Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Pentingnya Pengelolaan Preservasi Arsip Berbahan Kertas Di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Dewi Fitriyanti. Sukaesih Universitas Padjadjaran dewi19007@mail. id, sukaesih@unpad. ABSTRAK Museum merupakan lembaga non-profit yang menyimpan benda bersejarah yang kemudian dilestarikan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta merupakan museum khusus yang menyimpan benda bersejarah. Koleksinya perlu untuk dilestarikan atau di preservasi dan perlu dirawat. Tujuan penelitian ini adalah utuk mnengetahui bagaimana kegiatan preservasi koleksi di Museum Benteng Vredeburg dengan banyaknya jenis koleksi yang ada di museum. Metode yang digunakan dalam penelitian dengan Museum Benteng Vredeburg adalah menggunakan metode kualitatif dan analisis deskriptif dengan di mana penulis menganalisis serta mendeskripsikan segala fenomena yang Hasil penelitian menyatakan bahwa preservasi yang dilakukan di Museum Benteng Vredeburg dibagi menjadi dua jenis, yaitu preservasi preventif dan kuratif. Preservasi preventif dilakukan di Museum Benteng Vredeburg adalah good housekeeping, pengawasan secara berkala terhadap suhu dan kelembaban koleksi, pengamanan koleksi, pencegahan kerusakan oleh faktor biologi, fisika, dan dari faktor manusia. Preservasi kuratif yang dilakukan di Museum Benteng Vredeburg adalah dengan melakukan perbaikan dengan bahan kimia pada koleksi lukisan dan berbahan logam, sedangkan pada koleksi kertas melakukan tindakan fumigasi oleh bahan alami dan bahan kimia. Kendala preservasi di museum Benteng Vredeburg diantaranya adalah prosedural untuk mengadakan peralatan koleksi memerlukan jangka waktu panjang. Kata Kunci: Museum. Koleksi. Preservasi. Konservasi. Museum Benteng Vredeburg. ABSTRACT Museums are non-profit institutions that store historical objects which are then preserved for the benefit of science. Fort Vredeburg Museum Yogyakarta is a special museum that stores historical objects. The collection needs to be preserved or preserved and needs to be cared for. The purpose of this study was to find out how the collection preservation activities at the Fort Vredeburg Museum are related to the many types of collections in the The method used in research with the Fort Vredeburg Museum is to use qualitative methods and descriptive analysis in which the author analyzes and describes all the phenomena encountered. The results of the study stated that the preservation carried out at the Fort Vredeburg Museum was divided into two types, namely preventive and curative Preventive preservation carried out at the Fort Vredeburg Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Museum is good housekeeping, periodic monitoring of the temperature and humidity of the collection, safeguarding the collection, preventing damage by biological, physical and human factors. The curative preservation carried out at the Fort Vredeburg Museum is by carrying out chemical repairs to the painting and metal collection, while the paper collection carries out fumigation using natural materials and chemicals. One of the problems with preservation at the Fort Vredeburg museum is that procedural arrangements for holding collection equipment require a long period of time. Keywords: Museums. Collection. Preservation. Conservation. Vredeburg Fort Museum. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 PENDAHULUAN Museum merupakan sebuah bangunan untuk menyimpan benda-benda bersejarah yang kemudian dilestarikan, dijaga dan dipelihara agar tetap memberikan informasi pengetahuan untuk generasi yang akan datang (Ahmad et al. , 2. Museum adalah sebuah lembaga non-profit yang mengumpulkan, menerima, dan menyelamatkan koleksi yang mempunyai nilai pengetahuan yang kemudian bisa digunakan untuk penelitian dan pameran yang bertujuan sebagai pembelajaran, rekreasi, pendidikan, dan sebagai informasi mengenai aset-aset berharga yang nyata ataupun tidak Definisi berkembangnya masyarakat. The International Council of Museums (ICOM) mengemukakan bahwa AuA museum is a non-profit, permanent institution in the service of society and its development, open to the public, which acquires, conserves, researches, communicates and exhibits the tangible and intangible heritage of humanity and its environment for the purposes of education, study and enjoyment. Ay (The International Council of Museums. Jika diartikan, museum merupakan institusi/lembaga nonprofit perkembangannya, tersedia untuk masyarakat umum untuk kegiatan menunjukkan warisan yang memiliki wujud dan tidak memiliki wujud untuk kegiatan edukasi, belajar serta kegiatan rekreasi. Benteng Vredeburg merupakan benteng peninggalan VOC yang dibangun pada tahun 1760 ketika masa penjajahan Belanda yang bertujuan untuk mengawasi kegiatan istana Yogyakarta. Sempat beberapa waktu tidak terurus dan terbengkalai, pada tahun 1982 akhirnya Museum Benteng Vredeburg diresmikan oleh Daud Yusuf sebagai museum khusus sejarah yang menyimpan berbagai koleksi sejarah yang masih beroperasi sampai Koleksi bangunannya yang merupakan cagar budaya serta bernuansa otentik, pun masih kental sekali dengan nuansa kolonialisme. Selain itu koleksi naskah Soetomo berbentuk dokumen berbahan kertas yang berjumlah hingga Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 ratusan pun berada di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, terdapat koleksi hibah dari Portugal berupa lonceng, mata uang, meriam, benda keramik yang ditemukan di sekitar Aceh yang tentu mengandung nilai sejarah yang sangat berharga. Jika di totalkan. Museum Benteng Vredeburg memiliki 7. 500 lebih koleksi berbeda yang dibagi menjadi beberapa penempatan, ada yang diletakkan di ruangan diorama dan ruangan storage khusus. Diorama merupakan tempat di mana koleksi dipamerkan dan diperlihatkan kepada pengunjung dan dapat diakses oleh siapa saja (Wiryanti et al. , 2. , sedangkan storage merupakan tempat menyimpan benda atau koleksi yang tidak dipamerkan dan hanya bisa diakses oleh pihak museum dan yang punya kepentingan terhadap koleksi tersebut. Storage dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan jenis koleksinya. Koleksi dalam bentuk lukisan disimpan di dalam ruangan storage K, koleksi berbentuk benda-benda besar seperti meriam dan juga koleksi berbahan kayu disimpan di storage I, adapun koleksi lainnya disimpan di storage F. Melihat dari koleksi yang dimiliki oleh Museum Benteng Vredeburg, hal ini menjadi suatu nilai pendidikan yang tidak ternilai harganya bagi para Oleh karena itu. Museum Benteng Vredeburg memiliki 3 tujuan khusus yaitu, pengembangan koleksi, pemanfaatan koleksi dan perlindungan koleksi. Koleksi-koleksi yang terdapat di Museum Benteng Vredeburg Indonesia yang harus tetap lestari. Ilmu pengetahuan yang ada di museum tidak hanya dikumpulkan, dikelola, dan disimpan, melainkan dirawat oleh para pihak museum dan dijaga sebaik mungkin agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang sangat lama. Salah satu usaha yang dilakukan perlindungan terhadap koleksi yang ada di museum (Hermawan, 2. Pelestarian atau biasa disebut dengan preservasi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam melindungi koleksi dari kerusakan sehingga dapat digunakan secara maksimal oleh pengunjung museum (Sedana et al. Koleksi yang ada di museum Benteng memiliki kondisi fisik yang Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 lumayan