JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. April 2026 Page 949-960 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah MANAJEMEN PROGRAM KEAGAMAAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK DI MTS AN NAJAH PEKANBARU Dela Anggraini1. Hadisty SaAoadatul Aisy2. Helwina Nur Fadilla3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Indonesia Email: 12210322510@students. uin-suska. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 27 January 2026 Final Revised: 11 February 2026 Accepted: 16 March 2026 Published: 30 April 2026 Keywords: Management Religious programs Students Character ABSTRAK This study aims to analyze the management of religious programs in shaping studentsAo religious character at MTs An Najah Pekanbaru. The research employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, vice principals. Islamic Education teachers, and students. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the management of religious programs at MTs An Najah Pekanbaru is implemented through integrated stages of planning, organizing, actuating, and controlling. The religious programs are designed based on the madrasahAos vision and mission, organized through clear role distribution, implemented continuously through habituation and teachersAo role modeling, and monitored through regular supervision and evaluation. Supporting factors include the commitment of madrasah leadership, active teacher involvement, and a religious school culture, while inhibiting factors include limited human resources, diverse religious backgrounds of students, and limited implementation time. These findings indicate that well-planned and sustainable religious program management plays a role in shaping studentsAo religious character. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan program keagamaan dalam upaya pembentukan karakter religius peserta didik di MTs An Najah Pekanbaru. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta studi dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan pengolahan data yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru dilaksanakan secara terpadu melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Program keagamaan dirancang berdasarkan visi dan misi madrasah, diorganisasikan melalui pembagian peran yang jelas, dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pembiasaan dan keteladanan guru, serta diawasi melalui pemantauan dan evaluasi secara rutin. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan madrasah, peran aktif guru, dan budaya madrasah yang religius, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, keragaman latar belakang religius peserta didik, serta keterbatasan waktu pelaksanaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa manajemen program keagamaan yang terencana dan berkesinambungan berperan dalam pembentukan karakter religius peserta didik. Kata kunci: Manajemen. Program keagamaan. Karakter. Keagamaan. Peserta didik. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Manajemen Program Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Mts An Najah Pekanbaru PENDAHULUAN Pada dasarnya, pendidikan merupakan proses pengembangan manusia secara menyeluruh yang tidak semata-mata berfokus pada kemampuan intelektual, melainkan juga diarahkan pada pembentukan sikap, penanaman nilai, serta penguatan karakter (Hidayati et , 2. Dalam kerangka pendidikan nasional, penyelenggaraan pendidikan bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang memiliki keimanan dan ketakwaan, berakhlak mulia, serta dibekali kemampuan intelektual dan keterampilan yang memadai. Namun, realitas pendidikan dewasa ini menunjukkan bahwa pencapaian aspek kognitif sering kali lebih dominan dibandingkan dengan pembentukan karakter, khususnya karakter religius (Rohaeni. Shofiyah, 2. Situasi tersebut mendorong lembaga pendidikan untuk melakukan langkah-langkah terencana dan berkelanjutan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik. Perkembangan teknologi informasi, arus globalisasi, serta perubahan sosial budaya membawa dampak yang berarti terhadap perilaku dan intelektual peserta didik. Di satu sisi, kemajuan tersebut memberikan kemudahan dalam mengakses ilmu pengetahuan, namun di sisi lain berpotensi melemahkan nilai-nilai religius jika tidak diimbangi dengan bimbingan yang kuat (Ginting et al. , 2025. Putri & Luqman, 2. Gejala menurunnya kedisiplinan