JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 PENGARUH STRATEGI BISNIS DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN (STUDI PADA PT. INDONEPTUNE NET MANUFACTURING) Oleh: Sundari Aprianti Email : sundariaprianti@gmail. Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Langlangbuana ABSTRAK Strategi bisnis merupakan arah bisnis yang sangat di perlukan untuk mencapai tujuan dalam menghasilkan laba. Budaya organisasi merupakan sekumpulan nilai, norma sikap dan etika yang dianut oleh seluruh pihak dalam perusahaan. Penelitian ini dilakukan di PT. Indoneptune Net Manufacturing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji besar pengaruh strategi bisnis dan budaya organisasi terhadap kualitas sistem akuntansi manajemen. Metode yang di gunakan di gunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif dengan endekatan kuantitatif melalui teknik pengumpulan data dengan kuesioner yang disebar secara langsung ke seluruh kepala bagian yang ada di PT. Indoneptune Net Manufacturing. Alat uji statistik yang digunakan dalam pnelitian ini adalah Structural Equation Model (SEM) dengan penakssiran Partial Least Square (PLS). penerapan strategi bisnis, budaya organisasi dan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen di PT. Indoneptune Net Manufacturing dalam criteria baik. Hasil penelitian ini menunjukan . Strategi bisnis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Kata Kunci : Strategi Bisnis. Budaya Organisasi, dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen ABSTRACT Business strategy is a business direction that is needed to achieve goals for business Organizational culture is a set of values, attitudes and ethical norms embraced by all parties within the company. This research was conducted at PT. Indoneptune Net Manufacturing. The purpose of this research is to test the influence of business strategy and organizational culture on the quality of management accounting system. The method used in this research is descriptive method with quantitative approach through data collection techniques with questionnaires distributed directly to all the head of the existing section in PT. Indoneptune Net Manufacturing. The statistical test tool used in this research is the Structural Equation Model (SEM) with Partial Least Square estimation (PLS). Implementation of business strategy, organizational culture and quality of management accounting information system at PT. Indoneptune Net Manufacturing in good criteria. The results of this study show. Business strategy has a significant influence on the quality of management accounting information system. Organizational culture has a significant influence on the quality of management accounting information systems. Keywords: Business Strategy. Organizational Culture. Quality Management Accounting Information System JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 PENDAHULUAN Strategi bisnis adalah serangkaian rencana dan tindakan terintegrasi yan di desain bagi perusahaan sebagai sarana untuk memperoleh keuntungan melebihi persaingannya sekaligus untuk memaksimalkan laba (Warren at al, 2008:. Budaya Organisasi adalah sekelompok asumsi penting yang dipegang bersama oleh anggota-anggota suatu organisasi (Pearce II & Robinson, 2013:. Sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran . dengan menggunakan masukan . dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen. Proses dapat dideskripsikan melalui berbagai kegiatan seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan, dan pengelolaan informasi. Keluaran mencakup laporan khusus, harga pokok produk, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja, dan komunikasi personal (Salman dan Farid, 2016:. Berdasarkan latar belakang penelitian yang diuraikan diatas, maka peneliti mengidentifikasi masalah sebagai berikut: Berapa besar pengaruh Strategi bisnis terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Berapa besar pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang dapat disajikan untuk penelitian ini adalah sebagai berikut: H1 : Adanya pengaruh strategi bisnis terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. H2 : Adanya pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi Akuntansi manajemen. TINJAUAN PUSTAKA Strategi Bisnis Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental . enantiasa meningka. dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pamdamh tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi bukan di mulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti . ore competencie. Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan (Husein Umar, 2008:. Strategi adalah tindakan potensial yang membutuhkan keputusan manajemen tingkat atas dan sumber daya perusahaan dalam jumlah yang sangat besar (David, 2008:. Sedangkan menurut Djaslim Saladin . 4:I) Bisnis adalah cara menempatkan pasukan atau menyusun kekuatan tentara dimedan perang agar musuh dapat dikalahkan. Strategi Tingkat bisnis merupakan bisnis yang terjadi pada tingkat devisional, yang menekankan pada posisi kompetitif untuk produk atau segmen tertentu yang dilakukan disuatu divisi (Herry Achmad Buchory et al, 2010:. Berdasarkan pengertian-pengertian di atas maka strategi bisnis merupakan suatu organisasi perusahaan yang memiliki tujuan untuk mendapatkan laba. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Menurut Hunger dan Wheelen . terdapat empat dimensi dalam strategi bisnis, diantaranya : Defenders Prosfectors Analyzers Reactors Budaya Organisasi Kreitner dan Kinicki . Budaya Organisasi (Organizational cultur. adalah perangkat asumsi yang dibagi dan diterima secara implisit begitu saja serta dipegang oleh satu kelompok yang menentukan bagaimana hal itu dirasakan, dipikirkan, dan bereaksi terhadap lingkungan yang beragam. Menurut Robbins . Budaya organisasi adalah sekelompok asumsi penting . ang seringkali tidak dinyatakan jela. yang dipegang bersama oleh anggota-anggota suatu organisasi. Menurut Buchari Alma . Budaya Organisasi yaitu interaksi antara akal budi manusia sebagai makhluk sosial dengan alam sekelilingnya, dalam upaya mencapai kesejahteraannya. Menurut Robbins et al . 5: . , dimensi budaya organisasi meliputi : Inovasi dan keberanian mengambil risiko, yaitu sejauh mana karyawan didorong untuk bersikap inovatif dan berani mengambil risiko. Perhatian pada hal-hal rinci, yaitu sejauh mana karyawan diharapkan menjalankan presisi, analisis, dan perhatian pada hal-hal kecil. Orientasi hasil, artinya sejauh mana manajemen berfokus lebih pada hasil ketimbang pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil Orientasi orang, yaitu sejauh mana keputusan-keputusan manajemen mempertimbangkan efek dari hasil tersebut atas orang yang ada dalam Orientasi tim, sejauh mana kegiatan-kegiatan kerja diorganisasi pada tim ketimbang pada individu-individu. Keagresifan, bahwa sejauh mana orang bersikap agresif dan kompetitif ketimbang santai. Stabilitas, yaitu sejauh mana kegiatan-kegiatan organisasi menekankan dipertahankannya status dalam perbandingannya dengan pertumbuhan. Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Sistem informasi akuntansi manajemen adalah sistem informasi yang menghasilkan keluaran . dengan menggunakan masukan . dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen. Proses dapat dideskripsikan melalui berbagai kegiatan seperti pengumpulan, pengukuran, penyimpanan, analisis, pelaporan, dan pengelolaan informasi. Keluaran mencakup laporan khusus, harga pokok produk, biaya pelanggan, anggaran, laporan kinerja, dan komunikasi personal (Salman dan Farid, 2016:. Selanjutnya Hansen dan Mowen yang diterjemahkan oleh Deny Arnos Kwary . mengatakan sistem informasi akuntansi manajemen adalah suatu sistem informasi yang menghasilkan output dengan menggunakan input dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan manajemen. Heidmann . mengatakan Management accounting systems (MAS) are formal systems that provide such information to managers. They JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 include reports, performance measurement systems, computerized information systems, such as executive information systems or management information systems, and also planning, budgeting and forecasting processes required to prepare and review management accounting information. Management accounting systems provide information that is required for strategic sensemaking and therefore it is important to understand their contribution. Pernyataan tersebut di atas dapat diartikan bahwa sistem akuntansi manajemen (SAM) adalah sistem formal yang memberikan informasi tersebut kepada manajer. Informasi tersebut termasuk laporan, sistem pengukuran kinerja, sistem informasi terkomputerisasi, seperti sistem informasi eksekutif atau sistem informasi manajemen, dan juga perencanaan, penganggaran dan proses peramalan diperlukan untuk mempersiapkan dan meninjau informasi akuntansi manajemen. sistem akuntansi manajemen memberikan informasi yang diperlukan untuk pembuatan perencanaan strategis dan oleh karena itu penting untuk memahami kontribusi Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi akuntansi manajemen merupakan sebuah proses identifikasi, pengukuran, pengumpulan, analisis, penyiapan, dan komunikasi informasi yang menghasilkan keluaran . dengan menggunakan masukan . dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu manajemen dalam pengambilan keputusan. Menurut Heidmann . sistem akuntansi manajemen dapat dikatakan mempunyai kualitas berdasarkan sembilan karakteristik, yaitu sebagai berikut: Ruang Lingkup . Secara keseluruhan tampaknya bahwa informasi akuntansi manajemen lingkup yang luas membantu manajer untuk mengganti dan mendiskusikan isu-isu strategis dan informasi akuntansi manajemen lingkup luas akan memberikan kontribusi positif untuk observasi, interpretasi, dan komunikasi dalam pengambilan keputusan. Ketepatan waktu (Timelines. Dimensi Ketepatan waktu informasi akuntansi manajemen, merupakan suatu tingkatan untuk informasi yang up-to-date, atau sejauh mana informasi yang tepat mencerminkan keadaan saat ini Format Format menyatakan informasi yang diwakili dengan cara yang dimengerti dan ditafsirkan untuk pengguna dan dengan demikian membantu dalam penyelesaian tugas. Akurasi (Accurac. Akurasi mengukur sejauh mana kebenaran informasi, tidak ambigu, bermakna, dipercaya dan konsisten. Integrasi (Integratio. Integrasi mengukur "tingkat dimana suatu sistem memfasilitasi kombinasi informasi dari berbagai sumber untuk mendukung keputusan bisnis. Fleksibilitas (Flexibilit. Fleksibilitas mengunkur "sejauh mana sistem dapat beradaptasi dengan berbagai kebutuhan pengguna dan perubahan kondisi". Aksesibilitas (Accessibilit. Aksesibilitas mengukur "sejauh mana sistem dan informasi yang dikandungnya dapat diakses dengan usaha yang relatif rendah. Akses JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Gambar 2. 4 Kerangka pemikiran Atria Maharani, 2011. Fanny Paylosa, 2014. Lisa Khairin Putri. Mila Purani Sistiyani. Ernawati, 2005. Abdul Rahman dan Rudi Haryanti,2013. STRATEGI BISNIS (X. Ismail Solihin, 2012. David. Fred R, 2006. Herry Achmad Buchory, 2010. David, 2008. Djaslim Saladin, 2004. Husein Umar, 2008. Buchori Alma,2010 BUDAYA ORGANI SASI KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN (Y) Baldric Siregar et al, 2013. Hansen dan Mowen, 2009. Kautsara Risa Salman Mochammad Farid, 2016. Heidmann,2008. Chenhall & Morris, 1998. (X. Kreitner dan Kinicki,2014. Buchari Alma,2009. Ivancevich, 2005. Chatab. Nevizond, 2007 Nel Arianty, 2014. Abdul Hakim, 2015. Soedjono. Susandi Prihayant,2012. Asfar Halim Dalimunthe. Meida Maryana. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Hipotesis Berdasarkan uraian diatas, maka hipotesis yang dapat disajikan untuk penelitian ini adalah sebagai berikut: H1: Adanya pengaruh strategi bisnis terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. H2:Adanya pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Metode Penelitian Desain penelitian pada dasarnya merupakan gambaran berkaitan dengan bagaimana penelitian itu akan dilaksanakan, pada tahap awal terdapat banyak pertanyaan pokok perlu dijawab seperti substansi masalah yang akan diteliti, tempat penelitian akan dilaksanakan, urgensi masalah tersebut diteliti, langkah serta prosedur yang akan dilaksanakan dalam penelitian, waktu pelaksanaan, biaya yang diperlukan, dan sebagainya, semua pertanyaan/ masalah tersebut akan berkaitan dengan bagaimana desain penelitian yang akan disusun (Uhar Suharsaputra, 2012:. Kemudian Husein Umar . mengatakan desain riset tidak dilihat dari ilmiah atau tidak ilmiah, tetapi dilihat dari segi baik atau tidak baik saja yang di dalamnya terdapat trade-off, misalnya terdapat kontrol atau bebas dan subjektif atau objektif. Desain riset merupakan semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian. Moh. Nazir . mengemukakan bahwa desain penelitian mencakup proses-proses berikut : Identifikasi dan pemilihan masalah penelitian. Pemilihan kerangka konseptual untuk masalah penelitian serta hubunganhubungan dengan penelitian sebelumnya. Memformulasikan masalah penelitian untuk membuat spesifikasi dari tujuan, luas jangkau . dan hipotesa untuk diuji. Membangun penyelidikan atau percobaan. Memilih serta memberi definisi terhadap pengukuran variabel-variabel. Memilih prosedur dan teknik sampling yang digunakan. Menyusun alat serta teknik untuk mengumpulkan data. Membuat coding, serta mengadakan editing dan processing data. Menganalisa data serta pemilihan prosedur statistik untuk mengadakan generalisasi serta inferensi statistik. Pelaporan hasil penelitian, termasuk proses penelitian, diskusi serta interpretasi data, generalisasi, kekurangan-kekurangan dalam penemuan, serta menganjurkan beberapa saran-saran dan kerja penelitian yang akan Berdasarkan uraian diatas, maka dalam penelitian ini ditetapkan desain penelitian yang mencakup proses-proses sebagai berikut : Merumusakan masalah penelitian yang diteliti yaitu strategi bisnis . ariabel X. sebagai variabel bebas, budaya organisasi . ariabel X. sebagai variabel bebas, dan Sistem Informasi Akuntansi Manajemen . ariabel Y) sebagai variabel terikat. Memilih serta memberi pengukuran variabel. Pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran dengan menggunakan skala ordinal karena data yang diukur berbentuk peringkat. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Memilih prosedur dan teknik yang digunakan, teknik yang digunakan untuk mengubah data-data kualitatif yang diperoleh menjadi suatu urutan data Menyusun alat serta teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket atau kuesioner. Kuesioner yang digunakan nantinya akan disebarluaskan kepada responden yang pemyataan di dalamnya berhubungan dengan variabel yang diteliti. Kuesioner yang digunakan dalam mendukung penelitian ini, nantinya akan dihitung dengan menggunakan statistik hitung. Ukuran yang digunakan untuk menilai jawaban yang diberikan dalam menguji variabel yang diteliti yaitu 5 . tingkat, berawal dari 5 sampai dengan 1 untuk setiap pemyataan positif dan 1 sampai dengan 5 untuk pernyataan negatif. Untuk menguji layak tidaknya kuesioner, maka dilakukan pengujian validitas dan uji reliabilitas. Uji statistik menggunakan rumus statistik uji t dengan membandingkan t hitung dan t tabel. Pelaporan hasil penelitian termasuk proses penelitian dan interpretasi data. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Suharsimi Arikunto . menyatakan bahwa penelitian deskriptif berasal dari istilah bahasa inggris yaitu to describe yang berarti memaparkan atau menggambarkan sesuatu hal, misalnya keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan, dan lain-lain. Selain penelitian deskriptif, penelitian ini juga menggunakan metode penelitian kuantitatif. Sugiyono . menjelaskan metode kuantitatif sebagai berikut : AuMetode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkanAy. Tabel 1 Operasionalisasi Variabel Variabel Strategi Bisnis (X. Dimensi Indikator Defenders (Hunger dan Wheelen, 2003:. Tingkat produk yang ditawarkan bersifat Berfokus pada efisiensi kegiatan-kegiatan operasi yang telah ada Skala Kuesioner Ordinal 1 Ordinal 2 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Ismail Solihin. David. Fred R, 2006. Herry Achmad Buchory, 2010. David, 2008. Djaslim Saladin. Husein Umar, 2008. Buchori Alma,2010 Tidak suka melakukan inovasi produk lini produk luas berfokus pada inovasi Prosfector berorientasi pada (Hunger dan penjualan dan Wheelen, kurangnya efisiensi tingkat perusahaan mempertahankan harga berorientasi pada dua wilayah pasar yang Analyzer (Hunger dan berbeda Wheelen, efisiensi pada era yang 2003:. stabil dan inovasi pada era variabel Reactor kurangnya konsistensi (Hunger dan Tanggapan Wheelen, lingkugan tidak efisien Variabel Budaya Organisasi (X. Dimensi Indikator cenderung melakukan perubahan sendirian Inovasi dab Karyawan didorong pengambilan untuk (Robbins karyawan berani dan Coulter, mengambil resiko dalam pekerjaan Ordinal 3 Ordinal 4 Ordinal 5 Ordinal 6 Ordinal 7 Ordinal 8 Ordinal 9 Ordinal 10 Ordinal 11 Skala Kuesioner Ordinal 12 Ordinal 13 JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Kreitner dan Kinicki,2014. Buchari Alma,2009. Ivancevich. Chatab. Nevizond, 2007 Variabel Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (Y) Karyawan diharapkan mampu menunjukkan ketepatan dan detail pada pekerjaannya Perhatian pada detail (Robbins dan Coulter, 2010:. Karyawan diharapkan mampu menganalisis setiap pekerjaan yang Orientasi Karyawan dinilai Hasil berdasarkan hasil (Robbins dan Coulter, 2010:. Orientasi keputusan manajemen Orang turut mempengaruhi (Robbins orang-orang yang ada dan Coulter, dalam organisasi. Orientasi Pekerjaan disususn Tim berdasarkan tim (Robbins bukannya perorangan. dan Coulter, 2010:. Agresivitas Karyawan agresif (Robbins dan Coulter, bukannya 2010:. putusan dan tindakan Stabilitas (Robbins menekankan usaha dan Coulter, untuk mempertahankan 2010:. status quo. Dimensi Ruang Lingkup (Heidmann, 2008:. Indikator Ordinal 14 Ordinal 15 Ordinal 16 Ordinal 17 Ordinal 18 Ordinal 19 Ordinal 20 Skala Kuesioner time horizon berarti Ordinal 21 informasi masa lalu dan masa mendatang kuantitas meliputi Ordinal 22 informasi finansial dan non-finansial JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Baldric Siregar et al, 2013. Hansen dan Mowen. Ketepatan Kautsara Risa Waktu Salman (Heidmann. Mochammad Farid, 2016. Heidmann,2008. Chenhall & Morris, 1998. Informasi disajikan tepat waktu menyatakan informasi dengan cara yang dimengerti dan dapat Format ditafsirkan untuk (Heidmann, pengguna dan dengan 2008:. demikian membantu dalam penyelesaian Akurasi kebenaran informasi, (Heidmann, tidak 2008:. bermakna, dipercaya dan konsisten. mengukur tingkat dimana suatu sistem Integrasi (Heidmann, informasi dari 2008:. berbagai sumber untuk mendukung keputusan bisnis. mengukur sejauh mana sistem dan Aksesibilitas informasi yang (Heidmann, dikandungnya dapat 2008:. diakses dengan usaha yang relatif rendah. Formalisasi mengukur sejauh (Heidmann, mana suatu sistem berisi aturan atau Variabel Dimensi Indikator Ordinal 23 Ordinal 24 Ordinal 25 Ordinal 26 Ordinal 27 Ordinal 28 Skala Kuesioner JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Fleksibilitas (Heidmann, 2008:. Kekayaan Media (Heidmann, 2008:. mengunkur sejauh Ordinal 29 mana sistem dapat beradaptasi dengan berbagai kebutuhan pengguna dan perubahan kondisi. mengukur sejauh Ordinal 30 mana sistem menggunakan saluran yang memungkinkan interaksi pribadi tingkat tinggi. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam structural equation modeling (PLS) ada dua jenis model yang terbentuk, yaitu model pengukuran dan model struktural. Model pengukuran menjelaskan proporsi varians masing-masing variabel manifest . yang dapat dijelaskan di dalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan dalam pembentukan variabel laten. Setelah model pengukuran masing-masing variabel laten diuraikan selanjutnya akan dijabarkan model struktural yang akan mengkaji pengaruh masing-masing variabel laten independen . ksogenous latent variabl. terhadap variabel laten dependen . ndogenous latent variabl. Model pengukuran digunakan sebagai goodness of fit untuk outer model. Dimana dalam uji kecocokan model ini dijelaskan baik convergent validity dan discriminant validity. Convergent validity berupa loading factor yang menjelaskan proporsi variance masing-masing variabel manifest . imensi/indikato. yang dapat dijelaskan didalam variabel laten. Melalui model pengukuran akan diketahui indikator mana yang lebih dominan dalam merefleksikan variabel laten. Dimensi yang memiliki loading factor kurang dari 0,5 sebaiknya dikeluarkan dari model. Selain itu diperoleh t-value lebih besar untuk masing-masing variabel manifest. Dimana apabila t-value lebih besar dari 1,96 memiliki arti bahwa variabel manifes merefleksikan dengan baik variabel latennya. Untuk discriminant validity akan diketahui average variance extracted (AVE), dan composite reliability (CR) sebagai uji kecocokan variabel manifest yang mampu merefleksikan variabel latennya. Composite reliability yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,7 (CR>0,. sedangkan average variance extracted (AVE) yang baik adalah yang memberikan nilai lebih besar dari 0,5 (AVE > 0,. Untuk menguji hipotesis penelitian yang mengisyaratkan hubungan kasualitas antar variabel-variabel laten, penulis memakai metode structural equation modeling (SEM) berbasis struktur variance yang disebut sebagai least square path modeling (PLS-PM). Alasan pemilihan PLS karena ukuran sampel yang digunakan relatif kecil. Untuk menaksir parameter model dalam PLS-PM penulis menggunakan bantuan software Smart-PLS. analisis data dimulai dengan mengguanakan nilai-nilai variabel-variabel indikator yang terhubung kepada dimensi-dimensi tersebut. Berdasarkan kepada hasil ini, selanjutnya estimasi JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 parameter model dengan menggunakan PLS yang diolah memakai smartPLS diperoleh hasil penaksiran parameter model sebagai berikut: Tabel 4. 26 Hasil Perhitungan Nilai-nilai Loading Factor Dimensi Analyzer Defenders Prosfector Reactor Variabel Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Strategi Budaya Manajemen Bisnis Organisasi 0,631 0,756 0,869 0,942 Agresivitas Inovasi dan pengambilan Orientasi Hasil Orientasi Manusia 0,758 Orientasi Tim Perhatian pada detail Stabilitas Aksesibilitas 0,848 0,705 0,816 0,670 0,823 0,760 0,590 Akurasi Fleksibilitas 0,647 0,874 Formalisasi Format 0,731 0,887 Integrasi Kekayaan Media Ketepatan Waktu 0,880 0,824 0,749 Ruang lingkup 0,847 Berdasarkan hasil penaksiran nilai-nilai parameter model yang diperlihatkan dalam tabel diatas, terlihat semua indikator memiliki loading factor lebih dari 0,4 (> 0,. oleh karena itu tidak ada yang di eliminasi dari model pengukuran atau semua indikator digunakan dalam model pengukuran. Penelitian ini pada PLS-SEM algorithm mempunyai maximum number iteration adalah 300 dan the stop criterion 10Oe5 . ,00. serta skema pembobotan menggunakan path dengan initial weight adalah 1,00. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Gambar 4. 