Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 578-587 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Pekarangan Rumah Menuju Kedaulatan Pangan bagi Jamaah Tani Muhammadiyah Provinsi Riau Jupendri*. Nurrahmi. Yulio Vernando Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Komunikasi. Universitas Muhammadiyah Riau. Indonesia. *Corresponding Author. Email: jupendri@umri. Abstract: This community service aims to enhance the knowledge and skills of members of the Muhammadiyah Farmers Congregation (JATAM) in Riau Province in utilizing home yards for vegetable cultivation as a step toward achieving food sovereignty. The implementation methods included training and Evaluation instruments used consist of pre-test and post-test questionnaires to measure participantsAo knowledge improvement, interviews to explore perceptions and motivations, observations to assess participation and practical skills. Quantitative data were analyzed descriptively and using the Paired Sample t-Test, while qualitative data were analyzed using a thematic analysis approach. The results of this community service activity showed increased knowledge and skills among JATAM members in utilizing their home yards for vegetable cultivation, including the ability to select suitable crops, prepare planting media, maintain, harvest, and manage the produce effectively. is expected that through this program. JATAM can contribute to building food sovereignty within the community. Article History: Received: 21-04-2025 Reviewed: 30-05-2025 Accepted: 10-07-2025 Published: 25-08-2025 Abstrak: Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota jamaah tani Muhammadiyah (JATAM) Provinsi Riau dalam memanfaatkan pekarangan rumah dengan bertanam sayuran untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pelatihan dan pedampingan. Instrumen evaluasi yang digunakan meliputi kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta, wawancara untuk menggali persepsi dan motivasi, observasi terhadap partisipasi dan keterampilan praktik. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Paired Sample t-Test, sementara data kualitatif dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan JATAM dalam memanfaatkan perkarangan rumah untuk bertanam sayuran diantaranya yakni kemampuan memilih tanaman yang sesuai, menyiapkan media tanam, merawat, memanen dan mengelola hasil tanaman secara optimal. Diharapkan dengan hasil kegiatan ini JATAM dapat memberikan kontribusi dalam membangun kedaulatan pangan di masyarakat. Sejarah Artikel: Diterima: 21-04-2025 Direview: 30-05-2025 Disetujui: 10-07-2025 Diterbitkan: 25-08-2025 Key Words: Training. Home Yard Utilization. Development Communication. Food Sovereignty. Kata Kunci: Pelatihan. Pemanfaatan Perkarangan Rumah. Komunikasi Pembangunan. Kedaulatan Pangan. How to Cite: Jupendri. Nurrahmi, & Yulio Vernando. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Pekarangan Rumah Menuju Kedaulatan Pangan bagi Jamaah Tani Muhammadiyah Provinsi Riau. Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 6. , 578-587. https://doi. org/10. 33394/jpu. https://doi. org/10. 33394/jpu. This is an open-access article under the CC-BY-SA License. Pendahuluan Sektor pertanian adalah komponen krusial dalam mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDG. , terutama dalam upaya mengatasi kelaparan. Pangan sebagai kebutuhan dasar manusia, harus selalu tercukupi, karena selama ada kehidupan, manusia akan Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 578-587 terus membutuhkan pangan (Kharima, 2. Selain itu, penguatan sektor pertanian menjadi langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, sesuai dengan UndangUndang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan dan Produksi Pangan. Masyarakat Indonesia membutuhkan pangan yang memadai untuk mengurangi ketergantungan pada impor. Ketersediaan pangan sangat penting dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan masyarakat, terutama untuk kebutuhan dasar seperti sayuran. Ketersediaan pangan yang cukup, beragam, dan berdaulat menjadi hal yang krusial, mengingat perannya yang penting dalam keberlangsungan