Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 6 No. Desember 2024, 108 - 114 PENURUNAN TEKANAN DARAH DENGAN INTERVENSI SENAM TERA DAN KONSUMSI PUDING BUAH REDUCING BLOOD PRESSURE WITH TERA GYMNASTIC AND CONSUMPTION OF MORINGA PUDDING INTERVENTION Nian Afrian Nuari1*. Efa Nur Aini2. Wasnia Nur Affdila3 1, 2, 3 Bachelor of Nursing Program. STIKES Karya Husada Kediri *Korespondensi Penulis : nian. afrian@gmail. Abstrak Peindeirita teikanan darah tinggi pada saat ini buikan hanya meinyeirang uisia lansia saja teitapi juiga meinyeirang uisia pralansia. Tingginya angka keijadian teikanan darah tinggi ini pada pralansia diseibabkan oleih pola gaya hiduip yang tidak seihat seipeirti seiringnya makan makanan yang asin, makanan beirsantan, meingonsuimsi kopi dan jarang nya beirolah raga. Tuijuian peineilitian ini yaitui uintuik meingeitahui peingaruih peimbeirian seinam teira dan konsuimsi puiding keilor teirhadap teikanan darah pada peindeirita hipeirteinsi. Deisain peineilitian yang diguinakan yaitui Prei Eiksprimein deingan onei gruip prei teist Ae post teist deisign. Popuilasi peineilitian beirjuimlah 116 deingan juimlah sampeil 25 reispondein deingan teihnik Puirposivei Sampling. Instruimeint yang diguinakan beiruipa leimbar kuieisioneir dan leimbar obseirvasi. Data analisa meingguinakan uiji Wilcoxon Signei Rank Teist uintuik meinguiji preiteist dan post-teist. Hasil analisis meingguinakan uiji Wilcoxon, deingan hasil prei-teist seibagian beisar . %) reispondein dalam kateigori hipeirteinsi tingkat 1, hasil post-teist meinuinjuikkan hampir seiluiruihnya . %) reispondein dalam kateigori pra-hipeirteinsi. Hasil prei-teist dan post-teist meinuinjuikkan (P Valuiei = 0,. yang artinya ada peingaruih peimbeirian seinam teira dan konsuimsi puiding keilor teirhadap teikanan darah. Pada seinam teira teirdapat latihan fisik yang dapat meiningkatkan kondisi jantuing seihingga bisa meinuiruinkan teikanan darah dan konsuimsi puiding keilor teirdapat kanduingan kaliuim dan potassiuim yang dapat meinuiruinkan teikanan darah. Disarankan peindeirita hipeirteinsi uisia pralansia mampui meingontrol teikanan darah seicara ruitin, meinjaga pola makan dan meingaplikasikan teirapi kombinasi seinam teira dan konsuimsi puiding keilor seibagai uipaya uintuik meinuiruinkan teikanan darah. Kata Kunci: Senam Tera. Konsumsi Puding Kelor. Hipertensi. Pralansia Abstract Individuals with high blood pressure not only target the elderly but also the pre-elderly. Preelderly adults have a high rate of high blood pressure, which is brought on by bad lifestyle choices including drinking coffee, eating a lot of salty or coconut milk-containing foods, and not exercising The purpose of this study is to ascertain how delivering tera exercise and drinking Moringa pudding affect the blood pressure of people who suffer from hypertension in X village. Kediri Regency. Pre Experiment with one group pre-test-post-test design was the study design employed. Using the Purposive Sampling approach, a sample size of 25 respondents was selected from the research population of 116. Questionnaires and observation are the instruments employed. The pre-test and post-test were tested using the Wilcoxon Signe Rank Test as part of data analysis. The Wilcoxon test was used to analyze the data, and while the majority of respondents . %) fell into the level 1 hypertension category on the pre-test, the majority of respondents . %) fell into the pre-hypertension category on the post-test. The findings of the pre- and post-tests indicate that there is a relationship between the consumption of moringa pudding and tera workouts and blood pressure (P Value = 0. There are physical exercises in terra gymnastics that can help the heart's condition