Nirwana Puspasari dan Ahmat Solikin. Analisis Jalinan Jalan (Weaving Are. pada Ruas JalanA ANALISIS JALINAN JALAN (WEAVING AREA) PADA RUAS JALAN YOS SOEDARSO-KINIBALU DI BUNDARAN BESAR PALANGKA RAYA NIRWANA PUSPASARI DAN AHMAT SOLIKIN Dosen Program Studi Teknik Sipil. Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palangkaraya ABSTRACT The aim of this study is to determine the performance of weaving area and the volume of traffic at this The study of this weaving area is in the form of primary and secondary data collection. The primary data included the data of traffic flow volume and side constraints. The secondary data included the data on the number of population and geometric data on the part of weaving area at the big round. The analysis was calculated based on the method of Indonesian Highway Capacity Manual 1997, which resulted in the form of volume, capacity, degree of saturation, delays and queues opportunities. From the result of the analysis, it was found that the volume at peak hours in the morning, afternoon, and evening respectively. (QTOTAL) = 2420. 07 smp/hour (QTOTAL) = 2776. 13 smp/hour and (QTOTAL) = 2337. 17 smp/hour. Whereas the performance on the part of weaving area of daily traffic average at peak hours in the morning can actually capacity (C) = 3481. 848 smp/h, the degree of saturation DS = 0. 695, delay braided section (DT) = 3. 799 sec/smp, and opportunities queue braided section (Qp%) = lower limit/minimum of 12. 12%, and the upper limit/maximum of 28. On the daily traffic average at peak hours during the day obtained the capacity actually (C) = 3495. 967 smp/h, the degree of saturation DS = 0692, delay part of weaving area (DT) = 3,766 det/smp, and opportunities queue section weaving area (Qp%) = lower limit/minimum of 11. 99%, and the upper limit/maximum of 27. On the daily traffic, the average at peak hours in the afternoon, the accually capacity can be obtained (C) = 3593. 639 smp/h, the degree of saturation DS = 0673, delay part weaving area (DT) = 3,546 det/smp, and opportunities queue section weaving area (Qp %) = lower limit/minimum 11. 16%, and the upper limit/maximum of 25. Based on the analysis, the results obtained Degree of Saturation (DS) to all parts of weaving area is less than 0. 75 the terms set forth in MKJI, 1997 so that each hour of the peak that occurred in parts of weaving area on Yos Sudarso-Kinibalu street is still qualify. Keywords: capacity, traffic volume, degree of saturation, delay, connect roads and round abouts ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja bagian jalinan . eaving are. dan volume lalu lintas saat ini. Penelitian yang dilakukan pada bagian jalinan ini yaitu dengan pengumpulan data primer dan Data primer meliputi data volume arus lalu lintas dan hambatan samping. Sedangkan data sekunder meliputi data jumlah penduduk dan data geometrik pada bagian jalinan di bundaran tersebut. Dalam melakukan analisis, perhitungan berdasarkan metode dari Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997, yang mana akan dihasilkan berupa volume, kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan peluang antrian. Hasil analisis mendapatkan volume pada jam puncak pagi, siang, dan sore berturut-turut. (QTOTAL) = 2420,07 smp/jam, (QTOTAL) = 2776,13 smp/jam dan (QTOTAL) = 2337,17 smp/jam. Sedangkan kinerja bagian jalinan pada lalu lintas harian rata-rata pada jam puncak pagi hari didapat kapasitas sesungguhnya (C) = 3481,848 smp/jam, derajat kejenuhan DS = 0,695, tundaan bagian jalinan (DT) = 3,799 det/smp, dan peluang antrian bagian jalinan (Qp%) = batas bawah/minimum sebesar 12,12%, dan pada batas atas/maksimum sebesar 28,18%. Lalu lintas harian rata-rata pada jam puncak siang hari didapatkan kapasitas sesungguhnya (C) = 3495. 