Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Aygun,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 ANALISIS SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH PADA LAHAN KOPI ARABIKA ORGANIK DI KABUPATEN BENER MERIAH Analisys of Soil Physical and Chemical Properties in Organic Arabica Coffee Plantations in Bener Meriah District Aygun1. Halim Akbar1*. Ismadi1. Nasruddin1. Laila Nazirah1 Program studi Magister Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh *Corresponding author: halim@unimal. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sifat fisika dan kimia tanah pada lahan kopi Arabika (Coffea arabic. yang dibudidayakan dengan sistem organik dan anorganik di Kabupaten Bener Meriah. Provinsi Aceh. Penelitian dilakukan pada varietas unggulan, yaitu Gayo 2 dengan tiga kategori umur tanaman . , 10 dan 15 tahu. Parameter fisika tanah yang dianalisis meliputi permeabilitas, bulk density, porositas dan kadar air. Sementara itu, parameter kimia tanah meliputi pH tanah, kandungan karbon organik (Corgani. , nitrogen total (N-tota. , fosfor total (P-tota. dan kalium total (K-tota. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem budidaya organik memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap peningkatan kualitas tanah dibandingkan sistem Tanah pada lahan organik memiliki porositas dan kandungan C-organik yang lebih tinggi, serta bulk density yang lebih rendah. Demikian pula, kandungan unsur hara makro (N. K) lebih tinggi pada sistem organik. Kata kunci. Arabika, fisika. Gayo-2, kimia, organik. ABSTRACT This study aims to analyze and compare the physical and chemical properties of soil in Arabica coffee (Coffea arabic. plantations cultivated utilizing organic and inorganic systems in Bener Meriah Regency. Aceh Province. The study was conducted on the superior variety Gayo 2 with three categories of plant age . , 10 and 15 year. The physical soil parameters analyzed include permeability, bulk density, porosity and moisture content. In the meantime, the chemical soil parameters include soil pH, organic carbon content . rganic C), total nitrogen . otal N), total phosphorus . otal P) and total potassium . otal K). The method used in this study was a quantitative descriptive approach with purposive sampling. The analysis results showed that the organic farming system had a better effect on improving soil quality compared to the inorganic Soil in organic fields has higher porosity and organic carbon content, as well as lower bulk density. Similarly, macro nutrient content (N. K) is higher in organic systems. Keywords. Arabica, chemical. Gayo-2. Organic, physical. kopi mencapai 1,24 juta hektar dengan produksi sekitar 729 ribu ton per tahun, dimana lebih dari 65% hasilnya diekspor (Ditjenbun, 2. Angka ini menunjukkan pembangunan sektor pertanian maupun peningkatan kesejahteraan petani (Munara. Indonesia memiliki berbagai jenis kopi, salah satunya Arabika (Coffea arabica L. PENDAHULUAN Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan berperan besar dalam perekonomian nasional. Selain menjadi sumber devisa negara melalui ekspor, kopi juga memberikan penghidupan bagi jutaan petani di berbagai daerah. Indonesia memiliki luas areal perkebunan Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 menjadi yang paling diminati pasar internasional karena cita rasa dan aroma Kabupaten Bener Meriah. Provinsi Aceh, dikenal sebagai salah satu sentra utama kopi Arabika berkualitas tinggi. Kondisi agroklimat berupa ketinggian, suhu, serta karakteristik tanah di wilayah ini sangat mendukung produksi kopi dengan kualitas premium (Izzati et al. , 2. Oleh sebab itu, upaya pengelolaan lahan dan sistem budidaya kopi di daerah ini sangat menentukan keberlanjutan produksi. Produktivitas dan kualitas kopi tidak hanya dipengaruhi oleh faktor iklim dan varietas, tetapi juga oleh sifat fisika dan kimia tanah sebagai media tumbuh. Sifat fisika tanah, seperti tekstur, struktur, porositas dan kapasitas menahan air, memengaruhi kemampuan tanah dalam mendukung perakaran tanaman. Sementara