hidup individu. Selain itu, kedaulatan pangan juga mencerminkan kestabilan ekonomi (BULOG, 2. Ancaman terhadap pertahanan keamanan akibat terganggunya ketahanan pangan dapat terjadi apabila kita tidak mampu menyediakan pangan bagi masyarakat secara mandiri sehingga kita mengharuskan untuk impor dari negara lain. Apabila pemenuhan kebutuhan pangan dilakukan melalui import dalam jumlah yang besar dan dalam jangka waktu yang lama serta berlangsung terus menerus, maka kondisi ini menyebabkan pemenuhan kebutuhan pangan kita tergantung pada negara lain. Kondisi ketergantungan ini tentu sangat berbahaya dari sisi pertahanan dan keamanan karena suatu saat jika kita menghadapi permasalahan diplomatik dengan Negara tersebut, mereka akan memberlakukan embargo berupa penghentian pengiriman pangan dari Negara tersebut yang tentunya dapat berdampak pada krisis pangan di Negara kita. Jika terjadi krisis pangan maka semua aspek kehidupan juga menerima dampaknya seperti terjadinya kenaikan harga bahan pokok, penjarahan, perampokan dan kriminalitas lainnya dalam rangka memenuhi kebutuhan akan pangan sehingga bila hal ini berlangsung lama akan menganggu stabilitas nasional. Komunikasi pembangunan merupakan disiplin ilmu dan praktikum komunikasi dalam konteks negara-negara yang sedang berkembang, terutama kegiatan komunikasi untuk perubahan sosial yang berencana (Harun & Ardianto, 2. Cakupan komunikasi pembangunan dapat meliputi beberapa aspek yang berkaitan dengan masyarakat, yaitu aspek sosial ekonomi, aspek pendidikan, serta aspek kesehatan dan lingkungan. Kesehatan dan lingkungan merupakan salah satu aspek yang perlu dicermati dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti penjelasan (Sulaeman, 2. bahwa kesejahteraan masyarakat saat ini menurut UNDP diukur oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) yang merupakan indikator komposit yang terdiri atas tiga indikator sektor pembangunan. Pertama pendidikan . ebagai ukuran knowledg. , kesehatan . ebagai ukuran longevit. dan ekonomi yaitu tingkat pendapatan riil . ebagai ukuran living Aspek kesehatan juga dipengaruhi oleh baik buruknya status gizi masyarakat. Makan sayur setiap hari menjadi salah satu indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Dalam meningkatkan status gizi yang baik diperlukan program pemberdayaan masyarakat yang berkesinambungan. Program pemberdayaan kesehatan dan gizi masyarakat dapat dimulai dari hal yang sederhana dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Pengelolaan sumber daya yang ada diharapkan dapat menciptakan produktivitas bagi masyarakat, dan yang utama mampu menciptakan kemandirian serta mewujudkan masyarakat yang sehat. Beberapa pengabdian sebelumnya telah menunjukkan bahwa pemanfaatan perkarangan rumah secara produktif dapat meningkatkan ketahanan pangan, minimal ketahanan panga rumah tangga, serta menjadi sarana edukasi pertanian yang efektif. Studi ipah . dan Husain . menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan pertanian mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pangan mandiri dan mendukung diversifikasi konsumsi pangan. Selain itu, pendekatan komunikasi pembangunan terbukti Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 578-587 efektif dalam mengubah perilaku masyarakat serta membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya kemandirian pangan. Organisasi masyarakat Muhammadiyah berpandangan bahwa kedaulatan pangan adalah ciri kemerdekaan sebuah bangsa. Sebagai sebuah negara merdeka dengan sumber daya alam yang sangat melimpah, bangsa Indonesia harus mampu mewujudkan kedaulatan pangan, ditandai dengan ketersediaan pangan yang ahalal dan thoyyib/baik secara mandiri dan terbebas dari ketergantungan pada penguasaan korporasi pangan. Dalam konteks inilah. Muhammadiyah sebagai bagian intergal dari bangsa Indonesia mengambil peran aktif melalui pembentukan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) dan mengajak semua pelaku usaha pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan serta siapa saja yang concern pada kedaulatan pangan untuk bergabung dan bersama-sama berjihad mewujudkannya. Urgensi pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah kurang sadarnya masyarakat dengan ancaman terhadap pertahanan keamanan apabila terganggunya ketahanan pangan seperti krisis pangan yang menyebabkan harga pangan mengalami kenaikan. Selain itu rendahnya sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan tentang pertanian, ditambah lagi kesibukan yang dihadapi JATAM Provinsi Riau yang tinggal di perkotaan membuat mereka tidak sempat untuk bertani dan tidak tersedia perkarangan untuk bertanam, meskipun ada tersedia perkarangan rumah, tetapi JATAM Provinsi Riau masih kurang memiliki ide dan berinovasi untuk memberdayakan potensi pekarangan rumahnya untuk bertanam sayuran. Oleh sebab itu banyak perkarangan rumah yang belum dimanfaatkan secara baik dan maksimal, sehingga banyak lahan perkarangan yang menjadi lahan menganggur. Selain itu, kurangnya kesadaran bahwa manfaat perkarangan rumah bisa menghasilkan pendapatan melalui kegiatan menanam atau budidaya sayuran. JATAM Provinsi Riau memiliki peran dan kepedulian dalam hal kedaulatan pangan. JATAM merupakan langkah strategis dari persyarikatan dalam rangka dakwah pertanian Muhammadiyah yang bertujuan menghimpun dan berkoordinasi para petani guna mewujudkan kesejahteraan petani, kedaulatan pangan, dan ketersediaan pangan yang halal dan tayyib . Maka tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota jamaah tani Muhammadiyah (JATAM) Provinsi Riau dalam memanfaatkan pekarangan rumah dengan bertanam sayuran untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Metode Pengabdian masyarakat ini bermitra dengan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Provinsi Riau. JATAM berada di bawah naungan organisasi ortonom Muhammadiyah yaitu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah bidang Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM). Adapun metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi : Sosialisasi Awal pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi kepada mitra terkait penyampaian program pemberdayaan JATAM Provinsi Riau yang akan menangani permasalahan perkarangan yang belum termanfaatkan sekaligus melakukan sosialisasi manfaat perkarangan rumah yang bisa menghasilkan pendapatan melalui kegiatan menanam atau budidaya sayuran. Pelatihan . Pelatihan edukasi tentang pertanian, pelatihan keterampilan memilih tanaman sayuran yang cocok di tanam di wilayah Kota Pekanbaru khususnya sesuai dengan keadaan geografis, kesuburan tanah, ketinggian dan iklim yang terkait Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 578-587 dengan curah hujan. Jumlah Peserta Pelatihan sebanyak 15 orang dengan rentang usia 25 Ae 50 Tahun. Praktik budidaya holtikultura yang terkait dengan media tanam yang tepat, pupuk dan pengendali tanaman untuk menjaga kesuburan serta produktivitas . Pelatiham perawatan tanaman sayuran dengan cara pemupukan, pengendalian haman dan pengobatannya. Praktik terkait teknik panen yang benar sampai dengan perlakukan pasca panen, dengan dikemas secara baik agara sayuran dapat ditawarkan/dijual. Fasilitasi Fasilitas yang disediakan tim pengabdian kepada masyarakat berupa media tanam seperti polybag, kompos, pengendali hama atau obat-obatan hama tanaman . Pendampingan Kegiatan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan. Pendampingan ini bertujuan agar seluruh anggota JATAM Provinsi Riau dapat memanfaatkan pekarangan yang selama ini masih terbengkalai sehingga bisa menghasilkan sayuran dan lain-lain untuk mendukung ketahanan pangan keluarga yang pada gilirannya bahkan menambah income/pendapatan. Evaluasi Evaluasi bertujuan untuk mengukur keberhasilan pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan perkarangan rumah untuk meningkatkan kedaulatan pangan, serta sejauh mana kegiatan tersebut berkontribusi terhadap kedaulatan pangan. Adapun instrumen- instrumennya adalah sebagai berikut : Kuisioner Digunakan untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan masyarakat sebelum dan sesudah kegiatan dan mengukur persepsi tentang manfaat, kendala, dan keberlanjutan kegiatan. Wawancara Untuk menggali informasi mendalam mengenai dampak kegiatan pada ekonomi rumah