Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Sarah dkk. , 2025 PENGARUH PERILAKU PETANI TERHADAP PENGGUNAAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT DI DESA UJUNG TANAH KECAMATAN MARE KABUPATEN BONE Selvani Sarah. Adam Rahman Suradi. Fatmawati Ramli. Fakultas Pertanian. Jurusan Agribisnis. Universitas Muhammadiyah Bone. Jl. Abu Dg. Pasolong No. 62, email: Selvhasara@gmail. * corresponding author: Selvhasara@gmail. * Received for review December 5, 2025 Accepted for publication December 12, 2025 Abstract The use of certified rice seeds plays an essential role in improving rice productivity and ensuring high quality However, in practice, many farmers have not utilized certified seeds optimally. Farmers behavior is considered one of the factors influencing decision to use certified seeds. This study aims to analyze the effect of farmers behavior on the use of certified rise seeds in Ujung Tanah Village. Mare District. Bone Regency. This research was conducted from March to April 2025 using a quantitative approach with a survey Respondents were determined using a simple random sampling method of 48 farmers. Data were collected using a questionnaire and analyzed using multiple linear regression. The results show that knowledge, attitudes, and skills simultaneously influence the use of certified rice seeds. Partially, knowledge does not have a significant effect, while attitudes and skills significantly effect the use of certified seeds. This indicates that the better the farmers attitudes and skills, the higher farmer tendency to adopt certified rice Keywords: Certified seed. Farmer behavior. Knowledge. Attitude. Skills Abstrak Penggunaan benih padi bersertifikat memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas padi dan memastikan panen berkualitas tinggi. Namun, dalam praktiknya, banyak petani belum memanfaatkan benih bersertifikat secara optimal. Perilaku petani dianggap sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan untuk menggunakan benih bersertifikat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku petani terhadap penggunaan benih padi bersertifikat di Desa Ujung Tanah. Kecamatan Mare. Kabupaten Bone. Penelitian ini dilakukan dari bulan Maret hingga April 2025 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Penentuan responden menggunakan metode simple random sampling sebanyak 48 petani. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap dan keterampilan secara simultan memengaruhi penggunaan benih padi bersertifikat. Secara parsial, pengetahuan tidak memiliki pengaruh yang signifikan, sementara sikap dan keterampilan memengaruhi penggunaan benih bersertifikat secara Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik sikap dan keterampilan petani, semakin tinggi kecenderungan petani untuk mengadopsi benih padi bersertifikat. Kata kunci: Benih bersertifikat. Perilaku petani. Pengetahuan. Sikap. Keterampilan Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Sarah dkk. , 2025 PENDAHULUAN Pertanian memegang peran krusial dalam upaya membangun ekonomi Indonesia. Pemerintah sudah menetapkan bidang ini sebagai fokus utama dalam rencana pembangunan ke Selain berperan dalam menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat, pertanian juga menjadi sumber mata pencaharian(Novianti et al. , 2. Oleh karena itu, peningkatan kinerja sektor pertanian sangat penting untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Sektor pertanian berperan penting dalam pembangunan pertanian ekonomi karena mayoritas penduduk di Indonesia masih menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut (Suradi et , 2. Salah satu subsektor yang memegang peranan penting bagi kehidupan masyarakat ialah subsektor tanaman pangan diantaranya tanaman padi. Padi adalah tanaman pokok di Indonesia yang memproduksi bahan makanan utama, yakni beras, yang menjadi konsumsi harian masyarakat. Beras menjadi komoditas yang penting karena tidak hanya menjadi bahan pangan utama,tetapi juga menjadi sumber pendapatan utama petani (Purba et al. , 2. Mengingat bahwa beras merupakan bahan makanan utama bagi masyarakat Indonesia, maka diperlukan