itu, sifat kimia tanah, meliputi pH, bahan organik, serta kandungan unsur hara makro (N. K), berperan langsung dalam penyediaan nutrisi dan mendukung aktivitas tanah (Hardjowigeno. Menurut Elly dan Maitimu . bahan organik dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kapasitas simpan air serta ketersediaan unsur hara lainnya. Dengan demikian, kondisi tanah yang sehat menjadi syarat penting untuk mendukung produktivitas lahan kopi. Kabupaten Bener Meriah, memiliki sistem budidaya kopi yang dilakukan dengan pendekatan yang bervariasi, terutama antara budidaya secara organik dan anorganik. Sistem organik umumnya mengandalkan input alami seperti pupuk kandang, kompos dan bahan hayati yang diyakini mampu meningkatkan aktivitas biologi tanah secara Kopi organik merupakan kopi yang berkelanjutan dengan meminimalkan atau tanpa penggunaan bahan kimia. Sistem ini tidak hanya menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan, tetapi juga dikonsumsi serta memiliki nilai gizi tinggi. Budidaya kopi organik, seperti pada kopi Gayo, turut memberikan keuntungan sosialekonomi bagi masyarakat sekitar. September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Aygun,et al Kesehatan tanah, khususnya sifat kimia tanah, sangat mempengaruhi produktivitas Kekurangan unsur hara dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan hasil panen. Oleh karena itu, survei dan analisis tanah diperlukan untuk mengetahui karakteristik lahan serta menentukan strategi pengelolaan yang tepat (Pasaribu et al. Pupuk organik dapat diperoleh dari pemangkasan batang kopi, maupun kotoran Aplikasinya dilakukan sejak penyiapan lahan hingga perawatan rutin, misalnya melalui pengisian bahan organik ke dalam lubang tanam atau penimbunan secara berkala di sekitar perakaran. Budidaya kopi dengan cara organik mampu meningkatkan keberlanjutan produksi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sistem pertanian organik mampu meningkatkan kualitas tanah melalui peningkatan kandungan bahan organik, aktivitas biologi tanah, serta perbaikan struktur tanah (Laila et al. , 2. Hasil penelitian Widianingsih et al. menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik dapat secara signifikan berdampak postif terhadap sifat biologi tanah serta meningkatkan aktivitas mikroorganisme Namun, kajian mengenai pengaruh sistem organik terhadap sifat fisika dan kimia tanah pada lahan kopi Arabika, khususnya di Kabupaten Bener Meriah, masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sifat fisika dan kimia tanah pada perkebunan kopi di bawah binaan Koperasi Ara Cahyani Gayo ketinggian, varietas, serta umur tanaman, serta melihat hubungannya dengan hasil produksi kopi Arabika organik. METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan di Perkebunan Kopi dibawah Binaan Koperasi Ara Cahyani Gayo yang berada di Kecamatan Permata dan Kec Bandar Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh. Sampel tanah dianalisis di Laboratorium Penelitian Tanah Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Aygun,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dan Laboratorium Ilmu Tanah Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2024. pengambilan sampel tanah, pengukuran dan pengamatan biofisik lahan. Sampel tanah diambil dalam bentuk utuh dan tidak utuh. Kegiatan pengambilan sampel ini dilakukan pada 12 Titik pengambilan dengan menggunakan bor tanah pada kedalaman 030 cm secara acak dari lima titik . ub Sampel tanah yang sudah dihaluskan kemudian dianalisis Tekstur Tanah. Bahan Organik (B. O). KTK . N Total. N Tersedia. P Total. P Tersedia dan pH. Metode analisis sifat fisika dan kimia tanah yang berdasarkan BPSI Tanah dan Pupuk . Alat dan Bahan Bahan penelitian ini adalah H2O2 Kemudian bahanbahan kimia untuk analisis sifat kimia tanah yang digunakan seperti aquadest. KcrCCOCN 1 N. HCCSOCE pekat, asam pospat (HCEPOCN) 85% NaF, indikator difenilamin, ferosulfat 1 N. HCl 25%, ammonium asetat 1 N, alkohol. HCEBOCC. NaOH 40%, asam borat 40%, indikator BCG dan HCl 0,1 N, asam borat 15% NHCEOAc 0,01 dan 1 