dalam menjalankan ibadah, lemahnya kepedulian sosial, serta munculnya berbagai perilaku menyimpang di kalangan peserta didik menjadi persoalan yang serius bagi dunia pendidikan. (Rambe et al. , 2. Maka dari itu, penguatan karakter religius menjadi urgensitas yang harus direspons secara konkret oleh lembaga pendidikan. Madrasah sebagai institusi pendidikan berbasis Islam memiliki posisi yang strategis dalam menumbuhkan karakter religius peserta didik. Madrasah tidak hanya berperan sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembinaan akhlak serta penguatan spiritual peserta didik (Prihatin, 2. Melalui pelaksanaan beragam program keagamaan, madrasah berupaya menginternalisasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari peserta didik, baik melalui pembiasaan ibadah, pembinaan akhlak, maupun kegiatan religius yang terintegrasi dengan proses pembelajaran. Program-program tersebut diarahkan untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya memahami ajaran agama secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam sikap dan perilaku nyata (Anwar et al. , 2. Program-program tersebut diharapkan dapat menghasilkan peserta didik yang tidak hanya memiliki pemahaman agama secara konseptual, tetapi juga mampu mewujudkannya dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Keberhasilan pelaksanaan program keagamaan dalam membentuk karakter religius peserta didik sangat dipengaruhi oleh penerapan manajemen yang baik (Kamayuda, 2016. Rahmawati et al. , 2. Program keagamaan yang tidak disusun melalui perencanaan yang sistematis, didukung oleh pengorganisasian yang jelas, dilaksanakan secara konsisten, serta disertai evaluasi berkelanjutan cenderung berjalan tidak terarah dan kurang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pencapaian tujuan (N. Putri, 2. Maka dari itu, manajemen program keagamaan menjadi faktor penting dalam memastikan bahwa setiap kegiatan keagamaan terlaksana sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan serta mampu memberikan dampak nyata dalam membentuk karakter religius peserta didik. Manajemen program keagamaan merupakan rangkaian proses yang melibatkan perencanaan kegiatan, pengelolaan sumber daya, pelaksanaan program, serta kegiatan evaluasi dan pengawasan untuk menilai ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan. Penerapan fungsi manajemen tersebut memungkinkan madrasah untuk mengelola program keagamaan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan (Adzhar & Siswahyuningsih, 2025. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Manajemen Program Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Mts An Najah Pekanbaru Rustiana & Ma`arif, 2. Melalui penerapan manajemen yang efektif, program keagamaan tidak sekadar berlangsung sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi bagian dari budaya madrasah yang terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Sejumlah kajian sebelumnya menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara pengelolaan program keagamaan dengan upaya pembentukan karakter religius peserta didik. Studi oleh Adzhar dan Siswahyuningsih . menunjukkan bahwa pengelolaan program keagamaan yang terencana dan melibatkan seluruh warga sekolah mampu meningkatkan religiusitas peserta didik melalui pembiasaan ibadah dan penguatan nilai spiritual. Penelitian lain yang dilakukan oleh Agus dan Kholifatunnisak . menegaskan bahwa manajemen kurikulum Pendidikan Agama Islam yang terintegrasi dengan program keagamaan sekolah mempunyai peran positif dalam membangun sikap religius, kedisiplinan, dan akhlak peserta Temuan tersebut diperkuat oleh penelitian Sarkati et al. , . yang menyimpulkan bahwa keberhasilan dalam membentuk karakter religius sangat ditentukan oleh pelaksanaan program yang konsisten serta adanya evaluasi yang dilakukan secara berkesinambungan. Meskipun demikian, kajian-kajian tersebut masih menunjukkan adanya celah penelitian, khususnya dalam mengkaji manajemen program keagamaan secara komprehensif sebagai satu kesatuan proses manajerial. Sebagian penelitian lebih menitikberatkan pada hasil atau dampak program keagamaan, sementara aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program belum dikaji secara mendalam dan terpadu. Selain itu, perbedaan karakteristik lembaga pendidikan, kondisi sosial peserta didik, serta sumber daya yang dimiliki madrasah menuntut adanya kajian kontekstual yang