JSNu : Journal of Science Nusantara Vol. No. Maret 2026, pp. A 1 Analisis Karakteristik dan Evaluasi Drainase pada Perumahan BTN Asabri Gedog Kota Blitar Analysis of Characteristics and Drainage Evaluation in BTN Asabri Housing. Gedog. Blitar City Musafau Rihadatul Aisy1. Risma Dwi Atmajayani 2. Trisno Widodo3 1,2,3 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Ilmu Eksakta,Universitas Nahdlatul Ulama blitar email: musafaurihadatulaisy@gmail. com1, trisno_widodo@yahoo. com2, rismadwiatmaja@gmail. Abstrak Saluran drainase merupakan salah satu infrastruktur pelengkap yang berperan penting dalam mendukung sistem tata air pada kawasan permukiman. Di Perumahan BTN Asabri Gedog. Kota Blitar, genangan air masih kerap terjadi saat musim hujan, menandakan adanya ketidakseimbangan antara kapasitas saluran dan debit limpasan yang terjadi1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sistem drainase eksisting pada kawasan tersebut, khususnya dalam meninjau kesesuaian kapasitas saluran terhadap debit air hujan. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan data curah hujan selama 10 tahun terakhir serta data geometri saluran di lapangan. Dalam analisis hidrologi, distribusi Gumbel digunakan untuk menentukan curah hujan rencana, sedangkan debit limpasan dihitung menggunakan metode Rasional. Analisis hidraulika dilakukan dengan membandingkan kapasitas saluran eksisting (QS) dengan debit rencana (QR) menggunakan kriteria QS Ou QR3. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa saluran di kawasan BTN Asabri tidak mampu menampung debit rencana untuk periode ulang 5 dan 10 tahun, namun masih aman untuk periode ulang 2 tahun. Untuk periode ulang 2 tahun, 5 tahun dan 10 tahun tidak aman yang mana nilai QS O QR. Dimensi saluran yang di rencana ulang yaitu Saluran P Kiri dengan lebar saluran dan tinggi saluran rencana ulang 0. 7 m dan 1 m. Saluran P Kiri lebar saluran dan tinggi saluran rencana ulang 7 m dan 1 m. Saluran Kanan lebar saluran dan tinggi saluran rencana ulang 0. 7 m dan 1 m. Untuk Saluran S1 Blok N. S2 Blok O. S3 Blok S. S4 Blok U dengan lebar saluran dan tinggi saluran rencana 45 m dan 1 m. Hasil dari perbandingan Nilai QS(Rencana Ulan. dan QR berdasarkan syarat yaitu QS Ou QR, menunjukan Saluran yang berada pada BTN ASABRI Gedog Kota Blitar dapat menampung debit rencana pada periode 2, 5, dan 10 tahun. Kata Kunci: Drainase. Debit Limpasan. Kapasitas Saluran. Perencanaan Ulang. Evaluasi Saluran Abstrack Drainage channels are a key supporting infrastructure that play a vital role in managing water systems in residential areas. In BTN Asabri Housing. Gedog. Blitar City, waterlogging still frequently occurs during the rainy season, indicating an imbalance between the channel capacity and surface runoff discharge. This study aims to analyze the characteristics of the existing drainage system in the area, particularly in evaluating the adequacy of the channel capacity against the rainfall discharge. The evaluation was conducted using rainfall data from the past 10 years along with geometric data of the drainage channels collected in the field. For hydrological analysis, the Gumbel distribution was used to determine the design rainfall, while the runoff discharge was calculated using the Rational Method. Hydraulic analysis was carried out by comparing the existing channel capacity (Q. with the design discharge (Q. using the criterion Qs Ou Qr. The evaluation results show that several drainage channels in the BTN Asabri area are unable to accommodate the design discharge for 5-year and 10-year return periods, although they remain sufficient for the 2-year return period. For the 2-year, 5-year, and 10-year return periods, several channels are considered inadequate as their Qs values are less than or equal to Qr. The redesigned channel dimensions include: the Left P Channel with a width and height of 0. 