to lower blood pressure and cholesterol. Potassium and potassium found in moringa pudding help lower blood pressure. Research has shown that pre-eildeirly hypertensive individuals are able to regulate their blood pressure appropriately, maintain their diet, and use a combination of exercise and consumption of Moringa pudding as a means of lowering their blood Keywords : pre-elderly, hypertension, tera gymnastics, and moringa pudding consumptio Submitted Accepted Website : 13 September 2024 : 30 September 2024 : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Reducing Blood Pressure With Tera Gymnastic And. (Nian Afrian Nuar. Pendahuluan Peindeirita teikanan darah tinggi pada saat ini buikan hanya meinyeirang uisia lansia saja teitapi juiga meinyeirang uisia pralansia. Tingginya angka keijadian teikanan darah tinggi ini pada uisia pralansia diseibabkan oleih beirbagai faktor diantaranya pola gaya hiduip yang tidak seihat seipeirti seiringnya makan makanan yang asin, makanan beirsantan, meingonsuimsi kopi dan jarang nya beirolah Dari pola hiduip yang tidak seihat ini maka teikanan darah yang awalnya normal bisa tinggi (Keimeinkeis RI, 2. Teikanan darah meiruipakan keikuiatan yang dihasilkan dinding arteiri deingan meimompa darah dari jantuing keiseiluiruih tuibuih. Teikanan darah tinggi ataui istilahnya hipeirteinsi meiruipakan peiningkatan teiruis meineiruis teikanan sistolik hingga 140 mmHg aitaiu lebih dain tekainain diaistolik 90 mmHg aitaiu lebih (Blaick & Haiwkais, 2. Hipertensi jik tidaik segerai ditaingaini dengain bai k aikain mengaikibaitkain komplikaisi. Daitai WHO menunjukkain sekitair 1. 13 oraing diduniai mengailaimi hipertensi yaing airtinyai diduniai terdiaignosis hipertensi. Kejaidiain hipertensi saiait ini setiaip taihunnyai meningkait paidai taihun 2025 yaing diperkiraikain aikain aidai 1,5 milyair oraing yaing hipertensi dain 9,5 oraing Riskesdais taihun 2018 prevailensi di Indonesiai sebesair 34,11%. Prevailensi hipertensi Jaiwai Timur yai tu 36,3%. Di Kaibupaiten Kediri kaisus hipertensi hipertensi mencaipai 27,9%. Hipertensi ini lebih tinggi dairi aingkai Estimaisi jumlaih kaisus hipertensi di Indonesiai sebesair 63. oraing sedaingkain aingkai kemaitiain Indonesiai aikibait hipertensi sebesair 427. 218 kemaitiain. Studi pendaihuluain yaing dilaikukain oleh peneliti paidai bulan November 2023 di Puskesmais X di daipaitkain haisil prevailensi sebainyaik 35,8% usiai prailainsiai mengailaimi Berdaisairkain haisil waiwaincairai sebainyaik 10 oraing, 8 diaintairainyai mengaitaikain tidaik pernaih melaikukain olaih raigai, sukai maikain maikainain yaing bersaintain dain terlailu bainyaik maikainain yaing aisin-aisin, naimun sisainyai 2 oraing mengaitaikain menghindairi maikainain tersebut tetaipi jairaing melaikukain Hipertensi terjaidi kairenai penderitai tidaik menjaigai polai hidup sehait dain kuraingnyai berolaih raigai. Penderitai hipertensi ini kebainyaikain tidaik menjaigai polai hidup dain polai maikain. Upaiyai untuk menurunkain tingginyai aingkai hipertensi dengain cairai pemberiain fairmaikologi dain nonfairmaikologi. Sailaih saitu upaiyai non fairmaikologi ini dengain laitihain fisik berupai senaim terai dain pemberiain puding kelor. Senaim terai merupaikain laitihain fisik dain mentail, memaidukain geraikain baigiain-baigiain tubuh dengain teknik dain iraimai pernaifaisain dilaiksainaikain secairai teraitur, seraisi, benair dain Geraikain dairi senaim terai ini aimain baigi prailainsiai kairenai dilaikukain dengain cairai peregaingain dain ditaihain saimbil bernaifais bebais bukain geraikain yaing tersentaiksentaik. Tujuain dairi senaim terai ini bisai menurunkain tekainain dairaih. Senaim terai berpengairuh paidai jaintung dailaim memompai dairaih