spesifik pada masingmasing lembaga. MTs An Najah Pekanbaru merupakan salah satu madrasah yang secara berkelanjutan menyelenggarakan berbagai program keagamaan sebagai upaya untuk membentuk karakter religius peserta didik. Program-program tersebut meliputi pembiasaan ibadah harian, kegiatan tahfidz dan tahsin Al-QurAoan, pembinaan akhlak, serta berbagai aktivitas keagamaan lain yang terintegrasi dengan proses pembelajaran. Seluruh program keagamaan tersebut dirancang sebagai bagian dari strategi madrasah dalam merealisasikan visi dan misi pendidikan yang berorientasi pada pembentukan peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Meskipun demikian, tingkat keberhasilan program keagamaan tersebut sangat bergantung pada bagaimana pengelolaan dan evaluasinya dilaksanakan secara terencana dan sistematis. Berdasarkan paparan tersebut, diperlukan suatu penelitian yang mengkaji secara komprehensif pengelolaan program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru serta perannya dalam membentuk karakter religius peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis manajemen program keagamaan dalam upaya pembentukan karakter religius peserta didik di MTs An Najah Pekanbaru. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan teoretis bagi pengembangan kajian manajemen pendidikan Islam, sekaligus menjadi bahan rekomendasi praktis bagi madrasah dalam mengelola program keagamaan secara lebih efektif dan berkelanjutan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif digunakan karena penelitian ini berfokus pada upaya memahami secara mendalam proses pengelolaan program keagamaan dalam pembentukan karakter religius murid, khususnya yang berkaitan dengan aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru. Sementara itu, penelitian Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Manajemen Program Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Mts An Najah Pekanbaru deskriptif digunakan untuk memaparkan fenomena yang terjadi di lapangan secara sistematis dan objektif sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya. Penelitian ini dilaksanakan di MTs An Najah Pekanbaru, yang dipilih sebagai lokasi penelitian karena madrasah ini memiliki berbagai program keagamaan yang secara konsisten diterapkan dalam kegiatan pendidikan sehari-hari. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, yaitu pihak-pihak yang dianggap memahami dan terlibat langsung dalam pengelolaan serta pelaksanaan program keagamaan. Informan penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Wawancara digunakan untuk menggali informasi terkait perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta evaluasi program keagamaan, termasuk pandangan informan mengenai peran program tersebut dalam membentuk karakter religius peserta didik. Observasi dilaksanakan untuk mengamati secara langsung pelaksanaan kegiatan keagamaan serta perilaku religius peserta didik di lingkungan Adapun studi dokumentasi dimanfaatkan untuk memperoleh data pendukung berupa dokumen program keagamaan, jadwal pelaksanaan kegiatan, struktur organisasi, serta arsip lain yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan dengan mengacu pada model analisis data kualitatif yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tahap reduksi data dijalankan dengan menyeleksi dan memfokuskan data yang relevan dengan tujuan penelitian. Penyajian data disusun dalam bentuk uraian deskriptif yang disajikan secara sistematis sesuai dengan fokus kajian. Selanjutnya, penarikan kesimpulan dilakukan melalui proses interpretasi terhadap temuan penelitian guna memperoleh pemahaman yang menyeluruh mengenai pengelolaan program keagamaan dalam membentuk karakter religius murid. HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Program Keagamaan dalam Membentuk Karakter Religius di MTs Najah Pekanbaru Pengelolaan program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru dilaksanakan secara sistematis dengan berlandaskan visi dan misi madrasah yang berorientasi pada pembentukan peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Program keagamaan tersebut dirancang sebagai bagian yang menyatu dalam sistem pendidikan madrasah, bukan sekadar aktivitas tambahan, sehingga pelaksanaannya dibuat sejalan dengan proses pembelajaran serta budaya madrasah dalam kehidupan. Tahap Perencanaan (Plannin. Perencanaan program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru diawali dengan penjabaran visi dan misi madrasah yang mengarah pada pembentukan murid yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Visi dan misi tersebut dijadikan sebagai dasar utama dalam menetapkan arah serta tujuan pelaksanaan program keagamaan. Dengan menjadikan pembentukan karakter religius sebagai fokus utama, madrasah merancang program keagamaan tidak hanya sebagai kegiatan pelengkap, tetapi sebagai bagian yang menyatu dalam sistem pendidikan yang diterapkan. Temuan penelitian ini selaras dengan hasil studi Basri et al. , . yang menegaskan bahwa perencanaan program keagamaan yang efektif harus disusun berdasarkan visi dan misi lembaga pendidikan. Dalam penelitiannya, program keagamaan dirancang melalui penetapan tujuan yang jelas, pemilihan jenis kegiatan keagamaan yang relevan, serta Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Manajemen Program Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Mts An Najah Pekanbaru penentuan indikator religiusitas murid. Hal ini mengindikasikan bahwa perencanaan program keagamaan tidak dapat dilakukan secara spontan, tetapi harus dirancang secara matang agar mampu mendorong terbentuknya karakter religius peserta didik secara Penelitian Jannah & Tanjung, . juga menegaskan bahwa perencanaan program keagamaan yang terintegrasi dengan kurikulum Pendidikan Agama Islam mempunyai keterkaitan erat dalam membentuk sikap religius peserta didik. Dalam penelitian tersebut, perencanaan tidak hanya berfokus pada penjadwalan kegiatan keagamaan, tetapi juga pada penentuan kompetensi sikap yang ingin dicapai. Temuan ini menguatkan hasil penelitian di MTs An Najah Pekanbaru bahwa penetapan indikator karakter religius dalam tahap perencanaan menjadi langkah strategis untuk memastikan program keagamaan memiliki arah yang jelas dan terukur. Perencanaan program keagamaan di MTs An Najah dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur madrasah, seperti kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dan guru. Keterlibatan seluruh warga madrasah dalam proses perencanaan bertujuan untuk menyamakan persepsi serta memastikan bahwa program keagamaan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi madrasah. Melalui musyawarah dan diskusi internal, pihak madrasah menetapkan jenis kegiatan keagamaan, waktu pelaksanaan, serta target capaian yang diharapkan dari setiap program. Penelitian lain yang relevan juga menunjukkan bahwa keterlibatan berbagai unsur sekolah dalam tahap perencanaan menjadi faktor penentu keberhasilan program Studi yang dilakukan Tasijawa et al. , . menemukan bahwa perencanaan program keagamaan yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan pihak terkait mampu menciptakan kesamaan persepsi serta meningkatkan komitmen pelaksana program. Temuan ini selaras dengan hasil temuan ini, di mana perencanaan program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru dilakukan secara partisipatif untuk menyelaraskan program dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi madrasah. Dalam tahap perencanaan, madrasah juga menetapkan indikator-indikator keberhasilan yang digunakan untuk mengukur ketercapaian karakter religius peserta didik. Indikator tersebut mencakup aspek kedisiplinan dalam beribadah, sikap dan perilaku sehari-hari, serta keterlibatan peserta didik dalam kegiatan keagamaan. Penetapan indikator ini penting agar program keagamaan yang dilaksanakan memiliki arah yang jelas dan dapat dievaluasi secara sistematis, sehingga keberhasilannya tidak hanya dinilai secara Dengan demikian, berdasarkan perbandingan dengan penelitian terdahulu, dapat disimpulkan bahwa perencanaan program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru telah sesuai dengan praktik manajemen program pendidikan yang baik. Perencanaan yang berbasis visi dan misi, melibatkan seluruh warga madrasah, serta menetapkan indikator keberhasilan yang jelas merupakan faktor penting dalam mendukung efektivitas program Uraian ini memperkuat temuan penelitian bahwa tahap planning menjadi fondasi utama dalam manajemen program keagamaan untuk membentuk karakter religius peserta didik. Tahap Pengorganisasian (Organizin. Pengorganisasian program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru dilakukan dengan membentuk struktur penanggung jawab yang jelas dan fungsional. Kepala madrasah berperan penanggung jawab utama program keagamaan, sementara wakil kepala