N, indikator metal merah. NaCl 10% dan NaOH 40%. Bahan yang di gunakan yaitu tanah Alat yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah bor tanah, meteran, kertas label, global positioning system (GPS), abney level, timbangan analitik, ayakan 2 mm, pH meter, labu ukur, botol kocok, erlenmeyer, mesin kocok, tabung reaksi, oven, tangkai capitan, pinggan aluminium, cawan porselen, kertas saring. ArcGIS, seperangkat laptop, kamera dan alat tulis Tabel 1. Metode Analisis Kimia Tanah Sifat Tanah pH(H2O) C-organik N-total P- Total K- Total Metode pH meter Walkey and Black Kjeldah Kjeldah Kjeldah Sumber: BPSI Tanah dan Pupuk . Tabel 2. Metode Analisis Fisika Tanah Sifat Tanah Metode Permeabilitas falling head Buldensity . Porositas injeksi raksa . Kadar Air (Metode Gravimetri. Sumber: BPSI Tanah dan Pupuk . HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Penelitian Hasil Berdasarkan dilaboratorium fisika tanah dan lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala didapatkan hasil yang dapat dilihat pada tabel 3 yang menunjukkan data sifat fisika tanah pada tanaman kopi varietas Gayo 2 berdasarkan umur tanaman . , 10 dan 15 tahu. pada sistem budidaya organik. Permeabilitas kemampuan tanah dalam meloloskan air. Pada sistem budidaya organik, nilai permeabilitas tertinggi ditemukan pada tanaman berumur 5 tahun, yaitu 67,00 cm jam-1, sementara pada umur 15 tahun turun menjadi 23,82 cm jam-1 Penurunan ini mungkin dipengaruhi oleh peningkatan kepadatan tanah seiring bertambahnya umur tanaman dan perkembangan akar yang Penelitian ini menggunakan metode survei yang terdiri dari empat tahap yaitu, . tahap persiapan. survei pendahuluan. survei utama. analisis data dan penyajian hasil. Tahap pertama metode survei adalah tahap persiapan yang meliputi studi pustaka, pengumpulan data sekunder sebaran lahan kopi organik, kelerengan serta ketinggian. Tahap selanjutnya adalah survei Tahap mempersiapkan pelaksanaan survei utama, yang meliputi pengecekan lokasi titik penelitian dan pengurusan surat izin penelitian serta observasi keseluruhan tempat penelitian. Tahap terakhir adalah survei utama yang meliputi tiga kegiatan, yaitu Jurnal Agrium September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Aygun,et al online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 berada pada kisaran normal (< 1,4 g cm-A), sehingga tidak menghambat perkembanggan Bulk density tanah pada sistem organik meningkat dari 0,81 g cm-A . menjadi 0,94 g cm-A . Hal ini partikel tanah seiring waktu, namun tetap Porositas tanah pada sistem organik cenderung lebih tinggi dengan nilai tertinggi pada umur 5 tahun yaitu 68,57%, sedangkan pada umur 15 tahun menurun menjadi 63,90%. Penurunan ini selaras dengan peningkatan bulk density. Rendahnya porositas ini dapat mengganggu sirkulasi udara dan air, serta memperburuk pertumbuhan akar (Laoli & Halawa, 2. Pada umur 10 tahun, sistem organik mencatat kadar air lebih tinggi . ,36%). Hal ini bisa dikaitkan dengan kandungan bahan organik yang berfungsi sebagai penyangga kelembaban tanah (Lawolo. Namun, pada umur 15 tahun, kadar air di sistem organik . ,1%) lebih tinggi dibanding sistem anorganik . ,38%), cenderung lebih stabil dalam menjaga Penjelasan lebih lanjut dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Sifat Fisika Tanah Tanaman kopi Varietas Gayo 2 Umur Tanaman (Tahu. Sumber. Permeabilitas . m jam-. 67,00 24,76 23,82 Analisis Sistem Budidaya Organik Bulkdensity Porositas . (%) 0,81 68,87 0,88 66,34 0,94 63,90 Fisika Tanah Analisis kimia tanah yang dilakukan sistem budidaya organik memberikan hasil yang lebih baik pada seluruh parameter tanah Kandungan C-organik. N-total. Ptotal dan K-total meningkat seiring waktu dalam sistem organik, sedangkan dalam sistem anorganik peningkatan cenderung Kadar Air (%) 5,26 12,36 11,11 lambat atau bahkan menurun. Peningkatan sifat kimia tanah dalam sistem organik menandakan adanya perbaikan kualitas tanah secara berkelanjutan dan mendukung sistem pertanian kopi yang ramah lingkungan dan produktif. Hasil analisis sifat kimia dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Sifat Kimia Tanah Tanaman kopi Varietas Gayo 2 Umur Tanaman (Tahu. Sistem Budidaya Organik C-Organik N-Total P-Total (%) (%) (%) 5,62 12,00 0,30 0,06 5,86 14,50 0,32 0,20 5,26 16,57 0,39 0,12 Sumber. Hasil Analisis Laboratorium Tanah dan Tanaman 2025. Berdasarkan Tabel 4 didapat bahwa nilai pH tanah pada sistem organik berkisar antara 5,26Ae5,62. Penurunan pH pada umur 15 tahun di sistem organik menjadi 5,26 bisa disebabkan oleh akumulasi asam organik dari dekomposisi bahan organik (Zainal et , 2. K-Total (%) 0,53 0,36 0,75 Kandungan karbon organik (Corgani. lebih tinggi pada sistem organik, yaitu meningkat dari 12,00% . mur 5 tahu. menjadi 16,37% . mur 15 tahu. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian bahan organik secara rutin mampu meningkatkan cadangan karbon dalam tanah yang sangat penting untuk memperbaiki struktur tanah. Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 kemampuan menahan air dan aktivitas mikroba (Prasetya et al. , 2. Kadar nitrogen total (N-tota. juga lebih tinggi pada sistem organik, yaitu dari 0,30% . mur 5 tahu. meningkat menjadi 0,53% . mur 15 tahu. Peningkatan ini sejalan dengan akumulasi bahan organik dan aktivitas mikroorganisme fiksasi nitrogen yang lebih aktif dalam sistem organik. Fosfor total (P-tota. pada sistem organik meningkat seiring umur tanaman, dari 0,06% menjadi 0,12%. Hal ini didukung oleh pemanfaatan kompos dan pupuk organik yang mengandung fosfor tersedia September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Aygun,et al Sistem organik mempercepat mineralisasi fosfat berkat aktivitas mikroba dan kondisi tanah yang lebih gembur (Sefano et al. , 2. Kalium (K-tota. menunjukkan tren peningkatan pada sistem organik dari 0,10% menjadi 0,25% pada umur 15 tahun. Ketersediaan kalium dalam oleh pelapukan mineral tanah dan sumbangan bahan organik yang tinggi kadar K-nya seperti abu atau pupuk kandang (Mansyur et al. , 2. Pembahasan Sifat Kimia Tanah Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem budidaya berpengaruh secara signifikan terhadap beberapa sifat kimia tanah seperti pH, kandungan kalium (K) total dan C-organik. Lahan kopi yang dikelola secara organik cenderung memiliki pH yang lebih stabil, kandungan bahan organik lebih tinggi dan akumulasi kalium yang lebih baik daripada lahan anorganik. Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya bahwa pengelolaan tanah berbasis organik meningkatkan kualitas tanah secara berkelanjutan (Aryanti et al. Persentase C-organik pada contoh tanah yang dianalisis didominasi dalam kategori tinggi (>3,1%), baik itu pada Kandungan C-organik tidak memiliki perbedaan yang signifikan, hal tersebut diduga dikarenakan area penelitian memiliki karakteristik jenis tanah dari ordo Andisol yang berkembang dari aktivitas gunung api seperti abu vulkanik (Permata & Putranto, 2. Menurut Takahashi dan Dahlgren . tanah yang terbentuk dari aktivitas vulkanik gunung api khususnya abu vulkanik memiliki karakteristik persentase C-organik yang tinggi. Tanah Andisol yang kaya akan protoimogolite memiliki kaitan yang sangat erat terhadap kandungan C-organik dengan organo-metal (Permata & Putranto, 2. Bahan organik yang terdekomposisi menjadi humus akan berikatan dengan Al yang berasal dari mineral membentuk kompleks Al-humus atau yang sering dikenal dengan Alpp, kompleks ini diketahui memiliki peran yang baik dalam menyimpan C-organik tanah pada Andisol (Takahashi dan Dahlgren. Sumber bahan organik yang terdapat pada contoh tanah yang diteliti dapat bersumber dari penambahan bahan organik seperti pupuk kandang dan kompos pada perkebunan organik, serta serasah dari dedaunan tanaman kopi dan tanaman naungan pada perkebunan kopi anorganik. Kandungan N total pada perkebunan kopi organik dalam kondisi yang cukup tinggi, hal tersebut diduga disebabkan oleh peran bahan organik yang ditambahkan berupa kompos dan pupuk kandang, secara spesifik dinamika N dalam tanah sangat berhubungan dengan bahan organik tanah dan mikroba tanah (Allen et al. , 2. Sejalan dengan