Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Pengaruh Waktu Belajar di Luar Jam Pelajaran Terhadap Hasil Belajar Ummi di SD Patra Dharma 3 Balikpapan Saadatul Abadiah. Arief Rohman Arofah Sekolah Tinggi Agama Islam Balikpapan. Indonesia Email: Saadatul1130@gmail. com, ariefrohman@staibalikpapan. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alokasi waktu belajar mandiri terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran Al-QurAoan menggunakan Metode Ummi di SD Patra Dharma 3 Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada 24 orang guru Al-QurAoan sebagai responden, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara variabel alokasi waktu belajar mandiri terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 . < 0,. dan nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,668, yang menunjukkan bahwa sebesar 66,8% variasi hasil belajar siswa dipengaruhi oleh waktu belajar tambahan di luar jam pelajaran, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Temuan ini memperkuat asumsi bahwa alokasi waktu belajar di luar pembelajaran formal sangat berperan dalam meningkatkan pemahaman, ketepatan makhraj, kelancaran, dan kefasihan membaca Al-QurAoan sesuai standar Metode Ummi. Oleh karena itu, keterlibatan aktif siswa, dukungan guru, serta strategi pembelajaran yang mendorong kegiatan belajar mandiri sangat diperlukan guna mengoptimalkan pencapaian hasil belajar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan dalam merancang kebijakan pembelajaran Al-QurAoan yang lebih efektif melalui pemanfaatan waktu di luar jam pelajaran secara terstruktur dan berkelanjutan. Kata Kunci : Waktu Belajar. Luar Jam Pelajaran. Hasil Belajar Ummi PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses yang disadari dan dirancang secara sistematis guna mewujudkan kondisi belajar yang suportif dan memungkinkan siswa terlibat aktif dalam mengembangkan potensi dirinya. Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1, yang menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Melalui pendidikan, siswa diharapkan berkembang menjadi individu yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian yang matang, kecerdasan intelektual, akhlak mulia, serta keterampilan yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, dan bangsa (Syah, 2. Dalam arah kebijakan pendidikan nasional, pendidikan juga diharapkan membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat jasmani dan rohani, berpengetahuan, cakap, mandiri, kreatif, serta bertanggung jawab sebagai warga negara yang demokratis (Jauhari, 2. Dalam pendidikan Islam, membaca dan memahami Al-QurAoan merupakan bagian penting dari pembentukan karakter dan pengembangan spiritual peserta didik. Salah satu metode yang digunakan untuk mendukung proses pembelajaran Al-QurAoan adalah Metode Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Ummi. Metode ini merupakan pendekatan pembelajaran yang terstruktur dan telah teruji, dengan penekanan pada ketepatan pelafalan huruf . , kelancaran, dan kefasihan dalam membaca Al-QurAoan. Menurut Ummi Foundation . , efektivitas metode ini tidak hanya terletak pada pelaksanaannya di dalam kelas, tetapi juga sangat bergantung pada pembiasaan dan latihan yang dilakukan secara mandiri dan rutin di luar jam pelajaran, baik di lingkungan rumah maupun dalam bimbingan tambahan di sekolah. Aktivitas belajar di luar jam pelajaran terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran, termasuk dalam program Metode Ummi. Proses belajar yang dilakukan secara sadar dan terarah di luar waktu formal sekolah dapat mendorong siswa untuk memperkuat pemahaman, mengulang materi, serta mempersiapkan diri dalam mengikuti pelajaran selanjutnya. Sebagaimana diungkapkan oleh Hamalik . , keterlibatan aktif siswa secara fisik dan mental dalam pembelajaran akan meningkatkan pencapaian hasil belajar. Selain itu, kegiatan belajar mandiri juga berperan dalam membentuk kemandirian, tanggung jawab, serta kesiapan siswa dalam menghadapi tantangan akademik. Penelitian yang dilakukan oleh Hartina et al. menunjukkan bahwa