967 smp/jam, derajat kejenuhan DS = 0. 692, tundaan bagian jalinan (DT) = 3. 766 det/smp, dan peluang antrian bagian jalinan (Qp%) = batas bawah/minimum 99%, dan pada batas atas/maksimum sebesar 27. Pada lalu lintas harian rata-rata pada jam puncak sore hari di dapat kapasitas sesungguhnya (C) = 3593. 639 smp/jam, derajat kejenuhan DS = 0. 673, tundaan bagian jalinan (DT) = 3. 546 det/smp, dan peluang antrian bagian jalinan (Qp%) = batas bawah/minimum sebesar 11. 16%, dan pada batas atas/maksimum sebesar 25. Hasil analisa memperoleh Derajat Kejenuhan (D. untuk semua bagian jalinan kurang dari 0,75 syarat yang sudah ditetapkan dalam MKJI, 1997 sehingga dari masing-masing jam puncak yang terjadi pada bagian jalinan pada segmen jalan Yos Soedarso-Kinibalu masih memenuhi syarat. Kata kunci : kapasitas (C), volume lalu lintas (Q), derajat kejenuhan (D. , tundaan (D. , jalinan jalan dan Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 109 Ae 116 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . PENDAHULUAN Dari Latar Belakang Sudarso-Kinibalu Palangka Kota Palangka Raya merupakan ibu kota Kalimantan Tengah yang 2A12Ao36AyLS terletak pada titik 113A55Ao12AyBT. Raya. Yos Bundaran Besar Kota kendaraan yang bisa menyebabkan kemacetan Dengan pada daerah jalinan tersebut. Hal ini disebabkan banyaknya kemacetan lalu lintas di Jakarta, karena pada bagian jalinan . eaving sectio. pada akhir bulan Juli dan awal Agustus 2010 tersebut, terjadi jalinan arus lalu lintas yang cukup muncul beberapa wacana untuk memindahkan ibu kota Indonesia ke Palangka Raya. Dengan sempit, dibandingkan pada area weaving yang adanya wacana tersebut pertumbuhan penduduk lainnya yang ada di bundaran besar Palangka dan roda perekonomian Kota Raya. Palangka Raya dengan lebar area Dalam menganalisa kinerja suatu weaving sangat meningkat, dengan meningkatnya jumlah area pada suatu bundaran, perlu menghitung volume lalu lintas dan kapasitas pada daerah diperlukan sarana transportasi yang lebih baik. Hal ini penting dilakukan untuk Seperti diketahui bahwa sekarang ini banyak mengetahui tingkat kinerja weaving area yang sekali alat transportasi yang dapat digunakan, akan di analisa. Kapasitas weaving didefinisikan sebagai Dengan meningkatnya arus lalu lintas arus lalu lintas total pada saat bagian jalinan sedangkan penyediaan prasarana yang kecil . eaving akan menimbulkan kapasitasnya (MKJI, 1. Kapasitas weaving ketidak seimbangan dan pada lamanya perjalanan sehingga menimbulkan pemborosan secara material. jalinan dan proporsi total arus yang terjalin (HCM. Permasalahan simpul jalan juga adalah Hal ini disebabkan adanya konflik Dari kendaraan yang terjadi pada dua kendaraan atau Soedarso-Kinibalu lebih yang menggunakan ruang maupun waktu Palangka Raya, pada saat jam puncak terjadi yang sama dalam melakukan pergerakan. Pada perlambatan kendaraan yang bisa menyebabkan bundaran besar di kota Palangka Raya terdapat kemacetan pada daerah jalinan tersebut. Hal ini persimpangan 6 lengan yaitu persimpangan Jl. disebabkan karena pada bagian jalinan . eaving Yos Soedarso. Jl. Kinibalu. Jl. Tjilik Riwut. Jl. tersebut, terjadi jalinan arus lalu lintas Brigjen Katamso. Jl. DI. Panjaitan dan Jl. Imam yang cukup besar dengan lebar area weaving Bonjol. Pada salah satu persimpangan tersebut terdapat volume jalinan arus yang cukup besar, weaving yang lainnya yang ada di bundaran yaitu pada daerah jalinan . eaving are. Imam besar Palangka Raya. Bonjol-Yos Sudarso. Yos Bundaran Besar Nirwana Puspasari dan Ahmat Solikin. Analisis Jalinan Jalan (Weaving Are. pada Ruas JalanA Pada bundaran besar Palangka Raya Berapa volume lalu lintas pada bagian jalinan . eaving sectio. bundaran besar Palangka persimpangan Jl. Yos Soedarso. Jl. Kinibalu. Jl. Raya pada segmen jalan Yos Soedarso- Tjilik Riwut. Jl. Brigjen Katamso. Jl. DI. Panjaitan Kinibalu? Jl. Imam Bonjol. Pada persimpangan tersebut terjadi disebabkan oleh volume lalu lintas yang besar. Bagaimanakah bundaran besar Palangka Raya pada segmen jalan Yos Soedarso-Kinibalu? Yang mana terjadi pertemuan arus dari jalan Imam Bonjol maupun persimpangan jalan yang Tujuan Penelitian lainnya yang bertemu dengan arus lalu lintas dari Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: jalan Yos Soedarso. Untuk mengetahui volume lalu lintas pada Pada arus lalu lintas dari jalan Imam Bonjol bagian jalinan . eaving sectio. bundaran terdapat kendaraan dari Banjarmasin maupun besar Palangka Raya pada segmen jalan Yos masyarakat kota Palangka Raya yang akan Soedarso-Kinibalu. menuju jalan Kinibalu maupun jalan Tjilik Riwut Untuk Palangka Raya yang mana pada jalan Kinibalu terdapat pintu masuk Palangka Raya Mall (Palm. , sedangkan segmen jalan Yos Soedarso-Kinibalu. pada arus lalu lintas dari jalan Yos Soedarso METODOLOGI terdapat kendaraan yang akan pulang dari Mall Hypermart. Perguruan Tinggi Universitas Palangka Raya maupun kendaraan yang akan Penelitian ini dilakukan dengan melakukan menuju daerah jalan Kinibalu maupun jalan di survey lapangan terhadap kondisi geometrik dan persimpangan bundaran besar Palangka Raya. arus lalu lintas, sehingga dengan data geometrik Dari jalan dan bundaran tersebut dapat dilakukan terjadilah konflik arus lalu lintas terutama pada analisis bagian jalan terutama pada jalinan konflik weaving yang mengakibatkan tundaan dan Bundaran yang disesuaikan dengan bagian jalan bahkan kecelakaan, sehingga dianggap perlu sesuai Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). untuk ditinjau lebih lanjut. Karena permasalahan Alat dan Bahan itu maka perlu dilakukan penelitian mengenai Analisis Jalinan Jalan (Weaving Are. pada Adapun Ruas Jalan Yos Soedarso-Kinibalu di Bundaran penelitian ini adalah: Besar Palangka Raya. 2 buah Camera Handycam. Meteran panjang untuk mengukur Geometrik Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah di kemukakan diatas maka di buat rumusan Payung 1 buah untuk melindungi alat dari panas maupun hujan. masalah sebagai berikut: Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 109 Ae 116 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . Teknik Pengumpulan Data Mulai Teknik pengambilan data yang dilakukan Identifikasi Masalah beberapa kali pengamatan, sebagai berikut: Pengumpulan Data Pada pencatatan 2 gerakan arah yang melalui jalan tersebut, yaitu gerakan weaving dan gerakan non weaving. Data Sekunder Gambar Lokasi Data Geometrik Bundaran Jumlah Penduduk Data Primer Jumlah Kendaraan Weaving Jumlah Kendaraan Non Weaving Hambatan Samping Pada saat pengamatan ditempatkan 1 buah . menghitung gerakan arus lalu lintas. Data Primer Data primer yang dikumpulkan berupa s im pang gom etrik dan kelengkapan prasarana jalan. Data LHR diperoleh dengan melakukan survay Data Tidak Cukup lapangan selama 1 . minggu untuk kemudian dinyatakan ke dalam satuan mobil penumpang . Dengan melakukan survay tersebut akan diketahui jam puncak dan data pada jam puncak Data Cukup tersebutlah yang diambil untuk perhitungan. Data Sekunder Data sekunder yang diperlukan adalah: Pengolahan Data Denah persimpangan Bundaran Besar Kota Palangka Raya. Analisis Data : Volume Lalu Lintas Kinerja Bundaran Tabel 1. Rasio volume weaving area dan kendaraan tak bermotor dengan jam puncak lalu lintas harian rata-rata Kesimpulan dan Saran Data jumlah penduduk Kota Palangka Raya Jam Puncak Pagi Selesai Siang Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Sore QTOTAL Qtot 2420,07 Qtot 2776,13 Qtot 2337,17 QNW PW PUM 1335,97 0,55 0,008 1477,90 1298,23 0,53 0,004 1203,27 0,51 0,017 Nirwana Puspasari dan Ahmat Solikin. Analisis Jalinan Jalan (Weaving Are. pada Ruas JalanA Kapasitas Bagian Jalinan Bundaran . Nilai faktor W E/WW Kapasitas Dasar (C. = . 