tangga, perubahan pola konsumsi, dan partisipasi keluarga. Observasi Langsung Mencatat kondisi fisik pemanfaatan pekarangan . uas lahan yang digunakan, jenis tanaman, sistem irigasi sederhana, dsb. ) dan menilai keberlanjutan praktik bertanam setelah intervensi dilakukan. Dokumentasi Foto, video, atau catatan kegiatan pelatihan, distribusi bibit, dan hasil panen. Pelaksanaa kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan Untuk memastikan validitas temuan, dilakukan triangulasi data, yaitu dengan menggabungkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber yaitu kuesioner, wawancara, dan observasi, sehingga hasil analisis menjadi lebih akurat dan dapat Dengan pendekatan ini, diharapkan mampu menangkap gambaran yang lebih utuh mengenai dampak kegiatan pemberdayaan terhadap masyarakat. Hasil Pengabdian dan Pembahasan Hasil dari pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh indikator yang diukur. Peningkatan terbesar terjadi Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 578-587 pada pemahaman peserta terhadap pengendalian hama secara alami, yang meningkat sebesar Ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang bersifat langsung dan kontekstual sangat efektif dalam membentuk pengetahuan baru yang relevan dengan kehidupan peserta. Selain aspek pengetahuan, perubahan perilaku dan sikap positif juga mulai terlihat. Beberapa peserta bahkan telah mulai mengaplikasikan keterampilan yang diperoleh, seperti menyiapkan media tanam sendiri dan melakukan panen awal. Dari wawancara singkat pasca kegiatan, peserta menyatakan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam bertani di pekarangan rumah, dan mulai menyadari bahwa kegiatan ini bisa memberikan manfaat ekonomi tambahan di masa depan. Pendekatan komunikasi pembangunan yang digunakan dalam kegiatan ini berperan penting dalam menciptakan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui dialog dua arah dan pembelajaran partisipatif, peserta tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berkontribusi dengan pengalaman dan pengetahuan lokal yang mereka miliki. Ini sejalan dengan pandangan Mefalopulos . , yang menyatakan bahwa komunikasi pembangunan harus bersifat dialogis dan memperkuat kapasitas lokal agar perubahan dapat berlangsung Kegiatan ini juga sejalan dengan gagasan kedaulatan pangan, sebagaimana ditegaskan oleh FAO . , yang menekankan pentingnya peran rumah tangga dalam memproduksi pangan secara mandiri dan lokal, terutama di tengah tekanan urbanisasi dan perubahan iklim. Pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif merupakan bentuk adaptasi kreatif yang mendukung sistem pangan yang adil dan berkelanjutan. Implementasi urban farming melalui pemanfaatan pekarangan rumah memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan pangan Hasil panen sayuran seperti kangkung, bayam, dan sawi hijau tidak hanya mencukupi kebutuhan konsumsi sehari-hari, tetapi juga mengurangi pengeluaran keluarga untuk membeli sayuran. Penelitian (Ekawati, 2. yang menunjukkan bahwa urban farming dapat meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga di perkotaan dengan memanfaatkan lahan terbatas secara efisien. Dalam tulisannya. Ekawati mengungkapkan bahwa penerapan urban farming di permukiman pesisir Kota Makassar berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pertanian perkotaan dan menghasilkan sayuran konsumsi keluarga, sehingga mengurangi pengeluaran untuk membeli sayuran. Hasil panen ini juga dapat dikonsumsi oleh anggota keluarga, yang berkontribusi pada pengurangan pengeluaran untuk Program ini menunjukkan bahwa urban farming dapat menjadi solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga di daerah perkotaan dengan memanfaatkan lahan terbatas secara efisien. Selain itu, penelitian oleh (Herianto et al, 2. menunjukkan bahwa pelatihan dan penyuluhan mengenai urban farming dan pemanfaatan pekarangan rumah dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga, terutama dalam menghadapi situasi krisis seperti pandemi COVID-19. Melalui penerapan urban farming, masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman sayuran, yang tidak hanya mencukupi