bagus untuk koleksi berbahan kertas, kulit, dan benda umum lainnya serta benda berbahan kayu dan batu. Akan tetapi koleksi yang sudah ada di museum bisa saja mengalami kerusakan dan pihak museum sampai saat ini telah melakukan berbagai macam kegiatan pelestarian terhadap koleksi yang ada. Seorang Konservator Museum Benteng ketika di wawancara oleh peneliti mengatakan bahwa AuPelestarian atau preservasi terhadap koleksi sangatlah penting dilakukan karena koleksi merupakan nyawa bagi museum itu sendiri, sehingga preservasi di museum harus selalu beriringan, selaras/seirama dan selalu berkembang. Ay Berdasarkan pernyataan tersebut, pihak Museum Benteng menegaskan bahwa telah melakukan kegiatan preservasi. Banyaknya koleksi yang ada di Museum Benteng Vredeburg membuat peneliti tertarik untuk mengetahui lebih banyak mengenai tata cara merawat dan melindungi koleksi sesuai dengan jenis koleksi yang ada terutama pada koleksi arsip museum. Hal ini tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagaimana konservator yang ada di museum melindungi koleksi sesuai dengan jenis koleksi yang ada, dimulai dengan koleksi berbahan kertas, lukisan, hingga koleksi berbahan batu, kayu dan lain-lain. Penelitian ini dikhususkan untuk mengetahui bagaimana proses preservasi yang dilakukan oleh Museum Benteng Vredeburg secara preventif dan Pada hakikatnya, preservasi merupakan kata lain dari pelestarian koleksi. menurut Eden yang dikutip oleh Rahman (Setyaningsih & Ganggi, 2. preservasi adalah suatu pertimbangan finansial dan manajerial yang di dalamnya termasuk ketentuan penyimpanan dan akomodasi, susunan staf, kebijakan hingga teknik dan metode pelestarian yang digunakan untuk memperpanjang dan memperlambat kerusakan dan kegunaan pada koleksi untuk tetap tersedianya akses yang berkelanjutan. Hal ini tentu saja sesuai dengan tujuan khusus Museum Benteng Vredeburg yaitu pengemangan koleksi, pemanfaatan koleksi, dan perlindungan koleksi,. Adapun tujuan dari preservasi menurut Fatmawati dalam (Setyaningsih & Ganggi. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 menyelamatkan informasi koleksi, penyelamatan fisik koleksi, mempermudah untuk melakukan penelusuran koleksi. Pertama, tujuan dari preservasi adalah untuk menyelamatkan kandungan informasi yang ada di dalam koleksi. Koleksi yang ada di Museum Benteng Vredeburg memiliki informasi yang bernilai sejarah dan pengetahuan yang harus dijaga, contohnya adalah koleksi mengenai bangunan peninggalan Belanda yang sekarang digunakan menjadi museum ini memiliki sejarah yang sangat panjang untuk tujuan pengetahuan dan pendidikan tak terkecuali koleksi yang ada di dalamnya seperti naskan soetomo yang berisi informasi mengenai kemerdekaan (Pratiwi, 2. Kedua, preservasi dilakukan untuk menyelamatkan fisik koleksi. Museum Benteng Vredeburg ketika di wawancara menyatakan bahwa fisik koleksi yang dibawa ke museum dalam keadaan yang lumayan baik, meskipun ada beberapa koleksi yang dalam keadaan rapuh seperti koleksi lukisan. Ketiga, preservasi dilakukan untuk mempermudah penelusuran koleksi. Museum Benteng Vredeburg memisahkan koleksi berdasarkan jenisnya, yaitu ruang Diorama yang berisi koleksi yang dipamerkan, storage F untuk koleksi umum, storage K khusus lukisan dan storage I untuk benda-benda Menurut Adekunjo dalam (Setyaningsih & Ganggi, 2. terdapat 2 jenis preservasi yang dapat dilakukan, . preservasi preventif, yaitu tindakan yang dilakukan untuk pencegahan supaya koleksi yang ada di museum mengalami kerusakan. Hal yang biasanya dilakukan untuk melakukan preservasi ini adalah pengecekan secara berkala, pencegahan kerusakan dari faktor kimia, fisika, dan manusia serta bencana alam. preservasi kuratif, adalah segala bentuk kegiatan perbaikan atau pengobatan yang fumigasi, laminasi, enkapsulasi dan berbagai perbaikan lainnya (Sedana et , 2. Tindakan ini secara keseluruhan telah diterapkan di Museum Benteng Vredeburg. Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 METODE PENELITIAN Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dan analisis deskriptif dimana penulis menganalisis serta mendeskripsikan segala fenomena yang ditemui. Lincoln dalam farida Nugrahani . Aukata kualitatif mengisyaratkan penekanan pada proses dan makna yang tidak dikaji secara ketat atau belum diukur dari sisi kuantitas, jumlah, intensitas, atau frekuensinyaAy. Analisis deskriptif didefinisikan sebagai AuMetode survei deskriptif adalah untuk mengukur dengan cermat fenomena sosial tertentu di mana peneliti mengembangkan hipotesisAy (Singarimbun dalam Muhammad. Komariah and Kurniasih, 2. Objek dalam penelitian ini yaitu Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yang terletak di Jl. Margo Mulyo No. Ngupasan. Kec. Gondomanan. Kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta 55122. Kemudian, yang menjadi subjek dari penelitian ini yaitu konservator Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara . Wawancara secara virtual melalui platform Zoom Meetings untuk mencari tahu secara langsung dan lebih dalam terkait upaya preservasi dan kondisi Museum Benteng Vredeburg itu sendiri, serta . Kajian literatur yaitu dengan melakukan kajian terhadap beberapa sumber pustaka. Analisis data dilakukan melalui analisis data hasil kegiatan wawancara dengan pihak konservator . HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Preservasi di Museum Benteng Vredeburg Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta melaksanakan kegiatan preservasi secara preventif dan kuratif. Preservasi Preventif Menurut Yusuf . preservasi preventif adalah tindakan untuk mencegah koleksi sebelum terjadinya kerusakan, termasuk di dalamnya adalah segala fasilitas, perlengkapan dan perabotan untuk koleksi. Good Housekeeping Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Pembersihan ruangan di museum Benteng Vredeburg dilakukan secara Yaitu setiap hari oleh petugas kebersihan. Akan tetapi setelah Covid-19, seminggu Sebelum pandemi pembersihan ruangan dilakukan secara biasa seperti pengecekan koleksi, menyapu dan mengepel ruangan koleksi. Perbedaan penyemprotan desinfektan yang dilakukan setiap hari oleh petugas. Pengawasan Secara Berkala Suhu dan Kelembaban Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta telah mengatur kelembaban dan suhu di ruangan sekitar koleksi menggunakan AC (Air Conditione. pada kisaran 18-24AoC. Menurut konservator yang merawat semua koleksi di museum, suhu dengan kisaran 18-24AoC termasuk kedalam kategori aman untuk semua koleksi dan tidak menimbulkan kerusakan (Nurani & Christiani, 2. Menurutnya, alasan dipasang suhu yang aman adalah supaya merata dan ramah kepada semua jenis koleksi. Menurut International Council of Museum (Wibowo, 2. perbedaan suhu yang diterapkan pada semua koleksi akan akan berpengaruh pada tingkat jenis koleksi karena setiap sifat koleksi mempunyai perbedaan yang Kecuali jika adanya pengklasifikasian setiap koleksi yang telah dilakukan oleh Museum Benteng ini. Akan tetapi Museum benteng Vredeburg belum melakukan pemasangan AC yang memadai dikarenakan Pihak keterjagaan suhu untuk koleksi diperoleh dari kisaran suhu pendingin ruangan atau AC yang aman yaitu yang merata dan ramah bagi semua Tingkat Keamanan di Sekitar Koleksi Tingkat keamanan yang sudah dilakukan oleh Museum Benteng Vredeburg adalah dengan menggunakan CCTV di sekitar koleksi, baik didalam ruangan atau di luar ruangan. Hal ini dimaksudkan untuk memantau koleksi yang