Prijono et al. bahwa penggunaan pupuk organik pada lahan meningkatkan kandungan N-total tanah yang disebabkan oleh meingkatnya mineralisasi nitrogen oleh mikroorganisme Pengelolaan lahan dengan sistem organik akan meningkatkan aktivitas mikroba tanah yang memiliki peran dalam mineralisasi nitrogen agar tersedia bagi Kandungan P total yang secara umum dalam kategori sedang hingga sangat tinggi berkaitan dengan bahan induk tanah yang berasal dari bahan vulkanik yang kaya akan mineral apatite (Fiantis et al. , 2. komposisi yang kaya akan fosfat. Sejalan Jurnal Agrium online version : https://ojs. id/index. php/agrium P-ISSN 1829-9288. E-ISSN 2655-1837 dengan hasil penelitian Monikasari . menunjukkan bahwa mineral-mineral dalam abu gunung seperti apatit mengalami pelapukan kimia melalui proses hidrolisis dan asidifikasi yang meningkatkan nilai Ptersedia. Total P yang tinggi pada tanah andisol tidak dapat menjamin P tersedia untuk tanaman dapat terpenuhi dengan baik, hal tersebut dapat berkaitan dengan retensi P pada tanah andisol. Tanah andisol yang mengandung mineral alofan akan mempengaruhi ketersediaan P pada tanah. Alofan dapat mengikat P hingga 97,8% serta keberadaan Al dan Fe dalam bentuk amorf dapat mengikat P dalam tanah (Sukarman dan Dariah, 2. Kalium total dalam bentuk K2O dalam kriteria yang tinggi pada perkebunan kopi organik dapat disebabkan oleh penambahan pupuk organik berupa pupuk kandang maupun kompos. Kalium total pada tanah andisol memiliki hubungan yang erat dengan akumulasi bahan organik tanah (Adji et al. , 2. Secara umum tanah andisol kaya akan kalium yang bersumber dari mineral mudah lapuk yang berasal dari bahan induk vulkanik seperti olivine dan feldspar (Sukarman dan Dariah, 2. Sejalan dengan hasil penelitian Sualang et . bahwa sifat fisik tanah andisol yang berasal dari abu vulkanik Gunung sinabung menjadi agak padat dan agak kasar yang mencirikan perubahan tanah lebih baik. September, 2025 Vol. No 3. Hal. Author. Aygun,et al kapasitas menahan air dan agregasi yang stabil, menjadikannya tahan terhadap degradasi fisik walaupun mengalami tekanan budidaya. Namun demikian, tren menunjukkan bahwa lahan organik lebih konsisten dalam menjaga struktur tanah yang baik, khususnya pada tanaman usia lebih tua (Laia et al. , 2. Bobot isi tanah pada keseluruhan contoh tanah yang dianalisis menunjukkan Rendahnya bobot isi tanah pada keseluruhan contoh tanah disebabkan oleh karakteristik Andisol yang secara umum memiliki bobot isi yang rendah . ,9 g cm-3 atau kuran. (Soil Survey Staff, 2. Bobot isi tanah memiliki kaitan yang erat dengan persentase C-organik, berdasarkan hasil analisis sifat kimia tanah didapatkan bahwa C-organik yang didominasi dalam kriteria tinggi. C-organik memiliki korelasi negatif dengan bobot isi tanah, dimana semakin tinggi C organik tanah maka bobot isi tanah semakin menurun dengan meningkatnya ruang pori tanah dan porositas tanah serta membentuk struktur tanah yang remah (Li et al. , 2. Sejalan dengan hasil penelitian Salmanalfarisi . bahwa saat ditambahkan ke dalam tanah, bahan organik mampu menciptakan ruang pori baru sehingga kerapatan atau bobot isi tanah menurun. KESIMPULAN Sistem budidaya organik memiliki pengaruh positif terhadap kualitas kimia Lahan kopi organik menunjukkan pH tanah yang lebih stabil . gak masa. , kandungan C-organik yang tinggi dan konsisten, serta kadar kalium (K) total yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa Sifat Fisika Tanah Sifat fisika tanah seperti bulk density dan porositas tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua sistem budidaya, yang diduga kuat dipengaruhi oleh faktor edafik seperti jenis tanah (Andiso. yang memiliki sifat fisika unggul secara alami (Halawa dan Zebua, 2. Sejalan dengan hasil penelitian Salamah et al. bahwa sifat khas Andisol, seperti tingginya esculentu. pada Tanah Andisol. Buletin Agrohorti, 12. : 327Ae335. Allen. Corre. Tjoa. , & Veldkamp. Soil nitrogencycling responses to conversion of lowland forests to oil palm and rubber plantations in Sumatra. Indonesia. DAFTAR PUSTAKA