4 Koefisien-koefisien standardized model structural Tabel 4. Hasil Pengujian Hipotesis Hipotesis ya0 : yu11 = 0 ya0 : yu11 O 0 ya0 : yu12 = 0 : yu12 O 0 Koefisien jalur p-value Keterangan 0,580 4,584 0,000 ya0 ditolak 0,348 2,704 0,000 ya0 ditolak PENGARUH STRATEGI BISNIS TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN Berdasarkan tabel 4. 34 dapat dilihat nilai ycEaycnycycycuyci variabel strategi bisnis . lebih besar dari ycycoycycnycycnyc . yang berarti hasil uji hipotesis 1 adalah ya0 ditolak, maka kesimpulan statistik adalah strategi bisnis memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Besar pengaruh strategi bisnis terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar 0,580. Koefisien besar pengaruh ini menunjukkan kenaikan strategi bisnis sebesar satu standar deviasi akan menyebabkan kenaikan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar rata-rata 0,580 standar deviasi dengan menganggap yang lain konstan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh niali yce2 sebesar 0,572 . nilai yce diatas 0,35 . atasan nilai effect size tingg. maka dapat dinyatakan effect size untuk pengaruh strategi bisnis terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen adalah tinggi. PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN Berdasarkan tabel 4. 34 dapat dilihat nilai ycEaycnycycycuyci variabel budaya organisasi . lebih besar dari ycycoycycnycycnyc . yang berarti hasil uji hipotesis 1 adalah ya0 ditolak, maka kesimpulan statistik adalah budaya organisasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Besar pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar 0,384. Koefisien besar pengaruh ini menunjukkan kenaikan budaya organisasi sebesar satu standar deviasi akan menyebabkan kenaikan kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar rata-rata 0,348 standar deviasi dengan menganggap yang lain konstan. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh niali yce2 sebesar 0,206 . nilai yce2 dibawah 0,35 . atasan nilai effect size tingg. maka dapat dinyatakan effect size untuk pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen adalah rendah. KESIMPULAN Berdasarkan fenomena, rumusan masalah, hipotesis, dan hasil penelitian yang dilakukan di PT. Indoneptune Net Manufacturing maka dapat disimpulkan sebagai berikut : Strategi Bisnis di PT. Indoneptune Net Manufacturing mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Kualitas sistem informasi akuntansi manajemen belum sepenuhnya sempurna karena dimensi strategi bisnis seperti defenders, reactors, prosfector, dan analyzer yang implementasinya belum sempurna sepenuhnya sehingga mengalami signifikansi yang belum dapat dikatakan Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. Namun Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen belum sepenuhnya dikatakan sudah baik dan berkualitas karena masing-masing dimensi dari budaya organisasi yaitu orientasi manusia dan agresivitas walaupun dikatakan sudah baik tapi dalam implementasinya belum berjalan secara sempurna. SARAN Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan diatas, beberapa saran yang diharapkan dapat memberi manfaat yang berguna baik bagi kemajuan pihak perusahaan maupun bagi peneliti selanjutnya dimasa yang akan datang. Adapun saran dari peneliti sebagai berikut: JURNAL AKUTANSI. AUDIT DAN SISTEM INFORMASI AKUTANSI (JAS. Vol. No. September 2017 Perlu adanya peningkatan dalam strategi bisnis seperti adanya pemahaman dan penyuluhan atau sosialisasi jika terdapat perubahan Selain itu, perlu adanya peningkatan sumber daya yang berkualitas untuk menunjang kegiatan kerja karyawan dan perlunya pemahaman dan update mengenai peraturan pemerintah agar karyawan dapat bekerja sesuai dengan arahan perusahaan dan tetap menaati peraturan pemerintah yang telah ditetapkan. Perusahaan sebaiknya mampu menyediakan ruang untuk berinovasi dan penyuluhan kepada karyawan untuk berinovasi sehingga perusahaan terus berkembang. Perusahaan sebaiknya dapat mengembangkan setiap potensial yang ada pada setiap karyawan. DAFTAR PUSTAKA