Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientific Journal GAMBARAN PENGETAHUAN IBU MENYUSUI TENTANG RESIKO PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI KELURAHAN KOTA SIANTAR LORONG KAYUARA KECAMATAN PANYABUNGAN KABUPATEN MANDAILING NATAL TAHUN 2021 Nurkholidah Akademi Kebidanan Armina Centrel Panyabungan Email : nurkholidah982@yahoo. ABSTRACT Supplementary feeding means providing food other than breast milk where breast milk is a natural food for babies and must be given without additional food until the age of 6 months, but the fact is that there are still many mothers who give food to babies aged under 0-6 months. This descriptive study aims to describe the knowledge of breastfeeding mothers about the risk of giving additional food to infants aged 0-6 months in Siantar Lorong Kayuara Village. Panyabungan District. Mandailing Natal Regency. Collecting data using primary data obtained from the results of filling out questionnaires by respondents. The sampling technique in this study was using the total sampling technique. The results of the study were that the majority of respondents had less knowledge, namely 18 respondents . 4%). Based on the age of the majority of good knowledge aged 25-35, namely 11 respondents . %). Based on education, the majority have less knowledge with high school education, namely 11 respondents . 3%). Based on the occupation, the majority have less knowledge of the work of farmers, namely 8 respondents . 1%). Based on parity, the majority have less knowledge with parity Multipara, namely 7 respondents . 6%). Based on the sources of information, the majority have less knowledge than sources of information from electronic media and health workers, each of which is 7 respondents . 3%). From the results of this study, it can be concluded that the knowledge of breastfeeding mothers about the risk of giving additional food to infants aged 0-6 months is lacking, for that it is hoped that health workers can increase counseling for breastfeeding mothers about all matters related to supplementary feeding. Keywords: Knowledge. Breastfeeding Mother. Supplementary Food Vol. 6 N0. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientific Journal ABSTRAK Pemberian makanan tambahan berarti memberikan makanan selain dari ASI dimana ASI merupakan makanan alami untuk bayi dan harus diberikan tanpa makanan tambahan sampai usia 6 bulan, namun kenyataan masih banyak ibu yang memberikan makanan pada bayi usia di bawah 0-6 bulan. Penelitian ini bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu menyusui tentang resiko pemberian makanan tambahan pada bayi usia 0-6 bulan di Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner oleh responden. Tekhnik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan Tekhnik total sampling. Hasil penelitian mayoritas berpengetahuan kurang yaitu 18 responden . ,4%). Berdasarkan umur mayoritas berpengetahuan baik berumur 25-35 yaitu 11 responden . %). Berdasarkan pendidikan mayoritas berpengetahuan kurang dengan pendidikan SMA yaitu 11 responden . ,3%). Berdasarkan pekerjaan mayoritas berpengetahuan kurang dengan pekerjaan petani yaitu 8 responden . ,1%). Berdasarkan paritas mayoritas berpengetahuan kurang dengan paritas Multipara yaitu 7 responden . ,6%). Berdasarkan sumber inforasi mayoritas berpengetahuan kurang dari sumberinformasi media elektronik dan tenaga kesehatan masing-masing 7 responden . ,3%). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu menyusui tentang resiko pemberian makanan tambahan pada bayi usia 0-6 bulana dalah kurang, untuk itu diharapkan kepada petugas kesehatan dapat meningkatkan penyuluhan pada ibu menyusui tentang segala hal yang berkaitan dengan pemberian makanan tambahan. Kata Kunci : Pengetahuan. Ibu Menyusui. Makanan Tambahan Vol. 6 N0. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientific Journal makan yang baik. Tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik jika dalam pemberian ASI adalah makanan pertama yang makanan tambahan sesuai pertambahan alami untuk bayi. ASI menyediakan semua umur, kualitas, dan kuantitas makanan yang energi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi baik untuk bulan-bulan pertama kehidupan. Menyusui adalah cara yang sangat baik Makanan pendamping ASI dini dalam menyediakan makanan ideal bagi makanan tambahan yang diberikan pertumbuhan dan perkembangan bayi yang Dalam rangka menurunkan angka kepada bayi pada usia kurang dari 6 bulan kesakitan dan kematian bayi. UNICEF dan selain Air Susu Ibu (ASI). Organisasi Amerika WHO merekomendasiakan sebaiknya bayi kesehatan hanya disusui air susu ibu (ASI) paling merekomendasikan pemberian makanan sedikit 6 bulan, dan pemberian ASI pendamping ASI pada usia 6 bulan untuk dilanjutkan sampai bayi berumur dua tahun bayi yang mendapatkan ASI eksklusif, serta (WHO Agar dapat di usia 4-6 bulan untuk bayi yang mempertahankan ASI eksklusif selama 6 mendapatkan susu formula . Meta bulan. WHO merekomendasikan agar Hanindita. Sp. A, 2. melakukan inisiasi menyusui dalam satu jam World Health Organization (WHO pertama kehidupan, bayi hanya menerima 2. melaporkan bahwa secara global rataASI tanpa tambahan makanan atau rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia minuman, termasuk air, menyusui sesuai pada tahun 2017 hanya sebesar 38% WHO prmintaan ataus esering yang diinginkan menargetkan pada tahun 2025 angka bayi, dan tidak menggunakan botol atau dot pemberian ASI eksklusif pada usia 6 bulan (WHO, 2. pertama kelahiran meningkat setidaknya PENDAHULUAN ASI mengandung semua zat gizi 50%. Menurut UNICEF . rendahnya yang diperlukan bayi di 6 bulan pertama, cakupan pemberian ASI eksklusif salah satu termasuk karbohidrat, protein, lemak, nya disebabkan kurangnya pengetahuan vitamin, mineral, dan air. Pada umumnya, tentang manajemen laktasi. bayi tidak memerlukan sumber nutrisi lain Berdasarkan penelitian di Sri Lanka selama masa menyusui eksklusif. ASI kaya menunjukkan 23% bayi menerima makanan akan zat gizi yang diperlukan bayi dan tidak pendamping ASI pada usia 4 bulan, dan dapat sepenuhnya ditiru oleh susu formula hamper semua ibu-ibu sudah mulai mana pun . Meta Hanindita. Sp. A, 2. memberikan makanan padat seperti nasi tim. Pada umur 0-6 bulan pertama biskuit, dan lain-lain tanpa saran darimedis. ASI merupaka nmakanan yang Total dari 410 bayi, terdapat 34% bayi terbaik bagi bayi, namun setelah usia diberikan makanan pendamping ASI tersebut bayi mulai membutuhkan makanan sebelum usia 6 bulan. Data UNICEF tahun tambahan selain ASI yang disebut makanan 2006 menyebutkan bahwa kesadaran ibu pendamping ASI. Pemberian makanan untuk memberikan ASI di Indonesia baru pendamping ASI mempunyai tujuan 14%, itupun diberikan hanya sampai bayi memberikan zat gizi yang cukup bagi berusia 4 bulan (IkaHasriniSyam, 2. Menurut data pemantauan status gizi pertumbuhan dan perkembangan fisik dan di Indonesia pada tahun 2017 menunjukkan psikomotorik yang optimal, selain itu untuk cakupan pemberian ASI eksklusif selam 6 mendidik bayi supaya memiliki kebiasaan bulan pertama oleh ibu kepada bayinya Vol. 6 N0. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientific Journal masih sangat rendah yakni 35,7%. Artinya Kecamatan Panyabungan Kabupaten ada 65yi yang tidak diberikan ASI Mandailing Natal, dari 35 orang ibu yang eksklusif selama 6 bulan saat lahir. Angka mempunyai bayi usia 0-6 bulan, terdapat 20 ini cukup jauh dari target cakupan ASI orang ibu sudah memberikan makanan eksklusif pada tahun 2019 yang ditetapkan tambahan pada bayinya pada usia 3-5 bulan. WHO Kementerian dengan alasan 10 orang ibu mengatakan Kesehatanyaitu 80% (Kemenkes RI, 2. karena sibuk dengan pekerjaan, 6 orang ibu mengatakan supaya bayinya gemuk, 4 orang Berdasarkan kesehatan ibu mengatakan bayi sering menangis, dan Sumatera Utara tahun 2017, dari 296. 443 15 orang ibu belum memberikan makanan bayi lahir hidup, jumlah bayi yang tambahan pada bayi nya. Dari ibu yang meninggal sebelum mencapai ulang tahun memberikan makanan tambahan ada 4 orang yang pertama berjumlah 771 bayi, perkiraan ibu yang bayinya mengalami kegemukan Angka Kematian Bayi(AKB) di Sumatera dan 2 orang ibu yang bayinya mengalami Utara tahun 2017 yakni 2,6/1. 000 Kelahiran diare. Hidup (KH). Cakupan persentase bayi yang diberi ASI tahun 2017 mengalami Berdasarkan dari latar belakang tahun diatas maka penulis tertarik untuk Kabupaten dengan melakukan penelitian dengan judul pencapaian>60%yaitu simalungun AuGambaran Pengetahuan Ibu Menyusui . ,61%). Labuhan Batu Utara . ,41%). Tentang Resiko Pemberian Makanan Samosir . ,11%). Padang sidempuan Tambahan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di . ,05%). Padang Lawas . ,77%). Tebing Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara Panyabungan Kabupaten Tinggi . ,44%) dan Dairi . ,6%). Kecamatan Terdapat 2 kabupaten dengan pencapaian< Mandailing Natal Tahun 2021Ay. 10% yaituNias Utara . ,86%) dan Padang Lawas Utara . ,30%) (Dinas Kesehatan TINJAUAN PUSTAKA Provinsi Sumatera Utara, 2. Defenisi Makanan Tambahan Berdasarkandata profil kesehatan Makanan tambahan adalah makanan Mandailing Nataltahun 2018 persentase yang diberikan kepada bayi selain ASI untuk pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-5bulan memenuhi kebutuhan gizinya. Makanan . ,49%), 6-23 bulan . ,51%), sedangkan tambahan diberikan mula iumur 6-24 bulan pemberian makanan tambahan pada bayi 0- dan merupakan makanan peralihan dari ASI 5 bulan . ,18%) dan bayi 6-11 bulan kemakanan keluarga. Pengenalan dan . ,91%). pemberian makanan tambahan harus Dari data diatas dapat diketahui dilakukan secara bertahap baik bentuk bahwa ibu kurang memberi ASI eksklusif maupun jumlah. Hal ini dimaksud kan untuk pada bayi nya dan sebagai penggantinya menyesuaikan kemampuan alat cerna bayi para ibu cenderung memberikan makanan dalam menerima makanan tambahan tambahan terlalu dini, dimana belum berusia (Kemenkes RI, 2. enam bulan sudah diberikan makanan JenisMakananTambahan Cara Dari survey awal yang dilakukan tambahan bagi bayi adalah dari makanan oleh peneliti pada awal Januari 2021di berbentuk cair kekental lalu bertahap Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara Vol. 6 N0. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientific Journal menjadi keras seiring dengan proses dan yang umur juga perkembangan bayi, sehingga (Kemenkes RI, 2. usus bayi pun terlatih dengan sendirinya Kepadatan Energi/Densitas terhadap makanan yang diterimanya. Tidak kurang dari 0,8 kal/gram. Adapun jenis-jenis makanan tambahan Protein (Chintia, 2. Tidak kurang dari 2 gram/100 kalori Makanan lunak dan tidak lebih dari 5. 