7 m and 1 m, respectively. the Right Channel with the same dimensions of 0. 7 m width and 1 m height. and Channels S1 (Block N). S2 (Block O). S3 (Block S), and S4 (Block U), each with a width of 0. 45 m and a height of 1 m. The results of the comparison between the redesigned Qs and Qr, based on the Qs Ou Qr requirement, indicate that the redesigned drainage channels in BTN Asabri. Gedog. Blitar City, can accommodate the design discharge for 2-, 5-, and 10-year return periods. Keywords: Drainage. Runoff Discharge. Channel Capacity. Redesign Planning. Channel Evaluation. History of article: Received: Januari, 2026 : Accepted: Februari, 2026 ISSN: 2809-428X PENDAHULUAN Perkembangan kawasan perkotaan secara masif telah membawa dampak signifikan terhadap tata guna lahan, terutama di daerah permukiman seperti Perumahan BTN Asabri Gedog. Kota Blitar. Pembangunan infrastruktur, peningkatan jumlah hunian, dan pengurangan area resapan air menjadi faktor utama yang mempengaruhi karakteristik aliran permukaan. Salah satu dampak nyata dari kondisi tersebut adalah seringnya terjadi genangan air ketika hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi. Fenomena ini menandakan adanya ketidaksesuaian antara kapasitas sistem drainase eksisting dengan volume limpasan yang harus dialirkan. Drainase memiliki peran vital dalam menjaga kelangsungan fungsi kawasan permukiman, terutama dalam mengalirkan air hujan secara efektif dan mencegah terjadinya banjir lokal. Karakteristik drainase, meliputi dimensi saluran, bentuk penampang, kemiringan, dan kapasitas aliran, perlu dianalisis secara menyeluruh untuk mengetahui sejauh mana sistem tersebut mampu mengatasi debit limpasan. Hal ini menjadi semakin penting dalam konteks perubahan iklim dan meningkatnya intensitas curah hujan, yang berpotensi menambah tekanan terhadap infrastruktur drainase yang ada. Genangan terjadi pada saat intensitas hujan tinggi dengan durasi waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan kerugian secara ekonomi bagi perumahan yang ada di BTN ASABRI Gedog Kota Blitar, kerugian waktu dan kerusakan serta kerusakan infrasturktur Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik dan kinerja sistem drainase di Perumahan BTN Asabri Gedog. Kota Blitar. Kajian ini dilakukan melalui pengukuran langsung di lapangan serta pemodelan hidraulik menggunakan metode rasional. Dengan pendekatan tersebut, penelitian ini diharapkan mampu mengidentifikasi kelemahan sistem drainase yang ada dan memberikan dasar teknis bagi perbaikan atau pengembangan sistem ke depannya. Dalam menangani permasalahan yang telah dijabarkan diatas maka perlu dilakukan evaluasi pada sistem jaringan drainase . khusus nya saluran drainase BTN Asabri Gedog Kota Blitar dalam menampung debit limpasan, arah aliran saluran dan faktor-faktor yang mengakibatkan terjadinya genangan di sepanjang lingkungan BTN Asabri Gedog Kota Blitar sebagai langkah awal upaya pemecahan permasalahan genangan yang terjadi. Oleh karena itu, penulis akan melakukan penelitian dengan judul Analisis Karakteristik Drainase Pada Perumahan BTN Asabri Gedog Kota Blitar. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di Perumahan BTN Asabri Gedog, yang terletak di Kecamatan Sananwetan. Kota Blitar. Lokasi ini dipilih karena sering mengalami genangan air saat musim hujan dan menjadi salah satu kawasan permukiman padat yang mengalami perubahan signifikan dalam tata guna lahan. Secara geografis, wilayah ini memiliki kontur lahan relatif datar dengan sistem drainase yang terdiri atas saluran terbuka dan tertutup. Gambar 1. Peta Perumahan BTN Asabri Sumber : Google Maps JSNu : Journal of Science Nusantara : 01-06 ISSN: 2809-428XAeAe Subjek dalam penelitian ini adalah sistem drainase eksisting di kawasan Perumahan BTN Asabri Gedog, termasuk dimensi saluran, kondisi fisik saluran, kemiringan