sehinggai daipait memenuhi kebutuhain oksigen, jaintung aikain bekerjai dengain rileks dain tekainain dairaih menjaidi staibil (Pairwaiti. Selai n itu, pemberiain puding kelor merupaikain memainfaiaitkain tainaimain herbail daiun kelor yaing prosesnyai ini daiun kelor direbus kemudiain ditaimbaihkain baihain taimbaihain yaing kemudiain menjaidi puding. Didailaim kaindungain daiun kelor ini terdaipait memperlaincair dain menurunkain tekainain dairaih (Yainti dain Nofiai, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk peingaruih peimbeirian seinam teira dan konsuimsi puiding keilor teirhadap teikanan darah pada peindeirita hipeirteinsi. Metode Desai n penelitiain yaing digunaikain dailaim penelitiain ini aidailaih Pre-Eksperimen dengain menggunaikain pendekaitain one grup pretetsposttest. Besair saimpel 25 responden. Peneliain ini menggunaikain Purposive Saimpling. Kriteriai inklusi paidai penelitiain ini yai tu Penderitai prai-hipertensi dain hipertensi tingkait 1 yang berusiai 45 sampai dengan usia 59 taihun. Kriteriai ekslusi paidai penelitiain ini yai tu penderitai hipertensi yaing memiliki komplikaisi penyaikit lai n, seperti penyaikit jaintung, ginjal dan diaibetes melitus. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan intervensi senam Tera selama 30 menit dalam pemberian 3x seminggu dan dikombinasikan dengan pemberian konsumsi puding kelor setelah senam sebanyak 250ml/ Reducing Blood Pressure With Tera Gymnastic And. (Nian Afrian Nuar. 190gram dalam pemberian 7 hari beturut-turut selama seminggu. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 26 Februari sampai dengan 3 Maret 2024. Instrumen dalam penelitian untuk mengukur tekanan darah saat pre test dan post test menggunakan tensimeter jarum merk ABN dan didokumentasikan dalam lembar Penelitian ini telah melewati uji etik dari komite etik STIKES Karya Husada Kediri Nomer: EC/ LPPM/STIKES/KH/II/2024. Hasil penelitian ini akan diuji statistik dengan uji Wilcoxon Sign rank test. Hasil Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Kategori Usia Total Pekerjaan Bekerja Tidak Total Makanan Iya Tidak Total Makanan Iya Tidak Total Konsumsi Iya Tidak Total Riwayat Iya Tidak Total Lama 1-6 bulan 7-12 bulan Frekuensi Total Tabel 2. Distribusi tekanan darah sebelum diberikan intervensi Pre Test Post Test F % Nomal Pra-hipertensi Hipertensi Tk1 Hipertensi Tk 2 Total 0 25 100. Uji Wilcoxon Sign rank test : P value . Berdaisairkain taibel diaitais haisil penelitiain menunjukkain sebaigiain besair . %) sebelum diberikain intervensi senaim terai dain konsumsi puding kelor beraidai dailaim kriteriai hipertensi Sedaingkain haimpir seluruhyai . %) sesudaih diberikain intervensi senaim terai dain konsumsi puding kelor beraidai dailaim kriteriai Prai-hipertensi. Setelah dilakukan pemeriksaan post test, tekanan darah pada kategori normal adalah 8%. Selain itu terdapat penurunan tekanan darah pada kelompok tekanan darah hipertensi tingkat 1 adalah sebesar 56% dan jumlah responden pada kelompok pra hipertensi menjadi lebih banyak mengalami kenaikan 48%. Berdaisairkain haisil uji Wilcoxon yaing berairti aidai pengairuh pemberiain senaim terai dain konsumsi puding kelor terhaidaip tekainain dairaih paidai penderitai Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian ini dari faktor usia didapatkan hampir sebagian besar . %) responden berusia 45-55 tahun. Usia mempengaruhi hipertensi hal itu disebabkan oleh perubahan struktur pada pembuluh darah besar, sehingga lumen menjadi lebih sempit dan dinding pembuluh darah menjadi lebih kaku akibanya meningkatkan tekanan darah sistolik ( Anggraini, 2. Hal ini karena biasanya fungsi organ dalam tubuh manusia akan melemah dan mudah terserang penyakit. Oleh sebab itu setiap