5 gram/100 Makanan lunak yaitu semua kaloridengan mutu protein tidak makanan termasuk yang disajikan kurang dari 70% Kaseinstandar. dalam bentuk halus dan diberikan Nilai Protein Energi % mempunyai pada bayi yang pertama kali, range antara 10-18. misalnya bubur susu dan sari buah. Lemak Kandungan lemak mempunyai jarak Makanan lembek Makanan lembek yaitu makanan antara 1,5 gram Ae 4,5 gram/100 peralihan dari makanan lunak kemakanan biasa seperti nasi tim. Tanda-tandaBayi Yang Sudah Siap Makanan biasa Makanan biasa yaitu termasuk Diberi Makanan Tambahan Sebagai makanan orang dewasa yang Berikut : disajikan seperti nasi. Makanan padat Tanda bayi siap makan makanan tambahan pertama yang diberikan kepada anak secara fisik harus mudah dicerna dan bukan Mampu menahan kepala dan makanan yang mempunyai resiko lehernya untuk tetap tegak yang tinggi. Makanan Mampu duduk sendiri diberikan kepada bayi sebaiknya Refleks tidak diberikan tambahan apapun seperti garam dan gulakarena garam Keterampilan . ral sedangkan gula dapat membuat bayi Tertarik dengan makanan menyukai makanan manis yang Memiliki koordinasi tangan dan dapat merusak gigi . uluk, 2. mulut yang baik MakananTambahan yang Baik Tanda bayi siap makan makanan Makanan tambahan yang baik adalah tambahan secara psikologis makanan tambahan bagi bayi yang dapat Mulai meniru cara makan orang lain menghasilkan energy setinggi mungkin, . sekurang-kurangnya mengandung 360 kkal Terlihat per gram bahan. Syarat makanan tambahan bagi bayi yaitu bersifat padat gizi dan Menunjukkan keinginan makan mengandung serat kasar serta bahan lain Menunjukkan tanda lapar yang sukar dicerna seminimal mungkin. Penasaran dengan apa yang anda sebab serat kasar yang terlalu banyak (KarintaArianiSetiaputri, jumlahnya akan mengganggu pencernaan. Selain itu beberapa zat gizi yang terkai terat dengan tumbuh kembang anak Vol. 6 N0. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientific Journal Waktu Yang Tepat Makanan Tambahan Memberikan Manfaat ASI Eksklusif Makanan tambahan ASI mulai diberikan pada bayi saat berusia>6 bulan. Makanan tambah penting diberikan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi bayi yang Namun, tidak sedikit ibu yang mengalami kebingungan dalam menentukan waktu yang tepat untuk memberikan makanan tambhan dan jenis makanan tambahan yang harus diberikan pada bayi. Manfaat ASI eksklusif bagi bayi antara lain : Melindung Bayi Dari Kuman MenyediakanNutrisi Lengkap Jaminan Asupan Higienis dan Aman Membuat Bayi Tumbuh Sehat dan Cerdas Mencegah Diare dan Malnutrisi Memperkuat Ikatan Emosional Mengurangi Risiko Kanker. Membantu Memberikan Jarak pada Kelahiran Menghemat Biaya Ibu harus mengetahui mengenai waktu dan jenis makanan tambahan yang harus diberikan kepada bayi sesuai dengan Resiko Pemberian Makanan Tambahan usia dan batas pemberiannya, diantaranya Pada Usia Kurang Dari Enam Bulan Makanan Tambahan Untuk Bayi Resiko pemberian makanan tambahan Berusia 6-9 Bulan pada bayi kurang dari enam bulan berbahaya Saat bayi berusia sekitar 6-9 bulan karena bayi belum membutuhkan makanan makanan tambahan sudah dapat tambahan pada usia ini, jika diberikan diberikan untuk memperkenalkan makanan berbagaimakanan selain ASI yang menggantikan ASI dimana bayi akan minum dapat dikonsumsi setiap hari. Pada ASI lebih sedikit dan ibu memproduksinya tahap pengenalan ini, ibu dapat kurang maka kebutuhan nutrisi bayi tidak memberikan makanan tambahan terpenuhi dan factor pelindung dari ASI dengan tekstur yang lembut dan menjadi sedikit, kemungkinan terjadi resiko lunak agar mudah dikonsumsi dan infeksi meningkat, selain itu tidak dicerna oleh bayi, misalnya bubur ditemukan bukti bahwa pemberian makanan susu dan bubur saring. tambahan pada usia empat dan lima bulan lebih menguntungkan, bahkan mempunyai Makanan Tambahan Untuk Bayi Berusia 9-12 Bulan Dan >12 Bulan dampak negative untuk kesehatan bayi. Pada usia ini bayi sudah lebih Telah diketahui bahwa pemberian mengenal variasi makanan dan tambahan pada bayi usia dibawah indera pengecapan nya pun sudah semakin terlatih. Pada usia tersebut, enam bulan memiliki resiko terkena infeksi bayi dapat mulai diberikan makanan bahkan kematian. Bay i yang diberimakanan dengan tekstur sedikit kasar dengan tambahan usia dibawah enambulan rentan cara dicincang halus. Ibu dapat terkena penyakit seperti mencoba memberikan beberapa jenis Diare dan sembelit karena tetap harus saluran cerna bayi belum memperhatikan nutrisi dan gizinya. sempurna untuk mencerna makanan padat Vol. 6 N0. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientific Journal Invaginasi atau intususepsi 2. Cukup Kurang adalah kondisi yang membuat Total suatu segmen usus masuk kedalam bagian usus lainnya Dari tabel di atas dapat diketahui menimbulkan bahwa dari 35 responden yang diteliti berbagai masalah kesehatan mayoritas dengan pengetahuan kurang yaitu 18 responden . ,4%) dan minoritas dengan Meningkatkan resiko alergi pengetahuan cukup yaitu 4 responden sebab saat bayi menerima . ,4%). asupan lain selain ASI, maka Tabel 4. Frekuensi Pengetahuan Responden Tentang kekebalan yang diterimabayi Resiko Pemberian Makanan Tambahan akan berkurang. Kemudian. Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Berdasarkan Umur pemberian makanan tambahan di Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara dini berisiko membuka pintu KecamatanPanyabungan gerbang masuknya berbagai Kabupaten Mandailing Natal Pada Tahun 2021 jenis kuman, apalagi disajikan tidak higienis. No. Umur Obesitas 16-24 tahun 25-35 tahun makanan padat memiliki kalori 2. lebih tinggi dari pada ASI 3. 36-40Total eksklusif (AsriEdiyati, 2. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 35 responden yang diteliti Dari hasil penelitian mengenai mayoritas dengan umur 25-35 tahunyaitu 22 Gambaran Pengetahuan Ibu Menyusui responden . ,9%) dan minoritas dengan Tentang Resiko Pemberian Makanan umur36-40 tahun yaitu 6 responden . ,1%) Tambahan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Tabel 4. Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Kecamatan Panyabungan Kabupaten Tentang Resiko Pemberian Makanan Tambahan Bayi Usia 0-6 Bulan Berdasarkan Umur Mandailing Natal Pada Tahun 2021 Pada di Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara diperoleh data dari 35 ibu menyusui yang Kecamatan Panyabungan mempunyai bayi usia 0-6 bulan dan hasilnya Kabupaten Mandailing Natal Pada Tahun 2021 dapat disajikan pada table distribusi Pengetahuan frekuensi berikut ini : Juml HASIL PENELITIAN Tabel 4. Frekuensi Pengetahuan Responden Tentang Resiko Pemberian Makanan Tambahan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Pada Tahun 2021 Total Pengetahuan Baik Vol. 6 N0. 2 Desember 2021 Baik Cukup F % Kurang Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientific Journal Dari tabel di atasdapat diketahui bahwa dari7 responden yang berumur 16Dari table di atas dapat diketahui 24 tahun mayoritas berpengetahuan kurang bahwa dari 3 responden yang berpendidikan yaitu 3 responden . ,8%) dan minoritas SD yang berpengetahuan baik, cukup, dan berpengetahuan baik dan cukup yaitu kurang masing-masing 1 responden masing-masing 2 responden . ,6%). Dari . ,3%). Dari 7 responden yang 22 responden yang berumur 25-35 tahun berpendidikan SMP mayoritas berpengatahuan baikyaitu 11 berpengetahuan kurang yaitu4 responden ,1%) dan minoritas berpengetahuan baik berpengetahuan cukup yaitu 2 responden yaitu 3 responden . ,8%). Dari 21 . ,6%). Dari 6 responden yang berumur responden yang berpendidikan SMA 36-40 tahun berpengetahuan kurang mayoritas berpengetahuan kurangyaitu 11 . %). ,3%) berpengetahuan cukup yaitu 2 responden Tabel 4. ,5%). Sedangkan dari 4 responden yang Frekuensi Pengetahuan Responden Tentang berpendidikan perguruan tinggi mayoritas Resiko Pemberian Makanan Tambahan Pada berpengetahuan kurang yaitu 2 responden BayiUsia 0-6 Bulan Berdasarkan Pendidikan . %) dan minoritas berpengetahuan baik di Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara dan cukup yaitu masing-masing 1 responden Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal . %). Pada Tahun 2021 No. Pendidikan SMP SMA Tinggi Total Jumlah Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 35 responden yang diteliti mayoritas berpendidikan SMA yaitu 21 responden . %) dan minoritas berpendidikan SD yaitu 3 responden . ,6%) Tabel 4. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Tentang Resiko Pemberian Makanan Tambahan Pada Bayi Usia 0 -6 Bulan Berdasarkan Pendidikan di Klurahan Kota Siantar Lorong Kayuara Kecaatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Pada Tahun 2021 Pendidikan SMP SMA Tinggi Total Baik 13 37,1 Pengetahuan Cukup Kurang 1 33,3 11 52,3 4 11,4 18 51,4 Vol. 6 N0. 2 Desember 2021 Jumlah Tabel 4. Frekuensi Pengetahuan RespondenTentang Resiko Pemberian Makanan Tambahan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Berdasarkan Pekerjaan di Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Pada Tahun 2021 No. Total Pekerjaan IRT Petani Wiraswasta PNS Jumlah Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 35 responden yang diteliti mayoritas memiliki pekerjaan petani yaitu 14 responden . %) dan minoritas memiliki pekerjaan PNS yaitu 2 responden . ,7%). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Tentang Resiko Pemberian Makanan Tambahan Pada BayiUsia 0-6 Bulan Berdasarkan Pekerjaan di Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Pada Tahun 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientific Journal Pengetahuan Pekerj IRT Petani Wirasw PNS Total Juml Kuran Baik Cukup Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 9 responden yang pekerjaan sebagai IRT mayoritas berpengetahuan baik yaitu 6 responden . ,7%) dan minoritas berpengetahuan cukup yaitu 1 responden . ,1%). Dari 14 responden yang pekerjaanya sebagai petani mayoritas berpengetahuan kurang yaitu 8 responden . ,1%) dan minoritas berpengetahuan cukup yaitu 2 responden . ,3%). Dari 10 responden yang pekerjaannya sebagai kurang yaitu 7 responden . %) dan minoritas berpengetahuan baik yaitu 3 responden . %). Dari 2 responden yang pekerjaannya sebagai PNS masing- masing berpengetahuan cukup dan kurang yaitu 1 responden . %). Tabel 4. Frekuensi Pengetahuan Responden Tentang Resiko Pemberian Makanan Tambahan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Berdasarkan Paritas di Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Pada Tahun 2021 No. Total Paritas Primipara Scundipara Multipara Grandemultipara Jumlah Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 35 responden yang diteliti mayoritas ibu yang multipara yaitu 11responden . ,4%) dan minoritas ibu Vol. 6 N0. 2 Desember 2021 yang grandemultipara yaitu 4responden . ,4%). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden Tentang Resiko Pemberian Makanan Tambahan Pada BayiUsia 0-6 Bulan Berdasarkan Paritas di Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Pada Tahun 2021 Pengetahuan Paritas Baik Cukup Kurang Jum Primipara Scundipara Multipara Grandemul Total Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 10 respon dendengan paritas Primipara mayoritas berpengetahuan baik yaitu 5 responden . %) dan minoritas berpengetahuan cukup yaitu 2 responden . %). Dari 10 responden dengan paritas Scundipara mayoritas berpengetahuan kurang yaitu 5 responden . %) dan minoritas berpengetahuan cukup yaitu 1 responden . %). Dari 11 responden dengan paritas Multipara mayoritas berpengetahuan kurang yaitu 7 responden . ,6%) dan minoritas berpengetahuan cukup yaitu 1 responden . ,1%). Sedangkan dar 14 responden dengan paritas grandemultipar amayoritas berpengetahuan kurang yaitu 3 responden . %) dan Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientific Journal minoritas berpengetahuan baik yaitu 1 cukup yaitu 1 responden . ,7%). Dari 6 responden . %). responden yang memperoleh informasidari media cetak mayoritas berpengetahuan baik . %) Tabel 4. Frekuensi Pengetahuan Responden Tentang Resiko responden . ,7%). Dari 12 responden yang Pemberian Makanan Tambahan Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Berdasarkan Sumber Informasi di Kelurahan Kota Siantar memperoleh informasi dari tenaga kesehatan Lorong Kayuara Kecamatan Panyabungan Kabupaten mayoritas berpengetahuan kurang yaitu 7 Mandailing Natal Pada Tahun 2021 ,3%) No. SumberInformasi Jumlah berpengetahuan cukup yaitu 1 responden Media Elektronik . ,3%). Sedangkan dari 4 responden yang Media Cetak Kesehatan memperoleh informasi dari komunikasi Komunikasi teman/keluarga mayoritas berpengetahuan Teman/Keluarga Total kurang yaitu 2 responden . %) dan minoritas berpengetahuan baik dan cukup Dari tabel di atas dapat diketahui masing-masing 1 responden . %). bahwa dari 35 responden yang diteliti Kesimpulan mayoritas memperoleh informasi dari media Setelah elektronik yaitu 13 responden . ,1%) dan Pengetahuan Ibu Tentang Resiko Pemberian minoritas memperoleh informasi dari Makanan Tambahan Pada Bayi Usia 0-6 komunikasi teman/keluarga yaitu 4 Bulan DiKelurahan Kota Siantar Lorong responden . ,4%). Kayuara Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Pada Tahun Tabel 4. 2021 maka penulis dapat memberikan Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden kesimpulan sebagai berikut : Tentang Resiko Pemberian Makanan Tambahan Berdasarkan pengetahuan ibu Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Berdasarkan Sumber yang mempunyai bayi usia 0-6 Informasi di Kelurahan Kota Siantar Lorong Kayuara Kecamatan Panyabungan Kabupaten bulan tentang resiko pemberian Mandailing Natal Pada Tahun 2021 makanan tambahan mayoritas berpengetahuan kurang yaitu 18 Pengetahuan Sumber Baik Cukup Kurang Jumlah Informasi Pengetahuan 1 Media mempunyai bayi usia 0-6 bulan Elektronik 2 Media Cetak makanan tambahan berdasar kan 3 T. Kesehatan umur mayoritas berpengetahuan 4 K. baik berumur 25-35 yaitu 11 Teman/Keluar Pengetahuan Total mempunyai bayi usia 0-6 bulan makanan tambahan berdasarkan Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 13 responden yang memperoleh berpengetahuan kurang dengan informasidari media elektronik mayoritas pendidikan SMA yaitu 11 berpengetahuan kurang yaitu 7 responden . ,8%) dan minoritas berpengetahuan Vol. 6 N0. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientific Journal Pengetahuan yang Carmelita. April . Meski Bayi mempunyai bayi usia 0-6 bulan Tampak Siap. Ini Bahaya Memberi Makan Di Bawah Usia 6 Bulan. nmakanan tambahan berdasarkan https://w. com/baby/0pekerjaan 6-month/winda-carmelita/bahayaberpengetahuan kurang dengan memberi-makan-bayi-di-bawahpekerjaan petani yaitu 8 usia-6-bulan. Pengetahuan yang Chintia, 2015. Pengetahuan Ibu Tentang mempunyai bayi usia 0-6 bulan Makanan Pendamping ASI Pada BayiUsia Bulan, makanant ambahan berdasarkan http://repository. berpengetahuan kurang dengan dr. Meta Hanindita. 567 Fakta paritas Multipara yaitu 7 tentang MPASI. 456 Fakta tentang ASI dan Menyusui. Pengetahuan mempunyai bayi usia 0-6 bulan Fitriani. Gambaran Pengetahuan remaja puteri Tentang abortus makanan tambahan berdasarkan provocatus kriminalis di kelas xl smk willem iskandar. berpengetahuan kurang dari media Kemenkes RI, 2016. Pengetahuan Ibu elektronik dan tenaga kesehatan Tentang Makanan Pendamping ASI masing-masing 7 responden. Pada BayiUsia Bulan, http://repository. Kemenkes, 2018. Kapan Waktu Dan Jenis Yang Tepat Untuk Memberikan DAFTAR PUSTAKA