LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. KONSEP AKTUALISASI PEMAHAMAN HARI TUHAN DALAM PERSPEKTIF SOSIAL TEOLOGI SOSIAL MENURUT AMOS 5:18-20 Imran Laia1. Firman Panjaitan2 Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu imranputranias@gmail. com1, panjaitan. firman@gmail. Abstrak Dalam beberapa pandangan dikatakan bahwa Hari Tuhan adalah hari pemberitaan tentang keselamatan Tuhan kepada umat manusia, khususnya umat pilihan-Nya. Namun Amos berbicara lain, ia justru memperlihatkan bahwa Hari Tuhan adalah hari penghakiman Tuhan atas dosa-dosa sosial yang dilakukan oleh bangsa Israel. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian adalah untuk menjelaskan makna Hari Tuhan seperti yang diwartakan dalam Amos 5:18-20. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan tafsir kritik teks. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah penegasan tentang hari penghakiman Tuhan yang terjadi ketika Hari Tuhan itu datang. Tuhan akan bertindak secara tegas dengan menghukum setiap dosa-dosa bangsa Israel, khususnya dosa-dosa sosial. Karena Israel tidak dapat mempraksiskan setiap praktik keagamaan dan ibadah mereka ke dalam kehidupan sosial, sehingga bangsa Israel terjerumus ke dalam dosa-dosa sosial. Dalam situasi inilah Hari Tuhan datang dan mengadili bangsa Israel agar mereka bertobat dari dosadosa sosial mereka. Kata-kata Kunci: Amos 5:18-20. Bangsa Israel. Dosa Sosial. Hari Tuhan. Penghakiman Abstract In some views it is said that the day of the Lord is the day of preaching about God's salvation to mankind, especially his chosen people. But Amos spoke differently, he actually showed that the day of the Lord is the day of God's judgment for the social sins committed by the Israelites. Based on this, the purpose of the study was to explain the meaning of the day of the Lord as proclaimed in Amos 5:18-20. This research uses descriptive qualitative method with text criticism interpretation approach. The result of this study is the affirmation of God's judgment day that occurs when God's day comes. God will act decisively by punishing every sin of the people of Israel, especially social sins. Because Israel could not force any of their religious practices and worship into social life, the Israelites fell into social sins. It was in this situation that the day of the Lord came and judged the Israelites so that they would repent of their social Keywords: Amos 5: 18-20. Judgment. Lord's Day. Nation of Israel. Social Sin LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. PENDAHULUAN Bangsa Israel merupakan salah satu bangsa yang menantikan Hari Tuhan . om Yahw. , yang, di satu sisi, diyakini dan dipahami sebagai hari sukacita yang sangat dinanti-nantikan Namun, di sisi lain, bangsa Irael pun meyakini bahwa Hari Tuhan merupakan bentuk kehadiran Allah ditengah-tengah bangsa Israel sebagai hakim yang adil dan akan meminta pertanggungjawaban bangsa Israel, khususnya yang berkaitan dengan penyimpanganpenyimpangan yang terjadi. 1 Dalam sebuah kajian yang diungkap oleh Josua dkk, penyimpangan yang dilakukan Israel terjadi karena bangsa Israel yang sudah mengalami kelimpahan secara materi di tanah perjanjian akibat semua kebutuhan mereka dipenuhi oleh Allah, tidak tahu berterima kasih kepada Allah dan memandang bahwa semua keberhasilan adalah sebagai buah dari tindakan mereka sendiri. Akibatnya dalam menikmati kehidupan yang maju pesat, mereka mulai menanggalkan ajaran-ajaran yang selama ini mereka terima serta hidup tidak sesuai dengan kehendak Allah. Kemerosotan moral akibat bangsa Israel menanggalkan ajaran-ajaran Allah sangat terlihat dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan, di mana banyak terjadi korupsi, penindasan dan segala bentuk ketidakadilan sosial. 3 Segala bentuk kejahatan yang terstruktur dan tersistemasi terjadi dalam kehidupan Israel, dan ini mengundang para nabi Israel untuk bertindak dan menyuarakan keadilan Tuhan dengan tujuan agar Israel bertobat dari dosa-dosa sosial mereka. Salah seorang nabi yang begitu giat dalam menggemakan suara kenabiannya tentang dosa sosial dan struktural ini adalah nabi Amos, yang secara khusus menyuarakan pemberitaan kebenaran Tuhan menyangkut implementasi Taurat Tuhan di bidang kehidupan sosial, yakni keadilan sosial. 