madrasah bidang kurikulum dan kesiswaan berfungsi sebagai koordinator pelaksanaan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Manajemen Program Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Mts An Najah Pekanbaru Pengorganisasian ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan keagamaan memiliki arah koordinasi yang jelas dan dapat dilaksanakan secara terkontrol. Temuan ini selaras dengan penelitian Wahib . yang menunjukkan bahwa kepala madrasah berperan penting dalam mengorganisasi kegiatan keagamaan harian, di mana struktur pembagian tugas yang jelas dan koordinasi antar guru mempermudah pelaksanaan program keagamaan secara konsisten. Pembagian tugas dalam pelaksanaan program keagamaan dilakukan kepada guru sesuai dengan kompetensi dan peran masing-masing. Guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, serta guru mata pelajaran lainnya terlibat langsung dalam pelaksanaan dan pembinaan kegiatan keagamaan. Temuan dari Zulfa & Pardjono, . mendukung hal ini, di mana pengorganisasian program keagamaan yang sistematis dan pembagian tugas guru sesuai kompetensi terbukti meningkatkan partisipasi siswa dan efektivitas kegiatan. Pola pengorganisasian ini menunjukkan adanya fleksibilitas peran dalam manajemen program keagamaan di madrasah. Pengorganisasian program keagamaan juga mencakup pengaturan jadwal dan mekanisme pelaksanaan kegiatan agar tidak mengganggu proses pembelajaran formal. Madrasah mengatur waktu pelaksanaan program keagamaan secara terintegrasi dengan jadwal belajar, sehingga kegiatan keagamaan dapat berjalan secara rutin dan Pengaturan ini menunjukkan bahwa program keagamaan diposisikan sebagai bagian dari budaya madrasah, bukan sebagai kegiatan yang bersifat insidental. Sari & Haikal, . menekankan bahwa pengorganisasian sumber daya manusia dan jadwal yang tepat memungkinkan kegiatan keagamaan tetap berjalan efektif meskipun jumlah guru terbatas. Pengaturan ini menunjukkan bahwa program keagamaan diposisikan sebagai bagian dari budaya madrasah, bukan sekadar kegiatan insidental. Dari sisi manajerial, pengorganisasian program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru mencerminkan penerapan fungsi organizing yang efektif, meskipun dengan struktur organisasi yang sederhana. Kejelasan peran dan tanggung jawab setiap pihak memungkinkan program keagamaan dapat dilaksanakan secara konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa pengorganisasian yang baik tidak selalu ditandai dengan struktur yang kompleks, tetapi dengan adanya koordinasi, komitmen, dan kerja sama antar pelaksana program. Tahap Pelaksanaan (Actuatin. Pelaksanaan program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru dilakukan secara rutin dan terintegrasi dalam aktivitas pendidikan sehari-hari. Program keagamaan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang bersifat pembiasaan, seperti kegiatan ibadah harian, pembacaan doa bersama, serta pembinaan spiritual sebelum dan sesudah kegiatan Pelaksanaan program tersebut diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai religius secara berkesinambungan sehingga dapat membentuk kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Pola pembiasaan ini sejalan dengan hasil berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa rutinitas kegiatan keagamaan, seperti shalat berjamaah, tadarus AlQurAoan, doa bersama sebelum pembelajaran, serta aktivitas religius lainnya, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan karakter religius siswa dalam lingkungan pendidikan formal (Mubin & Furqon, 2. Dalam pelaksanaan program keagamaan, guru berperan sebagai pelaksana sekaligus teladan bagi peserta didik. Guru tidak sekadar menyampaikan materi keagamaan secara konseptual, tetapi juga berperan sebagai teladan melalui sikap dan perilaku yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan yang ditunjukkan oleh guru Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Manajemen Program Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Mts An Najah Pekanbaru merupakan salah satu faktor kunci dalam tahap pelaksanaan program. karena peserta didik cenderung meniru sikap dan kebiasaan yang ditampilkan oleh pendidik. Temuan ini diperkuat oleh sejumlah penelitian yang menegaskan bahwa peran guru sebagai figur teladan dalam praktik keagamaan dan pembentukan karakter moral memiliki pengaruh yang signifikan terhadap proses internalisasi nilai-nilai