langkah-langkah untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi. Peningkatan produktivitas tersebut dapat dicapai melalui penerapan teknologi, seperti pemanfaatan varietas padi unggul dengan lisensi atau sertifikasi resmi (Prasetya & Sunaryanto, 2. Oleh karena itu, pemilihan dan penggunaan input produksi yang berkualitas, khususnya benih menjadi faktor krusial dalam mencapai target peningkatan produksi padi secara berkelanjutan. Pentingnya penggunaan benih padi bersertifikat terletak dalam kontribusinya terhadap peningkatan keberhasilan usaha tani serta produksi padi. Benih padi yang telah bersertifikat menawarkan beberapa keunggulan antara lain penghematan dalam penggunaan benih, pertumbuhan yang seragam, proses pembungaan dan pemasakan buah yang serempak sehingga memungkinkan panen dilakukan sekaligus, tahan dari serangan hama dan penyakit, rendemen beras tinggi dengan mutu seragam serta beras yang dihasilkan baik dari segi mutu maupun jumlah meningkat (Sari & Suciati, 2. Kabupaten Bone adalah wilayah yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani padi. Komoditas padi dikembangkan oleh masyarakat karena padi dapat bertahan hidup di daerah tersebut, selain itu produksi padi di Kabupaten Bone cukup tinggi sehingga menjadi sumber pendapatan bagi petani. produksi padi di Kabupaten Bone mengalami ketidakstabilan dari tahun ke Pada tahun 2022 produksi padi di Kabupaten Bone sebesar 915. 979 ton sedangkan tahun 2023 sebesar 854. 843 ton. Data tersebut menunjukkan bahwa produksi padi mengalami penurunan 136 ton atau turun sebesar 6,67% (Badan Pusat Statistik, 2. Naik turunnya produksi padi disebabkan karena lahan yang rusak dan adanya pembangunan pemukiman. Oleh karena itu, produktivitas tanaman padi di Kabupaten Bone perlu dikembangkan dengan memanfaatkan faktorfaktor produksi seperti penggunaan benih padi bersertifikat secara optimal agar mampu menghasilkan produksi yang maksimal. Desa Ujung Tanah Kecamatan Mare merupakan wilayah di Kabupaten Bone yang tingkat produksinya belum optimal. Rata-rata hasil produksi tanaman padi di Desa Ujung Tanah yaitu sebanyak 3 ton/ha, jauh dibawah potensi produktivitas padi yang dapat mencapai 6 Ae 7 ton/ha (Mafor, 2. Hal ini dikarenakan penggunaan benih bersertifikat di Desa Ujung Tanah masih Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Sarah dkk. , 2025 jarang digunakan. Umumnya petani menggunakan benih non-sertifikat . hasil simpanan panen Petani di Desa Ujung Tanah lebih percaya pada kualitas benih lokal yang telah digunakan selama bertahun-tahun sehingga petani tidak meminati benih yang tersedia di pasar . hal ini disebabkan oleh pengalaman petani menggunakan benih padi bersertifikat tapi hasil produksinya sama dengan menggunakan benih lokal. Semakin lama petani menjalani usahatani, semakin kuat kecenderungan untuk mengadaptasi kegiatan usahataninya berdasarkan pengalaman yang dimiliki. Dengan demikian, pengalaman dan kepercayaan terhadap benih lokal menjadi hambatan dalam adopsi benih bersertifikat. Yuswandi et al. , . menyatakan bahwa kualitas pengetahuan yang dimiliki petani menjadi syarat utama untuk mendukung keberhasilan pembangunan di sektor pertanian. Pengetahuan berfungsi sebagai dasar terbentuknya persepsi yang selanjutnya dapat mempengaruhi sikap dan akhirnya akan menghasilkan tindakan atau keterampilan. Apabila petani memiliki pemahaman yang memadai mengenai suatu hal, kondisi tersebut dapat mendorong petani untuk mengubah sikap yang akhirnya akan membawa terjadinya perubahan perilaku. Berbagai penelitian sebelumnya telah menelaah perilaku petani, namun kajian yang secara khusus membahas perilaku petani terhadap penggunaan benih bersertifikat masih relatif terbatas. Penelitian terdahulu mengenai perilaku petani dalam penggunaan benih bersubsidi (Fadhillah et al. menyatakan bahwa perilaku petani secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap keputusan dalam menggunaan benih bersubsidi. Produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah antara petani pengguna bibit bersertifikat relatif lebih besar daripada petani pengguna bibit non-bersertifikat (Akbar et al. , 2. Untuk itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan dedikasi baru atas pemahaman tentang perilaku petani dengan membuka perspektif baru tentang bagaimana perilaku petani mempengaruhi penggunaan benih padi bersertifikat yang akan menunjang peningkatan produksi petani. Berdasarkan permasalahan mengenai perilaku penggunaan benih padi bersertifikat dalam usaha tani padi. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perilaku petani terhadap penggunaan benih padi bersertifikat di Desa Ujung Tanah Kecamatan Mare Kabupaten Bone. BAHAN DAN METODE Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Ujung Tanah Kecamatan Mare Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Penentuan lokasi dipilih secara purposive dengan pertimbangan mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian sebagai petani padi dan sebagian besar petani masih menggunakan benih lokal atau tidak bersertifikat yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2025. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh petani padi yang ada di Desa Ujung Tanah berjumlah 240 petani. Sampel yang diambil sebesar 20% dari populasi atau sebesar 48 responden yang telah mewakili seluruh populasi yang ada. Pengambilan sampel sebesar 20% ini didasarkan pada pertimbangan bahwa jika populasi subjek besar, ukuran sampel dapat diambil antara 10-15% dan 20-25% dari populasi (Arikunto, 2. Pengambilan sampel menggunakan metode acak sederhana . imple random samplin. Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Sarah dkk. , 2025 Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Cara memperoleh data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada responden yang telah ditetapkan sebagai sampel dan diperkuat dengan observasi langsung dilapangan. Teknik analisis data yang dipakai yaitu deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif bertujuan guna untuk mendeskripsikan keaadaan umum petani di Desa Ujung Tanah. Analisis kuantitatif bertujuan untuk mengkaji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Jawaban petani diukur menggunakan skala likert 5 tingkat dengan rentang nilai 1 sampai 5. Skala nilai jawaban yang dipakai dengan bentuk pernyataan sangat setuju diberi nilai 5, setuju diberi nilai 4, kurang setuju diberi nilai 3, tidak setuju diberi nilai 2 dan sangat tidak setuju diberi nilai 1. Kemudian dilakukan analisis regresi linear berganda guna melihat pengaruh hubungan antara variabel bebas . engetahuan, sikap dan keterampila. dengan variabel terikat . enggunaan benih padi bersertifika. Sebelum melakukan uji tersebut terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik termasuk uji normalitas, multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Menurut Sugiyono . , persamaan regresi linear berganda yaitu: Y = b0 b1 X1 b2 X2 b3 X3 e Dimana: Y = Penggunaan benih padi bersertifikat X1 = Pengetahuan X2 = Sikap X3 = Keterampilan b0 = Konstanta b1 = Koe. regresi X1 b2 = Koe. regresi X2 b3 = Koe. regresi X3 e = standard error HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Karakteristik Responden Karakteristik Responden yang dimiliki petani padi di Desa Ujung Tanah berbeda-beda. Karakteristik responden meliputi umur, tingkat pendidikan, pengalaman usahatani, jumlah tanggungan keluarga dan luas lahan. Paling banyak responden berumur antara 46 sampai 60 tahun dengan jumlah responden 28 atau sebesar 58,33%. Hal tersebut termasuk dalam usia produktif yang artinya petani dalam kelompok usia ini masih ideal untuk melakukan aktivitas usaha tani. Pada pendidikan petani responden didominasi oleh tamatan SD yaitu sebanyak 23 responden . ,92%). Lama pengalaman berusahatani terbanyak adalah 14 sampai 24 tahun dengan jumlah responden 21 atau sebesar 83,4%, hal tersebut menunjukkan sebagian besar petani memiliki pengalaman yang cukup dalam mengelola usaha tani. Sedangkan jumlah tanggungan keluarga tertinggi yaitu 1 - 3 orang sejumlah 26 responden . ,17%). Luas lahan petani terbanyak yaitu antara 0,05 - 1,7 hektar sebanyak 43 responden . ,58%), artinya mayoritas petani di Desa Ujung Tanah memiliki luas lahan yang tergolong berukuran sempit. Hal ini disajikan pada tabel 1. Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Sarah dkk. , 2025 Tabel 1. Karakteristik Responden Petani Padi di Desa Ujung Tanah Kecamatan Mare Kabupaten Bone Tahun 2025. No. Uraian Jumlah Responden (Jiw. Persentase (%) Total 37,50 58,33 4,17 100,00 47,92 20,83 29,17 2,08 100,00 39,58 43,75 16,67 100,00 54,17 31,25 14,58 100,00 89,58 8,33 2,09 100,00 Umur 30 Ae 45 46 Ae 60 61 Ae 75 Pendidikan SMP SMA Total Pengalaman Usahatani 3 Ae 13 14 Ae 24 25 Ae 35 Total Jumlah Tanggungan Keluarga 1Ae3 4Ae5 6Ae7 Total Luas Lahan 0,05 Ae 1,7 1,8 Ae 3,35 3,36 Ae 5 Total 2 Hasil Uji Asumsi Klasik Uji normalitas, jika nilai signifikan > 0,05 maka uji normalitas terpenuhi. Nilai Asymp. Sig. yang didapat dari hasil uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov Smirnov sebesar 0,594 > 0,05. Artinya data berdistribusi normal, karena nilai signifikan > 0,05. Uji multikolinearitas, jika nilai Tolerance < 0,10 dan VIF > 10, maka data bebas dari Hasil uji multikolinearitas menunjukkan nilai VIF < 10 dan nilai Tolerance > 0,1. Artinya tidak terjadi gejala multikolinearitas. Uji heteroskedastisitas, jika nilai signifikan > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil uji heteroskedastisitas memiliki nilai signifikan > 0,05 yang dimana variabel pengetahuan mempunyai nilai signifikan 0,968 > 0,05, sikap mempunyai nilai signifikan 0,329 > 0,05 dan keterampilan mempunyai nilai signifikan 0,765 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. 3 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Hasil analisis regresi linear berganda . abel 2 pada lampira. mengindikasikan nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,744 atau 74,4%. Temuan ini mengidikasikan bahwa variabel bebas Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Sarah dkk. , 2025 memberikan kontribusi sebesar 74,4% terhadap penggunaan benih padi bersertifikat. Sedangkan sisanya terpengaruh oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam kajian ini. Berikut ini persamaan regresi linear berganda. Y = -1,370 0,155 X1 0,648 X2 0,649 X3 e Berdasarkan persamaan regresi diatas, dapat diinterpretasikan dan diambil kesimpulan: Nilai konstanta . senilai -1,370, yang mengindikasikan bahwa apabila variabel pengetahuan (X. , sikap (X. , keterampilan (X. berada pada nilai nol, maka nilai variabel dependen, yaitu penggunaan benih padi bersertifikat sebesar -1,370 satuan. Koe. regresi (X. senilai 0,155 yang mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan pengetahuan akan meningkat penggunaan benih bersertifikat sebesar 0,155 satuan. Meskipun pengaruhnya tidak signifikan secara statistik, pengetahuan tetap memiliki kontribusi positif terhadap penggunaan benih bersertifikat. Koe. regresi (X. senilai 0,648 yang mengindikasikan setiap peningkatan satu satuan sikap maka penggunaan benih bersertifikat meningkat sebesar 0,648 satuan. Koefisien regresi (X. senilai 0,649 yang mengindikasikan setiap peningkatan satu satuan keterampilan maka penggunaan benih bersertifikat meningkat sebesar 0,649 satuan. Tabel 2. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Uraian Konstanta Pengetahuan (X. Sikap (X. Keterampilan (X. Uji F Koefisien Determinasi (R. Koefisien Regresi . -1,370 0,155 0,648 0,649 Koefisien Determinasi (R. 0,365 0,001 0,000 0,000 0,744 4 Pengaruh Pengetahuan Petani Terhadap Penggunaan Benih Padi Bersertifikat Hasil uji t . , diketahui bahwa pengetahuan petani tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap penggunaan benih padi bersertifikat di Desa Ujung Tanah. Hal ini dibuktikan oleh nilai signifikan sebesar 0,365 > 0,05. Hal ini mencerminkan bahwa tingginya pengetahuan petani belum sepenuhnya mendorong perubahan perilaku dalam penggunaan benih bersertifikat. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti kebiasaan petani dalam menggunakan benih lokal . , kurangnya kepercayaan petani terhadap kualitas benih bersertifikat akibat pengalaman buruk sebelumnya, serta harga benih bersertifikat yang relatif lebih mahal dibandingkan benih lokal. Selain itu, kurangnya pendampingan dan kurang intensifnya kegiatan penyuluhan dari penyuluh pertanian mengenai benih unggul juga turut mempengaruhi rendahnya tingkat penggunaan. Sesuai dengan pendapat (Yuswandi et al. , 2. bahwa tingkat pengetahuan petani belum sepenuhnya menjamin penerimaan suatu inovasi, karena masih dipengaruhi oleh efektivitas metode penyuluhan yang digunakan. Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Sarah dkk. , 2025 Tabel 3. Hasil Uji t Variabel Pengetahuan (X. Sikap (X. Keterampilan (X. t-hitung 0,915 3,700 4,022 t-tabel 2,015 2,015 2,015 Signifikan 0,365 0,001 0,000 Keterangan Tidak berpengaruh Berpengaruh Berpengaruh Hasil ini juga konsisten dengan riset (Darmawan, 2. yang menemukan bahwa pengetahuan mengenai penerapan sapta usahatani padi terutama penggunaan benih unggul tidak memberikan pengaruh terhadap produktivitas padi yang dibuktikan dengan nilai signifikan sebesar 0,516. Berbeda dengan riset (M. Fadhilah et al. , 2. yang menemukan bahwa pengetahuan mempengaruhi produksi padi dengan nilai signifikan sebesar 0,042 < 0,05. Pengetahuan petani yang lebih tinggi tentang sistem agribisnis akan berdampak pada meningkatnya produksi padi. 5 Pengaruh Sikap Terhadap Penggunaan Benih Padi Bersertifikat Hasil uji t . , diketahui sikap petani memberikan pengaruh terhadap penggunaan benih bersertifikat di Desa Ujung Tanah yang dibuktikan dengan nilai signifikan 0,001 < 0,05. Meskipun sebagian petani memiliki sikap positif, seperti bersedia membayar lebih demi mendapatkan mutu benih yang lebih baik, masih banyak petani yang menghadapi kesulitan dalam mengakses benih kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti harga yang tinggi dan keterbatasan Selain itu, kepercayaan petani terhadap sesama petani seringkali lebih besar dibandingkan dengan kepercayaan terhadap penyuluh pertanian, yang juga menjadi indikator penting dalam membentuk sikap petani. Hal ini menyebabkan petani di Desa Ujung Tanah belum sepenuhnya memiliki sikap yang positif terhadap benih bersertifikat. Sikap tersebut dipengaruhi oleh pengalaman petani yang pernah mengalami gagal panen meskipun telah menggunakan benih Selain itu, kebiasaan lama petani dalam menggunakan benih lokal secara turun temurun juga membentuk sikap yang cenderung pasif terhadap inovasi pertanian. Petani yang bersikap positif terhadap benih bersertifikat lebih condong menggunakannya secara konsisten. Sebaliknya, petani yang memiliki sikap negatif lebih condong menggunakan benih lokal. Sesuai dengan pendapat (Priantika et al. , 2. bahwa sikap seseorang juga dapat berkembang melalui pengalaman, termasuk pengalaman dalam mencoba teknologi baru. Penemuan ini sejalan dengan riset (Fadhillah et al. , 2. dengan hasil penelitian yaitu sikap petani berpengaruh terhadap penggunaan benih bersubsidi dengan nilai signifikan 0,035 > 0,05. Berbeda dengan riset (Widyastuti et al. , 2. yang menunjukkan variabel sikap tidak mempengaruhi produktivitas yang dibuktikan dengan signifikan 0,189 > 0,05. 6 Pengaruh Keterampilan Terhadap Penggunaan Benih Padi Bersertifikat Hasil uji t . dapat dilihat bahwa keterampilan petani turut memengaruhi penggunaan benih padi bersertifikat di Desa Ujung Tanah. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai signifikan 0,000 < 0,05. Artinya, semakin baik keterampilan petani mempengaruhi penggunaan benih padi bersertifikat dikarenakan petani yang terampil dalam teknik budidaya padi cenderung lebih berhasil dalam memanfaatkan benih bersertifikat. Sebagian besar petani sudah memiliki keterampilan teknis dan dasar dalam bertani, seperti kemampuan menyeleksi benih yang berkualitas baik sebelum ditanam dan mencari informasi mengenai ketersediaan benih. Namun, keterampilan petani belum mencapai Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Sarah dkk. , 2025 kategori tinggi karena sebagian petani belum mengikuti anjuran pemerintah, seperti menggunakan benih unggul dan menetapkan kebutuhan benih sebanyak 20-25 kg/ha. Tingkat keterampilan ini dipengaruhi oleh kebiasaan budidaya yang telah berlangsung secara turun temurun serta pengalaman bertani selama bertahun-tahun. Temuan ini sejalan dengan pendapat (Priantika et al. bahwa rentang pengalaman dapat mempengaruhi keterampilan petani. Semakin lama akan semakin baik keterampilan yang dimiliki ketika mengelola usahataninya yang mengakibatkan peningkatan pertumbuhan tanaman maupun hasil produksi. Hasil ini konsisten dengan penelitian (Darmawan, 2. bahwa keterampilan petani dalam penerapan sapta usaha tani padi terutama dalam penggunaan benih unggul berpengaruh terhadap produktivitas yang dibuktikan nilai signifikan 0. 010 < 0,05. Temuan tersebut tidak searah dengan hasil penelitian (Fadhillah et al. , 2. yang dimana variabel keterampilan mempunyai nilai signifikan 0,379 > 0,05 sehingga keterampilan petani tidak mempengaruhi penggunaan benih bersubsidi. 7 Pengaruh Perilaku Petani (Pengetahuan. Sikap dan Keterampila. Terhadap Penggunaan Benih Padi Bersertifikat Variabel X1. X2 dan X3 mempengaruhi secara serempak variabel penggunaan benih padi bersertifikat (Y) dengan signifikan sebesar 0,000 < 0,05 . Terjadinya pengaruh serempak antara variabel bebas dengan variabel terikat dikarenakan tingkat perilaku petani di Desa Ujung berada pada kategori sedang dan tingkat penggunaan benih padi bersertifikat juga berada pada kategori sedang. Temuan ini sejalan dengan Fadhilah . bahwa perilaku seseorang terhadap suatu hal ditentukan oleh tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan. Maka dari itu ketiga variabel tersebut dapat mempengaruhi penggunaan benih padi bersertifikat di Desa Ujung Tanah secara simultan atau bersama-sama. Petani memerlukan pengetahuan untuk tahu mengenai jenis varietas, kualitas, harga dan akses benih bersertifikat. Setelah memperoleh pengetahuan, petani kemudian membentuk sikap yang mendorongnya untuk bersedia menggunakan benih bersertifikat dengan Setelah itu, petani akan memproses pengetahuan dan kemauan untuk diterapkan dengan keterampilan atau kemampuan yang dimiliki sehingga dapat mewujudkan penggunaan benih padi bersertifikat yang baik dan konsisten agar produktivitas padi di Desa Ujung Tanah meningkat. Temuan ini sejalan dengan penelitian Darmawan . , yaitu variabel pengetahuan, sikap dan keterampilan akan penerapan sapta usahatani terutama dalam hal penggunaan benih unggul secara serempak mempengaruhi produktivitas padi dengan signifikan 0,001 > 0,05. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis bahwa perilaku petani memiliki peran penting dalam menentukan keputusan penggunaan benih padi bersertifikat. Temuan ini memperkuat teori perilaku adopsi inovasi, bahwa peningkatan kapasitas kognitif dan afektif petani dapat mendorong penerapan teknologi pertanian yang lebih baik. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa perilaku petani merupakan variabel kunci yang relevan untuk dikaji dalam upaya meningkatkan produktivitas padi melalui penggunaan benih bersertifikat. Temuan penelitian ini mengindikasikan pentingnya penguatan peran penyuluh pertanian dalam memberikan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan mengenai manfaat benih bersertifikat. Pemerintah desa. BPP, maupun dinas pertanian dapat memfokuskan program penyuluhan pada Agrisaintifika. Vol. No. 3, 2025 https://journal. id/index. php/agrisaintifika ISSN 2580-0345 . , 2580-748X . DOI: 10. 32585/ags. Sarah dkk. , 2025 peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani terkait penggunaan benih unggul. Selain itu, ketersediaan dan akses petani terhadap benih bersertifikat perlu ditingkatkan melalui penyaluran yang lebih merata dan harga yang lebih terjangkau. Upaya ini diharapkan dapat mendorong petani untuk lebih konsisten dalam menggunakan benih bersertifikat sehingga produktivitas dan kualitas hasil panen dapat terus meningkat pada periode selanjutnya. SIMPULAN Hasil uji simultan variabel pengetahuan, sikap dan keterampilan secara bersama-sama memengaruhi penggunaan benih padi bersertifikat di Desa Ujung Tanah Kecamatan Mare Kabupaten Bone. Pengaruh perilaku petani terhadap penggunaan benih padi bersertifikat sebesar 74,4% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel yang tidak dianalisis dalam penelitian Secara parsial pengetahuan tidak berpengaruh sedangkan sikap dan keterampilan memengaruhi penggunaan benih padi bersertifikat. DAFTAR PUSTAKA