4 Amos melihat dengan jelas bahwa umat Israel, sebagai umat Allah, sama sekali tidak menaati ketentuan-ketentuan Hukum Taurat dalam kehidupan seharihari. Ada banyak krisis moral-etik yang mengakibatkan memburuknya sosial umat Allah. Oleh sebab itu, dengan berani Amos mengencam raja atau pemerintahan Israel supaya melaksanakan kewajiban untuk menyatakan syalom Tuhan di kehidupan masyarakat secara merata dan adil. Dalam pemberitaannya, secara terang-terangan Amos mengungkapkan bahwa murka Allah kepada bangsa-Nya yang tidak taat digambarkan seperti singa, beruang dan ular yang sedang kelaparan dan ingin menerkam mangsanya. Meskipun bangsa Israel bersiap diri untuk melarikan diri dari murka Allah yang begitu dasyhat, namun Allah tidak memberikan kesempatan sedikit pun kepada bangsa Israel untuk bersembunyi dan melarikan diri dari segala kesalahan atau pelanggaran yang mereka lakukan. Kalaupun dapat melarikan diri, mereka akan terjerumus kembali ke dalam masalah yang baru, sehingga kehidupan mereka tidak akan Gusti Dametriana Sihombing. Erickson Nanda Putra Halawa, and Grecetinovitria M Butar-butar. AuPengajaran Tentang Hari Penghakiman (Amos 5: 18Ai. ,Ay Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik 2, 2 . : 261Ae272. Rezky Alfero Josua. Farel Yosua Sualang, and Philipus Pada Sulistya. AuMakna AoTUHAN MenyesalAo: Studi Komparasi Dalam Kitab Yeremia 18:8. Yoel 2:13. Amos 7:3. Dan Yunus 3:10,Ay HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 4, no. : 27Ae40. Firman Panjaitan and Ruth Anugrah Olivia. AuAllah Yang Memiliki Kesetaraan Sosial: Tafsir Amos 4:1-3,Ay Predica Verbum: Jurnal Teologi dan Misi 3, no. : 84Ae97. Lamberty Mandagi. AuTugas Kenabian Nabi Amos Dari Tekoa,Ay Educatio Christi 1, no. : 1Ae8. Setiaman Larosa. AuPemimpin Dan Korupsi: Refleksi Teologis Dari Konfrontasi Nabi Amos Dan Imam Amazia,Ay Teologis-Relevan-Aplikatif-Cendikia-Kontekstual 2, no. : 103Ae117. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. pernah berada dalam keadaan aman karena Allah tidak akan memberikan kesempatan. 6 Situasi seperti inilah yang, oleh Amos, digambarkan sebagai Hari Tuhan . om Yahw. Beberapa penelitian tentang gambaran Hari Tuhan dalam kitab Amos sudah dilakukan, salah satunya oleh Willem A. Vangemeren, dalam bukunya yang berjudul AuPenginterpretasian Kitab Para NabiAy. Vangemeren menjelaskan bahwa Hari Tuhan yang dimaksud dalam kitab Amos merupakan hukuman yang tidak terhindarkan dan penderitaan yang terjadi di hari itu digambarkan sebagai bentuk kekelaman dalam hidup. 7 Peneliti lain, yaitu Gusti Dametriana Sihombing, dkk mengungkapkan bahwa Hari Tuhan dalam konteks Amos memperlihatkan bahwa pada Hari Tuhan setiap bangsa Israel akan dilibatkan dalam kesengsaraan. Dengan kata lain. Hari Tuhan yang ada dalam kitab Amos ini merupakan hari penghakiman dan pada hari itu keadilan Tuhan akan dinyatakan dengan sempurna. 8 Penelitian yang berbeda tentang Hari Tuhan di dalam kitab Amos dilakukan oleh Maria Evvy Yanti dan Wahyu Lasut, yang menegaskan bahwa hari Tuhan adalah peristiwa di mana keadilan Tuhan dalam bentuk hukuman ditegakkan dan diproklamasikan Amos kepada bangsa Israel. Hal ini terjadi sebagai bentuk kritik kepada umat Israel yang tidak dapat memberlakukan keadilan dalam bidang sosial dan hukum. Jika di Hari Tuhan itu bangsa Israel sadar dan bertobat serta dan mau mencari Tuhan, maka mereka akan memiliki hidup dan diselamatkan. Namun jika bangsa Israel tidak mau bertobat, bahkan terus mencari kejahatan, maka mereka akan mengalami kebinasaan. Karena Tuhan adalah sosok yang mencintai keadilan dan membenci kejahatan, oleh karena itu di Hari Tuhan bangsa Israel harus memilih siapa yang akan mereka cari. Tuhan atau kejahatan? Keselamatan atau kebinasaan?9 Berbeda dengan penelitian-penelitian terdahulu, pada penelitian ini penulis ingin memberikan pemahaman mengenai konsep Hari Tuhan ditinjau dari perspektif sosial. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bahwa Hari Tuhan yang dikabarkan oleh Amos merupakan hari penghakiman terhadap segala bentuk kesalahan dan pelanggaran-pelanggaran sosial yang dilakukan oleh bangsa Israel. Akibat dari semua itu, keadilan sosial tidak terjadi dalam kehidupan bangsa Israel yang sudah melupakan Tuhan dan dampak yang ditimbulkan adalah buruknya realitas sosial-etis di mana hal ini sangat mempengaruhi proses keagaamaan mereka. Surip Stanislaus. AuKRITIK SOSIAL : Nabi Israel-Yehuda,Ay LOGOS (Jurnal Filsafat - Teolog. 15, 1 . : 65Ae108, http://ejournal. id/index. php/LOGOS/article/view/335http://ejournal. id/index. php/LOGOS/artic le/download/335/pdf23d. Willem A. Van Gemeren. Penginterpertasia Kitab Para Nabi (Semarang: Momentum, 2. , 22. Sihombing. Halawa, and Butar-butar. AuPengajaran Tentang Hari Penghakiman (Amos 5: 18Ai. Ay M E Yanti and W Lasut. AuMenyuarakan Keadilan Allah Dalam Narasi Hari Tuhan: Studi Struktur Orasi Amos 5: 7-20,Ay Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan 10, no. : 14Ae24, https://w. id/index. php/efata/article/view/175/0. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah metode kualitatif, yang merupakan sebuah bentuk rancangan riset dan sebagai bagian dari tinjauan pustaka, untuk membentuk teori melalui pengumpulan data. 10 Dengan demikian, pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi literatur melalui kegiatan mengumpulkan sejumlah bukubuku, majalah, jurnal, data-data, yang mendukung pembahasan penulisan dalam penelitian 11 Sistematika penulisan serta langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah terlebih dahulu penulis akan mengupas pemahaman tentang Hari Tuhan dalam kitab Amos 5:18-20 melalui tafsir kritik teks serta melengkapinya dengan menggunakan berbagai sumber yang berkaitan dengan teks terpilih. Setelah pesan dan pemahaman tentang Hari Tuhan dalam Amos 5:18-20 diperoleh, maka penulis akan merelevansikan pemahaman tentang Hari Tuhan ke masa kini, dengan tujuan agar umat Tuhan masa kini dapat belajar dari konsep Hari Tuhan menurut Amos dan mengambil sikap untuk tetap setia kepada Tuhan. HASIL DAN PEMBAHASAN Latar Belakang Kitab Kitab Amos merupakan kitab ketiga dari dua belas kitab nabi-nabi kecil. Para sarjana, umumnya, meyakini bahwa kitab Amos ditulis oleh nabi Amos sendiri. Karena Amos bukan seorang yang professional, melainkan hanya seorang pengembala (Amos 1:. yang berasal dari Tekoa, yaitu sebuah desa yang berada sekitar 16 kilometer jaraknya dari Yerusalem bagian selatan, maka dapat dipahami jika bahasa yang dituliskan dalam kitab Amos tidak cukup baik. Secara khusus, pelayanan Amos ditunjukan kepada Kerajaan Israel Utara, hal ini dapat dilihat dari nubuatan-nubuatan Amos di masa pemerintahan raja Uzia dan Rehabeam II, di mana kedua raja ini berasal dari Israel Utara. Kitab Amos ditulis dalam situasi politik, sosial dan keagaman yang terdegradasi sampai pada titik yang memiriskan. Secara politis, kerajaan Israel Utara sedang berada dalam masa perebutan antara Asyur dan Aram. Dari segi teritorial, yang berkuasa atas kerajaan Israel Utara adalah Asyur, tetapi Aram ingin merebut kekuasaan Asyur terhadap kerjaan Israel Utara, sehingga Aram melancarkan peperangan melawan kerajaan Asyur, yang saat itu diperintah oleh Adadniari i. Dalam perang ini Aram mengalami kehancuran atas serangan yang hebat dari Asyur, namun dampak dari perang tersebut menguntungkan kerajaan Israel Utara, karena pada masa itulah kerajaan Israel Utara mengalami pembebasan. Keadaan sosial bangsa Israel, menurut kitab Amos, pada saat itu mengalami kemakmuran akibat terbebasnya mereka dari penjajahan Asyur. Rakyat hidup dalam kelimpahan, kemewahan, kesenangan dan pemuasan keinginan jasmani. Tetapi di tengahtengah kemewahan yang mereka miliki terjadi pembedaan yang membuat jurang antara yang kaya dan yang miskin semakin dalam. Orang kaya mempunyai otoritas yang kuat atas orang Gumilar Rusliwa Somantri. AuMemahami Metode Kualitatif,Ay Makara Human Behavior Studies in Asia 9, no. : 57. Jumal Ahmad. AuDesain Penelitian Analisis Isi (Content Analysi. ,Ay ResearchGate, no. June . 1Ae20, https://w. net/publication/325965331. 12 Andrew E. Hill. Survei Perjanjian Lama Edisi Revisi (Malang: Gandum Mas, 2. , 278. Denis Green. Pembimbing Pada Pengenalan Perjajian Lama (Malang: Gandum Mas, 2. , 190Ae Hill. Survei Perjanjian Lama Edisi Revisi, 200. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. miskin, akibatnya terjadi kesenjangan sosial yang sangat tebal, di mana golongan miskin tertindas dan diperhambakan (Am. Ketimpangan sosial juga terjadi Ketika tanah-tanah di Israel Utara dikuasai oleh kelompok orang-orang kaya. Hal ini bisa terjadi karena Tindakan para hakim yang tidak jujur, sehingga menimbulkan pemerasan, huru-hara dan kebencian di antara golongan yang ada pada masa itu. Dalam ketimpangan sosial ini, orang kaya mendapatkan harta kekayaan dari ketidakadilan yang mereka lakukan terhadap orang-orang Orang miskin menderita di ladang tuan tanah yang kejam dan yang tidak mempunyai belas kasihan. Dalam situasi ini, pelaku dari ketidakadilan tidak hanya laki-laki atau tuan tanah saja, para isteri mereka pun ikut menindas orang miskin (Am. Dalam system Keagamaan, bangsa Israel berada dalam titik rendah. Mereka memiliki kuil berhala yang sangat banyak, dan tersebar di Bethel. Gilgal, dan Bersyeba. Kuil-kuil berhala ini digunakan sebagai tempat-tempat ziarah bagi rakyat. Di dalam tempat-tempat itu masih terdapat kedua patung anak lembu emas Yerobeam I, dan masih disembah di dalam Bethel. Hal inilah yang menjadi permasalahan besar bagi Amos. Pada saat itu para Imam hanya mencerminkan jabatan saja, namun kesusilaannya rusak. Para Imam mendukung segala bentuk kecurangan, kelalaian asusila dan takhyul yang terjadi dan merajalela di negeri itu. Dalam situasi ini, setiap orang benar dan percaya justru dibenci dan ditentang. Orang-orang kaya terus menerus memanfaatkan apa yang mereka punya dan bermalas-malasan di atas pembaringan mereka dalam kemabukan dan kelahapannya, tangisan dan keluhan orang-orang miskin yang menderita tidak di perhatikan. Ini adalah salah satu keadaan yang terjadi dalam diri bangsa Israel, yang bersenang-senang di atas penderitaan orang-orang yang miskin, meskipun di saat yang sama mereka taat terhadap ritual agama mereka. Dalam situasi dan kondisi seperti di atas. Amos tampil dan mulai memperdengarkan suara kenabiannya. Secara khusus masa kerja Amos terjadi dua tahun sebelum gempa bumi, di mana peristiwa itu digambarkan sebagai peristiwa yang bersejarah di masa itu (Am. 8:8. 