religius pada peserta didik. Dalam konteks tersebut, guru berfungsi sebagai pengarah spiritual, teladan etika, sekaligus fasilitator dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah (Faiz et al. , 2024. Kinanthi et al. , 2. Dengan demikian, pelaksanaan program keagamaan tidak hanya terwujud melalui kegiatan formal, tetapi juga tercermin dalam pola interaksi antara guru dan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari di madrasah. Pelaksanaan program keagamaan juga dilakukan melalui kegiatan terstruktur yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran agama. Kegiatan seperti pembinaan akhlak, tahfidz dan tahsin Al-QurAoan, serta aktivitas keagamaan lainnya dilaksanakan secara kontiniu selaras dengan jadwal yang telah ditetapkan. Temuan-temuan empiris menunjukkan bahwa manajemen pelaksanaan kegiatan keagamaan yang tertata dan berkelanjutan mampu meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan pengamalan nilai-nilai agama di antara peserta didik, sehingga karakter religius lebih kuat terbentuk (Salsabila et al. , 2. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, peserta didik diarahkan untuk memahami nilai-nilai religius serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di luar lingkungan sekolah. Dari perspektif manajemen, tahap actuating di MTs An Najah Pekanbaru menunjukkan adanya upaya menggerakkan seluruh sumber daya madrasah untuk mencapai tujuan program keagamaan. Kepala madrasah dan guru berperan aktif dalam memberikan motivasi dan pembinaan agar program keagamaan dapat dilaksanakan secara konsisten. Pelaksanaan yang terarah dan berkesinambungan ini memperkuat internalisasi nilai religius pada diri peserta didik dan berkontribusi terhadap pembentukan karakter religius yang diharapkan oleh madrasah. Penerapan prinsip pelaksanaan yang efektif sebagaimana terlihat di MTs An Najah menguatkan temuan-temuan penelitian lain yang menunjukkan bahwa integrasi kegiatan keagamaan dalam rutinitas pendidikan dan penekanan pada peran teladan guru berkontribusi besar terhadap pengembangan karakter religius peserta didik di sekolah. Tahap Pengawasan (Controllin. Pengawasan dan evaluasi terhadap program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru dilaksanakan secara berkesinambungan guna menjamin bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah disepakati sebelumnya. Pengawasan dilakukan oleh kepala madrasah dan guru melalui pemantauan langsung terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan sehari-hari. Pemantauan ini bertujuan untuk melihat tingkat partisipasi peserta didik serta konsistensi pelaksanaan program keagamaan di lingkungan madrasah. Evaluasi terhadap program keagamaan tidak hanya diarahkan pada tingkat keterlaksanaan kegiatan, tetapi juga difokuskan pada perubahan sikap dan perilaku religius peserta didik. Guru melakukan penilaian terhadap sikap religius peserta didik melalui observasi, penilaian sikap, serta interaksi yang berlangsung dalam dan di luar kelas. Hasil penilaian tersebut menjadi indikator penting untuk mengetahui sejauh mana program keagamaan mampu memberikan dampak nyata dalam pembentukan karakter religius peserta didik. Selain itu, penelitian mengenai evaluasi program pembiasaan keagamaan di MA ManbaAoul Huda Cisambeng menunjukkan bahwa pelaksanaan evaluasi melalui Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Manajemen Program Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Mts An Najah Pekanbaru pengamatan langsung, wawancara, serta penilaian terhadap siswa dan guru dapat mengidentifikasi tingkat keberhasilan program dalam membentuk akhlak terpuji peserta Temuan tersebut juga menegaskan bahwa monitoring dan pengawasan yang dilakukan secara optimal merupakan salah satu faktor utama keberhasilan pelaksanaan program keagamaan (Sulaeman et al. , 2. Selain evaluasi individual terhadap peserta didik, madrasah juga melakukan evaluasi program secara keseluruhan melalui rapat dan refleksi bersama guru. Evaluasi tersebut dimanfaatkan untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan program keagamaan sekaligus merumuskan langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Melalui pelaksanaan evaluasi secara kolektif, madrasah dapat menyesuaikan program keagamaan dengan kebutuhan peserta didik serta kondisi madrasah yang senantiasa mengalami perkembangan. Sejalan dengan kajian evaluasi perkembangan religius peserta