dasar saluran, serta karakteristik limpasan air hujan yang melewati sistem tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada sistem drainase kawasan. Sumber Data dan Data Penelitian yang digunakan dalam penelitian sapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Tabel Daftar Jenis Data Jenis Data Sumber Data Kegunaan Metode Pengumpulan Peta Topografi Bappeda. PU, atau BIG Menentukan kontur dan elevasi wilayah studi Studi pustaka Data Curah Hujan BMKG atau Stasiun Klimatologi Menghitung debit limpasan menggunakan metode hidrologi Studi pustaka Data Dimensi Saluran Drainase Survei lapangan Mengetahui ukuran aktual Pengukuran Data Tata Guna Lahan Dinas Pertanahan atau citra satelit Menghitung koefisien limpasan wilayah studi Studi pustaka Data Kondisi Eksisting Saluran Survei lapangan Menganalisis kondisi fisik dan hambatan pada Observasi Data Debit Sungai/Drainase Hasil perhitungan Sebagai parameter masukan ke dalam simulasi HEC-RAS Perhitungan Analisis data dilakukan melalui pendekatan hidrologi dan hidraulika. Pada analisis hidrologi, perhitungan debit limpasan dilakukan menggunakan metode Rasional ) dengan parameter koefisien pengaliran . , intensitas hujan (I), dan luas daerah tangkapan (A). Dimensi saluran harus mampu mengalirkan debit rencana atau dengan kata lain debit yang dialirkan oleh saluran (Q. sama atau lebih besar dari debit rencana atau debit puncak banjir (Q. Intensitas hujan dihitung menggunakan rumus Mononobe berdasarkan data curah hujan maksimum dan waktu konsentrasi (T. Selanjutnya, pada tahap analisis hidraulika, dilakukan perhitungan kapasitas saluran menggunakan Persamaan Manning untuk mengetahui kemampuan saluran dalam menampung debit rencana. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis hidrologi dilakukan dengan menggunakan data curah hujan selama 10 tahun terakhir . 3Ae2. dari Stasiun BMKG Blitar. Data ini dianalisis menggunakan distribusi Gumbel untuk memperoleh intensitas hujan rencana pada periode ulang 2, 5, dan 10 tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas hujan tertinggi terjadi pada periode ulang 10 tahun sebesar 120,4 mm/hari. Debit rencana dihitung menggunakan metode Rasional dengan mempertimbangkan koefisien limpasan berdasarkan klasifikasi tata guna lahan di kawasan BTN Asabri, luas daerah tangkapan air catchment area, serta waktu konsentrasi yang diperoleh dari analisis panjang dan kemiringan saluran. Tabel 2. koefisien limpasan Eksisting R10 P Kiri 9,327 11,629 12,834 Analisis Karakteristik dan Evaluasi Drainase pada Perumahan BTN Asabri Gedog Kota Blitar Musafau Rihadatul Aisy. Risma Dwi Atmajayani. Trisno Widodo ISSN: 2809-428X P Kanan 10,079 12,566 13,868 S1 Blok N 11,046 13,772 15,199 S2 Blok O 7,407 9,234 10,191 S3 Blok S 5,985 7,462 8,236 S4 Blok U 12,682 15,812 17,451 Kapasitas saluran eksisting (QS) dihitung menggunakan rumus Manning, dengan mempertimbangkan dimensi saluran aktual hasil survei lapangan dan karakteristik fisik saluran seperti kemiringan dan kekasaran permukaan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sebagian besar saluran tidak mampu menampung debit rencana, terutama untuk periode ulang 5 dan 10 Hal ini disebabkan oleh dimensi saluran yang relatif kecil serta kurangnya perawatan sehingga menyebabkan endapan dan penyempitan penampang. Tabel 3. Kapasitas saluran eksisting Eksisting Qr(T=. Qr(T=. Qr(T=. Ket P Kiri 5,23 9,33 11,63 12,83 Tidak Optimal P Kanan 5,29 10,08 12,57 13,87 Tidak Optimal S1 Blok N 2,24 11,05 13,77 15,20 Tidak Optimal S2 Blok O 1,82 7,41 9,23 10,19 Tidak Optimal S3 Blok S 1,72 5,99 7,46 8,24 Tidak Optimal S4 Blok U 1,90 15,81 17,45 Tidak Optimal Berdasarkan hasil perbandingan nilai perbandingan antara nilai QS dan QR berdasarkan syarat yaitu QS Ou QR. Saluran yang kategori aman terhadap debit rencana periode ulang 2 tahun yaitu pada saluran kanan satu QS = 