ada di museum tetap terjaga dari kerusakan yang disebabkan oleh pengunjung museum. Selain itu, pihak museum memberikan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 peringatan berupa teks tertulis di sekitar koleksi supaya tidak merusak koleksi yang ada, seperti memegang koleksi, atau melakukan vandalisme terhadap koleksi. Tingkat Pencahayaan Ruang Pencahayaan yang ada di setiap museum dalam tahap minim. Karena memungkinkan untuk menjaga tingkat keawetan koleksi yang berada di museum (Wiryanti et al. , 2. Menurut Konservator museum, lampu bohlam yang digunakan di museum membantu menjaga koleksi yang ada dari kerusakan. Lampu dengan tingkat cahaya yang tinggi dapat membuat koleksi mudah rusak karena mengandung sinar UV yang sama dengan sinar matahari. Museum Benteng Vredeburg membagi koleksi kedalam Sama disesuaikan dengan jenis koleksi yang ada. Pencegahan Kerusakan yang Disebabkan Oleh Faktor Biologi. Kimia dan Fisika Faktor Biologi Faktor biologi biasanya disebabkan oleh serangga, jamur dan hewan Upaya Museum Benteng Vredeburg adalah dengan memakai bahan alami dari alam yaitu minyak atsiri dan cengkeh . Bahan ini biasanya dijumpai di pasar Yogyakarta dan untuk harganya lumayan mahal. Akan tetapi bahan ini telah terbukti dapat mengusir serangga dan rayap. Museum Benteng Vredeburg juga telah melakukan kegiatan fumigasi untuk pencegahan terhadap koleksi. Faktor Fisika Faktor fisika biasanya berasal dari tingkat pencahayaan, suhu dan debu. Adapun upaya Museum Benteng Vredeburg dalam pencegahan diantaranya dengan pemakaian AC (Air Conditione. , serta melindungi koleksi dengan memasang pencahayaan yang minim di sekitar koleksi sesuai tingkat kebutuhan koleksi. Faktor Kimia Museum Benteng Vredeburg telah melakukan upaya pencegahan terhadap koleksi yang disebabkan oleh faktor kimia diantaranya adalah untuk Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 koleksi yang berbahan dasar logam. Sehingga pihak museum menggunakan bahan kimia untuk perbaikan koleksi jika terjadi kerusakan. Faktor Lainnya Biasanya faktor ini disebabkan oleh Faktor manusia dan bencana alam. Adapun upaya pencegahan yang dilakukan untuk kedua faktor tersebut adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala yang dilakukan oleh pihak museum Benteng Vredeburg. Perbedaan yang dirasakan oleh pihak museum ketika adanya pandemi adalah pemantauan koleksi menjadi jarang dilakukan sehingga koleksi tidak terpantau dengan baik. Tindakan preservasi yang dilakukan Museum Benteng Vredeburg adalah peninjauan terhadap koleksi dan membantu membuka ruangan tempat koleksi dilakukan, yaitu ruang Diorama atau ruang pameran. Upaya ini dilakukan supaya menjaga kelembaban dan suhu terjaga dengan baik sehingga tidak menimbulkan fumatis pada koleksi yang berbahan kulit, organik, kertas, serta lukisan. Sedangkan untuk koleksi yang disimpan di Storage atau koleksi yang tidak dipamerkan upaya pencegahannya adalah dengan dicek secara berkala saja oleh pihak Museum Benteng Vredeburg. Selain itu, pihak museum melakukan penyemprotan disinfektan walaupun tidak ada pengunjung dan hanya diterapkan di sekitar koleksi saja. Preservasi Kuratif Preservasi kuratif adalah perbaikan terhadap koleksi yang rusak, tahapan preservasi kuratif ini termasuk ke dalam tindakan restorasi (Nurani & Christiani, 2. Adapun tindakan preservasi yang dilakukan oleh Museum Benteng Vredeburg menentukan skala prioritas tingkat kerusakan pada semua koleksi. Cara yang dilakukan untuk mengetahui tingkat prioritas kerusakan koleksi adalah dengan melakukan studi lapangan atau bisa disebut dengan observasi kerusakan (Asaniyah, 2. Teknik yang sering dilakukan oleh Museum Benteng Vredeburg pada koleksi berbahan kertas adalah