9:5. Zak. , dan waktunya diperkirakan terjadi sekitar tahun 786-746 sM. Amos berkarya di masa dua orang raja memerintah, yaitu raja Uzia, yang memerintah tahun 783-742 sM, dan raja Yerobeam II yang memerintah tahun 786-746. Dengan demikian, dapat diperkirakan bahwa penulisan kitab Amos ini terjadi tahun 786-746. Tafsir Amos 5:18-20 Teks aiEA A uiio i a inoy a o iy o ii ci u in ui uu uy ou iy o ii ni iiau o i uA:18 Aica i i co i o oeioA ui i o i un i i EA A ou i aooA o i a io i en i i ec cA Ao A uaA: 19 Aa ei u iEA u ai i a nu i uA c A iu au o ou iy o ii ni i uA: 20 Kritik dan Analisis Teks Ayat 18 Kata A i a inoyAmemiliki bentuk hitpael, maskulin jamak. Bentuk hitpael memiliki pemahaman tentang kegiatan yang terjadi berulang dan bersifat reflektif terhadap diri sendiri atau timbal balik. Kata A i a inoyAdapat diterjemahkan dengan. Aukepada mereka yang menginginkanAy. Dengan demikian kalimat pembuka yang berbunyi A uiio a o iy o ii ciAdapat Gernaida K. Pakpahan. AuMembangun Solidaritas Kemanusiaan: Kritik Nabi Amos Terhadap Praktik Pelanggaran Hak Asasi Manusia,Ay Manna Rafflesia 7, no. : 441Ae466. Panjaitan and Olivia. AuAllah Yang Memiliki Kesetaraan Sosial: Tafsir Amos 4:1-3. Ay Craigie C. Pieter. Dua Belas Nabi (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. diartikan dengan. Aucelakalah mereka yang menginginkan hari TuhanAy. Melalui bentuk hitpael dapat dimengerti bahwa peristiwa Hari Tuhan adalah peristiwa timbal balik antara Tuhan dengan manusia, di mana pada hari itu Tuhan akan menghakimi manusia dan manusia akan merasakan bentuk penghakiman dari Tuhan. Di hari itu Tuhan akan meminta pertanggungjawaban atas setiap dosa yang dilakukan oleh manusia. Hari Tuhan hadir sebagai wujud dari kuasa-Nya Tuhan. Kalimat A ou i aooA o i a ioA Ao A uaAdapat diterjemahkan dengan. Auseorang pria yang melarikan diri dari seekor singaAy. Hal ini dipahami sebagai bentuk ketakutan yang melanda setiap orang ketika berhadapan dengan hari Tuhan yang akan datang. Melalui kalimat ini diumpamakan bahwa Hari Tuhan seperti seekor singa yang mengaum-ngaum dan ingin menerkam mangsanya. Pada Hari Tuhan manusia diperhadapkan dengan Tuhan sebagai hakim, dan hal itu sama seperti seorang manusia yang sedang berhadapan dengan singa yang mengaum dan siap menerkam mangsa. Gambaran seperti inilah yang membuat manusia sangat ketakutan Ketika berhadapan dengan Hari Tuhan, karena di hari itu Tuhan berdiri dan bertindak sebagai hakim yang adil, yang meminta pertanggungjawaban kepada para bangsa Israel atas pelanggaran sosial yang telah mereka lakukan. Kalimat A i en i i ec cAdapat diterjemahkan dengan. Aulalu bertemu dengan seekor beruangAo. Kembali suasana ketakutan digambarkan dalam bagian ini, di mana Hari Tuhan diumpamakan seperti seekor beruang yang ingin menerkam mangsanya. Dengan demikian Hari Tuhan adalah sebuah hari yang menakutkan akibat tindakan Tuhan yang meminta pertanggungjawaban langsung terhadap bangsa Israel. Kalimat A i ca i i co i o oeioA ui i o i un i i Adapat diterjemahkan dengan. Audia pergi kedalam rumah dan menyandarkan tangannya di dinding lalu seekor ular menggingitnyaAy. Ungkapan ini menjelaskan bahwa manusia takut atau tidak berani jika harus berhadapan dengan Hari Tuhan, oleh sebab itu manusia berusaha lari dan bersembunyi di tempat yang dianggap aman. Seperti itulah Hari Tuhan ketika diperhadapkan pada bangsa Israel. Sejauh apa pun bangsa Israel lari untuk menghindari Hari Tuhan, namun dalam kenyataannya mereka tidak akan pernah bisa lari dan menghindar dari hari Tuhan yang sudah ditetapkan oleh Tuhan dan akan berada di depan mata mereka. Di hari itu mereka harus mempertanggungjawabkan semua pelanggaran yang telah mereka lakukan. Ayat ini menggambarkan betapa sia-sia usaha manusia untuk melarikan diri dari hukuman Tuhan. Ibarat seseorang yang melarikan diri dari incaran seekor singa, namun ternyata ia harus berhadapan dengan seekor beruang. Kalau pun ia hendak menyembunyikan diri di dalam rumah yang dipandang sebagai tempat yang paling aman, ternyata di dalam rumah pin ia akan dipagut ular. Demikianlah gambaran yang utuh tentang Hari Tuham, di mana pada hari itu bangsa Israel sungguh-sungguh tidak dapat melarikan dari penghakiman Tuhan. Ini merupakan sebuah peringatan kepada bangsa Israel, bahwa tidak ada tempat untuk bersembunyi dari murka Tuhan bagi mereka yang hidup dalam dosa. Judith M. Hadley and J. Owens. AuAnalytical Key to the Old Testament 4: Isaiah-Malachi,Ay in Vetus Testamentum, vol. 41 (Joshua: Grand Rapids, 1. , 512. Joni Tapingku. AuIbadah Yang Disukai Tuhan Dalam Agama Kristen Menurut Teks Amos 5:21-24,Ay Religi: Jurnal Studi Agama-agama 16, no. : 132. Panjaitan and Olivia. AuAllah Yang Memiliki Kesetaraan Sosial: Tafsir Amos 4:1-3. Ay LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Kalimat Aa ei u iA u ai i a nu i uA c A i uAdapat diterjemahkan dengan. Audan tidak ada cahaya dan saat itu sangat gelap dan tidak ada kecerahan di dalamnyaAy. Ungkapan