kegiatan belajar tambahan di luar jam pelajaran memberikan dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa, sekaligus menumbuhkan sikap mandiri dan tanggung jawab pribadi terhadap proses belajar. Realitas ini juga terlihat dalam penerapan Metode Ummi di SD Patra Dharma 3 Balikpapan, di mana pembelajaran tidak hanya dilakukan dalam ruang kelas, tetapi diperkuat dengan alokasi waktu belajar tambahan yang menjadi bagian penting dari rutinitas Berdasarkan paparan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh alokasi alokasi waktu belajar mandiri terhadap pencapaian hasil belajar siswa dalam penerapan Metode Ummi di SD Patra Dharma 3 Balikpapan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mengoptimalkan strategi pembelajaran Al-QurAoan secara lebih efektif melalui pemanfaatan waktu belajar tambahan di luar pembelajaran formal. METODE Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan asosiatif kausal, yakni suatu pendekatan yang bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih variabel yang saling berkaitan. Dalam pendekatan ini, hubungan antara variabel tidak hanya bersifat deskriptif, tetapi juga dianalisis secara mendalam untuk melihat bagaimana variabel independen . memengaruhi variabel dependen . Sejalan dengan pendapat Sugiyono . , pendekatan asosiatif kausal digunakan untuk menguji hubungan kausal antara variabel-variabel tertentu, di mana satu variabel berfungsi sebagai faktor penyebab dan variabel lainnya sebagai akibat dari adanya pengaruh tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket, yang dirancang dalam bentuk pertanyaan tertulis tertutup dan terbuka. Angket ini diberikan langsung kepada responden guna memperoleh data yang objektif dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Pertanyaan-pertanyaan dalam angket disusun berdasarkan indikator dari kedua variabel yang diteliti, yaitu durasi, frekuensi, dan bentuk kegiatan belajar tambahan di Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 luar jam pelajaran, serta aspek pencapaian hasil belajar siswa dalam membaca Al-QurAoan menggunakan metode Ummi, seperti ketepatan makhraj, kelancaran, dan kefasihan. Penggunaan angket dalam penelitian ini dianggap tepat karena memungkinkan peneliti untuk menjangkau informasi secara sistematis dari responden dalam waktu relatif singkat dan Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana, yaitu suatu teknik statistik yang digunakan untuk mengukur pengaruh satu variabel independen terhadap satu variabel dependen. Melalui analisis ini, peneliti dapat mengetahui seberapa besar kontribusi alokasi waktu belajar mandiri terhadap hasil belajar siswa dalam program Ummi. Selain itu, pengujian hipotesis dilakukan untuk menentukan apakah pengaruh yang ditemukan signifikan secara statistik atau tidak. Analisis ini dilengkapi dengan pengujian validitas dan reliabilitas angket agar instrumen yang digunakan benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang terlibat dalam program pembelajaran metode Ummi di SD Patra Dharma 3 Balikpapan. Berdasarkan data yang tersedia, jumlah total populasi sekaligus menjadi sampel penelitian adalah sebanyak 24 orang guru. Penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh, yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel karena jumlahnya relatif kecil dan memungkinkan untuk diteliti secara menyeluruh. Dengan melibatkan seluruh guru yang menangani program Ummi, data yang diperoleh diharapkan lebih representatif terhadap kondisi lapangan. Lebih lanjut, penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian lapangan . ield researc. karena seluruh proses pengumpulan data dilakukan secara langsung di lokasi penelitian. Pendekatan ini digunakan agar peneliti dapat mengamati dan memperoleh data secara riil terkait pengaruh kegiatan belajar di luar jam pelajaran terhadap hasil belajar siswa. Kehadiran peneliti di lokasi juga memungkinkan interaksi langsung dengan subjek penelitian, sehingga informasi yang dikumpulkan bersifat faktual, kontekstual, dan sesuai dengan realitas yang terjadi di sekolah tersebut. Dengan