0,1. Nilai kapasitas dasar (C. dipengaruhi oleh = . -0,51/. Berdasarkan rumus 2. 1 nilai kapasitas dasar = 0,59 . Nilai faktor W E/LW dapat diketahui sebagai berikut: Perhitungan = 3,809 . Nilai faktor PW kondisi geometrik dari bundaran. (C. = . 0,1. -1,8 = 0,821 puncak pada pagi hari Co = 2348,815 x 3,809 x 0,57 x 0,821 . Nilai factor W W = 135 x 9,0 = 4316,787 smp/jam = 2348,815 . Nilai faktor W E/W W = . 0,1. Kapasitas Sesungguhnya (C) Untuk = 3,809 Langkah pertama cara untuk mendapatkan -1,8 kapasitas dasar (C. = 0,821 Perhitungan (C. telah dilakukan pada perhitungan sebelumnya. = 4200,261 Langkahsmp/jam kedua untuk mendapatkan FRSU Co = 2348,815 x 3,809 x 0,57 x 0. dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: = 0,57 Nilai faktor W E/LW = . 0,1. sesungguhnya digunakan rumus 2. 2 dan hasilnya . Nilai faktor PW = . -0,55/. (Faktor Penyesuaian Tipe Lingkungan puncak pada siang hari . Nilai faktor WW bermoto. yaitu dengan cara data Pum kita = 135 x 9. = . -0,53/. MKJI = 3,809 Bagian Jalinan Hal Cara perhitungannya dapat dilakukan sebagai berikut: Kelas Hambatan Samping = 0,58 Dalam . Nilai faktor W E/LW = . 0,1. kita lihat pada tabel yang ada pada lampiran . Nilai faktor PW interpolasikan dan untuk data interpolasi bisa = 2348,815 . Nilai faktor W E/WW = . 0,1. -1,8 samping ini dilakukan survey hambatan samping yang mana hasilnya sebagai berikut: = 0,821 Pejalan kaki= 20 x 0,5= 10 Co = 2348,815 x 3,809 x 0,57 x 0,821 Kendaraan parkir/berhenti = 30 x 1,00 = 30 = 4257,974 smp/jam Perhitungan Kendaraan bergerak lambat= 155 x 0,4= 62 (C. Jumlah hambatan samping = 10 30 62 = 102, puncak pada sore hari . Nilai faktor WW samping rendah. = 135 x 9,0 = 2348,815 Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 109 Ae 116 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . Perhitungan FRSU Perhitungannya FRSU dapat dilakukan menurut jenis kelamin 2. Untuk jumlah Kota Palangka Raya, masuk ke dalam urutan yang seperti disajikan pada Tabel 2. kecil yaitu 0,01-0,05 dengan angka FCS 0,088. Tabel 2. Perhitungan FRSU Bisa dilihat pada lampiran tabel B-3:1 Faktor penyesuaian ukuran Kota pada lampiran 4-34. Lingkungan Hamba0. 20 >0. Jalan Komersil Pemukiman rendah 0. Akses Sebagai Contoh Untuk komersil pada jam Puncak di pagi hari yang ada pada Tabel 4. Langkah keempat yaitu untuk mencari C (Kapasita. , hasilnya dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Kapasitas sesungguhnya pada waktu jam puncak Jam puncak . mp/ja. Pagi 4200,261 Fcs FRSU C . mp/ja. 0,88 0,942 3481,848 Siang Sore 0,88 0,88 0,946 3495,967 3593,639 4257,974 4316,787 terlihat nilai Pum yaitu 0,008. Cara Interpolasi sebagai berikut: Perilaku Lalu Lintas pada Weaving Area Nilai Pum masuk pada kategori 0,00-0,05 dan Derajat Kejenuhan Weaving Area masuk pada daerah komersil, hambatan rendah yaitu Derajat 0,95-0,90. Kemudian perbandingan antara arus lalu lintas jam puncak masukan kedalam rumus interpolasi sebagai atau arus lalu lintas sesungguhnya dengan kapasitas sesungguhnya, seperti dalam rumus 4 hasil analisisnya dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Derajat kejenuhan pada masing-masing jam puncak Jam Puncak Q . mp/ja. C . mp/ja. DS = Q/C Pagi Siang Sore Tg = A B C D C Pum 0,05 Y - 0,90 0,05 0,042 2420,07 2776,13 2337,17 3481,848 3495,967 3593,639 0,695 0,692 0,673 Tundaan Bagian Jalinan Bundaran (DT) 0,05 0,042 0. 