ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB KINERJA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERANGKAT DESA (STUDI DI KANTOR DESA GUMPA KECAMATAN DUSUN TIMUR KABUPATEN BARITO TIMUR) Minda Hayati* . Muhamad Noor mindahayati8@gmail. mnoor@stiatabalong. Program Studi Administrasi Negara Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung Ae Tabalong Telp/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email: info@stiatabalong. ABSTRAK Kepemimpinan Kepala Desa memiliki pengaruh besar terhadap kinerja pegawai, yang penting untuk memastikan mereka melaksanakan tugas dengan baik. Faktor kepemimpinan dalam organisasi sangat penting, bersama dengan pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani pegawai. Seorang pemimpin harus berupaya agar pegawainya bekerja dengan baik sehingga prestasi kerja dan semangat kerja mereka di kantor desa meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Peran Kepemimpinan Kepala Desa dalam Meningkatkan Kinerja Perangkat Desa di Kantor Desa Gumpa Kecamatan Dusun Timur Kabupaten barito Timur. Faktor apa saja yang menjadi penghambat Peran Kepemimpinan Kepala Desa Dalam Meningkatkan Kinerja Perangkat Desa di Kantor Desa Gumpa Kecamatan dusun Timur Kabupaten barito Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara kepada informan yang berjumlah 10 orang. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model interaktif untuk menganalisis data hasil penelitian yaitu menggunakan Data Collection. Data Reduction. Data Display. Conclusion Drawing/Verifiying. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Kantor Desa Gumpa maka dapat disimpulkan bahwa Peran kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan kinerja perangkat desa di Kantor Desa Gumpa dapat dikategorikan sudah berperan cukup baik. Adapun kendala yang dihadapi oleh kepala desa Gumpa yaitu kurangnya pengetahuan perangkat desa terakit dengan tugas dan tanggungjawabnya masingmasing. Kata Kunci: Kinerja. Kepemimpinan. Kepala Desa LEADERSHIP PERFORMANCE OF THE VILLAGE HEAD IN IMPROVING THE PERFORMANCE OF VILLAGE OFFICIALS (STUDY AT THE GUMPA VILLAGE OFFICE, EAST HAMLET SUB-DISTRICT. EAST BARITO DISTRICT) ABSTRACT The leadership of the Village Head has a major influence on employee performance, which is important to ensure they perform their duties well. The leadership factor in organizations is very important, along with meeting the physical and spiritual needs of employees. A leader must strive to make his employees work well so that their work performance and morale in the village office increase. The purpose of this study was to determine and analyze the Leadership Role of the Village Head in Improving the Performance of Village JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Apparatus at the Gumpa Village Office. East Dusun District. East Barito Regency. What factors inhibit the Leadership Role of the Village Head in Improving the Performance of Village Apparatus at the Gumpa Village Office. East Hamlet District. East Barito Regency. The research method used in this research is descriptive research with a qualitative approach. The data sources used in this research are primary data and secondary Data collection techniques were carried out by observation, documentation and interviews with informants totaling 10 people. The data analysis technique used in this study uses an interactive model to analyze the research data , namely using Data Collection. Data Reduction. Data Display. Conclusion Drawing / Verifying. Based on the results of research conducted at the Gumpa Village Office, it can be concluded that the leadership role of the village head in improving the performance of village officials at the Gumpa Village Office can be categorized as having played a fairly good role. The obstacles faced by the Gumpa village head are the lack of knowledge of village officials regarding their respective duties and responsibilities. Keywords: Performance. Leadership. Village Head PENDAHULUAN Penelitian ini menyoroti peran kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan kinerja perangkat Kemampuan seorang pemimpin sangat diharapkan untuk menggerakkan bawahannya juga dapat memperhatikan keinginan dan kebutuhan Hal ini sangat diperlukan karena seorang yang masuk dalam suatu organisasi membawa harapan dan keinginan yang akan dicapai keinginan tersebut satu sama lainnya berbeda-beda. Sehingga kejelian seseorang pemimpin dalam memperhatikan bawahannya akan mempunyai pengaruh yang positif dan seorang pemimpin akan menyadari bahwa pegawainya mempunyai keinginan perilaku kebiasaan, adat istiadat dan mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Pentingnya peran seorang pemimpin didalam mengoperasikan organisasi dengan individu yang berbeda-beda, maka seorang pemimpin harus benar-benar berkualitas agar dapat memimpin bawahannya dengan baik sehingga produktivitas dan tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kepemimpinan di dalam suatu organisasi memiliki dampak yang cukup luas termasuk terhadap perilaku pegawai yaitu pemimpin yang mampu meningkatkan dan menggerakkan kinerja pegawainya. Sebaliknya, jika kepemimpinan tidak mendapat dukungan dari para pegawai maka akan membuat pegawai menjadi malas dalam bekerja karena merasa kurang adanya rasa simpati kepada pemimpin. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Kepemimpinan kepala desa merupakan salah satu isu dalam manajemen yang masih cukup menarik untuk diperbincangkan hingga dewasa ini. Media massa, baik elektronik maupun cetak, seringkali menampilkan opini dan pembicaraan yang membahas seputar kepemimpinan kepala Peran kepemimpinan kepala yang sangat strategis dan penting bagi pencapaian misi, visi dan tujuan suatu organisasi pemerintahan desa. Begitu pentingnya peran pemimpin sehingga isu mengenai pemimpin menjadi fokus yang menarik perhatian para peneliti bidang perilaku keorganisasian. Pemimpin memegang peran kunci dalam memformulasikan dan mengimplementasikan strategi fungsi organisasi. Hal ini membawa konsekuensi bahwa setiap pimpinan berkewajiban memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk membina, menggerakkan, mengarahkan semua potensi karyawan dilingkungannya agar terwujud volume dan beban kerja yang terarah pada tujuan. Kepemimpinan Kepala Desa berpengaruh terhadap kinerja kerja agar pegawai senantiasa memperhatikan kinerja dalam melaksanakan segala tugas-tugas yang menjadi tanggung Faktor kepemimpinan dari seorang pemimpin organisasi sangat penting. Selain itu factor-faktor yang membangkitkan kinerja kerja kebutuhankebutuhan jasamani maupun rohani. Karena bagaimana para pegawainya melaksanakan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB pekerjaan dengan baik sehingga para karyawannya memiliki prestasi kerja yang baik karena itu kinerja kerja sangat penting dalam meningkatkan semangat kerja pegawai kantor desa. Kepala Desa dalam menjalankan tugasnya dapat memberikan contoh teladan dan panutan yang baik dalam pelayanan kepada masyarakat, maka Perangkat Desa sebagai bawahannya bukan hanya memberikan pelayanan, akan tetapi menghormati serta mengikuti apa yang dikatakan dan dilakukan Kepala Desa, sehingga kondisi seperti ini akan menimbulkan semakin baiknya pelayanan yang diberikan kepada Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Tahun 2015 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja. Pemerintah Desa telah mengatur bahwa Kepala Desa bertanggungjawab memimpin dan mengoordinasikan bawahannya masingmasing dan memberikan bimbingan serta petunjukpetunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahan. Faktor yang sangat mendukung Kepala Desa dalam meningkatkan kinerja Perangkat Desa dapat dilihat dari cara Kepala Desa tersebut kebutuhan-kebutuhan diperlukan oleh para pegawainya, memprioritaskan sarana prasarana untuk dapat lebih meningkatkan kinerjanya dalam mencapai tujuan organisasi yang Kepala Desa yang dapat memahami dan mengerti akan kebutuhan yang dibutuhkan oleh para pegawainya, membuat para pegawai dapat meningkatkan kinerjanya secara maksimal. Aparatur pemerintah desa menjadi aktor utama yang berperan penting pada penyelenggaraan pemerintahan desa tentunya diharapkan untuk mewujudkan desa yang mandiri. Sebagai aktor yang memegang penyelenggaraan pemerintahan desa, aparatur pemerintah desa diharapkan mempunyai kualitas kinerja yang baik serta memiliki pola pemikiran yang inovatif, produktif, efisien, mandiri dan memiliki dedikasi moral yang Desa Gumpa ialah desa yang berada pada Kecamatan Dusun Timur mempunyai tantangan untuk dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan . ood governanc. Dengan adanya peran dari kepala desa dalam meningkatkan kinerja perangkat JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 desa di desa Gumpa, maka halnya akan berdampak pada kinerja perangkat desa itu sendiri yang kemudian dapat meningkatkan kualitas pelayanan, membuka pemikiran yang inovatif dalam penyelenggaraan pemerintah desa. Peningkatan kinerja perangkat desa dalam hal ini sangat diperlukan di desa Gumpa, supaya dapat menaikkan kualitas kinerja pelayanan di pemerintahan desa melalui peran dari kepala desa sesuai dengan wewenang yang ada. Upaya kepala desa dalam meningkatkan kinerja perangkat desa pada pemerintahan desa menurut UU No. 6 Tahun 2014 dengan memberikan pendidikan, pelatihan, penyuluhan bagi aparatur pemerintah. Kinerja aparatur selama ini selalu dijadikan sebagai tolak ukur buat memilih keberhasilan suatu organisasi. Kinerja merupakan hal yang penting dan perlu menerima perhatian yang cukup, dalam rangka untuk mencapai tujuan organisasi. Dengan mendapat pendidikan dan pelatihan, para aparat desa akan lebih memahami maksud, tujuan serta tugas pokok individu yang diarahkan kepada tujuan Dari studi terdahulu yang membahas peran kepala desa dalam meningkatkan kinerja perangkat desa seperti studi (Nugraha, 2. , mengatakan bahwa masih kurang ketegasan kepala desa jika ada bawahan yang datang terlambat ke kantor tidak di beri teguran atau sanksi. Kemudian studi (Halim, 2. , membahas peran kepemimpinan kepala desa dari aspek keteladanan. Kemudian dari (Akbar, kepemimpinan kepala desa yang memfokuskan pada peran motifator, fasilitator, dan mobilisator. Kemudian dari studi (Sukmana, 2. , menyatakan bahwa peran kepala desa dalam meningkatkan kinerja perangkat desa berjalan cukup baik. Dari hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sebagai pemimpin pemerintahan ditingkat yang paling bawah kepala desa mempunyai peranan yang sangat penting dalam mengarahkan dan memimpin perangkat desa serta masyarakat di desa menuju keberhasilan pembangunan baik secara moral maupun material. Namun demikian ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB sampai saat ini sebagian masyarakat yang mengatakan peran Kepala Desa masih kurang dalam meningkatkan kinerja pegawainya. Hal ini terlihat dari kurangnya kepala desa dalam memberikan keteladanan kepada pegawainya untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yaitu berupa suatu pekerjaan yang seharusnya sudah menjadi tanggung jawabnya, kurangnya peran kepala desa dalam hal disiplin seperi masuk kerja dan pulang kerja tidak tepat waktu bahkan jarang masuk kerja, hal ini mengakibatkan kinerja pegawai menurun. Pemerintah Desa Gumpa adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur, dalam pelaksanaan peran Kepala Desa dalam meningkatkan kinerja Perangkat Desa, masih ditemukan beberapa permasalahan, diantaranya: . masih kurang nya Sumber Daya Manusia (SDM) perangkat desa dalam membantu masyarakat karena kurang menguasai teknologi khususnya komputer, komputer merupakan sarana penunjang kinerja perangkat desa dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat karena semua kegiatan administrasi, surat menyurat dan pelaksanaan tugas serta kegiatan lainnya mengunakan komputer dimana dari 5 perangkat yang ada di desa Gumpa hanya 2 perangkat saja yang mampu mengoperasikan komputer dengan cukup baik, hal ini di sebabkan salama ini tidak pernah diadakan pelatihan atau bimbingan teknis berkaitan dengan komputer. masih kurang nya kedisiplinan perangkat desa seperti masuk dan pulang kerja tidak tepat waktu bahkan ada juga perangkat desa yang jarang masuk kerja dimana hal ini mengakibatkan kinerja pegawai desa menurun dalam melayani . rendahnya tingkat pendidikan perangkat desa, sesuai dengan Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang desa, untuk menjawab tuntutan zaman yang semakin maju menyatakan persyaratan untuk menduduki jabatan sebagai perangkat desa berpendidikian minimal sekolah menengah umum atau sederajat namun dalam kenyataannya yang terdapat di desa Gumpa dari 5 perangkat desa yang ada, terdapat 1 perangkat desa yang berpendidikan sekolah menengah pertama. kurangnya komunikasi yang berjalan secara JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 intensif antara kepala desa dengan perangkatnya. pelayanan publik yang berjalan dengan lamban. Oleh karena itu, berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPeran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Kinerja Perangkat Desa di Desa Gumpa. Kecamatan Dusun Timur. Kabupaten Barito TimurAy agar dapat membantu pemerintahan desa untuk dapat melakukan upaya yang tepat sehingga dapat menciptakan dampak yang baik bagi pembangunan yang ada di desa khususnya bagi pelayanan kepada masyarakat. Rumusan Masalah Dari Latar Belakang diatas, maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut : Bagaimana Peran Kepala Desa dalam Meningkatkan kinerja Perangkat desa di Kantor Desa Gumpa Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur? Faktor-faktor apa sajakah yang menjadi penghambat Peran Kepala Desa dalam meningkatkan kinerja perangkat desa di Kantor Desa Gumpa Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini Untuk mengetahui dan menganalisis Peran Kepala Desa dalam meningkatkan kinerja perangkat desa di Kantor Desa Gumpa Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur. Untuk mengetahui dan menganalisis faktorfaktor yang menjadi penghambat Peran Kepala Desa dalam meningkatkan kinerja perangkat desa di Kantor Desa Gumpa Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur. TINJAUAN PUSTAKA Pengertian Peran ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Menurut (Thoha, 2. , peran adalah bagian yang dimainkan oleh seseorang pemain, dalam arti ini peran menunjuk pada karakteristik yang di sandang untuk dibawakan oleh seseorang actor dalam sebuah pentas drama, kepribadian seseorang barangkali juga sangat mempengaruhi bagaimana peranan harus dijalankan. Sedangkan menurut (Soerjono, 2. , peran merupakan aspek dinamis dari kedudukan . yang dimiliki oleh seseorang, sedangkan status merupakan sekumpulan hak dan kewajiban yang dimiliki seseorang apabila seseorang melakukan hak-hak dan kewajiban-kewajiban sesuai dengan kedudukannya, maka kepala desa menjalankan suatu fungsi. Hakekatnya peran juga dirumuskan sebagai suatu rangkaian perilaku tertentu yang ditimbulkan oleh suatu jabatan tertentu. Kepribadian seseorang juga mempengaruhi bagaimana peraan itu harus dijalankan. Peran yang dimainkan hakekatnya tidak ada perbedaan, baik yang dimainkan atau diperankan pimpinan tingkat atas, menengah maupun bawah akan mempunyai peran yang sama. Peran juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur soasial masyarakat. Peran Kepemimpinan Menurut (Mintzberg, 1. menerangkan kepemimpinan memiliki tiga peran utama yang biasanya dijalankan oleh pemimpin dalam meningkatkan suatu kinerja atau manajemen dalam suatu organisasi. Peran-peran tersebut antara lain : Peran Hubungan Antarpribadi . nterpersonal Rol. Gambaran yang dihubungkan dengan peran ini yaitu status dan otoritas pemimpin, dan halhal yang bertautan dengan hubungan antar Aktivitas-aktivitas yang digunakan dalam peranan ini antara lain kegiatan-kegiatan seremonial sehubungan dengan jabatan yang melekat pada pemimpin. Karena pemimpin memiliki jabatan yang tinggi, maka eksesnya pemimpin tersebut harus selalu mengadakan kontak tertentu pada pihak-pihak luar. Peran ini dibagi atas tiga peranan oleh Mintzberg sebagai perincian lebih lanjut dari peranan antar pribadi Peran sebagai tokoh . igurehead rol. Kepemimpinanan Peran sebagai pemimpin . eader rol. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan Menurut (Paul, 2. dalam (Pasolong, 2. menyatakan kepemimpinan adalah proses sekelompok orang untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu, sedangkan (Robbins, 2. dalam (Pasolong, 2. menyatakan kepemimpinan merupakan suatu tujuan bersama. Dan (Pamudji, menyebutkan atas dasar ini semua maka dalam rangka menggerakkan orang-orang pemimpin wajib melakukan motivasi dalam hubungan inilah fungsi kepemimpinan pemerintahan mempunyai tugas kewajiban memotivasi yaitu usaha memberikan motif-motif . orongan-doronga. agar orang mau bekerja atau bergerak dengan ikhlas dan suka rela untuk mencapai tujuan secara sebaik-baiknya. Peran sebagai penghubung . iaison rol. JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Peran yang berhubungan dengan informasi . nformational rol. Pemimpin melakukan hubungan-hubungan ke luar untuk mendapatkan informasi dari luar Informasi didapatkan dan dikumpulkan oleh pemimpin perusahaan yang kemudian di bagikan kepada karyawannya. Menjadikan pemimpin sebagai pusat informasi bagi organisasinya. Peran sebagai pemonitor (Monitor rol. Peran . isseminator rol. Peran Sebagai juru bicara . Peran pengambilan keputusan . ecisional rol. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Peran yang membuat pemimpin terlibat dalam proses pembuatan strategi di dalam organisasi yang dipimpin. Proses pembuatan strategi ini secara sederhana dinamakan sebagai keputusankeputusan organisasi dibuat secara Peranan pengambilan keputusan oleh pemimpin merupakan peranan yang tidak boleh tidak harus dijalankan, lagi pula peranan ini yang membedakan antara manajer dengan pelaksana. Terdapat empat peranan pemimpin yang dikelompokkan kedalam pembuatan keputusan sebagai berikut : Peran sebagai wirausaha . ntrepreneur Peran . isturbance handler rol. Peran sebagai pengalokasi sumber daya . esource allocator rol. Peran sebagai penegosiasi . egosiator rol. Dari berbagai pandangan menurut para ahli diatas saya menggunakan teori (Mintzberg, 1. pengertian peran tersebut dapat disimpulkan bahwa peranan adalah sekumpulan fungsi yang disini adalah sekumpulan kewajiban atau sekumpulan perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang diharapkan orang lain dari suatu posisi jabatan yang ai duduki. Peran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah peran yang dilakukan pemimpin kepala desa untuk meningkatkan kinerja perangkat desa serta meningkatkan loyalitas aparatur desa terhadap desa . berdasarkan teori peranan-peranan diatas dapat diliat dan dimengerti bahwa peran pemimpin sangat penting bagi pemerintahan Desa, urusan pemerintahan umum termasuk pembinaan, ketentraman dan ketertiban, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menumbuhkan serta mengembangkan jiwa gontong royong masyarakat sebagai sendi utama pelaksanaan pemerintahan Desa. Kepala desa berkedudukan sebagai alat pemerintah desa yang memimpin penyelenggaraan desa, kepala desa bukan saja menjalankan ketentraman, menjaga supaya hokum yang dilanggar dapat dipulihkan sebagai sediakala, tetapi juga agar orang-orang yang melanggar hokum itu tidak mengulangi lagi perbuatanya. Tanggung jawab meliputi urusan tugas pekerjaan yang terpisah dan terbagi kepada pejabat instansi pemerintah berdasarkan asa dekonsentral dan desentralisasi, sedangkan di desa tanggung jawab urusan tugas pelayanan itu terpusat pada kepala desa. Kinerja Konsep kinerja pada dasarnya dapat dilihat dari dua segi yaitu, kinerja pegawai . dan kinerja organisasi. Kinerja pegawai adalah hasil kerja perorangan dalam suatu organisasi. Sedangkan kinerja organisasi adalah totalitas hasil kerja yang dicapai suatu organisasi. Kinerja pegawai dan kinerja organisasi memiliki keterkaitan yang sangat erat. Tercapainya tujuan organisasi tidak bisa dilepaskan dari sumber daya yang dimiliki oleh organisasi yang digerakan atau dijalankan pegawai yang berperan aktif sebagai pelaku dalam upaya mencapai tujuan orga nisasi Kerangka Konseptual Gambar 1 Kerangka Konseptual Kepala Desa Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 dijelaskan bahwa kepala desa menjalankan hak, wewenang dan kewajiban, dan kewajiban pemimpin pemerintahan desa yaitu menyelenggara dan penanggung jawab utama dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Gumpa serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat peran tersebut. Sumber Data Sumber dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder adalah sebagai berikut: Data Primer Data primer dalam proses penelitian didefinisikan sebagai sekumpulan sekumpulan informasi yang diperoleh peneliti langsung dari lokasi penelitian melalui sumber data pertama . esponden atau informan, melalui wawancar. atau melalui hasil pengamatan yang dilakukan sendiri oleh peneliti (Martono, 2. Merupakan data yang diperoleh peneliti secara langsung informan. Informan kunci . ey informa. dalam penelitian ini yaitu semua aparatur desa Gumpa sebanyak 5 . Sumber: diolah peneliti, 2024 METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena peneliti ingin memperoleh pemahaman yang mendalam dan menyeluruh. Dalam pendekatan ini, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan catatan yang bersifat naratif, bukan dalam bentuk angka. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk mengkaji fenomena secara mendalam dan mendeskripsikan permasalahan peran kepala desa dalam meningkatkan kinerja perangkat desa di Desa Gumpa. Kecamatan Dusun Timur. Kabupaten Barito Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif-Kualitatif. Penelitian bertujuan untuk menggambarkan karakteristik suatu variabel, kelompok, atau gejala sosial yang sedang terjadi di masyarakat. Menurut (Moleong, 2. , metodologi kualitatif menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. (Martono, 2. menambahkan bahwa penelitian kualitatif berusaha menjelaskan bagaimana individu melihat, menggambarkan, atau memaknai dunia sosial mereka, yang merupakan hasil dari interaksi sosial. Dengan metode ini, penelitian diharapkan dapat menggambarkan peran kepala desa dalam meningkatkan kinerja pegawai di Kantor Desa JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Data primer peneliti diperoleh dari lokasi penelitian dengan wawancara. Sumber informasi dalam penelitian ini adalah dari pihak responden yang sekaligus berperan key Adapun key informan dalam penelitian ini adalah. Tabel Informan Penelitian Informan Jumlah Kepala Desa Sekretaris Desa Aparat Desa Masyarakat Sumber: diolah oleh peneliti 2024 Data Sekunder Data sekunder dimaknai sebagai data yang tidak diperoleh dari sumber pertama. Dalam hal ini, peneliti berada dalam posisi orang pertama Dengan memanfaatkan data pendukung yang dapat mendukung dan memperjelas data primer agar mampu menjawab permasalahan penelitian. Data sekunder diperoleh dari kegiatan penalaahan baik berupa buku maupun ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB informasi-informasi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Data sekunder dalam penelitian ini yaitu data yang diperoleh dari dokumentasi serta data-data resmi yang di dapat dan objek yang diteliti yaitu data yang berasal dari lokasi Teknik Pengumpulan Data Menurut (Sugiyono, 2. teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini: Observasi Menurut (Sugiyono, 2. mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang komplek suatu proses biologis dan psikkologis. Dua diantaranya yang terpenting adalah prosesproses pengamatan dan ingatan. Jadi observasi adalah pengamatan terhadap suatu obyek yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian. Secara langsung adalah terjun ke lapangan terlihat seluruh pa Secara tidak langsung adalah pengamatan yang dibantu melalui media visual atau audivisoal. Observasi yang digunakan peneliti adalah observasi partisipasi. Dalam hal ini peneliti melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data. Bahwa peneliti akan melakukan penelitian sehingga mereka yang diteliti mengetahui sejak awal sampai akhir tentang aktifitas peneliti. Wawancara Wawancara yaitu tanya jawab antara dua orang atau lebih secara langsung (Pasolong. Teknik wawancara yaitu teknik yang dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara langsung kepada pihak-pihak yang berkaitan atau yang berkompeten dengan cara mengadakan wawancara secara bebas dan memfokuskan pertanyaan-pertanyaan JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 masalahnya yang sudah terstruktur serta adanya izin dari pihak instansi terkait untuk memberikan keterangan terhadap permasalahan dalam penelitian dan juga keterbukaan informan dalam memberikan pernyataan terkait permasalahan tersebut. Adapun jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenisn wawancara semi terstruktur. Pentingnya menggunakan wawancara semi terstruktur dalam penelitian ini yaitu adalah wawancara yang berlangsung mengacu pada suatu rangkaian pertanyaan terbuka terkait permasalahan Peran Kepala Desa dalam meningkatkan kinerja aparatur desa di Kantor Desa Gumpa Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur. Tekhnik wawancara semi terstruktur pada penelitian ini memungkinkan pertanyaan baru muncul karena jawaban yang diberikan oleh informan pada penelitian ini, sehingga selama sesi wawancara berlangsung penggalian informasi dapat dilakukan oleh peneliti lebih mendalam. Dokumentasi Menurut (Sugiyono, 2. mengemukakan bahwa dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen berguna karena dapat memberikan latar belakang yang lebih luas mengenai pokok penelitian, dapat dijadikan bahan triangulasi untuk mengecek kesesuaian data, dan merupakan bahan utama dalam penelitian teknik dokumentasi juga berguna untuk melengkapi kekurangan yang diperoleh dari data primer. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini teknik analisis data dilakukan secara induktif, teknik analisis data ini mencoba untuk memberi sebuah gambaran abstrak terhadap temuan lapangan yang telah dikumpulkan dengan menggunakan analisis model interaktif seperti yang dikembangkan oleh (Huberman & Saldana, 2. dimana terdapat tiga prosedur dalam penganalisisan data kualitatif, yaitu: ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Kondensasi data (Data Condensatio. Kondensasi data merujuk pada proses memilih, menyederhanakan, mengabstrakan, atau mengubah data yang timbul dalam penelitian dengan membuat catatan-catatan lapangan secara tertulis, transkip wawancara, dokumen-dokumen dan materi-materi empiris menjadi lebih mantap dan kuat. (Huberman & Saldana, 2. Adapun model interaktif yang dimaksud sebagai berikut: Gambar 2 Komponen-KomponenAnalisis Data Model Interaktif Penyajian data (Data Displa. Sebuah pengorganisasian dan penyatuan penyimpulan dan aksi. Penyajian data membantu dalam memahami apa yang terjadi dan untuk melakukan sesuatu, termasuk analisis yang mendalam atau mengambil aksi berdasarkan pengalaman. Penarikan Drawing/verifyin. (Condusion Kegiatan menampilkan sekumpulan informasi yang telah tersusun sehingga dapat memberi pemahaman yang telah tersusun sehingga dapat memberikan pemahaman tentang apa yang terjadi dan fenomena yang melingkupinya, kesimpulankesimpulan final mungkin tidak muncul sampai pada pengumpulan data yang terakhir, tergantung pada besarnya kumpulan catatan lapangan, penomeran, penyimpanan dan metode pencarian ulang yang digunakan, maka dengan penyajian data diharapkan mampu memberikan adanya kemungkinan penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan (Huberman Saldana, mengemukakan proses dan komponen dalam analisis data kualitatif ditunjukkan pada gambar Perbedaan dengan yang lama adalah. Kondensasi data adalah proses memilih memfokuskan, menyederhanakan, membuat abstrak data hasil dari catatan lapangan, wawancara, interview, transkip, berbagai dokumen dan catatan lapangan. Dengan menggunakan kondensasi data akan JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 Sumber: (Huberman & Saldana, 2. Dari tahapan yang dijelaskan oleh (Huberman & Saldana, 2. di atas. Penelitian akan memaparkan cara analisis data, menganalisis, menyajikan dalam bentuk yang dapat dipahami kemudian disimpulkan. Reduksi data berarti merangkum, memilih halhal yang pokok memfokuskan pada hal-hal yang penting dicari tema dan polanya. Redukdi data ini berlangsung selama pengumpulan data berjalan, maka tahap reduksi selanjutnya berlangsung yaitu membuat partisi. Reduksi data ini bahkan berjalan hingga sebuah penelitian dilapangan berakhir dan laporan akhir lengkap tersusun. Penyajian data merupakan sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penilaian kesimpulan dan pengambilan Penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan natar kategori flowchart dan sejenisnya. Semuanya dirancang untuk menggabungkan informasi yang tersusun dalam suatu bentuk yang padu dan mudah Dengan demikian, maka akan memudahkan peneliti untuk memahami apa yang terjadi merencanakan tahap selanjutnya berdasarkanapa yang telah dipahami tersebut (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Peran Kepemimpinan Kepada Desa Dalam Meningkatkan Kinerja Perangkat Desa Gumpa ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Mengarahkan Perangkat Melaksanakan Tugas Desa Dalam mengarahkan perangkat desa, kepala desa memastikan bahwa setiap perangkat desa memahami peran dan tanggung jawab mereka dengan jelas. Seorang perangkat desa mengungkapkan dalam wawancara, "Kepala desa kami selalu menjelaskan apa yang harus kami lakukan, terutama saat ada program baru. Beliau juga sering mengadakan rapat untuk tugas-tugas " Kepala desa menetapkan tujuan dan sasaran yang harus dicapai oleh perangkat desa, serta memberikan arahan yang tepat tentang bagaimana melaksanakan tugas-tugas Pengarahan ini melibatkan komunikasi yang jelas dan terstruktur, serta pemantauan berkelanjutan untuk memastikan bahwa tugas dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah Membina Perangkat Desa dalam Melaksanakan Tugas Membina perangkat desa adalah upaya kepala desa untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi perangkat desa dalam Dalam menyatakan, "Kami sering diberikan pelatihan oleh kepala desa, baik itu tentang administrasi desa maupun tentang pelayanan kepada Ini sangat membantu kami dalam " Pembinaan meliputi pelatihan, bimbingan, dan pendampingan yang diberikan secara berkala untuk mengembangkan keterampilan teknis dan manajerial perangkat Pembinaan yang efektif membantu perangkat desa untuk lebih siap dalam menghadapi tantangan yang muncul dalam pelaksanaan tugas dan meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Mendorong Perangkat Melaksanakan Tugas Desa Mendorong perangkat desa melibatkan pemberian motivasi dan dukungan yang JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 diperlukan agar mereka dapat melaksanakan tugas dengan semangat dan dedikasi tinggi. Seorang perangkat desa berbagi dalam wawancara, "Kepala desa kami selalu memberikan motivasi saat kami merasa lelah atau menghadapi masalah. Bahkan, beliau memberikan penghargaan bagi perangkat desa yang bekerja dengan baik. " Kepala desa berperan dalam menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, di mana perangkat desa merasa dihargai dan termotivasi untuk bekerja secara Pemberian insentif dan penghargaan bagi perangkat desa yang berprestasi juga merupakan bagian dari upaya untuk mendorong mereka bekerja lebih baik. Dengan dorongan yang tepat, perangkat desa akan lebih termotivasi untuk mencapai kinerja yang optimal dan berkontribusi secara positif terhadap pembangunan desa. Kendala yang Dihadapi Kepala Desa dalam Meningkatkan Kinerja Perangkat Desa Gumpa Berdasarkan hasil wawancara dengan berbagai informan, dapat disimpulkan bahwa kendala utama yang dihadapi oleh kepala desa dalam meningkatkan kinerja perangkat desa di Desa Gumpa adalah kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh perangkat desa. Faktor ini sebagian besar disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan formal yang dimiliki oleh perangkat Kepala desa telah menyadari masalah ini dan menyatakan pentingnya pelatihan yang sesuai dengan bidang masing-masing perangkat desa untuk mengatasi hambatan tersebut. Meskipun sudah ada upaya dari kepala desa untuk mengatasi kurangnya pengetahuan ini, melalui inisiatif pelatihan, namun hasilnya belum Sekretaris desa juga menekankan bahwa banyak perangkat desa yang masih belum sepenuhnya memahami tugas dan tanggung jawab mereka, sehingga pelatihan berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja mereka. Secara keseluruhan, meskipun ada kesadaran dan upaya yang dilakukan oleh kepala desa untuk ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB meningkatkan pengetahuan dan kinerja perangkat desa, namun masih diperlukan upaya yang lebih intensif dan berkelanjutan. Pelatihan dan bimbingan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan akan menjadi langkah penting untuk memastikan perangkat desa mampu menjalankan tugas mereka dengan lebih baik, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif dan efisien kepada masyarakat Desa Gumpa. Pembahasan Mengarahkan Perangkat Melaksanakan Tugas Desa Peran Pribadi Kepala desa Gumpa telah menunjukkan peran pribadi yang signifikan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi . Kepala desa secara aktif memberikan arahan dan bimbingan kepada perangkat desa, memastikan kepatuhan terhadap topoksi, menekankan pentingnya disiplin, dan menjadi contoh yang baik bagi perangkat desa. Dengan disiplin yang ditegakkan, kinerja perangkat desa dapat ditingkatkan, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif dan efisien. Hal ini sesuai (Wahjosumidjo, 1. yang menyatakan bahwa pemimpin memiliki peran penting dalam menggerakkan organisasi menuju pencapaian Peran Pembuat Keputusan Dalam peran sebagai pembuat keputusan, kepala desa Gumpa mengutamakan pendekatan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan yang melibatkan perangkat desa dan Musyawarah ini memungkinkan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, menjadikan proses pengambilan keputusan lebih inklusif, transparan, dan Pendekatan ini sesuai dengan teori (Habermas, pentingnya komunikasi rasional dan terbuka JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 untuk mencapai keputusan yang sah dan adil. Dengan pendekatan ini, kepala desa berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memastikan keputusan yang diambil lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Peran Sumber Informasi Sebagai sumber informasi, kepala desa Gumpa memainkan peran penting dalam mengarahkan dan membimbing perangkat desa dengan memberikan kebijakan dan peraturan yang jelas, seperti disiplin waktu kerja. Kepala desa memastikan bahwa perangkat desa memahami dan mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan, sehingga tercipta disiplin kerja yang Peran ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh (Kartono, 2. , yang menekankan bahwa seorang pemimpin harus menguasai dan memilih sarana komunikasi yang tepat untuk menyampaikan informasi penting yang mendukung keberhasilan Membina Perangkat Melaksanakan Tugas Desa Peran Pribadi Kepala Desa Gumpa telah membina perangkat desa melalui bimbingan langsung, dukungan emosional, dan bantuan teknis ketika perangkat desa menghadapi kesulitan. Kepala desa juga memainkan peran sebagai simbol desa dan penghubung dengan pihak luar, yang penting untuk membangun jaringan dan komunikasi yang efektif. Tindakan ini sejalan (Wahjosumidjo, 1. , yang menyatakan bahwa kepemimpinan melibatkan sifat-sifat tertentu seperti kepribadian, kemampuan, dan menggerakkan organisasi dalam mencapai Selain itu, teori (Bass, 1. tentang kepemimpinan transformasional mendukung pentingnya pemimpin dalam memberikan arahan dan motivasi kepada anggota tim untuk mencapai kinerja yang optimal. ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Peran Pengambilan Keputusan Kepala desa berperan aktif dalam pengambilan keputusan terkait inisiatif pembangunan dan program pemberdayaan masyarakat, serta dalam alokasi sumber daya Keputusan yang diambil kepala desa didasarkan pada kebutuhan untuk menciptakan lingkungan kerja yang suportif, yang melaksanakan tugas mereka dengan lebih efektif dan efisien. Ini sesuai dengan teori pengambilan keputusan oleh (Mintzberg, 1. yang menekankan pentingnya peran pemimpin dalam mengidentifikasi peluang dan mengelola sumber daya. Teori ini juga relevan dengan konsep kepemimpinan organisasi menurut (Bargal, 2. , yang menyatakan bahwa pengambilan keputusan yang inklusif dan Peran Sumber Informasi Kepala desa berperan sebagai sumber informasi utama bagi perangkat desa, memastikan bahwa tugas-tugas diselesaikan dengan tepat waktu dan sesuai dengan prinsipprinsip yang ada. Melalui pemantauan dan penyebaran informasi, kepala desa memberikan mengomunikasikan kebijakan serta inisiatif Peran ini sejalan dengan teori informasi kepemimpinan oleh (Mintzberg, 1. , yang mengidentifikasi peran pemimpin sebagai monitor dan disseminator informasi dalam Teori ini juga didukung oleh (Weschler, pentingnya komunikasi yang efektif dalam kepemimpinan untuk mencapai tujuan Mendorong Perangkat Melaksanakan Tugas Desa Peran Pribadi Kepala Desa Gumpa telah memainkan peran penting dalam memotivasi perangkat desa JAPB : Volume 8 Nomor 1, 2025 melalui pemberian motivasi, dukungan emosional, dan contoh teladan. Dengan memberikan arahan dan pengakuan kepada perangkat desa yang berkinerja baik, kepala desa telah berhasil meningkatkan semangat kerja dan komitmen perangkat desa terhadap tugas mereka. Temuan ini sejalan dengan teori kepemimpinan oleh (Ott, 1. , yang menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah proses hubungan antarpribadi di mana seorang pemimpin mempengaruhi sikap, kepercayaan, dan perilaku orang lain. Selain itu, teori (Bass, 1. tentang kepemimpinan transformasional mendukung pentingnya pemimpin dalam memotivasi anggota tim untuk mencapai kinerja Peran Pengambilan Keputusan Kepala desa Gumpa berperan sebagai inovator yang memperkenalkan metode atau pendekatan baru untuk membantu perangkat desa dalam melaksanakan tugas mereka, seperti pengenalan teknologi baru dan alokasi sumber daya untuk pelatihan dan pengembangan. Dengan memainkan peran ini, kepala desa telah memastikan bahwa perangkat desa memiliki alat dan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan mereka, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan kualitas Temuan ini sejalan dengan teori pengambilan keputusan oleh (Mintzberg, 1. , yang menekankan pentingnya peran pemimpin dalam mengelola sumber daya dan inovasi untuk mencapai tujuan organisasi. Teori (Vroom, 1. tentang ekspektasi juga mendukung gagasan bahwa pemimpin harus memberikan penghargaan yang sesuai untuk memotivasi anggota tim agar mencapai kinerja yang diharapkan. Peran Sumber Informasi Kepala desa Gumpa berperan sebagai sumber informasi utama bagi perangkat desa, memberikan pengetahuan dan informasi sesuai dengan jabatan masing-masing perangkat. Ini termasuk pelatihan, workshop, dan briefing ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB yang membantu perangkat desa memahami tugas dan tanggung jawab mereka dengan lebih Temuan ini sesuai dengan teori informasi oleh (Mintzberg, 1. , yang menekankan disseminator informasi dalam organisasi. Selain itu, teori (Vroom, 1. tentang motivasi kerja mendukung pentingnya komunikasi yang jelas dan harapan yang realistis untuk meningkatkan motivasi kerja perangkat desa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Kantor Desa Gumpa maka dapat disimpulkan bahwa : Peran kepemimpinan kepala desa dalam meningkatkan kinerja perangkat desa di Kantor Desa Gumpa dapat dikategorikan sudah berperan cukup baik. Adapun kendala yang dihadapi oleh kepala desa Gumpa yaitu kurangnya pengetahuan perangkat desa terakit dengan tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. SARAN Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat diberikan saran-saran sebagai berikut: Kepada Kepala Desa lebih baik lagi dalam meningkatkan kinerja kerja perangkat desa agar perangkat desa bisa disiplin waktu masuk kerja dan pulang kerja dan perangkat desa bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya lebih baik. Bass. Improving organizational effectiveness through transformational Sage Publication. Habermas. Knowledge and Human Interest. Boston: BeaconPress. Halim. Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Kinerja Aparat Dari Aspek Keteladanan Di Kantor Desa Nalui Kecematan Jaro Kabupaten Tabalong. Jurnal Administrasi Publik Bisnis, 191199. Huberman. , & Saldana. Qualitatif Data Analysis. Jakarta: UI Press. Kartono. Pemimpin Dan Kepemimpinan Jakarta: P. T Raja Grafindo Persada. Martono. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Mintzberg. The Nature of Managerial Work. New York: Harper and Row Publisher. Moleong. Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Nugraha. Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Kinerja Perangkat Desa Di Kantor Desa Linggapura Kecematan Kawali Kabupaten Ciamis. Vol 02 Nomor Ott. Elementary Survey Sampling. 5th Ed. Washington: Duxbury Press. Pamudji. Kepemimpinan Pemerintahan di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara. Pasolong. Kepemimpinan Birokrasi . Bandung: C. V Alfabeta. DAFTAR PUSTAKA