengan soal tes secara tertulis. tingkat kesulitan siswa dalam mengerjakan soal dapat digambarkan dalam table 1 berikut ini: HASIL Tabel 1. Taraf mengerjakan soal PEMBAHASAN PENELITIAN DAN Bagian hasil dan pembahasan berisi tentang Tingkat Kesulitan (%) Kriteria hasil yang didapatkan ketika siswa diberikan Tinggi tes berupa soal Sedang yang kemudian petanyaan kepada siswa yang melakukan tes. Rendah Soal nomor 1 Persentase siswa yang mengalami Siswa yang mengalami kesulitan atau kesulitan atau kendala yang sama mencapai kendala dalam menyelesaikan soal berdasarkan 81% atau lebih maka kesulitan tersebut penelitian terhadap jawaban dianggap sangat tinggi yaitu mauk pada dinyatakan dalam bentuk persen yaitu pada masalah kritis,apabila mencapai 61% maka soal nomor satu adalah sebagai berikut: maka kesulitannya masih sedang,Jika mencapai Tabel 2. resentase siswa yang mengalami kesulitan pada nomor 1 21% maka kesulitannya rendah dan apanila Kategori Frekuensi Persentase Tingkat Konsep Tinggi tinggi,apabila 20% maka tingkat kesulitannya masih sangat Setalah melakukan tes kepada siswa tentunya jawaban siswa berbeda-beda, variasi yang ditulis Keterampilan Sedang Pemecahan Rendah Peneliti : langkah pertama yang kau lakukan yaitu pembilang dan penyebutnya disama dengankan nol yah? S11: iya. Dari table 2 di atas dapat disimpulkan bahwa masalah atau kendala yang dialami Peneliti : Terus kenapa pembilangnya terbuka pertidaksamaan yang ada pada soal. membuat definitive positif dan negatifnya pada garis bilangan S11: Saya kurang memperhatikan soalnya. yaitu konsep pertidaksamaan seperti yang bisa kita lihat pada jawaban siswa Peneliti : Cara menentukan definitive posit dan negative pada garis bilangannya juga ada yang salah sehingga himpunan penyelesaian yang kamu tuliskan juga salah,seharusnya daerah yang diarsir pada garis bilangan adalah positif berdasarkan tanda pertidaksamaan yang ada pada soal. nomor urut 11 pada gambar 1 berikut ini. Dari beberapa pertanyaan di atas dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep pertidaksamaan Gambar 1: Kesulitan S11 dalam penguasaan konsep pertidaksamaan sehingga salah dalam menyelesaikan soalnya karena langkah awal yang diambil salah. Berdasarkan beberapa pertanyaan yang Siswa yang mengalami kesulitan atau menggatakan kesalahan tersebut terjadi karena kendala berdasarkan penelitian dari jawaban siswa tersebut belum terlalu paham mengenai yang ditulis oleh siswa konsep dari pertidaksamaan rasional bentuk bentuk persen yaitu soal nomor dua adalah sebagai berikut: ini,tidak S13,yaitu Soal nomor 2 pertidaksamaan yang ada di dalam soal dinyatakan dalam sehingga siswa tersebut juga salah menentukan Tabel 1. 3 persentase siswa yang mengalami kesulitan pada soal nomor 2 definitive positif dan negatifnya pada garis Kategori Frekuensi Persentase Tingkat Konsep Sedang Berikut merupakan beberapa Keterampilan Rendah Pemecahan Tinggi bilangannya sehingga siswa tersebut salah terhadap S11. Tabel 3 menunjukkan bahwa masalah atau kendala yang dialami siswa berkaitan dengan Siswa yang mengalami kesulitan atau masalahpada soal, dalam hal ini pemecahan kesalahan berdasarkan yang telah diteliti oleh masalah dalam menyelesaikan pengoperasian penulis dari jawaban yang ditulis oleh siswa bilangan rasional bentuk kuadrat terlihatpada dinyatakan dalam bentuk persen yaitu soal jawaban siswa nomor urut 1 pada gambar 2 nomor 3 adalah sebagai berikut: berikut ini: Tabel 4. Persentase siswa yang Mengalai Kesulitan pada soal Nomor 3 Gambar 2. Kesulitan S1 dalam mengoprasikan pertidaksamaan rasional bentuk kuadrat Frekuensi Persentase Tingkat Konsep Tinggi Keterampilan Rendah Pemecahan Tinggi bahwa masalah atau kesalahn yang dilakukan siswa berkaitan dengan kurangnya pemahaman ,S1 mengenai konsep,dalam hal ini yaitu konsep pertidaksamaan rasional yang mengandung memfaktorkan bilangan bentuk kuadrat. Berikut Kategori Dari table diatas dapat disimpulka Berdasarkan beberapa pertanyaan yang nilai mutlak terlihat pada jawaban siswa nomor urut 13 pada gambar 3 berikut ini: diajukan oleh peneliti terhadap S1. Peneliti : Apa jawaban kamu ini benar? S1: Tidak tahu. Peneliti :Langkah-langkahnya suada benar tapi apa ada syarat lain untuk mengoprasikan pertidaksamaan bentuk kuadrat? S1: Tiak tahu lupa Peneliti : itu juga yang pembilangnya dijadikan 2X 3=0 itu didapat darimana? Seharusnya kalua ada bilangan bentuk kuadrat seperti itu maka cara penyelesaiannya itu dengan cara difaktorkan dulu sehingga didapatkan hasilnya. Gambar 3 Kesulitan siswa S13 dalam menguasai konsep pertidaksamaan rasional yang mengandung nilai mutlak S1: Baik saya sudah paham Soal nomor 3 tentang pertidaksamaan mengatakan bahwa dia lupa caranya untuk rasional yang mengandung nilai mutlak Berdasarkan beberapa pertanyaan yang siswa,S13 pertidaksamaan seperti di atas dalam konsep siswa yaitu dia kesulitan dan belum terlalu pertidaksamaan rasional yang mengandung paham cara membuat garis bilangan, dalam hal ini yaitu konsep pertidaksamaan polinomial pertanyaan yang telah peneliti ajukan kepada terlihat pada jawaban siswa nomor urut 2 pada S13. gambar 4 berikut ini. Berikut Peneliti : Mengapa kau hanya mengerjakannya sampai pembuat nol pembilang sama S13: Saya lupa cara membuat dan menentukan definitive positif dan negative pada garis Peneliti : Kalau begitu bagaimana cara kamu menentukan himpunan penyelesaiannya? Gambar 4. Kesulitan S2 dalam membuat garis bilangan pertidaksamaan polynomial diatas S13: Saya tidak tau,karena untuk menetukan himpunan penyelesaiannya pasti harus bias menggambar garis bilangan dan menentukan definitive positif dan negatifnya. Berdasarkan beberapa pertanyaan yang telah peneliti ajukan kepada S2 mengatakan bahwa dia lupa membuat garis bilangannya Peneliti : iya, betul. Soal nomor 4 tentang pertidaksamaan Berikut pertanyaan antara peneliti dengan S2 Adapun Peneliti : Mengapa kau tidak membuatkan garis didapatkan peneliti dari jawaban siswa yang S2 : Saya lupa. tertulis di soal nomor empat adalah sebagai Peneliti : terus bagaimana cara kau menentukan himpunan penyelesaiannya? Tabel 5 Persentase Kesulitan siswa pada soal S2: Saya tidak tahu. saya hanya menyelesaiakan soal tersebut Kategori Frekuensi Persentase Tingkat Konsep Tinggi Keterampilan Rendah Peneliti : Kamu tidak bias menyelesaikan sampai kehimpunan penyelesaiannya kalua kamu tidak menggambarkan garis bilangan dan mengetahui daerah penyelesaiannya. Pemecahan Tinggi S2 : iya saya lupa,dan sekarang saya sudah Berdasarkan table 5 dapat disimpulkan bahwa masalah atau kendala yang dialami Itulah masalah-masalah atau kendala . Masalah dalam menulis dan menentkan yang dialami oleh siswa ketika menyelesaikan soal yang berkaitan dengan pertidaksamaan pertidaksamaan rasional linear,bentuk . Masalah dalam menentukan pemfaktoran mengandung nilai mutlak dan pertidaksamaan suatu fungsi eksponen maupun polynomial polynomial,masih banyak siswa yang beum . Masalah dalam memahami konsep dari terlalu memahami bagaimana konsep dari pertidaksamaan rasional yang mengandung pertidaksamaan tersebut, siswa juga masih nilai mutlak belum bias menentukan definitive positif dari Dengan mengetahui berbagai masalah atau himpunan penyelesaiannya dan masih ada yang menyelesaikan soal yang berkaitan dengan lupa dengan tanda pertidaksamannya, maka pertidaksamaan rasional ini,adalah tugas kita penegasan untuk memberikan pemahaman guru/pengajar memecahkan masalah yang ada pada soal pertidaksamaan rasional ini,membuat siswa sehingga tidak ada lagi kendala yang dialami paham mengenai konsep,syarat,menganalisis dan menyelesaikan permasalahan yang ada pada soal. Penelitian ini juga masih perlu dilanjutkan dan dikembangkan lagi dengan PENUTUP mengganti materinya,masih banyak materi Simpulan matematika yang bias dijadikan sebagai bahan Masalah-maslah penelitian yang akan diujikan kepada siswa dialami siswa ketika menyelesaiakan soal yang baik jenjang SD,SM,SMA. Disamping itu hal yang paling penting yang harus dilakukan khususnya pada bentuk linear,kuadrat,yang sebagai seorang guru yaitu guru harus bias mengandung nilai mutlak dan pertidaksamaan mencari model dan metode pembelajaran yang polynomial antara lain: dapat sesuai dengan karakteristik peserta . Masalah pertidaksamaan rasional bentuk linear,sisw DAFTAR PUSTAKA