dengan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 cara melakukan fumigasi. Fumigasi merupakan salah satu cara untuk melestarikan koleksi dengan cara mengasapi agar tidak tumbuh jamur, membunuh binatang agar tidak merusak koleksi dan kerusakan bahan pustaka (Hermawan, 2. Untuk koleksi yang lain di Museum Benteng Vredeburg masih melihat tingkat kerusakan yang dialami oleh koleksi dan melakukan kerjasama dengan pihak lain. Preservasi Arsip Berbahan Kertas di Museum Benteng Vredeburg Penanganan koleksi yang rusak di Museum Benteng Vredeburg disesuaikan dengan jenis koleksinya. Dari 7500 lebih koleksi yang ada pihak museum melakukan pembagian terhadap koleksi sesuai dengan jenis koleksi diantaranya adalah terhadap koleksi kertas. Menurut Konservator Museum Benteng, kondisi koleksi ketika dikirimkan ke museum masih dalam kondisi yang lumayan bagus dan tidak termasuk kedalam kerusakan yang Akan tetapi dengan seiring berjalannya waktu, koleksi yang ada di museum mengalami kerusakan. Koleksi dalam bentuk kertas dapat berupa naskah-naskah kuno yang berisi sejarah atau peninggalan dari masa dahulu. pada koleksi kertas banyak sekali tingkatan penyebab kerusakannya diantaranya adalah: Kerusakan oleh serangga Museum Benteng Vredeburg melakukan metode brilizing pada koleksi kertas yang mengalami kerusakan oleh serangga. Selain itu dilakukan preservasi preventif dengan menggunakan teknik fumigasi. Fumigasi yang dilakukan oleh Museum Benteng Vredeburg dibagi menjadi dua jenis, yaitu fumigasi dengan menggunakan bahan alam dan fumigasi menggunakan bahan kimia. Fumigasi menggunakan bahan alami di Museum Benteng Vredeburg adalah dengan memakai minyak atsiri, cengkeh, kayu gaharu yang merupakan bahan bersifat aman untuk koleksi, mudah menguap, akan tetapi bahanbahan itu sangat mahal dan sulit dijumpai di tempat lain. Fumigasi menggunakan bahan kimia menggunakan vivek yang termasuk kedalam bahan kimia berbahaya untuk konservator dan lingkungannya. Oleh karena itu, konservator Museum Benteng ketika akan melakukan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Alat Perlindungan Diri (APD) yang lengkap. Museum Benteng Vredeburg membedakan dua tahapan fumigasi menggunakan bahan kimia, yaitu untuk koleksi dengan skala kecil menggunakan bahan kimia vivek yang dilakukan oleh seorang konservator, dan jika dalam skala besar Museum Benteng Vredeburg menggunakan anoksia yaitu gas hidrogen yang bekerja dalam menggantikan oksigen di dalam ruangan koleksi , sehingga serangga yang ada pada koleksi menjadi mati karena kehabisan oksigen. Dan jenis bahan kimia ini masih tergolong aman. Pihak Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta tetap memilih menyesuaikan kebutuhan koleksi untuk dilakukannya fumigasi sesuai dengan kondisi ketersediaan anggaran, sumber daya manusia, serta kondisi koleksi itu Kerusakan oleh rayap Konservator Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta bekerjasama dengan pustakawan yang ada di museum untuk melakukan tindakan terhadap koleksi yang rusak oleh rayap. pihak museum telah menemukan beberapa koleksi kertas yang dimakan oleh rayap pada rak koleksi sehingga pihak museum langsung melakukan tindakan. Cara yang dilakukan oleh pihak museum adalah dengan menggunakan teknik freezing di tempat yang diatur pada suhu -6AoC yang kemudian diatur menjadi 0AoC. Setelah itu suhu diatur menjadi suhu normal yaitu sekitar 25AoC. Hasilnya rayap yang merusak koleksi kertas di Museum Benteng Vredeburg menjadi hilang dan bahkan hampir tidak ada lagi. Berdasarkan analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan preservasi yang telah dilakukan di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta yaitu preservasi preventif dan