5,23 m3/det. QR = 9,33 m3/det dan saluran kanan dua QS = 5,29 m3/det. QR = 10,08 m3/det. Untuk periode ulang 5 tahun dan 10 tahun tidak aman yang mana nilai QS O QR. Jadi hasil dari perbandingan ini membutuhkan re-desain. Usulan dimensi baru mempertimbangkan efisiensi penampang dan kemudahan konstruksi, dengan hasil rencana ulang sebagai berikut: Tabel 4. perbandingan antara nilai QS dan QR Eksisting P Kiri Qsaluran P Kanan S1 Blok N S2 Blok O S3 Blok S S4 Blok U Setelah melakukan perencanaan ulang dimensi saluran BTN Asabri Gedog Kota Blitar pada Tabel 4. Maka selanjutnya akan dilakukan perbandingan antara nilai QS(Rencana Ulan. dan QR berdasarkan syarat yaitu QS Ou QR. Hasil dari perbandingan dapat dilihat pada Tabel sebagai JSNu : Journal of Science Nusantara : 01-06 ISSN: 2809-428XAeAe Tabel 5. QS(Rencana Ulan. dan QR Eksisting Qr(T=. Qr(T=. Qr(T=. Ket P Kiri 9,33 11,63 12,83 P Kanan 10,08 12,57 13,87 Optimal Optimal S1 Blok N 11,05 13,77 15,20 Optimal S2 Blok O 7,41 9,23 10,19 Optimal S3 Blok S 5,99 7,46 8,24 Optimal S4 Blok U 15,81 17,45 Optimal Setelah dilakukan perencanaan ulang dimensi saluran, untuk memastikan bahwa nilai kapasitas saluran yang baru (Q. mampu menampung debit rencana (Q. sesuai dengan persyaratan QS Ou QR. Dengan dimensi rencana ulang telah memenuhi kriteria tersebut. Semua titik saluran dinyatakan optimal untuk menampung debit air hujan pada periode ulang 2 tahun, 5 tahun, dan 10 tahun. Hal ini membuktikan bahwa perencanaan ulang yang dilakukan telah tepat sasaran dan berhasil meningkatkan efisiensi sistem drainase secara signifikan. Strategi perbaikan drainase tidak dilakukan secara seragam, melainkan berdasarkan hasil analisis per segmen saluran. Tiap blok (P Kiri. P Kanan. S1AeS. memiliki debit rencana dan kebutuhan dimensi yang berbeda-beda. Dengan pendekatan segmentasi ini, desain saluran menjadi lebih efisien dan ekonomis, serta mampu menyesuaikan dengan kondisi hidrologi lokal pada masing-masing blok perumahan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis hidrologi dan hidraulika terhadap sistem drainase di Perumahan BTN Asabri Gedog Kota Blitar, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar saluran drainase eksisting tidak mampu menampung debit limpasan air hujan pada periode ulang 2, 5, dan 10 tahun, yang ditunjukkan oleh nilai kapasitas saluran (QS) yang lebih kecil dari debit rencana (QR). Kondisi ini disebabkan oleh dimensi saluran yang tidak memadai dan kurangnya pemeliharaan yang menyebabkan penyempitan penampang akibat sedimentasi. Kelebihan dari penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan kuantitatif dengan kombinasi metode Rasional dan pemodelan hidraulik menggunakan rumus Manning, yang memberikan gambaran akurat mengenai kapasitas aktual sistem drainase. Selain itu, penelitian ini memberikan solusi teknis berupa perencanaan ulang dimensi saluran berdasarkan segmentasi per blok perumahan, sehingga lebih adaptif terhadap kondisi lokal. Setelah dilakukan perencanaan ulang, seluruh saluran yang dianalisis telah memenuhi syarat QS Ou QR untuk semua periode ulang, sehingga dapat dikatakan bahwa perencanaan ulang berhasil meningkatkan efisiensi dan efektivitas sistem drainase di kawasan tersebut. SARAN Berdasarkan hasil dan keterbatasan dalam penelitian ini, disarankan agar penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan wilayah analisis untuk mencakup seluruh jaringan drainase di kawasan Perumahan BTN Asabri secara menyeluruh, termasuk saluran sekunder dan primer yang berhubungan langsung dengan saluran tersier yang telah dianalisis. Selain itu, pemodelan hidrologi dan hidraulika dapat dikembangkan menggunakan perangkat lunak simulasi berbasis GIS atau HEC-RAS versi terbaru yang mendukung integrasi spasial, sehingga mampu memperhitungkan variabilitas topografi dan tata guna lahan secara lebih akurat. DAFTAR PUSTAKA