pendekatan ini, diharapkan penelitian mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai efektivitas waktu belajar tambahan dalam mendukung pencapaian hasil belajar siswa, khususnya dalam konteks pembelajaran AlQurAoan dengan Metode Ummi. HASIL DAN PEMBAHASAN Belajar Tambahan Belajar di luar lingkungan kelas merupakan bagian integral dari strategi pembelajaran yang berfungsi untuk memperkuat dan melengkapi proses pembelajaran formal. Dalam praktiknya, kegiatan belajar tambahan ini tidak hanya berperan sebagai sarana pengulangan materi, tetapi juga menjadi wadah bagi siswa untuk memperdalam pemahaman dan memperluas wawasan terhadap materi pelajaran. Alokasi waktu di luar jam pelajaran sebaiknya dirancang secara optimal agar mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik siswa. Optimalisasi ini dapat dilakukan melalui perencanaan belajar yang sistematis, penegakan disiplin diri, dan penanaman fokus belajar yang tinggi. Beberapa bentuk konkret dari aktivitas belajar tambahan antara lain adalah penyusunan jadwal belajar mandiri yang teratur, pemanfaatan fasilitas belajar yang tersedia di Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 rumah seperti musholla keluarga, ruang baca, atau media digital, serta keterlibatan dalam program bimbingan belajar tambahan yang difasilitasi oleh sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa diberi kesempatan untuk mengulangi, memperjelas, serta memperdalam materi yang telah dipelajari di kelas. Upaya tersebut terbukti dapat meningkatkan daya serap siswa terhadap pelajaran, memperkuat pemahaman konsep, serta menumbuhkan kesiapan dalam menerima materi baru yang akan diajarkan oleh guru di pertemuan berikutnya. Lebih lanjut, kegiatan belajar di luar jam pelajaran juga mendukung terbentuknya kemandirian belajar, tanggung jawab, dan inisiatif pribadi siswa dalam mengelola waktu serta proses belajar mereka. Menurut Hartina et al. , siswa yang terbiasa belajar secara mandiri cenderung memiliki kesiapan belajar yang lebih tinggi dan mampu mengikuti pelajaran di kelas dengan pemahaman awal yang lebih kuat. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan waktu belajar secara mandiri di luar jam pelajaran memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran siswa secara keseluruhan. Tidak hanya itu, belajar tambahan juga memberikan ruang bagi siswa untuk meninjau kembali materi yang belum sepenuhnya mereka kuasai. Dengan demikian, proses belajar tidak bersifat sekali lewat, tetapi menjadi sebuah proses internalisasi pengetahuan yang berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan. Sardiman . menyatakan bahwa kegiatan belajar yang dilakukan secara konsisten dan berulang akan menciptakan pemahaman yang lebih mendalam, tahan lama, dan membentuk pola pikir yang sistematis. Dalam konteks ini, belajar tambahan memainkan peran strategis dalam membangun kebiasaan belajar yang reflektif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hasil belajar. Kegiatan belajar di luar jam pelajaran juga dapat dikaitkan dengan pendekatan student-centered learning, di mana siswa menjadi subjek aktif dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, siswa didorong untuk berpartisipasi secara langsung dalam mengeksplorasi materi, memecahkan masalah, dan mengevaluasi hasil belajar mereka secara Oleh karena itu, keterlibatan siswa dalam aktivitas belajar tambahan tidak hanya memperkuat aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik, sehingga pembelajaran menjadi lebih holistik dan bermakna. Hasil Belajar Ummi Hasil belajar merupakan tolok ukur yang mencerminkan sejauh mana siswa telah mencapai kompetensi yang ditetapkan setelah mengikuti proses pembelajaran. Dalam penelitian ini, hasil belajar yang dimaksud mengacu pada capaian siswa dalam pembelajaran Al-QurAoan melalui Metode Ummi. Secara umum, hasil belajar dapat diartikan sebagai perubahan perilaku, pengetahuan, dan keterampilan yang terjadi sebagai akibat dari proses belajar, yang dinilai melalui instrumen evaluasi yang sesuai dan objektif (Sugiyono, 2. Hasil belajar menjadi