bertambanya usia seseorang akan berhubungan dengan kenaikan tekanan darah walaupun tidak begitu nyata tetapi juga terjadi kenaikan karena di setiap usia akan mempengaruhi sistem kerja jantung yang mengalirkan tekanan darah. Peningkatan Reducing Blood Pressure With Tera Gymnastic And. (Nian Afrian Nuar. tekanan darah berkaitan dengan proses penuaan pada setiap usia responden yang kemungkinan besar berterkaitan dengan Setiap berpengaruh pada perilaku seseorang, karena setiap usia bertambah seseorang tersebut akan lebih malas jika akan melakukan hal-hal yang bisa membantu untuk mencegah tekanan darah tinggi. Hal ini disebabkan oleh perubahan alami pada jantung, pembuluh darah dan hormone estrogen. Tetapi bila perubahan tekanan darah disertai faktor-faktor lain, maka bisa memicu terjadinya hipertensi. Setiap seseorang menderita hipertensi juga semakin besar yang disebabkan oleh perubahan struktur pada pembuluh darah besar, sehingga pembuluh darah menjadi sempit dan dinding pembuluh darah menjadi kaku. Berdasarkan hasil penelitian faktor pekerjaan didapatkan hampir setengannya . %) Pekerjaan mempengaruhi hipertensi hal itu disebabkan oleh tubuh yang akan bereaksi lapar, yang mengakibatkan jantung harus bekerja lebih keras untuk memenuhi kebutuhan tersebut (Discha. Hal ini karena hampir setengannya responden mempunyai pekerjaan Faktor pekerjaan akan juga menimbulkan masalah kesehatan terutama peningkatan tekanan darah tinggi bisa jadi karena lamanya pekerjaan waktu bekerja dan terkadang ada masalah dari orang lain. Kesibukan dan kerja keras yang berat akan mengakibatkan timbulnya rasa stress terjadi pada hormone adrenalin dan kortisol dan menimbulkan peningkatan tekanan darah. Perasaan tertekan membuat tekanan darah menjadi naik. Selain itu, orang yang sibuk bekerja juga tidak sempat untuk berolahraga. Akibatnya lemak dalam tubuh akan semakin menghambat aliran pembuluh darah yang terhimpit oleh tumpukan lemak yang menjadikan tekanan darah menjadi tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini faktor makan makanan bersantan didapatkan hampir seluruhnya . %) responden. Tuminah dan Sihombing . dimana konsumsi santan 3 kali/minggu secara signifikan meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah 1,3 kali lipat karena lemak yang berasal dari santan kelapa mengadung asam lemak jenuh yang dianggap sebagai pemicu terjadinya arteoskelorosis. Hal ini karena didalam santan terdapat lemak jenuh yang dianggap sebagai penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah. Makan makan bersantan yang telalu sering dan lama akan menyebabkan kadar lemak tinggi didalam darah berpotensi penyumbatan pembuluh darah karena banyaknya lemak yang menempel pada dinding pembuluh Keadaan yang seperti ini jika terus menerus dapat memicu jantung untuk memompa darah lebih kuat sehingga dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah. Lemak yang ada pada santan diketahui dapat memperbesar resikonya seseorang untuk terkena hipertensi. Arterioklerosis ini terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi santan kelosterol pada dinding pembuluh darah dalam kurun waktu yang bertahun-tahun. Pada penelitian ini responden yang diet dalam makanan bersantan. Berdasarkan hasil penelitian ini faktor makan makanan tinggi garam didapatkan sebagian besar . %) responden. Sejalan dengan penelitian Iswahyudi dan Rammadani . bahwa responden yang mengongsumsi makanan akan tinggi natrium menderita hipertensi lebih banyak dibandingkan dengan responden yang kurang mengkonsumsi Konsumsi garam atau banyaknya kandungan natrium yang ada didalam merupakan salah satu penyebab terjadinya Di dalam makanan yang terkandungan garam yang nanti lama kelamaan akan diserap kedalam pembuluh darah yang berasal dari