kebutuhan konsumsi sehari-hari tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar. Kedua penelitian ini menunjukkan bahwa urban farming dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga di perkotaan, terutama dengan memanfaatkan lahan terbatas secara efisien dan melibatkan masyarakat dalam proses budidaya tanaman Implementasi program urban farming melalui pemanfaatan pekarangan rumah dalam kegiatan pengabdian ini terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ketahanan pangan rumah tangga. Peserta, yang tergabung dalam Jamaah Tani Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 578-587 Muhammadiyah (JATAM) Riau, mampu mengaplikasikan teknik budidaya sayuran secara mandiri setelah mengikuti pelatihan, mulai dari pemilihan jenis tanaman, pembuatan media tanam, perawatan, hingga pemanenan. Sayuran seperti kangkung, bayam, dan sawi hijau menjadi komoditas utama yang dipilih karena mudah dibudidayakan dan cepat panen. Kegiatan Pengabdian ini juga menunjukkan keterkaitan erat antara pemberdayaan masyarakat dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. , khususnya tujuan ke-2: mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan meningkatkan nutrisi. Urban farming memungkinkan masyarakat untuk memproduksi pangan secara mandiri dengan pendekatan berkelanjutan, sebagaimana dijelaskan oleh Alfariza et al. , bahwa pemanfaatan pekarangan rumah sangat efektif dalam mendukung SDGs pilar ekonomi dan sosial (Alfariza et al. , 2. Penelitian Amaliyah & Sarwoprasodjo . menunjujjab bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam program urban farming sangat dipengaruhi oleh iklim komunikasi yang inklusif dan memberdayakan (Amaliyah & Sarwoprasodjo, 2. Kegiatan ini juga mencerminkan komunikasi pembangunan dalam bentuk pemberdayaan, sebagaimana diuraikan oleh Winangsih et al. , bahwa keberhasilan program pertanian kota bergantung pada keterlibatan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan hanya sebagai penerima manfaat (Winangsih et al. , 2. Dalam dimensi ekologis, pemilihan teknik budidaya ramah lingkungan, seperti penggunaan pupuk organik dan pengendalian hama alami, memperkuat nilai keberlanjutan dari program ini. Menurut Bunyamin et al. , urban farming tidak hanya menjawab persoalan pangan, tetapi juga memperbaiki kualitas lingkungan hidup di wilayah perkotaan melalui penghijauan dan daur ulang limbah organik (Bunyamin et al. , 2. Kegiatan ini juga memiliki dimensi ekonomi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Hasil panen yang berlebih dapat dipasarkan secara langsung atau melalui platform digital, sehingga menciptakan peluang kewirausahaan lokal. Penelitian Adetya . menunjukkan bahwa optimalisasi urban farming di perkotaan dapat menciptakan rantai nilai pangan lokal, mendukung ekonomi rumah tangga, dan membuka lapangan kerja baru (Adetya, 2. Melalui pendekatan komunikasi pembangunan, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan sebagai bentuk pemberdayaan kepada masyarakat, agar memiliki kemampuan dalam bertani secara sederhana namun efektif, terutama dalam lingkup rumah tangga. kegiatan ini difokuskan pada pelatihan dan praktik langsung budidaya tanaman sayuran dengan pendekatan hortikultura berkelanjutan. Kegiatan ini diadakan di Perumahan Graha Wahana 1. Jalan Cipta Karya. Kota Pekanbaru, dengan melibatkan 15 peserta yang merupakan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Riau, dengan rentang usia antara 30 hingga 50 tahun. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Nasihin. P, selaku Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Kota Pekanbaru yang bertugas di Kelurahan Sialangmunggu dan Sidomulyo Barat. Gambar 1. Pemberian Materi Terkait Edukasi Dunia Pertanian Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 578-587 Kegiatan pertama adalah pelatihan edukasi mengenai dunia pertanian. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman dasar mengenai pentingnya pertanian, terutama dalam lingkup rumah tangga, sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan. Narasumber memberikan materi terkait kondisi geografis memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang cukup tinggi dan merata sepanjang tahun. Kondisi tersebut memengaruhi jenis tanaman sayuran yang dapat tumbuh optimal di wilayah ini. Oleh karena itu, peserta dibimbing untuk mengenali dan memilih jenis tanaman hortikultura yang sesuai, seperti kangkung, bayam, sawi hijau, tomat, dan cabai. Tanaman-tanaman ini dinilai tidak hanya mudah ditanam, tetapi juga memiliki nilai gizi tinggi serta waktu panen yang relatif singkat, sehingga cocok untuk ditanam di pekarangan rumah dalam skala kecil hingga menengah. Setelah peserta memahami teori dasar dan karakteristik tanaman yang cocok untuk ditanam di wilayah Pekanbaru, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik budidaya Praktik ini dilaksanakan secara langsung di lingkungan pelatihan yang telah disiapkan di lokasi Perumahan Graha Wahana. Peserta mempraktikkan cara menyiapkan media tanam yang baik, yaitu campuran antara tanah, kompos, dan sekam bakar. Media tanam tersebut dipilih karena dapat memberikan sirkulasi udara yang baik bagi akar tanaman, menyimpan kelembaban, serta kaya akan unsur hara. Peserta juga diperkenalkan pada penggunaan pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang berfungsi memperbaiki struktur tanah. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman. Narasumber menjelaskan bahwa dalam budidaya skala rumah tangga, penggunaan pestisida kimia sebaiknya diminimalisir. Oleh karena itu, dikenalkan metode pengendalian hama alami menggunakan bahan-bahan sederhana yang dapat dibuat sendiri, seperti larutan cabai, bawang putih, dan jahe, yang efektif mengusir hama seperti kutu daun, ulat, dan belalang. Praktik ini bertujuan untuk menjaga kualitas sayuran tetap aman dikonsumsi dan mendukung pertanian ramah lingkungan. Selain itu, pelatihan juga mencakup pengenalan terhadap kondisi tanah yang subur, yaitu tanah yang gembur, memiliki kadar humus tinggi, dan mampu menyerap air dengan baik. Peserta diberikan pemahaman bahwa pemilihan jenis tanaman harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan ketersediaan cahaya matahari, yang merupakan faktor penting dalam proses fotosintesis. Gambar 2. Pengenalan terhadap Kondisi Tanah Pelatihan selanjutnya berfokus pada tahap pemeliharaan tanaman, yang merupakan fase penting dalam menentukan keberhasilan panen. Narasumber menjelaskan bagaimana teknik menyiram tanaman yang baik dan efisien, yaitu dilakukan pada pagi atau sore hari untuk menghindari penguapan yang berlebihan. Dalam sesi ini juga narasumber menjelaskan cara mengenali gejala serangan penyakit atau kekurangan nutrisi pada tanaman, seperti daun menguning, layu, atau tumbuh kerdil. Dengan pemahaman tersebut, peserta dapat secara Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 578-587 mandiri melakukan tindakan perbaikan, baik melalui pemberian nutrisi tambahan maupun pengobatan alami. Gambar 3. Praktik Menyiapkan Media Tanam Tahapan terakhir dalam kegiatan pelatihan ini. Narasumber menjelaskan bahwa proses panen harus dilakukan dengan teknik yang benar agar tidak merusak tanaman, terutama untuk jenis tanaman yang bisa dipanen berkali-kali seperti kangkung dan bayam. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat tanaman masih segar dan tidak terkena sinar matahari langsung. Setelah panen, narasumber juga menjelaskan bagaimana melakukan sortasi, pencucian, dan pengemasan sayuran agar tetap menarik dan higienis. Pengemasan dilakukan menggunakan kantong plastik berlubang atau keranjang kecil, agar sirkulasi udara tetap terjaga dan sayuran tidak cepat layu. Peserta juga diberikan gambaran bagaimana sayuran hasil panen dapat dipasarkan, baik secara langsung kepada tetangga sekitar maupun melalui media sosial sebagai strategi penjualan sederhana. Langkah ini sangat penting untuk membentuk pola pikir produktif di kalangan masyarakat, di mana hasil pertanian rumahan tidak hanya dikonsumsi sendiri tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Adapun peningkatan pengetahuan peserta yang berjumlah 15 orang, sebelum dan setelah pelatihan di lengkapi dengan table di bawah ini. Tabel 1. Peningkatan Pengetahuan Peserta Indikator Pengetahuan Pentingnya kedaulatan pangan