indikator penting untuk menilai efektivitas suatu metode pembelajaran, termasuk dalam konteks pembelajaran membaca Al-QurAoan. Metode Ummi merupakan salah satu pendekatan pembelajaran Al-QurAoan yang dikembangkan oleh Ummi Foundation, yang dikenal karena kesederhanaannya, sistematika yang jelas, serta pendekatan yang menyenangkan dan menyentuh hati. Metode ini memiliki fokus utama pada tiga aspek, yaitu kualitas metode pembelajaran, kompetensi guru, dan sistem manajemen pembelajaran yang terstruktur (Afdal, 2. Ketiga aspek ini saling Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 bersinergi dalam menciptakan suasana belajar yang efektif, kondusif, dan berorientasi pada Salah satu keunggulan utama dari Metode Ummi terletak pada intensitas latihan yang diberikan kepada siswa, baik dalam proses pembelajaran di kelas maupun dalam kegiatan belajar mandiri di luar jam pelajaran. Proses latihan yang dilakukan secara konsisten dan terarah memungkinkan siswa menguasai aspek penting dalam membaca Al-QurAoan, seperti ketepatan makhraj, kelancaran, dan kefasihan. Pembelajaran yang berbasis latihan intensif ini juga sejalan dengan prinsip learning by doing, di mana pemahaman dan keterampilan siswa terbentuk melalui praktik langsung dan berulang. Dalam konteks ini, hasil belajar siswa dalam program Metode Ummi tidak hanya ditentukan oleh pembelajaran formal yang terjadi di dalam kelas, melainkan juga sangat bergantung pada seberapa besar intensitas dan kualitas waktu belajar tambahan yang mereka jalani di luar jam pelajaran. Semakin sering siswa mengulang materi, berlatih membaca, dan mendapatkan umpan balik dari guru atau orang tua, maka semakin tinggi pula potensi keberhasilan dalam menguasai bacaan Al-QurAoan secara baik dan benar. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan dalam program pembelajaran Al-QurAoan tidak dapat dilepaskan dari keterlibatan aktif siswa dalam belajar tambahan. Proses pembelajaran menjadi lebih efektif apabila siswa tidak hanya pasif menunggu pelajaran di kelas, tetapi juga aktif memanfaatkan waktu luang untuk belajar secara mandiri. Oleh karena itu, pencapaian hasil belajar yang optimal dalam program Ummi sangat erat kaitannya dengan upaya siswa dalam menggunakan waktu di luar jam pelajaran sebagai media untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan membaca Al-QurAoan. Hasil Penelitian Berdasarkan temuan penelitian yang dilakukan di SD Patra Dharma 3 Balikpapan, diketahui bahwa alokasi waktu belajar mandiri memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar alokasi waktu yang digunakan siswa untuk belajar di luar jam pelajaran formal, maka semakin tinggi pula pencapaian hasil belajar yang diraih, khususnya dalam program pembelajaran Ummi. Waktu belajar tambahan memungkinkan siswa untuk mengulang, memperdalam, serta memahami materi dengan lebih baik, sehingga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kompetensi akademik. Oleh karena itu, optimalisasi alokasi waktu belajar mandiri perlu didukung baik oleh pihak sekolah, guru, maupun orang tua agar hasil belajar siswa dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Penelitian yang dilakukan terhadap 24 orang guru Alquran yang aktif mengajar dengan masing masing 14 pertanyaan yang dilontarkan kepada mereka mengindikasikan bahwa pengaruh belajar mandiri di luar jadwal sekolah dapat meningkatkan hasil belajar ummi secara signifikan. Banyak di antara guru guru alquran yang melakukan jam tambahan di luar jam pelajaran agar para siswa dapat mencapai hasil yang lebih maksimal ketika mereka Temuan dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa alokasi alokasi waktu belajar mandiri memberikan kontribusi langsung terhadap pencapaian hasil belajar Ummi. Fakta tersebut memperkuat bahwa aktivitas belajar tambahan di luar jadwal sekolah berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar Ummi. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Tabel 1. Uji Regresi Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error Model (Constan. Standardized Coefficients Beta Sig. Dependent Variable: y Persamaan regresi linear sederhana Y = a bX a = angka konstan dari unstandardized coefficients. Dalam kasus ini nilainya sebesar 4. b = angka koefisien regresi, nilainya sebesar 0, 819. Sehingga persamaan regresinya adalah Y = 4. Ae 0, 819X Pengujian Hipotesis Hipotesis : Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: HCA (Hipotesis No. : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara alokasi waktu belajar mandiri (X) terhadap hasil belajar siswa (Y). HCa (Hipotesis Alternati. : Terdapat pengaruh yang signifikan antara alokasi waktu belajar mandiri (X) terhadap hasil belajar siswa (Y). Pengujian hipotesis dilakukan melalui analisis regresi untuk mengetahui apakah variabel independen (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Keputusan terhadap hipotesis ditentukan berdasarkan nilai signifikansi . -valu. dan koefisien determinasi (RA) yang diperoleh dari hasil analisis data. Dalam pengujian hipotesis, terdapat dua pendekatan dasar yang digunakan untuk menentukan keputusan, salah satunya adalah dengan membandingkan nilai signifikansi . terhadap batas probabilitas () sebesar 0,05. Langkah-langkah pengambilan keputusan tersebut adalah sebagai berikut: Jika nilai signifikansi . ) < 0,05, maka HCA ditolak dan HCa diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara alokasi waktu belajar mandiri (X) terhadap hasil belajar siswa (Y). Jika nilai signifikansi . ) > 0,05, maka HCA diterima dan HCa ditolak, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara alokasi waktu belajar mandiri (X) terhadap hasil belajar siswa (Y). Tabel 2. Uji Regresi Coefficientsa Standardized Model Unstandardized Coefficients Coefficients Sig. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Std. Error (Constan. Beta Dependent Variable: y Berdasarkan output yang diperoleh, diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,001 lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa HCA ditolak dan HCa diterima. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara alokasi waktu belajar mandiri (X) terhadap hasil belajar siswa (Y). Selain menggunakan uji signifikansi, pengujian hipotesis juga dapat dilakukan melalui perbandingan antara nilai t hitung dan t tabel, dengan ketentuan sebagai berikut: Apabila nilai t hitung lebih besar dari t tabel, maka dapat dinyatakan bahwa alokasi waktu belajar mandiri . ariabel X) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa . ariabel Y). Sebaliknya, apabila nilai t hitung lebih kecil dari t tabel, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh antara alokasi waktu belajar mandiri (X) dengan hasil belajar siswa (Y). Tabel 3. Hasil Uji t Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Dependent Variable: y Sebelum melakukan perbandingan antara nilai t hitung dan t tabel, terlebih dahulu perlu ditentukan nilai t tabel. Adapun rumus untuk mencari derajat kebebasan . egree of freedom atau d. df = n Oe 2, di mana n merupakan jumlah responden. Dengan jumlah responden sebanyak 24 orang, maka: df = 24 Oe 2 = 22 Berdasarkan derajat kebebasan tersebut, diperoleh nilai t tabel sebesar 2,074. Karena nilai t hitung sebesar 6,648 lebih besar dari t tabel . ,648 > 2,. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (HCA) ditolak dan hipotesis alternatif (HC. diterima, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan antara alokasi waktu belajar mandiri . ariabel X) terhadap hasil belajar siswa . ariabel Y). Besar Pengaruh Variabel X terhadap Variabel Y Tabel 4. Hasil Uji Regresi Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Model Model Summary Adjusted R R Square Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. , x Berdasarkan hasil output, diperoleh nilai R Square sebesar 0,668, yang berarti bahwa 66,8% variabel hasil belajar siswa (Y) dapat dijelaskan oleh variabel alokasi waktu belajar mandiri (X). Adapun sisanya, yaitu 33,2%, dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam ruang lingkup penelitian ini. Dengan demikian, analisis ini mengonfirmasi bahwa alokasi waktu belajar mandiri memberikan kontribusi yang bermakna dan positif dalam mendorong peningkatan prestasi belajar siswa. Pembahasan Penelitian Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji seberapa besar pengaruh alokasi waktu belajar mandiri terhadap pencapaian hasil belajar siswa Ummi di SD Patra Dharma 3 Balikpapan. Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana, diperoleh persamaan regresi Y = 4,569 0,819X, yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada variabel alokasi waktu belajar mandiri akan diikuti oleh peningkatan hasil belajar Ummi sebesar 0,819 poin. Ini menunjukkan adanya hubungan yang positif antara kedua variabel. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001, yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05. Oleh karena itu, hipotesis nol (HCA) ditolak dan hipotesis alternatif (HC. Hal ini memperkuat kesimpulan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara alokasi waktu belajar mandiri terhadap hasil belajar Ummi. Selain itu, hasil uji t juga mendukung kesimpulan tersebut, dengan nilai t hitung sebesar 6,648 yang lebih besar daripada t tabel sebesar 2,074, sehingga kembali menegaskan bahwa HCA ditolak dan HCa diterima. Besarnya pengaruh yang ditunjukkan oleh nilai R Square = 0,668 menunjukkan bahwa 66,8% variasi dalam hasil belajar Ummi dapat dijelaskan oleh waktu belajar di luar jam Adapun 33,2% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Temuan ini mengisyaratkan bahwa alokasi alokasi waktu belajar mandiri memiliki peranan yang signifikan dalam mendorong peningkatan hasil belajar siswa , khususnya dalam konteks pembelajaran Ummi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa alokasi waktu belajar mandiri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar Ummi. Semakin banyak waktu yang digunakan siswa untuk belajar di luar jam pelajaran formal, semakin besar kemungkinan mereka memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Oleh karena itu, peran aktif guru dan siswa dalam mengoptimalkan waktu belajar tambahan sangat diperlukan agar kualitas pembelajaran dapat terus ditingkatkan. Namun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Salah satunya adalah ukuran sampel yang relatif kecil, yaitu hanya melibatkan 24 responden, serta fokus variabel yang terbatas hanya pada waktu belajar di luar jam pelajaran. Untuk itu, disarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan dengan cakupan sampel yang lebih luas dan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 mempertimbangkan variabel-variabel lain yang turut memengaruhi hasil belajar, sehingga hasil yang diperoleh dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan generalisasi yang lebih kuat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SD Patra Dharma 3 Balikpapan, dapat disimpulkan bahwa alokasi waktu belajar mandiri memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa dalam program pembelajaran Metode Ummi. Temuan ini didukung oleh analisis regresi yang menunjukkan bahwa sebesar 66,8% variasi dalam hasil belajar Ummi dipengaruhi oleh intensitas waktu belajar tambahan yang dilakukan siswa di luar jam pelajaran, sementara sisanya, yaitu 33,2%, dipengaruhi oleh faktor lain di luar ruang lingkup penelitian ini. Peningkatan waktu belajar tambahan terbukti mampu memperkuat pemahaman, melatih keterampilan membaca Al-QurAoan dengan tepat, dan membentuk kebiasaan belajar mandiri yang berkelanjutan. Oleh karena itu, optimalisasi waktu belajar tambahan menjadi salah satu strategi penting yang perlu dikembangkan secara kolaboratif oleh siswa, guru, dan pihak sekolah. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan bahwa pembelajaran tidak hanya efektif dalam ruang kelas, tetapi juga memerlukan penguatan melalui aktivitas belajar yang konsisten di luar jam pelajaran. Untuk mendukung pencapaian hasil belajar yang lebih maksimal, maka sangat penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pendidikan untuk terus mendorong keterlibatan aktif siswa dalam memanfaatkan waktu di luar pembelajaran formal secara terstruktur dan berkesinambungan. Ask ChatGPT DAFTAR PUSTAKA