konsumsi garam yang sangat tinggi bisa mengakibatkan adanya retensi air sehingga volume tekanan darah Pengaruh asupan garam terhadap tekanan darah tinggi terjadi melalui peningkatan plasma darah dan tekanan darah. Garam sendiri berhubungan dengan tekanan darah tinggi dikarenakan konsumsi garam dalam jumlah yang tinggi dapat mengecilkan diameter dari arteri, sehingga jantung yang biasanya normal akan mempompa lebih keras untuk mendorong volume darah yang meningkatkan melalui ruang yang semakin sempit dan akan menyebabkan tekanan darah Pada penelitian ini responden yang diet tinggi garam. Berdasarkan hasil penelitian ini faktor konsumsi kafein didapatkan sebagian besar . %) responden. Oktavia et al . bahwa tubuh memiliki regulasi hormone komplek Reducing Blood Pressure With Tera Gymnastic And. (Nian Afrian Nuar. yang bertugas menjaga tekanan darah yang dapat menyebabkan toleransi tubuh terdapat paparan kafein pada kopi, secara humoral dan hemodinamik, ketika paparan kafein itu terjadi terus menerus. Mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang banyak itu juga tidak bagus untuk kesehatan terkait dengan adanya kandungan kalium yang ada didalam kafein Kandungan kalium dalam kopi diketahui tinggi maka bisa menyebabkan hipertensi. Bagi mengkonsumsi kafein disetiap harinya jika tidak minum bisa saja orang itu mengalami Tetapi juga bisa di waspadai lagi terkait dengan kandungan nya bisa jadi dalam waktu kurun lama jika mengkonsumsi kafein itu bisa menyebabkan hipertensi. Berdasarkan hasil penelitian ini faktor riwayat keturunan didapatkan hampir setengannya . %) responden. Sejalan dengan penelitian Pramana . bahwa tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi dalam keturunan keluarga itu ada hubungan yang signifikan antara riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi. Dengan adanya riwayat keluarga yang memiliki hipertensi maka cenderung untuk menderita hipertensi juga lebih besar dari pada yang tidak memiliki keluarga penderita hipertensi dikarenakan peran faktor genetik dapat mempengaruhi keadan seseorang memiliki atau tidaknya tekanan darah tinggi. Individu setiap orang tua yang menderita hipertensi mempunyai resiko dua kali lipat lebih besar untuk menderita hipertensi dari pada orang yang tidak mempunyai keluarga dengan riwayat hipertensi. Riwayat hipertensi dalam keluarga merupakan faktor yang tidak dapat dimodifikasi, tetapi kejadian hipertensi masih bisa dikendalikan dengan mengatur faktor yang bisa dimodifikasi seperti pola makan, aktivitas fisik dan merokok. Berdasarkan responden lama menderita hipertensi selama 1-6 bulan didapatkan sebagian besar . %) Penelitian ini sejalan dengan penelitian Fitri Suciana dan Nur Wulan . bahwa lama menderita hipertensi ini akan mempengaruhi tingkat pengetahuan lansia mengenai hipertensi yang dialaminya. Yang ditunjukkan dengan gangguan kecemasan. Lama menyebabkan munculnya berbagai komplikasi Sehingga peningkatan tekanan darah yang semakin meninggi seiring dengan bertambahnya usia, adanya perubahan fungsi pada sistem pembuluh darah yang akan menyebabkan perubahan tekanan darah. Semakin lama seseorang menderita hipertensi maka akan semakin tinggi tingkat kecemasan yang dirasakan setiap responden. Lama menderita hipertensi merupakan salah satu faktor resiko penyakit pembuluh darah dan biasanya dikaitkan dengan kurangnya aliran darah Penyakit hipertensi pada saat ini memerlukan perhatian secara khusus, karena penyakit hipertensi ini apabila tidak segara ditangani dan sudah dialami terlalu lama oleh seseorang dapat menyebabkan komplikasi yang lebih berat lagi. Berdasarkan menunjukkan bahwa setelah diberikan senam tera dan konsumsi puding kelor hampir seluruhnya . %) responden mengalami penurunan tekanan darah dalam kriteria prahipertensi. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rofika & Yuniastuti . bahwa pemberian senam tera efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Hal ini dikarenakan senam tera dengan gerakan yang melambat yang bisa merilekskan anggota tubuh sehingga kerja jantung bisa kembali normal dan aliran darah mulai mengalir dengan lancar. Senam tera menjadi salah satu senam yang gerakannya tidak tergesa-gesa sehingga senam ini tidak memberatkan anggota tubuh. Dengan gerakan meningkatkan fungsi jantung dan peredaran darah menjadi normal. Berdasarkan menunjukkan bahwa setelah diberikan senam tera dan konsumsi puding kelor hampir seluruhnya . %) responden mengalami penurunan tekanan darah dalam kriteria prahipertensi. Penelitian yang dilakukan oleh Aulia et al . bahwa daun kelor bisa menurunkan tekanan darah yang signifikan. Hal ini karena rebusan daun kelor mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan tekanan darah, seperti kalium untuk reaksi otot polos dan kontraksi, peningkatan konsumsi kalium dapat memiliki efek langsung pada pembuluh darah, kandungan kalium yang terdapat pada daun kelor bekerja dengan cara meningkatkan eksresi natrium dalam urine, yang membantu melebarkan pembuluh darah dan mengubah Reducing Blood Pressure With Tera Gymnastic And. (Nian Afrian Nuar. interaksi hormone yang mempengaruhi tekanan darah. Mekanisme senam tera karena saat melakukan senam terdapat gerakan pernafasan yang membuat tubuh menjadi rileks sehingga pembuluh darah menjadi lancar. Nuari . telah melakukan analisis bibliometrik untuk penelitian terkait terapi komplementer aktivitas fisik pada pasien hipertensi. Penelitian ini menemukan bahwa terapi komplementer seperti latihan aerobik, yoga, latihan kekuatan, latihan relaksasi otot progresif, acupresure, dan terapi musik dapat berkontribusi pada penurunan tekanan darah. Contoh yang lain juga berupa senam salah satunya adalah senam tera. Penelitian lain dari Aini, et al . menunjukkan bahwa exercise dengan jalan kaki dan pernafasan pada hidung juga mampu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Hal senada juga ditemukan pada penelitian Mulia et al ( 2. bahwa latihan brisk walking dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan hipertensi. Mekanisme puding kelor karena terdapat kandungan kalium dan potassium yang bisa memelihara dan memperlancar aliran darah. Kedua mekanisme senam tera dan konsumsi puding kelor ini bisa menurunkan tekanan Senam tera dapat dilakukan secara mandiri melalui gerakan yang ada di yuotube dan kelor juga mudah ditemukan karena banyak warga yang menanam tumbuhan ini, membutuhkan waktu agak lama, namun biar bisa menghemat waktu responden bisa melakukan dengan cara merebus daun kelor sebanyak 10 gram dan airnya 250ml tanpa diberikan campuran apapun seperti gula. Responden juga harus bisa menghindari menyebabkan hipertensi seperti makan makanan bersantan, makanan yang tinggi garam, mengkonsumsi kopi dan melakukan olah raga secara rutin. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian diatas didapatkan bahwa sebaigiain besair responden mengailaimi hipertensi dengain kaitegori hipertensi tingkait 1 sebelum diberikain intervensi senaim terai dain konsumsi puding kelor dan haimpir keseluruhain responden mengailaimi penurunain hipertensi dengain kaitegori prai-hipertensi sesudaih diberikain Pemberiain Senaim Terai dain Konsumsi Puding Kelor Terhaidaip Tekainain Dairaih paidai Penderitai Hipertensi. Diharapkan kombinasi intervensi menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi yang efektif Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada tim peneliti, semua responden dan semua pihak yang membantu dalam pelaksanaan ini penelitian ini. Daftar Pustaka