0,05 Berdasarkan pada rumus 2. 5 dan 2. tundaan bagian jalinan sebagai berikut: Y = 0,042 0,90 = 0,942 Langkah ketiga untuk mencari nilai FCS Tundaan bagian jalinan pada jam puncak pagi hari (Faktor Penyesuaian Ukuran Kot. dapat kita 1 / . ,59186 Ae 0,52525 x 0,. Ae . -0,. x lihat dari jumlah penduduk Kota Palangka Raya 2 = 3,799 det/smp yaitu sebesar 244. alam jumlah penduduk Nirwana Puspasari dan Ahmat Solikin. Analisis Jalinan Jalan (Weaving Are. pada Ruas JalanA Tundaan bagian jalinan pada jam puncak QW = 1335,97 smp/jam, dan QNW = siang hari 1084,1 smp/jam. 1 / . ,59186 Ae 0,52525 x 0,. Ae . -0,. Volume lalu lintas harian rata-rata pada jam 2 = 3,766 det/smp puncak pada waktu siang hari didapat Tundaan bagian jalinan pada jam puncak volume total (QTOTAL) = 2776,13 smp/jam, siang hari QW = 1477,90 smp/jam, dan QNW = 1 / . ,59186 Ae 0,52525 x 0,. Ae . -0,. x 1298,23 smp/jam. 2 = 3,546 det/smp . Volume lalu lintas harian rata-rata pada jam puncak pada waktu sore hari didapat Peluang Antrian Bagian Jalinan (QP %) Berdasarkan rumus 2. 7 dan 2. 8 dapat dianalisa perhitungan peluang antrian bagian jalinan, sehinnga dapat dihasilkan seperti pada volume total (QTOTAL) = 2337,17 smp/jam. QW = 1203,27 smp/jam, dan QNW = 1133,9 smp/jam. Kinerja Tabel 5. Palangka Raya pada segmen jalan Yos Table 5. Peluang antrian bagian jalinan (QP %) pada masing-masing jam puncak Soedarso-Kinibalu adalah sebagai berikut: Pada lalu lintas harian rata-rata pada jam Derajat Jam Kejenuhan Puncak (DS) Pagi Siang Sore 0,695 0,692 0,673 Peluang antrian bagian jalinan (QP%) Batas bawah Batas atas 12,12 28,18 11,99 27,89 11,16 25,95 pagi hari di dapat sesungguhnya (C) = 3481,848 smp/jam, derajat kejenuhan DS = 0,695, tundaan bagian jalinan (DT) = 3,799 det/smp, dan peluang antrian bagian jalinan (Qp%) = batas bawah/minimum sebesar 12,12%, dan pada batas atas/maksimum sebesar KESIMPULAN DAN SARAN 28,18%. Pada lalu lintas harian rata-rata pada jam Kesimpulan Berdasarkan dilakukan pada daerah studi yakni Bundaran Besar Kota Palangka Raya dapat disimpulkan sesungguhnya (C) = 3495,967 smp/jam, derajat kejenuhan DS = 0,692, tundaan bagian jalinan (DT) = 3,766 det/smp, dan sebagai berikut: Volume puncak siang hari di dapat . eaving sectio. bundaran besar Palangka Raya pada segmen jalan Yos SoedarsoKinibalu adalah sebagai berikut: Volume lalu lintas harian rata-rata pada jam puncak pada waktu pagi hari didapat volume total (QTOTAL) = 2420,07 smp/jam, peluang antrian bagian jalinan (Qp%) = batas bawah/minimum sebesar 11,99%, dan pada batas atas/maksimum sebesar 27,89%. Pada lalu lintas harian rata-rata pada jam sesungguhnya (C) = 3593,639 smp/jam, derajat kejenuhan DS = 0,673, tundaan Anterior Jurnal. Volume 15 Nomor 1. Desember 2015. Hal 109 Ae 116 ISSN 1412-1395 . 2355-3529 . bagian jalinan (DT) = 3. 546 det/smp, dan DAFTAR PUSTAKA peluang antrian bagian jalinan (Qp%) = batas bawah/minimum sebesar 11,16%. Alamsyah Ansyori Alik, 2005. Rekayasa Lalu Lintas. dan pada batas atas/maksimum sebesar 25,95%. Jadi dari masing-masing jam puncak yang terjadi pada bagian jalinan . eaving are. pada Yos Soedarso-Kinibalu memenuhi syarat derajat kejenuhan (DS) yang Anggoro Riant, 2013. Analisis Geometrik Bundaran Burung Kota Palangka Raya. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Anonim, 1997. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Republik Indonesia Dirjen Bina Marga. Direktorat Bina Jalan Kota (Binko. ditetapkan menurut MKJI 1997 yaitu. DS<0,75. Saran