didik di sekolah, evaluasi efektivitas program agama mencakup penilaian terhadap perkembangan religius individual, baik melalui observasi keterlibatan siswa dalam kegiatan keagamaan maupun melalui hasil evaluasi hasil pembiasaan spiritual yang dilakukan secara periodik oleh guru (Baharudin & Kurahman, 2. Dari sudut pandang manajemen, tahap controlling di MTs An Najah Pekanbaru menunjukkan adanya upaya untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan program Evaluasi yang dilakukan secara sistematis memungkinkan madrasah untuk memastikan bahwa tujuan pembentukan karakter religius tetap menjadi fokus utama Dengan demikian, pengawasan dan evaluasi berperan penting dalam memperkuat efektivitas manajemen program keagamaan serta mendukung pembentukan karakter religius peserta didik secara berkelanjutan. Manajemen program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru menunjukkan pelaksanaan yang sistematis dan terintegrasi melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan program berlandaskan visi dan misi madrasah serta melibatkan partisipasi seluruh unsur madrasah, sehingga arah dan indikator pembentukan karakter religius dirumuskan secara jelas. Pengorganisasian program ditandai dengan pembagian peran dan tanggung jawab yang fungsional serta pengaturan jadwal kegiatan yang terintegrasi dengan proses pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, kegiatan keagamaan dilaksanakan secara rutin melalui pembiasaan dan keteladanan guru, yang berperan penting dalam internalisasi nilai-nilai religius peserta didik. Sementara itu, pengawasan dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan dan evaluasi individu maupun kolektif untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan program. Keseluruhan tahapan manajemen tersebut memperkuat efektivitas program keagamaan sebagai instrumen strategis dalam membentuk karakter religius peserta didik di MTs An Najah Pekanbaru. Faktor Pendukung dan Penghambat Manajemen Program Keagamaan dalam Membentuk Karakter Religius Karakter Peserta Didik di MTs An Najah Pekanbaru Pelaksanaan manajemen program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung dan penghambat yang saling berkaitan dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan program. Identifikasi terhadap faktor-faktor tersebut menjadi penting untuk memahami efektivitas program keagamaan dalam membentuk karakter religius peserta didik serta sebagai dasar perbaikan manajemen program keagamaan di madrasah. Faktor Pendukung Salah satu faktor pendukung utama dalam pengelolaan program keagamaan di MTs Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Manajemen Program Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Mts An Najah Pekanbaru An Najah Pekanbaru adalah kuatnya komitmen pimpinan madrasah terhadap upaya pembentukan karakter religius murid. Kepala madrasah memberikan dukungan kebijakan serta fasilitasi yang memadai terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan, sehingga program keagamaan ditempatkan sebagai bagian yang menyatu dalam budaya madrasah. Temuan ini selaras dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa dukungan kepala sekolah merupakan faktor penentu keberhasilan program keagamaan karena mampu memperkuat koordinasi, menjaga konsistensi pelaksanaan, serta menjamin keberlanjutan kegiatan keagamaan di lingkungan sekolah. (Fauziyah & Althafy, 2. Faktor pendukung berikutnya adalah peran aktif guru dalam pelaksanaan program Guru bukan hanya berperan sebagai pelaksana teknis kegiatan, melainkan juga berfungsi sebagai figur teladan dalam praktik keagamaan dan perilaku sehari-hari. Keteladanan guru dalam melaksanakan ibadah, menjaga akhlak, serta membiasakan nilainilai religius memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses internalisasi nilai religius pada peserta didik. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian yang menegaskan bahwa guru memiliki peran sebagai agen pembiasaan sekaligus model moral yang efektif dalam membentuk karakter religius peserta didik melalui interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. (Aji et al. , 2. Budaya madrasah yang bernuansa religius turut menjadi faktor pendukung yang signifikan dalam pelaksanaan program keagamaan. Pelaksanaan kegiatan keagamaan yang dilakukan secara rutin dan terencana, seperti doa bersama, ibadah harian, tadarus AlQurAoan, serta pembinaan akhlak, membentuk lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya pembiasaan perilaku religius. Sejalan dengan hal tersebut, berbagai penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang kuat dalam praktik keagamaan berperan dalam meningkatkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta sikap religius peserta didik, terutama apabila kegiatan keagamaan tersebut didukung oleh pengelolaan sekolah yang konsisten (Khusminatun & Makhful, 2. Faktor pendukung dan penghambat manajemen program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru menunjukkan adanya dinamika yang memengaruhi efektivitas pembentukan karakter religius peserta didik. Dukungan pimpinan madrasah, peran aktif dan keteladanan guru, serta budaya madrasah yang religius menjadi faktor pendukung utama yang memperkuat pelaksanaan program keagamaan secara berkelanjutan. Di sisi lain, keterbatasan sumber daya manusia, keragaman latar belakang peserta didik, serta keterbatasan waktu pelaksanaan menjadi tantangan yang memerlukan pengelolaan manajerial yang adaptif. Interaksi antara faktor pendukung dan penghambat tersebut menegaskan bahwa keberhasilan program keagamaan tidak hanya bergantung pada perencanaan dan pelaksanaan program, tetapi juga pada kemampuan madrasah dalam mengoptimalkan potensi internal serta merespons berbagai kendala secara strategis untuk mendukung pembentukan karakter religius peserta didik secara berkelanjutan. Faktor Penghambat Di samping faktor pendukung, terdapat beberapa faktor penghambat dalam manajemen program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru. Salah satu hambatan yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia, khususnya dalam hal jumlah guru yang secara khusus menangani program keagamaan. Kondisi ini menyebabkan guru harus merangkap beberapa peran sekaligus, sehingga pelaksanaan program keagamaan belum sepenuhnya optimal dan terkadang bergantung pada kesiapan masing-masing guru (Abdurrachman & Makhful, 2. Faktor penghambat lainnya berkaitan dengan latar belakang peserta didik yang Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Manajemen Program Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Peserta Didik Di Mts An Najah Pekanbaru Perbedaan tingkat pemahaman keagamaan, kebiasaan ibadah di lingkungan keluarga, serta pengaruh lingkungan luar madrasah memengaruhi respon peserta didik terhadap program keagamaan. Tidak semua peserta didik memiliki tingkat kesadaran religius yang sama, sehingga proses pembinaan karakter religius membutuhkan waktu dan pendekatan yang berkesinambungan. Keterbatasan waktu juga menjadi salah satu hambatan dalam pelaksanaan program Padatnya jadwal pembelajaran formal menuntut madrasah untuk menyesuaikan pelaksanaan program keagamaan agar tidak mengganggu kegiatan Kondisi ini menyebabkan ruang pelaksanaan program keagamaan harus diatur secara efisien, sehingga tidak semua kegiatan dapat dilaksanakan secara maksimal sesuai dengan perencanaan awal (Khusminatun & Makhful, 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan, dapat disimpulkan bahwa manajemen program keagamaan di MTs An Najah Pekanbaru dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang terintegrasi. Program keagamaan dirancang berdasarkan visi dan misi madrasah, diorganisasikan melalui pembagian peran yang fungsional, dilaksanakan secara berkelanjutan melalui pembiasaan dan keteladanan guru, serta diawasi melalui pemantauan dan evaluasi yang konsisten. Pelaksanaan manajemen program keagamaan tersebut didukung oleh komitmen pimpinan madrasah, peran aktif guru, dan budaya madrasah yang religius, namun masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia, keragaman latar belakang religius peserta didik, serta keterbatasan waktu pelaksanaan. Berdasarkan temuan tersebut, madrasah disarankan untuk terus memperkuat perencanaan program keagamaan dengan indikator capaian karakter religius yang lebih terukur, meningkatkan kapasitas dan optimalisasi peran guru dalam pelaksanaan program, serta mengembangkan mekanisme evaluasi yang lebih sistematis agar hasil pengawasan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perbaikan program. Selain itu, diperlukan pengelolaan waktu dan sumber daya yang lebih adaptif agar program keagamaan tetap berjalan efektif tanpa mengganggu proses pembelajaran formal, sehingga pembentukan karakter religius peserta didik dapat berlangsung secara kontiniu. REFERENSI