ini memiliki arti bahwa suasana pada Hari Tuhan sangat mencekam, gelap, dan menakutkan. Di hari itu murka Tuhan begitu tampak dan begitu menakutkan. Upaya menghindari hari ini pun adalah sia-sia, karena di hari itu Tuhan benar-benar menunjukkan murka-Nya atas segala kesalahan yang dilakukan oleh manusia pada masa itu. Usulan Terjemahan Teks Melaui kritik dan pertimbangan teks di atas, maka penulis mengusulkan terjemahan terhadap Amos 5:18-20 adalah sebagai berikut: Celakahlah mereka yang menginginkan hari Tuhan, untuk apa bagimu hari Tuhan itu? Hari Tuhan itu akan menjadi kegelapan dan tidak ada cahaya (Hal Hari Tuha. ini ibarat seorang pria yang melarikan diri dari seekor singa lalu bertemu dengan beruang dan ketika dia pergi ke dalam rumah dan menyandarkan tanganya di dinding, lalu seekor ular memagutnya Bukankah hari Tuhan . adalah kegelapan dan tidak ada cahaya dan saat itu sangat gelap dan tidak ada kecerahan di dalamnya. Tafsir Teks Ayat 18 Pada bagian ini penulis akan memulai tulisan dari susut pandang penulis berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada bagian sebelumnya. Ayat 18 dibuka dengan kalimat yang mengatakan A uiio i a inoy a o iy o ii ciAyang artinya. AuCelakahlah kamu yang menginginkan hari TuhanAy. Ayat ini merupakan peringatan kepada bangsa Israel yang menginginkan datangnya hari Tuhan, karena yang dimaksud oleh Amos tentang Hari Tuhan bukanlah sebagai hari yang membawa kebahagiaan dan pembebasan, melainkan merupakan hari penghakiman Tuhan. Semula bangsa Israel berpikir bahwa Hari Tuhan merupakan sebuah peristiwa yang akan membawa keselamatan bagi mereka, tetapi Amos memperingatkan bahwa pikiran dan dugaan mereka adalah salah. Amos memberitakan bahwa Hari Tuhan yang sesungguhnya adalah hari yang diwarnai dengan kegelapan, bukan terang. Amos ingin menyadarkan bangsa Israel tentang ketidaksadaran dan ketidakpahaman mereka tentang kondisi rohani mereka yang sebenarnya, di mana mereka merasa bahwa hubungan mereka dengan Tuhan adalah baik-baik saja, namun sesungguhnya mereka sedang hidup dalam ketidaktaatan. Kalimat di atas diteruskan dengan kalimat A u in ui uu uy ou iy o ii niAyang secara harfiah dapat diterjemahkan dengan . AuUntuk apa bagimu Hari Tuhan?Ay Di sini Amos menegaskan kepada bangsa Israel untuk apa engkau menanti Hari Tuhan, karena sesungguhnya Hari Tuhan adalah sebuah hari penghakiman atas dosa-dosa yang mereka lakukan. Ungkapan ini merupakan ejekan dari Amos kepada bangsa Israel yang menginginkan datangnya Hari Tuhan, tetapi mereka sendiri tidak tahu hakikat dan makna yang sebenarnya dari Hari Tuhan. Amos mewartakan bahwa pemahaman bangsa Israel tentang Hari Tuhan sesungguhnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh bangsa Israel. Bahkan harapan mereka tentang Hari Tuhan ini di pertanyakan oleh Amos, karena Amos mengetahui bahwa mereka menginginkan Hari Yanti and Lasut. AuMenyuarakan Keadilan Allah Dalam Narasi Hari Tuhan: Studi Struktur Orasi Amos 5: 720. Ay LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Tuhan sebagai hariu yang kudus tetapi mereka tidak menyadari bahwa kehidupan mereka jauh dari kekudusan dan tidak berkenan di hadapan Allah. Bere menjelaskan bahwa ayat 18 mengingatkan bangsa Israel tentang kenyataan yang sesungguhnya tentang Hari Tuhan, karena dalam ayat 18 Amos mengungkapkan bahwa celakalah mereka yang menginginkan hari penghakiman Tuhan, karena hal itu berarti mereka menginginkan suasana perang dan kekacauan. Amos mengingatkan bahwa Hari Tuhan bukan seperti harapan orang yang mendambakan perubahan untuk bangkit di atas reruntuhan negara mereka, melainkan akan menjadi hari kehancuran yang begitu besar sehingga tidak seorang pun dapat memperoleh keuntungan darinya. 23 Amos menjelaskan bahwa Hari Tuhan akan menjadi hari yang gelap, suram, dan suram bagi semua orang berdosa yang tidak bertobat. Ketika Tuhan membuat hari menjadi gelap, seluruh dunia tidak dapat membuatnya menjadi Mereka yang tidak direformasi oleh penghakiman Tuhan, akan dikejar oleh penghakiman Tuhan dan jika mereka lolos dari kejaran tersebut, maka kekuatan keadilan dan kebenaran Tuhan yang lain siap untuk menangkap mereka. Kepura-puraan kesalehan adalah kejahatan ganda, dan begitulah yang akan ditemukan dalam kehidupan bangsa Israel pada saat Bangsa Israel telah meniru kejahatan nenek moyang mereka. Bangsa Israel harus bertanggung jawab terhadap segala kesalahan mereka dan sekaligus harus menanggung apa yang menjadi keputusan Tuhan di hari penghakiman-Nya. Ayat 19 Ayat 19 merupakan kelanjutan dari peringatan Amos kepada bangsa Isarel akan Hari Tuhan. Amos menggambarkan bahwa di Hari Tuhan akan ada konsekuensi yang tidak dapat dihindari oleh bangsa Israel. Dalam ayat ini Amos menggunakan dua metafora yang sangat kuat untuk mengilustrasikan betapa sia-sia upaya manusia untuk melarikan diri dari penghakiman Tuhan. Ayat ini juga menggambarkan situasi yang sangat tragis di mana setiap usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk melarikan diri dari bahaya, tetapi justru berujung pada bahaya yang lebih besar. Bahkan Amos menegaskan bahwa bahaya itu pun akan mengancam setiap orang di saat mereka merasa aman. Gambaran ini digunakan Amos untuk menunjukkan bahwa Hari Tuhan akan menjadi waktu yang penuh dengan malapetaka dan kehancuran yang tidak dapat dihindari. Kalimat A ou i aooA o i a io i en i i ec cA Ao AAo( uaAibarat seorang pria yang melarikan diri dari seekor singa lalu bertemu dengan beruangA. merupakan metafora yang menjelaskan bahwa upaya melarikan diri dari satu bahaya hanya akan membawa seseorang ke bahaya yang lain. Amos mengungkapkan bahwa apa pun yang akan terjadi, bangsa Israel tidak akan pernah bisa menghindarkan diri dari penghakiman Tuhan. Meskipun mereka mungkin berpikir bahwa mereka bisa melarikan diri dari hukuman, tetapi mereka akan tetap menghadapi lebih banyak Dalam kalimat berikutnya. Amos mengungkapkan Aica i i co i o oeioA ui i o i un iA AAo( i Adan ketika dia pergi ke dalam rumah dan menyandarkan tanganya di dinding, lalu seekor ular memagutnyaA. Ungkapan Amos hendak mengatakan bahwa tidak ada tempat yang Maria Evvy Yanti. AuHari Tuhan Sebagai Keadilan Allah: Studi Struktur Orasi Amos 5:7-20,Ay Jurnal EFATA: Jurnal Teologi dan Pelayanan 10, no. : 14Ae24. Paulus Halek Bere. AuDivine Demands for Justice: An Exegetical Reading of Amos 5, 18-27,Ay Jurnal Teologi 12, no. : 171Ae180. Yanti and Lasut. AuMenyuarakan Keadilan Allah Dalam Narasi Hari Tuhan: Studi Struktur Orasi Amos 5: 7-20. Ay LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. aman bagi setiap orang pada saat Hari Tuhan, bahkan di dalam rumahnya pun bahaya akan tetap ada. Pengahkiman Tuhan akan bisa datang dengan tiba-tiba dan tidak akan ada manusia satu pun yang dapat menghindari hari itu. Ayat 20 Ayat 20 dimulai dengan sebuah pertanyaan retoris. AuBukankahAAy Melalui pertanyaan retoris tersebut. Amos sedang menekankan bahwa jawaban dari pertanyaan yang diajukan jelas dan sudah diketahui pendengarnya. Kata berikutnya adalah Hari Tuhan . om yahw. , di mana kata ini sesungguhnya merujuk langsung pada nama Yahwe, yaitu nama pribadi dari Allah Israel yang bersifat kudus dan menghanguskan, menggetarkan namun sekaligus menggentarkan. Secara teologis. Hari Tuhan adalah istilah selalu merujuk pada hari penghakiman Tuhan di mana pada hari tersebut Tuhan akan bertindak untuk menghakimi dosa. 26 Dalam konteks Amos. Hari Tuhan ini bukanlah hari yang diharapkan oleh bangsa Israel, karena di hari itu penghakiman Tuhan terjadi dan akan timbul kegelapan yang kelam bagi mereka. Kata A u oAyang diterjemahkan dengan AokegelapanAo merupakan kata yang sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu seperti kegelapan fisik, tetapi juga bisa digunakan secara simbolis untuk melambangkan penderitaan, kebingungan, atau hukuman yang akan di alami oleh bangsa Israel pada saat hari Tuhan akan datang. 27 Dalam konteks ini, kegelapan melambangkan suasana penghakiman dan murka Tuhan yang akan terjadi pada hari Tuhan. lanjut dengan kata aiA c A( i uAdan bukan teran. , di mana kata terang dalam alkitab sering dikaitkan dengan moral, kebaikan, keselamatan, dan kehadiran Tuhan. 28 Dengan itu Amos menekankan kembali bahwa hari Tuhan bukanlah hari keselamatan bagi bangsa Israel melainkan hari penghakiman, di mana dalam peristiwa tersebut tidak ada kebaikan dan keselamatan yang diwartakan, melainkan murka Allah atas dosa-dosa bangsa Israel. Kelam kabut adalah istilah lain untuk kegelapan. Tetapi seringkali menunjukkan kegelapan yang lebih pekat atau dalam. Ini memberikan gambaran suasana yang penuh teror, kesedihan, dan ketidakpastian. Di sini Amos menekankan kembali bahwa hari Tuhan tidak seperti yang mereka inginkan. Hari Tuhan ibarat kelam kabut yang di dalamnya terdapat Amos menambahkan kata ini untuk menegaskan betapa dasyatnya hari Tuhan itu. Kemudian kata berikutnya adalah Aa ei u iA u A( i uAtidak bercahay. berarti tidak memiliki AosinarAo. Kata ini memperkuat ide bahwa tidak ada cahaya atau harapan pada hari itu, jadi kehidupan mereka pada saat Hari Tuhan ini diibaratkan dalam suasana yang tidak bercahaya atau tidak memiliki kehidupan dan pengharapan. Penggunaan kata ini menunjukkan hari Tuhan sepenuhnya menjadi kegelapan tanpa sedikit pun sinar keselamatan bagi orang-orang yang Dengan demikian ayat 20 menegaskan kembali bahwa Hari Tuhan bukanlah moment penuh terang atau keselamatan, tetapi justru akan menjadi hari penuh kegelapan, ketiadaan cahaya, dan hukuman ilahi yang mengerikan. Ini adalah peringatan bagi bangsa Israel yang Marthin Steven Lumingkewas and Firman Panjaitan. AuSidang Ilahi Elohim Dalam Mazmur 82:1,Ay Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. Firman Panjaitan. AuKonsep Hari Tuhan Dalam Perjanjian Lama,Ay The Message: Jurnal Teologi 3, no. : 37Ae52. Ibid. Marde Christian Stenly Mawikere. AuSiapakah Dia: Sang Penasihat Ajaib. Allah Yang Perkasa. Bapa Yang Kekal Dan Raja Damai? Studi Terhadap Makna Teks Yesaya 8:23-9:6,Ay Jurnal Jaffray 13, no. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. salah memahami bahwa hari Tuhan akan menjadi hari kemenangan mereka, padahal sebenarnya adalah hari penghakiman bagi dosa-dosa mereka. Kesimpulan Tafsir Amos 5:18-20 Nabi Amos menyampaikan suara kenabiannya kepada kerajaan Utara Israel pada abad ke-8 SM, di bawah pemerintahan Yerobeam II. Pada saat itu. Israel mengalami kemakmuran ekonomi dan stabilitas politik, namun kemakmuran ini tidak diimbangi dengan keadilan sosial (Amos 4:1-. sehingga pada saat itu terjadi ketimpangan Sosial, ketidak tulusan dalam Ibadah, serta kesenjangan antara harapan dan kenyataan. 29 Ketiga hal tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: pertama, ketimpangan sosial. Meskipun bangsa Israel berkembang secara ekonomi, ada ketimpangan sosial yang besar terjadi antara kelas elit yang kaya menindas kaum Amos menegur para pedagang dan tuan tanah yang menindas orang miskin, serta hakim-hakim yang menerima suap dan mengabaikan keadilan (Amos 2:6-8. 5:10-. Struktur sosial yang tidak adil ini yang menjadi perhatian utama dalam nubuat-nubuat Amos. Kedua, ketidaktulusan dalam beribadah. Meskipun secara formal bangsa Israel tetap menjalankan ibadah dan ritual keagamaan. Amos menekankan bahwa ibadah mereka tidak berkenan di hadapan Tuhan karena tidak disertai dengan keadilan sosial (Amos 5:21-. Ritual keagamaan yang dilakukan tanpa perubahan moral dan sosial dianggap sebagai penghinaan terhadap Tuhan. Ketiga, kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Banyak orang Israel menantikan kedatangan Hari Tuhan sebagai kemenangan bagi mereka di mana mereka meyakin bahwa pada hari itu musuh-musuh Israel akan dihancurkan dan mereka akan diberkati. Namun. Amos memperingatkan mereka bahwa harapan ini tidak realitas karena mereka sendiri hidup dalam ketidakadilan dan dosa. Hari Tuhan tidak akan membawa keselamatan bagi mereka tetapi membawa malapetaka. Melalui setiap ungkapan yang dicatat dalam Amos 5:18-20. Amos menyuarakan peringatan keras kepada bangsa Israel yang telah salah memahami Hari Tuhan. Bangsa Israel menginginkan datangnya Hari Tuhan, karena mereka beranggapan dan memiliki harapan pada Hari Tuhan akan terjadi keselamatan Tuhan yang memerdekan bangsa Israel dari setiap ancaman penyerangan dari bangsa-bangsa lain. Namun Amos menegaskan hal lain kepada bangsa Israel, bahwa hari Tuhan bukanlah seperti yang mereka pikirkan karena Hari Tuhan sesungguhnya berupa kegelapan dan penghakiman dan bukan terang bagi bangsa Israel. Semua bisa terjadi karena bangsa Israel tidak pernah memahami kondisi rohani mereka yang Mereka merasa bahwa relasi mereka dengan Tuhan telah terjalin dengan baik karena mereka tidak melupakan ibadah, tetapi sesungguhnya cara hidup mereka berada dalam ketidaktaatan kepada Tuhan, karena mereka tega untuk menindas orang-orang miskin yang ada di sekitar mereka. Ibadah mereka tidak sesuai dengan Tindakan sosial mereka, dan inilah yang menimbulkan dosa-dosa sosial bangsa Israel. Jadi secara keseluruhan. Amos 5:18-20 menekankan bahwa hari Tuhan akan menjadi waktu yang sangat penuh dengan kehancuran dan malapeteka bagi bangsa Israel, dan malapetaka ini tidak dapat dihindari oleh bangsa Israel. Maria Kristina Simarmata. AuKeadilan Menurut Perspektif Amos Dan Implementasi Bagi Gereja Masa Kini,Ay Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi 1, no. : 319Ae343. Panjaitan and Olivia. AuAllah Yang Memiliki Kesetaraan Sosial: Tafsir Amos 4:1-3. Ay LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Makna Hari Tuhan dalam Amos 5:18-20 Secara teologis. Amos 5:18-20 mengubah pengertian tradisional akan hari Tuhan dari sekadar hari kemenangan umat Tuhan menjadi hari penghakiman ilahi atas dosa-dosa umatNya. 31 Dalam perjanjian lama, hari Tuhan . om yahw. sering dihubungkan dengan tindakan Tuhan dalam sejarah, di mana Tuhan akan menghukum musuh-musuh bangsa Israel dan membela umat-Nya. Namun. Amos membalikkan konsep ini melalui pengajaran yang mengatakan bahwa Tuhan tidak hanya akan hukuman musuh bangsa Israel saja, tetapi juga bangsa Israel akan dihakimi oleh Tuhan akibat dari tindak ketidakadilan yang mereka lakukan kepada bangsanya sendiri yang berada di garis kemiskinan. Hari Tuhan menjadi hari kegelapan, bukan terang, karena kejahatan mereka sendiri (Amos 5:. Selain itu Amos juga menjelaskan bahwa penghakiman yang dialami oleh bangsa Israel tidak dapat dihindari, khususnya melalui metafora yang diucapkan Amos dalam ayat 19. Di samping penghakiman Tuhan tidak bisa dihindari oleh bangsa Israel, mereka pun tidak akan bisa lolos dari hukuman Tuhan melalui ritual atau persembahan mereka. Amos menyuarakan bahwa Tuhan akan terus mengejar mereka, kemana pun mereka berlari. Amos juga menyampaikan kepada bangsa Israel bahwa keadilan merupakan inti dari ibadah, oleh sebab itu ibadah Israel harus mencerminkan pola hidup bangsa Israel secara sosial. Kehidupan ibadah yang tidak tercermin dalam kehidupan sosial, akan mendatangkan dosa-dosa sosial yang akan membawa bangsa Israel ke dalam penghakiman Tuhan. 