preservasi kuratif. Preservasi preventif di antaranya adalah good housekeeping, pengawasan yang dilakukan secara berkala dan teratur, pengaturan suhu dan kelembaban pada tingkat aman, pencegahan terhadap faktor biologi seperti serangga, rayap, jamur, dan vandalisme, faktor fisika, faktor kimia, serta faktor manusia seperti Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 melakukan peninjauan terhadap koleksi dan membantu membuka ruangan tempat koleksi dilakukan, yaitu ruang Diorama atau ruang pameran. Upaya ini dilakukan agar supaya menjaga kelembaban dan suhu stabil terjaga dengan baik sehingga tidak menimbulkan fumatis pada koleksi yang berbahan kertas. Adapun tindakan preservasi kuratif yang dilakukan oleh Museum Benteng Vredeburg menentukan skala prioritas tingkat kerusakan pada semua koleksi. Cara yang dilakukan untuk mengetahui tingkat prioritas kerusakan koleksi adalah dengan melakukan studi lapangan atau biasa disebut dengan observasi kerusakan. Teknik yang dilakukan oleh Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pada koleksi berbahan kertas adalah dengan cara melakukan fumigasi. Meskipun mengalami beberapa kendala dalam pengadaan bahan preservasi serta konservasi di museum, pihak konservator museum tidak kehabisan ide dan bergantung pada bahan-bahan pengadaan yang notabenenya adalah berbahan dasar kimia. Berbekal pengetahuan lokal dan kompetensi dari konservator, bahan-bahan yang terhambat pengadaanya dapat ditutupi sebab menggunakan berbagai macam bahan tradisional dari tumbuhtumbuhan. Secara umum, pemerintah daerah sangat memperhatikan terhadap kelestarian Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, terbukti dengan diperkuat oleh berbagai macam kebijakan yang mendukung upaya Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 KESIMPULAN Museum non-profit menerima, dan menyelamatkan koleksi yang mempunyai nilai pengetahuan yang kemudian bisa digunakan untuk penelitian dan pameran yang informasi mengenai aset-aset berharga yang nyata ataupun tidak nyata. Museum dijadikan sebagai tempat masyarakat untuk mencari informasi, menambah wawasan, bahkan saling berinteraksi. Masyarakat dapat melihat jalannya waktu yang belum pernah dilewatinya dalam satu tempat serta melihat kekayaan bangsanya. Museum Benteng Vredeburg merupakan museum khusus sejarah yang ada di Yogyakarta dengan memiliki jumlah koleksi yang banyak sheingga memerlukan perawaatan dan pelestarian atau preservasi. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dipaparkan di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan, bahwa preservasi di Museum Benteng Vredeburg kegiatan preservasi yang telah dilakukan yaitu preservasi preventif dan Preservasi housekeeping, pengawasan yang dilakukan secara berkala, pengaturan suhu dan kelembaban pada tingkat aman, pencegahan terhadap faktor biologi seperti serangga, rayap, jamur, dan binatang lainnya, pengetatan tingkat keamanan terhadap vandalisme koleksi, faktor fisika, faktor kimia, keamanan untuk membantu melakukan peninjauan terhadap koleksi dan membantu membuka ruangan tempat koleksi dilakukan, yaitu ruang Diorama atau ruang pameran. Adapun tindakan preservasi kuratif yang dilakukan oleh Museum Benteng Vredeburg menentukan skala prioritas tingkat kerusakan pada semua koleksi. Cara yang dilakukan untuk mengetahui tingkat prioritas kerusakan koleksi adalah dengan melakukan studi lapangan atau biasa disebut dengan observasi kerusakan. Teknik yang dilakukan oleh Museum Benteng Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 Vredeburg pada koleksi berbahan kertas adalah dengan cara melakukan Iqra: Jurnal Perpustakaan Dan Informasi Volume 17 Nomor 1 Mei 2023 ISSN: 1979-7737 E-ISSN: 2442-8175 DAFTAR PUSTAKA