Jenis tanaman sayuran yang cocok untuk ditanam Teknik menyiapkan media tanam Skor Rata-rata Pre-test Skor Rata-rata Post-test Persentase Peningkatan Penggunaan pupuk organik Pengendalian hama dan penyakit tanaman secara alami Teknik penyiraman yang tepat Teknik panen dan pascapanen yang baik dan higienis Pemanfaatan hasil panen untuk konsumsi dan ekonomi Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 578-587 Kesimpulan Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, terlihat bahwa pendekatan komunikasi pembangunan yang disertai dengan praktik langsung dapat efektif dalam meningkatkan kapasitas dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian rumah tangga. Pelatihan dan praktik yang diberikan telah memberikan pemahaman dan keterampilan kepada peserta dalam memilih tanaman yang sesuai, menyiapkan media tanam, merawat, hingga memanen dan mengelola hasil tanaman secara optimal. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk bertanam sayuran, masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan lokal. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi kecil dan menengah, yang jika dikembangkan secara berkelanjutan dapat meningkatkan kesejahteraan Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah lain dalam rangka menciptakan masyarakat yang mandiri, sehat, dan Saran Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan, terdapat beberapa saran konkrit yang dapat diberikan kepada pengurus JATAM Riau guna mendukung keberlanjutan program urban farming. Pengurus disarankan untuk membentuk kelompok tani pekarangan berbasis rumah tangga di lingkungan masing-masing agar praktik budidaya sayuran dapat terus dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan. Selain itu, pelatihan lanjutan secara berkala perlu diselenggarakan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan anggota, terutama dalam hal teknik pertanian ramah lingkungan, pembuatan pupuk organik, serta pengelolaan hasil panen secara ekonomis. Penting pula untuk membangun budaya konsumsi hasil pertanian mandiri di kalangan anggota, sehingga ketahanan pangan keluarga dapat terus diperkuat. Di samping itu, pengurus JATAM juga diharapkan mampu mengembangkan sistem pemasaran hasil panen melalui platform digital guna meningkatkan nilai tambah ekonomi dan memperluas jangkauan distribusi. Sementara itu, instansi terkait seperti Dinas Pertanian Kota Pekanbaru dan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan dukungan nyata dalam bentuk bantuan sarana produksi pertanian, seperti bibit, kompos, dan alat tanam sederhana. Pendampingan berkelanjutan oleh penyuluh pertanian juga sangat diperlukan untuk memfasilitasi praktik pertanian pekarangan yang sesuai dengan kondisi lokal. Selain itu, penting bagi pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan insentif yang mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif, seperti penghargaan lingkungan hidup, subsidi air atau kompos, dan program revitalisasi pekarangan. Terakhir, diperlukan upaya pemetaan dan pendataan rumah tangga aktif dalam urban farming sebagai dasar penyusunan kebijakan pangan lokal yang lebih terarah dan partisipatif. Dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah, upaya mewujudkan kedaulatan pangan melalui pemanfaatan pekarangan rumah dapat menjadi gerakan bersama yang berdampak luas dan berkelanjutan. Ucapan Terima Kasih Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat melalui Pemberdayaan Masyarakat dalam memanfaatkan Perkarangan Rumah Bertanam Sayuran Menuju Kedaulatan Pangan menyampaikan terimakasih kepada Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Riau selaku mitra dalam kegiatan pengabdian ini. Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat juga Copyright A 2025. The Author. Jurnal Pengabdian UNDIKMA: Jurnal Hasil Pengabdian & Pemberdayaan kepada Masyarakat https://e-journal. id/index. php/jpu/index Email: pengabdian@undikma. Vol. No. 3 (Agustus 2. E-ISSN : 2722-5097 Pg : 578-587 menyampaikan ucapan terimakasih kepada Dikti Litbang PP Muhammadiyah yang telah memberikan dukungan yang signifikan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Daftar Pustaka