32 Teologi Amos sangat menekankan pentingnya keadilan sosial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ibadah yang Bagi Amos, keadilan adalah ekspresi dari iman sejati kepada Tuhan. Tanpa keadilan, semua ritual ibadah menjadi tidak berarti di mata Tuhan (Am. Pesan ini menegaskan teologis Amos yang sarat dengan pesan moral dan sosial. Dengan demikian Amos 5:18-20 memberikan kritik teologis kepada bangsa Isarel yang meremehkan penghakiman Tuhan dan merasa aman dalam ibadah ritual mereka. Secara sosial. Amos menyampaikan pesan kepada masyarakat yang menindas sesama dan mengabaikan Secara teologis, dia menekankan bahwa Hari Tuhan adalah hari penghakiman bagi mereka yang hidup dalam ketidakadilan. Hari Tuhan bukan hari keselamatan bagi mereka yang hidup dalam ketidakadilan, bukan juga hari keselamatan bagi mereka yang tidak menjalankan Pesan Amos ini menyoroti pentingnya keadilan sebagai fondasi dari ibadah yang sejati dan sebagai syarat untuk menerima berkat Tuhan pada hari penghakiman-Nya. Relevansi Amos 5:18-20 terhadap Gereja Masa Kini Pesan yang disampaikan oleh Amos 5:18-20 sangat jelas, yaitu kehidupan ibadah harus sesuai dengan kehidupan sosial. Nilai-nilai yang dinyatakan dalam ibadah adalah nilai-nilai yang juga harus dijelmakan dalam kehidupan sosial. Dengan demikian tidak ada jurang antara kehidupan ibadah dengan kehidupan sosial. Segala pemberitaan tentang keadilan, kebenaran dan keselamatan yang diwartakan di dalam ibadah harus terjelma secara utuh dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Ketika kehidupan ibadah tidak sesuai dengan kehidupan sosial, saat itulah tercipta dosa-dosa sosial, dan hal ini yang mengundang Tuhan untuk datang menghakimi setiap bentuk pelanggaran dan dosa sosial ini. Gereja masa kini harus menyadari pesan dan prinsip dari Amis 5:18-20. Gereja tidak dapat memisahkan kehidupan ibadah dengan kehidupan sosial mereka. Gereja tidak bisa Sihombing. Halawa, and Butar-butar. AuPengajaran Tentang Hari Penghakiman (Amos 5: 18Ai. Ay Timotius Avent Jordan and Gernaida Krisna R. Pakpahan. AuIntegritas Dan Moralitas Sebagai Pesan Dari Teguran Nabi Amos Untuk Melestarikan Keadilan,Ay Jurnal Teologi Berita Hidup 5, no. : 290Ae305. Tapingku. AuIbadah Yang Disukai Tuhan Dalam Agama Kristen Menurut Teks Amos 5:21-24. Ay LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. memikirkan dirinya sendiri dengan membangun Aomenara gadingAo yang menjadi pemisah antara gereja dengan masyarakat. Gereja dipanggil untuk membenahi masyarakat melalui Tindakantindakan yang menggambarkan keadilan dan kebenaran, di mana semua itu merupakan pesan yang utama dalam menghadirkan syalom Tuhan di atas bumi ini. Saat gereja lupa untuk terlibat dalam kehidupan sosial dan membiarkan ketidakadilan merajalela dalam kehidupan serta sibuk dengan diri dan Aomenara gadingnyaAo sendiri, saat itu juga gereja mengundang hari penghakiman, yaitu Hari Tuhan seperti yang digambarkan Amos. Gereja akan mendapatkan penghakiman dari Tuhan, dan tidak ada pembenaran dari Tuhan yang didapat gereja, ketika gereja tidak mengaplikasikan hidup ibadahnya ke dalam kehidupan sosial. Dari peristiwa ini dapat dipahami bahwa panggilan gereja, menurut Amos, adalah panggilan sosial. Gereja harus berpihak kepada setiap orang yang miskin, papa dan dimarginalkan oleh struktur kehidupan masyarakat. Gereja harus membela dan hidup bersama orang-orang miskin. Gereja harus berani menegur setiap bentuk ketidakadilan yang dilakukan oleh orang-orang kaya dan para penguasa, sehingga terjadi keadilan sosial yang dapat dinikmati oleh semua orang, termasuk orang-orang miskin. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. KESIMPULAN Pemahaman tentang Hari Tuhan yang diberitakan Amos 5:18-20 lebih mengarah pada pemahaman tentang hari penghakiman yang Tuhan nyatakan secara langsung kepada bangsa Israel. Hal ini bisa terjadi karena bangsa Israel tidak dapat mempraksiskan praktik-praktik ibadah mereka ke dalam kehidupan sosial. Bangsa Israel terjerumus ke dalam dosa-dosa sosial, di mana mereka tidak memperhatikan orang miskin, bahkan menindas orang miskin untuk kepentingan pribadi mereka. Amos melihat bahwa hal ini tidak dapat dibenarkan, sehingga Amos mewartakan bahwa akan datang Hari Tuhan yang merupakan hari di mana Tuhan bertindak untuk menyatakan keadilan dan kebenaran-Nya melalui penghakiman yang tegas kepada setiap pendosa. Pesan Amos ini sangat berkaitan erat dengan situasi gereja masa kini, di mana gereja pun dipanggil untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran sosial. Gereja harus berpihak kepada orang miskin, seperti halnya Tuhan yang selalu membela orang miskin yang LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA